Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
Not a member yet
    813 research outputs found

    Implementasi Sistem Transmisi Gambar Menggunakan Teknologi OFDM Berbasis Software Defined Radio dengan Perangkat USRP

    Full text link
    In this decade, Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) technology has been widely applied in various modern wireless communication systems.  OFDM is used to provide high-speed data transmission that is resistant to multipath interference and offers relatively high spectrum efficiency. In this study, an OFDM system prototype equipped with a Huffman Encoder and Decoder, Convolutional Coder, and Viterbi decoder was developed. The OFDM system that has been created is implemented using a Universal Software Radio Peripheral (USRP) device to transmit image data. From the test results, it was found that the OFDM system that has been created and implemented using USRP is capable of transmitting image data well. From visual observation, there were no errors in receiving the transmitted image data. The image received at the receiver was the same shape and size as the image transmitted by the transmitter. The received image was clear, with no image defects such as scratches or mosaics at the measurement distance. A Signal to Noise Ratio (SNR) of more than 30 dB was obtained under line of sight conditions with a measurement distance of 60 cm between the transmitter and receiver. The SNR decreased gradually with increasing measurement distance, reaching approximately 27 dB at a measurement distance of 300 cm between the transmitter and receiver.Pada dekade ini teknologi Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) sangat luas diaplikasikan dalam berbagai sistem komunikasi nirkabel modern.  OFDM digunakan untuk menyediakan transmisi data berkecepatan tinggi yang tahan terhadap interferensi multipath dan menawarkan efisiensi spektrum yang relatif tinggi. Pada penelitian ini dilakukan pembuatan prototype  sistem  OFDM yang dilengkapi denga Huffman Encoder dan  Decoder, Convolutional Coder dan Viterbi decoder. Sistem OFDM yang telah dibuat ini diimplementasikan menggunakan perangkat Universal Software Radio Peripheral (USRP) untuk mentransmisikan data gambar. Dari hasil pengujian pengujian didapatkan hasil bahwa sistem OFDM yang telah dibuat dan diimplementasikan menggunakan USRP tersebut mampu mentansmisikan data gambar dengan baik, dari pengamatan secara visual tidak ada kesalahan penerimaaan data gambar yang dtransmisikan. Gambar yang diterima pada receiver sama bentuk dan ukurannya dengan gambar ditransmisikan oleh transmitter. Gambar yang diterima jernih, tidak ada cacat gambar berupa scratch atau mozaik pada jarak pengukuran yang dilakukan. Didapatkan Signal to Noise Ratio lebih dari 30 dB pada kondisi line of sight dengan jarak pengukuran 60 cm yang didapat pada jarak pengukuran 60 cm antara transmitter dan receiver. SNR menurun secara bertahap dengan bertambahnya jarak pengukuran, dan mencapai sekitar 27 dB pada jarak pengukuran 300 cm antara transmitter dan receiver

    Pemosisian Siswa dalam Praktik Diskusi Kelompok pada Pembelajaran Matematika

    Full text link
    This study aims to describe student positioning in mathematics group discussion practices. This research method is descriptive qualitative. The research subjects were 8 junior high school students who were divided into 2 groups. The researcher conducted the research for 3 meetings. Each meeting students were given questions about tubes and cones. Data collection was carried out by means of observation, documentation, and interviews regarding student interactions, conversations, and discussion activities. Data analysis was carried out by coding student conversations through negotiation and positioning systems. The results of the study stated that positioning is dynamic and changing, each student has a tendency in one of the positioning, and motivation is one of the characteristics of students who are positioned as facilitators.  Knowing the positioning of each student is used as a reference for teachers to understand student characteristics, the right learning style for students, how to communicate with students, and give objective grades to students.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelaan siswa pada praktik diskusi kelompok matematika. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 8 siswa SMP yang dibagi menjadi 2 kelompok. Peneliti melakukan penelitian sebanyak 3 pertemuan. Setiap pertemuan siswa diberikan pertanyaan mengenai tabung dan kerucut. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi, dan wawancara mengenai interaksi, percakapan, dan aktivitas diskusi siswa. Analisis data dilakukan dengan mengkodekan percakapan siswa melalui sistem negosiasi dan pemungutan suara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik diskusi kelompok siswa 1 maupun 2 berjalan dengan baik dan serius, pemosisian setiap siswa dalam praktik diskusi kelompok bersifat dinamis dan berubah-ubah sesuai dengan kondisi siswa dan bagaimana siswa memposisikan diri dan diposisikan oleh siswa lain, dan praktik diskusi kelompok dapat menunjukkan bahwa setiap siswa dalam praktik diskusi kelompok memiliki tingkat pemahaman yang tinggi terhadap situasi yang dihadapinya. Keterampilan berkomunikasi yang baik dengan anggota kelompok, nilai matematika tidak selalu mempengaruhi pembelajaran siswa, dan siswa yang cenderung aktif memiliki kesempatan untuk belajar matematika

