Jurnal Keteknikan Pertanian
Not a member yet
    627 research outputs found

    Impact of Land Use Change to Dependable Flow in Kuncir River, Nganjuk District, East Java

    No full text
    AbstractCurrently, Kuncir River is a source of irrigation water in the southern of Nganjuk District. The potential ofKuncir River was assessed by measuring the dependable flow as an indicator of water supply for irrigatedareas. The objective of this study was to estimate the river discharge and its dependable flow for irrigationfrom Kuncir River in Nganjuk District. River discharge data was collected from Kuncir River, rainfall data wascollected from Nganjuk District, East Java and climate data was collected from climatology station of BadanMeteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sawahan, Nganjuk. There were two major steps on thisstudy which were model development and model simulation using SWAT after calibration and validation.Model simulation showed NS value of 0.67 with mean daily flow of 7.15 m3 s-1. Based on land use changescenario, the conversion of 50% on forest and 50% on range-grasses into agriculture land could increase3.1% and 2.5% of average river discharge, respectively.AbstrakSungai Kuncir merupakan sumber air irigasi di bagian selatan Kabupaten Nganjuk. Potensi SungaiKuncir dapat dikaji melalui perhitungan debit andalan untuk dijadikan indikator jumlah pemenuhan air didaerah irigasi. Penelitian ini bertujuan menduga debit air sungai dan menghitung besar debit andalanuntuk irigasi pada Sungai Kuncir, Kabupaten Nganjuk. Data debit sungai dikumpulkan langsung di SungaiKuncir, data hujan dikumpulkan dari Dinas PU dan Pengairan Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, dan dataiklim dikumpulkan dari stasiun kimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Sawahan,Nganjuk. Penelitian dilakukan melalui dua tahap, yaitu proses pembangunan model dan proses simulasidengan SWAT setelah melalui proses kalibrasi dan validasi. Simulasi model memiliki nilai NS sebesar 0.67dan debit rata-rata harian sebesar 7.15 m3 s-1. Skenario perubahan lahan menggambarkan konversi 50%lahan hutan dan 50% semak belukar menjadi lahan pertanian berpotensi meningkatkan nilai debit rata-rataSungai Kuncir masing-masing sebesar 3.1% dan 2.5%

    Kajian Perlakuan Dingin Untuk Pengendalian Lalat Buah Pada Jeruk Mandarin

    No full text
    AbstractIndonesia has a high volume of import fruit especially Mandarin orange. This fact is highly asociate with the spread of new pests and diseases from their original countries to the plants in Indonesia. Therefore, quarantine treatment is important activity that must be done. This research aims to determine the effectiveness of cold treatment as a quarantine method for controlling fruit fly of Mandarin orange and to ensure the best quality of the fruit. The methods are contain from several step. First, was determine the most tolerant stage in cold temperature (2 oC and 3 oC for 18 days), then large scale trial, physical and sensory quality test. The result of pest control showed that the second instar of Bactrocera cucurbitae was the most resistant of cold treatment. Large scale trial at 3oC for 18 days has reached 100% mortality. For comparing before and after cold treatment, it was a significant difference of hardness parameter. While resulted in hedonic test showed that no significant difference of consumer preference to the fruit in different retail storage system for 15 days. Thus, it can be concluded that different temperature has no effect to consumer preference to overall quality of Mandarin orange fruit. AbstrakIndonesia memiliki nilai impor buah yang tinggi terutama jeruk Mandarin. Hal ini berdampak pada meningkatnya resiko penyebaran hama dan penyakit baru dari Negara pengekspor ke tanaman di Indonesia. Sehingga perlakuan karantina merupakan hal sangat penting untuk dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan efektivitas dari perlakuan dingin sebagai metode karantina untuk mengontrol Bactrocera cucurbitae pada jeruk Mandarin dan memastikan kualitas buah masih dalam keadaan baik. Metode penelitian ini terdiri dari beebrapa tahap. Tahap pertama adalah penentuan spesies yang paling resisten pada suhu rendah (2 oC dan 3 oC selama 18 hari), kemudian dilanjutkan dengan uji skala besar, uji kualitas fisik dan sensori buah. Hasil perlakuan dingin menyatakan bahwa stadia instar kedua dari Bactrocera cucurbitae merupakan yang paling tahan terhadap perlakuan dingin. Uji skala besar pada 3oC selama 18 hari mampu mematikan stadia yang paling tahan hingga tingkat mortalitas 100%. Uji kualitas sebelum dan sesudah perlakuan menunjukkan bahwa perlakuan ini mempengaruhi kekerasan buah, sedangkan hasil uji hedonik menunjukkan perbedaan yang tidak signifikan pada tingkat kesukaan konsumen terhadap buah hasil perlakuan yang disimpan dengan perbedaan suhu di tingkat pengecer selama 15 hari. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa perbedaan suhu tidak berpengaruh pada tingkat kesukaan konsumen terhadap kualitas secara keseluruhan jeruk Mandarin

