Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management
Not a member yet
    314 research outputs found

    STATUS PEMANFAATAN SUMBERDAYA UDANG OLEH PERIKANAN SKALA KECIL DI WILAYAH PESISIR KABUPATEN CILACAP (Utilitization Status of Shrimp by Small Scale Fisheries in the Coastal Area of Cilacap District)

    Get PDF
    ABSTRACTFish stock in marine is dynamic due to fluctuation in the annual total catch. Consequently, the estimate number of fish stock changes yearly, without exception in the coastal of Cilacap District. This current study was intended to reassess the condition of fish stock utilization in the coastal water of Cilacap in 2012. Data of fish production, effort, fish price, and effort cost in 1999-2012 are taken from the Office of Fisheries Agency of Cilacap District. Analysis of fish stock condition is carried out using Gordon-Schaefer bioeconomic model. The results showed that utilization of marine fish resource in the coastal water of Cilacap District was in the condition of over fishing both in terms of MSY or MEY.Key words: fish stock assessment, Gordon-Schaefer model, small scale of fisheries-------ABSTRAKStok sumberdaya ikan di suatu perairan laut selalu dinamis karena jumlah penangkapan ikan berubah setiap tahunnya. Konsekuensinya adalah bahwa dugaan stok ikan di suatu lokasi perairan juga berubah setiap tahunnya, tidak terkecuali di perairan pantai selatan Kabupaten Cilacap Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menduga status tingkat pemanfaatan stok udang oleh nelayan skala kecil di perairan pesisir Kabupaten Cilacap dengan tahun acuan 2012. Data produksi udang, data upaya penangkapan, data harga udang, dan data biaya per upaya penangkapan tahun 1999-2012 bersumber dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Cilacap. Analisis kondisi tingkat pemanfaatan stok ikan dilakukan menggunakan model keseimbangan bioekonomi Gordon-Schaefer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan sumberdaya ikan laut di wilayah pesisir Kabupaten Cilacap telah berada pada kondisi lebih tangkap (overfishing) baik dari segi MSY maupun MEY.Kata kunci: pendugaan stok ikan, model Gordon-Schaefer, nelayan skala keci

    ANALISIS SUMBERDAYA IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis) DI PERAIRAN KABUPATEN POHUWATO, PROVINSI GORONTALO (Resource Analysis of Skipjack (Katsuwonus pelamis) in Pohuwato, Gorontalo Province)

