Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
Not a member yet
813 research outputs found
Sort by
STUDI ASPEK FUNGSI DAN KENYAMANAN JALUR PEDESTRIAN
Kota yang secara dinamis berkembang seiring dengan kemajuan iptek akan memberikan fasilitas berupa prasarana dan sarana yang menunjang bagi kehidupan dan aktivitas warganya. Fasilitas umum yang dibutuhkan terutama bagi pejalan kaki yaitu jalur pedestrian yang mana jalur pedestrian ini berfungsi sebagai wadah atau ruang bagi pejalan kaki dalam melakukan aktivitasnya dan juga untuk memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamana bagi pejalan kaki. Jalur pedestrian harus mampu mengakomodasikan kenyamanan pejalan kaki dengan memperhatikan aspek kenyamanan dalam perencanaannya. Aspek kenyamanan yaitu sirkulasi, aksesbilitas, gaya alam dan iklim, keamanan, kebersihan, keindahan. Adapun tujuan yang ingin dicapai adalah (1) Menjelaskan seberapa besar aspek fungsi jalur pedestrian di sepanjang jalan Merdeka khususnya disekitar aloon-aloon Kota Blitar (2) Menjelaskan seberapa besar aspek kenyamanan jalur pedestrian di sepanjang jalan Merdeka khususnya disekitar aloon-aloon Kota Blitar. Penelitian difokuskan pada jalur pedestrian sepanjang aloon-aloon kota blitar lebih tepatnya sepanjang Jl. Merdeka. Penelitian dilakukan dengan cara survey di lapangan dan data diperoleh dari hasil pengukuran, dokumentasi dan pembagian kuisioner. Jalur pedestrian disekitar area aloon-aloon Kota Blitar belum berfungsi secara maksimal hal ini dapat ditunjukkan dari hasil jawaban responden terhadap kuisioner yang menyatakan kurang. Penggunaan secara maksimal untuk jalur pedestrian adalah pada saat tertentu saja seperti libur akhir pekan atau ketika ada kegiatan sosial kemasyarakatan di sekitar aloon-aloon Kota Blitar. Hal ini juga dipengaruhi oleh factor fungsi, mobilitas, fasilitas, aksesbilitas, keamanan, kebersihan dan keindahan yang belum mencapai nilai maksimal
Pengembangan Modul Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Membantu Meningkatkan Kemampuan Penalaran Siswa SMK pada Materi Fungsi, Persamaan Fungsi Linier dan Fungsi Kuadrat
Pembelajaran matematika bagi siswa perlu memperhatikan pengembangan kemampuan penyelesaian masalah (problem solving). Kemampuan penyelesaian masalah berdasarkan Pola terdapat empat tahap, yaitu understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan, looking back. Salah satu cara untuk meningkatan penalaran siswa adalah dengan modul pembelajaran berbasis masalah.Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk menghasilkan modul pembelajaran berbasis masalah yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran peserta didik kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada materi fungsi, persamaan fungsi linier dan fungsi kuadrat
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR, MINAT BACA DAN KECERDASAN NATURALIS TERHADAP PRESTASI BELAJAR BIOLOGI
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguji kebenaran hipotesis mengenai Pengaruh Kemandirian Belajar, Minat Baca dan Kecerdasan Naturalis terhadap Prestasi Belajar Biologi. Metode dalam penelitian ini adalah survei. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik korelasi dan model analisis regresi linier berganda. Hasil analisa diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,957 dan koefisien determinasi sebesar 91,5 %, serta Hasil analisis data menggunakan persamaan regresi parsial diperoleh  = -27,586 + 0,181 X1 + 0,100 X2 + 0,346. Hasil pengujian hipotesis diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) terdapat pengaruh yang signifikan kemandirian belajar, minat baca dan kecerdasan naturalis terhadap prestasi belajar biologi siswa SMAN Kecamatan Rangkasbitung, hal ini dibuktikan dengan nilai Sig 0,000 < 0,05 dan Fhitung = 165,132. 2) terdapat pengaruh yang signifikan kemandirian belajar terhadap prestasi belajar biologi siswa SMAN Kecamatan Rangkasbitung, hal ini dibuktikan dengan Sig 0,000 < 0,05 dan thitung = 4,672. 3) terdapat pengaruh yang signifikan minat baca terhadap prestasi belajar biologi siswa SMAN Kecamatan Rangkasbitung, hal ini dibuktikan dengan Sig. = 0,001 < 0,05 dan thitung = 3,418 dan. 4) terdapat pengaruh yang signifikan kecerdasan naturalis terhadap prestasi belajar biologi siswa SMAN Kecamatan Rangkasbitung, hal ini dibuktikan dengan Sig. = 0,000 < 0,05 dan thitung = 3,952. Dengan demikian prestasi belajar biologi dapat ditingkatkan melalui kemandirian belajar, minat baca dan kecerdasan naturalis.Â
