Jurnal Keteknikan Pertanian
Not a member yet
    627 research outputs found

    Potensi Penggunaan Bambu sebagai Tabung Resonator Thermoacoustics Refrigeration

    Get PDF
    AbstractThermoacoustics refrigeration is considered as one of cooling method, which recently developed. This method can be applied for cooling of foods in particular vegetables. The important components in thermoacoustics refrigeration are: resonator tube, Stack, acoustics driver and working fluid. The advantages of thermoacousic refrigeration include the use of relatively simple components, consequent energy saving, and most importantly thing is environmentally friendly. Recent researches has highlighted the necessity to develop resonator tube and stack concerning shape, design, size and basic material which is used to produce resonator tube and stack. This paper comprehensively reviews the current state of technologyto develop shape, design, size, and basic material in the development of thermoacoustics refrigeration. It is concluded that the use of bamboo as basic material can be applied with continuing research of its application may lead to the use of thermoacoustic refrigeration for food and vegetables.Keywords: themoacoustics refrigeration, bamboo, resonator tube, stack, food and vegetablesAbstrakThermoacoustic refrigeration merupakan salah satu metode pendinginan yang saat ini banyak dikembangkan. Metode ini dapat diaplikasikan untuk mendinginkan makanan dan sayur-sayuran. Beberapa komponen komponen penting dalam thermoacoustic refrigeration diantaranya adalah : tabung resonator, stack, pembangkit akustik dan fluida kerja. Keunggulan penggunaan metode thermoacoustic refrigeration sebagai metode pendinginan adalah : penggunaan komponen yang lebih sedikit, penghematan energi, dan yang paling penting adalah ramah lingkungan. Penelitian-penelitian terbaru banyak memfokuskan pada pengembangan tabung resonator dan stack terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan bentuk, design, ukuran dan material dasar yang digunakan pada pembuatan tabung resonator dan stack. Artikel ini secara komprehensif meninjau kondisi perkembangan teknologi yang berkaitan dengan bentuk, design, ukuran dan material dasar pada pengembangan thermoacoustic refrigeration. Artikel ini mempunyai kesimpulan bahwa penggunaan bambu sebagai tabung resonansi dapat diaplikasikan dengan penelitian yang berkelanjutan untuk dapat diaplikasikan juga sebagai thermoacoustic refrigeration untuk makanan dan sayur-sayuran.Kata kunci: thermoacoustic refrigeration, bambu, tabung resonansi, stack, makanan dan sayur-sayuranDiterima: 17 Juni 2013; Disetujui: 26 September 201

    Kajian Kelembaban Tanah dan Kebutuhan Air Beberapa Varietas Hibrida DR UNPAD

    Get PDF
    AbstractThis research aimed for examining the effect of soil moisture toward the amount and efficiency of water application of hybrid maize DR Unpad. This research was conducted in the greenhouse located in Faculty of Agriculture Padjadjaran University, which is situated at about 801 meters above mean sea level. The research method was using the experimental method of Split Plot Design with three replicates. The first factor was the hybrid corn varieties, i.e.: DR-A, DR-B, DR-F, and BISI-2. The second factor wasthe arrangement of soil moisture, i.e.: 100% field capacity, 90% field capacity, and 80% field capacity.The results showed that there was no interaction between the treatment of maize varieties and soil moisture.On soil moisture maintained at 90% field capacity, the plants has the highest water requiremenst is 345.45 mm/season.It has showed the best plant growth, the yield and water-use efficiency at the highest level at1.83 g/L. Plants that showed the highest water requirement, the best in growth and yield, in a row are hybrid corn BISI-2, DR-F, DR-A, and DR-B.Keywords: soil moisture, water requirement, hybrid corn DR Unpad, and field capacity.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelembaban tanah terbaik terhadap jumlah kebutuhan dan efisiensi penggunaan air tanaman jagung hibrida DR Unpad. Penelitian dilakukan di rumah kaca KebunPenelitian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran memiliki ketinggian ± 801 meter di atas permukaan laut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama adalah varietas jagung hibrida, yang terdiri dari 4 taraf, yaitu: DR-A, DR-B, DR-F, dan BISI-2. Faktor kedua adalah pengaturan kelembabantanah, yang terdiri dari 3 taraf, yaitu: kelembaban tanah 100 % kapasitas lapang (KL), 90 % KL, dan 80 % KL. Hasil penelitian menunjukan bahwa antara perlakuan varietas jagung dan kelembaban tanah ternyata tidakterjadi interaksi. Pada kelembaban tanah dipertahankan 90 % kapasitas lapang, tanaman membutuhkan air paling tinggi, yaitu 345.45 mm/musim dan memperlihatkan pertumbuhan dan hasil tanaman paling baik, serta efisiensi penggunaan air paling tinggi yaitu 1.83 g/L. Tanaman yang menunjukkan kebutuhan air tertinggi, y pertumbuhan dan hasil yang terbaik dalam, berturut-turut adalah jagung hibrida BISI-2, DR-F,DR-A, dan DR-B.Kata Kunci: kelembaban tanah, kebutuhan air, jagung hibrida DR Unpad, dan kapasitas lapangDiterima: 08 April 2013; Disetujui: 09 Juli 201