    Get PDF
    ABSTRACTSkipjack (Katsuwonus pelamis) is the one commodity that the waters of the Gulf of Tomini which potential and high economic value, and the fishermen used with various types of fishing technology. The aims of this study was to see whether the fish catches of skipjack influenced by extrinsic factors such as zones, depth, and season and knowing revenue per fishing effort. This study used primary data, especially on fish resources obtained through direct observation of research and interviews with actors fishery (fishing/crew, ship owners, collectors, officers TPI and other stakeholders), and the option to use a list of questions/questionnaire structured according to the research objectives. Secondary data were collected through the reporting of fisheries statistics include statistical data of domestic fisheries (RTP), statistics fleets and fishing gear, production data from the Department of Fisheries and Marine Gorontalo Province, Department of Fisheries and Marine Pohuwato, the Central Bureau of Statistics of Gorontalo Province Development Planning Agency Regional and Tomini Bay Sustainable Coastal Livelihoods and Management (SUSCLAM). In addition, a variety of literature supporting this research e.g. scientific publications, local publications and other documents. Data analysis was performed using resources through the stock abundance index data recording catches and the number of trips/boat/gear in the time series, to determine the allocation of fishing effort on the abundance of fish. Next will be the calculation of the catch per effort (CPUE, Catch per Unit of Effort). Analysis of the allocation of fishing effort done using monthly seasonal index (%), and forecasts an economic advantage by analysis Revenue per Unit Effort (RPUEj). The results of the study explained that the test results obtained by a factor wald gear types, depths and seasons significant effect on catches of tuna with a p-value <5%. The zone does not affect the catches of skipjack. Based on the Monthly Seasonal Index (Ij) that Ij the August high of 69, 05% then followed in July by 65, 94%. The results of the analysis Revenue per Unit Effort (RPUEj), the value of the highest RPUE for flying fish and tuna occur on in October of IDR 102,325,862.Keywords: resource analysis, skipjack, PahuwatoABSTRAKIkan cakalang (Katsuwonus pelamis) merupakan salah satu komoditas perikanan di perairan Teluk Tomini yang potensial dan bernilai ekonomi tinggi, dimanfaatkan nelayan dengan berbagai jenis teknologi penangkapan ikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah hasil tangkapan ikan cakalang di pengaruhi oleh faktor ekstrinsik seperti zona, kedalaman, dan musim dan mengetahui pendapatan per upaya tangkap. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data primer khususnya tentang sumberdaya ikan yang diperoleh melalui pengamatan langsung di lokasi penelitian dan wawancara dengan para pelaku perikanan (nelayan/ABK, pemilik kapal, pengumpul, petugas TPI dan stakeholders lainnya), dan pilihan dengan menggunakan daftar pertanyaan/kuisioner yang terstruktur sesuai dengan tujuan penelitian. Data sekunder yang dikumpulkan melalui laporan statistik perikanan mencakup data statistik rumah tangga perikanan (RTP), statistik armada dan alat tangkap, data produksi dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Gorontalo, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pohuwato, Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah serta Tomini Bay Sustainable Coastal Livelihoods and Management (SUSCLAM). Selain itu, berbagai literatur yang mendukung penelitian ini misalkan publikasi ilmiah, publikasi daerah dan dokumen lainnya. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Indeks kelimpahan stok sumberdaya melalui.pencatatan data hasil tangkapandan jumlah trip/kapal/alat tangkap secara runtun waktu,untuk mengetahui alokasi upaya penangkapan terhadap kelimpahan ikan. Selanjutnya akan dilakukan penghitungan hasil tangkapan per upaya (CPUE, Catch per Unit of Effort). Analisis alokasi usaha penangkapan dilakukan dengan menggunakan indeks musiman bulanan (%), dan prakiraan keuntungan ekonomi dengan analisis Revenue Per Unit Effort (RPUEj). Hasil penelitian menjelaskan bahwa dari hasil uji wald diperoleh faktor jenis alat tangkap, kedalaman dan musim berpengaruh signifikan terhadap hasil tangkapan ikan cakalang dengan p-value<5%. Adapun zona tidak berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan cakalang.Berdasarkan Indeks Musiman Bulanan (Ij) bahwa Ij bulan Agustus yang tertinggi sebesar 69, 05 % kemudian di ikuti bulan Juli sebesar 65, 94 %.Hasil analisisRevenue Per Unit Effort (RPUEj), nilai RPUE tertinggi untuk ikan layang dan ikan cakalang terjadi pada bulan Oktober sebesar Rp 102,325,862.Kata kunci: analisis sumberdaya ikan, ikan cakalang, Pahuwat

    ANALISIS DEGRADASI DAN DEPRESIASI SUMBERDAYA IKAN DEMERSAL PADA PERIKANAN DOGOL DI PERAIRAN SELAT SUNDA (Degradation and Depreciation Analysis of Demersal Fish Resources on Dogol Fisheries in Sunda Strait)

