KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN
Not a member yet
    716 research outputs found

    Implementation of STAD Cooperative Learning Model Using Graphic Media in Improving Students Social Skill of Civic Education at the Fourth Grade Students of SDN Munggu in the Academic Year of 2014/2015

    Get PDF
    Abstract: Abstract: Implementation of STAD Cooperative Learning Model Using Graphic Media in Improving Students Social Skill of Civic Education at the Fourth Grade Students of SDN Munggu in the Academic Year of 2014/2015. The objective is to improve students’ social skill of civic education at the fourth grade students of SDN Munggu in the academic year of 2014/2015. This research subjects consist of 28 students. The research is Collaborative-Classroom Action Researchs. This Classroom Action Researchs was conducted in three cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection. Source of data were obtained from students, teacher, colleagues, and researcher. The techniques of collecting data were observation, interview, test, questionnair, and documentation. The result indicates that the implementation of STAD cooperative learning model using graphic media can improve students’ social skill of civic education at the fourth grade students of SDN Munggu in the academic year of 2014/2015. Keywords: STAD, Social Skill, Civic Education Abstrak: Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dengan Media Grafis dalam Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa pada Mata Pelajaran PKn Kelas IV SDN Munggu Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatan keterampilan sosial pada mata pelajaran PKn Kelas IV SDN Munggu tahun ajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini terdiri dari 28 siswa. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas kolaboratif. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sumber data berasal dari siswa, guru, teman sejawat, dan peneliti. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, angket, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan media grafis dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa pada mata pelajaran PKn Kelas IV SDN Munggu tahun ajaran 2014/2015. Kata kunci: STAD, Keterampilan Sosial, PK

    The use of Problem Based Learning Model with Improved Learning Media Flashcard in Mathematics at Grade IV 01 Tambaksari SDN Academic Year 2014/2015

    Get PDF
    Abstract: The use of Problem Based Learning Model with Improved Learning Media Flashcard in Mathematics at Grade IV 01 Tambaksari SDN Academic Year 2014/2015. The objectives of this research are to improve the learning of mathematics on the fourth grade student. The subjects were fourth grade students of SDN 01 Tambaksari, amounting to 25 students. This research was conducted in three cycles. Each cycle consisting of planning, action, observation, and reflection. The sources of data were from students, teachers, and observer. The techniques of data collection were observation, interview, and test. The validity of the data used the triangulation of sources and technique. The analysis of data consisting of data reduction, data description, and conclusion. The results of the research indicate that the use of PBL models with flashcard media can improve the learning of mathematics. Keywords: PBL, Flashcard, Mathematics Abstrak : Penggunaan Model Problem Based Learning dengan Media Flashcard dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika pada Siswa Kelas IV SDN 01 Tambaksari Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pembelajaran matematika pada siswa kelas IV. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 01 Tambaksari yang berjumlah 25 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sumber data penelitian adalah siswa, guru, dan observer. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan model PBL dengan media flashcard dapat meningkatkan pembelajaran matematika. Kata Kunci: PBL, Flashcard, Matematik

    Penggunaan Metode Mendongeng dengan Media Scrabble dalam Peningkatan Keterampilan Menulis Siswa Kelas I SD Negeri 2 Kalirejo Tahun Ajaran 2014/2015

    Get PDF
    Abstract: The Use Of Storytelling Method By Scrabble Media To In Improving Writing Skill At First Grade Student Of SDN 2 Kalirejo In The Academic Year 2014/2015. The objectives of this research are: (1) to describe steps of using storytelling method with scrabble media in improving writing skill at the first grade students of SD Negeri 2 Kalirejo in the academic year of 2014/2015, and (2) to improve writing skill at the first grade students of SD Negeri 2 Kalirejo in the academic year of 2014/2015 by using storytelling method with scrabble media. The research is Collaborative-Classroom Action Research and doing in three cyclus, with each cyclus consist of planning, action, observation, and reflection. The result of research indicate that the use of the storytelling method by scrabble media can improve writing skill at first grade of SDN 2 Kalirejo in the academic year 2014/2015. Keyword: storytelling, scrabble, writing. Abstrak: Penggunaan Metode Mendongeng dengan Media Scrabble dalam Peningkatan Keterampilan Menulis Siswa Kelas I SD Negeri 2 Kalirejo Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan metode mendongeng dengan media scrabble untuk meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas I SD Negeri 2 Kalirejo tahun ajaran 2014/2015, 2) meningkatkan keterampilan menulis kelas I SD Negeri 2 Kalirejo tahun ajaran 2014/2015 dengan menggunakan metode mendongeng dengan media scrabble. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif dan dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode mendongeng dengan media scrabble dapat meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas I SD Negeri 2 Kalirejo tahun ajaran 2014/2015. Kata Kunci: mendongeng, scrabble, menulis

    PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MEDIA BENDA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V SDN KALIJAMBE TAHUN AJARAN 2014/2015

