Proyeksi: Jurnal Psikologi
Not a member yet
174 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA KEMATANGAN EMOSI DAN KETRAMPILAN SOSIAL DENGAN PENYESUAIAN DIRI PADA SANTRI PONDOK PESANTREN DAAR AL FURQON KUDUS
Penyesuaian diri adalah interaksi seseorang secara kontinyu dengan dirinya sendiri, orang lain, dan lingkungan disekitarnya. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap penyesuaian diri adalah kematangan intelektual, moral, emosi dan sosial.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan keterampilan sosial dengan penyesuaian diri pada santri pondok pesantren Daar Al Furqon Kudus. Subjek penelitian berjumlah 70 santri, dipilih melalui metode simple random sampling. Pengambilan data dilakukan menggunakan skala penyesuaian diri yang terdiri dari 33 aitem, skala kematangan emosi ada 49 aitem dan skala keterampilan social ada 33 aitem. Reliabilitas yang dihasilkan pada skala penyesuaian diri 0,879, kematangan emosi 0,903 dan keterampilan sosial 0,898. Uji hipotesis menggunakan teknik analisis regresi berganda dan uji korelasi parsial. Hasil uji hipotesis menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara kematangan emosi dan keterampilan sosial dengan penyesuaian diri pada santri pondok pesantren Daar Al Furqon Kudus Ry(1,2) 0,723, Fhitung 36,607, pada p= 0,000 (p<0,01). Ada hubungan antara kematangan emosi dengan penyesuaian diri rx1y = 0,504, p = 0,000 (p<0,01). Ada hubungan antara keterampilan sosial dengan penyesuaian diri, rx2y = 0,254, p = 0,035 (p<0,05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri santri dapat dipengaruhi oleh faktor kematangan emosi dan keterampilan sosial. Â Â Kata kunci: penyesuaian diri, kematangan emosi, keterampilan sosial
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OTORITER DENGAN SELF-EFFICACY PADA MAHASISWA YANG SEDANG MENYELESAIKAN DI UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui secara empirik hubugan antara pola asuh otoriter dengan efikasi diri pada mahasiswa yang sedang menyelesaikan skripsi. Penelitian ini mengkorelasikan dua variabel, yaitu variabel pola asuh otoriter dengan variabel Self-efficacy. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala; yaitu skala pola asuh otoriter yang terdiri dari 26 item dengan daya beda berkisar antara 0,314 – 0,649 dengan estimasi reliabilitas sebesar 0,896, dan skala Self-efficacy yang terdiri dari 28 dengan daya beda berkisar antara 0,305 – 0,688 dengan estimasi reliabitas 0,849. Mahasiswa unissula yang sedang menyelesaikan skripsi diambil sebagai populasi dalam penelitian ini, dengan jumlah sampel sebanyak 123 mahasiswa yang diambil secara simpel random sampling. Korelasi produck moment digunakan untuk menguji data, dan diperoleh nilai rxy sebesar -0,340 dalam taraf signifikansi 0,000 (p<0,01), yang artinya ada hubungan negatif yang signifikan antara pola asuh otoriter dengan Self-efficacy, ini berarti hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Variabel pola asuh otoriter memberikan sumbangan efektif sebesar 11,6% terhadap variabel efikasi diri, 88,4% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini
Hubungan Antara Kecemasan Terhadap Karir Masa Depan Dan Konsep Diri Akademik Dengan Prokrastinasi Skripsi Pada Mahasiswa
Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kecemasan terhadap karir masa depan dan konsep diri akademik dengan prokrastinasi skripsi pada mahasiswa. Subjek penelitian melibatkan 201 mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Pengumpulan data menggunakan skala prokrastinasi skripsi dengan reliabilitas (α = 0,855), skala kecemasan terhadap karir masa depan dengan reliabilitas (α = 0,909), dan skala konsep diri akademik (α = 0,854). Berdasarkan analisa menggunakan teknik regresi dua prediktor dihasilkan korelasi R sebesar 0,648, Fhitung sebesar 71.609 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000 (pada p ˂ 0,01). Hasil tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kecemasan terhadap karir masa depan dan konsep diri akademik dengan prokrastinasi skripsi. Hasil perhitungan korelasi parsial menunjukkan nilai korelasi ryx1-x2 = 0,194 dengan taraf signifikansi p = 0,006 (pada p < 0,01). Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara kecemasan terhadap karir masa depan dengan prokrastinasi skripsi pada mahasiswa. Hipotesis ketiga untuk mengetahui hubungan antara konsep diri akademik dengan prokrastinasi skripsi. Hasil perhitungan menunjukkan nilai korelasi ryx2-x1 = −0,566 dengan taraf signifikansi p = 0,000 (pada p < 0,01). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang sangat signifikan antara konsep diri akademik dengan prokrastinasi skripsi. Kecemasan terhadap karir masa depan dan konsep diri akademik bersama-sama memberikan sumbangan efektif atau pengaruh sebesar 42,00% terhadap prokrastinasi skripsi, sedangkan sisanya 58,00% dipengaruhi oleh faktor lain. Kecemasan terhadap masa depan karir memberikan pengaruh sebesar 6,27% terhadap prokrastinasi skripsi, sedangkan konsep diri akademik memberikan pengaruh sebesar 35,73%