    Get PDF
    ABSTRACTDogol is one type of fishing gear which is operated by fisherman in Sunda Strait with demersal fishes as dominant catches, such as goatfish, threadfin brean, ponyfish, Indian halibut and drums.The utilization was done throughout the year and without control can lead to overfishing. The aim of this research is to estimate degradation and the depreciation rate of demersal fish resources of dogol fisheries in Sunda Strait. This research was conducted on February until July 2014 in Coastal Fishing Port (PPP) Labuan, Pandeglang, Banten. Data was collected through interview and questionnaire methods to dogol fisherman and other stakeholders, as well as time series data from Ministry of Marine Affairs Pandeglang district. The results showed that the average value of degradation and depreciation rate of demersal fish resources were 0,26-0,42 and 0,26-0,43 respectively. Those values still below 0,5, it means that demersal fish resources on dogol fisheries in Sunda Strait has not been degraded and depreciation. But, the CPUE values tended to decrease, so was needed preventive action, such as restriction of fishing effort and increase the mesh size to preserve the sustainability of demersal fish resources.Keywords: Degradation, demersal fish, depreciation, dogol, Sunda StraitABSTRAKDogol merupakan salah satu jenis alat tangkap yang dioperasikan oleh nelayan di Perairan Selat Sunda dengan hasil tangkapan dominan yaitu ikan demersal seperti ikan biji nangka, kurisi, peperek, sebelah dan tigawaja. Kegiatan pemanfaatan yang dilakukan sepanjang tahun dengan tidak adanya pengontrolan dapat mengakibatkan tangkap lebih. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui laju degradasi dan laju depresiasi sumberdaya ikan demersal pada perikanan dogol di Perairan Selat Sunda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga Juli 2014 di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Pandeglang, Banten. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara dan kuisioner terhadap nelayan dogol dan stakeholder lainnya serta data time series perikanan tangkap DKP Kabupaten Pandeglang. Hasil menunjukkan bahwa sumberdaya ikan demersal memiliki pola produksi yang berfluktuasi. Rata-rata nilai koefisien degradasi dan depresiasi sumberdaya ikan demersal adalah 0,26-0,42 dan 0,26-0,43 secara berurutan. Nilai-nilai tersebut masih dibawah 0,5, artinya sumberdaya ikan demersal pada perikanan dogol di Perairan Selat Sunda diduga belum mengalami degradasi dan depresiasi. Namun, nilai CPUE cenderung mengalami penurunan, sehingga diperlukan tindakan preventif seperti pembatasan upaya tangkap dan peningkatan ukuran mata jaring untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan demersal.Kata kunci: Degradasi, ikan demersal, depresiasi, dogol, Selat Sund

    STUDI PENGELOLAAN PERIKANAN HIU DI PANTAI UTARA PULAU JAWA (Management Study of Shark Fisheries in North Coastal Java Island)

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitain ini bertujuan untuk mengkaji mengenai masalah dan solusi dari pengelolaan perikanan hiu di Pantai Utara Jawa. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2009. Penelitian dilakukan disepanjang pantai utara pulau Jawa yang direpresentasikan melalui beberapa pelabuhan perikanan. Penelitian pantai utara pulau Jawa dibagi kedalam 3 (tiga) wilayah yaitu wilayah barat yang meliputi Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Wilayah tengah yang meliputi Provinsi Jawa Tengah dan wilayah timur untuk Jawa Timur. Untuk tiap wilayah penelitian ditentukan satu pelabuhan perikanan. Pelabuhan yang dijadikan tempat penelitian adalah pelabuhan dengan tipe A dan tipe B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan utama perikanan hiu di perairan Utara Jawa adalah tidak adanya sistem pengelolaan perikanan hiu yang baik. Rumusan solusi untuk menanggulangi permasalahan perikanan hiu di utara pulau Jawa adalah penciptaan sistem pengelolaan perikanan hiu di perairan Utara Jawa yang secara konsisten dan konsekuen dilaksanakan oleh berbagai pihak yang terkait.Kata kunci: jaring insang, perairan Tual, shortening, ukuran mat

    SELEKSI UMPAN DAN UKURAN MATA PANCING TEGAK (Selection on bait and hook number of vertical line)