    Kajian Sedimen Melayang pada Sub DAS Sei Kalembah (DAS Padang), Studi Kasus : Perkebunan Kelapa Sawit PTPN 4 Kebun Pabatu

    No full text
    AbstractThe purpose of this study was determined the amount of suspended sediment concentration dan sediment rating curve. Sediment rating curve are use to show the relationship between the discharge of the river and sediment discharge, a value sediment discharge can be used to predict the magnitude of the sedimentation process. Assesment of the suspended sediment have been made to overcome theproblems associated with the movement of contaminants, changes in water quality, to predict the lifetime of a dam on the river, and also to determine the rate of erosion due to changes in land use. Replanting at oil palm plantations, especially during land clearing that part of the land to be bare land. This condition causes the surface flow of replanted areas become rapidly concentrated into a ditch and into the river carrying sediment. The research results were obtained that the value of sediment discharge at the study site including the criteria for very high (greater than 20 tons/ha/yr) and already exceeds the limit sediment load criteria issued by the Ministry of Forestry. AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya konsentrasi sedimen melayang (suspended sediment) dan kurva lengkung sedimen (sediment rating curve). Kurva lengkung sedimen merupakan kurva yang menunjukkan hubungan antara debit sungai dengan nilai debit sedimen sehingga dapat digunakanuntuk memprediksi besarnya proses sedimentasi. Kajian terhadap sedimen melayang (suspended sediment) telah dilakukan untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan proses pergerakan kontaminan (bahan penyebab polusi), perubahan kualitas air, memprediksi masa pakai dari sebuah bendungan disungai, dan juga untuk mengetahui laju erosi akibat perubahan tataguna lahan. Kegiatan peremajaan (replanting) pada perkebunan kelapa sawit, terutama pada saat pembersihan lahan (land clearing) maka sebagian lahan menjadi terbuka. Kondisi ini yang menyebabkan aliran permukaan dari areal peremajaanmenjadi cepat terkonsentrasi ke parit dan menuju sungai dengan membawa sedimen. Dari hasil penelitian yang dilakukan diperoleh bahwa nilai debit sedimen pada lokasi penelitian termasuk kriteria sangat tinggi (lebih besar dari 20 ton/ha/thn) dan sudah melebihi batas kriteria muatan sedimen yang dikeluarkan oleh Kementerian Kehutanan

    Pendugaan Umur Simpan Benih Kedelai Menggunakan Metode Accelerated Shelf-life Testing (ASLT)