    Pengaruh Aditif Metanol Dan Ketebalan Membran Terhadap Karakteristik Membran Berbasis Selulosa Asetat

    Full text link
    Membrane technology is a process capable of separating chemical species from a feed solution to produce permeate. In membrane fabrication, cellulose acetate polymer is commonly used due to its ability to form asymmetric membrane structures. Additives can be used to modify membrane morphology, especially pore formation. Methanol's high solubility in non-aqueous solvents makes it an efficient pore development additive. Membrane thickness affects membrane properties, particularly permeability. This study will look into how methanol additions and membrane thickness affect the properties of cellulose acetate-based membranes. The membranes were fabricated using the phase inversion method with methanol concentrations of (2, 4, 6, 8, and 10%) and membrane thicknesses of (100, 200, 300, 400, and 500 µm), employing N-Methyl Pyrrolidone (NMP) as the solvent and aquadest as the non-solvent. Characterization of the membranes involved contact angle analysis, porosity, water flux, and Scanning Electron Microscopy (SEM). The results revealed that the membranes were hydrophilic, with contact angle readings less than 90 degrees. The ideal membrane, with a thickness of 100 µm, a porosity value of 87.821%, and a water flux value of 363.967 L/m2 hour.Teknologi membran merupakan teknologi yang dapat memisahkan spesies kimia yang dibawa oleh umpan hingga menghasilkan permeat. Pada proses pembuatan membran, polimer selulosa asetat menjadi bahan utama yang sering digunakan karena dapat menghasilkan membran dengan struktur asimetris. Dalam upaya pembentukan pori, aditif dapat ditambahkan untuk mempengaruhi morfologi membran. Metanol menjadi aditif yang baik dalam pembentukan pori karena memiliki kelarutan yang baik terhadap non-pelarut air. Ketebalan membran dapat mempengaruhi karakteristik membran yang berkaitan dengan permeabilitas membran. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh aditif metanol dan ketebalan membran terhadap karakteristik dari membran berbasis selulosa asetat. Pembuatan membran dilakukan menggunakan metode inversi fasa dengan konsentrasi aditif metanol (2, 4, 6, 8, dan 10 %) dan ketebalan cetakan membran (100, 200, 300, 400, dan 500 µm) dengan menggunakan pelarut  N-Methyl Pyrolidone (NMP) serta non-pelarut aquades. Analisis yang dilakukan untuk mengetahui karakteristik membran yaitu analisis sudut kontak, porositas, fluks air, dan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan membran bersifat hidrofilik dengan hasil analisis sudut kontak kurang dari 90 derajat. Hasil terbaik dari analisis porositas dan fluks air diperoleh pada membran dengan konsentrasi 6% dengan ketebalan 100 µm dengan nilai porositas sebesar 87,821% dan nilai fluks air sebesar 363,967 L/m2 jam

    Games as an Intervention for Adolescent Mental Health: A systematic literature review using PRISMA

    No full text
    The phenomenon of adolescent mental health is increasingly becoming a public concern, especially with the increasing cases of depression and suicide in various regions. This study aims to explore the use of video games as an intervention to support adolescent mental health. The method used was a systematic literature review (SLR) with the PRISMA approach, which involved identifying, screening, and evaluating related articles from databases such as Scopus, Taylor & Francis, and ScienceDirect. A total of 12 articles were selected that met the inclusion and exclusion criteria. The results showed various game variants that can be used as mental health interventions, including smartphone-based games, virtual reality (VR), board games, and role-playing games. The impact of game use included reduced depression and anxiety symptoms, improved social-emotional skills, and improved adolescent cognitive functioning. The study emphasizes the crucial role of collaboration between schools, families, and communities to develop gaming programs for students at risk of mental health problems, making the audience feel the importance of their collective efforts in addressing this issue.Fenomena kesehatan mental remaja semakin menjadi perhatian publik, terutama dengan meningkatnya kasus depresi dan bunuh diri di berbagai daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan video game sebagai intervensi untuk mendukung kesehatan mental remaja. Metode yang digunakan adalah systematic literature review (SLR) dengan pendekatan PRISMA, yang melibatkan identifikasi, penyaringan, dan evaluasi artikel terkait dari database seperti Scopus, Taylor & Francis, dan ScienceDirect. Sebanyak 12 artikel terpilih memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai varian game yang dapat digunakan sebagai intervensi kesehatan mental, termasuk game berbasis smartphone, virtual reality (VR), permainan papan, dan game role-playing. Dampak dari penggunaan game ini mencakup pengurangan gejala depresi dan kecemasan, peningkatan keterampilan sosial-emosional, serta peningkatan fungsi kognitif pada remaja. Penelitian ini merekomendasikan agar kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas dilakukan untuk mengembangkan program game yang dirancang khusus bagi siswa berisiko mengalami masalah kesehatan mental

