JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
Pemilihan Pemasok dan Alokasi Order Optimum pada Komoditas Hasil Laut Menggunakan Analytical Hierarchy Process dan Multi Objective Linear Programming
Tarakan, Kalimantan Utara, memiliki potensi besar akan ekspor kepiting, ditunjukkan dengan tren kenaikan angka ekspor sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Tingginya angka ekspor mengakibatkan tingginya tingkat persaingan perusahaan eksportir dalam mendapatkan kepiting segar. Penelitian ini berfokus pada pemilihan mitra dan alokasi order optimal dari calon mitra yang terpilih pada produk hasil laut. Hasil analisis AHP diperoleh 4 kriteria dalam pemilihan mitra, yaitu kualitas (0,5351), pengiriman (0,2121), lokasi (0,1234) dan pelayanan (0,0782). Penentuan alokasi order optimal dilakukan dengan model multiple objective linear programming (MOLP). Penyelesaian dilakukan dengan dua skenario, yaitu menggunakan nilai supplier keseluruhan yang diselesaikan dengan LP (skenario 1) dan urutan prioritas kriteria yang diselesaikan dengan MOLP (scenario 2). Hasil scenario 1 dipilih 5 supplier, sedangkan skenario 2 dipilih 6 supplier dengan rangking teratas. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perusahaan perlu melakukan negosiasi kepada Supplier 2 dan Supplier 7 untuk dapat meningkatkan kapasitas produksinya
Penggunaan Metode American Productivity Center (APC) Untuk Pengukuran Produktivitas Pada UMKM XYZ
Produktivitas sangat penting bagi perusahaan dalam persaingan bisnis yang sangat ketat. Produktivitas berkaitan dengan efektivitas dan efisiensi pemanfaatan sumber daya (input) dalam memproduksi output. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari perusahaan, produksi yang dihasilkan pada produksi pada bulan Januari, Maret, Juni, Juli dan Oktober mengalami fluktuatif berdasarkan target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah American Productivity Center (APC). Untuk mengetahui tingkat produktivitas, profitabilitas dan faktor perbaikan harga UMKM XYZ dengan optimalisasi penggunaan sumber daya tenaga kerja, bahan baku, energi dan modal. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat produktivitas, profitabilitas dan faktor perbaikan harga UMKM XYZ dan Memberikan usulan perbaikan untuk meningkatkan produktivitas. Hasil dari pengukuran produktivitas pada UMKM XYZ memperlihatkan adanya penurunan produktivitas pada tahun 2020 Sebesar 14,87% dan pada tahun 2022 turun sebesar 11,79%. Pada tingkat profitabilitas juga mengalami penurunan, berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan bahwa penurunan produktivitas dikuti oleh penurunan profitabilitas. Hal ini dapat dilihat dari tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 15%, dan tahun 2022 juga mengalami penurunan sebesar 15,02%. Indeks perbaikan harga mengalami kenaikan setiap tahunnya yaitu pada tahun 2020 1%, dan pada tahun 2022 sebesar 0.96%. Sehingga diberi usulan perbaikan dari kelima faktor tersebut dengan Analysis 5W+ IH dimana penyebab penurunannya didapatkan dari Fishbone Diagram yang dijelaskan secara detail
Analisis Kualitas Pelayanan Jasa dengan Metode Servqual & Important Performance Analysis Model (Studi Kasus: Kedai Kopi Gudang Kena Samarinda)
Kedai Kopi Gudang Kena adalah salah satu usaha minuman kopi di kota Samarinda yang berdiri pada tahun 2020 mencoba melakukan pelayanan sebaik mungkin, sesuai dengan janji yang diberikan kepada pelanggan. Kedai Kopi Gudang Kena yang berlokasi di Gg. Tridaya No. 29, Air Putih, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda juga mengandalkan ketepatan waktu dalam penyediaan layanan, serta menyediakan tempat yang nyaman bagi pelanggan untuk berdiskusi maupun berkumpul. Berdasarkan observasi awal, kedai kopi Gudang Kena mengalami penurunan jumlah transaksi selama 3 bulan terakhir dari rata-rata 50 transaksi perhari menjadi 30 transaksi perhari, serta beberapa keluhan seperti kurangnya soundsystem, kurangnya fasilitas hiburan, ruang gerak yang sangat sempit jika ramai pengunjung dan sering terjadi keterlambatan dalam penyajian minuman atau makanan pada saat ramai pengunjung. Untuk melakukan pengukuran kualitas layanan pada Kedai Kopi Gudang Kena digunakan metode SERVQUAL, dan Important Performance Analysis (IPA). Penelitian diawali dengan menyebarkan kuesioner persepsi dan ekspektasi pelanggan yang ditujukan kepada konsumen Kedai Kopi Gudang Kena Samarinda yang setidaknya 2 kali dalam 3 bulan terakhir ke Kedai Kopi Gudang Kena Samarinda. Kuesioner persepsi dan ekspektasi pelanggan digunakan untuk mengukur gap 5 pada pengukuran SERVQUAL. Berdasarkan hasil analisa menggunakan metode SERVQUAL diketahui bahwa pelayanan Kedai Kopi Gudang Kena sudah baik, dengan nilain mean persepsi konsumen sebesar 4,36. Metode IPA digunakan untuk menentukan prioritas perbaikan berdasarkan nilai gap pada tiap dimensi. Usulan perbaikan berdasarkan prioritas utama yaitu pada dimensi responsiveness terdapat atribut RES2 yang berada di kuadran A karyawan Kedai Kopi Gudang Kena memberikan layanann yang cepat kepada para pelanggan