    Get PDF
    ABSTRACTExperimental research on vertical line using different bait and hook size to catch hairtail has been conducted in Palabuhanratu waters. Three kinds of bait were hairtails (Trichiurus sp.), sardine (Sardinella sp.), and mackerel (Rastrelliger sp.). Number of hooks consisted of 8, 9 and 10. All fishing operations were done on floating lift net. From the experiment, bait of sardine was more effective to catch hairtails of Trichiurus savala than hairtails and mackerel. The three baits cought 69, 54 and 46 hairtails of Trichiurus savala, respectively. While, bait of hairtails was more suitable to catch hairtails of Trichiurus haumela. Bait of hairtails, sardine and mackerel cought 11, 7 and 1 hairtails of Trichiurus haumela. Hook number 8 gave the greatest number of catch, i.e. 62 hairtails of Trichiurus savala and 11 hairtails of Trichiurus haumela.Keywords: Hairtails, vertical line, bait, hook number, and Palabuhanratu.-------ABSTRAKOperasi penangkapan layur dengan menggunakan jenis umpan dan ukuran mata pancing yang berbeda telah dilakukan di perairan Palabuhanratu. Jenis umpan yang dipakai adalah layur (Trichiurus sp.), tembang (Sardinella sp.), dan kembung (Rastrelliger sp.). Adapun ukuran mata pancing yang digunakan terdiri atas nomor 8, 9 dan 10. Operasi penangkapan dilakukan di atas bagan apung. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa umpan tembang paling efektif untuk menangkap layur bedog (Trichiurus savala), selanjutnya layur dan kembung. Masing-masing menghasilkan 69; 54 dan 46 ekor. Adapun umpan layur lebih efektif untuk menangkap layur meleu (Trichiurus haumela) dibandingkan dengan tembang dan kembung. Masing-masing menangkap 11, 7 dan 1 ekor layur meleu. Mata pancing nomor 8 menghasilkan jumlah tangkapan layur bedog dan layur meleu terbanyak, yaitu 62 dan 11 ekor.Kata kunci: Layur, rawai tegak, umpan, nomor mata pancing dan Palabuhanrat

    DINAMIKA PERIKANAN KERAPU DI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA (Grouper Fishery Dynamics in Karimunjawa National Park)

    Get PDF
    ABSTRACTKarimunjawa National Park is one of the national parks that have the objective to maintain fish populations in the Java Sea, where one of them is grouper. Grouper is one of the target fish in the national park. The objective of this study is to assess the conditions and dynamics of the grouper fishery in Karimunjawa National Park. Fish landing surveys were conducted to collect the data. Fishing gear types, grouper species, and weight of each species were collected. Calculation of Catch per Unit Effort (CPUE) per month and two-way ANOVA statistical tests were used for data analysis. Results of this study indicated that catches of grouper using speargun was significantly higher than the catch using handline. There was a seasonal cycle of the grouper catch, where the value of the highest CPUE occurred in transitional season between the west and east monsoon season, from March to May.Key words: CPUE, grouper fishery, Karimunjawa National Park-------ABSTRAKTaman Nasional Karimunjawa merupakan salah satu taman nasional yang salah satu tujuannya untuk mempertahankan populasi ikan di Laut Jawa, dimana salah satunya adalah perikanan kerapu. Ikan kerapu merupakan salah satu target penangkapan di perairan Taman Nasional Karimunjawa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kondisi dan dinamika perikanan kerapu di Taman Nasional Karimunjawa. Survei pendaratan ikan dilakukan untuk pengumpulan data. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah alat tangkap yang digunakan untuk menangkap ikan kerapu, jenis hasil tangkapan, dan berat masing-masing jenis hasil tangkapan setiap trip. Perhitungan nilai Catch per Unit Effort (CPUE) setiap bulan dan uji statistik two ways ANOVA digunakan untuk analisis data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil tangkapan ikan kerapu dengan menggunakan speargun lebih tinggi dan berbeda nyata secara statistik dibandingkan hasil tangkapan dengan menggunakan pancing. Terdapat siklus musiman hasil tangkapan, dimana nilai CPUE tertinggi terjadi pada musim peralihan antara musim barat dan musim timur yakni dari bulan Maret hingga Mei.Kata kunci: CPUE, perikanan kerapu, Taman Nasional Karimunjaw

