JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
Not a member yet
    163 research outputs found

    Pengukuran Beban Kerja Mental Sopir Travel Rute Dumai-Padang-Dumai

    Full text link
    Travel merupakan salah satu transportasi darat yang dapat digunakan untuk menunjang mobilitas manusia. Stres dan tekanan merupakan salah satu bentuk beban kerja mental yang di alami oleh sopir travel. Beban kerja mental yang tinggi dapat mempengaruhi kemampuan sopir dalam mengambil keputusan yang tepat dan dapat mengurangi tingkat kewaspadaan. Saat ini belum ada penelitian yang secara khusus mengukur beban kerja mental sopir travel yang melayani rute Dumai – Padang – Dumai. Peneliti ingin mengisi kesenjangan pengetahuan ini dengan melakukan pengukuran beban kerja mental sopir travel menggunakan metode National Aeronautics and Space Administration Task Load Index (NASA TLX). Hasil peneltian yang dilakukan menunjukkan bahwa beban kerja mental yang dirasakan oleh supir travel rute Dumai-Padang-Dumai adalah sangat tinggi yaitu 77% dari 35 responden mengalaminya. Penelitian ini menggaris bawahi pentingnya memperhatikan kesejahteraan supir travel dalam upaya meningkatkan kualitas layanan dan keselamatan. Beban kerja yang tinggi dapat berdampak negatif pada kesejahteraan fisik dan mental mereka, serta memengaruhi kinerja merek

    Optimalisasi Proses Produksi Kemeja Lengan Pendek Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing dan Kaizen

    Full text link
    Perkembangan industri kini semakin pesat ditandai dengan perkembangan Industri 4.0. Globalisasi dan liberalisasi ekonomi juga turut meningkatkan persaingan perusahaan di berbagai aspek industri. Kerja Praktik merupakan salah satu syarat kelulusan S1 Teknik Industri Universitas Islam Indonesia, sekaligus dapat dijadikan media untuk mahasiswa mengimplementasikan ilmu Industri di dunia kerja secara langsung sehingga dapat membantu perkembangan perusahaan. CV. Jodion Unggul Perkasa adalah perusahaan yang bergerak di industri garmen. Salah satu produk yang dihasilkan adalah kemeja casual lengan pendek brand Tom Tailor yang sudah diproduksi sejak November 2021 – Maret 2022. Permintaan dan target produksi harian perusahaan termasuk tinggi, tetapi target tersebut tidak diimbangi dengan performa produksi yang baik. Departemen cutting dan sewing merupakan dua stasiun kerja yang memiliki aktivitas paling banyak tetapi terdapat banyak kekurangan yang menyebabkan adanya pemborosan. Jenis pemborosan yang paling banyak terjadi adalah waiting dan overproduction dimana mencapai sekitar 250 unit pemborosan. Berdasarkan permasalaham tersebut dilakukanlah analisis pemborosan dan saran perbaikan menggunakan prinsip lean manufacturing dan kaizen. Didapatkan hasil perubahan dari metode VALSAT khususnya melalui Process Activity Mapping tool dimana total waktu produksi awal seesar 301.12 detik dengan masih adanya beberapa aktivitas tidak penting, kemudian diberi saran perbaikan berupa eliminasi dan pengurangan durasi di aktivitas tertentu sehingga berubah menjadi 253,713 detik

    Pengaruh Kualitas Pelayanan Jasa, Harga dan Fasilitas terhadap Kepuasan Pelanggan di PT Semenanjung Televisi Kabel

    Full text link
    Customer satisfaction is the most crucial thing in the service business, so business owners need to pay attention to every aspect in increasing customer satisfaction. Customer satisfaction is the level of consumer feelings after comparing what they receive and their expectations. Satisfied consumers will be loyal longer, less sensitive to price and give good comments about the company. Based on these problems, it was done to find out whether the quality of service, price and facilities have a positive and significant effect on customer satisfaction at Semenanjung Cable Television. The data collection technique was through a questionnaire distributed to 147 respondents who were customers of Peninsula Cable Television. The method used in this study was Partial Least Square (PLS) with the help of SmartPLS software for data processing. The results showed that the service quality variable with a regression coefficient value of 0.125 did not have a significant effect on customer satisfaction. The Price variable with a regression coefficient value of 0.391 had a significant effect on customer satisfaction and the facility variable with a regression coefficient value of 0.382 had a significant effect on customer satisfaction. The service quality variable with a regression coefficient value of 0.4 has a significant effect on price and the facility variable with a regression coefficient value of 0.367 has a significant effect on price. From these results it can be concluded that the service quality variable has a positive but not significant effect on Customer Satisfaction at Semenanjung Cable Television. The price variable has a positive and significant effect on customer satisfaction at Peninsula Cable Television. The facility variable has a positive and significant effect on customer satisfaction at Semenanjung Cable Television

