KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
PERHITUNGAN STRUKTUR DINDING PENAHAN TANAH PADA PEMBANGUNAN TURAP DI RUSUNAWA KM 7 KELURAHAN BATU AMPAR DENGAN MENGGUNAKAN METODE PERHITUNGAN COULOMB BALIKPAPAN – KALIMANTAN TIMUR
Propinsi Kalimantan Timur merupakan salah satu Propinsi yang berpotensi besar mengalami longsoran di Indonesia khususnya terjadi pada jaringan jalan, ternyata tidak membuang kesempatan dalam penentuan dan pengambilan kebijakan untuk menanggulangi/mengatur wilayahnya sendiri. Hal ini terlihat dari maraknya Pemerintahan Propinsi ataupun Pemerintahan Kabupaten dan Kota di Kalimantan Timur, dalam menanggulangi terjadinya longsoran di daerahnya masing – masing, sebagai wujud dari hasil pelaksanaan otonomi daerah.Banyaknya kegiatan fisik khususnya penanggulangan longsoran yang sedang berjalan, tentunya juga menuntut adanya kemampuan, keahlian dan sumber daya manusia yang cukup tinggi, baik dalam perencanaan proyek, pengawasan dan pelaksanaan di lapangan.Dinas Pekerjaan Umum sebagai dinas yang memegang peranan penting dalam meningkatkan mutu dan fasilitas Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemeliharaan Jalan Dan Jembatan Propinsi Kalimantan Timur khususnya di ruas jalan KM 7 Kelurahan Batu Ampar Balikpapan, maka Pemerintah Kotamadya Balikpapan Melalui Dinas Pekerjaan Umum Dan Permukiman Prasarana Wilayah ini ingin menanggulangi Penanganan Longsoran pada ruas jalan KM 7 Balikpapan dengan Struktur Dinding Penahan Tanah, sehingga diharapkan penanganan ini dapat memberikan Penyelesaian untuk menangani longsoran – longsoran yang ada sekarang ini maupun dimasa yang akan datang.Sehubungan dengan hal diatas maka, mulailah dengan penanganan longsoran yang nantinya diharapkan dapat menunjang dan meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi, tanpa harus khawatir kemacetan dan keselamatan bagi pengguna jalan di ruas jalan Rusunawa KM 7 Kelurahan Batu Ampar Kotamadya Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.Dalam suatu penanganan longsoran ini sangatlah penting untuk mengetahui fungsi ataupun perencanaan penanganan longsoran terlebih dahulu, sebab dengan mengetahui tujuan dan fungsi dari perencanaan tersebut maka dapat lebih mudah dalam proses desain dan perencanaan, sehingga dalam perhitungan bagi segi mutu dan efisiensi penanganannya dapat tercapai sesuai dengan yang di inginkan.Penanggulangan longsoran yang hanya berdasarkan pengalaman sebelumnya atau secara coba – coba pada umumnya kurang berhasil karena penanggulangannya belum tepat atau kurang memadai, sehingga dana yang digunakan kurang efektif.Untuk itu di perlukan perencanaan longsoran secara baik , benar dan efisien. Longsoran dapat ditanggulangi dengan menggunakan dinding penahan tanah yang telah diperhitungkan. Mengenai keamanan akibat terjadinya longsoran
PERENCANAAN PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN BETON BERTULANG JALAN RAPAK MAHANG DI DESA SUNGAI KAPIH KECAMATAN SAMBUTAN KOTA SAMARINDA
Perencanaan Jembatan Dengan Bentang 15 Meter Di Desa Sungai Kapih Kecamatan Sambutan Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Tugas Akhir, Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.Jembatan ini dibuat dengan konstruksi beton bertulang dengan bentang 15 M, gelegar – gelegar memanjang dibuat dengan konstruksi beton bertulang yang merupakan satu kesatuan dengan lantai kendaraan.Jembatan beton bertulang balok “T” Girder adalah salah satu dari berbagai jenis jembatan yang dapat digunakan untuk menghubungkan tepi daratan ke tepi daratan selanjutnya, namun kemampuan efektif jembatan beton