Jurnal Keteknikan Pertanian
Not a member yet
    627 research outputs found

    Aplikasi Pelapis Bionanokomposit berbasis Karagenan untuk Mempertahankan Mutu Buah Mangga Utuh

    No full text
    AbstractMango is one of Indonesia export comodities which vulnerable to decay during transportation and storage. Coating is known as an effective method to overcome such shortcomings of mango during storage. The objective of this study is to examine the effect of carrageenan-based bionanocomposite coating application for maintaining quality of mango type Gedong gincu stored at 20 oC as well as characterize the mechanicaland water vapor barier properties of resulting film. Zinc oxide nanoparticles (ZnO NPs) (1 % w/w carrageenan) and beeswax (3 % v/v solution), as hydrophobic component, were incorporated into carrageenan polymer to produce bionanocomposite solution. The results showed the mechanical and water vapor barrier properties of carrageenan films were improved by the addition of beeswax and ZnO NPs. N1B1 (carrageenan + beeswax + ZnO NPs) emerged as the most effective coating formulation to delay the change of weightloss, firmness, CO2 production, total acidity as well as alteration in color parameters (L, a and b) of mangoduring storage. Carrageenan-based bionanocomposite coating was potential as alternative method to keepthe quality of mango during storage.AbstrakMangga merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang rentan mengalami kerusakan selama transportasi dan penyimpanan. Pelapisan dikenal sebagai metode yang efektif untuk mengatasi masalah mangga selama penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh aplikasipelapis bionanokomposit berbasis karagenan dalam mempertahankan kualitas mangga jenis Gedong gincu yang disimpan pada suhu 20 oC serta mengkarakterisasi sifat mekanis dan barier uap air dari film yang dihasilkan. Nanopartikel seng oksida (NP-ZnO) (1% b/b karagenan) dan beeswax (3 % v/v larutan), sebagai komponen hidrofobik, diinkorporasikan ke dalam polimer karagenan untuk menghasilkan larutan bionanokomposit. Hasil penelitian menunjukkan sifat mekanis serta barier uap air dari film karagenan mampu diperbaiki dengan penambahan beeswax dan NP-ZnO. N1B1 (karagenan + beeswax + NP-ZnO)muncul sebagai formulasi pelapis yang paling efektif dalam menekan perubahan susut bobot, kekerasan, produksi CO2, total asam serta perubahan parameter warna (L, a dan b) mangga selama penyimpanan. Pelapis bionanokomposit berbasis karagenan potensial sebagai alternatif metode untuk menjaga kualitas mangga selama penyimpanan

    Operasi Mesin Perontok Multiguna untuk Kedelai Studi Kasus: Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka

    No full text
    AbstractThreshing is one of important postharvest handling of soybean. Use of threshers done to reduce weight losses and the quality losses with the right operation. So that, this study aims to determine the best drum cylinder speed of the threshing to reduce weight losses and quality losses. This research was conducted by operating two type of multipurpose threshers. Thresher testing was done by setting the drum cylinders speed on 515-570 rpm and 580-650 rpm. This research resulted weight losses was 3.33%, the split seeds was 2.9% and damage seeds was 2.57% on thresher A. The drum cylinders speed was significant on weight losses, split seeds and damage seeds. To get low weight and quality losses, so the drum cylinders speed was set on 515-570 rpm.AbstrakPerontokan merupakan salah satu penanganan pascapanen yang penting. Penggunaan mesinperontok pada kegiatan perontokan dilakukan untuk menekan susut bobot dan susut mutu dengan cara pengoperasian alat yang tepat. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan menentukan kecepatan putar terbaik dari silinder perontok untuk mengurangi susut tercecer (bobot) dan susut mutu. Penelitian dilakukan dengan mengoperasikan dua mesin perontok multiguna. Pengujian operasional mesin perontok dilakukan dengan mengatur kecepatan putar silinder perontok pada 515-570 rpm dan 580-650 rpm. Penelitian ini menghasilkan susut tercecer (bobot) mencapai 3.33%, biji belah mencapai 2.9% dan biji rusak 2.57% pada mesin perontok A. Kecepatan putar silinder berpengaruh nyata terhadap susut bobot, biji belah dan bijirusak kedelai. Untuk memperoleh susut bobot dan susut mutu yang rendah maka kecepatan putar silinder harus di-setting pada 515-570 rpm

