JOURNAL OF INDUSTRIAL AND MANUFACTURE ENGINEERING
Not a member yet
163 research outputs found
Sort by
Pengaruh Perencanaan Strategis Sumber Daya Manusia Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan pada PT.Hari Ayu Perkasa
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh perencanaan strategis sumber daya manusia terhadap kepuasaan kerja karyawan pada  PT. Hari Ayu Perkasa. Hipotesis dalam penelitian ini adalah Perencanaan Strategis Sumber Daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja karyawan pada PT. Hari Ayu Perkasa. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode analisis diskriptif dan metode regresi linier sederhana, dengan menggunakan uji signifikan parsial (uji t) dan menggunakan uji koefisien determinasi (R²). Selain itu peneliti juga melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen dengan bantuan program SPSS versi 18,00 for windows sebelum melakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan 40 responden sebagai sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara variabel Perencanaan Strategis SDM dengan Kepuasan Kerja sebesar 73,8% dengan R Square 54,5% dan sisanya 45,5% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji t menunjukan variabel Perencanaan Strategi Sumber Daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Kerja pada PT. Hari Ayu Perkasa
Perancangan dan Pengukuran Kinerja Supply Chain Listrik UPDK Mahakam dengan Metode SCOR Versi 11.0
Sistem tenaga listrik di Kalimantan Timur terdiri dari 3 sistem yaitu pembangkitan, penyaluran, dan distribusi. Konsumsi listrik di wilayah Kalimantan sejak tahun 2017 hingga 2018 meningkat sebesar 21,29% sehingga terdapat perubahan pembebanan listrik pada sistem pembangkit. Unit Pelaksana Pengendalian dan Pembangkitan (UPDK) Mahakam belum mempunyai KPI yang fokus pada supply chain listrik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui indikator kinerja supply chain dengan merancang KPI, mengetahui kondisi kinerja supply chain, dan KPI yang tidak mencapai target. Metode yang digunakan yaitu SCOR (Supply Chain Operations Reference) 11,0, AHP (Analtycal Hierarchy Process), OMAX (Objective Matrix), dan TLS (Traffic Light System). Terdapat 28 aktivitas yang mempengaruhi kinerja supply chain dan 52 rancangan Key Performance Indicator (KPI) dari penjabaran 28 aktivitas yaitu 19 KPI plan, 9 KPI source, 7 KPI make, 2 KPI deliver, 1 KPI return, dan 14 KPI enable. Proses plan memiliki bobot tertinggi dan return menjadi bobot terendah. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan kondisi kinerja meningkat dari periode sebelumnya. Terdapat 5 KPI yang tidak mencapai target UPDK Mahakam dan memerlukan perbaikan
Penerapan Metode GEW dalam Perancangan Ulang Desain Kemasan Keripik Pisang (Studi Kasus: UKM Ngemilan Qu)
Keripik pisang merupakan makanan ringan yang berbahan dasar buah pisang dengan tekstur yang renyah seperti keripik pada umumnya. Keripik pisang yang dijual oleh UKM Ngemilan Qu di Kota Samarinda dikemas secara sederhana, yaitu langsung dikemas menggunakan kemasan berbahan plastik dan minim informasi. Â Oleh karena itu dibutuhkan kemasan yang lebih menarik agar tidak kalah dengan produk pesaing. Sehingga peneliti akan melakukan studi lebih lanjut untuk dilakukan perancangan desain kemasan agar menjadi lebih menarik dan diminati oleh konsumen. Perancangan dilakukan dengan mempertimbangkan emosi responden terhadap kemasan dengan menggunakan metode Geneva Emotion Wheel. Metode Geneva Emotion Wheel merupakan suatu alat pengukuran emosi untuk mengukur respon atau reaksi emosi terhadap suatu objek. Metode Geneva Emotion Wheel dilakukan dengan beberapa tahap yaitu, penyebaran kuesioner GEW 1 dilakukan untuk mendapatkan hasil rata-rata emosi responden dan alasan responden pada tiap emosi beserta atribut kemasan, kemudian melakukan perancangan desain kemasan berdasarkan keinginan responden, setelah mendapatkan hasil desain usulan lalu melakukan penyebaran kuesioner GEW 2 untuk melihat apakah ada kenaikan emosi positif dan perubahan yang signifikan
Strategi Pengendalian Kualitas Produk AMULA dengan Metode Statistical Quality Control dan Analyitcal Hierarchy Process
