KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN
Not a member yet
    716 research outputs found

    The Use of Make a Match Cooperative Model by Graphics Media in Improving Social Science Learning at the Fifth Grade Students of SDN Munggu in the Academic Year of 2014/2015

    Get PDF
    Abstract : The Use of Make a Match Cooperative Model by Graphics Media in Improving Social Science Learning at the Fifth Grade Students of SDN Munggu in the Academic Year of 2014/2015. The aims of this research is to improve Social Science learning at the fifth grade students. Subjects of this research were students in the fifth grade of SDN Munggu, consisting of 29 students. Classroom Action Research was conducted in three cycles. Each cycle consists of planning, action, observation, and reflection. The technique of collecting data were through observation, interviews, and test. The validity of data used triangulation of techniques and sources. Analysis of data applied through quantitative and qualitative analysis. Quantitative data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusion. The result of this research is the use of Make a Match cooperative model by graphics media can improve Social Science learning. Keywords: Make a Match, graphics media, Social Science learning Abstrak : Penggunaan Model Kooperatif Make a Match dengan Media Grafis dalam Peningkatan Pembelajaran IPS pada Siswa Kelas V SDN Munggu tahun ajarann 2014/2015. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pembelajaran IPS pada siswa kelas V. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas V SDN Munggu sejumlah 29 siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Analisis data melalui analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kualitatif meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan model kooperatif Make a Match dengan media grafis dapat meningkatkan pembelajaran IPS. Kata Kunci: Make a Match, grafis, pembelajaran IP

    The Using of Inquiry Method with Concrete Object Media in Improving Natural Science Learning about Light at the Fifth Grade Students of SDN 1 Kaligowong in the Academic Year of 2014/2015

    Get PDF
    Abstrak: The Using of Inquiry Method with Concrete Object Media in Improving Natural Science Learning about Light at the Fifth Grade Students of SDN 1 Kaligowong in the Academic Year of 2014/2015. The objectives of this research are to describe steps in using inquiry method with concrete object media, to improve natural science learning and to describe problems and solutions in using inquiry method with concrete object media. This collaborative Classroom Action Research (CAR) conducted in three cycles, with each cycle consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects 23 students. The result showed there are improving learning natural science about by applying  inquiry methods with concrete object media. The conclusion of this research is the using of inquiry method with concrete object media carried out with appropriate steps can improve natural science learning about light at the fifth grade students of SDN 1 Kaligowong in the academic year of 2014/2015.  Keyword : Inquiry Methods, Konkret Media, Learning, Natural Science

    PENGGUNAAN METODE PERMAINAN DENGAN MEDIA PUZZLE DALAM PENINGKATAN MEMBACA PERMULAAN DI KELAS I SDN 2 TAMANWINANGUN TAHUN AJARAN 2014/2015

