KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN
Not a member yet
716 research outputs found
Sort by
THE USE OF COOPERATIVE MODEL TYPE SCRIPT WITH IMAGE MEDIA IN IMPROVING SOCIAL SCIENCE LEARNING FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI SUMINGKIR 01 IN ACADEMIC YEAR 2014/2015
Abstract: THE USE OF COOPERATIVE MODEL TYPE SCRIPT WITH IMAGE MEDIA IN IMPROVING SOCIAL SCIENCE LEARNING FOR THE FOURTH GRADE STUDENTS OF SD NEGERI SUMINGKIR 01 IN ACADEMIC YEAR 2014/2015. The objectives of this research iis to improve students’ learning outcomes of social science learning by using Cooperative model type Script with image media. This research was conducted in three cycles. Each cycle consisted of the planning, implementation, observation, and reflection. The results of this research is the increase process and student learning outcomes. The subjects were fourth grade students of SD Negeri Sumingkir 01. Data was collected using tests and non-test techniques. The validity of the data was analyzed using triangulation of sources and triangulation of techniques. Conclusion of research is the use of Cooperative model type Script can improve students’ learning outcomes of social science. Keywords: Cooperative Script, social science learning, image media
The Using of Open Ended Learning Model with Multimedia in Improving Natural Science Learning about Energy and Change at Fourth Grade Students of SDN 3 Selang in the Academic Year of 2014/2015
Abstract: The Using of Open Ended Learning Model with Multimedia in Improving Natural Science Learning about Energy and Change at Fourth Grade Students of SDN 3 Selang in the Academic Year of 2014/2015. This research aims to: describe the steps of Open Ended Learning model with multimedia, improve natural science learning by applying Open Ended Learning model with multimedia, find problems and solutions in the using of Open Ended Learning model with multimedia. This collaborative Classroom Action Research (CAR) conducted in three cycles. The subjects of this research were 21 students of the fourth grade in SDN 3 Selang. The conclusion is the using of Open Ended Learning model with multimedia implemented with appropriate steps can improve natural science learning about energy and change at fourth grade students of SDN 3 Selang in the academic year of 2014/2015. Keywords: Open Ended Learning Models, Multimedia, Learning, Natural Science
The Application of Collaborative Model of Predict Observe Explain (POE) Technique with Concrete Media in Improving Natural Science Learning of the Fifth Grade of SDN 2 Kemangguan
The objectives of this research are: (1) to describe the application of collaborative model of POE technique with concrete media and (2) improve Natural Science learning. This research is a collaborative Class Action Research (CAR) that was conducted in three cycles. Subject of this research are fifth grade students of SDN 2 Kemangguan in academic year of 2014/2015 totalling 38 students. The results show that: (1) the application of collaborative model of POE technique with concrete media has been carried out through six steps, namely: (a) giving orientation and motivation; (b) introducing of experiment; (c) determination of prediction; (d) implementation of observation with concrete media; (e) explanation; and (f) follow up and (2) the application of collaborative model of POE technique with concrete media can improve Natural Science learning. Keywords: POE, concrete media, learning, Natural Scienc
PENERAPAN MODEL VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTHETIC (VAK) DENGAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BANGUN RUANG PADA SISWA KELAS V SDN 2 TAMANWINANGUN TAHUN AJARAN 2014/2015
PENERAPAN MODEL VISUALIZATION, AUDITORY, KINESTHETIC (VAK) DENGAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BANGUN RUANG
PADA SISWA KELAS V SDN 2 TAMANWINANGUN
TAHUN AJARAN 2014/2015
Oleh:
Hartika Pratiwi1, Kartika Chrysti Suryandari2, Wahyudi3
PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta
e-mail: [email protected]
1 Mahasiswa PGSD FKIP UNS, 2, 3 Dosen PGSD FKIP UNS
Abstract: The Implementation Of Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) Model With Multimedia In Improving Mathematic Learning About Geometry at The Fifth Grade Students Of SDN 2 Tamanwinangun In The Academic Year Of 2014/2015. The aim of this research are: (1) to describe the steps of VAK model with multimedia, (2) to describe the improve Mathematics learning about geometry by using VAK model with multimedia. This research is collaborative Classroom Action Research (CAR) conducted in three cycles or 6 meetings. Subject in this research were 34 students of the fifth grade in SDN 2 Tamanwinangun. The results of this research show that: (1) the implementation of VAK model using multimedia implemented with following steps: (a) preparation with multimedia,(b) delivery with multimedia, (c) coaching with multimedia, (d) result delivery with multimedia; (2) the implementation of VAK with multimedia can improve mathematic learning.