    Get PDF
    PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MEDIA BENDA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V SDN KALIJAMBE TAHUN AJARAN 2014/2015 Khayati Amalin 1, Wahyudi 2, Ngatman 3 1 Mahasiswa PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret 2, 3 Dosen PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret. Jl. Kepodang 67 A Panjer Kebumen e-mail: [email protected] Abstract: The Application of Scientific Approach using Concrete Object Media in Improving Mathematic Learning about Geometry for the Fifth Grade Students of SDN Kalijambe in the Academic Year of 2014/2015. The objectives of the research are to describe the steps in the application of scientific approach using concrete object media, to describe the improvement of Mathematic learning about geometry, to describe the problems and solutions. This research is a collaborative classroom action research which is conducted in three cycles, each cycle consist of planning, acting, observing, and reflecting. The subjects of the research were the 29 students of the fifth grade of SDN Kalijambe. The results of the research show that the application of scientific approach using concrete object media can improve Mathematic learning about geometry for the fifth grade students of SDN Kalijambe in the academic year of 2014/2015. Keywords : scientific approach, concrete object media, Mathematic learning Abstrak: Penerapan Pendekatan Saintifik dengan Media Benda Konkret dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika tentang Bangun Ruang pada Siswa Kelas V SDN Kalijambe Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan pendekatan saintifik dengan media benda konkret, mendeskripsikan peningkatan pembelajaran Matematika tentang bangun ruang, mendeksripsikan kendala dan solusinya. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Kalijambe yang berjumlah 29 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dengan media benda konkret dapat meningkatkan pembelajaran Matematika tentang bangun ruang pada siswa kelas V SDN Kalijambe tahun ajaran 2014/2015. Kata kunci: pendekatan saintifik, media benda konkret, pembelajaran Matematika PENDAHULUAN Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk kemajuan bangsa sehingga mutu pendidikan harus ditingkatkan. Upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dilakukan melalui berbagai cara seperti pembaruan kurikulum, per-baikan sistem pengajaran, perbaikan sarana maupun prasarana pem-belajaran, serta peningkatan kemam-puan dan kualitas guru. Guru dianggap sebagai faktor utama yang paling berpengaruh ter-hadap peningkatan mutu pendidikan karena guru merupakan komponen yang sangat menentukan dalam pro-ses pembelajaran di kelas. Maka dari itu, guru dituntut untuk menciptakan proses pembelajaran yang kondusif sehingga guru harus pandai memilih pendekatan dan media pembelajaran yang tepat. Pemilihan tersebut harus diperhatikan pada semua mata pe-lajaran, tidak terkecuali pada mata pelajaran Matematika. Wahyudi (2008: 3) mengemu-kakan bahwa Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebe-naran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelum-nya yang sudah diterima sehingga ke-benaran antarkonsep dalam Matema-tika bersifat sangat kuat dan jelas. Matematika harus diajarkan sejak SD karena Matematika memiliki peran penting dalam kehidupan manusia serta dalam perkembangan ilmu pe-ngetahuan dan teknologi. Maka dari itu, guru harus bisa menciptakan pem-belajaran Matematika yang menarik, menyenangkan dan bermakna. Pem-belajaran Matematika akan menarik, menyenangkan dan bermakna jika diajarkan dengan pendekatan yang te-pat disertai media yang menarik. Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru kelas V SDN Kalijambe pada hari Sabtu, 22 November 2014 diperoleh hasil bahwa pembelajaran Matematika yang diterapkan masih menggunakan pendekatan yang ber-pusat pada guru sehingga banyak siswa yang pasif dan belum aktif bertanya jika tidak paham dengan materi yang disampaikan guru. Sela-in itu, guru kurang menggunakan me-dia pembelajaran yang bervariasi da-lam menyampaikan materi Mate-matika. Hal tersebut membuat siswa kurang tertarik dan kadang kurang memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan guru sehingga berdam-pak pada hasil belajar yang belum memuaskan. Terbukti dari nilai rata-rata kelas pada Ulangan Tengah Semester 1 kelas V SDN Kalijambe tahun ajaran 2014/2015 untuk mata pelajaran Matematika yang masih rendah yaitu 64,48. Kondisi tersebut menyebabkan perlunya diterapkan pendekatan yang tepat supaya siswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran dan mema-hami materi yang disampaikan guru dengan baik supaya hasil belajar sis-wa dapat meningkat. Salah satu pen-dekatan yang dapat diterapkan yaitu melalui pendekatan saintifik. Hosnan (2014: 34) menyata-kan bahwa pendekatan saintifik di-maksudkan untuk memberikan pema-haman kepada siswa dalam mengenal dan memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari ma-na saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Menurut Gerde, Schachter, & Wasik (2013: 317) the scientific method includes: (1) observing, (2) asking questions, (3) generating hypothesis, (4) experimentation, (5) summarizing, (6) communicating dis-covery and process to others, (7) identifying a new question. Using the scientific method to explore science with young children provides a syste-matic model for engaging children in observation, questioning, predicting, experimenting, summarizing, and sharing results. These processes en-courage children’s use of language, literacy, and mathematics skills in authentic ways. Metode ilmiah meliputi:(1) mengamati, (2) menanya, (3) membuat hipotesis, (4) mencoba, (5) menganalisis data, (6) mengkomu-nikasikan hasil dan proses, (7) mem-berikan kesempatan bertanya. Meng-gunakan metode ilmiah untuk meng-eksplorasi ilmu kepada anak-anak memberikan cara sistematis untuk melibatkan anak pada kegiatan me-ngamati, menanya, memprediksi, eks-perimen, menyimpulkan, dan meng-komunikasikan. Proses ini mening-katkan penggunaan bahasa pada anak-anak, keterampilan membaca, dan keterampilan berhitung. Kemendikbud (2014: 19) menyatakan bahwa berdasarkan Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 lampiran IV, pendekatan sain-tifik dalam proses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengaso-siasi, dan mengkomunikasikan. Melalui pendekatan saintifik tersebut diharapkan siswa mendapat pengalaman belajar sendiri sehingga siswa dapat aktif dalam kegiatan pembelajaran dan mudah memahami materi pelajaran yang disampaikan guru. Selain pendekatan yang tepat, pemilihan media pembelajaran juga harus diperhatikan oleh guru. Salah satu jenis media yang paling efektif digunakan untuk mengikutsertakan berbagai indera dalam belajar dan membantu siswa memahami materi pelajaran yang diberikan guru yaitu media benda konkret atau nyata. Menurut Asyhar (2011: 54) “Benda nyata adalah benda yang dapat dilihat, didengar, atau dialami oleh peserta didik sehingga memberikan penga-laman langsung kepada mereka.” Dengan media benda konkret, diha-rapkan materi pelajaran yang disam-paikan guru akan lebih jelas dan manarik untuk dipelajari oleh siswa. Berdasarkan uraian di atas, ru-musan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimana langkah-langkah penerapan pendekatan saintifik de-ngan media benda konkret dalam pe-ningkatan pembelajaran Matematika tentang bangun ruang pada siswa ke-las V SDN Kalijambe tahun ajaran 2014/2015? (2) apakah penerapan pendekatan saintifik dengan media benda konkret dapat meningkatkan pembelajaran Matematika tentang bangun ruang pada siswa kelas V SDN Kalijambe tahun ajaran 2014/2015? (3) apa saja kendala dan solusi pada penerapan pendekatan saintifik dengan media benda konkret dalam peningkatan pembelajaran Matematika tentang bangun ruang pada siswa kelas V SDN Kalijambe tahun ajaran 2014/2015? Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan langkah-langkah pe-nerapan pendekatan saintifik dengan media benda konkret dalam pening-katan pembelajaran Matematika ten-tang bangun ruang pada siswa kelas V SDN Kalijambe tahun ajaran 2014/2015, (2) mendeskripsikan pe-ningkatan pembelajaran Matematika tentang bangun ruang melalui pe-nerapan pendekatan saintifik dengan media benda konkret pada siswa kelas V SDN Kalijambe tahun ajaran 2014/2015, (3) mendeskripsikan ken-dala dan solusi pada penerapan pen-dekatan saintifik dengan media benda konkret dalam peningkatan pem-belajaran Matematika tentang bangun ruang pada siswa kelas V SDN Kalijambe tahun ajaran 2014/2015

