InFestasi
Not a member yet
233 research outputs found
Sort by
ANALISIS FAKTOR FUNDAMENTAL TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG GO PUBLIK DI BURSA EFEK JAKARTA
Company Performance stability represent measuring rod tomaintain stock price. Company’s performance generally is mirrored infinancial statement company. Investor use financial statement ofcompany as a means of analysis for predicting company stock price.The means of analysis is ratio analysis considering fundamentalfactors influencing stock price. The fundamental factors influencingthe stock price are earning per share (EPS), dividend pay out ratio(DPR) , return on asset (ROA) and debt to equity ratio (DER). ThisResearch is implemented at bank industry which public go in stockexchange Jakarta. Process data use statistical aid software analysisthat is program SPSS v12 with test F to know dependent variableinfluence by simultaneous and test t to know dependent variableinfluence by partial. The analysis result show EPS, DPR, ROA andDER as simultaneous influence significant to stock price of bankindustry in stock exchange Jakarta. For partial test, EPS influencesignificant but DPR, ROA, and DER not influence significant to to stockprice of bank industry in stock exchange Jakarta
ANALISIS MANAJEMEN LABA PADA SAAT INITIAL PUBLIC OFFERINGS(IPO): INDIKASI SIKAP OPORTUNISTIK MANAJEMEN
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mencari bukti empirisjika manajemen laba adalah oportunistik, maka discretionary accrualspada periode IPO akan memprediksi penurunan kinerja pada periodepasca IPO; (2) mencari bukti empiris apakah penurunan kinerja issuerlebih besar daripada matched-pair karena melakukan manajemenlaba. Penelitian ini menggunakan data issuer periode 1992-1993,diperoleh 30 issuer dan matched-pair. Metodologi yang digunakanseperti dalam Teoh et al. (1998a). Hasil penelitian menunjukkan bahwamanajer perusahaan yang go public bersikap oportunistik melakukanmanajemen laba untuk memperbaiki kinerjanya, terbukti nilaidiscretionary accruals positif pada periode penawaran. Nilaidiscretionary accruals yang positif merupakan indikasi manajemenlaba yang dilakukan manajer bersifat income increasing. Temuan lainmengindikasikan bahwa issuer melakukan manajemen laba lebihagresif daripada matched-pair, dan dalam jangka panjang manajemenlaba yang dilakukan manajer tidak dapat diteruskan sehinggaperusahaan mengalami penurunan kinerja pasca IPO
ANALISIS KINERJA DALAM PERSPEKTIF POLICAL ECONOMY OF ACCOUNTING (STUDI KASUS PDAM MAJU)
In the process, gain or loss PDAM has been a key indicator in assessing the performance of a company. The impact of this understanding is that many companies are doing financial engineering in order to look good financial performance. As a public company, the performance of PDAM Maju can not be assessed only from a financial point of view only. Need to understand the performance of PDAM Maju from a more meaningful perspective in order to obtain a more thorough understanding of the performance.Analysis tools of critical accounting that uses the framework of Political Economy of Accounting (PEA) aimed to understand and evaluate the role of accounting in the context of economic, social and political. Losses incurred during the company is described as fatamurgana. It seems the company suffered losses , but the actual loss is not the case in real terms. The company's performance is always influenced by various political factors and the lack of the role of power companie
PARADIGMA PENELITIAN KUALITATIF DALAM RISET AKUNTANSI: DARI IMAN MENUJU PRAKTIK
This article aims to explain that a qualitative method is not just a technique. More than that, it is a manifestation of belief or assumption of god, reality, self and sciene. Through linkages between assumptions, variousn research paradigm can be mapped. Qualitative research of course have difference assumption compared to quantitative approach. It should be realized by the researchers, tht the research method chosen was part of her/his responsibility as a human being in the building of civilization. Key words: research, civilization, assupmtion, paradigm, qualitative
ANALISIS POTENSI, PREFERENSI DAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP BANK SYARIAH DI KABUPATEN PAMEKASAN
Bank syariah di Indonesia saat ini mengalamiperkembangan yang cukup pesat. Hal ini terjadi karena adanyaperubahan regulasi yang semakin mempermudah pendirian danberoperasinya bank syariah. Selain itu, masyarakat Indonesia yangsebagian besar beragama Islam dimungkinkan bisa menjadi potensibesar bagi perkembangan bank syariah, salah satunya di wilayahkabupaten Pamekasan-Madura yang memiliki adat keislaman kuat.Penelitian ini bertujuan untuk melihat potensi, preferensi dan perilakumasyarakat Pamekasan terhadap bank syariah. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa masyarakat Pamekasan memiliki potensi yangcukup besar untuk perkembangan bank syariah yang bisa dijelaskanmelalui faktor demografi dan ekonomi. Prefferensi memperlihatkanbahwa masyarakat Pamekasan memilki sikap menerima prinsip danproduk syariah yang ditunjukkan oleh pengaruh variabel independensistem sosial (X2), kompatibilitas (X3), Kompleksitas (X4), dan Persepsi(X6). Sedangkan perilaku masyarakat Pamekasan menunjukkanbahwa mereka berminat untuk menabung dan mendapatkanpembiayaan dari bank syariah
DETERMINAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI INDONESIA; EKSPLORASI INTELLECTUAL CAPITAL DAN CORPORATE GOVERNANCE