Penalaran Plausible Siswa SD dalam Menyelesaikan Soal Problem Solving
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses penalaran plausible siswa dalam menyelesaikan soal problem solving. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan penelitian deskriptif. Hasil peneltian ini menunjukkan bahwa proses pemmecahan masalah siswa dengan menggunakan penalaran plausible dapat membantu siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapinya dengan baik melalui pemikiran yang logis dan dikaitkan dengan pengetahuan matematika
Pemahaman Siswa SMP dalam Menyelesaikan Masalah Bangun Ruang Sisi Datar Berdasarkan Gaya Kognitif Field Independent
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman subjek bergaya kognitif field Independent (FI) dalam menyelesaikan masalah bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dimulai dengan pemilihan subjek penelitian yang dilakukan dengan pemberian tes gaya kognitif sehingga diperoleh subjek dengan gaya kognitif FI. Berdasarkan analisis data, pada tahap memahami masalah, subjek FI memiliki pemahaman relasional. Subjek FI memiliki pemahaman relasional. Subjek menyusun rencana berdasarkan aturan yang sudah ada dan mengetahui bagaimana dan mengapa aturan itu digunakan. Pada tahap melaksanakan rencana, subjek FI menyelesaikan masalah sesuai dengan aturan apa yang direncanakan sebelumnya dengan memberikan alasan bagaimana dan mengapa aturan itu digunakan. Pada tahap memeriksa kembali, subjek FI memiliki pemahaman instrumental. Hal ini terlihat saat subjek hanya mengecek kembali perhitungan yang telah dikerjakannya. Berdasarkan hasil analisis data, penulis menyarankan agar guru hendaknya memperhatikan perbedaan gaya kognitif dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar semua siswa dapat memiliki pemahaman yang lebih bagus lagi terhadap materi bangun ruang sisi datar. Selain itu, model pembelajaran atraktif bisa guru pergunakan supaya siswa tertarik terhadap materi bangun ruang sisi datar ini. Jika siswa tertarik terhadap suatu materi pembelajaran, maka secara otomatis siswa akan mempelajari dengan sungguh-sungguh materi yang disampaikan oleh gurunya
Deiksis pada Wacana Sastra Cerpen Bermuatan Kearifan Lokal Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia
Penelitian ini meneliti penggunaan deiksis pada cerpen tulisan mahasiswa program studi pendidikan Bahasa Indonesia semester tiga tahun akademik 2018/2019 yang selama ini belum pernah diketahui bentuk, jenis, dan makna bentuknya. Selain itu, didasarkan pada pentingnya fungsi-fungsi deiksis yang dimilikinya dalam penggunaan bahasa. Data penelitian ini berupa kata atau konstruksi sintaksis (frase atau lebih dari frase) yang menandai adanya tindak pengacuan terhadap sesuatu dengan unsur bahasa tertentu (deictic expression) yang memiliki fungsi penting diantaranya memunculkan acuan yang dimaksud oleh penutur ke dalam tuturannya. Mengkhususkan acuan tertentu dari sejumlah kemungkinan acuan, penggunaan deiksis serta perwujudan ekspresi deiksis dalam setip jenis yang dimunculkan
Identifikasi Sikap Peduli Lingkungan di SMP Negeri 8 Kota Jambi
Sikap peduli lingkungan merupakan sikap yang perlu ditanamkan sejak usia dini yakni pada Pendidikan dasar. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sikap kepedulian siswa terhadap lingkungan agar dapat ditingkatkan. Untuk melihat sejauh mana rasa peduli siswa SMP terhadap lingkungan. Untuk melihat tingkat keberhasilan pendidik dalam menerapkan sikap peduli lingkungan peserta didik. Maka, peneliti tertarik untuk mengidentifikasi sikap peduli lingkungan siswa terutama di SMP Negeri 8 Kota Jambi. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 8 Kota Jambi kelas VIII-H berjumlah 28 siswa dan kelas VIII-I yang berjumlah 28 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 56 siswa, 28 siswa (50%) mempunyai sikap peduli lingkungan yang sangat baik dan sebanyak 26 siswa (46%) mempunyai sikap peduli lingkungan yang baik. Selain ditinjau dari hasil penelitian, dapat juga dinilai melalui siswa yang membuag sampah pada tempatnya dan cara menyiram tanaman yang ada di depan kelas