    No full text
    PENGGUNAAN METODE PERMAINAN DENGAN MEDIA PUZZLE DALAM PENINGKATAN KETERAMPILAN MEMBACA PERMULAAN DI KELAS I SDN 2 TAMANWINANGUN TAHUN AJARAN 2014/2015 Oleh: Dwi Nur Laeli1, Harun Setyo Budi2, Imam Suyanto3 PGSD FKIP Universitas Negeri Sebelas Maret, Jl. Kepodang 67A Panjer Kebumen e-mail: [email protected] 1 Mahasiswa PGSD FKIP UNS 2,3 Dosen PGSD FKIP UNS Abstract: THE APPLICATION OF GAME METHOD USING PUZZLE MEDIA IN IMPROVING PRE-READING SKILLS FOR THE FIRST GRADE OF SDN 2 TAMANWINANGUN IN ACADEMIC YEAR 2014/2015. The objectives of this research are to improve pre-reading skills for the first grade, to describe of use game method with media puzzle in order to enhance the beginning reading skills, and to describe the challenge and solution of the application of game method using puzzle media in improving pre-reading skills in class 1 SDN 2 Tamanwinangun 2014/2015 academic year. The research results show that using game with media puzzle can improve the beginning reading skills. The percentage of completeness students are the first cycle as much as 57,7%, second cycle 75,01%, and third cycle 90,38%. The conclution of this research is using game with media puzzle can improve the beginning reading skills in class 1 SDN Tamanwinangun 2014/2015 academic year. Keywords: Game Method, Puzzle Media, Pre-reading Skills Abstrak: Penggunaan Metode Permainan dengan Media Puzzle dalam Peningkatan Keterampilan Membaca Permulaan di Kelas I SDN 2 Tamanwinangun Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan, mendeskripsikan langkah-langkah penggunaan metode permainan dengan media puzzle, serta mendeskripsikan kendala dan solusi penggunaan metode permainan dengan media puzzle. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan metode permainan dengan media puzzle dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan. Persentase ketuntasan siswa pada siklus I sebanyak 57,7%, siklus II 75,01%, dan siklus III 90,38%. Simpulan penelitian ini adalah penggunaan metode permainan dengan media puzzle dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan di kelas I SDN 2 Tamanwinangun tahun ajaran 2014/2015. Kata Kunci: Metode Permainan, Media Puzzle, Keterampilan Membaca Permulaan PENDAHULUAN Pada pembelajaran di sekolah dasar, membaca adalah kunci untuk keberhasilan pada kelas berikutnya. Oleh karena itu, siswa harus me-nguasai keterampilan membaca. Ke-terampilan membaca di kelas I SD masih berorientasi pada membaca tingkat dasar atau biasa disebut membaca permulaan. Membaca per-mulaan dilakukan sebagai pengantar siswa agar terampil membaca. Owens (Darmiyati Zuchdi, 2001: 7) menyatakan bahwa pada fase ke-I, anak memusatkan pada kata-kata lepas dalam cerita sederhana. Pada tahap ini anak diberi bekal untuk mengetahui sistem tulisan, cara men-capai kelancaran membaca, serta ter-bebas dari kesalahan membaca. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, pada kegiatan belajar mengajar di kelas I SDN 2 Tamanwinangun masih mengalami kesulitan dalam mebaca. Hal tersebut dibuktikan dengan nilai siswa dari 26 siswa belum semuanya mencapai nilai sesuai kriteria ketuntasan mini-mal yaitu 70. Terdapat 15 siswa yang mencapai nilai kriteria ketuntasan minimal atau sekitar 57,69%. Rata-rata nilai siswa kelas I SDN 2 Tamanwinangun yaitu 66,35. Berdasarkan data tersebut da-pat digali permasalahan yang me-nyebabkan rendahnya nilai membaca permulaan di kelas I SDN 2 Taman-winangun. Permasalahan yang terjadi dipengaruhi oleh metode dan media yang digunakan belum mampu mengaktifkan siswa. Guru lebih sering mengandalkan buku sebagai sumber pembelajaran dan jarang menggunakan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dapat merangsang minat baca siswa. Guru harus dapat meng-ajarkan keterampilan membaca permulaan dengan efisien, efektif, menarik dan menyenangkan yaitu dengan menggunakan metode mau-pun penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai sehingga dapat me-rangsang perkembangan berpikir sis-wa dan menimbulkan suasana belajar yang menyenangkan dan berpusat pada siswa. Berdasarkan paparan di atas diperlukan adanya pendekatan yang inovatif untuk mendukung proses pembelajaran. Pendekatan ter-sebut salah satunya adalah peng-gunaan metode dan media pem-belajaran yang dapat digunakan yaitu metode permainan dengan media puzzle. Arisnawati (2009) mengemu-kakan bahwa metode permainan adalah cara yang digunakan oleh guru dalam menyajikan pelajaran de-ngan menciptakan suasana yang menyenangkan, serius tetapi santai, tanpa mengabaikan tujuan pelajaran yang hendak dicapai (Saefudin, 2012: 2-3). Langkah-langkah penggunaan metode permainan menurut Subagio (Khasanah, 2012: 3) antara lain: (1) guru menjelaskan tujuan dan proses permainan, (2) siswa dibagi menjadi beberapa kelompok, (3) guru mem-bagi alat dan bahan permainan, (4) siswa melakukan permainan, (5) sis-wa berdiskusi tentang materi yang sedang dipelajari, dan (6) siswa me-laporkan hasil diskusi. Media pembelajaran diperlu-kan supaya kegiatan pembelajaran lebih menarik dan menjadikan siswa mudah dalam menerima informasi dari guru. Rokhmat menyatakan, puzzle adalah permainan