bertulang balok “T” Girder hanyalah 10 - 26 meter (Bambang Supriadi 2007), sehingga keberadaan jembatan jenis ini banyak di jumpai pada bentang efektifnya. Oleh karna itu dalam merencanakan kontuksi jembatan beton bertulang balok “T” diperlukan penelitian yang komleks dan spesifik sehingga akan di peroleh kebutuhan bentang jembatan efektif.Desa Sungai Kapih merupakan bagian dari Kecamatan Sambutan Kota Samarinda ini memiliki jembatan yang sudah tidak layak di lalui kendaraan perusahaan sumber daya alam dan kendaraan pengangkut hasil pertanian dan perkebunan masyarakat setempat karena bahan struktur jembatan hanya menggunakan batang – batang pohon yang di susun dan di sejajarkan dan itupun sudah terlihat kering dan sebagian batang pohon sudah terlihat lapuk.Untuk mengatasi masalah diatas. Dengan tugas akhir ini perhitungan jembatan beton bertulang Blok “T” Girder tujuanya adalah untuk mengetahui cara perhitungan kebutuhan dimensi dan tulangan struktur atas dan bawah jembatan.Dari proses perhitungan di peroleh kesimpulan bahwa kebutuhan dimensi dan penulangan masing-masing elemen struktur berbeda-beda, kebutuhan tulangan mulai dari diameter 8mm, 10mm, 12mm, 16mm, 19mm, 25mm, dan 32mm. untuk pondasi tiang pancang digunakan diameter 30cm, kedalaman 24 meter dalam keadaan End Bearing, serta dibutuhkan 27 buah titik pancang.Dari proses perhitungan diperoleh kesimpulan dimensi dan penulangan struktur utama berupa balok gelegar adalah 160cm x 60cm dengan tulangan utama 20D32 dan tulangan geser Ø12-150, balok diafragma 2D19 dan tulangan geser D12-200, dan tebal plat lantai kendaraan 20cm dengan tulangan utama D16-150 dan tulangan bagi Ø12-150. Dimensi hasil perhitungan abutment dengan lebar 3.30m, panjang 9.00m dan tinggi 5.10m
PERHITUNGAN TEBAL PERKERASAN KAKU PADA KEGIATAN PENINGKATAN JALAN AKSES PERUMAHAN KORPRI KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG
Perkerasan jalan adalah merupakan salah satu unsur konstruksi jalan raya sangat penting dalam rangka kelancaran transportasi darat sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya, sehingga perlu direncanakan dengan baik berdasarkan standard dan kriteria perencanaan yang berlaku di Indonesia. Jenis perkerasan jalan, dapat berupa perkerasan lentur (flexible pavement), perkeraaan kaku (rigid pavement), dan perkerasan komposit, yang menggabungkan perkerasan kaku dan perkerasan lentur. Khusus untuk perkeraaan kaku (rigid pavement) yang terbuat dari beton semen baik bertulang maupun tanpa tulangan dan lebih banyak digunakan pada ruas jalan yang mempunyai volume kendaraan berat yang tinggi serta sering mengalami banjir. Ruas jalan Akses Perumahan Korpri Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, adalah ruas jalan Kecamatan yang banyak dilalui oleh kendaraan,bus perusahaan, angkutan kota serta mobil pribadi dan mobil angkutan umum lainnya. Oleh karena itu dalam merencanakan suatu konstruksi perkeraaan kaku (rigid pavement) diperlukan penelitian yang kompleks dan spesifik sehingga akan diperoleh perencanaan tebal perkerasan beton semen yang mampu mendukung beban yang melintasi ruas jalan tersebut. Sehubungan dengan uraian tersebut di atas, maka penulis melakukan penelitian pada ruas jalan tersebut di atas dalam rangka menyelesaikan tugas akhir atau skripsi Sarjana (S1) Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, dengan mengambil judul : “Perhitungan Tebal Pekerasan Kaku Pada Jalan Akses Perumahan Korpri Kecamatan Tenggarong Seberang”
STUDI KINERJA RUAS JALAN DI DEPAN PASAR LOA JANAN ULU, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA.