    TATA MUATAN DAN VARIASI MUSIM PENANGKAPAN PENGARUHNYA TERHADAP STABILITAS PURSESEINER BULUKUMBA, SULAWESI SELATAN (Influence of Cargo Arrangement and Fishing Season Variation toward Bulukumba Purseseiner Stability in South sulawesi)

    Get PDF
    of cargo arrangement so can they impact to quality stability of fishing vessel. The aim of this research is design and stability analysis Bulukumba purseseiner with three conditions cargo arrangement and two fishing seasons (peak fishing season and scarcity fisihing season). This research is done at Bulukumba regency, South Sulawesi province in February until April 2013 with measurements, observation and interview related of main dimension and cargo arrangement of Bulukumba purseseiner in field. Hydrostatic paramter analysis uses naval architecture formula and stability analysis uses PGZ software of three cargo arrangement conditions on two fishing seasons and then, these values will be compared with references value. The results of design analysis show that coefficient of finennes bulukumba purseseiner is Cb = 0.80 and Cp = 0.88 which its hull type bulukumba purseseiner is round bottom. Principal dimension ratio Bulukumba purseseiner have agreed with references of fishing vessel in Indonesia but it have not filled references of fishing vessel in Japan. The values of Bulukumba purseseiner stability have filled to IMO criteria of stability values. Stability of Bulukumba purseseiner on scarcity fishing season better than on peak fishing season and the best value of stability is PA-K3 condition (condition of purseseiner back to fishing base on scarcity fishing season).Key words: Bulukumba, cargo arrangement, design, purseseiner, stability-------ABSTRAKKabupaten Bulukumba merupakan salah satu daerah pembuatan kapal kayu dan masih besifat tradisional. Musim penangkapan ikan dapat mempengaruhi distribusi muatan di atas kapal sehingga dapat berakibat pada kualitas stabilitas kapal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis desain dan stabilitas kapal purse seine Bulukumba berdasarkan tata muatan dengan tiga kondisi muatan dalam dua variasi musim penangkapan (musim puncak dan musim paceklik). Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan Februari–April 2013 dengan melakukan pengukuran, pengamatan dan wawancara secara langsung di lapangan terkait dimensi utama dan distribusi muatan. Analisis parameter hidrostatis dilakukan menggunakan formula naval architecture sedangkan analisis stabilitas menggunakan software PGZ yang selanjutnya dibandingkan dengan nilai acuan. Hasil analisis desain menunjukkan, kapal purse seine Bulukumba memiliki nilai koefisien bentuk yaitu Cb = 0,80 dan Cp = 0,88 dengan kasko kapal berbentuk round bottom. Rasio dimensi utama kapal purse seine Bulukumba telah berada pada rentang nilai kapal purse seine di Indonesia namun belum berada pada rentang nilai kapal purse seine di jepang. Nilai stabilitas kapal purse seine Bulukumba telah memenuhi nilai kriteria stabilitas IMO. Stabilitas kapal purse seine Bulukumba pada musim paceklik lebih baik dibandingkan pada musim puncak dengan nilai stabilitas terbaik pada kondisi PA-K3 (kondisi kapal kembali ke fishing base pada musim paceklik).Kata kunci: Bulukumba, tata muatan, desain, kapal purse seine, stabilita

    SELEKSI UMPAN DAN BENTUK PERANGKAP PLASTIK UNTUK MENANGKAP KEONG MACAN (Selection on Bait and Shape of Plastic Trap in Catching Babylon Snail)