    PENGGUNAAN MODEL CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DENGAN MEDIA BENDA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN 1 KARANGSARI TAHUN AJARAN 2014/2015

    Get PDF
    Abstract: The Use of Contextual Teaching and Learning Model with Concrete Object Media in Improving Mathematics Learning at The Fifth Grade Student Of SDN 1 Karangsari Academic Year of 2014/2015. This research are aims to describe the use of Contextual Teaching and Learning with concrete object media and improve mathematic learning at the fifth grade student. This research is a Classroom Action Research (CAR) collaborative was implemented in three cycles, each cycle consist of planning, action, observation and reflection. The subjects were fifth grade students of SDN 1 Karangsari totaling 22 students. Data collection techniques used tests, observations, interviews, and documentation. The validity of data using triangulation techniques and triangulation of data sources. The results showed that the use of Contextual Teaching and Learning Model with Concrete Object Media in accordance appropriate steps can improve mathematic learning at the fifth grade student of SDN 1 Karangsari. Keywords: CTL, Concrete Object, Mathematic Abstrak : Penggunaan Model Contextual Teaching and Learning dengan Media Benda Konkret dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika pada Siswa Kelas V SDN 1 Karangsari Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan model Contextual Teaching and Learning dengan media benda konkret serta meningkatkan pembelajaran matematika pada siswa kelas V SDN 1 Karangsari tahun ajaran 2014/2015. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus yang mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 1 Karangsari yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model Contextual Teaching and Learning dengan media benda konkret sesuai dengan langkah-langkah yang tepat dapat meningkatkan pembelajaran matematika pada siswa kelas V SD Negeri 1 Karangsari. Kata Kunci: CTL, Benda Konkret, Matematik

    PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 KEDUNGSARI TAHUN AJARAN 2014/2015

