JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
Not a member yet
    163 research outputs found

    Penerapan K-Means Clustering Untuk Strategi Promosi Untuk Meningkatkan Jumlah Perolehan Mahasiswa Baru

    Full text link
    Tiap tahun di sebuah program studi pasti ada mahasiswa baru yang masuk yang berasal dari berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan menganalisis data mahasiswa di prodi Teknik Industri Untag Surabaya berdasarkan sebaran asal SMA, program peminatan saat menempuh studi di SMA, jenis kelamin, jarak kedekatan rumah tempat tinggal dengan kampus, dan jenis pekerjaan orang tua. Data yang diperoleh akan diolah menggunakan algoritma K-Means Clustering. Data-data yang memiliki kesamaan karakteristik akan dikelompokkan menjadi satu klaster, sedangkan data dengan karakteristik yang berbeda akan dikelompokkan dalam klaster yang lainnya. Klaster yang terbentuk akan dibagi tiga yaitu tinggi, sedang dan rendah. Dari klaster yang tinggi akan dianalisis potensi terbesar yang dapat digunakan sebagai strategi marketing untuk meningkatkan jumlah mahasiswa baru di periode mendatang. Dari hasil pengolahan data menggunakan Rapidminer, diperoleh hasil cluster 0 terdiri dari 75 data, cluster 1 sebanyak 31 data, cluster 2 sebanyak 55 data. Dari hasil clustering, atribut yang membedakan cluster secara signifikan adalah jarak tempat tinggal ke kampus. Dari cluster yang tertinggi diperoleh data rata-rata jarak tempat tinggal mahasiswa ke kampus adalah 4,6 km dengan jangkauan antara 0,1 km sampai 10 km. Promosi dapat lebih ditingkatkan pada daerah-daerah dengan jangkauan jarak yang lebih jauh agar menambah perolehan jumlah mahasiswa baru

    Penerapan Program Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Aktivitas Kerja Coal Hauling di PT. XYZ

    Full text link
    The implementation of an occupational health and safety (K3) program can be an effort for mining companies to make efforts to prevent accidents in mining work activities such as coal hauling. Based on this, the purpose of this study was to analyze the implementation of K3 (occupational health and safety) on coal hauling activities by PT. XYZ with HAZOP and HIRARC methods. The research was carried out using data collection methods such as interviews, observations, and document studies. Furthermore, the data were analyzed using  the HAZOP and HIRARC methods, which are data analysis methods that aim to determine the potential hazards that exist in mining work activities. The results showed that through the HAZOP analysis showed that there were 12 sources of danger in 5 work activities in the Coal hauling section. These 12 hazard sources are divided into 4 hazard categories with 56% high risk, 24% moderate risk, 15% extreme conditions, and 5% low risk. Based on this, it can be seen that the potential hazard by causing work accidents is quite significant. Meanwhile, the HIRARC analysis shows that there are 6 sources of danger with 9 potential work accidents which are divided into 4 categories of hazards as much as 51% high risk 4 potential risks, 21% extreme risk with 1 high value potential risk, 18% low risk with 3 potential risks, and 10% medium risk with 1 potential hazard. This potential and source of danger has and will continue to allow for the occurrence of losses, both material and physical injury to employees

    Penjadwalan Preventive Maintenance pada Mesin Coding Printer (Studi Kasus PT. XYZ)