    Analisis Implementasi Regulasi Pendidikan Antikorupsi pada Pendidikan Dasar dan Menengah

    Full text link
    Anti-corruption education (ACC), especially in formal education at primary and secondary levels, is a strategic step to eradicate corruption in forming a generation with integrity and anti-corruption. However, the Regional Head Regulation on PAK, as the legal basis for the integration of anti-corruption values in the curriculum in education units, its implementation shows significant variations between local governments. This study analyzes the implementation of the PAK regulation in primary and secondary education, and evaluates its success through a descriptive qualitative approach. The results show that although 83% of local governments have issued regulations, implementation at the school level still varies. The main constraints include lack of understanding, teacher training and technical guidance. Success factors include adherence to good governance principles, completeness of regulations and effective socialization. This study recommends improved coordination between local governments and education units, continuous training for teachers, provision of innovative materials, and regular monitoring and evaluation to ensure the consistency of regulation implementation and the effectiveness of anti-corruption education implementation.Pendidikan antikorupsi (PAK), terutama pada pendidikan formal tingkat dasar dan menengah, merupakan langkah strategis pemberantasan korupsi dalam membentuk generasi berintegritas dan anti korupsi. Namun, Peraturan Kepala Daerah tentang PAK, sebagai landasan hukum integrasi nilai-nilai antikorupsi dalam kurikulum di satuan pendidikan,  implementasinya menunjukkan variasi signifikan antar pemerintah daerah. Penelitian ini menganalisis implementasi regulasi PAK di pendidikan dasar dan menengah, serta mengevaluasi keberhasilannya melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa meskipun 83% pemerintah daerah telah menerbitkan regulasi, implementasi di tingkat sekolah masih bervariasi. Kendala utama meliputi kurangnya pemahaman, pelatihan guru, dan panduan teknis. Faktor keberhasilan mencakup kepatuhan terhadap asas pemerintahan yang baik, kelengkapan regulasi, dan sosialisasi efektif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi antar pemerintah daerah dan satuan pendidikan, pelatihan berkelanjutan untuk guru, penyediaan materi inovatif, serta monitoring dan evaluasi secara berkala dalam rangka memastikan konsistensi pelaksanaan regulasi dan efektivitas implementasi pendidikan antikorupsi

    Pengembangan E-Modul Berbasis Inkuiri untuk Meningkatkan Kemampuan HOTS Siswa Sekolah Dasar di Kota Blitar