    Modifikasi Nosel pada Sistem Penyemprotan untuk Pengendalian Gulma Menggunakan Sprayer Gendong Elektrik

    Get PDF
    AbstractThis research aimed to modify the Nozzle of spraying system on the sprayer output to reduce the shift in spraying points on sprayed granules as a result of the wind blow from the environment. This electric sprayer consists of several components which are not found in a power sprayer or manual sprayer such as a 12-V battery or a 5.8 bar-pressure water pump. The result of the pressure comparison on the outlet showed a significant difference, namely in a 3-bar manual sprayer and a 4-bar electric sprayer. The pressure difference resulted in the difference in discharge, the length and width of the spraying.Keywords : discharge, electric, manual, pressure, sprayerAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memodifikasi Nosel pada system penyemprotan yaitu pada hasil keluaran sprayer untuk mengurangi pergeseran titik semprot pada butiran semprot yang timbul akibat adanyadorongan angin dari lingkungan. Sprayer elektrik terdiri dari beberapa komponen yang tidak terdapat pada power sprayer maupun manual sprayer seperti aki 12 V, pompa air tekanan 5.8 bar. Hasil perbandingantekanan pada lubang keluaran menunjukan perbedaan tekanan yang cukup signifikan, yaitu pada sprayer manual 3 bar dan sprayer elektrik 4 bar. Perbedaan tekanan tersebut mengakibatkan adanya perbedaandebit, panjang penyemprotan dan luas penyemprotan.Kata Kunci : debit, elektrik, manual, sprayer, tekananDiterima: 12 November 2013;Disetujui:27 Februari 201

    Pemetaan Indeks Stabilitas Tanah Menggunakan SINMAP di Sub-DAS Rawatamtu

    Get PDF
    AbstractThe research shows the application of Soil Stability Index Mapping (SINMAP) to predict the potential of landslide hazard. The study was conducted at Rawatamtu sub-Watershed, located at Jember Regency.Input data for this study are: (1) digital elevation model (DEM), (2) physical preperties of soil, (3) rainfall data, and (4) other GIS layers collected from the study area. The DEM was obtained from ASTER GDEM2.SINMAP calculate the soil stability index based on combination effect of: slope stability, soil properties, land use and rainfall intensity. Then, interaction of those four factors are integrated on SINMAP and are classified as soil stability index. About 50 locations were surveyed by GPS and optical camera to interpret the map qualitatively. Result show the stable zone (index value > 1.5) occupied about 64.7 % of the watershed area. Area that classified in the upper and bottom limit of landslide (i.e. potentially subject to landslide hazard) are located at both mountain areas (Mount Argopuro and Raung) of the sub-watershed.Keywords: soil-stability-index, SINMAP, Landslide, RawatamtuAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membuat peta stabilitas tanah dan menginterpretasikan indeks stabilitas tanah tersebut untuk prediksi longsor dengan menggunakan SINMAP (Soil Stability Index Mapping).Penelitian dilakukan di Sub-Das Rawatamtu (Kab. Jember). Input data terdiri dari: (1) ASTER GDEM2 (ketelitian pixel ± 30m), (2) data karakteristik fisik tanah, (3) karakteristik fisik hujan, dan (4) lokasi titikkontrol hasil survei GPS. SINMAP menghitung indeks stabilitas tanah dengan asumsi bahwa: proses longsor merupakan hasil kombinasi dari: stabilitas lereng, karaktersitik tanah, jenis peruntukan lahan danbesarnya hujan. Pengaruh dan interaksi antara ke empat faktor tersebut diintegrasikan di dalam SINMAP dan dikaslifikasikan dalam suatu nilai indeks stabilitas tanah. Hasil studi menunjukkan bahwa: 64.7% darikawasan Sub-Das Rawatamtu berada pada zona stabil; 3.2% berada pada zona agak stabil; 3.5% berada pada zona kurang stabil; 27.1% berada pada kawasan zona batas bawah longsor; dan 1.4% berada pada kawasan zona batas atas longsor. Sebagian besar wilayah yang mencakup zona batas atas dan batas bawah longsor, berada pada lereng Gunung Argopuro dan sebagian kecil berada pada kecamatan Sumberjambe (daerah lereng Gunung Raung).Kata Kunci : Indek Stabilitas tanah, SINMAP, Longsor, Rawatamtu.Diterima: 03 Desember 2013;Disetujui: 10 Maret 201