KOMITMEN TERHADAP TUGAS DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS X SMA NEGERI “X†DEMAK
Penelitian ini bertujuan menguji secara empiric hubungan antara komitmen terhadap tugas dengan prestasi belajar matematika siswa kelas X di SMA Negeri Negeri “X†Demak. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional. Sampel yang terlibat dalam penelitian ini sebanyak 100 siswa kelas X yang dipilih menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala komitmen terhadap tugas yang terdiri dari 34 aitem dengan indeks daya beda aitem bergerak antara 0,286 sampai 0,689, koefisien reliabilitas α = 0,918. Data prestasi belajar diperoleh dari nilai raport siswa pada mata pelajaran matematika. Analisis data menggunakan analisis regresi menunjukkan nilai R = 0,484 dengan p=0,00 (P<0,01). Hal ini berarti ada komitmen terhadap tugas berpengaruh terhadap prestasi belajar matematika
HUBUNGAN ANTARA KEPERCAYAAN DIRI DAN POLA ASUH OTORITATIF DENGAN CITRA DIRI PADA MAHASISWI YANG MELAKUKAN PERAWATAN WAJAH DI KLINIK KECANTIKAN
This aims to determine the relationship between self confidence and authoritative parenting with self image female students psychology faculty of sultan agung islamic university doing face treatment in beauty clinic using correlational quantitative method. The population in this study is 96 female students of psychology faculty in sultan agung islamic university doing face treatment in beauty clinic. The sampling method uses saturated sampling. The measuring tool used in this study consists of 3 scales. The self image Scale with moving discrimantion items index were between 0,373 to 0,634 and α = 0,837. The self confidence Scale with moving discrimantion items index were between 0,322 to 0,621 and α= 0.901. The the authoritative parenting Scale with moving discrimantion items index were between 0,313 to 0,697 and α= 0.886 Analysis used multiple regression analysis and partial correlation. The results of the first hypothesis analysis got score of R= 0.686 and Farithmetic= 41,372, P=0.000 (p <0.01) mean a very significant relationship between self confidence and authoritative parenting with self image female students of psychology faculty in sultan agung islamic university doing face treatment in beauty clinic. Result of second hypothesis analysis got score rx1y = 0,354 with significance 0,000 (p <0,01) means a very significant positive relationship between self confidence with self image. The result of the third hypothesis analysis got the score rx2y= 0,3961 with significance 0,000 (p <0,01) means a very significant positive relationship between authoritative parenting with self image female. This aim explains that self-confidence and authoritative parenting provide an effective contribution to self-image 0f 47,1% while 52,9% comes from other factors.    Key word: Self-image, Self-confidence, Authoritative parentin
HUBUNGAN ANTARA KEPRIBADIAN TIPE A DENGAN STRES KERJA PADA GURU SMK MUHAMMADIYAH TEGAL
Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengtehaui secara empiris hubungan antara kepribadian tipe A dengan stres kerja pada guru SMK. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan mengambil guru SMK Muhammadiyah Tegal sebagai populasinya yang diambil semua atau studi populasi yang berjumlah 61 orang. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala yaitu skala kepribadian tipe A dan skala stres kerja. Penelitian ini mengajukan hipotesis: Ada hubungan positif antara tipe kepribadian A dengan stres kerja. Tehnik korelasi product moment digunakan untk menguji hipoesis, dengan hasil koefisien korelasi r = -0,245, dengan p = 0.057 (p>0,05), maka dapat disimpulan tidak ada hubungan antara tipe kepribadian A dengan stres kerja, yang berarti hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini ditolak