konstruksi melalui kegiatan memasang atau menjodohkan kotak-kotak, atau ba-ngun-bangun tertentu sehingga akhir-nya membentuk sebuah pola tertentu (Situmorang, 2008: 5-6). Penggunaan metode per-mainan dengan media puzzle dalam pembelajaran diharapkan dapat membantu merangsang minat mem-baca siswa dan memberikan kesan mendalam pada siswa dalam me-mahami konsep tertentu. Langkah-langkah penggunaan media gambar dalam membaca permulaan yaitu dengan cara: (1) guru mempersiap-kan media puzzle dan menjelaskan peraturan penggunaan media puzzle, (2) guru membagi siswa ke dalam beberapa kelompok, (3) guru mem-bagi kerangka puzzle pada siswa, (4) guru memberikan kesempatan ke-pada siswa untuk menyusun puzzle, (5) siswa bersama guru membahas hasil kerja siswa, dan (6) guru melakukan evaluasi atas materi yang disampaikan. Rumusan masalah dalam pe-nelitian tindakan kelas ini yaitu: (1) apakah penggunaan metode per-mainan dengan media puzzle dalam peningkatan keterampilan membaca permulaan di kelas I SDN 2 Taman-winangun tahun ajaran 2014/2015 dapat meningkatkan pembelajaran?; (2) bagaimanakah penggunaan me-tode permainan dengan media puzzle dalam peningkatan keterampilan membaca permulaan di kelas I SDN 2 Tamanwinangun tahun ajaran 2014/2015 dapat digunakan dalam peningkatan pembelajaran?; (3) ba-gaimanakah kendala dan solusi peng-gunaan metode permainan dengan media puzzle dalam peningkatan ke-terampilan membaca permulaan di kelas I SDN 2 Tamanwinangun ta-hun ajaran 2014/2015?. Tujuan penelitian ini yaitu: (1) meningkatkan keterampilan membaca permulaan di kelas I SDN 2 Tamanwinangun tahun ajaran 2014/2015 dengan menggunakan metode permainan dengan media puzzle; (2) mendeskripsikan peng-gunaan metode permainan dengan media puzzle dalam peningkatan keterampilan membaca permulaan di kelas I SDN 2 Tamanwinangun ta-hun ajaran 2014/2015; (3) mendes-kripsikan kendala dan solusi peng-gunaan metode permainan dengan media puzzle dalam peningkatan ke-terampilan membaca permulaan di kelas I SDN 2 Tamanwinangun ta-hun ajaran 2014/2015. METODE PENELITIAN Penelitian dilaksanakan di kelas I SDN 2 Tamanwinangun Ke-camatan Kebumen Kabupaten Ke-bumen. Waktu penelitian dilaksana-kan pada semester II tahun ajaran 2014/2015. Subjek penelitian adalah siswa kelas I SDN 2 Tamanwina-ngun yang berjumlah 26 siswa yang terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Alat pengumpulan data da-lam penelitian ini yaitu instrumen tes dan non tes. Instrumen tes berupa lembar soal evaluasi, sedangkan instrumen non tes terdiri dari lembar observasi dan catatan harian. Peneliti berkolaborasi dengan guru kelas da-lam menentukan tindakan. Pelaksana tindakan ialah guru kelas I. Observer dalam penelitian ini yaitu dua orang teman sejawat. Data dalam pene-litian tindakan kelas ini berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa nilai hasil belajar siswa pada membaca permulaan. Da-ta kualitatif berupa informasi me-ngenai pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode permainan de-ngan media puzzle yang dilaksana-kan oleh guru dan siswa. Uji validitas data menggu-nakan triangulasi sumber dan tri-angulasi teknik. Data yang akan dianalisis bersumber dari siswa, ob-server dan peneliti. Teknik tri-angulasi pada penelitian yaitu de-ngan menggunakan teknik tes, obser-vasi, dan catatan harian yang di-dukung dengan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Hiberman yang meliputi 3 alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan (Sugiyono, 2012: 337). Prosedur pe-nelitian ini merupakan siklus kegi-atan yang dilaksanakan selama 3 siklus dan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Masing-masing siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Arikunto yang menjelaskan bahwa penelitian tindakan kelas ini terdiri atas empat tahap yang meliputi pe-rencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi (2012: 16). HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian terhadap keteram-pilan membaca permulaan di kelas I SDN 2 Tamanwinangun dilaksana-kan dengan menggunakan metode permainan dengan media puzzle ber-jalan sesuai dengan langkah-langkah pembelajarannya. Data hasil membaca per-mulaan siswa pada siklus I, II, dan III sebagai berikut: Tabel 1. Perbandingan Hasil Mem-baca Permulaan Siklus I s.d. III Siklus Rata-rata Nilai Persentase Ketuntasan Siklus I 70,79 57,7% Siklus II 78,5 75,01% Siklus III 86,2 90,38% Berdasarkan tabel 1 diperoleh informasi bahwa nilai rata-rata mem-baca permulaan pada siklus I adalah 70,79; siklus II adalah 78,5 dan nilai rata-rata pada siklus III adalah 86,2 pada pelaksanaan kegiatan pembe-lajaran siklus I dapat disimpulkan persentase ketuntasan siswa dalam mengikuti pembelajaran baru men-capai 57,7%, kemudian pada siklus II mencapai 75,01%, dan pada siklus III persentase ketuntasan siswa mencapai 90,38%. Data hasil observasi dari 2 observer terkait penggunaan metode permainan dengan media puzzle pada pembelajaran membaca permulaan oleh guru pada siklus I, II, dan III sebagai berikut: Tabel 2. Perbandingan Penggunaan Metode Permainan dengan Media Puzzle oleh Guru Siklus Persentase Kategori Siklus I 78,11% Baik