    Simulasi Pengeringan Gabah pada Pengering Spouted Bed Dua Dimensi

    No full text
    AbstractA mathematical model developed by Nellist et al. (1987) was adopted in this continuous two dimensional spouted bed dryer (2DSB) configuration. The objective of this research was to predict air temperature, grain temperature, absolute humidity and moisture content during the drying process in 2DSB. In simulation, spouted bed was divided into two regions which were spout and downcomer regions. Air and grains in spout and downcomer were assumed to be moving with co- and counterflow principles. During experiments, drying air temperature at 80oC and different paddy initial moisture contents (at 41% db, 36% db and 30% db) were used. Based on data, the air temperature profiles in spout region showed that air temperature dropped significantly with the axial positions while downcomer regions resulted fluctuated value. The average deviation of the air temperature in the spout was less than 4.5% and within downcomer was less than 4.2%. Grain temperature and absolute humidity in spout region increased slowly whilst decreasing in steps in downcomer regions with axial position. The moisture content decreased both in spouted and downcomer regions. Moisture reduction in spout region was higher than downcomer regions because of the high air flow rate in spout region.AbstrakPenelitian ini menggunakan model matematika yang dikembangkan oleh Nellist et al. (1987) untuk pengering spouted bed dua dimensi tipe kontinyu. Tujuan dari penelitian ini adalah menduga sebaran suhu udara, suhu gabah, kelembaban mutlak udara dan kadar air selama proses pengeringan. Pada proses simulasi, ruang pengering dibagi menjadi dua daerah yaitu daerah spout dan daerah downcomer. Udara dan bahan di daerah spout dan downcomer diasumsikan bergerak dengan prinsip aliran co- dan counterflow. Suhu udara yang digunakan selama pengujian adalah suhu 80oC dengan kadar air awal bahan yang berbeda-beda yaitu 41% bk, 36% bk dan 30% bk. Dari data pengujian menunjukkan bahwa suhu udara di daerah spout akan menurun secara signifikan terhadap posisi aksial ruang pengering tetapi pada daerah downcomer suhu udara bernilai fluktuatif. Nilai rataan deviasi pada pendugaan suhu udara daerah spout bernilai kurang dari 4.5% dan pada daerah downcomer deviasi bernilai kurang dari 4.2%. Suhu gabah dan kelembaban mutlak udara pada daerah spout menunjukkan bahwa nilai akan naik secara bertahap sementara untuk daerah downcomer nilai menurun secara bertahap terhadap posisi aksial. Penurunan kadar air menunjukkan bahwa untuk daerah spout dan daerah downcomer mengalami penurunan nilai. Penurunan kadar air daerah spout lebih besar dibandingkan daerah downcomer karena pada daerah spout laju aliran udara lebih besar

    Pengaruh Penyimpanan Suhu rendah Benih Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Pertumbuhan Benih

