JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
Not a member yet
    163 research outputs found

    Analisis Metode Pengendalian Kualitas Produk sebagai Pencegahan Kegagalan Produksi: A Literature Review

    Full text link
    In the manufacturing industry, quality plays an important role as a criterion for assessing industrial readiness. In the production process, failure to meet product standards often results in defective or damaged products. Therefore, companies should prevent and reduce the number of defective products that do not meet standardization provisions. The purpose of the study is to develop theoretical and practical aspects of the analysis of product quality control methods for product failure prevention. This study is a literature review by means of a library data collection published nationally in the past ten years, especially in Industrial engineering. The results show that the Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) method is most frequently used in quality control studies. The FMEA may prevent the failures that arise so that product failures can be reduced, which increases the company's revenue. This method can be compared with other similar studies for further analysis. Combining FMEA with other methods can be considered a novelty that can be utilized to increase the business of both products and services in society, especially in small and medium enterprises

    Penurunan Kadar Ammonia dari Air Limbah Industri Menggunakan Jet Bubble Column dengan Solvent KOH

    Full text link
    Ammonia merupakan salah satu senyawa yang dihasilkan dari proses industri pembuatan pupuk urea yang bersifat toksik dan berbahaya. Ammonia yang terkandung dalam air limbah dapat berdampak besar terhadap lingkungan dan sekitarnya jika langsung dibuang tanpa pengolahan yang baik terlebih dahulu. Oleh karena itu, diperlukan adanya teknik pengolahan limbah yang menjadi bagian penting untuk menjaga kelestarian lingkungan. Jet Bubble Column merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan untuk penurunan kadar ammonia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung koefisien perpindahan massa dan efisiensi untuk mengurangi kadar ammonia dalam air limbah industri melalui penggunaan udara stripping. Pada penelitian ini akan dilihat pengaruh dari variabel yang akan divariasikan, seperti laju alir udara (6-20 L/menit) dan temperatur (35°C dan 50°C). Kadar ammonia akan dianalisis menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dengan reagen Nessler dan panjang gelombang 460 nm. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan laju alir udara, temperatur, dan waktu stripping memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai koefisien perpindahan massa dan efisiensi penurunan ammonia. Nilai koefisien perpindahan massa (KLa) terbaik diperoleh pada kondisi Qg = 20 L/menit dan T = 50°C yaitu sebesar 0,936 jam-1 dengan efisiensi sebesar 64,58%

    Evaluasi Keberhasilan Penerapan Sistem Manajemen K3 pada UMKM

    Full text link
    Penerapan praktik keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangat penting untuk meningkatkan keselamatan di tempat kerja, terutama pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode Identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, dan Pengendalian Risiko (HIRARC) di Perabotan Indah Karya di Dumai. Tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menerapkan tindakan pengendalian. Desain deskriptif dan eksploratif digunakan di Perabotan Indah Karya. Populasi meliputi semua karyawan, dengan purposive sampling memilih mereka yang terlibat langsung dalam proses produksi. Metode pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara terstruktur, kuesioner, dan tinjauan dokumentasi. Analisis melibatkan identifikasi bahaya, penilaian risiko menggunakan matriks risiko, dan pengembangan serta penerapan tindakan pengendalian. Hasil menunjukkan bahaya yang unik di seluruh stasiun produksi. Misalnya, stasiun oven/pembakaran kayu memiliki risiko dari paparan uap panas, sedangkan stasiun pembersihan permukaan menghadapi risiko dari debu kayu dan kebisingan. Penilaian risiko menyoroti risiko yang lebih tinggi untuk menghirup debu kayu dan kayu jatuh. Langkah-langkah pengendalian seperti modifikasi teknik, pengendalian administratif, dan alat pelindung diri (APD) diterapkan secara efektif untuk mengurangi risiko-risiko ini. Sebagai kesimpulan, metode HIRARC secara signifikan meningkatkan keselamatan tempat kerja di Perabotan Indah Karya. Studi ini menunjukkan manfaat praktis dari manajemen keselamatan terstruktur, menyediakan model bagi UKM lain untuk meningkatkan protokol K3 mereka. Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang strategi manajemen risiko yang efektif dalam kesehatan dan keselamatan kerja

    Analisis Preventive Maintenance Komponen Mesin Pulp Dengan Metode Age Replacement

    Full text link
    Perawatan peralatan industri merupakan merupakan salah satu faktor penting dalam memeperlancar proses produksi.  Apalagi dengan perkembangan teknologi, industri sudah menggunakan mesin dalam produksinya, diperlukan perawatan yang teratur dan terencana agar peralatan yang digunakan dapat berfungsi dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan waktu penjadwalan perawatan komponen yang semula perawatan dilakukan hanya disaat terjadinya kerusakan pada komponen Line Dilution Pulp, sehingga mengganggu proses produksi dan mengakibatkan biaya pengeluaran yang besar. Dalam menentukan interval waktu perawatan metode yang digunakan untuk menentukan kebijakan penjadwalan perawatan yang optimal yaitu menggunakan metode Age Replacement/umur pergantian, setelah dilakukan perawatan dengan metode Age Replacement didapat waktu perawatan yang tepat yaitu setiap 22 hari sekali dengan biaya Rp. 10.269.234,- dan biaya sebelum menentukan waktu perawatan yaitu sebesar Rp. 13.900.000,- dengan demikian penghematan yang didapat sebesar Rp. 3.630.766,-. Maka dengan itu perusahaan menghemat biaya perawatan sebesar 26%