Siklus II 86,2% Sangat Baik Siklus III 95% Sangat Baik Berdasarkan tabel 2, dapat disimpulkan bahwa penggunaan me-tode permainan dengan media puzzle yang dilakukan oleh guru mengalami peningkatan. Pada pelaksanaan ke-giatan pembelajaran siklus I indi-kator capaian penelitian yang per-tama yaitu guru dalam mengajar mencapai 78,11%, kemudian pada si-klus II mengalami peningkatan men-jadi 86,2%, dan pada siklus III me-ngalami peningkatan lagi menjadi 95%. Adapun hasil observasi peng-gunaan metode permainan dengan media puzzle terhadap siswa pada si-klus I sampai siklus III dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Perbandingan Penggunaan Metode Permainan dengan Media Puzzle terhadap Siswa Siklus Persentase Kategori Siklus I 81,35% Baik Siklus II 88,04% Sangat Baik Siklus III 96,25% Sangat Baik Berdasarkan tabel 3, peng-gunaan metode permainan dengan media puzzle terhadap siswa secara umum mengalami peningkatan. Pada pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus I dapat di-simpulkan bahwa indikator capaian penelitian yang pertama yaitu siswa dalam mengikuti pembelajaran baru mencapai 81,35%, kemudian pada siklus II mencapai 88,04%, dan pada siklus III indikatornya mencapai 96,25%. Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan metode permainan de-ngan media puzzle dapat membantu siswa dalam memahami konsep dan berperan terhadap perkembangan kognisi anak. Hal tersebut sesuai de-ngan pendapat Padmono yang men-jelaskan bahwa metode permainan dapat memberikan pengalaman me-narik bagi siswa dalam memahami suatu konsep, menguatkan konsep yang telah dipahami serta mengem-bangkan motivasi intrinsik (Saefudin, 2012: 2-3). Begitu juga pendapat Vygotsky yang menyata-kan bahwa bermain memiliki peran langsung terhadap perkembangan kognisi anak (Rifa, 2012: 12). SIMPULAN DAN SARAN Penggunaan metode permain-an dengan media puzzle dapat me-ningkatkan keterampilan membaca permulaan di kelas I SDN 2 Taman-winangun tahun ajaran 2014/2015. Berdasarkan hasil analisis pelaksanaan penelitian, hasil pe-nelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan me-tode permainan dengan media puzzle dapat meningkatkan keterempilan membaca permulaan karena peng-gunaan metode permainan dengan media puzzle dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah pembelaja-ran, yaitu: (a) guru menjelaskan tuju-an dan proses permainan sambil me-nyiapkan media puzzle; (b) guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok, masing-masing kelompok beranggotakan 4-5 orang; (c) guru membagikan lembar kerja dan 2 am-plop pada setiap kelompok, amplop pertama berisi puzzle huruf dan am-plop ke dua berisi puzzle kata; (d) guru memberi kesempatan ke-pada siswa untuk menyusun puzzle dalam waktu ± 15-20 menit; (e) guru ber-sama siswa membahas hasil kerja sehingga diketahui jawaban yang benar ataupun keliru; (f) guru ber-sama siswa merayakan permainan dengan gembira kemudian melaku-kan evaluasi atas materi yang di-sampaikan. Secara umum kendala yang muncul dalam penggunaan metode permainan dengan media puzzle da-lam pembelajaran antara lain: (a) sis-wa kurang fokus ketika memer-hatikan penjelasan guru tentang tu-juan dan proses permainan; (b) siswa kurang memanfaatkan kesempatan dengan baik untuk bertanya pada guru mengenai hal-hal yang belum dimengerti; (c) guru kurang maksi-mal dalam mengondisikan kelas, hal ini disebabkan karena beberapa sis-wa terlihat berbicara sendiri dengan teman sebangkunya. Solusi dari ken-dala tersebut yaitu: (a) membimbing dan memotivasi siswa agar fokus memerhatikan penjelasan guru; (b) mendorong siswa agar memanfaat-kan kesempatan dengan baik untuk bertanya pada guru tentang hal-hal yang belum dipahami/dimengerti; dan (3) guru lebih komunikatif lagi dalam melakukan interaksi dengan siswa. Lakukan tanya jawab secara intens sehingga perhatian siswa ter-fokus pada guru. DAFTAR PUSTAKA Arikunto, Suhardjono, Supardi. (2012). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara. Darmiyati Z. & Budiasih. (2001). Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Kelas Rendah. Yogyakarta: PAS. Khasanah, M. (2012). Penggunaan Metode Permainan dalam Peningkatan Pembelajaran PKn Siswa Kelas IV SD N 2 Jatimulyo, Kecamatan Petanahan, Tahun Ajaran 2011/2012. Jurnal Kalam Cendekia, 1 (1), 1-6. Diperoleh pada tanggal 3 Januari 2015, dari http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdkebumen/article/view/251 Saefudin, A. (2012). Penerapan Metode Permainan mengguna-kan kartu kosakata dalam pembelajaran bahasa Inggris siswa kelas V SD. Jurnal Ka-lam Cendekia, 1(2). Diper-oleh pada tanggal 3 Januari 2015, dari http://jurnal.fkip.uns.ac.id/index.php/pgsdkebumen/article/view/284/166/ Situmorang, M. A. (2012). Meningkatkan Kemampuan Memahami Wacana Melalui Media Pembelajaran Puzzle. Diper-oleh tanggal 3 Januari 2015, dari http://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/kjb/search/authors/view?firstName=Mulkan&middleName=Andika&lastName=Situmorang&affiliation=&country = Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta. Rifa, I. (2012). Koleksi Game Edukatif di Dalam dan Luar Sekolah. Yogyakarta: Flash Books

