Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
Not a member yet
813 research outputs found
Sort by
Ketahanan Keluarga Pasangan Menikah yang Bekerja di Luar Negeri (Kajian di Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang)
Ketahanan keluarga merupakan pondasi kekuatan bangsa. Kerapuhan ketahanan keluarga yang berujung pada perceraian sering kali terdapat pada pasangan keluarga kelas menengah ke bawah yang menjadi TKI di luar negeri. Hal ini menyebabkan kondisi pendidikan anak-anak yang berasal dari broken home juga tidak kalah mengkhawatirkan. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji ketahanan keluarga pasangan menikah yang menjadi TKI di luar negeri yang berasal dari Desa Kalirejo, Kalipare, Malang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan melakukan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui koding. hasil penelitian menunjukkan, banyak aspek yang tidak mendukung ketahanan keluarga para TKI yang bekerja di luar negeri. Yaitu ketahanan hubungan pernikahan yang rapuh, Anak-anak yang tidak terdidik dengan baik di rumah. Kondisi ekonomi yang mayoritas juga tidak jauh berbeda setelah menjadi TKI
Membangun Karakter Siswa melalui Kompetensi Kepribadian Guru Berbasis Prososial Behaviour
Pada hakikatnya kebanggan suatu bangsa adalah pendidikan. Manusia akan mampu menentukan hakikatnya sebagai manusia yaitu dengan pendidikan. Keberhasilan pendidikan ditentukan oleh unsur manusiawi salah satunya guru. Namun, keberadaan sosok guru yang diharapkan siswa masih menjadi kendala di dunia pendidikan. Saat ini, guru yang diharapkan siswa haruslah memiliki kepribadian yang mampu menempatkan dirinya sebagai orang lain, Â karena tidak mudah untuk mampu menyesuaikan diri terhadap orang lain terutama siswa. Kompetensi guru seperti ini sangat penting agar guru mampu meningkatkan motivasi belajar yang baik pada siswa. Cara peningkatan motivasi belajar siswa salah satunya adalah penerapan perilaku prososial atau prososial behaviour
KIAT BEROLEH KEMAMPUAN MENULIS: KOREKSI KARANGAN OLEH TEMAN SEJAWAT
Kemampuan menulis merupakan kemampuan berbahasa yang perlu mendapat perhatian dosen karena banyak mahasiswa kurang mampu menulis. Untuk itu, pembelajaran menulis perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester II tahun akademik 2017/2018 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Kedosenan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusantara PGRI Kediri. Simpulan penelitian salah satu strategi pembelajaran yang dapat digunakan adalah pemanfaatan koreksi hasil tulisan mahasiswa oleh teman sejawat. Aktivitas ini terbukti menjadi kiat mahasiswa beroleh kemampuan menulis.Melalui strategi ini mahasiswa mendapat contoh tulisan yang baik, mahasiswa juga mampu mengoreksi kesalahan teman sebayanya. Di sisi lain tugas koreksi dosen sedikit banyak berkurang, sehingga dosen dapat melakukan kontroluntuk perbaikan dan peningkatan kemampuan menulis. Dosen dapat mencipta kiat beroleh kemampuan berbahasa
Kemampuan Representasi Matematis Mahasiswa pada Mata Kuliah Pemodelan Matematika Ditinjau dari Prestasi Belajar Program Linier
Penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan representasi matematis mahasiswa pada mata kuliah pemodelan matematika yang ditinjau dari prestasi belajar mata kuliah program linier. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester VI program studi Pendidikan Matematika STKIP PGRI Nganjuk tahun akademik 2017 – 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis mahasiswa kelompok tinggi sangat baik, dimana mahasiswa memenuhi seluruh indikator kemampuan representasi matematis. Tidak jauh berbeda dengan mahasiswa kelompok tinggi, mahasiswa kelompok sedang juga memenuhi seluruh indikator kemampuan representasi matematis. Namun yang membedakan adalah mahasiswa kelompok sedang membuat model matematika yang kurang sederhana. Kemampuan representasi mahasiswa kelompok rendah masih kurang. Mahasiswa kelompok rendah memenuhi empat indikator dari delapan indikator kemampuan representasi matematis. Artinya kemampuan representasi matematis mahasiswa pada mata kuliah pemodelan matematika berbeda-beda jika ditinjau dari prestasi belajar program linier