Penerapan Quality Function Deployment (QFD) Pada Perancangan Alat Bantu Ganti Oli Transmisi Otomatis
Salah satu aktivitas dalam proses servis mobil matic adalah penggantian oli transmisi otomatis, saat ini alat yang digunakan untuk proses tersebut masih manual dan belum memberikan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang alat pengisian oli transmisi otomatis untuk mempercepat proses kerja dan sesuai kebutuhan teknisi. penelitian ini menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD yang terdiri dari beberapa tahap yaitu penentuan VOC, penentuan karakteristik teknis, pembuatan HOQ dan perancangan produk. Hasil Penelitian ini berupa alat bantu ganti oli transmisi otomatis yang memiliki 7 atribut sesuai keinginan pengguna: mudah digunakan, kuat dan ringan, mempercepat waktu penggantian oli, bentuk tabung, tahan dari kebocoran oli, dapat digunakan di caddy (meja kerja teknisi) dan menggunakan tutup yang lebih besar
Manajemen Risiko Rantai Pasok Pembibitan Ikan Lele (Studi Kasus: Pembibitan Ikan Kang Arif)
Perikanan budidaya merupakan salah satu sektor perikanan yang memiliki prospek yang sangat menjanjikan khususnya di Indonesia. Salah satu komoditi perikanan budidaya yang menjadi primadona adalah ikan lele (Clarias sp). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kejadian risiko pada pembibitan ikan lele dan penyebab risiko guna menghitung nilai risiko sepanjang aliran hulu ke hilir rantai pasok, dan merekomendasikan upaya mitigasi risiko. Lokasi penelitian ini dilakukan di Pembibitan Ikan Lele Kang Arif yang beralamat di L3 Blok B Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tempat Pembibitan Ikan Lele Kang Arif bergerak dibidang pembudidayaan bibit ikan lele. Bibit ikan lele ini sudah didistribusikan ke wilayah Kutai Kartanegara, bahkan sampai Balikpapan. Proses source terdapat 3 risk agent prioritas dan didapatkan 6 aksi mitigasi. Proses plan terdapat 3 risk agent dominan dan didapatkan 6 aksi mitigasi. Proses make terdapat 3 risk agent dominan dan didapatkan 6 aksi mitigas. Proses deliver terdapat 3 risk agent dominan dan didapatkan 6 aksi mitigasi. Proses Return Terdapat 3 risk agent prioritas dan didapatkan 6 strategi. Pihak pembibitan dapat mengetahui sumber-sumber risiko apa saja yang terdapat di pembibitan. Strategi penanganan/mitigasi yang diusulkan dapat menjadi pertimbangan dalam mengatasi sumber risiko prioritas yang ada di pembibitan. Analisis penilaian performansi (performance appraisal) berdasarkan KPI (Key Performance Indicator) untuk mendukung pelaksanaan mitigasi perusahaan yaitu berupa evaluasi pegawai untuk masing-masing proses supply chain yang ada pada pembibitan Ikan Lele Kang Arif
Analisis Aktivitas Proses Pemindahan Tangki VT 650 dengan Penjadwalan Proyek
Penelitian ini dilakukan di perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor yang berfokus pada perbaikan dan pemasangan suatu alat atau benda dengan mengambil objek di bagian penginstalan tangki VT 650. Salah satu proses planning adalah persiapan beberapa dokumen untuk melakukan pemasangan equipment benda. Dokumen tersebut antara lain berupa simulasi dalam bentuk dua dimensi proses pemindahan menuju truck trailer mengunakan mobile crane dengan ukuran 80 ton, kemudian proses pemindahan tangki lama VT 650 menggunakan mobile crane 80 ton, dan proses erection yaitu pemindahan tangki menggunakan rail. Proses pemindahan dibagi menjadi dua tempat yang berbeda dengan rintangan yang berbeda, tentu dalam proses pemindahan diperlukan perhitungan penjadwalan proyek yang sesuai dengan planning. Setelah mengetahui penjadwalan proyek pemindahan tangki baru VT 650 tangki yang lama diangkat menggunakan mobile crane. Hasil penelitian adalah penjadwalan proyek untuk empat minggu terealisasi dalam enam minggu, penyebabnya adalah human error (60%) dan keterlambatan transportasi (40%), sehingga harus ada acuan pengendalian risiko akibat dari keterlambatan yang terjadi
Pemanfaatan Limbah Tahu dengan Metode Green Engineering pada Pabrik Tahu Putri Deli, Deli Tua
Pabrik tahu Putri Deli saat ini merasa kesulitan di dalam mengolah limbah cair, limbah yang dihasilkan perusahaan hanya dibuang ke selokan di daerah kerja perusahaan yang berpotensi mencemarkan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah tahu menjadi suatu produk yang bernilai jual yaitu menjadi pupuk organik cair (POC). Teknik pengolahan data dilakukan menggunakan metode Green Engineering. Dengan mengimplementasikan alternatif pengolahan limbah cair secara biologi, maka limbah cair pada pabrik berkurang, yaitu menjadi produk yang bernilai guna dan ekonomis. Penelitian ini menunjukan hasil pengolahan limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair (POC) yang dapat dipergunakan untuk pertanian dan bernilai jual