    Application of ASSURE Model Based on Character Education in Improving Learning of Indonesian Civilization History Topic on the Fifth Grade Students of SDN 1 Klapasawit in the Academic Year of 2014/2015.

    Get PDF
    The objectives of this research are to describe the steps in applications the ASSURE models based on character education and improve learning of Indonesian civilization history topic in social science. This research was a collaborative classroom action research (CAR). This research was conducted in three cycles. Sources of data were obtained from researchers, observers, students, teachers, and document. The techniques of collecting the data were observation, interview, check list, and test of students' learning outcomes. The conclusion of this research is the applications ASSURE models based on character education carried out with the appropriate steps can improve history learning of Indonesian civilization theme in social science learning of the fifth grade students of SD Negeri 1 Klapasawit in the academic year of 2014/2015

    Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write dengan Media Benda Konkret dalam Peningkatan Keterampilan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika di Kelas IV.

    Get PDF
    Abstract : The Use of Cooperative Learning Model Type Think-Talk-Write (TTW) with Concret Media in Improving Mathematics Story Problem Solving Skills for the Fourth Grade Studet of Elementary School. This research aims to improve the skills of solving Mathematics story problems at the fourth grade student of elementary school. The subjects were fourth grade students of elementary school totaling 27 students. Class Action Research was conducted in three cycles. Each cycle there were two meetings that consist of planning, action, observation, and reflection. Data collection techniques used testing, observation and interviews. The validity of data used triangulation techniques and triangulation of data sources. Data analysis applied the analysis of qualitative data and quantitative data. The results showed the use of cooperative models type TTW with concret media can improve mathematic problem solving skills for fourth grade student of elementary school. Keywords: Cooperative, Think-Talk-Write ,Concret Media, Story Problem Solving Abstrak : Penggunaaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Talk-Write dengan Media Benda Konkret dalam Peningkatan Keterampilan Menyelesaikan Soal Cerita Matematika di Kelas IV. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan menyelesaikan soal cerita siswa kelas IV SD. Subjek penelitian ini siswa kelas IV SDN 5 Kebumen sejumlah 27 siswa. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdapat dua pertemuan terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dengan tes, observasi dan wawancara.. Validitas data menggunakan triangulasi data dan sumber. Analisis data dilakukan melalui analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan model kooperatif tipe TTW dengan media benda konkret dapat meningkatkan keterampilan menyelesaikan soal cerita di kelas IV SD. Kata Kunci: Kooperatif, Think-Talk-Write, Benda Konkret, Soal Cerit

    PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS IV SD N 7 KUTOSARI TAHUN AJARAN 2014/2015