Keywords: Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK), Multimedia, Mathematic
Abstrak: Penerapan Model Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) Dengan Multimedia Untuk Meningkatkan Pembelajaran Matematika Tentang Bangun Ruang Pada Siswa Kelas V SDN 2 Tamanwinangun Tahun Ajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran menggunakan model VAK dengan multimedia, (2) mendeskripsikan peningkatan pembelajaran matematika tentang bangun ruang melalui penerapan model VAK dengan multimedia. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan selama 3 siklus, atau 6 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Tamanwinangun yang berjumalah 34 siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) penerapan model VAK dengan multimedia dilaksanakan dengan langkah-langkah: (a) persiapan dengan multimedia, (b) penyampaian dengan multimedia, (c) pelatihan dengan multimedia, (d) penyampaian hasil dengan multimedia; (2) penerapan model VAK dengan multimedia telah terbukti dapat meningkatkan pembelajaran matematika.
Kata Kunci: Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK), Multimedia, Matematika
PENDAHULUAN
Pendidikan adalah suatu proses pembentukan kecakapan-kecakapan dasar baik secara intelek-tual maupun emosional. Melalui pen-didikan, siswa akan mengetahui ber-bagai ilmu pengetahuan yang luas yang akan membawa mereka menuju masa depan. Terdapat berbagai ilmu pengetahuan yang harus diketaui siswa, salah satu ilmu pengetahuan yang harus kuasai siswa adalah ilmu tentang perhitungan atau matematika.
Matematika merupakan ilmu tentang berbagai bilangan yang me-miliki pola tertentu, penggunaan, dan beberapa pembuktian yang logis untuk menyelesaikan masalah me-ngenai bilangan. Matematika men-jadi sangat penting karena keeratanya dengan kehidupan.
Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan di kelas V SDN 2 Tamanwinangun yang telah di-lakukan, ditemukan bahwa siswa kelas V masih mengalami kesulitan dalam memahami dan mengingat konsep matematika. Motivasi belajar matematika mereka juga rendah karena anggapan mereka bahwa matematika itu sulit. Hal ini terjadi karena pembelajaran matematika belum dikemas menjadi pembelajar-an yang menarik, menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik siswa.
Proses pembelajaran yang kurang menarik dan menyenangkan akan berpengaruh pada hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil pre test matematika di kelas V, diketahui nilai rata-rata yang diperoleh adalah 49,82. Nilai rata-rata ini masih jauh dibawah KKM yang ditetapkan oleh sekolah yaitu 70 untuk matematika. Oleh karena itu, guru hendaknya dapat menciptakan pembelajaran yang menarik, menyenangkan, dan sesuai karakteristik siswa.
Salah satu model pembelajar-an yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi dan pe-mahaman siswa adalah model Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK), model ini juga menitik beratkan pada karakteristik gaya belajar siswa. Penggabungan antara model VAK dengan multimedia akan memudahkan siswa dalam mempela- jari hal yang masih abstrak bagi mereka menjadi hal yang dapat mereka konstruksikan dalam pikiran mereka.