ABSTRAKDalam analisis dan indentifikasi kondisi masalah yang ada, terkadang kesimpulan yang ditarik dari masalah lalu lintas adalah kurangnya kapasitas ruas jalan, terutama dalam mengatasi pergerakan lalu lintas. Sehingga langkah penanganan yang selalu diusulkan adalah tindakan - tindakan dalam usaha untuk menambah kapasitas ruas jalan yang ada. Misalnya, dengan melakukan pelebaran jalan. Padahal pemanfaatan ruas jalan yang ada pada saat itu mungkin belum efektif, dan juga perlu diingat bahwa pelebaran jalan tidak selalu dapat dilakukan, terutama untuk daerah perkotaan dimana keterbatasan lahan sangatlah terasa sekali. Sedangkan permasalahan yang muncul akibat kegiatan Pasar Loa Janan Ulu, Kecamatan Loa Janan adalah kepadatan lalu lintas di Jalan Gerbang Dayaku. Persoalan gangguan lalu lintas ini muncul karena adanya pedagang kaki lima, bongkar muat barang, angkot yang parkir atau berhenti di sepanjang jalan tersebut. Berdasarkan uraian diatas maka saya mengambil judul penelitian STUDI KINERJA RUAS JALAN DI DEPAN PASAR LOA JANAN ULU, KECAMATAN LOA JANAN, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA. Kata kunci : studi kinerja ruas jala
ANALISIS STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH PADA KEGIATAN PEMBANGUNAN TURAP LOUHAN RT. 33 & 16 KEL. TANJUNG LAUT INDAHKOTA BONTANG
Pembangunan dinding penahan tanah, bertujuan untuk menjaga infrastruktur maupun rencana infrastruktur tetap aman terhadap guling, geser dan keruntuhan sepanjang garis dinding penahahan tanah tersebut dalam waktu yang lama (kuat secara struktur) merupakan tuntutan yang harus dilaksanakan untuk melindungi infrastruktur dari kegagalan fungsinya, selain itu juga dimaksudkan sebagai usaha memperlancar aliran air dari berbagai drainase dalam kota menuju laut
PERHITUNGAN PRODUKSI ALAT BERAT PADA PEKERJAAN JALAN POROS BONTANG SANGATTA
ABSTRAKAlat berat yang dikenal di dalam ilmu teknik sipil adalah alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur. Alat berat merupakan salah satu faktor penting di dalam proyek, terutama proyek– proyek konstruksi dengan skala yang besar. Tujuan penggunaan alat–alat berat tersebut untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan mudah dalam waktu yang relatif singkat. Alat berat yang umumnya dipakai di dalam proyek konstruksi antara lain : Bulldozer, Excavator, Compactor, Motor Grader, Dump Truck, Wheel Loader dan lain–lai
JURNAL MANAJEMEN LALU LINTAS SIMPANG TAK BERSINYAL JEMBATAN 1 SAMARINDA ILIR
ABSTRAK Judul: Manajemen Lalu Lintas Simpang Tak Bersinyal Jembatan I Samarinda Ilir, Ade Alfian. Simpang tak bersinyal di Kota Samarinda khususnya simpang Jembatan I dan simpang Jalan Lumba - Lumba saat ini berpotensi terjadi konflik lalu lintas. Hal ini disebabkan ruas jalan major merupakan jalan menuju pusat perekonomian, perkantoran pemerintah dan pemukiman.Berdasarkan rumusan masalah dan hasil perhitungan simpang tak bersinyal pada simpang Jembatan I dan simpang Jalan Lumba - Lumba di Kota Samarinda dengan menggunakan formulir USIG-I dan USIG-II pada Pedoman Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Kapasitas (C) kondisi awal (existing) rata-rata simpang Jembatan I sebesar 2211,48 smp/jam dan arus lalu lintas (Q) sebesar 1898,60 smp/jam didapat derajat kejenuhan (DS) 0,86 > 0,85 dan kapasitas (C) kondisi jam puncak sebesar 2468,46 smp/jam, arus lalu lintas (Q) sebesar 1898,60 smp/jam didapat derajat kejenuhan (DS) 1,05 > 0,85. Dari perhitungan ini mengakibatkan persimpangan sering mengalami konflik dan interlocking, dari hasil perhitungan kondisi awal (existing) maka dilakukan perbaikan. Sedangkan, Kapasitas (C) kondisi awal (existing) rata-rata simpang Jalan Lumba - Lumba sebesar 2548,97 smp/jam dan arus lalu lintas (Q) sebesar 1424,94 smp/jam didapat derajat kejenuhan (DS) 0,56 0,85. Sehingga persimpangan ini perlu adanya evaluasi lebih lanjut untuk dilakukan perbaikan dikarenakan derajat kejenuhan pada jam puncak masih tinggi.Perbaikan selanjutnya dengan usulan pembuatan jembatan diantara Jembatan I dan Jembatan II, di mana kiranya jembatan dapat dibangun tepat di Jl. Kakap menyebrang menuju arah Jl. Mulawarman. Pengusulan ini dianalisa dengan mengambil 50% kend/jam dari survey LHR di Simpang Tak Bersinyal Jembatan I. Pada kondisi rata-rata didapat derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,43 0,85. Dari hasil yang didapat, pada kondisi rata-rata dan jam puncak nilai derajat kejenuhan (DS) terpenuhi. Kata Kunci : manajemen lalu lintas simpang tak bersinyal, kapasitas, derajat kejenuhan
STUDI SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG 4 (EMPAT) SEMPAJA SAMARINDA