    Analisis Pengukuran Produktivitas Dengan Menggunakan Metode American Productvity Center (APC) Di UD. Harum Manis Cap Rajawali Kota Tebing Tinggi

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan di UD. Harum Manis Cap Rajawali Kota Tebing Tinggi yang dimana bertujuan untuk mengidentifikasi hasil produktivitas serta untuk memberikan solusi perencanaan dalam peningkatan produktivitas. Metode APC (American Productivity Center) ialah metode untuk mengukur indikator produktivitas, indeks profitabilitas serta perbaikan harga yang memperhitungkan tenaga kerja, bahan baku, energi, modal dan input total terhadap output. Untuk dapat mengetahui sebab akibat permasalahan dan usulan perbaikan masalah penulis menggunakan metode diagram tulang ikan. Berdasarkan hasil penelitian tingkat profitabilitas mengalami naik turun yang tidak konstan yaitu tenaga kerja 5,44%, bahan baku 3,92%, energi 5,46%, modal 11,58%. Hasil analisa dan pembahasan bahwa peningkatan indeks produktivitas dan indeks profitabilitas mengalami peningkatan dibulan Desember  yaitu tenaga kerja 1,37%, energi 1,38%, bahan baku 7% modal 8,39%. Dari hasil produktivitas dan profitabilitas faktor yang paling terpengaruh adalah tenaga kerja yang tidak adanya motivasi serta tidak adanya intensif bagi karyawan, faktor material pemborosan bahan baku serta penggunaan yang kurang hati-hati, faktor energi penggunaan yang kurang optimal, faktor modal karena menurunnya pendapatan setiap bulannya

    Analisis Peningkatan Kualitas Sistem Pelayanan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Iik Bhakti Wiyata Melalui Integrasi PIECES dan IPA

    Full text link
    Sistem informasi mendukung proses bisnis, operasi, pengambilan keputusan dan penentuan strategi. PIECES merupakan singkatan dari P untuk performance, I adalah information, E adalah economics, C adalah control, E adalah efficiency dan S adalah service. IPA merupakan teknik dalam pengelolaan atribut dalam empat kuadran. Teknik pengumpulan data primer menggunakan wawancara karyawan Rumah Sakit IIK Bakti Wiyata Kediri. data sekunder menggunakan literatur buku dan jurnal penelitian tentang metode IPA dan PIECES, Kinerja tertinggi pada dimensi Performance dengan skor 4.00 dan kepentingan sebesar 3.72, dimensi Informasi dan Data dengan skor 3.87 dan kepentingan sebesar 3.85. Selanjutnya dimensi Economics dengan skor 3.90 dan kepentingan sebesar 3.77, Control dan Security dengan skor 3.82 dan kepentingan sebesar 3.80, Efficiency dengan skor 3.87 dan kepentingan sebesar 3.67, serta Service dengan skor 3.87 dan kepentingan sebesar 3.73. Prioritas utama dari hasil pengolahan data ini terdapat pada Kuadran I fokus pelatihan reguler dan pengembangan sistem untuk meningkatkan kinerja, pada Kuadran II dengan sistem mudah dipahami,. Prioritas rendah ada di Kuadran III dengan keputusan berdasarkan informasi sistem. prioritas berlebihan di Kuadran IV dengan sistem yang mempercepat pekerjaan. Usulan perbaikan integrasi PIECES-IPA (1) pengembangan sistem. (2) Validasi data. (3) Manajemen data. (4) Kebijakan keamanan data. (5) Integrasi sistem. (6) Desain aplikasi mudah digunakan