Badan Pengelola Usaha Universitas Mulawarman atau BPU Unmul membentuk unit-unit usaha sebagai unit pelaksana usaha pada bidang-bidang tertentu sesuai kebutuhan. Unit-unit usaha yang dibentuk BPU salah satunya yaitu produk air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek AMULA 330 ml. Metode pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah Statistical Quality Control (SQC) dengan pendekatan control chart, flow chart, serta cause and effect diagram dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk pengambilan keputusan strategi prioritas usulan perbaikan. diperoleh dua jenis cacat produk yaitu botol rusak dan suspensi padat pada material air yang masing-masing disebabkan oleh dua jenis faktor yaitu faktor manusia (man) dan metode (method) dengan rata-rata proporsi cacat yaitu 0,0339 atau 3,39%. Adapun rata-rata nilai UCL dan LCL masing-masing yaitu sebesar 0,1129 dan -0,0451 yang dapat dikatakan bahwa tidak adanya penyimpangan data dan dapat diindikasikan bahwa tidak ada permasalahan pada proses produksi dikarenakan proporsi produk cacat yang dihasilkan masih dalam nilai toleransi batas kendali UCL dan LCL. Adapun prioritas strategi yang memiliki bobot tertinggi adalah strategi usulan perbaikan membuat dan memberikan SOP proses produksi dan perawatan mesin yang benar dan aman kepada karyawan dengan bobot 0,430 atau 43%
Usulan Perbaikan Tata Letak Mesin pada Pabrik Segel Plastik (Studi Kasus PT. Sinwa Perdana Mandiri)
Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bahwa tata letak lantai produksi PT Sinwa Perdana Mandiri saat ini tidak efisien, pada mesin Injeksi dengan Ultra Sonic Press dan Hot Press yang ditempatkan di antara mesin Injeksi di mana langkah operasi terhalang ketika operator ingin mengganti cetakan dan hal tersebut membahayakan pekerja, dan tempat untuk menempatkan barang setelah Ultra Sonic Press dan Hot Press diletakkan secara tidak tertata dan tidak ada tempat bagi operator lain untuk berjalan dengan nyaman dan barang-barang untuk masuk ke laser atau operator yang memeriksa barang menjadi jauh dan sulit dijangkau. Peneliti mengusulkan proposal baru dengan tata letak lantai produksi yang lebih efisien menggunakan metode Activity Relationship Diagram (ARD). Data yang dikumpulkan oleh peneliti adalah data kuantitatif di mana data berada dalam bentuk tata letak lantai produksi, jarak stasiun kerja, dan dimensi mesin di lantai produksi. Dari data yang diperoleh dalam penelitian ini, pengolahan data dilakukan. Hasil dari penelitian ini adalah efisiensi jarak sebesar 4.5 meter
Identifikasi Penyebab Kerusakan dengan Pendekatan Failure Mode and Effect Analysis
Peneltian ini dilakukan pada perusahaan Foundry yang berlokasi di Sumatera Utara, Indonesia. kerusakan yang sering terjadi di perusahaan tersebut  adalah mesin crane . dalam penelitian ini peneliti akan menganalisis kerusakan pada mesin crane dengan menggunakan Metode Failure Mode Effect Analisys (FMEA). Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, pemeriksaan, mendeteksi kegagalan, tingkat kerusakan, angka probabilitas, angka deteksi, angka risiko. setelah dianalisis didapatkan nilai Risk Priority Number (RPN) Disk brake tidak dapat melakukan pengereman saat motor berjalan (RPN = 294) dan hoist tambahan kondisi tidak aman, coil rusak dan tong yang rusak saat mengangkat coil sehingga jatuh karena posis tidak seimbang (RPN = 98) . hasil penelitian yaitu didapatkan pada nilai RPN tertinggi pada faktor kerusakan disck brake dan hoist tambahan
Analisis Kualitas Pelayanan pada Layanan Tes Kesehatan di Klinik Mulawarman Health Center Universitas Mulawarman dengan Menggunakan Metode Service Quality (Servqual)
Klinik Mulawarman Health Center (MHC) sebagai salah satu perusahaan jasa layanan kesehatan harus bisa menjaga dan meningkatkan kualitas layanan agar dapat menghadapi persaingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas pelayanan dan memberikan usulan perbaikan kualitas jasa tes kesehatan di klinik MHC. Pengukuran kualitas layanan menggunakan metode Service Quality (SERVQUAL), merupakan metode pengukuran kualitas pelayanan yang dapat mengetahui aspek kualitas pelayanan yang perlu mendapat perbaikan dan mampu menerjemahkan ekspektasi konsumen yang masih belum terakomodir. Responden pada penelitian ini yaitu mahasiswa-mahasiswi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman angkatan 2018. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan nilai rata-rata gap 1 sebesar – 0,5, gap 2 sebesar -0,3, gap 3 sebesar 0,1, gap 4 sebesar -0,4 dan gap 5 sebesar -0,7, artinya konsumen masih kurang puas terhadap pelayanan jasa klinik yang kurang memahami ekspektasi konsumen, spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian jasa. Analisis Importance Performance Analisis (IPA) digunakan untuk mengetahui perbaikan apa saja yang akan diberikan berdasarkan variabel yang perlu mendapatkan perbaikan. Usulan perbaikan yang diberikan yaitu memberikan pelatihan kepada sumber daya manusia MHC agar dapat lebih baik dalam melayani konsumen yang datang ke klinik MHC
