PRASASTI: Journal of Linguistics
Not a member yet
214 research outputs found
Sort by
ANALISIS TERJEMAHAN TUTURAN YANG MENGAKOMODASI PENYIMPANGAN MAKSIM KUALITAS DALAM NOVEL "ME BEFORE YOU" KARYA JOJO MOYES
It is not easy to translate the utterances containing flouting maxim quality. The translators should pay more attention in spotting the implied message hidden in it. Therefore, it is important for the translators to consider which translation technique should be applied so that the sense of flouting maxim quality in source text could be deliverd exactly the same in target text. This is descriptive qualitative research with embedded case study. The object of this research is Me Before You novel by Jojo Moyes. In collecting the data, three methods were used; content analysis and focus group discussion (FGD). The data are utterances of all the characters in the plot containing flouting maxim of quality. The assessment of translation quality was obtained from raters and respondents. The results show that the there are 7 strategies used to flouts maxim of quality. They are in form of sarcasm, irony, hyperbole, untrue statement, rhetorical questions, metaphor and simile. The strategy shifts are in the form of (1) sarcasm; sarcasm-statement, sarcasm-sarcasm (downgrading), (2) irony; irony-irony (upgrading), irony-irony (downgrading), (3) hyperbole; hyperbole-hyperbole (downgrading), hyperbole-statement, (4) simile; simile-simile (downgrading), (5) metaphor; metaphor-metaphor (downgrading), while there are no shift in rhetorical question and untrue statement. From the analysis, it is found that 14 translation techniques used by the translator in translating the text, namely, established equivalent, variation, modulation, borrowing (pure borrowing), amplification (explicit), transposition, amplification (addition), reduction, generalization, literal, discursive creation, particularization and description. Established equivalent gives positive effect on translation quality. In the other hand, amplification (addition), discursive creation and literal techniques are known to have negative effect on translation quality
ANALISIS TEKNIK DAN KUALITAS TERJEMAHAN ISTILAH BUDAYA DALAM KUMPULAN ABSTRAK HASIL PENELITIAN SEKOLAH TINGGI SENI INDONESIA (STSI) SURAKARTA
The aims of the study are to ascertain (1) translation techniques applied in Kumpulan Abstrak Hasil Penelitian 1990-1991 Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta; (2) the character of translation techniques applied in the translation of Kumpulan Abstrak Hasil Penelitian 1990-1991 Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta ; and (3) levels of translation accuracy and acceptability and their relationships with the techniques as well as character of translation techniques. This is a descriptive qualitative research with an embedded-case study in translation which uses purposive sampling technique. The sources of data for this research method comprise of a document of Kumpulan Abstrak Hasil Penelitian 1990-1991 Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta and informants. The research data consists of words, phrases, and clauses in Kumpulan Abstrak Hasil Penelitian (KAHP) 1990-1991 Sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI) Surakarta and its translation in English and the raters’ statements about the accuracy and acceptability levels of translation. The research data were collected with document analysis, questionnaires, and interview. Findings of the research show the following. First, there are 13 techniques used in the translation. 5 of them are included in mandatory techniques while the optional techniques include 12 techniques. It can be seen from the findings that 4 techniques belong to mandatory as well as optional techniques. Based on the quality analysis, it can be found that there are 9 techniques positively influence the translation accuracy and 11 techniques positively influence the translation acceptability. Thus, it can be concluded that, generally, the accuracy and acceptability of the translation are included in high level