    Analisis Motion and Time Study pada Proses Produksi Briket Tempurung Kelapa

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk untuk menganalisis dan memahami gerakan manusia serta waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan proses pembuatan briket. Aktivitas gerakan yang dilakukan harus efektif dan waktu proses setiap kegiatan harus dibuat standar agar waktu produksi dapat mudah diatur dan ditemukan sistem kerja terbaik atau efisien. Metode yang digunakan untuk penelitian ini yaitu metode Motion and Time Study yaitu metode yang berguna untuk mengevaluasi gerakan produksi briket dengan mengelompokkan dan menemukan efisiensi dari gerakan tersebut. Selain mengidentifikasi juga mencari waktu baku dari sebuah proses sehingga waktu dapat terstandarisasi. Hasil dari penelitian waktu siklus untuk pembuatan briket adalah 171,70 menit. Dengan rata-rata waktu proses paling lama adalah proses pengeringan briket dengan waktu rata-rata 120,70 menit.Waktu normal pembuatan briket dengan mempertinbangkan rating factor adalah 212,88 menit.Waktu baku/waktu standar pembuatan briket adalah 304,42 menit. Berdasarkan peta tangan kanan, tangan kanan digunakan secara dominan untuk mengambil adonan briket dan mengarahkan kedalam cetakan total waktu mengarahkan adonan kedalam cetakan adalah 146 detik. Sedangkan menurut  peta tangan kiri disimpulkan bahwa tangan kiri lebih dominan digunakan untuk memegang cetakan dengan total waktu adalah 200 detik dan menganggur selama 15 detik

    Perencanaan dan Jadwal Induk Produksi Keripik Cabe Menggunakan Metode Linear Programming dan Hax and Meal

    Full text link
    UMKM Keripik Cabe OPQ memproduksi keripik cabe dengan berbagai varian. Permasalahan yang terjadi adalah UMKM mengalami kendala dalam menentukan dan merencanakan jumlah produksi. Dalam penelitian ini akan dilakukan peramalan jumlah produksi keripik cabe dengan metode Linear Regression, membuat perencanaan produksi agregat dengan metode Linear Programming, dan melakukan disagregasi untuk menentukan Jadwal Induk Produksi tiap varian produk dengan metode Hax and Meal. Dari hasil perhitungan peramalan diketahui permintaan keripik cabe pada bulan April-Agustus 2023 sebanyak 92.980 pcs. Perencanaan produksi agregat keripik cabe dengan bantuan Solver Excel menyatakan bahwa seluruh kebutuhan keripik cabe selama bulan April-Agustus 2023 dapat terpenuhi dengan menggunakan persediaan awal sebanyak 3.429 pcs dan kapasitas jam normal sebanyak 78.650 pcs, kekurangan kebutuhan dipenuhi dengan penggunaan jam lembur sebanyak 10.901 pcs. Jadwal Induk Produksi yang dihasilkan dari proses disagregasi diperoleh jumlah produksi tiap varian keripik cabe OPQ selama bulan April-Agustus 2023 yaitu varian Original sebanyak 15.452 pcs, Balado Pedas 19.175 pcs, Balado Pedas Manis 26.853 pcs, Cabe Hijau 12.009 pcs, dan Bumbu Kuning 19.491 pcs

    Analisis Kelayakan Investasi Produk Air Minum Dalam Kemasan Pada CV. X

    Full text link
    CV. X merupakan salah satu perusahaan manufaktur yang aktivitas utamanya adalah memproduksi air minuman dalam kemasan (AMDK). Perusahaan ini mulai dibangun pada tahun 2003 dengan status berbadan hukum berbentuk UU dilengkapi dengan surat izin dari pemerintah daerah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganilisis kelayakan Investasi Pada CV.X apakah usaha ini layak untuk dijalankan atau tidak. Data yang digunakan adalah data primer (teknik wawancara dengan pihak yang dapat memberikan informasi untuk penelitian ini ) dan data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode Analisis yang digunakan adalah kriteria kelayakan investasi yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Periode (PP) dan Net Benefit Cost (Net B/C) sebagai metode penilaian investasi dari aspek keuangan. Bedasarkan hasil analisis kelayakan investasi dari aspek finansial menunjukkan pengembangan usaha ini layak dijalankan dan dikembangkan dengan umur usaha selama lima tahun pada tingkat discount ratenya sebesar 18%. Hal ini disebabkan besarnya payback period (PP) sebesar 1 Tahun 5 Bulan 26 Hari, net present value (NPV) sebesar Rp.209.140.829, net benefit cost (Net B/C) sebesar 1,69, internal rate of return (IRR) sebesar 25,37% dan break event point (BEP) sebesar Rp. 94.538.822