    Get PDF
    ABSTRAK Kodrat Yulianto. PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 1 KEDUNGSARI TAHUN AJARAN 2014/2015. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Juni 2015. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dengan multimedia dalam peningkatan pembelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungsari tahun ajaran 2014/2015; (2) untuk meningkatkan pembelajaran IPA melalui penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dengan multimedia pada siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungsari tahun ajaran 2014/2015; dan (3) untuk mendeskripsikan kendala dan solusi penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dengan multimedia dalam peningkatan pembelajaran IPA siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungsari tahun ajaran 2014/ 2015.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif. Penelitian ini dilaksanakan dalam  tiga siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan  refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungsari tahun ajaran 2014/2015 yang berjumlah 19 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 5 siswa perempuan. Validitas data menggunakan teknik triangulasi yakni triangulasi sumber data dan teknik pengumpulan data. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari guru, siswa, dan observer. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan wawancara. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dengan multimedia dapat meningkatkan Pembelajaran IPA di Kelas V yang dilaksanakan melalui enam langkah yaitu: a) tumbuhkan dengan multimedia; b) alami; c) namai dengan multimedia; d) demonstrasikam; e)  ulangi dengan multimedia; f) rayakan; (2) penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dengan multimedia dapat meningkatkan pembelajaran IPA tentang sifat-sifat cahaya pada siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungsari. Hal tersebut dibuktikan dengan pengamatan mengenai peningkatan hasil belajar IPA pada siklus I mencapai 55%, siklus II mencapai 71%, dan siklus III mencapai 89%; dan (3) Kendala utama dalam penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dengan multimedia adalah pelaksanaan percobaan dan diskusi belum maksimal. Solusi untuk mengatasi kendala tersebut adalah guru lebih membimbing dan memaksimalkan kegiatan percobaan diskusi.Simpulan penelitian ini adalah penggunaan model pembelajaran Quantum Teaching dengan multimedia jika dilaksanakan sesuai langkah yang tepat dapat meningkatkan pembelajaran IPA tentang sifat-sifat cahaya pada siswa kelas V SD Negeri 1 Kedungsari tahun ajaran 2014/2015. Kata kunci: Quantum Teaching, multimedia, IPA ABSTRACTKodrat Yulianto. THE IMPLEMENTATION OF QUANTUM TEACHING MODEL USING MULTIMEDIA TO IMPROVE NATURAL SCIENCE LEARNING FOR THE FIFTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI 1 KEDUNGSARI IN ACADEMIC YEAR 2014/2015. Thesis, Faculty of Teacher Training and Education, Sebelas Maret University. June 2015. The objectives of this research are: (1) to describe the implementation of Quantum Teaching model using multimedia to improve Natural Science learning for the fifth grade students of SD Negeri 1 Kedungsari in the academic year of 2014/2015; (2) to improve natural science learning through the implementation of Quantum Teaching model using multimedia for the fifth grade students of SD Negeri 1 Kedungsari in the academic year of 2014/2015; and (3) to describe problems and solutions in the implementation of Quantum Teaching model using multimedia in improving natural science learning for the fifth grade students of SD Negeri 1 Kedungsari in the academic year 2014/2015.This research is a collaborative Classroom Action Research (CAR). This research was conducted in three cycles, every cycle consisted of planning, implementation, observation, and reflection. Subjects of this research were fifth grade students of SD Negeri 1 Kedungsari in the academic year of 2014/2015, totaling 19 students consisting of 14 male students and 5 female students. Validity of data used triangulation technique in the form of triangulation of data sources and data collecting technique. Data sources in this research were obtained from teacher, students, and observers. Data collecting techniques were test, observation, and interview. Analysis of data used qualitative analysis technique, consisting of data reduction, data display, and drawing conclusion.The results of this research show that: (1) the implementation of Quantum Teaching model using multimedia can improve natural science learning for the fifth grade students carried out through six steps, namely: a) grow using multimedia; b) experience; c) give name using multimedia; d) demonstrate; e) repeat using multimedia; f) celebrate; (2) the implementation of Quantum Teaching model using multimedia can improve natural science learning about the characteristics of light for the fifth grade students of SD Negeri 1 Kedungsari. This was evidenced by the observation of the increase of natural science learning outcomes in cycle I achieved 55%, in cycle II increased to 71%, and in cycle III increased to 89%; and (3) the main problem of the implementation of Quantum Teaching model using multimedia was the implementation of experiments and discussions which was not maximum. Solution to overcome that problem is the teacher gives more guidance and maximizes experimental discussions activities. The conclusions of this research is the implementation of Quantum Teaching model using multimedia conducted with appropriate steps can improve natural science learning about the characteristics of light for the fifth grade students of SD Negeri 1 Kedungsari in academic year 2014/2015. Keywords: Quantum Teaching, multimedia, natural scienc

    The Use of Reciprocal Teaching by Using Leaflet in Improving Reading Comprehension Ability at the Fifth Grade Students of SD Negeri Tunjungseto in the Academic Year of 2014/2015

    Get PDF
    Abstract: The Use of Reciprocal Teaching by Using Leaflet in Improving Reading Comprehension Ability at the Fifth Grade Students of SD Negeri Tunjungseto in the Academic Year of 2014/2015. This study aims to describe the procedure of the use of reciprocal teaching by using leaflet in improving the reading comprehension ability at the fifth grade students of SD Negeri Tunjungseto, improve reading comprehension ability at the fifth grade students of SD Negeri Tunjungseto by implementing reciprocal teaching using leaflet. In every meeting, the researcher consisting of four steps: planning, implementation, observation and reflection. The subject of the research was 23 students of the fifth grade students of SD Negeri Tunjungseto The conclusion of this study shows that there is an increase in reading comprehension ability at the fifth grade students of SD Negeri Tunjungseto in the academic year of 2014/2015 after using reciprocal teaching by using leaflet. Keywords: reciprocal teaching, leaflet, reading comprehensio

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS TENTANG MASALAH SOSIAL UNTUK SISWA KELAS IV SDN 1 PEJAGOAN TAHUN AJARAN 2014/2015