    Investigasi Beban Kerja Mental Pada Pekerja Mekanik Untuk Meningkatkan Produktivitas Kerja di SUZ Dealer Honda Dumai

    Full text link
    Dealer Honda SUZ Kota Dumai menjual berbagai produk sepeda motor merk Honda serta melayani perawatan dan servis sepeda motor yang dikerjakan oleh 4 orang mekanik. Waktu standar yang sudah ditetapkan Honda SUZ adalah 75 menit untuk pengerjaan 1 sepeda motor. Rata-rata perhari 1 orang mekanik mampu menyelesaikan lebih kurang 6 sepeda motor namun berdasarkan data yang telah diperoleh 1 orang mekanik menyelesaikan 12 sepeda mDealer Honda SUZ Kota Dumai menjual berbagai produk sepeda motor merk Honda serta melayani perawatan dan servis sepeda motor yang dikerjakan oleh 4 orang mekanik. Waktu standar yang sudah ditetapkan Honda SUZ adalah 75 menit untuk pengerjaan 1 sepeda motor. Rata-rata perhari 1 orang mekanik mampu menyelesaikan lebih kurang 6 sepeda motor namun berdasarkan data yang telah diperoleh 1 orang mekanik menyelesaikan 12 sepeda motor. Pada kondisi tersebut terjadi kelebihan kapasitas pengerjaan pada mekanik. Hal ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada mekanik seperti kelelahan fisik dan mental sehingga dapat menurunkan produktivitas kerja pada mekanik. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, penulis melakukan penelitian menggunakan metode Subjective Workload Assesment Technique (SWAT) untuk menganalisa beban kerja mental (time, effort dan stress) pada mekanik. Hasil perhitungan beban kerja mental mekanik 1 aktivitas paling berat adalah servis lengkap dengan nilai 88,5%, mekanik 2 aktivitas paling berat adalah servis lengkap dengan nilai 77,3%, mekanik 3 aktivitas paling berat adalah bongkar mesin dengan nilai 74,5% dan mekanik 4 aktivitas paling berat adalah servis lengkap dengan nilai 86,1%.otor. Pada kondisi tersebut terjadi kelebihan kapasitas pengerjaan pada mekanik. Hal ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada mekanik seperti kelelahan fisik dan mental sehingga dapat menurunkan produktivitas kerja pada mekanik. Berdasarkan dari permasalahan tersebut, penulis melakukan penelitian menggunakan metode Subjective Workload Assesment Technique (SWAT) untuk menganalisa beban kerja mental (time, effort dan stress) pada mekanik. Hasil perhitungan beban kerja mental mekanik 1 aktivitas paling berat adalah servis lengkap dengan nilai 88,5%, mekanik 2 aktivitas paling berat adalah servis lengkap dengan nilai 77,3%, mekanik 3 aktivitas paling berat adalah bongkar mesin dengan nilai 74,5% dan mekanik 4 aktivitas paling berat adalah servis lengkap dengan nilai 86,1%

    Supply Chain Performance Measurement for One Maintenance Cycle of Broiler Plasma Farm

    Full text link
    To become a partner of a core company on a broiler plasma farm, a farmer must have good performance. The performance measurement of plasma farms was carried out by the core company with a number called performance index (IP), where this IP reflects the value of the plasma farmers that will be used by the core company to determine the next cooperative relationship. The IP calculation is done at the end of a maintenance cycle by the field extension officer (FEO) based on the results of daily reports. In determining the IP calculation, the factors seen are The Feed Consumption Rate (FCR), Mortality, and the use of drugs, vitamins, and chemicals. For Plasma farmers, the obtained IP was only a report from the results of work in one maintenance cycle, while management in the core supply chain process was not known, how the farm's performance was. Prior research succeeded in designing an instrument for Assess Supply Chain Performance for Broiler Plasma Farms using five core processes SCOR and Analytical Hierarchy (AHP) for weighting. This research will measure the supply chain performance of several Plasma farms with the designed instrument. From the results of this performance measurement, plasma farmers will get an idea of which core processes need to be improved so that the performance in the next cycle will be better. In addition, this research will also look for the correlation between the performance obtained and the IP that has been assessed by the core company

    Pengendalian Kualitas Hasil Produksi Cetak Buku Dengan Menggunakan Metode Six Sigma