    No full text
    AbstractThe aim of this study is to estimate the shelf-life of soybean seed using Accelerated Shelf-life Testing (ASLT) model. Seed germination was used as parameter to predict the shelf-life of soybean seed. ASLT method was performed using five different temperature treatments 35oC, 40oC, 45oC, 50oC, and 55oCrespectively with 80 % Relative Humidity (RH). Another parameter measured in identifying decrease of soybean seed quality was moisture content. The results showed that moisture content of soybean seed during storage at all temperatures was increased. On the other hand, the seed germination decreasedduring period of accelerated storage. Based on data from decreasing soybean seed germination, the estimated shelf-life of seeds stored at room temperature of 25oC was 431 days or 14.3 months and 160 days or 5.3 months when stored on 300C.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menduga umur simpan benih kedelai dengan menggunakan model Accelerated Shelf-life Testing (ASLT Daya kecambah digunakan sebagai parameter untuk memprediksi umur simpan benih kedelai. Metode ASLT dilakukan dengan menggunakan lima perlakuan suhu yang berbeda yaitu 35oC, 40oC, 45oC, 50oC, dan 55oC dengan kelembaban relatif (RH) sebesar 80%. Parameter lainyang diamati dalam mengidentifikasi kualitas benih kedelai adalah kadar air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air benih kedelai pada semua perlakuan suhu, meningkat selama penyimpanan. Sedangkan persentase daya kecambah menurun selama periode penyimpanan dipercepat. Berdasarkan data dari penurunan perkecambahan biji kedelai, hasil pendugaan umur simpan benih yang disimpan pada suhukamar 25oC adalah 431 hari atau 14.3 bulan dan 160 hari atau 5.3 bulan bila disimpan pada suhu 30oC

    Desain Sistem Kendali untuk Pengering Gabah dengan Kolektor Surya dan Penyimpan Panas

    Get PDF
    AbstractThe main problem in the solar drying is the fluctuation of solar radiation that causes drying process takes place un-continuously. The purpose of this research was to design a control system in a grain dryer model using solar collectors and water as a heat storage so that the drying process model, heat storage and its utilization can take place effectively and efficiently. The control method used the ON-OFF control systembased on microcontroller ATmega 16. The control system algorithm was based on comparison among air equilibrium moisture content (Me) of environment, Me in the drying chamber and the potential air Me. The results showed that the control system worked well on grain dryers system using solar collectors and water as the medium of heat storage.The average ambient air temperature of 35.6oC, RH of 51.3%, plenum of 35.4oC and the total radiation of 1.66 kWh/m2, the system could dried 5 kg of grains at the top level from initial moisture content of 42.5% d.b to 18.3% d.b and at the bottom level of 42.2% d.b to 16.1% d.b during 10 hours. The water temperature rise although still used, from 32.1oC to the maximum reached 44.2oC and the remaining of 38.8oC.AbstrakPermasalahan utama dalam pengeringan surya adalah fluktuasi radiasi surya yang menyebabkan proses pengeringan sulit berlangsung secara kontinyu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendesain sistem kendali pada pengeringan gabah yang menggunakan kolektor surya dan air sebagai media penyimpan panas sedemikian hingga proses pengeringan dan penyimpanan panas serta pemanfaatannyadapat berlangsung secara efektif dan efisien. Metode pengendalian yang digunakan adalah sistem kendali ON-OFF berbasis mikrokontroler ATmega 16 yang menggunakan algoritma sistem kendali dari proses perbandingan kadar air keseimbangan udara (Me) lingkungan, Me di dalam ruang pengering dan Me udara potensial. Hasil pengujian menunjukkan sistem kendali dapat bekerja dengan baik pada sistem pengering yang menggunakan kolektor surya dan penyimpan panas pada medium air. Kinerja sistem kendali sesuai dengan algoritma yang dikembangkan ditunjukan pada pengujian pengeringan 5 kg gabah dengan suhu dan RH lingkungan rata-rata 35.6oC dan 51.3%, suhu ruang plenum rata-rata 35.4oC, mampu menurunkan kadar air gabah di tumpukan atas dari 42.5% b.k menjadi 18.3% b.k dan pada tumpukan bawah dari kadar air 42.2% b.k menjadi 16.1% b.k selama 10 jam. Sedangkan suhu air terus meningkat meski tetap digunakan, mulai dari 32.1oC dan maksimal mencapai 44.2oC sampai akhir proses pengeringan masih tersisa 38.8oC

    Desain dan Pengujian Prototipe Sistem Kontrol Mesin Sprayer Dosis Variabel untuk Aplikasi Penyemprotan Pertanian Presisi

