Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
Not a member yet
813 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN BUKU SISWA ELEKTRONIK BERBASIS ANDROID PADA MATERI SUHU DAN KALOR UNTUK PERSIAPAN UJIAN NASIONAL SMA/MA
Telah dikembangkan Buku Siswa Elektronik berbasis Android untuk persiapan siswa menghadapi Ujian Nasional yang difokuskan pada topik suhu dan kalor. Buku Siswa Elektronik ini memuat 3 bagian pokok yaitu (1) meliputi halaman depan (cover), diskripsi buku, menu tombol dan menu utama; (2) meliputi ringkasan materi, contoh soal, latihan soal, dan paket tryout; (3) meliputi profil pengembang, dan daftar rujukan. Pengembangan ini menggunakan model 4D namun belum mencapai tahap deseminate. Buku yang telah dikembangkan kemudian divalidasi oleh tim ahli dan diuji keterbacaan pada 15 siswa kelas XI MIA 1 SMAN 2 Malang. Hasil analisis data yang diperoleh disimpulkan bahwa buku siswa elektronik adalah buku yang layak dengan tingkat kevalidan 3,88 dan keterbacaan buku sebesar 94,5%
Penggunaan Model Time Token Arends Sebagai Upaya Peningkatan Hasil Pembelajaran Menyimak Laporan Perjalanan Siswa Kelas VIIIA SMPN 1 Jelbuk Jember
Permasalahan yang dihadapi guru pada siswa kelas VIIIA SMPN 1 Jelbuk adalah kemampuan siswa dalam menyimak laporan perjalanan masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal0 yang ditentukan sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut guru menerapkan model Time Token Arends. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan diterapkannya model Time Token Arends dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyimak laporan perjalanan pada siswa kelas VIIIA SMPN 1 Jelbuk Jember Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2015/2016. Prosedur penelitian dilakukan dengan observasi awal, pada tahap ini nilai yang diperoleh siswa adalah 76 dengan ketuntasan klasikal mencapai 70 % dan terdapat 11 siswa yang belum tuntas. Penelitian dilanjutkan dengan siklus I yang memperoleh rata-rata nilai 81 dan ketuntasan klasikal 81 %. Pada siklus II, ketuntasan klasikal mencapai 95% dan nilai rata-rata kelas 87 dan ada 2 siswa yang tidak mencapai KKM. Penelitian pada siklus II model Time Token Arends dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menyimak laporan perjalanan
Kemampuan Multirepresentasi Siswa dalam Pembelajaran APBL (Authentic Problem Based Learning) Pada Materi Elastisitas dan Getaran
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif tipe fenomenologi yang bertujuan mendeskripsikan perkembangan kemampuan multirepresentasi siswa dalam pembelajaran aPBL. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA. Data penelitian dianalisis secara secara kualitatif dengan mendeskripsikan temuan secara tekstual, grafik, dan tabel. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan multirepresentasi siswa yang menonjol adalah kemampuan multirepresentasi matematis dan yang kurang adalah kemampuan multirepresentasi verbal. Dari kuesioner respon siswa, siswa paling menyukai format soal bergambar dan menyelesaikan permasalahan dengan mengilustrasikan jawaban
Pengembangan Model Passing Atas Bolavoli untuk Usia SMP
Secara umum tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan model passing atas bolavoli untuk usia SMP. Selain itu, penelitian dan pengembangan ini dilakukan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang: pengembangan dan penerapan model passing atas bolavoli untuk usia SMP dan mengetahui efektivitas, efisiensi dan daya tarik hasil pengembangan model passing atas bolavoli untuk usia SMP. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan pendekatan kualitatif serta menggunakan metode Penelitian Pengembangan Research & Development (R & D).Instrumen yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini adalah angket, kuisioner yang digunakan untuk mengumpulkan data pada tahap: (1) analisis kebutuhan; (2) evaluasi ahli (evaluasi produk awal); (3) ujioba terbatas (ujicoba kelompok kecil); dan (4) ujicoba utama (field testing). Efektivitas penerapan model passing atas bolavoli pada siswa ini digunakan teknik "uji-t". Sebelum data dianalisis, dilakukan uji normalitas terhadap data hasil pretest dan posttest passing atas bolavoli dengan menggunakan uji Lilliefors pada taraf nyata α = 0,05. Hasil passing atas bolavoli antara pretest dengan posttest diperoleh nilai tO = 4,512 lebih besar dari nilai tt = 1,796 maka hipotesis nihil ditolak serta nilai rata-rata pretest (x1) = 12.67  lebih kecil daripada rata-rata posttest (x2) = 13.92.Berdasarkan hasil pengembangan dapat disimpulkan bahwa: (1) Dengan model passing atas bolavoli untuk usia SMP, anak dapat belajar secara efektif dan efisien.(2) Dengan model yang telah peneliti kembangkan, anak lebih termotivasi serta aktif dalam mengikuti proses belajar passing atas
Peningkatan Hasil Belajar Mekanika Teknik dengan Model Pembelajaran Ekspositori
Prestasi belajar mekanika teknik siswa kelas X DPIB 1 SMK Negeri 1 Blitar ditunjukan nilai P dan K pada materi redoks yang belum mencapai batas ketuntasan secara klasikal sebesar 85%. Hal ini terutama disebabkan karena model pembelajaran yang digunakan kurang sesuai. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran ekspositori untuk meningkatkan hasil pembelajaran mekanika teknik siswa kelas X DPIB 1 SMK Negeri 1 Blitar. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat ketuntasan awal pengetahuan dan keterampilan sebesar 44% dan 61%. Dengan penerapan model pembelajaran ekspositori dan dengan taktik mengajar tertentu, tingkat ketuntasan meningkat menjadi 61% dan 78% (pada siklus 1) dan meningkat lagi menjadi 89% dan 94% (pada siklus 2), sehingga hasil belajar mekanika teknik pada bahasan konstruksi rangka batang kelas X DPIB 1 SMK Negeri 1 Blitar bisa mencapai ketuntasan belajar secara klasikal
Penerapan Metode Demonstrasi Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Shooting Bola Basket Siswa SMP Negeri 1 Tugu
Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan gambaran obyektif tentang peningkatan prestasi belajar shooting bola basket dengan metode demonstrasi pada siswa kelas IX SMP Negeri 1 Tugu sejumlah 28 orang. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Hasil analisis data menunjukkan kegiatan guru selama proses pelaksanaan pembelajaran mengalami peningkatan prestasi belajar teknik dasar shooting bola basket dengan nilai rata-rata pada pra siklus sebesar 68,10 meningkat pada siklus 1 sebesar 77,14 dan pada akhir siklus 2 meningkat menjadi sebesar 82,86. Prosentase ketuntasan klasikal juga meningkat dari 53,57% pada siklus 1 menjadi 89,29% pada siklus 2. Penggunaan metode demonstrasi dapat meningkatkan prestasi belajar shooting bola basket pada siswa kelas IX SMP Negri 1 Tugu
Pengaruh Keterampilan Proses Sains dalam Pembelajaran Fisika pada Matakuliah Termodinamika
Proses belajar mengajar sangat menentukan keberhasilan hasil belajar, strategi pembelajaran bergantung pada kepiawaian pengajar dalam menggunakan metode dan teknik pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mencari pengaruh hasil belajar termodinamika menggunakan penguasaan keterampilan proses sains pada mahasiswa UNU Blitar dengan menggunakan teknik wawancara terstruktur, angket dan instrumen. Pembelajaran menggunakan keterampilan proses sain menunjukan peningkatan yang signifikan dalam mencapai hasil belajar dimana siswa lebih mudah memahami dan mengerti dalam proses pembelajaran. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Teknik Pengumpulan data menggunakan pretest-postest dengan indicator yang sesuai dengan pembelajaran. Hasil data menunjkan bahwa keterampilan proses sain memiliki pengaruh yang signifikan untuk proses pembelajaran fisika
Menanamkan Pendidikan Karakter pada Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Meningkatkan Jiwa Nasionalisme Peserta Didik dengan Teknik Gedrik
