Proyeksi: Jurnal Psikologi
Not a member yet
174 research outputs found
Sort by
OPTIMISME DITINJAU DARI PENERIMAAN DIRI PADA REMAJA DI PANTI ASUHAN
Optimisme adalah suatu pandangan secara menyeluruh melihat hal yang baik dan berfikir positif. Umumnya remaja di panti asuhan memiliki sifat optimis yang rendah dan mudah putus asa. Sikap optimis dapat ditingkatkan jika remaja mampu menerima dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penerimaan diri dengan optimisme. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan positif  antara penerimaan diri dengan optimisme, dengan asumsi semakin tinggi tingkat penerimaan diri, maka akan semakin tinggi tingkat optimisme, dan sebaliknya. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja yang tinggal di di Panti Asuhan LPI Markaz Al Ishlah Al Azziyah Banda Aceh sebanyak 118 orang  dengan metode purposive sampling. Data diperoleh dari skala untuk mengukur optimisme dan penerimaan diri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pearson Product Moment Correlation. Hasil analisis data menunjukkan koefisien korelasi sebesar 0,568 dengan p = 0,000 (p<0,05) yang berarti adahubungan positif yang signifikan antara penerimaan diri dengan optimisme. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sumbangan yang diberikan penerimaan diri terhadap optimisme adalah sebesar 32,3 persen, selebihnya 67,7 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Kata kunci: Optimisme, Remaja, Panti Asuhan, Penerimaan Diri
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN KONFLIK PERAN GANDA PADA PERAWAT WANITA YANG SUDAH MENIKAH DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dengan kepuasan kerja pada perawat wanita yang sudah menikah dan memiliki anak. Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah konflik peran ganda dan variabel bebas kepuasan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Analisa dilakukan kepada 96 perawat wanita yang sudah menikah dan memiliki anak di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan skala konflik peran ganda dan skala kepuasan kerja. Skala konflik peran ganda berjumlah 36 aitem dengan rentang daya beda skala konflik peran ganda 0,361- 0,749 dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,925. Skala kepuasan kerja berjumlah 30 aitem dengan rentan daya beda skala kepuasan kerja 0,316- 0,630 dan memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,867. Analisa data dalam penelitian ini mengguanakan teknik korelasi product moment dari Pearson. Berdasarkan analisa product moment diperoleh nilay rxy sebesar -0,202 dengan taraf signifikansi p=0,024 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara konflik peran ganda dengan kepuasan kerja pada perawat wanita yang sudah menikah dan memiliki anak. Â
PERAN KESEPIAN DAN PENGUNGKAPAN DIRI ONLINE TERHADAP KECANDUAN INTERNET PADA REMAJA AKHIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dan pengungkapan diri online dengan kecanduan internet pada remaja akhir. Variabel tergantung pada penelitian ini adalah kecanduan internet, variabel bebas penelitian ini adalah kesepian dan pengungkapan diri online. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan analisis dilakukan pada 100 remaja akhir. Metode pengambilan data dilakukan menggunakan tiga skala diantaranya skala kecanduan internet, skala kesepian, dan skala pengungkapan diri online. Skala kecanduan internet merupakan adaptasi dari Young’s Internet Addiction Test (TIAT20) yang dikembangkan oleh Kimberly Young, skala terdiri antara 20 aitem. Skala kesepian merupakan adaptasi dari UCLA Loneliness Scale (Version 3) yang dikembangkan oleh Daniel W. Russel terdiri dari 20 aitem. Sedangkan skala pengungkapan diri dari online Revised Self-disclosure Scale yang dikembangkan Louis Leung yang kemudian diadaptasi oleh Ina Blau terdiri dari 9 aitem. Uji hipotesis pertama dalam penelitian ini menggunakan korelasi regresi ganda sedangkan untuk hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis regresi parsial. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan dengan nilai korelasi R = 0,305 dengan Flinier = 4,963 dengan signifikansi 0,009 (dengan p 0,05) yang menunjukkan bahawa tidak ada hubungan antara kesepian terhadap kecanduan internet. Analisis hipotesis` ketiga menunjukkan skor rx2y = 0,261 dengan p = 0,005 (dengan p=<0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara pengungkapan diri online dengan kecanduan internet