    No full text
    AbstractPresently. Rise of crop production often face major obstacle, such as plant disease and pests.Crop losses can occur when plant disease and pests are not treated properly. However, excessive use of chemical pesticide cause environmental damage.The objective of present study was to develop and evaluate control system of variable rate sprayer and its performance for precision farming. The methods consist of some sequential steps i.e. measuring disease and pest intensity and determine its respective dose then input itin microcontroller grid sequence; controlling several sprayer components, i.e. pump motor, solenoid valve, and proximity sensor for plant detection; and conducting performance test of sprayer prototype based on microcontroller data input. The results showed that in order to obtain appropriate flow rate correspond to disease and pest intensity, a PWM (pulse width modulation) ranged of 100-250, 217-592 rpm of motor speed, 2-10 sec/plant of spray duration, and 4-11 ml/s of flow rate, were used. The field test with data input, i.e. 120 plants, with 8.1% and 15.5% of disease intensity, 10 and 8.3 ml/sec/row (10m/row), and 20 and 60 sec/plant of spray duration; generated average actual results with 10.2 and 7.8 ml/sec/row of flow rate and 23.2 and 64.3 sec/plant of spray duration. The field test also indicates 91% of precision time of application.AbstrakPeningkatan produksi tanaman seringkali dihadapkan adanya gangguan hama dan penyakit. Kerugian besar bahkan kegagalan panen dapat terjadi bila gangguan tersebut tidak diatasi dengan baik. Penggunaan pestisida yang berlebihan membahayakan lingkungan dan kehidupan manusia akibat zat kimia yang terdapat pada pestisida. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang, pabrikasi dan menguji kinerja prototipe sistem kontrol mesin sprayer dosis variabel untuk aplikasi penyemprotan pertanian presisi. Metode pengujian yang digunakan yaitu input intensitas serangan hama, dosis semprotan tiap serangan, dan urutan grid pada mikrokontroler, mengontrol komponen sprayer seperti motor pompa, solenoid valve, dan sensor jarak deteksi tanaman,menguji kinerja prototipe mesin sprayer berdasarkan input yang diberikanpada mikrokontroler, dan melakukan penyemprotan secara presisi. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa untuk mencapai debit semprotan yang sesuai dengan intensitas serangan hama digunakan PWM 100-250, kecepatan motor 217-592 rpm, lama semprotan 2-10 detik/tanaman, dan debit 4-11 ml/detik. Hasil pengujian lapangan pada 120 tanaman dilakukan penyemprotan dengan debit 10 ml/detik setiapblok sepanjang 10 m pada intensitas serangan hama 8.1% diperoleh lama semprotan 20 detik. Sedangkan penyemprotan dengan debit 8.3 ml/detik per blok tanaman yang sama pada intensitas serangan hama 15.5% diperoleh lama semprotan 60 detik. Sehingga hasil pengujian lapang diperoleh lama penyemprotan rata-rata 23.2 detik dengan debit semprotan aktual 10.2 ml/detik dan 64.3 detik untuk debit semprotanaktual 7.8 ml/detik. Perbandingan antara prediksi dan aktual diperoleh akurasi penyemprotan sebesar 91%

    Penggunaan Asam Askorbat dan Lidah Buaya untuk Menghambat Pencoklatan pada Buah Potong Apel Malang

    No full text
    AbstractThe objective of this study was to examine the use of ascorbic acid and aloevera gel as anti browning agent for cut-fruit ‘malang’ apple fruit. The solution of 1% and 3% ascorbic acid, 5% and 10% aloevera gel were used as anti browning solutions. A group of cut apple fruits were dipped in the solutions for 2 minutes and stored at 5ºC. The result showed that dipping treatments in anti browning solutions could inhibit oxidation of polyphenol oxidase (PPO) indicated by Browning Index value. Ascorbic acid solution was more effective than that aloevera gel. From two different percentage of ascorbic acid solutions, concentration of 3% resulted better inhibition than that of 1%.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah melakukan kajian penggunaan asam askorbat dan lidah buaya sebagai bahan anti pencoklatan untuk buah apel malang potong. Larutan asam askorbat dengan konsentrasi 1% dan 3% serta lidah buaya dengan konsentrasi 5% dan 10% digunakan sebagai larutan anti pencoklatan pada buah apel malang. Sampel buah apel malang potong direndam di larutan asam askorbat dan lidah buaya selama 2 menit dan selanjutnya disimpan di suhu 5ºC. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pencelupan pada larutan anti browning dapat mempertahankan kecerahan apel potong selama penyimpanan dan dapat menghambat oksidasi polyphenol oxidase (PPO) yang ditunjukkan dengan nilai Browning Index. Larutan asam askorbat lebih efektif mencegah pencoklatan dibandingkan dengan lidah buaya. Untuk larutan asam askorbat, konsentrasi 3% lebih efektif mencegah pencoklatan dibandingkan dengan 1%