    Full text link
    This research aims to develop an inquiry-based e-module to improve the ability of HOTS on electrical materials to change the face of the world in grade VI elementary school. The development method used is the Lee and Owen method, which includes the stages of assessment / analysis (Needs assessment and Front-end analysis), Design, Development, Implementation, and Evaluation. Qualitative and quantitative approaches are used in analyzing data, using validation instruments, teacher response questionnaires, student response questionnaires, and HOTS ability tests as data collection tools. The results of data analysis showed that inquiry-based e-modules on electrical materials changing the face of the world had a feasibility rate of 86%, with the category "very practical". Student assessments also confirm the validity, effectiveness, and practicality of the e-module. The implication of the results of this study is a significant contribution in improving the HOTS of grade VI students at the UPT satuan Pendidikan SDN Klampok Kota Blitar. However, for the development of subsequent e-modules, it is recommended to continue to involve input from experts and teachers, and consider adjustments that may be needed based on student responses, in order to ensure the sustainability and successful use of these e-modules in improving HOTS.Pentingnya Higher Order Thinking Skills (HOTS) dalam proses pembelajaran telah memicu pengembangan e-modul berbasis inkuiri sebagai langkah untuk meningkatkan kemampuan siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan e-modul berbasis inkuiri untuk meningkatkan kemampuan HOTS pada materi listrik mengubah wajah dunia di kelas VI SD. Metode pengembangan yang digunakan adalah metode Lee and Owen, yang mencakup tahapan asesmen/analisis (Needs assessment and Front-end analysis), Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Pendekatan kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam menganalisis data, dengan menggunakan instrumen validasi, angket respon guru, angket respon siswa, dan tes kemampuan HOTS sebagai alat pengumpulan data. Hasil analisis data menunjukkan bahwa e-modul berbasis inkuiri pada materi listrik mengubah wajah dunia memiliki tingkat kelayakan sebesar 84.4%, dengan kategori "sangat praktis". Penilaian siswa juga mengonfirmasi validitas, efektivitas, dan praktisitas e-modul tersebut. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan HOTS siswa kelas VI di UPT Satuan Pendidikan SDN Klampok Kota Blitar. Namun, untuk pengembangan e-modul berikutnya, disarankan untuk terus melibatkan masukan dari para pakar dan guru, serta mempertimbangkan penyesuaian yang mungkin diperlukan berdasarkan respons siswa, guna memastikan keberlanjutan dan kesuksesan penggunaan e-modul ini dalam meningkatkan HOTS

    Implementasi House of Risk (HOR) dan Root Cause Analysis dalam Strategi Mitigasi Risiko Kegagalan Mesin Produksi pada PT Industri Kereta Api

    Full text link
    PT Industri Kereta Api or commonly called PT INKA is a company engaged in the field of railway production. One of the machines that often experiences damage is the Gap Shear / Hydraulic Shear machine, with a total of 41 repairs during the period June 2023 to February 2024. From this problem it is necessary to carry out an analysis using the House of Risk (HOR) method and Root Cause analysis to determine optimal risk mitigation strategies so as to minimize the occurrence of machine damage. The results of the research recommend that companies can monitor and analyze the service life of machine components based on the intensity of machine use, implement a production scheduling system and apply predictive analysis of safe production quantities for machine reliability, implement regular training programs for operators regarding instructions and standards for machine use and create a clear and easy to understand machine usage manual, provide clear documentation regarding the materials used and their characteristics, and implement preventive maintenance based on vibration monitoring data

    Eksplorasi Pengaruh Jenis Kelamin dalam Menyelesaikan Soal HOTS IPA pada Sekolah Dasar di Kabupaten Kediri.

    Full text link
    This research aimed to determine the high-level thinking skills of sixth-grade elementary school students in answering HOTS questions in science subjects. The research method used was quantitative descriptive. The data collection technique was using test techniques. The research sample was sixth-grade students in Wates sub-district, Kediri Regency who had completed the magnet material with a sample size of 243 students. The collected data were analyzed using SPSS. The critical thinking skills of elementary school students in Kediri Regency in solving HOTS science questions were included in the sufficient category with an average of 49.03. The average for female students in solving HOTS science questions was 48.20 while male students obtained an average of 49.84. T-test and correlation data from SPSS stated that gender differences were not a factor that influenced students' abilities in solving HOTS questions.enelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa sekolah dasar Kelas VI dalam menjawab soal HOTS pada mata pelajaran IPA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan teknik tes. Sampel penelitian merupakan siswa kelas VI di kecamatan Wates Kabupaten Kediri yang telah menyelesaikan materi magnet dengan jumlah sampel 243 siswa. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan SPSS. Kemampuan Berpikir kritis siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Kediri dalam menyelesaikan soal HOTS IPA termasuk dalam kategori cukup dengan rata-rata 49,03. Rata-rata Siswa perempuan dalam menyelesaikan soal HOTS IPA adalah 48,20 sedangkan Siswa perempuan memperoleh Rata-Rata 49,84. Data uji T dan korelasi dari SPSS menyatakan perbedaan gender bukan merupakan faktor yang mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal HOTS

