InFestasi
Not a member yet
233 research outputs found
Sort by
ANALISA PENGARUH CAR (CAPITAL ADEQUACY RATIO) TERHADAP DISTRIBUSI BAGI HASIL PADA PERBANKAN SYARIAH
CAR (Capital Adequacy Ratio) sebagai indikator kesehatanperbankan atas modal pihak ketiga, akan menentukan besarnyapembagian atau distribusi bagi hasil dari perbankan syariah. Tujuanpenelitian ini adalah memberikan gambaran dan menganalisa aspekmodal perbankan syariah dengan kemampuan perbankan syariahdalam hal distribusi bagi hasil. Sedangkan tujuan khusus yang ingindicapai dalam penelitian ini adalah pertama, Menganalisa pengaruhCAR terhadap distribusi bagi hasil dalam perbankan syariah. Kedua,Menganalisa perbandingan konsep CAR pada perbankan konvensionaldan perbankan syariah. Dalam penelitian ini digunakan pendekatankuantitatif yang bertujuan untuk menguji hipotesis, dengan data yangterukur dan menghasilkan kesimpulan yang dapat digeneralisasi.Dalam pendekatan kuantitatif ini digunakan metode (alat analisa)statistik inferensial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum CAR pada banksyariah memiliki pengaruh signifikan terhadap distribusi bagi hasil.Setelah dilakukan pemeringkatan, maka CAR ATMR (0,0057) lebihsignifikan dibandingkan dengan CAR DPK (0,0175). Penyelidikan lebihlanjut menunjukkan kalau CAR secara teoritis tidak berpengaruh padabagi hasil dikarenakan kerena CAR merupakan dana yang dijaminkan(dicadangkan) untuk mengantisipasi jika terjadi resiko kerugian (ataupada saat kondisi makro ekonomi mengalami krisis). Sedangkan bagihasil diperoleh dari dana-dana yang bisa disalurkan kepada pihakketiga (yang membutuhkan dana) atau disimpan pada bank lain untukmemperoleh keuntungan, namun bila terjadi kerugian maka kerugiaanditanggung bersama oleh pemilik dana kecuali kerugian karenakelalaian, salah urus, atau pelanggaran oleh mudharib (profit lostsharing), jadi yang mempengaruhi bagi hasil adalah dana-dana yangbisa disalurkan.Secara umum CAR pada bank konvensional tidak memiliki pengaruhsignifikan terhadap pendapatan bunga, dan setelah dilakukanpemeringkatan, maka CAR DPK (0,2391) lebih berpengaruhdibandingkan dengan CAR ATMR (0,7937). CAR pada bank syariahdan bank konvensional tidak ada perbedaan karena komponen-komponen pembentuknya sama dan juga dengan formulasi yang sama.Bedanya terletak pada sistem bagi hasil yang masih ada kemungkinanrugi (profit lost sharing), sedangkan pada sistem bunga yang adahanyalah tingkat kepastian keuntungan (% bunga). Sehingga nilaisignificance F sebesar 0,0174 untuk CAR DPK terhadap distribusi bagihasil (bank syariah), hal ini lebih signifikan 0,2216 dibandingkan(bank konvensional) CAR DPK terhadap pendapatan bunga yang hanyasenilai 0,2391. Sedangkan untuk CAR ATMR terhadap distribusi bagihasil (bank syariah) sebesar 0,0057 ini lebih signifikan 0,7880dibandingkan CAR ATMR terhadap pendapatan bunga (bankkonvensional) yang hanya senilai 0,7894
PERSONAL BACKGROUND, POLITICAL BACKGROUND DAN PENGETAHUAN DEWAN TENTANG ANGGARAN SEBAGAI PEMODERATING HUBUNGAN GOOD GOVERNANCE DENGAN PERAN DPRD DALAM PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH (STUDI KASUS DI KABUPATEN BANGKALAN)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji atau mengetahuipengaruh dari penerapan prinsip-prinsip Good Governance terhadapperan DPRD dalam pengawasan keuangan daerah dan juga apakahhubungan keduanya dipengaruhi oleh beberapa fakor yaitu PersonalBackground dan Political Background anggota DPRD serta pengetahuandewan tentang anggaran.Variabel dependen dalam penelitian ini adalah peran DPRD dalampengawasan keuangan daerah sedangkan variabel independennyaadalah good governance dan variabel moderatingnya adalah personalbakcground, political background dan pengetahuan dewan tentanganggaran. Hipotesis dalam penelitian ini diuji dengan pendekatanregresi.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa good governanceberpengaruh terhadap peran DPRD dalam pengawasan keuangandaerah, sedangkan semua variabel moderating tidak mempengaruhihubungan good governance dengan peran DPRD dalam pengawasankeuangan daerah.Kata kunci: Personal Backgound, Political Background, PengetahuanAnggaran Dewan, Good Governance, Peran DPRD, dan PengawasanKeuangan Daera
PENGARUH PERUBAHAN TARIF PAJAK PENGHASILAN BADAN TERHADAP RETURN SAHAM DENGAN LIABILITAS PAJAK TANGGUHAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BEI (Periode 2008 – 2010)
This research aimed to test whether there is the effect of changes in corporate income tax rate to return stock with deferred tax liabilities as an intervening variable. Changes in corporate income tax rates expected to have an indirect effect on stock returns. Variables used in this research include the change in the corporate tax rate as independent variables, stock returns as dependent variable and deferred tax liabilities as an intervening variable. The population used in this research were all manufacturing companies listing on the Stock Exchange in the period the change in corporate income tax rate is 2008-2010. Data were analyzed using path analysis technique to assess causal relationships between variables that have been set. The results of this research indicate that the phenomenon of corporate income tax rate changes have no significant effect either on the deferred tax liabilities and stock returns, while deferred tax liabilities had a positive effect on stock returns. Results of this research concluded that the deferred tax liabilities can not be a mediator or intervening variable between corporate income tax rate changes and stock returns