    No full text
    AbstractThe objectives of this study were to analyze the effect of temperature, humidity, storage period and bulb size on the bulb disorder during storage and to examine the viability of the seed after storage.Sample of seeds were classified into three different size groups i.e. large (> 9 g), medium (5 – 9 g) and small (< 5 g) and then packed into plastic net with 2 kg of seed per plastic. Sample of seeds were placed in cold storage with temperature of 0, 5 and 10oC (RH 65 – 70%) and room temperature 25 – 30oC (environment RH) during 12 weeks. The results showed that the lowest percentage of weight loss was found for those sallot seeds stored at 0oC for all bulbs size. The lowest percentage of bulbs disorder was observed for those shallot seeds stored at 5oC with the percentage of bulbs disorder were 17.80, 7.58 and 10.16% for large, medium and small size. It was observed that for small size of shallot, the viability of seed bulbs reached 100 percent for all temperature storage conditions. The highest growth speed of shallot bulbs was observed for those size of shallot bulbs stored at room temperature. There was no flower found among shallot seedstored at 0oC and room temperature.AbstrakTujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh suhu, kelembaban, lama penyimpanan dan ukuran benih terhadap kerusakan benih selama penyimpanan dan daya tumbuh benih pada fase pertumbuhan awal. Sampel benih digolongkan dalam tiga kelompok ukuran yaitu besar (> 9 g), sedang (5 - 9 g) dan kecil (< 5 g), selanjutnya sampel benih dimasukkan ke dalam kemasan plastik jala dengan berat 2 kg untuk setiapkemasan. Sampel benih disimpan di lemari pendingin dengan suhu 0oC, 5oC dan 10oC (RH 65 – 70 %) dan pada suhu ruang 25 – 30oC (RH lingkungan) selama 12 minggu. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa penyimpanan benih bawang merah terbaik adalah pada suhu 0oC dengan persentase susut bobot sebesar 9.03, 8.71 dan 8.62% masing-masing untuk sampel benih ukuran besar, sedang dan kecil. Kadar air yangterendah dihasilkan oleh benih yang disimpan pada suhu 0oC untuk ukuran sedang dan besar serta pada suhu 5oC untuk ukuran kecil masing-masing sebesar 2.21, 0.19 dan 0.95%. Persentase kerusakan terendah dihasilkan oleh benih yang disimpan pada suhu 5oC yaitu 17.8, 7.58 dan 10.16% untuk ukuran benih besar, sedang dan kecil. Kondisi benih setelah ditanam selama 2 minggu menunjukkan persentase daya tumbuh 100 % untuk benih ukuran kecil yang disimpan pada masing-masing suhu, namun pertumbuhannya kerdil dan kurang meningkat berbeda dengan benih umbi bawang sedang dan besar dengan pertumbuhan yang subur. Pertumbuhan awal benih yang disimpan pada suhu ruang menunjukkan peningkatan yang lebih besar pada kenaikan tinggi tanaman, maupun jumlah daun untuk masing-masing ukuran benih sedang dan besar masing-masing sebesar 27.69, 26.73 cm dan 17.7, 22.5 helai demikian juga dengan penyimpanansuhu rendah yaitu pada suhu 5oC. Persentase keluarnya bunga diamati 0% pada suhu 0oC dan suhu ruang untuk setiap ukuran benih yang disimpan

    Karakteristik Fisik dan Mekanik Kemiri (Aleurites moluccana Wild.)

    Get PDF
    AbstractIt is very important to know the characteristics of candle nut before designing nut-deshelling machine. This study was conducted to investigate physical and mechanical characteristics of candle nut before analyzing the impact force on the de-shelling process. The result showed that average diameter of candle nut at intercept A (length), B (width) and C (thickness) were 32.55 mm, 29.05 mm and 23.23 mm respectively. The average value of sphericity and roundness of candle nut were 0.86 and 0.65 respectively. At high moisturecontent candle nut had a greater value of compressive strength and resulted a sticky kernel in the shell. Candle nut had 4.96% db moisture content after dried at sun drying for 20 hours. The value of compressive strength from the maximum load during a compression test (rupture force) of candle nut at this moisture content were 1,208 N, 1,198 N and 1,950 N for intercept A, B and C respectively.AbstrakSangat penting untuk mengetahui karakteristik kemiri sebelum mendesain mesin pemecah biji kemiri. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik fisik dan mekanik biji sebelum menganalisis gaya tumbukan pada proses pemecahan biji kemiri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata diameter biji kemiri pada intersep A (panjang), B (lebar) dan C (tebal) adalah 32.55 mm, 29.05 mm dan 23.23 mm. Nilai rata-rata kebulatan dan kebundaran biji kemiri adalah 0.86 dan 0.65. Pada tingkat kadar air yang tinggi, kemiri memiliki nilai kekuatan tekan yang lebih besar dan akan menghasilkan inti lengket pada tempurung bagian dalam. Kadar air kemiri mencapai 4.96% bk setelah dijemur di bawah sinar matahariselama 20 jam. Nilai kekuatan maksimum pada saat pemberian uji tekan (rupture force) pada tingkat kadar air tersebut pada intersep A adalah adalah 1,208 N, intersep B 1,198 N dan intersep C 1,950 N

    Pengembangan Metode Akuisisi Data Kandungan Unsur Hara Makro Secara Spasial dengan Sensor EC dan GPS