    Get PDF
    ABSTRACTThe paper describes the result of experimental research on plastic trap to catch babylon snail (Babylonia spirata). The aims of the research were to have the effective shape of trap to catch babylon snail. The shapes of trap were dome, truncated pyramid, and block. While, 2 kinds of baits were shark (Rhinodon typicus) and sardine (Sardinella spp.). Result showed that babylon snail preferred bait of sardine to shark. The truncated pyramid trap was more effective than dome and block trap. Each trap cauht 22, 16 and 4 babylon snail, respectively.Keywords: Plastic trap, babylon snail and Palabuhanratu--------ABSTRAKTulisan ini menjelaskan hasil uji coba perangkap plastik untuk menangkap keong macan (Babylonia spirata). Penelitian ditujukan untuk mendapatkan bentuk perangkap yang efektif menangkap keong macan. Bentuk trap berupa kubah, limas terpancung dan balok. Adapun 2 jenis umpan yang digunakan adalah tembang (Sardinella spp.) dan cucut (Rhinodon typicus). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keong macan lebih menyukai umpan tembang dibandingkan dengan hiu. Perangkap bentuk limas terpancung lebih efectif dibandingkan dengan perangkap bentuk kubah dan balok. Masing-masing perangkap menangkap 22, 16 dan 4 keong macan.Kata kunci: Perangkap plastik, keong macan dan Palabuhanrat

    CAPAIAN PERKEMBANGAN PROGRAM PEMANTAU PADA PERIKANAN RAWAI TUNA DI INDONESIA (Achievement of the Development of Observer Program on Tuna Longline Fishery in Indonesia)

    Get PDF
    ABSTRACTFisheries data is one of the important aspects to understand the basic biology, species distributions and population dynamics of fish stock. One of the efforts to collect data is conducting observer program on tuna longline to improve the understanding of all aspects on fishing operation at the sea. The objectives of this study are to describethe historical development of observers, composition and conservation status of tuna longline vessels catch in Indonesia. Data collection was conducted by observer from August 2005 to November 2013. The method used in this research is descriptive method in which this study aimed to describe the phenomenon that occurs in the tuna longline fishery and catch composition. Tuna longline catches can be categorized into fivegroups, namely, tunas, billfishes, sharks and rays, birds and turtles and other fish. The results showed that the composition of longline tuna catches was dominated by other fish groups with 48.10% followed by tunas 33.85%. Other fish group was dominated by bycatch that have economic value (by product). Data and information gained from observer are very important, so its activity should be perceived as necessity for better fisheries management, rather than as mandatory from Regional Fisheries Management Organization (RFMO) regulations.Keywords: catch composition, fisheries management, observer, tuna longline-------ABSTRAKData perikanan merupakan salah satu aspek penting untuk memahami biologi dasar, distribusi spesies dan dinamika populasi stok ikan. Salah satu upaya untuk memperoleh data secara tepat adalah dengan melaksanakan program pemantau di atas kapal rawai tuna untuk meningkatkan pemahaman tentang semua aspek pada operasi penangkapan di laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejarah perkembangan pemantau, mengetahui komposisi dan status konservasi hasil tangkapan pada kapal rawai tuna di Indonesia. Pengumpulan data dilakukan mulai bulan Agustus 2005 hingga November 2013 di kapal rawai tuna yang sebagian besar berbasis di Pelabuhan Benoa, Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dimana penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan fenomena yang terjadi pada perikanan rawai tuna dan komposisi hasil tangkapan. Hasil tangkapan rawai tuna dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok yaitu: tuna, ikan berparuh, hiu dan pari, burung dan penyu serta ikan lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan kapal rawai tuna didominasi oleh kelompok ikan lainnya, yaitu sebesar 48,10%, diikuti oleh kelompok tuna 33,85%. Kelompok ikan lainnya ini kebanyakan hasil tangkapan sampingan yang mempunyai nilai ekonomis. Data dan informasi yang diperoleh dari program pemantau ini sangat penting sehingga pelaksanaannya harus dilihat sebagai kebutuhan untuk pengelolaan perikanan yang lebih baik, bukan hanya atas dasar kepatuhan terhadap peraturan dari Regional Fisheries Management Organization (RFMO).Kata kunci: komposisi hasil tangkapan, pengelolaan perikanan, pemantau, rawai tun