PERAN KELEKATAN PADA ORANG TUA TERHADAP PEMAAFAN SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Pemaafan merupakan kemampuan yang menjadi dasar moral dan karakter positif. Pada individu yang beranjak remaja, seperti para siswa sekolah menengah pertama, menjadi sangat penting meneliti kemampuan tersebut dari ikatan yang dimiliki dengan keluarga. Salah satu kunci dari perkembangan ketrampilan dan kemampuan yang dibutuhkan dalam interaksi sosial adalah kelekatan pada orang tua. Kelekatan tersebut muncul dari ikatan emosi positif antara anak dengan orang tua sebagai figur lekat  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran pemaafan siswa yang baru memasuki masa remaja, dengan mempertimbangkan peran kelekatannya pada orang tua. Penelitian dilaksanakan pada 100 orang siswa sekolah menengah pertama di Grobogan, dengan menggunakan alat pengumpul data berupa Skala Psikologi, yaitu Skala Pemaafan (α = 0,93) dan Skala Kelekatan pada Orang Tua (α = 0,85). Analisis data menggunakan uji regresi, menunjukkan hasil r = 0,452 dengan p = 0.00. Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara pemaafan dan kelekatan pada orang tua. Koefisien Determinasi sebesar 0,204, menunjukkan sumbangan efektif variabel prediktor sebesar 20,4% kepada pemaafan. Â
DUKUNGAN SOSIAL DAN RASA MEMILIKI TERHADAP KESEPIAN PADA MAHASISWA PERANTAU SEMESTER AWAL DI UNIVERSITAS DIPONEGORO
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan rasa memiliki terhadap kesepian pada mahasiswa perantau semester awal di Universitas Diponegoro. Subjek dalam penelitian ini yaitu mahasiswa perantau semester awal yang berjumlah 184 mahasiswa. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan skala kesepian dengan indeks daya beda aitem bergerak antara 0,319 - 0,630 dan koefisien α = 0,908, skala dukungan sosial dengan indeks daya beda aitem bergerak antara 0,304 – 0,745 dan koefisien α = 0,944 serta skala rasa memiliki dengan indeks daya beda aitem bergerak antara 0,325 – 0,731 dankoefisien α = 0,916. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dan menggunakan analisis data statistik regresi ganda. Berdasarkan hasil analisis statistik diperoleh nilai Rx12y = 0,882 dan Fhitung = 316.459 dengan taraf siginifikansi p = 0,000 (p < 0,01). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara dukungan sosial dan rasa memiliki terhadap kesepian pada mahasiswa perantau semester awal di Universitas Diponegoro.   Kata kunci : kesepian, dukungan sosial, rasa memiliki
PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA SMP ISLAM PLUS ASSALAMAH UNGARAN SEMARANG DITINJAU DARI EMPATI DAN DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara empati dan dukungan sosial teman sebaya dengan perilaku prososial remaja. Siswa SMP Islam Plus Assalamah Ungaran Semarang menjadi polulasi dalam penelitian ini yang diambil secara tehnik Cluster random sampling. Tiga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, pertama: ada hubungan antara hubungan antara empati dan dukungan sosial teman sebaya dengan perilaku prososial remaja, kedua: ada hubungan positif antara empati dengan perilaku prososial remaja; ketiga: ada hubungan positif antara dukungan sosial teman sebaya dengan perilaku prososial remaja. Analisis Kata Kunci: Perilaku prososial, empati, dukungan sosial teman sebay
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN STRES KERJA PADA GURU SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI SEMARANG
Peneliti memahami pentingnya suatu pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Salah satu layanan pendidikan khusus diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus adalah pendidikan sekolah luar biasa. Sekolah luar biasa tersebut memungkinkan anak berkebutuhan khusus dapat mengembangkan pengetahuan, keterampilan yang dimilikinya dan dapat berusaha mandiri terutama dalam hal mengurus diri sendiri. Mengajar pada anak berkebutuhan khusus bukan hal yang mudah dilakukan, sehingga banyak guru yang mengalami stres kerja jika tidak memiliki keyakinan diri atas kemampuan menyelesaikan peran tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara efikasi diri dan stres kerja pada guru Sekolah Luar Biasa Negeri Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengambilan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru di Sekolah Luar Biasa yang memiliki masa kerja 1 sampai 5 tahun menggunakan sampling jenuh. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan dua skala yaitu skala efikasi diri dan skala stres kerja. Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment diperoleh koefisien korelasi sebesar rxy= -0.567 dengan p<0,01. Hasil ini menunjukkan bahwa ada hubungan negatif antara efikasi diri dan stres kerja pada guru Sekolah Luar Biasa Negeri Semarang.Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan bahwa makin tinggi efikasi diri, maka makin rendah stres kerja, sebaliknya makin rendah efikasi diri, maka makin tinggi stres kerjanya. Sumbangan efektif efikasi diri terhadap stres kerja adalah 32.1 persen, sedangkan 67.9 persen dipengaruhi oleh faktor lain.   Kata Kunci : Efikasi Diri, Stres Kerj