Perbaikan Kualitas Produk IKM X Dengan Penerapan Gugus Kendali Mutu
IKM X merupakan perusahaan yang memproduksi aneka keripik ubi dengan varian rasa yang bermacam–macam. Dalam menjalankan usahanya, IKM X mengalami kendala dimana masih tingginya persentase produk cacat yang dihasilkan mencapai 14%–15% berupa produk keripik pecah sehingga tidak dapat memenuhi kriteria yang diinginkan konsumen yakni produk yang sama ketebalannya dan tidak pecah. Atas dasar latar belakang ini mendorong penulis untuk melakukan penelitian guna membantu IKM X dalam mencari solusi dari masalah tersebut. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan pengamatan pendahuluan untuk mendapatkan hipotesa awal penyebab tingginya jumlah produk cacat yang dihasilkan. Penelitian yang akan dilakukan selanjutnya menggunakan metode pendekatan Gugus Kendali Mutu (GKM) sebagai metode pengendalian kualitas dengan pertimbangan bahwa metode ini lebih mudah dan praktis, tidak membutuhkan perhitungan yang rumit, dapat dipahami dan dilakukan oleh orang awam dan sangat sesuai diterapkan pada usaha Industri Kecil dan Menengah (IKM). Dari hasil penelitian diketahui ada stasiun kerja yang menghasilkan produk cacat paling banyak yaitu stasiun kerja pencampuran bumbu. Dengan pendekatan metode GKM yaitu melakukan pendekatan menggunakan 8 langkah dan 7 alat dan setelah disarankan untuk diterapkan diperoleh penurunan jumlah produk cacat sebanyak 11,69%
Analisis Kepuasan Mahasiswa Terhadap Pelayanan Institusi Secara Online Pada Masa Pandemi Covid-19
This study aims to analyze the factors of student satisfaction with the services of educational institutions during the Covid-19 pandemic. In December 2019, the issue of the corona virus spread in the world. Until March 2020, the issue of the corona virus reached Indonesia. Several new policies emerged from the Indonesian government based on the development of the corona virus issue, one of which was the service activities of educational institutions which were carried out face-to-face and then carried out non-face to face. Educational institutions are one of the institutions affected by this policy. The object of this research is active students in Indonesia. Data collection was carried out randomly by distributing online questionnaires through a structured evaluation form consisting of several questions to assess non-face-to-face services in educational institutions. Service quality (SERVQUAL) and interest performance analysis (IPA) are used as the methods in this study. Data analysis was performed using SPSS software. There is a gap value of -0.650 from the results of the analysis of service quality in educational institutions. This means that active students in Indonesia are dissatisfied with non-face-to-face services at educational institutions
Analisis Faktor Penyebab Cacat Produk Pelumas Kemasan Lithos Dengan Menggunakan Metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Pada PT. X
Penelitian ini dilaksanakan pada perusahaan yang bergerak di bidang usaha pelumas. Perusahaan ini memproduksi dan mendistribusikan produk pelumas baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Penelitian ini meneliti pada filling station kemasan lithos. Pada Filling station kemasan lithos terdiri dari 6 filling line (FL), yaitu FL-1, FL-2, FL-3, FL-4, FL-5, dan FL-6. Pada tiap filling line ditemukan beberapa material reject yang jumlahnya tidak sedikit setiap harinya, seperti pada material botol, kardus, capper, dan label yang menyebabkan proses produksi tidak maksimal dan produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh perusahaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan analisis untuk menemukan faktor penyebab cacat produk pelumas kemasan lithos yang paling kritis selama proses produksi berlangsung dengan menggunakan failure mode effect analysis (FMEA) berdasarkan risk priority number (RPN). Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa material reject yang paling banyak terdapat pada material capper yaitu sebesar 51,2% kemudian material label sebesar 21%, material botol sebesar 14,7% dan material kardus sebesar 13,1%. Berdasarkan perhitungan nilai resiko prioritas pada metode FMEA, didapatkan nilai RPN tertinggi sebesar 294 untuk material reject capper. Berdasarkan hal tersebut, maka usulan perbaikan yang diberikan adalah melakukan visual inspection dan melakukan pergantian vendor material capper untuk mendapatkan kualitas yang lebih baik