FUNGSI PELANGGARAN MAKSIM PRINSIP KESANTUNAN PADA KOMENTAR BERITA ONLINE DI FANSPAGE FACEBOOK MERDEKA.COM
Artikel ini menjelaskan tentang fungsi pelanggaran prinsip kesantunan pada komentar berita online di Fanspage Facebook Merdeka.Com. Data penelitian yaitu berupa tuturan yang didapatkan dari Fanspage Facebook Merdeka. Com dengan rubrik berita politik tanggal 23 dan 24 September 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan yang melangar disampaikan dalam bentuk asertif, direktif dan ekspresif. Fungsi pelanggaran asertif memiliki 2 sub fungsi yaitu “menyatakan” dan “menyindir”. Fungsi direktif memiliki 3 sub fungsi yaitu “menasehati”, “melarang” dan “bertanya”. Fungsi ekspresif memiliki 6 sub fungsi yaitu “mencela”, “menyalahkan”, “mengumpat”, “mengolok”, “mengecam”, “meremehkan”, dan “berharap”. Fungsi pelanggaran paling dominan yaitu fungsi asertif dengan sub fungsi “menyatakan”
ANALISIS KESALAHAN GRAMATIKA BAHASA INDONESIA DALAM SURAT RESMI DI KANTOR DESA MAMBEN LAUK
Jurnal ini mendeskripsikan mengenai bentuk-bentuk kesalahan penulisan bagian-bagian surat resmi yang dikeluarkan oleh Kantor Desa Mamben Lauk mulai dari kesalahan penulisan bagian kepala surat sampai salam penutup
VERBAL AND NON-VERBAL EXPRESSIONS IN TRADITION OF MOMBOLASUAKO (ELOPING) OF TOLAKI AT SOUTHEAST SULAWESI (ETHNOLINGUISTIC’S STUDY).
This research aims to classify, describe and explain verbal and non-verbal expressions in eloping tradition (mombolasuako) of Tolaki based on the procession of eloping tradition (mombolasuako) of Tolaki comprehensively. Theories used to solve the problem of this are ethnolinguistics and ethnoscience. Methodologically, the ethnographic method was used in this. The data includes primary and secondary data that were collected by participant observation and deeply interview. All collected data were analyzed by using Spradely ethnoscience’s analysis and linguistics’ analysis. The outcomes of this research are verbal expressions in mombolasuako include verbal utterances, recitation and remark. For non-verbal expressions, they are (1) the tradition objects must be served by bride groom consists of process (2) gestures of tradition casts in the implementation of the traditions process and (3) tradition casts. In the implementation of the mombolasuako’s process verbal and non-verbal expressions verbal utterances, gestures and tradition casts that are adapted to tradition. Key words: ethnolinguistics, mombolasuako, non-verbal expressions, Tolaki, verbal expressions
ANALISIS TERJEMAHAN ISTILAH TEKNIK PADA BUKU FUNDAMENTAL OF ENGINEERING THERMODYNAMICS
AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1.1. 1.2. 1.3. 1.4. domain istilah teknik dan bentuk istilahnya, sebaran penerapan teknik penerjemahannya, tingkat keakuratan, dan analisa komponensial untuk membuat pola penerjemahan istilah teknik. Ini adalah penelitian komparatif, deskriptif dan kuantitatif untuk kasus tunggal. Data yang diperoleh adalah dari buku sumber dan buku terjemahannya sebagai data objektif, yang lain adalah dari informan yang menilai keakuratan hasil terjemahan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik proporsive sampling melalui identifikasi teknik penerjemahan dalam dokumen, penyebaran kuesioner dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah teknik yang terkandung dalam buku tersebut terbagi dalam kelompok Makna (i) Definisi dan Terapan yang dijabarkan dalam kelompok makna (ii) Peralatan, (iii) Proses, (iv) Kedudukan, (v) Ruang, dan (vi) Fluida Kerja. Tiga teknik penerjemahan yang seringc dipakai, yakni (i) Kesepadanan lazim dan Borrowing yakni (ii) Natural Borrowing maupun (iii) Pure Borrowing. Sedangkan teknik lainnya menggunakan (iv) Partikularisasi, (v) Amplifikasi, dan (vi) Generalisasi. Ungkapan istilah teknik berbentuk frasa 70 (67%), dan kata 35 (33 %). Keseluruhan hasil penerjemahan istilah teknik mempuyai tingkat keakuratan yang baik, pada domain Konsep keilmuan 2,5 ÷ 2,92 , dan pada domain Terapan 2,6 ÷ 2,93. Pola penerjemahan istilah teknik untuk menghasilkan penerjemahan yang baik yakni dengan : Menggolongkan istilah-istilah teknik tersebut dalam domain-domain Konsep keilmuan, Terapan atau yang lainnya, kemudian dari domain tersebut dijabarkan dalam kelompok-kelompok makna, baru dilakukan penerjemahan dan pengujian keakuratan.Kata kunci : Penerjemahan istilah, kelompok makna, teknik penerjemahan, keakuratan
POLA REDUPLIKASI BAHASA BALI: PERBANDINGANNYA DENGAN POLA REDUPLIKASI BAHASA-BAHASA AUSTRONESIA
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola reduplikasi bahasa Bali dengan membandingkannya dengan pola reduplikasi bahasa-bahasa Austronesia. Penelitian dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu penyediaan data, analisis data, dan penyajian data. Dalam penyediaan data, data diperoleh melalui metode cakap, dengan teknik pancing, rekam, dan catat. Analisis data dilaksanakan dengan menerapkan metode komparatif yaitu dengan membandingkan bagaimana pola reduplikasi bahasa-bahasa Austronesia (Blust, 2013) tersebut pada bahasa Bali. Hasil analisis data disajikan secara formal dan informal. Berdasarkan hasil penelitian, dari enam belas pola reduplikasi yang terdapat pada bahasa-bahasa Austronesia, empat di antaranya ditemukan di dalam bahasa Bali, di antaranya: (1) reduplikasi penuh, (2) reduplikasi penuh berafiks, (3) reduplikasi penuh dengan perubahan vokal atau konsonan, atau keduanya, dan (4) reduplikasi bentuk Ka-. Lebih lanjut, ditemukan satu pola unik pada bahasa Bali yaitu reduplikasi Kə- yang belum dipaparkan pada teori reduplikasi bahasa-bahasa Austronesia
TRANSLATION STUDY OF REFUSAL STRATEGY IN BEAUTIFUL MALICE NOVEL (A PRAGMATIC APPROACH)
The study aims to know translation technique and translation quality of refusal strategy in Beautiful Malice novel. It was descriptive qualitative method with embedded case study. The data were obtained through content analysis and focus group discussion. They were then analyzed into domain, taxonomy and componential analysis to formulate cultural theme. The result shows that writer uses indirect and direct refusal strategy in which indirect one is mostly used. Besides, translator transfers those refusal strategies by using established equivalence, modulation, explicitation, variation, implicitation, pure borrowing, reduction, addition, addaptation, and paraphrase in which established equivalent is most frequently used. With using those techniques, the study indicates that translation quality is very good. They are 2.8 of accuracy and 2.9 of acceptability and readablity. Imperfection of translation quality is affected from the use of reduction and addition in relation to accuracy and the use of deletion in relation to those aspects of translation quality.