    Get PDF
    Abstract: Application of contextual approach by concrete media in improving student learning of Mathematics in IV Grade of SD N 7 Kutosari academic year 2014/2015. This research purposes to improve math learning about properties of geometry in IV grade. The research subjects were students in IV grade SD N 7 Kutosari. This research is collaborative Classroom Action Research (CAR) using cycle research design. Each cycle consists of planning, implementation, observation, and reflection. Data sources were students, teachers, and observer. The validity of the data using triangulation sources and techniques. Data analysis includes data reduction, data presentation, and conclusion. The results showed the application of contextual approach with concrete media can be improve math learning about properties of geometry that in the first cycle of students learning completeness reached 76%, the second cycle was 92%, and the third cycle reaches 100%.Keywords: Contextual approach, Concrete media, MathematicsAbstrak: Penerapan pendekatan kontekstual dengan media konkret dalam peningkatan pembelajaran Matematika pada siswa kelas IV SD N 7 Kutosari tahun ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pembelajaran Matematika tentang sifat-sifat bangun ruang pada siswa kelas IV. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD N 7 Kutosari. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Sumber data penelitian adalah siswa, guru, dan observer. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan penerapan pendekatan kontekstual dengan media konkret dapat meningkatkan pembelajaran Matematika tentang sifat-sifat bangun ruang yaitu pada siklus I ketuntasan belajar siswa mencapai 76%, siklus II mencapai 92%, dan siklus III mencapai 100%.Kata Kunci: Pendekatan kontekstual, Media konkret, Matematik

    The Application of SAVI Approach with Flashcard in Improving Mathematic Learning about Fraction at The Fourth Grade Students of SDN 1 Tamanwinangun

    Get PDF
    Abstract: The Application of SAVI Approach with Flashcard in Improving Mathematic Learning about Fraction at The Fourth Grade Students of SDN 1 Tamanwinangun. This research to describe the application of SAVI approach with flashcard, to describe improving Mathematics learning about fraction by using SAVI approach with flashcard, and to describe obstacles and solutions on the application of SAVI approach with flashcard. This research was Collaborative Classroom Action Research (CAR) with procedure are planning, action, observing, and reflecting. Data collected from observation, interview, and test. The result showed there was improving Mathematics learning about fraction after did with SAVI approach with flashcard.   Keywords: SAVI, Flashcard, Mathematics   Abstrak: Penerapan Pendekatan SAVI dengan Media Flashcard dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika tentang Pecahan pada Siswa Kelas IV SDN 1 Tamanwinangun Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan langkah penerapan pendekatan SAVI dengan media flashcard, meningkatkan pembelajaran matematika tentang pecahan, dan mendeskripsikan kendala dan solusi penerapan pendekatan SAVI dengan media flashcard. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif, tahapannya perencanaan, pelaksanaan, observasi, refleksi. Pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan pembelajaran matematika tentang pecahan menggunakan pendekatan SAVI dengan media flashcard.   Kata Kunci: SAVI, Flashcard, Matematik

    PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DIAM DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA TENTANG BANGUN DATAR SISWA KELAS V SD NEGERI 2 JOGOPATEN TAHUN AJARAN 2013/2014

    Get PDF
    Abstrak: Penggunaan Media Gambar Diam Dalam Peningkatan  Pembelajaran Matematika tentang Bangun Datar Siswa Kelas V Sd Negeri 2 Jogopaten Tahun Ajaran 2013/2014. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pembelajaran Matematika tentang bangun datar dengan media gambar diam. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing siklus mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD sejumlah 19 siswa. Sumber data penelitian ini adalah siswa kelas V SD, observer, dokumen, dan peneliti. Teknik analisis data terdiri dari tiga komponen analisis yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan media gambar diam dapat meningkatkan pembelajaran bangun datar siswa kelas V SD.Kata kunci: media gambar diam, pembelajaran, bangun datar

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK (WEBBED) DENGAN MEDIA VISUAL DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN TEMA PENDIDIKAN DI KELAS III SDN 1 PURWOGONDO TAHUN AJARAN 2014/2015