    Analisis Perbaikan Proses Hauling Material Timbunan dari Quarry ke Lokasi Proyek Konstruksi

    Full text link
    Penelitian ini dilaksanakan pada proyek konstruksi yang berada di wilayah Sumatera Utara. Proyek ini berfokus pada Pembangunan Bendungan yaitu Main Dam dan Cofferdam sebagai upaya untuk mengendalikan banjir dan pemenuhan kebutuhan air baku di salah satu kota di Sumatera Utara. Proyek pembangunan bendungan ini membutuhkan material timbunan dengan volume yang sangat besar. Siklus hauling material dari quarry menuju bendungan dimulai dengan memuat material di quarry menggunakan excavator. Material tersebut kemudian diangkut menuju bendungan sejauh 18 km menggunakan dump truk. Setelah tiba di area timbunan bendungan, dilakukan proses pembongkaran muatan menggunakan bulldozer. Kondisi di Lokasi proyek menunjukkan bahwa waktu siklus (cycle time) hauling material dari quarry menuju bendungan kemudian kembali ke quarry berfluktuasi. Hal ini juga berdampak terhadap hasil produksi hauling material. Hasil produksi hauling material yang berfluktuasi disebabkan oleh dinamika pada pengerjaan proyek yang disebabkan oleh faktor teknis maupun non teknis sehingga menyebabkan penyelesaian proyek melebihi waktu yang telah direncanakan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi hauling material timbunan dari quarry ke lokasi proyek konstruksi bendungan dan menentukan manajemen operasionalnya. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi hauling material timbunan dari quarry ke lokasi proyek konstruksi bendungan sehingga mengakibatkan tidak tercapainya target produksi harian adalah faktor manusia, faktor material, faktor metode, faktor mesin/peralatan dan faktor lingkungan. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, maka manajemen operasional pada hauling material timbunan dari quarry ke lokasi proyek konstruksi bendungan yaitu melakukan pengawasan secara intens terhadap jadwal kegiatan proyek, membuat metode kerja yang sesuai dengan keadaan di lokasi proyek, menjalin komunikasi dan koordinasi secara terstruktur, melakukan perawatan terhadap alat berat secara teratur, pelatihan dan evaluasi secara rutin, dan membuat SOP yang jelas untuk setiap tahapan pengerjaan di lokasi proyek konstruksi bendungan

    Evaluasi Tata Letak Fasilitas Menggunakan Metode Systematic Layout Planning di PT Lambang Jaya

    Full text link
    Evaluasi perencanaan tata letak fasilitas produksi berperan penting dalam keberlangsungan strategi perusahaan industri manufaktur. Proses produksi tanpa perencanaan tata letak fasilitas bisa menimbulkan pemborosan (waste) melalui aktivitas material handling pada proses produksi. Divisi produksi Agriculture Equipment (AE) di PT. Lambang Jaya merupakan divisi produksi yang bergerak dibidang industri alat-alat pertanian. Keberagaman jenis produk serta jumlah fasilitas yang cukup banyak pada divisi ini membutuhkan evaluasi perencanaan tata letak fasilitas untuk meminimasi material handling dari proses produksi. Berdasarkan isu diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan merancang ulang tata letak fasilitas di divisi produksi Agriculture Equipment (AE) untuk meminimasi jarak, waktu dan ongkos material handling dari proses produksi produk dengan metode Systematic Layout Planning (SLP). Dari hasil penelitian dan alternatif layout yang ada, didapatkan layout usulan terbaik berdasarkan optimalisasi jarak, waktu dan ongkos material handling dari layout awal. Berdasarkan hasil analisis, layout usulan ini dapat meminimasi jarak, waktu dan ongkos material handling berturut-turut sebesar 20%, 19% dan 15% dari layout awal

    160

    full texts

    163

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