JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
Pengaruh Lingkungan Kerja dan Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
The purpose of this study was to examine and analyze the effect of the work environment and work stress on performance through job satisfaction as an intervening variable for employees at CV. Setia Abadi City of Samarinda. The research method used is explanatory research with a quantitative approach, namely statistical analysis with regression analysis and path analysis. Where before testing the hypothesis, instrument trials and classical assumption tests were first carried out. The sampling technique in this study was saturated sampling, where all members of the population were used as samples, namely 10 people. The research instrument used was a questionnaire regarding work environment, work stress, job satisfaction and employee performance. Based on the results of the calculations that have been done, it is concluded that the work environment variable has a positive and significant effect on employee performance at CV.Setia Abadi Kota Samarinda, then the work stress variable has a positive and significant effect on employee performance at CV. Setia Abadi Kota Samarinda, and work environment variables and work stress have a positive and significant effect on employee performance simultaneously on CV. Setia Abadi Kota Samarinda
Penggunaan Metode Balanced Scorecard (BSC) untuk Pengukuran Kinerja pada UMKM XYZ
UMKM XYZ merupakan sebuah bisnis roti skala kecil yang memiliki potensi pertumbuhan dan beroperasi di sektor makanan.Metode Balance Scorecard digunakan untuk mengidentifikasi dan mengukur kinerja perusahaan berdasarkan empat perspektif utama, yaitu keuangan, pelanggan, proses internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan. Penelitian ini melibatkan pengumpulan data primer dan sekunder, melalui wawancara dengan pemilik usaha roti, observasi langsung terhadap proses produksi, serta analisis dokumen terkait.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran kinerja UMKM roti menggunakan Balance Scorecard memberikan pemahaman yang komprehensif tentang kinerja perusahaan. Perspektif keuangan mencakup indikator seperti pendapatan, laba, dan pengeluaran. Perspektif pelanggan melibatkan indikator seperti tingkat kepuasan pelanggan, jumlah pelanggan baru, dan tingkat retensi pelanggan. Perspektif proses internal mencakup indikator seperti efisiensi produksi, kualitas produk, dan manajemen persediaan. Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan melibatkan indikator seperti pelatihan karyawan, inovasi produk, dan pengembangan keterampilan.Dengan menggunakan metode Balance Scorecard, UMKM roti dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam berbagai aspek kinerja mereka, serta mengambil tindakan perbaikan yang sesuai. Pengukuran kinerja ini memberikan wawasan yang berharga bagi pemilik usaha roti dalam mengelola operasional dengan lebih efektif dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan
The Supply Chain Analysis of Traditional Fish Catches of Bagan Deli City Medan and Bagan Percut of Deli Serdang District: Supply chain analysis
Traditional fishermen are fishermen who catch fish in waters which are traditional fishing rights that have been used for generations by local culture and wisdom. Fish is a marine product that is easily damaged or perishable, and this is due to enzymatic activity in the fish's body and the activity of microorganisms due to wrong handling. The cities of Medan and Deli Serdang are areas that have good potential for marine products. Enjoying fish products from the sea by consumers, fish distribution was carried out at Belawan Port, precisely at Belawan Ocean Fisheries Port and Fish Auction Place Bagan Percut, Deli Serdang. This study looks at the supply chain or supply chain for traditional fishermen in the North Sumatra region, especially in Medan City and Deli Serdang Regency. The research method used is descriptive qualitative research. The results of the study found that the supply chain of most fishermen caught in Bagan Deli through agents and distributors of fish was then brought to the market or auction place. There are also fishermen in Bagan Deli who directly sell their catch at the local market where the fishing group is located, namely the Bagan Deli and Belawan Traditional Markets. Meanwhile, Bagan Percut of Deli Serdang Regency shows that the role of fish agents and distributors in the supply chain of capture fishermen is very influential. Through these fish agents and distributors, distribution channels can be determined based on the amount or amount of fish caught