    Full text link
    Mesin merupakan salah satu alat utama yang digunakan oleh industri manufaktur. Mesin yang digunakan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama akan mengalami kerusakan atau penurunan performansi. Kerusakan sebuah mesin akan berakibat pada keterlambatan waktu produksi. Oleh karena itu, perusahaan harus melakukan perawatan atau perbaikan pada mesin untuk menghindari keterlambatan tersebut. Salah satu cara perawatan mesin adalah dengan Preventive Maintenance. Preventive Maintenance merupakan sebuah metode untuk menghindari kerusakan tak terduga pada mesin-mesin produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mencari penjadwalan yang dapat meminimalkan waktu keterlambatan saat proses produksi berlangsung pada mesin coding printer di PT. XYZ. Model penjadwalan ini mempertimbangkan ketersediaan waktu dan teknisi. Model ini menggunakan perhitungan metode empiris dan failure distribution. Model ini menghasilkan keluaran dalam bentuk jadwal. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data-data saat proses pada PT. XYZ. Model penjadwalan ini dapat menjadi referensi jadwal preventive maintenance yang meminimalkan waktu keterlambatan produksi untuk jenis kasus serupa

    Pengendalian Bahan Baku dengan Metode Material Requirement Planning (MRP) Produk Tas pada UKM Wira Bag’s Productions

    Full text link
    Dalam dunia industri, efisiensi dan efektivitas memiliki hubungan yang sangat erat dengan produktivitas usaha kecil menengah (UKM). Untuk memenangkan persaingan di antara sektor UKM, beberapa faktor yang menentukan antara lain adalah kualitas, harga, dan pelayanan. UKM dituntut untuk meningkatkan daya saing mereka dengan cara meningkatkan kualitas produk yang ditawarkan dengan biaya yang seefisien mungkin. Oleh karena itu, UKM harus mampu mengatur desain proses bisnis dan sumber daya mereka secara optimal agar bisa bersaing dengan UKM lainnya. Selain itu, kemajuan teknologi informasi memberikan peluang besar untuk melakukan inovasi dalam proses bisnis dan aktivitas produksi, serta memudahkan pemasaran

    Teknologi Blockchain dalam Digitalisasi Rantai Pasokan

    Full text link
    Teknologi baru yang muncul di bawah payung Industri 4.0 menciptakan model strategi bisnis baru untuk jaringan rantai pasokan. Salah satu teknologi yang paling menjanjikan adalah blockchain. Blockchain adalah buku catatan digital di mana transaksi dicatat dan didistribusikan di seluruh jaringan sistem komputer. Teknologi ini menawarkan potensi besar untuk meningkatkan transparansi, keamanan, dan efisiensi dalam rantai pasokan. Manajemen rantai pasokan adalah fungsi bisnis inti yang bertanggung jawab atas pergerakan barang dan jasa di berbagai stakeholder. Tantangan utama dari rantai pasokan tetap dalam traceability dan sistem manajemen data. Blockchain dipandang sebagai solusi untuk masalah pelacakan manajemen rantai pasokan (MRP) dan untuk menghasilkan hubungan yang lebih dekat dan dapat dipercaya antara para pihak yang terlibat dalam rantai pasokan. Penelitian ini memberikan gambaran tentang operasi teknologi blockchain di rantai pasokan dan operasinya dievaluasi oleh pihak manajemen. Penelitian ini juga akan membahas keuntungan dan tantangan potensial implementasi blockchain di bidang rantai pasokan seperti persediaan dan manufaktur. Beberapa keuntungan utama dari penerapan blockchain dalam rantai pasokan meliputi peningkatan visibilitas, pengurangan biaya, dan peningkatan efisiensi. Namun, ada juga tantangan yang perlu dihadapi, seperti masalah skalabilitas, interoperabilitas, dan kebutuhan akan standarisasi. Penulis akan menyajikan contoh praktis penerapan blockchain dalam rantai pasokan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana teknologi ini dapat dimanfaatkan secara nyata. Contoh-contoh ini akan mencakup kasus penggunaan di berbagai industri, seperti makanan dan minuman, farmasi, dan manufaktur. Akhirnya, penulis meringkas temuan dan menyarankan topik untuk penelitian lebih lanjut sebagai kesimpulan dari makalah ini. Tujuannya adalah untuk membantu pembaca memahami bagaimana teknologi blockchain bekerja dan apa manfaat dan tantangan yang ada dalam penerapannya dalam rantai pasokan berdasarkan ulasan literatur dan melalui contoh praktis. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang potensi blockchain dalam rantai pasokan, organisasi dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi tentang apakah dan bagaimana mengadopsi teknologi ini untuk meningkatkan operasi mereka