    Get PDF
    ABSTRAKSigit Lusnanto. PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPS TENTANG MASALAH SOSIAL UNTUK SISWA KELAS IV SDN 1 PEJAGOAN TAHUN AJARAN 2014/2015. Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Mei 2015.Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan langkah-langkah penerapan model Problem Based Learning untuk meningkatkan pembelajaran IPS tentang masalah sosial untuk siswa kelas IV SDN 1 Pejagoan, (2) mendeskripsikan peningkatan pembelajaran IPS tentang masalah sosial melalui penerapan model Problem Based Learning untuk siswa kelas IV SDN 1 Pejagoan, dan (3) mendeskripsikan kendala dan solusi penerapan model Problem Based Learning untuk meningkatkan pembelajaran IPS tentang masalah sosial untuk siswa kelas IV SDN 1 Pejagoan.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 1 Pejagoan yang berjumlah 32 siswa. Data berasal dari siswa, teman sejawat, guru kelas IV, dan dokumen. Teknik pengumpulan data adalah dengan tes hasil belajar, wawancara, observasi, dan dokumen. Validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data menggunakan teknik analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Langkah model Problem Based Learning yang dapat meningkatkan hasil belajar IPS tentang masalah sosial kelas IV SDN 1 Pejagoan yang tepat yaitu: (a) orientasi masalah, (b) pengorganisasian belajar, (c) pembimbingan individual maupun kelompok, (d) penyajian hasil kerja atau diskusi, dan (e) analisis dan evaluasi proses pemecahan masalah; (2) Adanya peningkatan hasil belajar IPS tentang masalah sosial siswa kelas IV SDN 1 Pejagoan. Pada siklus I jumlah siswa yang tuntas adalah 60,93%, Siklus II menjadi 76,56%, dan siklus III menjadi 90,62%; dan (3) Kendala yang ditemui pada penggunaan model Pembelajaran Berbasis Masalah yaitu: (a) guru kurang menertibkan siswa, (b) guru kurang memotivasi siswa, (c) guru kurang aktif memandu siswa, (d) siswa kurang aktif dalam diskusi, (e) siswa kurang aktif dalam tanya jawab, dan (f) siswa tidak memperhatikan penjelasan guru. Solusi untuk mengatasi kendala tersebut (a) guru lebih menertibkan siswa, (b) guru memotivasi belajar siswa, (c) guru lebih aktif memandu kerja sama siswa, (d) guru membagi tugas diskusi kelompok, (e) guru memancing siswa untuk mengungkapkan pendapat, dan (f) guru melibatkan siswa dalam pembahasan materi. Kata kunci: Problem Based Learning, IPS, masalah sosial  ABSTRACTSigit Lusnanto. THE APPLICATION OF PROBLEM BASED LEARNING IN IMPROVING SOCIAL SCIENCE LEARNING ABOUT SOCIAL PROBLEM FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF SDN 1 PEJAGOAN IN THE ACADEMIC YEAR OF 2014/2015. Thesis, Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University of Surakarta. May 2015.The objectives for this research are (1) to describe the steps of the application of Problem Based Learning model to improve social science learning about social problem for the fourth grade students of SDN 1 Pejagoan, (2) to describe the improvement of social science learning about social problem by using Problem Based Learning model for the fourth grade students of SDN 1 Pejagoan, and (3) to describe problems and solutions in the application of Problem Based Learning model in improving social science learning about social problem for the fourth grade students of SDN 1 Pejagoan.This research is collaborative Classroom Action Research (CAR). This research implemented within three cycles and each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection. Subjects of this research were 32 students in the fourth grade of SDN 1 Pejagoan. Sources of data were derived from students, classmates, teachers, and documents. Techniques of collecting data were test, interview, observation, and document. Validity of data used triangulation of technique and sources. Data were analyzed using qualitative and quantitative data, namely data reduction, data display, and drawing conclusion or verification.The results of this research show that (1) the steps of Problem Based Learning model can improve social science learning outcomes about social problem for the fourth grade students of SDN 1 Pejagoan if implemented by appropriate steps, namely: (a) problem orientation, (b) study organization, (c) guidance in individual or team, (d) presenting result or discussion, and (e) analyzing and evaluating of problem solving process; (2) the application of Problem Based Learning model can improve social science learning outcomes for the fourth grade students of SDN 1 Pejagoan. It was proved by the increase of learning outcomes in each cycles. Passing grade percentage of students result in the first cycle was 60.93%, in the second cycle was 75.56%, and in the third cycles was 90.62%; and (3) the problems found in the application of Problem Based Learning model, namely: (a) the teacher did not ask the students to be discipline, (b) the teacher lack in motivating the students, (c) the teacher did not lead students, (d) the students were passive in discussion, (e) the students were passive in question and answer, and (f) the students did not concern in teacher’s explanation. Solutions to solve these problems, namely: (a) the teacher ask the students to be discipline, (b) the teacher have to motivate the students to study, (c) the teacher should be more active in leading students’ team work, (d) the teacher provides tasks for team discussion, (e) the teacher asks students to reveal their opinion, and (f) the teacher involves students in material discussion.  Keywords: Problem Based Learning, social science, social proble

    PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN PADA SISWA KELAS IV SDN KALIHARJO TAHUN AJARAN 2014/2015

    Get PDF
    PENGGUNAAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT DENGAN MEDIA GRAFIS DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARANGAN PADA SISWA KELAS IV SDN KALIHARJO TAHUN AJARAN 2014/2015 Oleh: Kenia Alfiani 1, H. Setyo Budi 2, Imam Suyanto 3 PGSD FKIP UNS Surakarta Jl Kepodang 67 A Panjer Kebumen e-mail: [email protected] 1 Mahasiswa PGSD FKIP UNS, 2, 3 Dosen PGSD FKIP UNS Abstract: The Implementation of Cooperative Script Model using Graphics Media in Improving Writing Skills for The Fourth Grade Students of SDN Kaliharjo in the Academic Year 2014/2015. The objectives of this research are: (1) to describe the implementation of Cooperative Script model using graphic media; (2) to improve essay writing skills; and (3) to identify problems and solutions in implementing Cooperative Script model using graphical media in improving essay writing skills. This research is collaborative Classroom Action Research (CAR) which carried out within three cycles. Subject of the research is the fourth grade students of SDN Kaliharjo, totaling 22 students (7 male and 15 female). The conclusion of this research is the implementation of Cooperative Script model using graphic media can improve essay writing skills for the fourth grade students of SDN Kaliharjo in the academic year of 2014/2015. Keyword: Cooperative Script, graphic media, writing skills Abstrak: Penggunaan Model Cooperative Script dengan Media Grafis dalam Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan pada Siswa Kelas IV SDN Kaliharjo Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan model Cooperative Script dengan media grafis, meningkatkan keterampilan menulis karangan, serta mendeskripsikan kendala dan solusi penggunaan model Cooperative SCript dengan media grafis. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaborasi yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN Kaliharjo yang berjumlah 22 siswa terdiri dari 7 laki-laki dan 15 perempuan. Simpulan penelitian ini adalah penggunaan model Cooperative Script dengan media grafis dapat meningkatkan keterampilan menulis karangan bagi siswa kelas IV SDN Kaliharjo tahun ajaran 2014/2015. Kata Kunci: Cooperative Script, media grafis, keterampilan menulis PENDAHULUAN Pembelajaran bahasa merupakan dasar dari berbagai ilmu pengetahuan, karena bahasa merupakan alat untuk komunikasi. Bahasa juga merupakan alat ekspresi diri sekaligus merupakan alat untuk menunjukkan identitas diri. Nida (1957); Harris (1977); dan Tarigan (1981) dalam buku Tarigan (2008: 1) mengemukakan bahwa kete-rampilan berbahasa mempunyai empat komponen, yaitu keterampilan menyi-mak (listening skills), keterampilan berbicara (speaking skills), keterampil-an membaca (reading skills), kete-rampilan menulis (writing skills). Me-nulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain (Tarigan, 2008: 3). Berdasarkan informasi yang diperoleh dari guru kelas IV SDN Kaliharjo, kemampuan menulis karang-an kelas IV masih rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai siswa dalam menulis khususnya menulis sebuah ka-rangan dari 22 siswa yang mencapai batas ketuntasan minimal hanya 9 siswa dari kriteria ketuntasan minimal 75 atau jumlah siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal hanya 40,90% dengan nilai rata-rata kelas 61,25. Dari data tersebut dapat digali berbagai permasalahan yang terjadi dari lemahnya keterampilan menulis karangan pada siswa kelas IV SDN Kaliharjo tahun ajaran 2014/2015. Masalah yang ada berawal dari le-mahnya motivasi siswa dalam menulis karangan. Hal ini, dipengaruhi oleh ga-ya mengajar guru, model pem-belajaran yang monoton, dan tidak ada-nya penggunaan media secara mak-simal yang dapat memudahkan siswa dalam menulis karangan. Salah satu model dan media yang digunakan adalah penggunaan model Cooperative Script dengan media gra-fis. Dengan penggunaan model Coo-perative Script dengan media grafis dalam pembelajaran diharapkan dapat membantu meningkatkan imajinasi sis-wa dalam menuangkan ide dan ga-gasannya pada sebuah karangan. Karena melalui media grafis sekiranya dapat memancing ide serta imajinasi siswa dalam mengarang sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Menurut Lambiottte ,dkk. (Huda, 2013 : 213), "Cooperative Script adalah salah satu strategi pembelajaran di mana siswa bekerja secara ber-pasangan dan bergantian secara lisan dalam mengikhtisarkan bagian-bagian materi yang dipelajari. Strategi ini di-tujukan untuk membantu siswa berpikir secara sistermatis dan berkonsentrasi pada materi pelajaran. Siswa juga dilatih untuk bekerja sama satu sama lain dalam suasana yang menyenang-kan. Cooperative Script juga me-mungkinkan siswa untuk menemukan ide-ide pokok dari gagasan besar yang disampaikan oleh guru". Pembelajaran lebih menarik dan siswa menjadi lebih mudah dalam me-nerima informasi dari guru jika meng-gunakan media. Arsyad (2011: 3) menjelaskan bahwa "media dalam pro-ses belajar mengajar diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elek-tronik untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi vi-sual atau verbal". Media atau alat pe-raga akan memudahkan guru dalam menyampaikan suatu materi pem-belajaran, selain itu media juga dapat memberikan daya tarik terhadap siswa untuk memperhatikan dan memahami materi, sehingga siswa akan lebih mudah menerima dan memahami mate-ri yang disampaikan guru. Media grafis menurut Daryanto (2013) adalah suatu penyajian secara visual yang menggunakan titik-titik, garis-garis, gambar-gambar, tulisan-tu-lisan, atau simbol visual yang lain de-ngan maksud untuk mengihtisarkan, menggambarkan, dan merangkum suatu ide, data, atau kejadian. Penggunaan model Cooperative Script dengan media grafis dalam pe-ningkatan keterampilan menulis ka-rangan bagi siswa kelas IV SDN Kaliharjo dapat dilakukan dengan lang-kah-langkah yaitu (1) guru membagi siswa untuk berkelompok secara berpasangan dengan menyiapkan me-dia grafis; (2) guru menjelaskan materi menggunakan media grafis serta mem-bagikan wacana/materi tiap siswa un-tuk dibaca lalu membuat karangan; (3) guru memusatkan perhatian siswa ter-hadap media grafis dengan menetap-kan siapa yang berperan sebagai pem-bicara dan siapa yang berperan se-bagai pendengar; (4) pembaca mem-bacakan karangannya sementara pen-dengar menyimak/ mengoreksi/ me-lengkapi karangan; (5) siswa bertukar peran; (6) siswa melakukan kegiatan sesuai langkah keempat; (7) guru bersama siswa merumuskan kesim-pulan pembelajaran; (8) penutup.. Tujuan penelitian ini yaitu un-tuk: (1) mendeskripsikan penggunaan model Cooperative Script dengan me-dia grafis dalam peningkatan keteram-pilan menulis karangan pada siswa kelas IV SDN Kaliharjo Tahun Ajaran 2014/2015 (2) meningkatkan keteram-pilan menulis karangan melalui model Cooperative Script dengan media grafis pada siswa kelas IV SDN Kaliharjo Ta-hun Ajaran 2014/2015, (3) meng-identifikasi kendala dan solusi peng-gunaan model Cooperative Script dengan media grafis dalam peningkatan keterampilan menulis karangan pada siswa kelas IV SDN Kaliharjo Tahun Ajaran 2014/2015. METODE PENELITIAN Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN Kaliharjo pada semester II tahun ajaran 2014/2015, yakni bulan Februari 2015 sampai de-ngan bulan April 2015. Subjek peneli-tian ini adalah siswa kelas IV SDN Kaliharjo tahun ajaran 2014/ 2015 yang berjumlah 22 siswa terdiri atas 7 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Sumber data dari penelitian ini adalah siswa, guru kelas IV dan teman seja-wat. Sedangkan alat pengumpulan data menggunakan lembar tes, lembar ob-servasi, dan pedoman wawancara. Validitas penelitian ini meng-gunakan triangulasi teknik pengumpul-an data dan sumber data. Triangulasi teknik pengumpulan data ini dilakukan dengan teknik tes, teknik wawancara, dan observasi. Sedangkan triangulasi sumber data didasarkan pada sudut pandang guru kelas IV, siswa dan te-man sejawat. Triangulasi sumber di-lakukan dengan pengecekan kembali data yang telah diperoleh melalui ke-tiga sumber tersebut untuk menarik kesimpulan tentang hasil tindakan. Dalam penelitian tindakan kelas ini, peneliti menggunakan dua macam teknik analisis data, yaitu analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Data kuantitatif (nilai hasil belajar sis-wa dan hasil skor dari observasi) yang dapat dianalisis secara deskriptif. Peneliti menggunakan analisis statistik deskriptif. Data yang didapat berupa angka-angka nilai atau persentase tin-dakan, yang dijadikan indikator pelak-sanaan tindakan. Data kualitatif berupa informasi gambaran tentang pelaksanaan lang-kah-langkah penggunaan model Coo-perative Script dengan media grafis. Data kualitatif berupa hasil wawan-cara. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif meliputi 3 alur kegiatan yang terjadi secara ber-samaan dan terus menerus selama dan setelah pengumpulan data. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Sugiyon