    Get PDF
    AbstractSpatial data of soil properties which are accurate and inexpensive is necessary to improve yields and to plan precision farming strategies. Currently the problem lies in the data that are not always updated, because the conventional soil testing is costly and relatively time consuming. This is due to the location of the soil testing laboratory which is far away from the location of the farm. So that the map information soilnutrient content is usually renewed in certain interval of time. In addition, available data are still global and not location specific. Electrical conductivity (EC) can be used as an indicator for measuring the condition of the soil in precision farming applications because of its fast and efficient. This study aims to develop an acquisition method of spatial macro nutrient content as reference for recommendation of fertilizer dossage. The study was conducted on 0.1 ha of land which was divided into 40 grid with a size of 5 x 5 m and planted with peanuts. There was an increase in the average EC 1.40 mS/m (period 1) and 1.36 mS/m (period 2) after tillage with a rotary plow. EC decreased after peanuts cultivation with an average of 4.27 mS/m (period 1) and 0.03 mS/m (period 2). Yields and EC values of each grid had a linear correlation with R2: 0.7005.AbstrakData spasial sifat-sifat tanah yang akurat dan murah sangat diperlukan untuk meningkatkan hasil panen dan merencanakan strategi pertanian presisi. Saat ini permasalahannya terletak pada data yang tidak selalu diperbarui, karena pengujian tanah secara konvensional membutuhkan biaya yang mahal dan waktu yang relatif lama. Hal ini disebabkan lokasi laboratorium pengujian tanah yang letaknya jauh dari lokasi pertanian, sehingga peta yang memberikan informasi kandungan unsur hara tanah biasanya diperbaharui dalam interval waktu tertentu. Selain itu data yang tersedia masih bersifat global dan tidak spesifik lokasi.Nilai konduktivitas listrik tanah (EC) dapat digunakan sebagai indikator untuk mengukur kondisi tanah dalam aplikasi pertanian presisi karena pengukurannya yang cepat dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode akuisisi data kandungan unsur hara makro secara spasial sebagai acuan rekomendasi dosis pemupukan. Penelitian ini dilakukan pada 0.1 ha lahan yang dibagi dalam 40 grid dengan ukuran 5 x 5 m dan ditanami kacang tanah. Terjadi peningkatan EC rata-rata 1.40 mS/m (periode1) dan 1.36 mS/m (periode 2) setelah pengolahan tanah dengan bajak rotari. EC mengalami penurunan setelah budidaya dengan rata-rata 4.27 mS/m (periode 1) dan 1.34 mS/m (periode 2). Hasil dan nilai-nilai EC setiap grid memiliki korelasi linear dengan R2: 0,7005

    Studi Tentang Pemisahan Aliran Dasar pada DAS di Wilayah UPT PSDA Pasuruan, Jawa Timur

    No full text
    AbstractThis research aims to determine the range of parameter value and to select the appropriate method for baseflow separation. Seven (7) recursive-digital-filters (RDF) and two (2) graphical methods were used for this study. Discharge data from 6 watersheds in the administrative area of UPT PSDA Pasuruan in East Java were used to test those nine (9) algorithms. Firstly, each method was calibrate using daily discharge data for each year (annually) to separate baseflow. Then, optimal parameter values are obtained by averaging the annual values. Calibration process produce optimal parameters value for each watershed. Furthermore, validation are effectued using optimal parameter values from Pekalen watershed’s to other watersheds. The result show that optimal parameter values from Pekalen could be used to separate baseflow in other watersheds. Results also recommend two algorithems (EWMA filter and fixed interval) to be used more frequently for baseflow seperation on this region.AbstrakPenelitian bertujuan untuk menentukan nilai range parameter dan memilih metode pemisahan yang dapat direkomendasikan untuk diterapkan pada DAS-DAS di wilayah provinsi Jawa Timur. Tujuh (7) metode berbasis filter atau Recursive-Digital-Filter (RDF) dan dua (2) jenis metode berbasis grafis digunakan dalam penelitian ini. Data debit harian (dari 1996 sd 2005) yang berasal dari 6 DAS pada wilayah UPT PSDA Pasuruan dipilih sebagai sampel pengujian. Kalibrasi dilakukan menggunakan data debit musimkemarau (bulan Juli - September) pada tiap tahun-nya dan diperoleh kisaran nilai parameter untuk tiap metode pada masing-masing DAS. Proses validasi dilakukan dengan menggunakan nilai parameter DAS Pekalen, untuk menentukan baseflow pada DAS lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai parameter dari DAS Pekalen dapat digunakan untuk menentukan aliran dasar (baseflow) pada DAS lain. Penelitian juga merekomendasikan filter EWMA dan metode grafis interval tetap (fixed interval) untuk digunakan di wilayah UPT PSDA Pasuruan