    Pengukuran Beban Kerja Mental Karyawan Bagian Produksi dengan Metode Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) pada PT. XYZ

    Full text link
    PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang produksi pulp. Penjualan tidak dapat memenuhi target karena penjualan menurun, lalu perusahaan berusaha agar dapat mencapai target, dengan cara menuntut para operator bekerja lebih keras, sehingga akibatnya ditunjukkan dengan menurunnya produktivitas dan tugas yang diberikan atasan kepada pekerja dilantai produksi tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pengukuran agar diketahui apa penyebab utama dan beban kerja mental apa yang dirasakan operator. Penelitian ini menggunakan metode DRAWS untuk melakukan pengukuran yang dilakukan sebanyak 3 kali secara bertahap di 3 stasiun kerja, kuisioner yang digunakan berisi 9 pertanyaan dengan 4 variabel DRAWS. Hasil dari pengolahan data dari total score setiap stasiun kerja menunjukkan bahwa stasiun kerja woodyard dan fiberline berada di skor <60% yang berarti bahwa kedua stasiun tersebut mengalami overload. Pada total rata-rata penilaian rating, seluruh stasiun kerja menunjukkan bahwa time pressure adalah beban kerja yang paling dominan dirasakan oleh pekerja. Untuk stasiun kerja yang memiliki rata-rata skor 61,08% atau overload ada pada stasun kerja woodyard dan faktor utama penyebab beban kerja yang tinggi ada di variabel time pressure, karena operator merasa aktivitas pekerjaan pada variabel tersebut lebih besar

    Rekayasa Kualitas Batu Bata Merah dengan Menggunakan Metode Design of Experiment (Metode Taguchi)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor faktor yang berkontribusi dan parameter optimum pada pembuatan batu bata. Penelitian ini dilakukan di usaha batu bata “Amanah” yang merupakan salah satu usaha di sentra batu bata Purnama kota Dumai yang masih menggunakan cara manual. Metode Taguchi digunakan yang terdiri dari tahap perencanaan, eksperimen, analisa, dan diakhiri dengan tahap eksperimen konfirmasi. Hasil perhitungan S/N ratio menunjukkan bahwa parameter optimum proses pembuatan batu bata adalah penggunaan 90% komposisi tanah liat (A), 1,5 jam untuk waktu pengadukan adonan (B), 15 hari waktu penjemuran (C) dan waktu pembakaran selama 2 hari (D). Sementara itu, kontribusi faktor-faktor terhadap kualitas batu bata dipengaruhi oleh komposisi tanah liat sebesar 35,8% dan 31% waktu pembakaran. Sedangkan waktu pengadukan dan waktu penjemuran masing-masing memberikan kontribusi sebesar 9,4% dan 7,1% dan residual atau faktor error berkontribusi sebesar 16,7%. Hasil eksperimen konfirmasi menunjukkan adanya penurunan jumlah cacat sebesar 33,27%. Hal ini dapat dilihat dari jumlah cacat rata-rata sebelum dilakukan penelitian yaitu sebesar 5,89% dan mengalami penurunan rata-rata jumlah cacat menjadi 3,93% setelah dilakukan penerapan parameter optimum. Sedangkan eksperimen konfirmasi terhadap rata-rata kuat tekan tidak menunjukan adanya perubahan yang signifikan yaitu hanya 1,2

    Pengukuran Tingkat Kebisingan dan Pencahayaan pada Lingkungan Kerja pada PT X di Kota Ambon