PROFIL TINGKAT KONDISI FISIK ATLET TARUNG DERAJAT KOTA KEDIRI DALAM MEMPERSIAPKAN KEJUARAAN PORPROV TAHUN 2018
Capaian prestasi Tarung Derajat yang ada saat ini perlu didorong lagi agar lebih mencapai hasil yang optimal. Banyak jalan untuk mendorong peningkatan prestasi cabang olahraga. Salah satunya adalah dengan mengevaluasi atau mengukur tingkat kondisi fisik masing-masing atlet. Dengan mengukur kondisi fisik atlet akan didapat data yang dapat membantu pelatih menentukan program latihan yang tepat guna pada saat latihan. Selain itu dengan memperoleh data kondisi fisik atlet, dapat digunakan sebagai catatan maupun acuan untuk mencari bibit-bibit atlet yang selanjutnya akan menjadi penerus.Komponen kondisi fisik yang dapat diukur untuk mengetahui kemampuan atlet. Sebagai mana kita ketahui bahwa tanpa pengukuran yang tepat dan akurat akan mustahil menentukan tratment yang tepat. Oleh karenanya dirasa penting bagi peneliti untuk melakukan penelitian guna melihat sejauh mana tingkatan kondisi fisik atlet Puslatkot Tarung Derajat kota kediri sehingga membantu dan dapat menjadi tolak ukur penentuan program latihan bagi KODRAT kota Kediri.Penelitian ini menggunakan tes dan pengukuran terhadap 9 komponen tes kondisi fisik yang digunakan untuk menunjang kemampuan fisik bagi atlet tarung derajat. Penelitian ini teknik analisis data yang digunakan untuk menguji data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif persentase. Dimana hasil dari data penelitian dihitung dalam jumlah persen berapa atlet yang dalam katagori baik sekali, baik, cukup, kurang dan kurang sekali.Setelah dilakukan analisis data penelitian mengenai kondisi fisik 11 atlet tarung derajat pada Puslatkot Kediri maka dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa kondisi fisik secara keseluruhan atlet tarung derajat pada Puslatkot Kediri 67% termasuk dalam cukup, 33% termasuk dalam kurang, 11% termasuk dalam kategori baik, 11% termasuk dalam kategori sangat baik
Pengembangan Buku Ajar Mata Kuliah Cross Cultural Understanding (CCU) Berbasis Media Sosial di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
Tujuan penelitian untuk mengembangkan bahan ajar mata kuliah Cross Cultural Understanding Prodi Bahasa Inggris Semester IV dan untuk mengetahui efektifitas buku yang telah dibuat terhadap aktivitas dan hasil belajar dengan metode Design Research. Model Penelitian ini menggunakan model pengembangan yang dsebut dengan Penelitian Pengembangan Model Plomp. Prosedur penelitian ini berupa Preliminary Research, Development or Prototyping Phase dan Assesment Phase. Pelaksanaan tindakan dilaksanakan pada tahun 2017-2018 yang meliputi; survey lokasi, pengambilan data, pengumpulan data, menganalis data, penyusunan laporan, dan seminar hasil produk. Hasil penelitian menunjukan penggunaan buku ajar mata kuliah Cross Cultural Understanding  berbasis media sosial lebih menarik dan diterima mahasiswa sehingga dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar mahasiswa bahasa Inggris Universitas Nahdlatul Ulama Semester IV
Analisis Kebutuhan pada Bahan Ajar Penelitian dan Penulisan Sejarah di Sekolah Menengah Atas (SMA)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kebutuhan peserta didik di Sekolah Menengah Atas (SMA) terhadap bahan ajar sejarah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan dengan berpedoman pada desain instruksional 4D (define, design, develop, and dissemination). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas X IPS peminatan. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan penyebaran kuisioner, buku paket sejarah telah digunakan dalam proses pembelajaran dan terbukti berhasil membantu peserta didik dalam mencari informasi. Namun, di sisi lain terdapat beberapa permasalahan yang muncul dari penggunaan buku paket seperti materi yang disajikan masih umum, hanya berfokus pada aspek kognitif, kurang mendetail, dan belum menyajikan kegiatan belajar aktif bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan peserta didik, kurikulum, dan kondisi kelas guna menemukan solusi dalam bentuk pengembangan produk pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) terdapat permasalahan dalam penggunaan buku paket sejarah sebagai sumber utama, (2) peserta didik membutuhkan bahan ajar pengayaan yang mengintegrasikan sejarah lokal, (3) penggunaan model project-based learning dapat menjadi alternatif strategi untuk pembelajaran aktif, dan (4) sejarah gemblak dapat dijadikan sebagai studi kasus penelitian dengan beberapa pertimbanga