    Pendugaan Kadar Air dan Total Karoten Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Menggunakan NIR Spektroskopi

    Get PDF
    AbstractThe aim of this research is to develop a Near Infrared (NIR) calibration model based on water content and total carotene that can be used as a standard of ripe fruit. There are three steps of the research. The first step is NIR spectral data aquisition of 60 samples by using NIRFlex N-500. Next step is measuring water content and total carotene from each sample using destructive method. The last step is development of NIR calibration model using (Partial Least Square) PLS and applying pretreatment data Standard Normal Variate (SNV), normalization (N01), dan First Derivative Savitzky-Golay 9 Point (DG1). The result show that water content could be predicted well by applying SNV with R2 (calibration) =0.89, R2 (validation) = 0.88 and RPD = 2.84. Total carotene also could be predicted well by applying DG1 with R2 (calibration) = 0.84, R2 (validation) = 0.77 and RPD = 2.06.Keywords: Fresh Fruit Bunch (FFB) maturity, NIR spectra, calibration model, water content, total caroteneAbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk membangun model kalibrasi dari kadar air dan total karotenyang dapat dijadikan standar kematangan buah. Terdapat tiga tahapan pada penelitian ini, pertama akuisisi spektrum Near Infrared (NIR) pada 60 sampel menggunakan NIRFlex N-500. Langkah selanjutnya adalah pengujiankadar air dan total karoten tiap sampel secara destruktif. Langkah terakhir adalah pembuatanmodel kalibrasi menggunakan metode (Partial Least Square) PLS dan menerapkan pretreatment data Standard Normal Variate (SNV), normalisasi (N01), dan First Derivative Savitzky-Golay 9 titik (DG1). Hasilmenunjukkan bahwa kadar air dapat diprediksi dengan baik menggunakan SNV dengan R2 (kalibrasi) = 0.89 dan R2 (validasi) = 0.88 dan RPD = 2.84. Total karoten juga dapat diprediksi dengan baik menggunakan DG1 dengan R2 (kalibrasi) = 0.84 dan R2 (validasi) = 0.77 dan RPD = 2.06.Kata kunci: Kematangan Tandan Buah Segar (TBS), spektrum NIR, model kalibrasi, kadar air, total karotenDiterima: 13 Agustus 2014 ; Disetujui: 30 September 201

    Analisis Perubahan Kualitas Pascapanen Pepaya Varietas IPB9 pada Umur Petik yang Berbeda