    PENERAPAN PENDEKATAN SAVI DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS II SDN 7 KUTOSARI TAHUN AJARAN 2014/2015

    Get PDF
    PENERAPAN PENDEKATAN SAVI DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS II SDN 7 KUTOSARI TAHUN AJARAN 2014/2015 Oleh: Uswatun Khasanah1, Imam Suyanto2, H. Setyo Budi3 PGSD FKIP UNS Surakarta Jl Kepodang 67 A Panjer Kebumen e-mail: [email protected] 1 Mahasiswa PGSD FKIP UNS, 2, 3 Dosen PGSD FKIP UNS Abstract: The Implementation of SAVI Approach Using Concrete Media in Improving Mathematics Learning for the Second Grade Students of SDN 7 Kutosari In The Academic Year of 2014/2015. The objectives of this study are to (1) describe the steps of the implementation of SAVI approach using concrete media; (2) improving Mathematics learning about two-dimensional shape; (3) to describe problems and solutions in the implementation of SAVI approach using concrete media. This study is a collaborative Classroom Action Research (CAR) conducted within three cycles. Subjects in this study were all students of second grade in SDN 7 Kutosari in the academic year of 2014/2015, totaling 36 students. The conclusion of this study are the implementation of SAVI approach using concrete media can improve Mathematics learning for the second grade students of SDN 7 Kutosari. Keyword: SAVI approach, the concrete media, mathematics learning Abstrak: Penenerapan Pendekatan SAVI dengan Media Konkret dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika pada Siswa Kelas II SDN 7 Kutosari Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan pendekatan SAVI dengan media konkret, meningkatkan pembelajaran Matematika tentang bangun datar, dan mendeskripsikan kendala dan solusi penerapan pendekatan SAVI dengan media konkret. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaborasi yang dilakukan selama 3 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SDN 7 Kutosari berjumlah 36 siswa. Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan pendekatan SAVI dengan media konkret dapat meningkatkan pembelajaran Matematika siswa kelas II SDN 7 Kutosari. Kata Kunci: pendekatan SAVI, media konkret, pembelajaran Matematika PENDAHULUAN Mata pelajaran di sekolah dasar salah satunya Matematika adalah suatu bidang ilmu yang merupakan alat pikir, berkomunikasi, alat untuk memecahkan berbagai persoalan praktis, yang unsur-unsurnya logika dan intuisi, analisis dan kontruksi, dan mempunyai cabang-cabang antara lain aritmetika, aljabar, geometri, dan analisis (Uno, 2009: 109). Melalui mata pelajaran Ma-tematika, siswa diharapkan mampu menguasai dan mencipta teknologi di masa depan , sehingga diperlukan penguasaan Matematika yang kuat sejak dini (Ibrahim dan Suparni, 2012: 35). Oleh karena itu, mata pelajaran Matematika dinilai sebagai mata pelajaran yang sangat penting. Berdasarkan observasi awal yang dilakukan di SDN 7 Kutosari, jumlah siswa kelas II adalah 36 anak, diperoleh data bahwa siswa masih kesulitan dalam pengerjaan soal Matematika pada pemahaman konsep dasar. Nilai hasil belajar siswa masih ada yang di bawah KKM sekitar 55,5% dari jumlah siswa. Hal ini disebabkan karena: (1) guru belum menerapkan pendekatan pembelajaran yang tepat, (2) penggunaan media pembelajaran yang kurang menarik minat siswa, (3) siswa menganggap pelajaran Ma-tematika itu sulit dan membosankan. Perlu adanya pendekatan yang inovatif untuk mendukung proses pembelajaran Matematika. Salah satu pendekatan pembelajaran yang dapat mendukung pembelajaran Matematika adalah pendekatan SAVI. Dengan adanya penerapan pendekatan tersebut siswa akan lebih aktif, kreatif, tidak cepat bosan, dapat berfikir secara ilmiah dan menghasilkan pembelajaran yang lebih bermakna. Pendekatan SAVI adalah pen-dekatan pembelajaran yang me-nekankan bahwa belajar haruslah memanfaatkan semua alat indera yang dimiliki siswa. SAVI merupakan ke-pendekan dari; yang bermakna gerakan tubuh (hands-on, aktivitas fisik) di mana belajar dengan mengalami dan melakukan; yang bermakna bahwa belajar haruslah dengan melalui mendengarkan, menyimak, berbicara, presentasi, argumentasi, me-ngemukakan pendapat, dan me-nanggapi; yang bermakna belajar ha-ruslah menggunakan indera mata melalui mengamati, menggambar, mendemonstrasikan, membaca, meng-gunakan media dan alat peraga; dan intelektual yang bermakna bahwa belajar harus menggunakan ke-mampuan berfikir, belajar haruslah dengan konsentrasi pikiran dan berlatih menggunakannya melalui bernalar, me-nyelidiki, mengidentifikasi, me-nemukan, mencipta, memecahkan