    Get PDF
    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK (WEBBED) DENGAN MEDIA VISUAL DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN TEMA PENDIDIKAN DI KELAS III SDN 1 PURWOGONDO TAHUN AJARAN 2014/2015 Oleh: Fajar Nurhidayat1), Suhartono2), Joharman3) FKIP, PGSD Universitas Sebelas Maret e-mail: [email protected] 1 Mahasiswa PGSD FKIP UNS, 2,3 Dosen PGSD FKIP UNS Abstract. The Implementation of Thematic Learning Model (Webbed) using Visual Media in Improving Education Theme Learning for the Third Grade Students of SDN 1 Purwogondo in the Academic Year of 2014/ 2015. The objectives of this research is to improve education theme learning for the third grade students of SDN 1 Purwogondo in the academic year of 2014/2015 by implementing thematic learning model (webbed) using visual media. Subjects of this research were 36 students of the third grade of SDN 1 Purwogondo. This research implemented within three cycles that consist of planning, action, observation, and reflection The validity of the data using triangulation sources and triangulation techniques. Techniques of collecting data were test, observation, and field note. The implementation of thematic learning model (webbed) using visual media can improve education theme learning for the third grade students of SDN 1 Purwogondo in the academic year of 2014/2015. Passing grade percentage of students result in the first cycle was 58,61%, in the second cycle was 77,28%, in the third cycles was 90,28%. Keywords: thematic, visual media, education theme Abstrak. Penerapan Model Pembelajaran Tematik (Webbed) dengan Media Visual dalam Peningkatan Pembelajaran Tema Pendidikan di Kelas III SDN 1 Purwogondo Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pembelajaran tema pendidikan di kelas III SDN 1 Purwogondo Tahun Ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembelajaran tematik (webbed) dengan media visual. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas III SDN 1 Purwogondo. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan catatan lapangan. Penerapan model pembelajaran tematik dengan media visual dapat meningkatkan pembelajaran tema pendidikan di kelas III SDN 1 Purwogondo tahun ajaran 2014/2015. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa siklus I yaitu 58,61%, siklus II yaitu 77,28%, siklus III yaitu 90,28%. Kata kunci: tematik, media visual, tema pendidikan PENDAHULUAN Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dikatakan berhasil apabila guru mampu mengelola kelas dan membuat siswa mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, guru berupaya melaksanakan pembe-lajaran dengan berbagai macam strategi, model, serta metode pembe-lajaran yang inovatif dan sesuai dengan karakteristik siswa. Salah satu tema yang ada di kelas III adalah tema pendidikan. Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang menjadi inti pembicaraan atau pembahasan dalam kegiatan pembelajaran (Hajar, 2013: 22). Tema pendidikan sangat cocok dijadikan payung antarkonsep mata pelajaran yang saling berkaitan karena tema pendidikan ini dapat terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari siswa (sesuai dengan yang pernah dilakukan), sehingga akan memudahkan siswa untuk belajar karena sesuai dengan apa yang pernah mereka alami. Pembelajaran adalah suatu kegiatan untuk membuat siswa belajar dengan melibatkan beberapa unsur, baik ekstrinsik maupun intrinsik yang melekat dalam diri siswa dan guru, termasuk lingkungan, guna tercapainya tujuan belajar-mengajar yang telah ditentukan (Prastowo, 2013: 65). Pembelajaran Tema Pendidi-kan di Kelas III SD adalah proses untuk meningkatkan pembelajaran yang meliputi hasil dan proses belajar tentang materi tema pendidikan dengan melibatkan sumber belajar sehingga siswa mengerti dan paham tentang materi yang ada pada tema pendidikan yang ditandai dengan tercapainya tujuan belajar-mengajar yang telah ditentukan. Salah satu model pem-belajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar adalah model pembelajaran tematik (webbed). Model pembelajaran tema-tik (webbed) merupakan suatu sistem pembelajaran yang memungkinkan siswa baik secara individual maupun kelompok aktif mencari, menggali, mengeksplorasi, dan menemukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik, autentik, dan berkesinam-bungan (Rusman, 2012: 250). Model pembelajaran tematik (webbed) me-miliki karakteristik sebagai berikut: (a) berpusat pada siswa; (b) membe-rikan pengalaman langsung; (c) pemi-sahan materi pelajaran tidak begitu jelas; (d) menyajikan konsep dari berbagai mata pelajaran; (e) bersifat fleksibel; (f) dan menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan (Majid, 2014: 89-90). Selain model pembelajaran yang tepat, guru perlu menggunakan media dalam proses penyampaian ma-teri. Penggunaan media dapat mem-bantu siswa dalam menggambarkan hal-hal yang abstrak menjadi lebih nyata. Media visual merupakan salah satu media yang cocok diterapkan khususnya di kelas rendah. Media visual adalah media yang dapat dipandang atau dilihat dan dapat disentuh oleh siswa, misalnya gambar, foto, benda sesungguhnya, peta, miniatur, dan realia (Suyanto , 2010: 102). Model pembelajaran tematik (webbed) dengan media visual merupakan penerapan suatu desain pembelajaran dengan cara mengait-kan beberapa mata pelajaran menjadi suatu tema dan memberikan pengala-man visual yang nyata kepada siswa sehingga siswa aktif mencari, menggali, mengeksplorasi, dan mene-mukan konsep serta prinsip-prinsip secara holistik, autentik, dan ber-kesinambungan. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti pada kegiatan belajar mengajar di kelas III SDN 1 Purwogondo pada tanggal 23 Januari 2015, pelaksanaan pembelajaran tematik belum berjalan dengan maksimal. Guru kesulitan dalam memilih indikator dan materi yang akan ditematikkan sehingga guru masih memberi pembelajaran secara terpisah Padahal di kelas rendah seharusnya menggunakan pembelaja-ran tematik. Selain itu, terjadi kesen-jangan pada hasil belajar siswa kelas II. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata hasil pretest, yaitu 66,08. Hasil pretest menunjukkan belum tercapai-nya KKM, yaitu 70 pada setiap mata pelajarannya. Melihat kesenjangan tersebut, maka peneliti mengadakan penelitian guna meningkatkan pembe-lajaran melalui pelaksanaan model pembelajaran tematik (webbed) de-ngan media visual. Rumusan masalah dari pene-litian ini berdasarkan uraian di atas adalah apakah model pembelajaran tematik (webbed) dengan media visual dapat meningkatkan pembe-lajaran tema pendidikan di kelas III SDN 1 Purwogondo tahun ajaran 2014/2015? Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan pembelajaran tema pendidikan di kelas III SDN 1 Purwogondo tahun ajaran 2014/2015 melalui penerapan model pembe-lajaran tematik (webbed) dengan media visual METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di kelas III SDN 1 Purwogondo, kecamatan Kuwarasan, kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas III yang terdiri atas 12 siswa laki-laki dan 24 siswa perempuan. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2014/2015, dari bulan Januari 2015 sampai dengan bulan Juli 2015. Validitas data mengguna-kan triangulasi yang berupa triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Triangulasi teknik berupa observasi, catatan lapangan, dan tes. Alat pengumpulan data berupa lembar observasi, lembar catatan lapangan, dan tes hasil belajar siswa. Tria-ngulasi sumber yang digunakan yaitu guru, siswa, dan observer. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif, yaitu reduksi data, penya-jian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti mengambil data beru-pa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dengan tu-juan untuk mengetahui statistika pe-ningkatan proses dan hasil belajar te-ma pendidikan di kelas III SDN 1 Purwogondo tahun ajaran 2014/2015. Data diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa tes, rubrik, observasi, dan catatan lapangan. Data kualitatif digunakan untuk mendukung pelaksanaan model pembelajaran tematik (webbed) dengan media visual dalam pening-katan pembelajaran tema pendidikan di kelas III SDN 1 Purwogondo tahun ajaran 2014/2015 yang diperoleh melalui catatan lapangan. Indikator kinerja yang diha-rapkan tercapai dalam penelitian ini, yaitu ketuntasan pembelajaran tema pendidikan mencapai target 85%. Prosedur penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas kolaboratif yang terdiri dari: (a) refleksi awal; (b) studi pendahuluan; (c) perencanaan; (d) tindakan; (e) observasi; (f) dan refleksi. HASIL DAN PEMBAHASAN Peningkatan pembelajaran te-ma pendidikan melalui penerapan model pembelajaran tematik (web-bed) dengan media visual dilaksana-kan selama tiga siklus, setiap siklusnya terdiri atas dua pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan mu