    Get PDF
    AbstractPapaya is generally harvested at condition of hard green mature. The maturity level depends on the market destination. Understanding the maturity level and its postharvest quality changes of papaya during storage is important in order to determine the market destination. The objective of this study was to investigate the effect of different picking date on the postharvest quality and shelf life of papaya cv. IPB9 during storage period. Sample of papaya fruits were harvested at 135, 131, 128, 121 and 114 days after anthesis. After harvesting, papaya fruits were ripened artificially by injecting 50ppm of ethylene during 24 hand then were placed in the room temperature. The results showed that picking date of 128 has the highest starch content. After ripening, this papaya fruit has soluble solid content (SSC) of 6.7oBrix. For those papaya fruits with picking date of 135 and 131 have SSC of 8.3oBrix dan 7.5oBrix at four days storage.Papaya fruit with picking days of 128 has the longest shelf life until six days. The shortest shelf life was papaya fruits with picking date of 131 and 135 until four days. These picking date of 114 and 121 showed the lowest SSC. It could be concluded that for papaya fruit cv IPB9, the picking date of 128 was the most suitable for long distance market.Keywords : picking date, papaya cv. IPB9, starch content, storage, shelf lifeAbstrakPepaya biasanya dipanen pada kondisi masih hijau tetapi sudah tua. Tingkat ketuaan pepaya yang dipanen tergantung dari tujuan pasar. Pengetahuan tentang tingkat ketuaan panen pepaya dan pengaruhnyaterhadap perubahan kualitas pasca panen selama penyimpanan sangat penting untuk diketahui dalam kaitannya dengan tujuan pasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh umur petik pepaya varietas IPB9 terhadap perubahan kualitas dan masa simpannya. Sampel buah pepaya dipanen pada tingkat ketuaan yang dinyatakan dalam hari setelah pembungaan, yaitu 135, 131, 128, 121 dan 114. Setelah dipanen, pepaya diperam dalam alat pemeram buatan dengan perlakuan penambahan gas etilen 50 ppm selama 24 jam. Setelah proses pemeraman, sampel buah pepaya diletakkan di suhu ruang. Hasilpengamatan menunjukkan bahwa buah pepaya yang dipanen pada hari ke 128 mempunyai kandungan pati tertinggi. Setelah proses pemeraman, umur petik 128 hari mempunyai kadar total padatan terlarut sebesar6.7oBrix. Sementara untuk pepaya dengan umur petik 135 dan 131 menunjukkan kandungan total padatan terlarut sebesar 8.3oBrix dan 7.5oBrix pada hari penyimpanan keempat. Untuk umur simpan, pepaya yang dipetik pada umur 128 mempunyai umur simpan yang paling lama selama enam hari, sedangkan pepaya pada umur petik 131 dan 135 hari mempunyai umur simpan yang terpendek selama empat hari. Pepayayang dipetik pada hari ke 114 dan 121 menunjukkan kandungan total padatan terlarut terendah. Dapat disimpulkan bahwa pepaya dengan umur petik 128 hari sesuai untuk tujuan pemasaran jarak jauh karenamempunyai umur simpan yang paling lama.Kata Kunci : umur petik, pepaya varietas IPB9, kandungan pati, penyimpanan, umur simpanDiterima: 27 November 2014; Disetujui: 19 Februari 201