masalah, dan menerapkan (Suyatno, 2012: 65). Media konkret dapat berupa media benda nyata ataupun benda asli, benda nyata adalah benda yang dapat dilihat, didengar atau dialami oleh siswa sehingga memberikan pe-ngalaman langsung kepada mereka (Asyhar, 2011: 54). Berdasarkan uraian tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) bagaimanakah langkah-langkah yang tepat penerapan pen-dekatan SAVI dengan media konkret dalam peningkatan pembelajaran Matematika tentang bangun datar pada siswa kelas II SDN 7 Kutosari Tahun Ajaran 2014/2015?, (2) apakah pen-dekatan SAVI dengan media konkret dapat meningkatkan pembelajaran Ma-tematika tentang bangun datar pada siswa kelas II SDN 7 Kutosari Tahun Ajaran 2014/2015?, (3) apa kendala dan solusi penerapan pendekatan SAVI dengan media konkret dalam pen-ingkatan pembelajaran Matematika tentang bangun datar pada siswa kelas II SDN 7 Kutosari Tahun Ajaran 2014/2015?. Tujuan penelitain ini adalah: (1) mendeskripsikan penerapan pendekatan SAVI dengan media konkret dalam peningkatan pembelajaran Matematika kelas II SD, (2) meningkatkan hasil belajar Matematika siswa kelas II SD melalui penerapan penerapan pen-dekatan SAVI dengan media konkret, (3) mendeskripsikan kendala dan solusi yang dihadapi dalam penerapan pen-dekatan SAVI dengan media konkret dalam peningkatan pembelajaran Ma-tematika siswa kelas II SD. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di kelas II SDN 7 Kutosari dengan jumlah siswa 36 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Januari sampai Juni 2015. Sumber data pada penelitian ini berasal dari siswa kelas II, guru, peneliti, teman sejawat, dan dokumen. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumen, dan tes. Alat pengumpulan data berupa instrumen observasi, pedoman wa-wancara, dan soal tes evaluasi. Uji validitas dilakukan dengan teknik triangulasi. Triangulasi adalah proses memastikan sesuatu (getting a ‘fix’) dari berbagai sudut pandang (Arikunto, Suharjono, dan Supardi, 2010: 128-129). Teknik triangulasi yang digunakan adalah triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Kolaborasi yang dilaksanakan dalam 3 siklus dengan prosedur perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada proses pembelajaran ini guru akan menerapkan pendekatan SAVI dengan media konkret. Kegiatan inti terdiri dari eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Kegiatan inti ini mengacu pada kegiatan eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, dimana dalam kegiatan eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi diterapkan pendekatan SAVI dengan media konkret. Langkah-langkah pem-belajaran menerpakan pendekatan SAVI dengan media konkret terdiri dari: (1) tahap persiapan; (2) tahap pe-nyampaian; (3) tahap pelatihan; dan (4) tahap penampilan hasil. Penelitian melalui penerapan pendekatan SAVI dengan media kon-kret terhadap pembelajaran Matematika tentang bangun datar dilaksanakan dalam 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan, dengan alokasi waktu 2x35 menit setiap pertemuan. Berikut adalah data rerata hasil observasi terhadap guru terkait penerapan pen-dekatan SAVI dengan media konkret dalam pembelajaran Matematika pada siklus I, II, dan III: Tabel 1 Perbandingan Penerapan Pendekatan SAVI dengan Media Konkret terhadap Guru Siklus Rerata % I 3,06 77,11 II 3,57 89,38 III 3,63 91,25 Berdasarkan tabel 1 di-simpulkan bahwa penerapan pen-dekatan SAVI dengan media konkret pada proses pembelajaran Matematika terhadap guru mengalami peningkatan setiap siklusnya. Diketahui berdasarkan data, siklus I mendapat skor rerata 3,06 dengan persentase 77,11%. Pada siklus II terjadi pningkatan skor rerata menjadi 3,57 dengan kenaikan per-sentase sebesar 12,27% menjadi 89,38%. Sedangkan, pada siklus III terjadi peningkatan skor rerata menjadi 3,63 dengan kenaikan persentase sebesar 1,87% menjadi 91,25%. Berikut adalah hasil observasi langkah penerapan pendekatan SAVI dengan media konkret pada pem-belajaran Matematika terhadap siswa pada siklus I, II, dan III: Tabel 2 Perbandingan Penerapan Pendekatan SAVI dengan Media Konkret terhadap Siswa Siklus Rerata % I 2,92 73,75 II 3,45 86,57 III 3,64 91,57 Berdasarkan tabel 1 di-simpulkan bahwa penerapan pen-dekatan SAVI dengan media konkret pada proses pembelajaran Matematika terhadap siswa mengalami peningkatan setiap siklusnya. Diketahui berdasarkan data, siklus I mendapat skor rerata 2,9

    665

    full texts

    716

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