    Perkembangan Teori Karier Dan Relevansinya Dengan Pendidikan Kejuruan

    Full text link
    Vocational education is a level of education that is the focus of development in Indonesia's 2045 vision. In 2045, it is predicted that 90% of workers will be dominated by the workforce from high school and university level. The aim of writing this article is to examine career development theories relevant to vocational education. The career theory relevant to vocational education is SCCT. The theory used in developing SCCT is a theory with the P-E Fit paradigm and Developmental Theory. One of the theories with the P-E Fit paradigm is the theory coined by Holland, namely RIASEC. This theory determines individual character based on 6 elements that are appropriate to the world of work. The next theory is Ginzberg's Developmental Theory. According to Ginzberg, career development is plotted into 3 age categories. SCCT is a development of previous theories (P-E Fit and Developmental Theory). Based on the previous discussion, RIASEC theory tends to discuss vocational interests, of which interest is one model of SCCT. Meanwhile, based on Developmental Theory Ginzberg has a position as a predictor of learning experience in the SCCT model.Tujuan utama dari pendidikan kejuruan (SMK) adalah mempersiapkan peserta didik untuk bekerja, terutama sesuai dengan bidang keahliannya. Pendidikan kejuruan merupakan jenjang pendidikan yang menjadi fokus pembangunan dalam visi Indonesia 2045. Yang pada tahun 2045 diprediksi 90% pekerja didominasi oleh angkatan kerja SMA sedarajat dan perguruan tinggi. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengkaji teori perkembangan karier yang relevan dengan Pendidikan kejuruan. Teori yang karier yang relevan dengan pendidikan kejuruan adalah SCCT. SCCT dikembangkan didasari oleh teori teori karier sebelumnya. Teori yang dijadikan dalam pengembangan SCCT adalah teori dengan paradigma P-E Fit dan Developmental Theory. Kemudian dari kedua teori tersebut dijadikan acuan dalam pengembangan elemen-elemen pada SCCT. Pada teori dengan paradigma P-E Fit salah satunya adalah teori yang dicetuskan oleh Holland yaitu RIASEC. Pada teori tersebut menentukan karakter individu berdasarkan 6 elemen yang sesuai dengan dunia kerja. Teori berikutnya adalah Developmental Theory oleh Ginzberg. Menurut Ginzberg perkembangan karir dipetakkan kedalam 3 kategori usia. SCCT merupakan pengembangan dari teori sebelumnya (P-E Fit dan Developmental Theory). Berdasarkan pembahasan sebelumnya pada teori RIASEC cenderung membahas terkait minat kejuruan, yang mana minat merupakan salah 1 model dari SCCT. Sedangkan berdasarkan Developmental Theory Ginzberg memiliki posisi sebagai prediktor pengalaman belajar pada model di SCCT

    EVALUASI KINERJA MODEL ARIMA DALAM PERAMALAN KONSUMSI ENERGI GEDUNG BERTINGKAT

    Full text link
    In an effort to manage and optimize the use of energy in these buildings, the ARIMA model (Autoregressive Integrated Moving Average) emerged as a very important analytical tool. The primary objective of this research is to investigate and explore how ARIMA parameter settings can be modified to improve the accuracy of energy consumption predictions on stairwell buildings. Based on an in-depth analysis of existing literature as well as empirical data, it was found that the ARIMA model, by leveraging time row kastasioneran and the use of univariate data, showed great potential in producing highly accurate short-term predictions. In this study, it was found that by performing the correct configuration of ARIMA parameters, the model was able to a level of accuracy with MAPE of 5,317% and RMSE of 8,7. These results show an excellent level of conformity, indicating that the ARIMA model can be effectively used to improve the accuracy of prediction of energy consumption in stairwell buildings. The findings of this study confirm that with proper adjustment of parameters, ARIMA can be a very useful tool in more efficient energy management in the building sector, which can ultimately contribute to reducing unnecessary energy consumption as well as improving overall energy efficiency.Penggunaan Pembangunan gedung bertingkat telah terbukti meningkatkan konsumsi energi. Dalam peramalan dengan menggunakan model ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average), muncul sebagai instrumen penting untuk optimasi energi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengaturan parameter ARIMA guna meningkatkan akurasi peramalan konsumsi energi pada gedung bertingkat. Melalui analisis literatur dan data, ditemukan bahwa model ARIMA, dengan kestasioneran deret waktu dan penggunaan data univariat, menawarkan potensi akurasi tinggi dalam prediksi jangka pendek. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa konfigurasi parameter spesifik, berhasil mencapai MAPE 5.317% dan RMSE 8.7, menunjukkan kesesuaian yang baik

    739

    full texts

    813

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Briliant: Jurnal Riset dan Konseptual
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