HUBUNGAN ANTARA KOHESIVITAS KELOMPOK DAN EFIKASI DIRI DENGAN KEMALASAN SOSIAL PADA ANGGOTA ORGANISASI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kohesivitas kelompok dan efikasi diri dengan kemalasan sosial pada anggota organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisa yang dilakukan pada 140 anggota organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa dari beberapa fakultas yang berada di Unissula Semarang. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan tiga skala, yaitu skala kemalasan sosial, skala kohesivitas kelompok dan skala efikasi diri. Skala kemalasan sosial berjumlah 27 aitem dengan rentang daya beda 0,300 – 0,698 dan koefisien reliabilitas = 0,919. Skala kohesivitas kelompok berjumlah 24 aitem dengan rentang daya beda 0,328 – 0,748 dan koefisien reliabilitas = 0,917. Skala efikasi diri berjumlah 25 aitem dengan rentang daya beda 0,340 – 0,665 dan koefisien reliabilitas = 0,916. Terdapat dua teknik analisis data yang digunakan, yaitu analisis regresi ganda untuk menguji hipotesis pertama serta korelasi parsial untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga. Hasil uji hipotesis pertama diterima, yaitu ada hubungan antara kohesivitas kelompok dan efikasi diri dengan kemalasan sosial, dimana korelasi R = 0,608 dan Fhitung = 40,158 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukkan adanya hubungan yang sangat signifikan. Hasil uji hipotesis yang kedua dapat diterima, yaitu ada hubungan negatif antara kohesivitas kelompok dengan kemalasan sosial, dimana perolehan korelasi        ryx1-x2 = -0,318 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p<0,01) yang menunjukkan ada hubungan negatif sangat signifikan. Hasil uji hipotesis yang ketiga dapat diterima, yaitu ada hubungan negatif antara efikasi diri dengan kemalasan sosial, dimana perolehan korelasi ryx1-x2 = -0,197 dengan taraf signifikansi p = 0,020 (p<0,05) yang menunjukkan ada hubungan negatif signifikan
HUBUNGAN RASA MEMILIKI DAN KOMITMEN DENGAN MOTIVASI BERPRESTASI PEMAIN FUTSAL FAKULTAS DI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara rasa memiliki dan komitmen dengan motivasi berprestasi pemain futsal fakultas di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang dilakukan pada 99 orang pemain futsal dari tiap fakultas. Penelitian ini menggunakan 3 skala pengukuran, yaitu Skala Motivasi Berprestasi, SOBI–P, dan Skala Komitmen. Skala Motivasi Berprestasi berjumlah 21 aitem dengan rentang daya beda 0,254–0,527 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,771. SOBI–P berjumlah 17 aitem dengan rentang daya beda 0,569–0,732 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,938. Skala Komitmen berjumlah 20 aitem dengan rentang daya beda 0,323–0,504 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,831. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi dua prediktor dan korelasi parsial. Hasil uji hipotesis pertama menunjukkan ada hubungan yang sangat signifikan antara rasa memiliki dan komitmen dengan motivasi berprestasi, dimana korelasi R=0,757 dan Fhitung=61,948 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,01). Hasil uji hipotesis kedua menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara rasa memiliki dengan motivasi berprestasi, dimana korelasi ryx1-x2= 0,252 dengan taraf siginifikansi p = 0,012 (p < 0,05). Hasil uji hipotesis ketiga menunjukkan ada hubungan positif yang sangat signifikan antara komitmen dengan motivasi berprestasi, dimana korelasi ryx1-x2 = 0,630 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (p < 0,01)
STUDI FENOMENOLOGIS AKULTURASI PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA THAILAND DI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui akulturasi psikologis pada mahasiswa Thailand di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologis. Sebanyak empat partisipan berhasil direkrut dengan teknik purposive dan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat kemiripan budaya asal dan budaya baru, usia saat bermigrasi, latar belakang pendidikaan, kepribadian individu dan pengetahuan individu merupakan faktor penting yang mempengaruhi akulturasi psikologis pada mahasiswa Thailand di Unissula. Walaupun begitu, mahasiswa Thailand di Unissula masih mengalami hambatan akulturasi psikologis yaitu hambatan komunikasi. Penyebab hambatan itu adalah adanya perbedaan dalam bahasa. Hambatan ini menimbulkan dampak psikologis yaitu kejutan budaya (culture shock). Namun, adanya hambatan serta dampaknya tersebut disadari oleh partisipan cukup merugikan sehingga mereka menjalankan strategi akulturasi psikologis. Strategi yang digunakan oleh partisipan di dala penelitian ini adalaah integrasi
PIKIRAN POSITIF ALA NABI AYYUB AS