PENYELARASAN STRATEGI BISNIS DAN STRATEGI SISTEM/TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENINGKATAN KINERJA ORGANISASI
Alignment strategic become one of this topic in informationsystem also represent the issue which still newly and interesting,especially its applying in Indonesia. System/ information technologyproven have keep role important in organizational development andexistency. For that, needed aligment strategic model between strategyof business and strategy of system/information technology inimproving organizational performance. Strategic aligment for companyto reach its target with the support of information system in process ofbusiness to give the real correct management information. To thisconduct, information technology at organization have to in aligmentwith organizational goal. Emporwement and utilization of ability ofsystem/information technology inwroughtly, sinergy andcomprehensive with organizational business strategy to reach for thecompetitif advantage assessed have given the significant contributionto organizational strategic aligment. More high level strategic aligmentbetween strategy of business and strategy of system/informationtechnology, organizational will instruct the information system of matterof crucial to reach for the successful business performance
MINAT NASABAH MUSLIM DAN NON-MUSLIM MENYARANKAN ORANG LAIN MENJADI NASABAH BANK SYARIAH (Studi Kasus Bank Syariah di Denpasar, Bali)
The purpose of this study is to assessthe willingness of muslim and non-muslim customers to advise others to become the customers of Islamic bank. A hundred fifty customers from various religion background, participated in the survey undertaken in an Islamic bank in Denpasar. The descriptive statistics showsthat 55.33% of the respondents agreed or strongly agreed to advise others to become the customers of Islamic banks, 0.67% disagreed or strongly disagreed and 44% neither agreed nor disagreed. Among non-Muslim customers, 61.25% agreed or strongly agreed to advise Muslims to become the customers of Islamic banks and 32.50% agreed or strongly agreed to advise other non-Muslims to become the customers of Islamic bank. Statistically, there is no different perception in advising others to become the customers of Islamic banks,between Muslim and non-Muslim respondents. Separate interviews with some Muslims and non-Muslims customers suggested that the universality of Islamic bank mechanism and their convenience in dealing with the Islamic bank were reasons to advise Muslim and non-Muslim to become the customers of Islamic bank.These findings refuse the claim of Satyagraha Movement promoted by an academician, Wedakarna, that Islamic bank is not suitable for Hindu people who are majority in Bali
PERSPEKTIF TRIANGLE FRAUD THEORY DALAM PENGADAAN BARANG/JASA DI PEMERINTAH PROVINSI NTB
This study examines the effect of ULP teamwork/ procurement officer characteristic, suitability compensation, and internal control system to government’s procurement fraud. The testing was held on 79 respondent who represent 32 percent population. Group respondent is ULP teamwork/ procurement officer at West Nusa Tenggara Provincial Government using the structural model analysis. The research findings showed that ULP teamwork/ procurement officer characteristic and internal control system had influence government’s procurement fraud, but is not affected by suitability compensation. ULP teamwork/ procurement officer characteristic and internal control system had negative influence to government’s procurement fraud. This means better ULP teamwork/ procurement officer quality and internal control system will reduce the occurrence of government’s procurement fraud. Research implication leads to improvement ULP teamwork/ procurement officer integrity and internal control system as a important part of preventing government’s procurement fraud. The challenge of government’s procurement is the formulation policies that synergy with other regulation and improvement quantity and quality characteristics to improve performance government’s procurement
PENGEMBANGAN MODEL GOOD CORPORATE CULTURE BERBASIS SPIRITUAL BRAND (NILAI SPIRITUAL) DI PT. BANK SYARIAH MANDIRI JAWA TIMUR