    Full text link
    Pencahayaan dan kebisingan merupakan bagian dalam pengukuran kinerja fisik terhadap pegawai. Untuk mendapatkan kinerja dan kenyaman dalam bekerja pencahayaan dan kebisingan harus disesuaikan sehingga pekerja dapat bekerja dengan maksimal. Salah satu komponen bahaya fisik yang paling umum di lingkungan kerja adalah kebisingan. Kebisingan merupakan suatu hal yang paling tidak dikehendaki oleh telinga, karena bunyi dari kebisingan merupakan suara yang berkelanjutan atau impulsif yang dapat mengakibatkan kerusakan pada telingan, dengan pemaparan yang tidak sesuai dengan standart yang berlaku tentu akan mempercepat kerusakan kerusakan pada sistem pendengaran. Selain kebisingan, pencahayaan juga memegang peranan penting sebagai prioritas saat bekerja. Tingkat pencahayaan yang tidak mencukupi atau lebih akan berdampak terhadap lelahnya syaraf penglihatan, sehingga dapat menurunkan kualitas pekerja. Pengukuran pencahayaan dan kebisingan dilakukan pada PT X dan dilakukan rekomendasi perbaikan workstation dilingkungan kerja tersebut

    Application of SQC and ANOVA in Quality Control of Palm Kernel Oil

    Full text link
    The measurement and control of free fatty acids (FFA), moisture content (MC), and impurity content (IC) using Statistical Quality Control (SQC) in the oil production process were crucial to ensure optimal quality of palm kernel oil (PKO). This study aimed to determine the variance influencing the quality of PKO using Anova analysis. Anova (Analysis of Variance) is a statistical test procedure used to test mean differences among more than two groups. The results of the study indicated that the analysis of variance Fcount values for free fatty acids, moisture content, and impurity content were smaller than the Ftable values, indicating that the measurement results or mean values of these four data groups did not have statistically significant differences

    Analisis Jumlah Tenaga Kerja pada Industri Tahu dengan Metode Work Load Analysis dan Work Force Analysis (Studi Kasus: Industri Tahu Bintang Samarinda)

    Full text link
    Industri Tahu Bintang merupakan UKM yang memproduksi makanan yaitu Tahu dengan menggunakan 6 tenaga kerja produksi dan rata-rata produksi harian sebesar 450 kg. Penelitian ini dilakukan pada proses produksi tahu dengan urutan proses kerja yaitu Proses perendaman (elemen 1), proses pencucian dan penggilingan (elemen 2), proses perebusan (elemen 3), proses penyaringan (elemen 4), proses Proses Pemberian cuka dan pemisahan sari kedelai dengan cuka (elemen 5), dan Proses Pencetakan dan pemotongan (elemen 6). Latar belakang penulisan skripsi ini dikarenakan adanya informasi dari pemilik usaha terkait dengan beban kerja dari pekerja yang tidak optimal sehingga pemilik ingin mengetahui jumlah tenaga kerja optimal dan adanya peningkatan permintaan pada event tertentu yang menyebabkan penyesuaian-penyesuaian untuk memenuhi target produksi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukan mengenai analisis beban kerja, dan penentuan jumlah tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Stopwacth Time Study, Work Load Analysis (WLA), dan Work Force Analysis (WFA). Dengan menggunakan metode WLA dan WFA, didapatkan data-data dari tiap elemen yaitu pada elemen 1 waktu baku yang dimiliki yaitu 98,19 detik dengan WLA 2,05 dan WFA 2,05, pada elemen 2 waktu baku yang dimiliki yaitu 573,96 detik dengan WLA 1,79 dan WFA 1,79, pada elemen 3 waktu baku yang dimiliki yaitu 179,25 detik dengan WLA 0,56 dan WFA 0,56, pada elemen 4 waktu baku yang dimiliki yaitu 293,28 detik dengan WLA 0,92 dan WFA 0,92, pada elemen 5 waktu baku yang dimiliki yaitu 575,91 detik dengan WLA 1,8 dan WFA 1,8, pada elemen 6 waktu baku yang dimiliki yaitu 766,07 detik dengan WLA 2,39 dan WFA 2,39

    160

    full texts

    163

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