ABSTRACTOne of the sector in effort develop one of the area is to develop build transportation facilities and basic facilities. Requirement of service activities and public transport will very affecting at its excelsior of ability number of is ownership of motor vehicle and also which motor vehicle and so on is and also supported by change of band road and public transport in town of Samarinda.Referring to the increasing of hour at road street in town of Samarinda resulted progressively increasing it of is ownership of vehicle, and also the limited fund for development in sector of transportation land result not yet functioned decently operation of traffic facility which have been owned.From result of calculation at intersection of Road A.W. Syahranie – Road Wahid Hasyim I – Road Wahid Hasyim II – Road P.M. Noor got by price Degree of Saturation ( DS) at - hour culminate mean above 0,99 where MKJI'97 give number definition of DS maximum is 0,85 will experience of stuck or access intention become is limited. From result which have been concluded by above that performance storey level intersection of Road A.W. Syahranie – Road Wahid Hasyim I – Road Wahid Hasyim II – Road P.M. Noor Samarinda is already can’t to serve current capacities passing it, with factor- primary factor which is influence and have to overcome of with : Driver discipline require to be arranged in order. To arrange collision of conducted by traffic driver of police there must be waking up at hours culminate to observe and overcome the happening of hour and its relevant institution always control light traffic routinely. Keyword : Lamp of Signal, saturation current, Time Saturation cycle, Capacities, Degree of Saturation, and Capacities
STUDI ALTERNATIF FLAT SLAB PADA GEDUNG HOTEL GRAND SAWIT SAMARINDA DENGAN MENGGUNAKAN METODE PORTAL EKIVALEN
Flat slab merupakan system pelat dengan prinsip menggantikan fungsi balok sepanjang garis kolom dengan pelat lantai, sedangkan balok tepi boleh tetap diadakan. Flat slab mempunyai kekuatan geser cukup dengan adanya drop panel atau kepala kolom atau keduanya.Tujuan perencanaan ini adalah untuk mengetahui hasil dari sistem flat slab dengan metode portal ekivalen sekaligus perbandingan volume kebutuhan beton terhadap kondisi sebenarnya yaitu pelat dengan balok-balok biasa.Pada penulisan ini, flat slab direncanakan dengan menggunakan metode portal ekivalen. Metode ini merupakan pendekatan dari rangka sesungguhnya yaitu rangka portal tiga dimensi menjadi rangka portal dua dimensi pada bidang kolom. Sistem pendekatan ini mengharuskan adanya hubungan antara kolom dengan lajur pelat yaitu pemindahan kekuatan lentur dari pelat ke ujung komponen yang bertemu dengan kolom.Hasil dari perencanaan flat slab ini adalah : dimensi pelat atau tebal pelat (12 cm) ; tebal drop panel untuk pelat lantai (3 cm); panjang drop panel dari sumbu kolom ke sisi luar drop panel (75 cm ) ; volume kebutuhan beton lebih ekonomis daripada pelat dengan balok biasa. Pada perencanaan flat slab ini, diperoleh kelebihan yaitu dari segi artistik nampak lebih bagus, dan mudah diatur sesuai kebutuhan pada penyelesaian akhirnya
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN KAWASAN WISATA EKS LAHAN TAMBANG
ABSTRAK Kawasan Wisata Eks Lahan Tambang di Pendingin Sanga-Sanga Kutai Kartanegara merupakan suatu fasilitas hiburan yang bersifat edukasi. Kawasan wisata ini diharapkan mampu menaikkan citra Kutai Kartanegara sebagai daerah yang tumbuh dan berkembang dengan menghadirkan sarana rekreasi yang setaraf dengan Dunia Fantasi Jakarta. Daerah bekas lahan batubara yang luas dan tidak banyak manfaatnya diolah menjadi tempat wisata sehingga membantu masyarakat di daerah tersebut dalam meningkatkan perekomomian.Kajian awal dilakukan dengan mempelajari tentang tinjauan taman rekreasi air yang dimulai dari pengertian taman dan rekreasi air, kemudian tinjauan mengenai Sanga-Sanga. Metode yang dipakai dalam mengambil data menggunakan Metode Internal dan Metode Eksternal. Tinjauan perancangan tapak, serta studi banding di beberapa obyek wisata air menjadi referensi dalam perencanaan. Dasar-dasar pendekatan perencanaan dan perancangan meliputi pendekatan aspek fungsional, kontekstual, teknis, kinerja, dan arsitektural. Pemilihan tapak dilakukan dengan matriks penilaian pada 3 tapak alternatif untuk taman rekreasi air yang direncanakan. Analisa data yang di dapatkan dilanjutkan ke konsep perancangan sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar perancangan arsitektur dua dimensi dan tiga dimensi sebagai ilustrasi desain