    Desain dan Uji Kinerja Fungsional Sistem Penggerak dan Kendali ROVERGARD

    No full text
    AbstractThe high population rate has an impact on increasing of land function change from agricultural land become housing and commercial building. As a result, it is difficult to get land for planting in the urban area. Therefore, this research is aimed to design equipment that can be used for planting in the narrowland using vertical gardening. This paper will report about design and functional testing of drive and control system on ROVERGARD. Drive system is based on water pump with additional gear train and chainsprocket mechanism. Control system use was on open loop type based on timer. The performance test of drive system was focused on electrical energy consumption and rotational speed of the system that was measured by multifunctional mini ammeter and tachometer. The control system was tested during 4 days,to evaluate their performances between set point and actual timing while filling water tank and rotate the system at maximal load condition. Electrical power consumption was 208 W at average rotational speed 2703 rpm. Increasing load caused an increase of energy consumption but made the drive rotation decline. The position control performance had on position error around 50 cm. Consequently, setting time on timer must be adjusted.AbstrakLaju pertumbuhan penduduk yang tinggi, mengakibatkan tingginya alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan perumahan dan komersial. Masalah ini mengakibatkan sulitnya mencari lahan pertanian di daerah padat penduduk khususnya perkotaan. Oleh karena itu perlu dirancang sebuah alat yang dapat digunakan untuk bercocok tanam di lahan sempit. Tujuan dari penelitian ini adalah mendesain dan menguji sistem penggerak dan kendali pada ROVERGARD. Sistem penggerak berasal dari pompa air yang dimodifikasi. Sedangkan sistem kendali menggunakan tipe open loop berbasis waktu dimana timer sebagai komponen utamanya. Pengujian kinerja penggerak difokuskan pada konsumsi listrik dan rpmyang diukur menggunakan multifunctional mini ammeter dan tachometer. Sistem kendali diuji selama 4 hari. Hasil pengujian kinerja penggerak menunjukkan bahwa pada kondisi pengisian penampung dan beban maksimal. Daya listrik yang dihasilkan adalah 208 W dimana putaran penggerak adalah 2703 rpm.Penambahan beban pada pot berbanding lurus dengan konsumsi listrik yang dihasilkan, namun berbandingterbalik dengan putaran penggerak. Sementara itu, kinerja sistem kendali belum maksimal, karena masihterdapat kesalahan posisi yang mencapai 50 cm, karenanya pengaturan waktu pada timer harus diperbaik

    Karakteristik Gelombang Ultrasonik pada Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) dengan Tiga Tingkat Kematangan