De Porter dkk dalam Shodiqoh (2014: 10), pembelajaran VAK merupakan pembelajaran yang difokuskan pada pemberian pe-ngalaman belajar secara langsung (direct experience) dan menyenang-kan menggunakan cara belajar dengan melihat (visual), belajar dengan mendengar (auditory), dan belajar dengan bergerak serta emosi (Kinesthetic). Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh M.H. D, Sapti. M. dan Astuti. E, dengan menerapkan model VAK dapat me-ningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV SDN Loano.
Menurut Brown (dalam Galakjani, 2012: 105) berpendapat “learning styles as the manner in which individuals perceive and process information in learning situations” yaitu gaya belajar sebagai cara yang individu menerima dan memproses informasi dalam situasi belajar. Miftahul Huda (2013: 278-288) mengidentifikasi ketiga gaya belajar yaitu: gaya belajar visual (dengan melihat), gaya belajar auditory (dengan mendengar), gaya kelajar kinesthetic (dengan bergerak).
Shoimin (2014:227-228) me-nerangkan bahwa langkah model VAK memiliki 4 langkah, yaitu: (1) tahap persiapan (kegiatan pendahulu-an), (2) tahap penyampaian (kegiatan inti pada eksplorasi), (3) tahap pe-latihan (kegiatan inti pada elaborasi), (4) tahap penampilan hasil (kegiatan inti pada konfirmasi). Menurut Jang Hyuanita (2012), langkah model VAK terdiri dari 2 tahap, yaitu: (1) persiapan, (2) Presentasi kelas.
Mayer (dalam Yueh, Lin, Huang, dan Sheen, 2012: 348) berpendapat “Multimedia teaching integrates verbal material, such as printed and spoken text, and visual material, such as pictures, graphs, photos, and dynamic graphics” yakni pengajaran multimedia mengin-tegrasikan materi verbal, seperti teks dicetak dan berbicara, dan materi visual, seperti gambar, grafik, foto, dan grafis dinamis. Munir (2013: 6) berpendapat bahwa kelebihan multi-media antara lain: (a) menggunakan gabungan beberapa media dalam penggunaannya, (b) dapat me-nyajikan informasi lebih up to date, mendalam dan banyak, (c) bersifat multi-sensorik karena banyak me-rangsang indra, (d) dapat menarik perhatian dan minat karena meru-pakan gabungan dari pandangan, suara dan gerakan, (e) merupakan media alternatif dalam penyampaian pesan yang diperkuat teks, gambar, video, dan animasi, (f) meningkatkan kualitas penyampaian, (g) bersifat in-teraktif diantara pengguna multi-media (guru dan siswa).
Multimedia dalam penelitian ini akan digunakan dari awal hingga akhir pembelajaran, multimedia yang digunakan bukan hanya multimedia slide berisi teks, namun peneliti juga mengombinasikanya dengan gambar, video dan musik. Multimedia ini selain sebagai penyampai pesan juga akan menjadi pemusat perhatian siswa.
Mengacu pada uraian diatas, maka di dapat rumusan masalah sebagai berikut: (1) Bagaimanakah penerapan model VAK dengan multi-media? dan (2) Apakah penerapan model VAK dengan multimedia dapat meningkatkan pembelajaran matema-tika tentang bangun ruang?
Tujuan penelitian ini yaitu: (1) mendeskripsikan penerapan mo-del VAK dengan multimedia, dan (2) meningkatkan pembelajaran mate-matika tentang bangun ruang dengan penerapan model VAK dengan multi-media.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan di kelas V SDN 2 Tamanwinangun yang berlokasi di Jalan Kejayan nomor 1 Tamanwinangun Kecamat-an Kebumen. Penelitian ini dilaku-kan pada semester 2 tahun ajaran 2014/2015. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V dengan jumlah 34 siswa yang terdiri dari 17 putra dan 17 putri.
Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes yang berupa tes pre test dan tes evaluasi, serta teknik non tes, yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumen. Analisis data yang dilaku-kan oleh peneliti setelah terkumpul data adalah tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesim-pulan.