AbstrakNabi Ayyub AS adalah seorang yang kaya raya, memiliki istri yang banyak dan juga anak. kemudian nabi Ayyub jatuh miskin dan kemudian ditimpakan penderitaan berupa sakit yang parah dalam waktu yang sangat lama. Dalam kondisi menderita, nabi Ayyub mengalami tiga kondisi sekaligus yaitu kesakitan, kesedihan dan kesendirian. Tiga kondisi yang dialami nabi Ayyub tidak merubah karakter nabi Ayyub seorang hamba yang taat, pemurah, penyanyang dan ikhlas dalam beribadah. Inilah bentuk lain dari optimisme yang ditunjukkan oleh nabi Ayyub. Tujuan penulisan adalah ingin  menjelaskan secara psikologis bentuk pikiran positif cara nabi Ayyub. Hasil kajian kritis menemukan bahwa pikiran positif ala nabi Ayyub adalah merubah prasangka buruk menjadi prasangka baik (su’uzan menjadi husnuzan), sabar dalam kesakitan, kesedihan, kesendirian, dan kebersyukuran abstractThe Pprophet Ayyub AS was a wealthy man, had many wives and children. then the prophet Ayyub fell poor and then inflicted suffering in the form of severe pain for a very long time. In a state of suffering, the prophet Ayyub experienced three conditions at once namely pain, sadness and solitude. The three conditions experienced by the prophet Ayyub did not change the character of the prophet Ayyub, an obedient, generous, merciful and sincere servant in worship. This is another form of optimism shown by the prophet Ayyub. The purpose of writing is to want to explain psychologically positive forms of thought in the manner of the prophet Ayyub. The results of a critical study found that the positive thoughts of the prophet Ayyub were to change bad prejudice into good prejudice (su'uzan to husnuzan), patience in pain, sadness, solitude, and gratitude Keyword: positive thoughts, Prophet Ayyub A
PERBEDAAN PERILAKU PHUBBING PADA DEWASA AWAL DALAM SITUASI HUBUNGAN KELUARGA, HUBUNGAN PERTEMANAN, DAN HUBUNGAN PERCINTAAN DI KOTA BUKITTINGGI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan perilaku phubbing pada dewasa awal dalam situasi hubungan keluarga, hubungan pertemanan, dan hubungan percintaan di Kota Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif komparatif. Populasi pada penelitian ini adalah dewasa awal yang berdomisili di Kota Bukittinggi dengan sampel berjumlah 106 orang dan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis varians yakni anova satu jalur. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala phubbing yang diadaptasi oleh (Jihan, 2019). Data deskripsi statistik penelitian menunjukan bahwa skor mean situasi phubbing pada dewasa awal di Kota Bukittinggi lebih besar daripada populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai F = 2,448 dan nilai p = 0,088 (p˃0,05). Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan perilaku phubbing pada dewasa awal dalam situasi hubungan keluarga, hubungan pertemanan, dan hubungan percintaan di Kota Bukittinggi
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN RESILIENSI PADA PENYINTAS BANJIR ROB TAMBAK LOROK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dengan resiliensi pada penyintas banjir rob Tambak Lorok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 308 orang. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 80 orang berusia antara 20-70 tahun di kampung Tambak Lorok Semarang. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala dukungan sosial dan skala resiliensi. Hasil penelitian diuji menggunakan korelasi product moment dari. Skala dukungan sosial berjumlah 29 aitem dengan rentang daya beda antara 0,313-0,619 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,908. Skala resiliensi berjumlah 27 aitem dengan rentang daya beda antara 0,258-0,539 dan koefisien reliabilitas sebesar 0,802. Hasil uji hipotesis memperoleh rxy= 0,428 dengan taraf signifikansi p= 0,000 (p<0,01). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif atau signifikan antara dukungan sosial dengan resiliensi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin besar dukungan sosial yang diterima para penyintas banjir rob Tamba Lorok maka semakin baik pula resiliensinya. Begitu juga sebaliknya, semakin kecil dukungan sosial yang diterima maka semakin rendah pula resiliensinya.Sumbangan efektif dukungan sosial terhadap resiliensi sebesar 18,3%. Maka dapat diketahui setidaknya ada 81,7% faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti dan dapat berpengaruh pada resiliensi
RASA SYUKUR KAITANNYA DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA GURU HONORER SEKOLAH DASAR
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara rasa syukur berhubungan dengan kesejahteraan Psikologis pada guru honorer honorer sekolah dasar di UPT Disdikpora Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara. Subjek berjumlah 63 guru. Tehnik pengambilan data dengan menggunakan insidental sampling. Â Metode pengumpumplan data dengan menggunakan Skala kesejahteraan psikologis dan skala rasa syukur . Adapun analisis data dengan menggunakan tehnik korelasi Product Moment, dan diperoleh nilai rxy= 0,744 dengan signifikansi 0.000 (p<0.01), hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang siginifikan antara rasa syukur dengan kesejahteraan psikologis pada guru honorer sekolah dasar. Sumbangan efektif yang diberikan rasa syukur terhadap kesejahteraan psikologis adalah sebesar 55,4%, adapun yang 44,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini, diantaranya usia, jenis kelamin, kepribadian, status sosial, religiusitas dan dukungan socia