Analisis Penjadwalan Proyek Pembangunan Jembatan Rel Kereta Api Bukit Putus - Padang Menggunakan Metode CPM Dan PERT
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis waktu penyelesaian proyek dan efesiensi waktu sehingga dapat diperoleh penyelesaian proyek yang optimal. Penelitian ini dilakukan dengan analisis terhadap penjadwalan proyek pembangunan jembatan rel kereta api Bukit Putus-Padang dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) dan Program Evaluation and Review Technique (PERT) dengan bantuan Software Microsoft Project. Dari hasil analisis yang dilakukan dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM) diperoleh waktu penyelesaian proyek yang sebelumnya 360 hari kerja menjadi 340 hari kerja dengan probabilitas 00,14%. Dan dengan menggunakan metode Program Evaluation and Review Technique (PERT) diperoleh bahwa probabilitas pihak perusahaan menjalankan proyek selama 360 hari sebesar 99,78%
Perawatan Preventif Mesin Pompa Air
The Planned maintenance activities can make the production process run smoothly. The object of the research was pump machine with three phase. Based on obsevations, pumps often experience damage to critical components. This study aims to implement preventive maintenance on pump. The advantage of using preventive maintenance can determine the optimal type of maintence and maintenance time intervals for each critical component. The research stages include determining the probability density function (pdf) and reliability, determining the maintenance interval for critical component using the downtime minimization criteria that will be used to schedule maintenance and determining the cost of corrective and preventive for each critical component. The result of the application of preventive maintenance, there were three component that experienced a decrease in maintenance costs, namely the electromotor component experiencing a 23,7% cost reduction with a 52% reliability level, the radial bearing component experiencing a cost reduction by 24% with a reliability level of 66,64% and the impeller component experiencing a decrease 19,5% cost with a 69% reliability rate. While the maintenance time interval for the electromotor component is 142,4 hours, the radial bearing component is 153,5 hours and the impeller component is 168,8 hours
Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan Terhadap Jasa Pelayanan Dengan Metode Servqual dan Customer Satisfaction Index (CSI)
PT. XYZ merupakan perusahaan di bidang logistik yang memberikan layanan pengiriman paket ke seluruh wilayah Indonesia. Fokus utama dalam pelayanannya adalah pengiriman 15 jam sampai untuk wilayah Jabodetabek dan Bandung serta pengiriman 1 hari sampai untuk kota besar seluruh wilayah Indonesia. Latar belakang penulisan skripsi ini dikarenakan adanya penurunan jumlah konsumen pada PT. XYZ Cabang Kadrie Oening. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai kualitas pelayanan dan juga kepuasan pelanggan PT. XYZ untuk mengetahui tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas pelayanan yang diberikan oleh PT. XYZ. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Service Quality (SERVQUAL) dan Costumer Satisfaction Index (CSI). Metode SERVQUAL digunakan untuk mengukur kualitas pelayanan dengan menggunakan gap 5 yaitu menghitung selisih antara persepsi dan ekspektasi dari konsumen. Dan metode CSI digunakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan berdasarkan dengan kualitas pelayananan yang diberikan oleh PT. XYZ. Untuk pengambilan data dilakukan dengan mambagikan kuesioner kepana konsumen. Berdasarkan hasil Analisa menggunakan metode SERVQUAL diketahui bahwa pelayanan PT. XYZ sudah cukup baik dengan Gap yang didapatkan antara persepsi dan ekspektasi sebesar 0,02. Hal ini menunjukkan bahwa persepsi dan juga ekspektasi dari pelanggan sudah terpenuhi oleh PT. XYZ berdasarkan dengan kuesioner dari 5 dimensi yang ada. Metode CSI digunakan untuk mengetahui kepuasan pelanggan berdasarkan dengan kualitas pelayanna yang diberikan. Hasil yang diperoleh dari perhitungan CSI adalah sebesar 76,24% yang sudah termasuk dalam rentan 66%-80% yang berarti secara keseluruhan konsumen PT. XYZ merasa puas
Optimalisasi Jumlah Permintaan dan Produksi CV. XYZ Menggunakan Software Simulasi Flexsim