Perancangan Jaringan Skala Besar dengan Menggunakan Metode Border Gateway Protocol (BGP) Berbasis Mikrotik
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang Routing Protocol menggunakan virtual microphones dan winbox sebagai alat untuk membuat BGP serta membuat konektivitas dan komunikasi antar jaringan. Desainnya adalah untuk mempelajari kinerja jaringan komputer, studi kasus di Universitas Merdeka Malang untuk meningkatkan layanan internet melalui manajemen jaringan internal. Metode yang digunakan oleh metode protokol routing antara sistem otonom. BGP memiliki pertukaran data atau informasi dengan jaringan yang diperoleh oleh sistem BGP itu sendiri dan dapat memperoleh informasi yang sudah terdaftar dalam sistem otonom (AS). Hasil studi pabrikan virtual ini memberikan gambaran umum untuk membuat jaringan protokol perutean BGP dan meminimalkan biaya yang sangat mahal karena BGP dapat mengurutkan tujuan pengguna di dalam negeri dan luar negeri dengan jalur berbeda di jaringan yang sama
Refleksi Pelaksanaan Pembelajaran pada Praktik Mengajar Mahasiswa di jenjang SD sederajat Untuk Mata Pelajaran Bahasa Inggris
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil refleksi pelaksanaan pembelajaran 20 orang mahasiswa pada praktik mengajar bahasa Inggris dijenjang SD. Data penelitian ini diambil dari hasil laporan individu mahasiswa yang berisi refleksi mereka ketika melaksanakan praktik mengajar. Terdapat enam aspek pelaksanaan pembelajaran yang direfleksikan mahasiswa. Pertama, mahasiswa membuka pembelajaran dikelas dengan brainstorming. Kedua, siswa belum banyak mengenal kosakata bahasa Inggris sebagai materi utama pembelajaran. Ketiga, media pembelajaran yang menggunakan LCD sangat membantu dalam penyampaian materi pembelajaran. Keempat, siswa lebih rileks bila belajar dengan menggunakan permainan yang melibatkan gerak anggota tubuh. Kelima, kondisi kelas yang gaduh, alokasi waktu pembelajaran yang belum efisien, komunikasi dan instruksi antara guru dan siswa yang belum maksimal, kesulitan siswa yang utama pada pelafalan bahasa Inggris, serta terbatasnya sumber belajar siswa. Aspek refleksi terakhir adalah mahasiswa menutup pembelajaran dengan memberikan penguatan akan materi yang telah diajarkan
Akulturasi Pemerolehan Kompetensi Pragmatik Anak Usia Dini pada Lingkungan Keluarga Etnik Jawa di Era Revolusi Digital
Revolusi digital merupakan perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital. Bahasa merupakan hal pertama sekali yang dikuasai oleh anak, diperoleh secara alamiah melalui berbagai media di dalam lingkungan keluarga pengasuh anak tanpa melewati proses pembelajaran, berjalan secara spontan, tanpa sadar, dan tanpa beban untuk memahami maupun dipahami orang lain. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji proses internal dalam pemerolehan pragmatik ber-BI anak usia dini dwibahasawan Jawa-Indonesia di era revolusi digital,  dan (2) mengkaji faktor eksternal dalam pemerolehan pragmatik ber-BI anak usia dini dwibahasawan Jawa-Indonesia di era revolusi digital. Ancangan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pragmatik (Lavinson, 1992) dan teori psikolinguistik, khususnya teori pemerolehan bahasa, yaitu teori konstruksi kreatif (Dulay, Burt, dan Krashen, 1982), rancangan penelitian silang (cross sectional), subjek dengan usia beda yaitu anak usia dini usia 2, 3, 4 tahun. Analisis data dengan teknik analisis diskursif. Hasil penelitian menunjukkan adanya proses konstruksi kreatif dalam pemerolehan pragmatik pada anak usia dini dwibahasawan Jawa-Indonesia di era digital yang meliputi (1) pola dominasi sosial-budaya dalam pemerolehan pragmatik ber-BI, (2) strategi interaksi, dan motivasi dan keluwesan ego penutur dalam pemerolehan kompetensi pragmatik ber-BI anak usia usia dini di era revolusi digital dalam lingkungan keluarga enik Jawa