Modernisasi dan globalisasi membawa dampak positif dan negatif. Dampak negatif timbul karena menurunnya jiwa nasionalisme. Penanaman jiwa nasionalisme salah satunya melalui pembelajaran di sekolah dengan memberikan pendidikan karakter. Dalam artikel ini penulis memaparkan cara menanamkan karakter melalui pembelajaran Bahasa Indonesia pada kompetensi dasar menulis teks cerita sejarah dengan menggunakan teknik permainan “Gedrik” dan media mata uang kertas rupiah. Pemilihan permaian “Gedrik” karena dalam permainan “Gedrik” banyak sekali manfaatnya untuk perkembangan fisik maupun psikis. Penggunaan media mata uang kertas rupiah dimaksudkan agar peserta didik lebih tertarik dan di dalam mata uang tersebut terdapat gambar pahlawan yang dapat digunakan sebagai sumber inspirasi menulis teks cerita sejarah. Tujuan penulisan artikel ini: (1) mendeskripsikan penerapan permainan “Gedrik” dan penggunaan media uang kertas rupiah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia untuk menanamkan karakter, (2) menjelaskan karakter yang dapat ditanamkan kepada peserta didik melaui permainan “Gedrik” dan media mata uang kertas rupiah. Metode penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas dan subyek penelitiannya kelas XII TKJ 4. Hasil pembelajaran dari aspek afektif, aktivitas peserta didik dalam kategori baik. Aspek psikomotorik dalam melakukan diskusi termasuk dalam kategori baik. Aspek psikomotorik dalam menulis teks cerita sejarah peserta didik yang mencapai ketuntasan ada 30 (88.23%) dan yang belum mencapai ketuntasan ada 4 (11.76%). Dari aspek kognitif peserta didik yang mencapai ketuntasan ada 32 (94.12%) dan yang belum mencapai ketuntasan ada 2 (05.88%). Ketuntasan minimal yang berlaku 75
Peningkatan Aktivitas Hasil Belajar Kognitif Materi Penjumlahan dan Pengurangan Melalui Media Konkret
Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki proses pembelajaran yang terjadi di kelas. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian yang diadaptasi dari Kemmis & McTaggart. Penelitian dilakukan di SDN 184/V Parit Ponco dengan 7 siswa kelas II. Dalam penelitian ini diterapkan pembelajaran dengan bantuan media konkret pada materi penjumlahan dan pengurangan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa meningkat dari 32,86 pada prasiklus menjadi 45,71 pada siklus I dan menjadi 75,71 pada siklus II. Aktivitas belajar siswa meningkat dengan rata-rata persentase siswa pada prasiklus sebesar 38,10% kemudian meningkat menjadi 73,81% pada siklus I dan menjadi 85,71% pada siklus II. Sehingga rekomendasi positif penggunaan media konkret ini dapat diberikan untuk meningkatkan hasil dan aktivitas belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan
Studi Cross-Sectional Perkembangan Kemampuan Lompat Jauh tanpa Awalan pada Anak Usia 6 sampai dengan 12 Tahun Ditinjau dari Jenis Kelamin di Kabupaten Trenggalek
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perkembangan kemampuan lompat jauh tanpa awalan pada anak laki-laki dan perempuan di jenjang usia 6 sampai dengan 12 tahun di Kabupaten Trenggalek.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian perkembangan Cross-Sectional (research the developmental crosssectional). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah peserta didik jenjang SD di Kabupaten Trenggalek yang berjumlah 280 orang.Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis statistik deskriptif. Teknik Pengumpulan data menggunakan tes Standing Broad Jump. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa rata-rata kemampuan lompat jauh tanpa awalan  pada anak laki-laki di Kabupaten Trenggalek tingkatan usia 6 tahun 96,4, usia 7 tahun 114,3, usia 8 tahun 127,8, usia 9 tahun141,8 , usia 10 tahun 142,8, usia 11 tahun 155,6, dan usia 12 tahun 158,1. rata-rata kemampuan lompat jauh tanpa awalan  pada anak perempuan di Kabupaten Trenggalek tingkatan usia 6 tahun 86,3, usia 7 tahun 100,9, usia 8 tahun 105,7, usia 9 tahun 116,1, usia 10 tahun 119,6, usia 11 tahun 126,4, dan usia 12 tahun 128,2. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa perkembangan kemampuan lompat jauh tanpa awalan di Kabupaten Trenggalek mengalami perkembangan yang konsisten pada tiap tahunnya. Rata-rata perkembangan kemampuan lompat jauh tanpa awalan anak laki-laki lebih tinggi dari pada pada anak perempuan di Kabupaten Trenggalek