    No full text
    AbstractCurrently, determination of quality of fresh pineapple is still subjective by visual judgement based on its color, resulting high variation of ripeness judgement and often does not represent its internal quality. Therefore, we need a non-destructive method that could accurately evaluate internal quality of pineapple, one of which is ultrasonic method. The purposes of this study were to determine the characteristic ofultrasonic transmission (velocity, attenuation coefficient) and physicochemical properties in pineapples and to examine ultrasonic transmission correlation with their physicochemical properties. Pineapple with three ripeness were harvested. Ultrasonic transmission characteristic in pineapples at a frequency of 50 KHz were measured, then followed by measurement of its physicochemical properties (firmness, density, total soluble solid, and total acid). The result showed that the velocity of ultrasonic transmission in pineapples at three ripeness levels were significantly different, ranged between 172.51 to 210.06 m/s. The riper the pineapple,the lower the ultrasonic transmission velocity. The ultrasonic attenuation coefficient in pineapples ranged from 4.09 – 5.14 dB/m. Ultrasonic attenuation coefficient increases as pineapple is riper. Both ultrasonic velocity and attenuation coefficient have linear correlations with firmness.AbstrakPenentuan kualitas buah nanas segar saat ini masih bersifat subyektif berdasarkan warna, sehingga hasil pemutuannya sangat beragam dan tidak sesuai dengan mutu internal. Oleh karena itu diperlukan metode nondestruktif yang mampu mengevaluasi mutu internal nanas, salah satunya adalah metode ultrasonik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan karakteristik transmisi gelombang ultrasonik (kecepatan, koefisien atenuasi) dan sifat fisikokimia nanas serta mengkaji hubungan antara karakteristik transmisi gelombangultrasonik dengan sifat fisikokimia buah nanas. Buah nanas dengan tiga tingkat kematangan dipanen , kemudian langsung dilakukan pengukuran sifat transmisi gelombang ultrasonik pada frekuensi 50 kHz, dilanjutkan dengan pengukuran sifat fisikokimia (kekerasan, densitas, total padatan terlarut, dan total asam). Hasil penelitian menunjukkan kecepatan gelombang ultrasonik buah nanas pada tiga tingkat kematangan berbeda nyata, berkisar antara 172.51 – 210.06 m/s. Semakin matang buah nanas, kecepatan gelombangultrasonik semakin menurun. Sedangkan koefisien atenuasi berkisar antara 4.09 – 5.14 dB/m. Koefisien atenuasi semakin meningkat dengan semakin matangnya nanas. Kecepatan dan koefisien atenuasi gelombang ultrasonik mempunyai korelasi linier dengan kekerasan nanas

    Rancang Bangun Sistem Scada (Supervisory Control And Data Acquisition) pada Instalasi Pengolahan Air Sungai Cihideung Institut Pertanian Bogor

    No full text
    Abstract SCADA is a combination of telemetry and data acquisition. SCADA proceeding by means of accumulating some information and return back to center controlling, it is also implementing every analysis and necessary control through PID control system as a control parameter to SCADA input data system in this research. In designing PID control system it is needed the arrangement of P, I and D parameter in order to acquire output signal system to particular input system which has adjusted to necessity. The research was implemented on Water Treatment Plant in Bogor Agricultural University at Cihideung\u27s area region. The NTU score as a starting operational data is necessary as a bench mark in PAC dose application which is obtained from the samples of morning and afternoon raw water and dose proportion is 75% for 14kgs PAC mixed with 200 Litre water within 30 NTU as the maximal treatment. 75% dose application can be imposed for 7 hours PAC usage. The result of research indicated that the variety of percentages value in PAC dose application delivered the advantage in operating of clean water processing installation particularly for PAC needed. Design Of SCADA System SCADA indicated the outcome of unit data acquirement on certain period to determine the PAC necessity in operating Water Treatment Plant. Abstrak SCADA merupakan kombinasi telemetri dan akuisisi data. SCADA mengumpulkan informasi dan mentransfer kembali ke pusat kendali serta melaksanakan setiap analisis dan kontrol yang diperlukan, melalui sistem kontrol PID sebagai parameter kontrol terhadap sistem masukan data unit SCADA pada penelitian ini. Dalam perancangan sistem kontrol PID yang perlu dilakukan adalah mengatur parameter P, I atau D agar tanggapan sinyal keluaran sistem terhadap masukan tertentu sesuai yang diperlukan. Penelitian dilakukan di instalasi pengolahan air bersih Institut Pertanian Bogor pada wilayah sungai Cihideung. Data awal operasional menunjukan untuk memberikan dosis PAC digunakan data acuan nilai NTU yang dilakukan dengan pengambilan sampel air baku pada pagi dan sore hari dengan nilai pemberian dosis 75% untuk 14kg PAC yang dicampur air 200 liter untuk perlakuan maksimal nilai 30 NTU. Pemberian dosis 75% tersebut berlaku untuk pengunaan PAC selama 7 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi dalam nilai persentase pengunaan dosis PAC memberikan keuntungan dalam operasional instalasi pengolahan air bersih terutama untuk kebutuhan PAC. Rancang bangun sistem SCADA memberikan hasil dalam memperoleh data pada satuan waktu tertentu untuk menentukan kebutuhan PAC pada operasional instalasi pengolahan air

    238

    full texts

    627

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Keteknikan Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