Perencanaan Integrated Territory Manage Service Access Dengan Metode Time And Territory Management (Studi Kasus Unit Bisnis Gubeng PT. TLKM)
Penelitian ini bertujuan untuk menilai kemampuan kerja SDM (teknisi lapangan) pada unit bisnis Gubeng PT. TLKM, menghitung beban kerja wilayah pada unit bisnis Gubeng PT. TLKM, dan merancang Integrated Territory Manage Service Access berdasarkan metode Time And Territory Management pada unit bisnis Gubeng PT. TLKM.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah  penelitian deskriptif dimana pada tahap awal dilakukan studi literatur. Hasil pada penelitian ini adalah (1) Work Load Analysis (WLA) provisioning (pasang baru) adalah 6,471 kunjungan dan untuk pekerjaan assurance (gangguan) adalah 15,174 kunjungan, (2) dari hasil perhitungan diketahui nilai Account Analysis (AA) jumlah kunjungan pekerjaan provisioning (pasang baru) adalah 3,893 kunjungan dan sedangkan untuk pekerjaan assurance (gangguan) adalah 20,341 kunjungan, (3) dari hasil perbandingan antara account analysis dan workload analysis untuk pekerjaan provisioning (pasang baru) sebesar 0.60. Sedangkan pekerjaan assurance (gangguan) yaitu sebesar 1.34. dan (4) dengan melakukan pergeseran teknisi provisioning (pasang baru)  menjadi 7 tim dan 12 orang teknisi assurance (gangguan) untuk meng-cover unit bisnis Gubeng, diharapkan tidak ada lagi pekerjaan yang overload dan underload. Sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal
Penjadwalan Perkuliahan Dengan Metode Vertex Graph Coloring Dan Simulated Annealing
In college, lecture scheduling is very important in lecturing process, because the activities of lecturers and students depend on lecture schedule. To solve the problem, use Vertex GraphColoring and Simulated Annealing. In Vertex Graph Coloring, look for neighboring and neighboring vertices. While on Simulated Annealing, look for space and exchange positions randomly. The merger of Vertex Graph Coloring and Simulated Annealing aims to create optimum lecture schedule by looking at hard constraint and soft constraint. Testing is done at Faculty of Pharmacy University of North Sumatra, by making schedule from manual to computerized, so it is expected to make the schedule optimally and able to avoid hardconstaint and soft constraint
Analisis Beban Kerja dan Penentuan Tenaga Kerja Optimal dengan Metode Workload Analisis dan ECRS
Air Minum Dalam Kemasan di Indonesia (AMDK) memberikan kontribusi yang baik untuk memenuhi konsumsi air minum masyarakat yang semakin meningkat. Industri AMDK merupakan solusi untuk menunjang kebutuhan air minum. Seiring dengan kebutuhan air mium Badan Pengelola Usaha (BPU) UNMUL membuka usaha yaitu depo air minum AMULA. Dalam proses produksinya AMULA masih menggunakan sumber daya manusia sebagai tenaga kerjanya. Untuk melakukan proses kerja ini hanya melibatkan 1 orang pekerja yang proses kerjanya dilakukan berurutan. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukan mengenai penentuan beban kerja dan jumlah tenaga optimal, salah satu metode yang digunakan adalah metode workload analysis dan ECRS. Perhitungan waktu proses menggunakan stopwatch time study.. Hasil penelitian menunjukan bahwa waktu baku total untuk memproduksi 1 kardus yaitu 22,94 menit. Beban kerja total didapat yaitu sebesar 0,49 untuk memproduksi target yaitu 9 kardus perhari. Berdasarkan hasil dibutuhkan untuk produksi adalah 1 orang. Setelah diketahui beban kerja untuk seluruh proses kerja maka dilakukan efesiensi menggunakan ECRS. Waktu baku yang didapat setelah melakukan penataan kembali yaitu sebesar 17,25 menit dan beban kerja total sebesar 0,38. Hal ini mampu menurunkan waktu baku sebesar 5,72 menit atau sebesar 24,93% dari waktu baku awal dan beban kerja sebesar 0,11 atau 11% dari beban kerja awal