    Rancangan Kemasan dan Aplikasi Ice gel untuk Transportasi Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)

    No full text
    AbstractThe high ambient temperatures at the oyster mushrooms distribution will accelerate deterioration. Ice gel can be used to lower the mushrooms temperature during transport, so that the mushrooms quality can be maintained. This research was aimed to design the packages, determine the ice gel need, and decreased the oyster mushroom temperature up to 15 oC by applying ice gel. The research treatments were giving ice gel (G): without an ice gel (G0), the ice gel formation 1 (G1) placed the ice gel vertically between every partition on the mushroom retail package and the ice gel formation 2 (G2) placed two ice gel on the top of the package horizontally and an ice gel at the side of the package vertically; and plastic PP perforation treatment: 0.1 % (P1) and 0.3 % (P2) of package area. The result was the 50 x 40 x 24 cm corrugated cardboard dimension had been designed for 3 kg of mushroom and 2.52 kg ice gel could be used with the expectation to lower the mushrooms temperature up to 15 ° C for 2.5 hours. The ice gel formation 2 with perforated 0.3 % and 0.1 % could decrease mushroom temperature at the top part, up to 11 oC and 12.2 oC. While, the rate of mushroom temperature in the package were 16.9 oC and 17.1oC during 2.5 hours.                                                                                                                           Abstrak Suhu lingkungan yang tinggi saat distribusi jamur tiram akan mempercepat penurunan mutu. Ice gel dapat digunakan untuk menurunkan suhu jamur selama transportasi sehingga kualitas jamur dapat dipertahankan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kemasan, menentukan kebutuhan ice gel dan menurunkan suhu jamur tiram hingga 15 oC saat transportasi dengan aplikasi ice gel. Perlakuan yang diberikan adalah pemberian ice gel (G): tanpa ice gel (G0), ice gel susunan 1 yaitu diletakkan secara vertikal antara masing-masing sekat pada kemasan ritel jamur (G1) dan ice gel susunan 2 yaitu 2 buah ice gel diletakkan secara horizontal dibagian atas kemasan dan 1 buah ice gel secara vertikal pada sisi kemasan (G2). Perlakuan perforasi (P) pada plastik PP: 0.1 % (P1) dan 0.3 % (P2) dari luas kemasan. Hasil penelitian ini adalah kemasan berbahan karton gelombang dengan dimensi 50 cm x 40 cm 24 cm yang telah dirancang untuk wadah 3 kg jamur dan 2.52 kg ice gel dapat digunakan dengan harapan dapat menurunkan suhu jamur hingga 15 oC selama 2.5 jam. Posisi ice gel susunan 2 dengan perforasi plastik 0.3 % dan 0.1 % dapat menurunkan suhu jamur bagian atas masing-masing hingga 11 oC dan 12.2 oC, sedangkan rata-rata suhu jamur dalam kemasan adalah 16.9 dan 17.1 selama 2.5 jam

    Pertimbangan Sifat Mekanik Pelepah Sawit Terhadap Proses Pengomposan Sebagai Acuan Desain Mesin Pencacah