ANALISIS TERJEMAHAN TINDAK TUTUR MEMUJI (COMPLIMENT) PADA SUBTITLE FILM TWILIGHT SERIES DAN KUALITAS TERJEMAHANNYA
The aims of the study are to analyze the translations of compliment in subtitle film Twilight Series between source text (English) and target text (Indonesian). To identify classifications of compliment in source text and target text, to identify shifting type of compliment, to identify the translations techniques, and to describe translation quality result in target text subtitle film Twilight Series.This study is a descriptive, qualitative research. Sources of the data are subtitle film Twilight Series in source text (English) and target text (Indonesian). The data are word, phrase, sentence, and clause forms which is contained compliment speech act discussed by informants to describe the translation quality. Techniques of collecting data are document analysis, and Forum Group discussion (FGD). Purposive sampling is applied in this research.Findings of this research show the followings. Classification form (reactive-unsolicited-direct-explicit) 1.5%, (reactive-unsolicited-indirect-implicit-presupposed) 1.5 %, (initiative-solicited-direct-explicit) 1.5 5%, (initiative-unsolicited-direct-explicit) 32.8%, (initiative-unsolicited-direct-implicit-presupposed) 12.5%, (initiative-unsolicited-direct-implicit-implied) 1.5%, (initiative-unsolicited-indirect-explicit) 1.5 %, (initiative-unsolicited-indirect-implicit-presupposed) 46.8 %. the translations techniques consist of establish equivalent, variation, reduction, literal, pure borrowing, linguistic compression, modulation, and discursive creation. Pragmatic Shifting type are meaning and classification form.The translation quality values score 2.75 for Accuracy, 2.94 for Acceptability, 3 point for Readability. The average value of translation quality of compliment speech act in subtitle film Twilight Series is 2.85, so it can be said that translation quality is good. Keywords : Translation, Compliment Speech Act, Classification Type, Translation Technique and Translation Quality
ANALISIS TEKNIK DAN KUALITAS TERJEMAHAN UNGKAPAN BERMAJAS METAFORA PADA NOVEL A THOUSAND SPLENDID SUNS KARYA KHALED HOSSEINI
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis teknik penerjemahan yang digunakan oleh penerjemah dalam menerjemahkan metafora nominatif, predikatif dan kalimatif (2) menganalisis pergeseran fungsi sintaksis dan gaya bahasa yang digunakan sebagai dampak dari penerapan teknik penerjemahan dan (3) dampak dari teknik penerjemahan terhadap kualitas terjemahan untuk ungkapan metafora dalam hal keakuratan, keberterimaan dan keterbacaan. Dalam menganalisis terjemahan metafora pada novel “A Thousand Splendid Suns”, penelitian ini berdasarkan pada teori Wahab (1995). Teknik penerjemahan yang diterapkan dalam menganalisis data berdasarkan Molina dan Albir (2002), dan dalam menganalisis kualitas terjemahan, penelitian ini menggunakan kualitas terjemahan oleh Nababan et al. (2012). Metode penelitian ini adalah kualiatif deskriptif yang berfokus pada studi kasus tunggal. Sumber data adalah dokumen, novel berjudul “A Thousand Splendid Suns” kuesioner dari rater dan responden juga sumber data dalam penelitian ini. Teknik analisis data didasarkan pada teori Spradley Hasil analisis menunjukkan bahwa ada 134 data metafora ditemukan dalam novel “A Thousand Splendid Suns” yang terdiri dari 47 data metafora nominatif, 77 data metafora predikatif dan 10 data kalimat metafora. Teknik-teknik yang diterapkan dalam menerjemahkan ungkapan metafora adalah: padanan lazim, kreasi diskursif, harfiah, amplifikasi, generalisasi, pengurangan( reduksi), transposisi, modulasi, penghapusan (deletion) , peminjaman, partikularisasi, variasi. Terkait dengan akurasi, Keberterimaan dan keterbacaan, penelitian menunjukkan bahwa dari 134 data, ada 104 data akurat dan yang lain termasuk kurang akurat dan tidak akurat. Dalam hal keberterimaan, 112 data dikategorikan diterima dan terkait dengan keterbacaan, 130 data memiliki keterbacaan tinggi. Dari data yang diperoleh, teknik Padanan Lazim memiliki dampak yang baik terhadap keakuratan terjemahan sementara teknik kreasi diskursif memiliki dampak tidak baik dalam aspek keakuratan meskipun mungkin memiliki dampak yang baik dalam keberterimaan dan keterbacaan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa ada dua jenis pergeseran yaitu pergeseran fungsi sintaksis dan pergeseran majas. Kata kunci: Metafora, fungsi sintaksis, teknik penerjemaha