The aim of research is to know the intellectual capital, corporate governance effect and company’s characteristic toward financial archievment at manufacture company by using partial lest square (PLS). The research was apllied in 38 manufacture company (28,78 % from 132 companies) by using secondary data in front of financial and annual report from 2011 to 2013. The result indicated that intellectual capital has positive effect toward financial achievment, which indicated that the company hasi seriousness to give value by using high VAICTM and increase the intangible asset thorugh MBIC. Corporate governance has so significant effect toward financial achievment, that indicate the how level of suitability in applying corporate governance. Practice toward the entirely principle of OECD (2004). Corporate governance pratice that the refer to OECD (2004) principle is still dominated by the role of stakeholder in corporate governance. The transparancy and responsibility of committe. In the future, the company must give more right of shareholder’s and the equitable treatment to shareholde
INFORMATION AND GAME THEORETICAL APPROACH IN BUSINESS STRATEGY
This paper will concentrates in explaining the applicationof game theoretical approach to gain information in the businessstrategy. The brief explanation about game and strategies areparticularly concern with applying the theoretical approach to the reallife. Auction, decision making process and e-commerce are identifyingthe role of the game in helping manager or the player to win thecompetition in the market
PEMERINGKATAN BANK DI INDONESIA PERIODE 2001-2005 DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS RASIO KEUANGAN
Penelitian ini mencoba untuk memberikan penilaiankinerja keuangan bank umum seluruh Indonesia tahun 2001-2005ditinjau dari rasio keuangan. Rasio keuangan yang dipakai meliputisembilan rasio-rasio bank yakni CAR, NPL, Pemenuhan PPAP, ROA,ROE, LDR, PK/PD, BO/PO, dan NIM. Kesembilan rasio keuangantersebut digunakan untuk me-rating sekaligus mendapatkan predikatbank-bank tersebut. Dalam rating ini, predikat sebuah bank lebihpenting daripada peringkatnya (InfoBank, 2006; 20).Penelitian ini hanya bersifat kualitatif deskriptif. Metode analisisdata yang digunakan adalah metode rata-rata (means). Dari nilairata-rata yang didapat, langkah selanjutnya adalah penilaian agarmenghasilkan suatu peringkat dan predikat.Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah peringkat ke-1 darikelas modal antara Rp10 Triliun - Rp50 Triliun adalah Bank CentralAsia (BCA). Peringkat ke-1 dari kelas modal antara Rp100 Miliar –Rp 10 Triliun adalah Bank NTB, sedangkan peringkat ke-1 dari kelasmodal dibawah Rp 100 Miliar adalah Bank Bintang Manunggal. BankMandiri, Bank Common-wealth, dan Bank Persyarikatan Indonesiamenduduki peringkat terakhir dari masing-masing kelas modal.Sedangkan Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat berada diposisike-6 dan 12 pada kelas modal yang kedua
PENGARUH SELISIH KURS TERHADAP PENGGUNAAN POLA MANAJEMEN LABA PADA SAAT PENERAPAN KEBIJAKAN MULTI PAPAN DI BURSA EFEK JAKARTA (STUDI PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola manajemenlaba yang digunakan oleh manajer pada perusahaan manufaktur yangmasuk ke papan perdagangan utama di Bursa Efek Jakarta, sertapengaruh selisih kurs dalam mendukung pola manajemen labatersebut. Sampel penelitian ditentukan dengan metode purposivesampling, yaitu perusahaan manufaktur yang masuk atau pindah kepapan perdagangan utama sebanyak 17 perusahaan.Untukmenghasilkan nilai discretionary accrual digunakan Model ModifikasiJones sesuai dengan yang direkomendasikan oleh penelitian Dechowet al (1989). Kemudian dilakukan uji regresi selisih kurs terhadappola manajemen laba yang di proksikan dengan discretionary accrualsUji beda laba (t-test) dilakukan terhadap perusahaan manufaktur yangpindah ke posisi papan perdagangan utama, untuk mengetahuiapakah terjadi indikasi praktik manajemen laba pada perusahaansampel. Hasilnya adalah terjadi beda laba, yang di representasikandengan ROE, antara sebelum dan setelah masuk papan perdaganganutama. Sehingga, diindikasikan terjadi praktik manajemen laba yangdilakukan oleh manajer agar perusahaan masuk dalam papanperdagangan utama.Hasil uji Model Modifikasi Jones menghasilkan nilai discretionaryaccruals yang positif dan sebagian besar perusahaan sampel (10perusahaan) cenderung naik penggunaan discretionary accruals untukmenaikkan laba perusahaan. Sehingga pola manajemen laba yangdigunakan oleh sebagian besar perusahaan sampel adalah increasingincome. Hasil ini wajar, karena manajer termotivasi untuk menaikkanlaba agar bisa masuk atau pindah ke papan perdagangan utama.Sedangkan hasil uji regresi selisih kurs terhadap discretionaryaccruals sebagai proksi dari pola manajemen laba adalah tidaksignifikan. Jadi selisih kurs tidak mempengaruhi atau bukannyasebagai faktor pendukung yang utama bagi perusahaan untukmendukung pola manajemen laba yang digunakannya yaitu increasingincome
MANAJEMEN LABA BERBASIS AKRUAL DAN RIIL SEBELUM DAN SETELAH KONVERGENSI IFRS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR TERDAFTAR DI BEI
This study aims to provide empirical evidence on earnings management practices on manufacturing companies listed in Indonesian Stock Market before and after IFRS convergence (2007-2011). Accrual earnings management (the level of discretionary accruals) and real earnings management (abnormal cash flow from operation, abnormal production costs, and abnormal discretionary expenses) are observed to analyze earnings management practices. Data was retrieved using the purposive sampling method and tested with paired sample t-test and correlation test. The results empirically showed that there was no difference between accrual earnings management before and after the IFRS convergence. Additionally, real earnings management also showed that there was no difference between before and after the IFRS convergence. Other results also showed that there was no relationship between management interchangeable accrual earnings and real earnings management after convergence of IFRS. The implications of this research provided information to the users of financial statements, especially shareholders and investors to increase the awareness of the opportunities of accrual earnings management and real earnings management through manipulation of the cash flow, sales and production cost by management