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN MEDIA KONKRET DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN IPA PADA SISWA KELAS IV SDN 1 PANJER TAHUN AJARAN 2014/1015

    Get PDF
    Abstract: Application of Problem Based Learning Model with Concrete Media in Natural Science Learning Improvement for the 4th Grade Students in SDN 1 Panjer Academic Year 2014/2015. The objectives of this research are to improve learning of science on the 4th grade student. This research is a Collaborative Classroom Action Research conducted for 3 cycles with the phases of planning, action, observation, and reflection. The subjects of research were 4th grade students of SDN 1 Panjer amounting to 28 students. Data collection techniques such as observation, interviews, and testing. The validity of the data used the triangulation of sources and technique. The analysis of data consisting of data reduction, data description, and conclusion. The conclusion of this research is the using of the Problem Based Learning models with concrete media can improve the learning of science for 4th grade students in SDN 1 Panjer. Keyword: Problem Based Learning, Concrete Media, Natural Science Abstrak : Penerapan Model Problem Based Learning dengan Media Konkret dalam Peningkatan Pembelajaran IPA pada Siswa Kelas IV SDN 1 Panjer Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pembelajaran IPA tentang sumber daya alam pada siswa kelas IV. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas Kolaboratif dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 1 Panjer yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan tes. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan model Problem Based Learning dengan media konkret dapat meningkatkan pembelajaran IPA pada siswa kelas IV SDN 1 Panjer. Kata Kunci: Problem Based Learning, Media Konkret, IP

    665

    full texts

    716

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