Penelitian ini dilakukan oleh guru kelas V yang dibantu oleh peneliti. Peneliti juga dibantu oleh 3 orang observer yang merupakan teman sejawat dari peneliti.
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif. PTK ini dilakukan me-lalui empat tahapan yaitu: (1) tahap perencana-an, (2) tahap pelaksanaan, (3) tahap observasi, (4) tahap refleksi. Penelitian ini akan dilak-sanakan selama tiga siklus dengan setiap siklus terdiri dari dua pertemu-an.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan penerapan model Visualization, Auditory, Kinesthetic (VAK) dengan multimedia pada pembelajaran matematika tentang bangun ruang memiliki empat langkah yaitu: (1) persiapan dengan multimedia
PENERAPAN METODE COURSE REVIEW HORAY (CRH)DENGAN MEDIA BENDA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS V SDN TANJUNGMERU TAHUN AJARAN 2014/2015
Abstract:Application of Course Review Horay (CRH) Metode with Concret Media in Mathematics Learning Improvement for the 5thGrade Students in SDN Tanjungmeru Academic Year 2014/2015.The objectives of this research are:to describe the steps of the implementation of Course Review Horay method using concrete media,improve the learning of Mathematics about characteristic geometry for fifth grade. This research is a Collaborative Classroom Action Research conducted in three cycles with phases of planning, implementation, observation, and reflection. Subject of the research were all students fifth grade students in SDN Tanjungmeru in academic year 2014/2015 consisting of 25 students. The sources of data were obtained from students, teachers, observers, and document. The data collection technique is to test the results of learning, observation, interview, and documentation.Conclusionof this research areimplementation of Course Review Horay method using concrete media can improve Mathematics learning about characteristic geometryfor the fifth grade students in SDN Tanjungmeru. Keyword: course review horaymetode, concret media, mathematics learning Abstrak: Penerapan Metode Course Review Horay (CRH) dengan Media Benda Konkret dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika pada Siswa Kelas V SDN Tanjungmeru Tahun Ajaran 2014/2015.Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan langkah-langkah metode Course Review Horay (CRH) dengan media benda konkret, Peningkatan pembelajaran Matematika tentang sifat, jaring-jaring, dan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan bangun ruang pada siswa kelas V. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif dilaksanakan dalam 3 siklus dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, refleksi.Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VSDN Tanjungmeru berjumlah 25 siswa.Teknik pengumpulan data adalah dengan tes hasil belajar, observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi.Kesimpulan penelitian ini adalah penerapan metodeCourse Review Horay (CRH) denganmedia benda konkretdapat meningkatkan pembelajaran Matematika siswa kelas V SDN Tanjungmeru. Kata Kunci: metode course review horay, media benda konkret, pembelajaran Matematik
PENERAPAN METODE GROUP INVESTIGATION DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS V SDN 3 DOROWATI TAHUN AJARAN 2014/2015
Abstract: Application of Group Investigation Method with Concrete Media in Improving Natural Science in 5th Grade Students of Elementary School. The objectives of the research are: to describe the steps of model Group Investigation type using media concrete, to improve Natural Science learning, and to describe its problems and solutions. This research is a collaborative Classroom Action Research (CAR) conducted in three cycles. Each cycle consisted of planning, implementation, observation, and reflection. Subjects of this research were 20 fifth grade students of SDN 3 Dorowati. The results of the research show that the application of Group Investigation method using concrete media that implemented with appropriate procedure can improve Natural Science learning for the five grade students. Keywords: Group Investigation, concrete media, Natural Science Abstrak: Penerapan Metode Group Investigation dengan Media Konkret dalam Peningkatan Pembelajaran IPA pada Siswa Kelas V SD. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan langkah-langkah penerapan metode Group Investigation dengan media konkret, meningkatkan pembelajaran IPA, dan mendeskripsikan kendala serta solusinya. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) kolaboratif dengan tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas V SDN 3 Dorowati dengan jumlah 20 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Group Investigation dengan media konkret yang dilaksanakan sesuai langkah yang tepat dapat meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD. Kata Kunci: Group Investigation, media konkret, pembelajaran IPA
PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD DALAM PEMBELAJARAN TENTANG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SDN 3 WONOKROMO KECAMATAN ALIAN TAHUN AJARAN 2014/2015
ABSTRAK Afif Wicaksono. X7210003. “PENERAPAN COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD DALAM PEMBELAJARAN TENTANG PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT PADA SISWA KELAS IV SDN 3 WONOKROMO KECAMATAN ALIAN TAHUN AJARAN 2014/2015” Skripsi. Kebumen: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2015.Tujuan Penelitian ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran cooperative learning tipe STAD dalam pembelajaran Matematika; (2) Untuk meningkatkan hasil belajar matematika tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat; (3) Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan penerapan pembelajaran coopertive learning tipe STAD pada pembelajaran matematika tentang penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat pada siswa kelas IV SDN 3 Wonokromo Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen Tahun Ajaran 2014/ 2015.Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak tiga siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 3 Wonokromo yang berjumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, dan dokumentasi..Hasil penelitian: (1) Langkah-langkah yang benar dalam Penerapan cooperative learning tipe STAD yaitu: (a) Penyampaian tujuan; (b) Pembagian kelompok; (c) Presentasi dari guru (d) Kegiatan belajar dalam tim;(e) Kuis (f) Penghargaan tim. (2) Penerapan cooperative learning STAD dapat meningkatkan hasil belajar ditunjukkan dengan ketuntasan belajar siswa pada siklus I 33,33%,, siklus II menjadi 75,24%, dan siklus III 95,25%. (3) Kelebihan dan kelemahan penerapan pembelajaran coopertive learning tipe STAD yaitu kelebihan; (a) siswa berlatih bekerja sama, (b) siswa aktif membantu dan memotivasi anatar teman, (c) meningkatkan kemampuan komunikasi dan hubungan sosial siswa, (d) berlatih berpendapat, dan (e) dapat melatih mandiri, kreativitas, dan tanggung jawab siswa. Kelemahan yaitu (a) membutuhkan waktu yang lama untuk menyesuaikan siswa dengan teman-teman dan lingkungan belajarnya, (b) siswa pandai mendominasi kegiatan belajar dalam kelompok, dan (c) membutuhkan kemampuan guru yang terampil. Kata Kunci:, Pembelajaran Matematika, cooperative learning STAD ABSTRACTAfif Wicaksono. X7210003. APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING TIPE STAD TO IMPROVE MATHEMATIC LEARNING ABOUT FRACTIONAL FOR STUDENTS GRADE V SDN 1 BOJONGSARI PERIOD 2014/2015. Thesis. Kebumen: Teacher Training and Education Faculty, Sebelas Maret University, July 2015.The purpose of this research are (1) to describe steps implementation of Cooperative Learning Tipe STAD (2) analyze the increasing of addition and subtraction of integers (3) To know the strengths and weaknesses of the application of learning coopertive STAD learning on mathematics learning about addition and subtraction of integers in class IV SDN 3 Wonokromo Alian Kebumen District of School Year 2014/2015.This research is collaborative class action that be held on 3 cycles, which each cycles contain of planning, implementation, and reflection. Subjects of this research are students grade IV SDN 3 Wonokromo that contain 35 Students. The technique of data collection use test, observation, and documentation.Results of this research is show that (1) steps implementation right of Cooperative Learning Tipe STAD , with step : (a) Submission of destination; (b) The division of the group; (c) Presentation of the teacher (d) learning activities within the team; (e) Quiz (f) Award team. (2) Application of STAD cooperative learning can improve learning outcomes demonstrated by mastery learning students in the first cycle to 33.33%,, cycle II to 75.24%, and the third cycle of 95.25%. (3) the strengths and weaknesses of the application of learning coopertive STAD learning is excess; (a) students practice working together, (b) the active help and motivate students anatar friend, (c) improve communication skills and social relationships of students, (d) practice argue, and (e) to train independently, creativity, and student responsibility , A weakness that (a) take a long time to adjust the student with friends and learning environment, (b) dominate clever student learning activities in a group, and (c) requires the ability of a skilled teacher. Keywords : Mathematic Learnin, Cooperative Learning STAD