    Studi Gerak Kerja Pemanenan Kelapa Sawit Secara Manual

    Get PDF
    AbstractGood harvesting technique and timing is necessary to result good productivity in oil-palm industies. The harvesting activity is mostly conducted by ‘human powered’ manual handling which quite arduous and risky in term of work safety and musculoskeletal disorders (MSD). This research deals with anthropometry and motion study to analyse manual harvesting activity in oil palm plantation so the activity can be done in more safety, efficient and productive. Motion study using Natural Range of Motion (ROM) is applied to know the level of motion risk based on ROM indeks and appropriate antropometry. Manual harvesting tasks by usingconventional tools named ‘dodos’ and ‘egrek’ were studied in this research. The aims of this research is to know the pattern and risks distribution of the work motions, and then to determine a good harvestingprocedure to minimize the risk. The anthropometry result show that the harvester posture is ideal and uniform. The ‘cutting with egrek (CuE)’ was found as the most risky work element in the manual harvestingtask, and the MSD risks occur on the neck, shoulder, forearm, back and ankle.Such work procedures should be designed and appropriate working distance and length of tool are required to prevent the risks. Work motion simulation revealed that 1.5, 2.5, 5.5, and 8.5 mare suitable working distance to harvest 3, 6, 12 dan 18 mheight of targeted bunches, respectively.Keywords: ergonomic, manual harvesting, oil palm, motion study, anthropometryAbstrakTeknik dan waktu pemanenan yang tepat diperlukan untuk mencapai produktivitas yang baik di industri kelapa sawit. Kegiatan panen sawit secara umum masih dilakukan secara manual mengandalkan tenagamanusia yang tergolong cukup sulit dan beresiko tinggi dalam hal keselamatan kerja dan gangguan muskuloskeletal (MSD). Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis kegiatan panen-muat kelapa sawit di beberapa perkebunan sawit dengan pendekatan ergonomi dan mekanisme kerja yang optimal, baik dari sudut pandang efektivitas maupun keselamatan kerja. Lingkup yang dikaji dalam kajian ini adalahberfokus pada analisis antropometri serta gerak kerja pemanenan dengan pendekatan selang gerak alami (natural Range of Motion: ROM). Kajian ini juga meliputi dua metode dan alat panen yang lazim digunakan, yaitu ‘dodos’ dan ‘egrek’. Hasil analisis antropometri secara umum menunjukkan bahwa pemanen di ketiga lokasi memiliki karakteristik postur tubuh yang relatif sama. Analisis gerak membuktikan bahwa elemen kerja yang terkait pemotongan tandan buah segar (TBS) memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan elemen kerja yang terkait dengan evakuasi dan pengumpulan TBS. Elemen kerja ‘cutting egrek(CuE)’ teridentifikasi sebagai pekerjaan paling beresiko, dimana segmen tubuh yang paling beresiko adalah leher, bahu, punggung-pinggang, lengan hingga pergelangan kaki. Desain ergonomis terkait prosedur danjarak kerja diperlukan untuk meminimasi resiko tersebut, dan hasil simulasi menunjukkan bahwa jarak kerja yang ideal dan aman untuk ketinggian target potong (TBS) 3, 6, 12 dan 18 m berturut-turut adalah 1,5, 2,5, 5,5 dan 8,5 m.Kata Kunci : ergonomika, pemanenan manual, kelapa sawit, studi gerak, antropometriDiterima: 02 Desember 2014 ; Disetujui: 24 Februari 201

    PENERAPAN SISTEM PEMBEKUAN VAKUM DAN PEMANASAN DARI BAWAH PADA MESIN PENGERING BEKU

    No full text
    ABSTRACT Freeze drying is the best among the drying methods, especially for high value products. This is due to some reason: minimize tile degradative reaction such as non enzymatic browning, protein denaturizing and enzymatic reaction, little loss of flavor and aroma and high re-absorptivity of solvent. However due to slow drying rate, the drying time is longer and energy consumption is higher, that make freeze drying process expensive. To overcome the problems, drying was proposed to operate by application of vacuum freezing and back heating beside the use of radiation from the upper surface of product. The objective of this research was to prove that freeze drying with vacuum freezing and back heating (PBPVpb) consume less energy than freeze drying with contact plate freezing (PBLS). The research was started by designing and manufacturing a PBPVpb before operating and analyzing it. This research found out that the energy consumption of PBP\/pb was 90.6% of PBLS although the drying time of PBPVpb WaS 29% longer than that of PBLS. The drying rate of PBPVpb was 5 g/h whereas PBLS was 5.6 g/h. Keyword: freeze drying, vacuum freezing, baok heating Diterima: 26 Juni 2007; Disetujui: 19 Agustus 200

    RESEARCH ON GREENHOUSE APPLICATION IN THE TROPICS

    No full text
    ABSTRACTStudies on greenhouse technology for tropical conditions show significant progress in the last decade. Several concepts of adapted greenhouse structure heve been proposed by scientists in ordor to provide optimum environment for the growing plants inside, This paper reviews on some studies concentrated on Improving the performance of greenhouse structure for tropical conditions. It presents some information on the design. material selection and the construction of several proposed greenhouses. It is hoped to give helpful information for future research as well as be implemented in commercial greenhouses In the tropics Keywords: greenhouse. natural ventilation. structural design, tropics. Diterima: 17 September 2007; Disetujui: 28 Oktober 2007

    Authors Guideline

    No full text
    Author Guidelin

    238

    full texts

    627

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Keteknikan Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