    No full text
    AbstractPhysical and mechanical properties of palm frond are very important factor for the development of palm oil waste utilization technology. The objective of this research was to determine mechanical properties of palm frond Frond for Chopper Machine Designing. The research of composting conduct with two composting factor combination, namely: composting starter composition (i.e. Bokashi, vermi-compost and natural composting) and piece of frond dimension (2 cm, 4 cm, and 6 cm). Sample was obtained from 5 years and 20 years palm oil trees. The average length of palm frond was 675.89 cm, average leaflet length at the palm frond base was 103.89 cm and average leaflet length at palm frond tip was 23.83 cm. Maximum compression strength at the 20 years-palm frond base was 8134.62 N and at the 5 years-palm midrib base was 4893.52 N. Maximum force requirement for cutting palm leaf was 67.67 N. The composting processindicates that Bokashi starter composition gives higher percentage of mass reduction on all variant of piece of frond dimension. Smaller piece of frond (2 cm) enable the composting process quicker and had a better result. Statistical analysis reveals that combination of composting factors have significant effect on C/N ratio but insignificant on NPK content.AbstrakKarakteristik fisik dan mekanik pelepah sawit merupakan faktor penting dalam pengembangan teknologi penanganan limbah pelepah sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan karakteristik fisik dan mekanik dari pelepah sawit untuk mendesain mesin pencacah daun sawit. Kombinasi metode pengomposan (bokashi, vermikompos, natural kompos) dan ukuran cacahan daun sawit (2 cm, 4 cm, 6 cm) juga diteliti. Sampel pelepah sawit diperoleh dari pohon yang berumur 5 tahun dan 20 tahun. Panjang pelepah sawit adalah 675.89 cm, panjang daun rata-rata pada pangkal adalah 103.89 cm dan panjang daun rata-rata pada ujung pelepah adalah 23.83 cm. Kekuatan tekan maksimum pelepah pada bagian pangkal pelepah yang berumur 20 tahun yaitu 8134.62 N dan pada pelepah yang berumur 5 tahun yaitu 4893.52 N. Tahanan potong maksimum daun adalah 67.67 N. Proses pengomposan menunjukkan bahwa metode pengomposan bokashi memberikan persentase penurunan massa yang paling besar dibandingkan dengan metode lainnya. Cacahan daun pelepah 2 cm memberikan proses pengomposan yang lebih baik. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa metode pengomposan memberikan pengaruh yang signifikan pada rasio C/N tetapi tidak signifikan pada kandungan NPK

    Pengaruh Pelapis Bionanokomposit terhadap Mutu Mangga Terolah Minimal

    No full text
    AbstractMinimally-processed mango is a perishable product due to high respiration and transpiration and microbial decay. Edible coating is one of the alternative methods to maintain the quality of minimally - processed mango. The objective of this study was to evaluate the effects of bionanocomposite ediblecoating from tapioca and ZnO nanoparticles (NP-ZnO) on quality of minimally - processed mango cv. Arumanis, stored for 12 days at 8°C. The combination of tapioca and NP-ZnO (0, 1, 2% by weight of tapioca) were used to coat minimally processed mango. The result showed that application of bionanocomposite edible coatings were able to maintain the quality of minimally-processed mango during the storage periods. The bionanocomposite from tapioca + NP-ZnO (2% by weight of tapioca) was the most effective in reducingweight loss, firmness, browning index, total acidity, total soluble solids ,respiration, and microbial counts. Thus, the use of bionanocomposite edible coating might provide an alternative method to maintain storage quality of minimally-processed mango.AbstrakMangga terolah minimal merupakan produk yang cepat mengalami kerusakan dikarenakan respirasi yang cepat, transpirasi dan kerusakan oleh mikroba. Edible coating merupakan salah satu alternatif metode untuk mempertahankan mutu mangga terolah minimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh pelapis bionanokomposit dari tapioka dan nanopartikel ZnO (NP-ZnO) terhadap mutu mangga terolah minimal cv. Arumanis yang disimpan selama 12 hari pada suhu 8oC. Kombinasidari tapioka dan NP-ZnO (0, 1, 2% b/b tapioka) digunakan untuk melapisi mangga terolah minimal. Hasil menunjukkan bahwa pelapisan bionanokomposit mampu mempertahankan mutu mangga terolah minimal selama penyimpanan. Bionanokomposit dari tapioka + NP-ZnO (2% b/b tapioka) paling efektif dalam menghambat penurunan susut bobot, kekerasan, indeks pencoklatan, total asam, total padatan terlarut, respirasi dan total mikroba. Dengan demikian, pelapis bionanokomposit dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk mempertahankan kualitas mangga terolah minimal selama penyimpanan

    238

    full texts

    627

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Keteknikan Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