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indoneia melalui Metode DRTA (Directed Reading Thingking Activity)
Rendahnya hasil belajar bahasa Indonesia salah satu penyebabnya adalah pembelajaran Bahasa Indonesia cenderung kepada pembelajaran bersifat konvensional yaitu hanya menggunakan metode ceramah, sedangkan pada hakekatnya pembelajaran Bahasa Indonesia menuntut siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, siswa dapat mencari dan menemukan masalahnya sendiri. Subjek Penelitian tindakan kelas ini pada siswa kelas III SDN 1 Pandean Kecamatan Dongko dengan jumlah siswa sebanyak 23 siswa terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 13siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan metode DRTA dapat meningkatkan hasil belajar yang ditunjukkan dengan nilai studi awal hanya 56,52 naik menjadi 66,96 pada siklus pertama, dan 78,26 pada siklus kedua, dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 4 siswa (17,39%) pada studi awal, 65,22% atau 15 siswa pada siklus pertama, 22 siswa atau 95,65% pada siklus kedua
PENGARUH KREATIVITAS GURU DALAM MENERAPKAN ICE BREAKING DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
Artikel ini merupakan hasil kajian yang membahas tentang hubungan antara kreativitas guru serta motivasi dan perhatian siswa sekolah dasar selama proses belajar mengajar dengan hasil belajar siswa.. Kreativitas guru dalam kegiatan pembelajaran dapat diukur melalui aspek fluency, flexibility, novely (originaly), dan eleborasi. Sedangkan motivasi dan perhatian siswa ditunjukkan dengan antusiasme dan semangat belajar siswa selama pembelajaran di kelas. Hasil kajian ini ditemukan bahwa (i) tidak semua siswa memiliki motivasi dan perhatian yang penuh selama proses belajar mengajar karena kurangnya konsentrasi (ii) perolehan hasil belajar siswa berhubungan dengan aspek motivasi dan perhatian siswa (iii) kreativitas guru dalam melakukan ice breaking saat proses belajar mengajar memiliki hubungan dengan motivasi dan hasil belajar siswa
Pendekatan Realistik Mangrove Untuk Meningkatkan Hasil Dan Minat Belajar Siswa Pada Pelajaran Matematika Di SD Pesisir Sampang
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pendekatan realistik mangrove untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada pelajaran matematika di SD pesisir Sampang. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, dengan subjek penelitian siswa kelas II SDN Taddan II Sampang sebanyak 40 orang. Subjek tersebut dipilih berdasarkan masalah yang dihadapi siswa dalam pembelajaran matematika. Untuk memperoleh data digunakan tiga teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes dan angket. Hasil dari penelitian yaitu Aktivitas belajar siswa selama proses pembelajaran menggunakan pendekatan realistik mangrove mengalami peningkatan sebesar 1,35. Terlihat dari hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I yaitu 1,82 dengan kategori cukup dan pada siklus II menjadi 3,17 dengan kategori baik. Respon siswa dalam penggunaan pendekatan realistik mangrove menunjukkan adanya peningkatan dengan persentase sebesar 18,09%. Terlihat pada siklus I diperoleh persentase sebesar 73,41 % , dan pada siklus II menjadi 91,50%. Respon siswa kedua siklus efektif karena yang menunjukkan minat yang baik terhadap pembelajaran menggunakan pendekatan realistik mangrove. Hasil belajar siswa dalam penggunaan pendekatan realistik mangrove juga mengalami peningkatan rata-rata sebesar 30,28 dan persentase ketuntasan belajar sebesar 52,4%. Pada siklus I terdapat 37 siswa dengan nilai rata-rata 50,70. Sebanyak 13 siswa dinyatakan tuntas dengan persentase ketuntasan sebesar 35,10%. Sedangkan Pada siklus II terdapat 40 siswa dengan nilai rata-rata 80,98. Sebanyak 35 siswa dinyatakan tuntas dengan persentase ketuntasan sebesar 87,50%