    HUBUNGAN JENIS KEPITING BAKAU (Scylla Spp.) DENGAN MANGROVE DAN SUBSTRAT DI TAMBAK SILVOFISHERY ERETAN, INDRAMAYU (Relationship of Mudcrab (Scylla Spp.) with Mangrove and Substrate in Silvofishery Ponds, Eretan, Indramayu)

    Get PDF
    ABSTRACTMudcrab is one of the fishery commodity with high economic value in Indonesia. High market and price stimulated the development of the mudcrabs business in this country. The aim of this research was to evaluate interaction between habitat characteristics and the mudcrabs (Scylla spp.) species. The research was conducted in silvofishery ponds of Eretan village, Indramayu, West Java from September-November 2013 and August-September 2014. Sampling was conducted at five stations. They were BDR (Brackishwater dominated Rhizophora sp.), BDA (Brackishwater dominated Avicennia sp.), BCDR (Brackishwater cannal dominated Rhizopora sp.), BCDA (Brackishwater cannal dominated Avicennia sp.) and SMF (Side of the mangrove forest). The result showed there were two species of the mudcrabs Scylla paramamosain and Scylla olivacea. S. paramamosain was dominated than S. olivacea at all stations. Total number of the S. paramamosain was 107 ind (consisted of 67 male and 40 female), while total number of the S. olivacea was 28 ind (consisted of 17 male and 11 female). Composition of the mudcrabs species in each station was 91% S. paramamosain and 9% S. olivacea at BDR, 89% S. paramamosain and 11% S. olivacea at BDA, 86% S. paramamosain and 14% S. olivacea at BCDR, 68% S. paramamosain and 32% S. olivacea at BCDA, 73% S. paramamosain and 27% S. olivacea at SMF. Differences between kinds of mudcrab in each stations showed there are interaction between kinds of mudcrabs with habitat characteristics.Keywords: Indramayu, mangrove, mudcrabs, substrate,-------ABSTRAKKepiting bakau (Scylla spp.) merupakan salah satu komoditas perikanan di Indonesia yang bernilai ekonomis tinggi. Luasnya pemasaran dan tingginya nilai jual kepiting bakau membuat bisnis tersebut semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keberadaan jenis kepiting bakau dengan karakteristik habitatnya. Penelitian ini dilakukan dari Agustus-November 2013 dan Agustus-September 2014 pada kawasan tambak silvofishery Desa Eretan, Indramayu, Jawa Barat. Pengambilan sampel dilakukan pada lima stasiun pengamatan diantaranya TSDR (Tambak silvofishery dominan Rhizopora sp.), TSDA (Tambak silvofishery dominan Avicennia sp.), KDR (Kanal dominan Rhizopora sp.), KDA (Kanal dominan Avicennia sp.) dan PHM (Pinggiran hutan mangrove). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua jenis kepiting bakau yaitu Scylla paramamosain dan S. olivacea. Di lokasi penelitian jumlah Scylla paramamosain yang tertangkap sebanyak 107 individu yang terdiri dari 67 jantan dan 40 betina, sedangkan jumlah S. olivacea yang tertangkap sebanyak 28 individu yang terdiri atas 17 jantan dan 11 betina. Hasil penelitian menunjukkan pada umumnya jumlah S. paramamosain yang tertangkap melebihi S. olivacea. Persentase kepiting bakau yang tertangkap pada tiap stasiun pengamatan yaitu 91% S. paramamosain dan 9% S. olivacea pada TSDR, 89% S. paramamosain dan 11% S. olivacea pada TSDA, 86% S. paramamosain dan 14% S. olivacea pada KDR, 68% S. paramamosain dan 32% S. olivacea pada KDA, 73% S. paramamosain dan 27% S. olivacea pada PHM. Perbedaan jumlah jenis kepiting bakau yang diperoleh pada tiap stasiun penangkapan menunjukan bahwa terdapat hubungan antara jenis kepiting bakau dengan habitat hidupnya.Kata kunci: Indramayu, mangrove, kepiting bakau, substrat

    278

    full texts

    314

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