This research is aim to try monitoring the weakness ofCorporate Culture Bank Syariah Mandiri (BSM) as mention before,by replying and recommendation high values of Spiritual Brandwhich has strong dominated to all the BSM employees also to followthe future development of ideal Spiritual Brand by pre-reductionfrom the employee arrangement values and market demand.The research is using type of device research with descriptiveresearch and qualitative research. The research location was atBSM Branch Office Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto, Malang,and Pasuruan, by using one key information of bank with 50Informants. Technique data was using questionnaire, observationand interview.In course of assessment showed there are values corporate of SIFATdominant and the mean have been owned by the strength expandin community of BSM. That dominant values represent excellenceof competitive for BSM in present culture values and condition offuture cultural values.Those Dominant values is Siddiq : Intention, Sincerity,independence, patient, Istiqomah, Vision, Openness, Continuity,Risk, Optimism, Fhatanah, Science, Professionalism, Achievement,Amanah, Responsibility, Analysis, harmonious, Objective,Carefulness, Tabliq, Tolerance, Cooption, Team work
EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN TERHADAP PENYALURAN RAHN(GADAI SYARIAH) (STUDI KASUS PADA PEGADAIAN SYARIAH LANDUNGSARI CABANG MALANG)
Perkembangan syariah dimulai dengan dikeluarkannyaUU.No.7 tahun 1992 yang memberikan peluang bagi seluruh Bank danlembaga keuangan non-Bank untuk beroperasi dengan sistem syariahatau bagi hasil (profit-sharing system). Dengan kesempatan itu,Pegadaian juga mengeluarkan produk baru berbasis syariah yaitu gadaisyariah (rahn) dan karena semakin pesatnya permintaan akan GadaiSyariah maka pada tahun 2002 mulai di terapkan pegadaian syariah,dan pada tahun 2003 pegadaian syariah tersebut mulai dioperasikan.Pegadaian pertama yang menerapkan sistem syariah adalah pegadaiancabang Dewi Sartika. Hal ini sesuai dengan AL-Qur’an Surat (AL- Baqorohayat 283). Agar tercipta suatu penyaluran rahn (Gadai Syariah) denganpraktek yang sehat, maka perlu dilakukan sistem pengendalian interndengan baik. SPI merupakan kebijakan dan prosedur yang ada padaperusahaan tersebut sebagai mekanisme untuk menjaga kekayaanorganisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, sehinggamendorong dipatuhinya kebijakan manajemen.Adapun penelitian yang dilakukan di Pegadaian Syariah LandungsariMalang ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran apakah sistempengendalian intern penyaluran dan pelunasan rahn (gadai syariah) yangditerapkan di Pegadaian Syariah Landungsari sudah memadai.Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan penliti, maka dapat ditarikkesimpulan bahwa secara umum Sistem Pengendalian Intern padaPegadaian Syariah Landungsari sudah baik. Akan tetapi masih perluperbaikan-perbaikan yang lebih signifikan pada perusahaan. Adapunbeberapa kelemahannya adalah masih terdapat tugas ganda sehinggahal ini berpeluang terjadinya manipulasi dalam pekerjaan atau bahkanbisa terjadi kecurangan-kecurangan. Selain itu juga tidak terdapatpelayanan kredit. Bagian ini sangat penting karena mengingatkelengkapan data-data rahin sangat penting untuk menunjang kelancaranpada saat penyaluran rahn. Sehingga kemungkinan terjadinyakecurangan yang dilakukan rahin maupun dari pihak pegadaian syariahJurnal InfestasiVol. 4, No. 2, Desember 2008Hal. 95 - 124 dapat diminimalisir. Jadi dengan adanya informasi dari hasil penelitiandiharapkan dapat digunakan sebagai masukan pegadaian syariahLandungsari dalam penyaluran rahn
ANALISIS PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL, ASIMETRI INFORMASI, PERILAKU TIDAK ETIS DAN KESESUAIAN KOMPENSASI TERHADAP KECENDERUNGAN KECURANGAN AKUNTANSI PADA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK TIMUR
This study examined to determine whether of internal control systems, information asymmetry, unethical behavior and the suitability of compensation to the tendency of accounting fraud in East Lombok District Government. Tests performed on 12 SKPD in East Lombok District Government.This study used questionnaires with respondents comprising of heads of departements/agency, chip financial officer and financial staff totaling 73 people. The result showed that The internal control system not affect the tendency of accounting fraud. Information asymmetry not affect the tendency of accounting fraud. Unethical behavior positively affect the tendency of accounting fraud. Sutability compensation not effect the tendency of accounting fraud.
PASAR MODAL, PERGURUAN TINGGI SERTA PROBLEMATIKANYA
Dalam sejarah perkembangan ekonomi dihampir semuanegara menunjukkan bahwa salah satu faktor kesuksesanpembangunan ekonomi suatu negara adalah pasar modal (capitalmarket) yang terorganisir dengan baik. Negara maju seperti AmerikaSerikat merupakan negara yang sangat sukses dalam pembangunanekonomi karena negara tersebut mempunyai pasar modal yang sangatlikuid, efisien, terpercaya dan wajar sehingga tidak hanya emitendomestik yang mencari dana di pasar modal Amerika tetapi emitenluar negeripun juga berdatangan ke pasar modal Amerika (New Yorkstock Exchange) termasuk sebagian perusahaan-perusahaan dariIndonesia telah mencatatkan efeknya di New York Stock Exchange