    Full text link
    CV. X merupakan perusahaan yang bergerak di bidang percetakan. Produk grafika perusahaan ini adalah buku, majalah, kertas suara, dan lain sebagainya. Perusahaan ini pada umumnya sangat memperhatikan kualitas dari produk yang dihasilkan baik dari pra cetak, cetak dan paska cetak. Permintaan tertinggi setiap bulannya adalah buku. Pada proses produksi masih ditemukan banyaknya produk cacat. Berdasarkan hasil pengumpulan data di tahun 2022, jumlah produk cacat adalah sebanyak 5970 dari 851.000 buku yang diproduksi. Faktor-faktor penyebab kecacatan adalah noda, berlipat, keriting, kesulitan dengan tinta, sobek, kertas bergelombang, keausan  pada bagian cetak dan garis timbul. Berdasarkan perhitungan dengan metode six sigma diperoleh bahwa nilai sigma tertinggi pada bulai April dan Oktober yaitu sebesar 4.73, hal tersebut disimpulkan bahwa kecacatan tidak terlalu tinggi pada bulan tersebut. Untuk meningkatkan nilai sigma diharapkan perusahaan tersebut memberikan pelatihan kepada operator dan mengganti mesin yang sudah tidak layak pakai

    Perencanaan Pengendalian Persediaan Obat pada Klinik Pratama Arifa Medikal

    Full text link
    Klinik Pratama Arifa Medikal terus mengalami peningkatan pasien setiap bulannya selama satu tahun terakhir dan hingga saat ini telah mengelola 104 jenis obat. Pada saat ini, perencanaan dalam menyediakan obat pada Klinik Pratama Arifa medikal belum menggunakan analisis kebutuhan obat sehingga sulit untuk memperkirakan jumlah pemesanan obat yang efisien. Hal ini mengakibatkan terjadinya stock out obat-obat tertentu sehingga menurunnya kepuasan pelanggan dalam menerima pelayanan pada Klinik Arifa Medikal dan secara tidak langsung mengurangi pendapatan klinik. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengendalian persediaan obat menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantity) untuk obat-obat kritis berdasarkan klasifikasi obat menggunakan metode ABC (Always, Better, Control) dan VEN (Vital, Essensial, Non-Essensial). Berdasarkan analisis ABC, obat kelas A berjumlah 30 jenis (69,68%), kelas B sebanyak 49 jenis obat (20,39%) dan selebihnya masuk dalam kelas C dengan jumlah 25 jenis obat (9,93%). Obat yang masuk kategori atau kelas A selanjutnya dianalisis mengunakan VEN. Analisis VEN menunjukkan bahwa terdapat 17 dari 30 jenis obat yang tergolong kategori vital (V). Obat yang masuk kelas A dan kategori vital selanjutnya dilakukan perencanaan persediaan dengan metode EOQ. Hasil perhitungan dengan metode EOQ memberikan hasil, terjadi penghematan biaya sebesar Rp. 308.247/bulan atau setara 19,18%

    Perancangan Tata Letak Pabrik Mie Lethek UD Garuda dengan Metode DBD, ALDEP, CORELAP dan MST

    Full text link
    Penelitian ini melakukan perancangan layout fasilitas pada UMKM pembuatan mie lethek tradisional UD Garuda. UD Garuda saat ini belum memiliki pengetahuan dan pertimbangan yang cukup mengenai tata letak fasilitas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari layout optimal bagi UD Garuda. Perancangan layout dilakukan dengan menggunakan Dimensionless Block Diagram (DBD), Automated Layout Design Program (ALDEP), Computerized Relationship Planning (CORELAP), dan Minimum Spanning Tree (MST). Metode yang paling efektif untuk merancang layout di UD Garuda adalah CORELAP, karena menghasilkan total proximity score yang lebih tinggi sebesar 705 dibandingkan dengan metode DBD (697) dan ALDEP (569). Perancangan layout ini membantu dalam mengoptimalkan hubungan kedekatan antar departemen, mengurangi material handling cost, dan meningkatkan efisiensi produksi secara keseluruhan

    Analisis Risiko K3 pada Bongkar Muat di Pelabuhan dengan Metode HAZOP (Hazard Analysis and Operability Study) (Studi Kasus : PT. XYZ)

    Full text link
    Occupational Safety and Health (OHS) is one of the very important factors in the smooth production process so that the OHS program must be implemented in every company. One possible cause of accidents is still ignoring the requirements and regulations in OHS. Lack of awareness and concern for OHS, resulting in the risk of accidents occurring in the loading and unloading process such as blisters on the hands, slipping, and falling objects. In this case the Occupational Safety and Health (OHS) management is required to be implemented during the loading and unloading process because this is also part of the planning and control of the loading and unloading process. To analyze the hazards to OHS risk in this study, the HAZOP (Hazard Analysis and Operability Study) method aims to identify, provide assessments and overcome OHS risk factors. In the process of loading and unloading. Based on the assessment on the Risk Matrix, there are 3 (three) levels of risk levels that have the potential to cause work hazards. The level of risk consists of high risk, medium risk, low risk. From this research there are no sources of hazard that are of extreme value, 2 (two) hazard sources that have a "high risk" value are in "placing a crane, and loading and unloading, 4 (four) hazard sources that have a" moderate risk "value on "Preparing loading and unloading equipment, Installing slings and Hooks to crane cranes, Workers entering barges, and Directing transport trucks" and 1 (one) source of hazard which has a "low risk" value found in "Installing slings and hooks on hook cranes

    160

    full texts

    163

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