The Use of Cooperative Script Models with Newspaper Reading Materials to Improve Intensive Reading Skills at the Fourth Grade Students of SDN Peneket in the Academic Year of 2014/2015
Abstract: Sulasih, The Use of Cooperative Script Models with Newspaper Reading Materials to Improve Intensive Reading Skills at the Fourth Grade Students of SDN Peneket in the Academic Year of 2014/2015. The objectives of this research to describe the steps of Cooperative Script models with newspaper reading materials, and improve intensive reading skills at fourth grade students of SDN Peneket. The research was conducted in three cycles, consisting of planning, implementation, observation, reflection. The steps of Cooperative Script models with newspaper reading materials are formation of group, distribution of newspaper reading materials, division of roles, presentation, exchanging of role, and conclusion. The subjects of this research was 29 students of SDN Peneket. The results is, 57,64% in the first cycle, 85,19% in the second cycle, and 93,11% in the third cycle. The conclusion of this research is the use of Cooperative Script models with newspaper reading materials can improve intensive reading skills at the fourth grade students of SDN Peneket in the academic year of 2014/2015. Keywords: Cooperative Script, newspaper reading materials, intensive reading skill
The Application of Saintifik Approach Using Concrete Object Media in Improving of Mathematics Learning about Addition And Subtraction of Fractions for the FifthGrade Students of SD Negeri Srusuhjurutengah in the academic year of 2014/2015
Abstract: The Application of Saintifik Approach Using Concrete Object Media in Improving of Mathematics Learning about Addition And Subtraction of Fractions for the FifthGrade Students of Elementary School. The objectives of the research are: (1) to describe the steps of Saintifik approach using concrete object media, (2) to describe the improvement of Mathematics learning about operations of addition and subtraction of fractions for the fifth grade students of SD Negeri Srusuhjurutengah in the academic year of 2014/2015, and (3) to describe the problems and solutions. This research is a collaborative Classroom Action Research (CAR) conducted in three cycle. Each cycle consisted of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this research were 23 students of SD Negeri Srusuhjurutengah in the academic year of 2014/2015. The results of the research show that the application of Scientific approach with concrete object media that implemented with appropriate procedure can improve mathematics learning about operations of addition and subtraction of fractions for the fifth grade students of SD N Srusuhjurutengah. Keywords: Scientifik, concrete object media, Mathematic
PENGGUNAAN METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA CEPAT SISWA KELAS V SDN WATUDUWUR KECAMATAN BRUNO KABUPATEN PURWOREJO TAHUN AJARAN 2013/ 2014
Abstract: Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Methodic in Improving Fast Reading Skill At Fifth Grade Of SDN Watuduwur Bruno subdistrict Purworejo Regency Academic Year 2014/2015. This research aimed to describe the steps methodic to CIRC properly, describe improving the fast reading skill, and to find the constraint and the solution cooperative integrated reading and composition methodic. This research type is classroom action research which consists of three cycles, each of which involved planning, acting, observing and reflecting. The Research subjects of fifth grade students amounting to 26 students.The result of this research indicate that implemented CIRC method can increase fast reading skill student of fifth grade of SDN Watuduwur. Key words : CIRC method, Fast Reading Abstrak: Penggunaan Metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam Peningkatan Keterampilan Membaca Cepat Siswa Kelas V SDN Watuduwur Kecamatan Bruno Kabupaten Purworejo Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan metode CIRC, mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca cepat, serta menemukan kendala dan solusi penggunaan metode CIRC. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus, tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 26 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metode CIRC dapat meningkatkan keterampilan membaca cepat siswa kelas V SDN Watuduwur