CV. XYZ merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang bergerak pada bidang produksi sarung tangan dan tekstil. Adanya kesenjangan antara permintaan dengan jumlah produksi dimana yang menjadi tujuan pada penelitian ini adalah mengoptimalkan jumlah produksi sarung tangan, penelitian ini menggunakan Perangkat Lunak Flexsim sebagai perangkat lunak Simulasi Peristiwa Diskrit Untuk memodelkan lini produksi. Berdasarkan hasil analisis yang di peroleh beserta Batasan scenario yakni maksimal penambahan pekerja sebanyak 3 orang, maka diusulkan sebuah scenario perbaikan dimana perusahaan menambah masing masing 1 pekerja pada proses Jahit Variasi Badan-2, Jahit Sambung Jari-jari dan Jahit Lipat
Penerapan Metode CPM dan PERT Pada Proyek Konstruksi Gereja Kemah Tabernake PIK 2 Jakarta Utara
PT. TCI is a company operating in the construction sector which handles the construction of several projects, one of which is the Tabernacle Church project. In carrying out the project work, several factors/problems arose, resulting in an extension of the project foundation construction stage and increasing the project period and costs. The use of the CPM and PERT methods for implementing the foundation construction of the GKT project using the planned and actual schedules has been able to optimize the work, namely 123 days using the planned schedule and 150 days using the actual schedule. These results have found the critical path, so that by applying the CPM and PERT methods in this project, an estimated schedule can be obtained to speed up the project. The cost difference using the CPM, PERT and CPM-PERT methods for the planned schedule is IDR 304,000,000 (Three Hundred and Four Million Rupiah) , Rp. 264,000,000 (Two Hundred and Sixty Four Million Rupiah) and Rp. 264,000,000 (Two Hundred and Sixty Four Million Rupiah). The difference in costs using the CPM, PERT, CPM-PERT method for the actual schedule is IDR 344,000,000 (Three Hundred Forty Four Million Rupiah), IDR 304,000,000 (Three Hundred Forty Four Million Rupiah) and IDR 304,000,000 (Three Hundred Forty Four Million Rupiah). These costs will be the contractor's profit
Overall Equipment Effectiveness Di Desalination Plant 2 Pada PT Sari Dumai
Mesin merupakan salah satu peranan penting dalam keberhasilan perusahaan dalam memenuhi permintaan konsumen. Desalination Plant 2 di PT Sari Dumai Sejati merupakan plant pengolahan air laut. Permasalahan yang terjadi adalah rendahnya efesiensi produksi air laut tersebut. Mesin produksi yang digunakan sering mengalami breakdown, breakdown diperoleh dari catridge filter, pompa DMF, pompa SWRO, dan pompa BWRO. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dilakukan analisis Total Productive Maintenance (TPM) dengan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) dan dilakukan analisis diagram sebab akibat (fishbone) dan diagram pareto untuk usulan perbaikan. Hasil analisis OEE Nilai Availability 90,52%, Nilai Performance 63,63%, Nilai Quality 53,09%. Nilai Availability, Nilai Performance, Nilai Quality masih dibawah nilai standar OEE >84%. Nilai OEE yang diperoleh dibawah standar yaitu 30,58%. Faktor yang sangat berpengaruh terhadap rendahnya nilai OEE adalah Nilai Quality yang rendah yaitu 53,09%. Idle and Minor Stoppage Losses yaitu sebesar -50,84%, kemudian Defect Losses sebesar 19,71%, Equipment Failure Losses yaitu sebesar 6,60%, Setup and Adjustment Losses sebesar 2,88%, dan yang terakhir adalah pengurangan kecepatan Reduced Speed Losses yaitu sebesar 57,71%
Identifikasi Waste pada Proses Produksi Bakso Aci di UMKM Sekar Group
Tugas masyarakat terkait dengan pembangunan dalam aspek ekonomi salah satunya dengan membuka Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Salah satu UMKM yang bergerak di bidang industri makanan yaitu Sekar Group yang menjual produk jajanan Bakso Aci dengan nama produk BOCIKAR. Seiring dengan pertumbuhan bisnis, mendorong peningkatan permintaan pelanggan terhadap produk BOCIKAR. Pertumbuhan bisnis ini dapat menghasilkan banyak pemborosan (waste) dalam berbagai cara. Oleh karena itu, penelitian ini akan mengidentifikasi dan menganalisis jenis pemborosan dan faktor penyebabnya menggunakan diagram fishbone. Hasil penelitian menunjukkan tujuh waste yang terdiri dari 11 unit defect, overprocessing berupa Bakso Aci yang terlalu matang, dan waktu tunggu total 132,67 menit. Selanjutnya transportation sekitar 11,44 menit, inventory karena bahan yang busuk dan kadaluarsa, motion karena semua kegiatan dilakukan secara manual. Selain itu, overproduction karena ada beberapa unit Bakso Aci berlebih 3-5 unit. Kemudian dari hasil penentuan diagram fishbone yang telah dilakukan, didapatkan faktor-faktor penyebab waste yang teridentifikasi pada proses produksi BOCIKAR, antara lain dari manusia, metode, mesin, material, dan lingkungan