KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
PERENCANAAN INSTALASI PIPA DISTRIBUSI AIR BERSIH DI DESA KOTA BANGUN SEBERANG KECAMATAN KOTA BANGUN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
ABSTRAK Seiring pesatnya perkembangan pembangunan, dan meningkatnya jumlah penduduk setiap tahun dan di setiap permukiam,pedesaan atau perkotaan maka meningkat pulalah jumlah kebutuhan akan air bersih.Dengan meningkatnya kebutuhan akan air bersih maka sangatlah di perlukan pengembangan atau pembangunan instalasi pipa distribusi air bersih guna menunjang pendistribusian air bersih. Dalam perencanaan instalasi pipa distribusi air bersih perhitungannya haruslah sangat terperinci dan di sertai dengan data-data kongkrit di lapangan.Yang mana berguna untuk menentukan kapasitas kebutuhan dan agar di dalam pendistribusiannya bisa merata ke warga yang membutuhkan Pengamatan di lapangan menunjukan bahwa pengetahuan di bangku kuliah banyak dilengkapi dengan pengetahuan dan wawasan di lapangan, khususnya di bidang manajemen lapangan untuk mencapai proyek yang berhasil
PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA LANJUTAN FULLSCOPE GEDUNG FAKULTAS MIPA UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA DENGAN ANALISA BOW DAN SNI
ABSTRAK Perkiraan biayamemegangperanan pentingdalam penyelengaraan proyekuntuk merencanakan danmengendalikan sumberdayasepertimaterial,tenagakerja, pelayananmaupun waktu.Dalammeningkatkanefisiensi dan efektivitaskegiatan pembangunan gedungdanbangunan dibidangkonstruksi,diperlukan suatusarana dasarperhitunganharga satuanyaituAnalisaBiayaKonstruksi.Analisabiaya konstruksiyangselamainidikenaldiantaranyaanalisaBOW,danSNI.Dalam TugasAkhirini penulismengangkatkasusLanjutanFullscope Pembangunan GedungFakultasMIPA UniversitasMulawarman Samarinda. PenyusunanRencanaAnggaran Biaya,dibutuhkandata-datayangmendukung diantaranyagambarrencanadenahsuatubangunan,DaftarHargaSatuanBarang danJasa (SHBJ)Tahun2012yangdikeluarkanolehPemerintahDaerahKalimantan Timur,sertasurveylangsungKetoko-tokobahanmaterial/bahanbangunan.Dari perhitunganjumlahkeseluruhanbiayaKonstruksi, makadidapat bahwaAnalisa Metode BOW lebihbesardaripada analisa SNI(BOW > SNI),yaituHargaBOW = Rp.14.789.988.709,56> analisa SNI= 13.439.567.154,42denganselisihharga= Rp.1.350.421.555,13.Perbandingan Indek menggunakan analisa metode BOW lebih besar daripadaSNI(indekBOW>indekSNI),yaituindekBOW=9,54>indekSNI=9,00denganselisihindek=0,54.SehinggaIndekrata-rataBOWterhadapSNI mempunyaiIndek=1,06
PERENCANAAN TURAP STA 00+500 S/D STA 01+000 PADA KECAMATAN TELUK PANDAN KABUPATEN KUTAI TIMUR
Perencanaan turap pada umumnya berada pada tepi sungai atau tepi jalan yang mengalami longsoran atau kerusakan,,salah satu fungsinya yaitu sebagai penahan tanah agar tidak tergerus atau terikut longsor. Oleh sebab itu pada kesempatan kali ini penulis mengambil studi penelitian pada turap jalan gembira I kecamatan teluk pandan kabupaten kutai timur.Pada lokasi tersebut telah terjadi longsoran tanah ke daerah tepi sungai, akibatnya bahu jalan gembira I sudah terkikis sampai tepi jalan, dikhawatirkan akan menggerus jalan gembira I apabila tidak ditangani. Adapun pengamatan dan penelitian dilakukan pada sta 00+500 sampai dengan sta 01+000, perencanan tiang pancang menggunakan minipile beton ukuran 20cm x 20 cm panjang 6 m sesuai dengan hasil penyeildikan tanah berupa sondir dan boring. Adapun dinding pasangan batu gunung sebgai dinding turap dimana telapak pondasi menggunakan beton bertulang k 300, sebagi pengikat dibuat kolom sebagai expantion joint dengan dinding turap. Kata kunci : perencanaan turap pada kecamatan teluk pandan KUTI
PERHITUNGAN CULVERT PADA RUAS JALAN BUKIT BIRU – MARGASARI KEC. LOA KULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Kerusakan jalan lebih sering dihubungkan dengan beban kendaraan yangmelintas, namun dalam fakta di lapangan kerusakan jalan dapat disebabkan oleh banyak hal diantaranya adalah banjir dan genangan pada badan jalan.Secara umum badan jalan yang lebih sering mengalami banjir atau lebih sering tergenang akan mengakibatkan jalan tersebut rentan dan lebih cepat mengalami kerusakan dari umur rencananya dibandingkan jalan yang jarang atau tidak sering terendam banjir atau genangan air hujan.Konstruksi jalan seringkali dibangun tanpa dilengkapi dengan bangunan pelengkap jalan seperti saluran samping, pematah arus, gorong-gorong atau culvert dan sebagainya. Kondisi seperti ini seringkali ditunjang dengan kondisi medan jalan yang berada di daerah cekungan atau lembah sehingga posisi pembuangan air hujan yang melimpas pada badan jalan tidak dapat dialirkan.Ruas jalan yang menghubungkan daerah Bukit Biru dengan Margasari yang berada di Kecamatan Loa Kulu merupakan ruas jalan yang melintasi daerah perbukitan dengan cekungan-cekungan atau lembah-lembah yang berpotensi menjadikan badan jalan rentan terendam banjir dan genangan pada saat hujan terjadi. Selain itu pada ruas ini juga terdapat beberapa anak sungai kecil yang pada saat kemarau tidak terlihat debitnya, namun pada saat musim hujan maka air akan melimpas dan menggenangi permukaan badan jalan bahkan pada beberapa titik di ruas ini akan mengalami banjir setempat.Pada penelitian ini dilakukan perhitungan tehadap sistem drainase, dengan menggunakan jenis box culvert dari konstruksi beton bertulang dan dari hasil perhitungan didapat kebutuhan dimensi box culvert 300 x 300 cm dengan panjang1200 cm. Dimensi tersebut mampu menyalurkan debit banir rancangan sebesar 2,288 m3/detik untuk umur rencana 5 tahun. Nilai debit rancangan didapat dari hasil analisis frekuensi data curah hujan berdasarkan metode Gumbell dari data curah hujan rata-rata dengan jumlah tahun pengamatan sebanyak 10 tahun.Dari hasil perhitungan penulangan di dapat untuk penulangan pelat lantai atas dan bawah menggunakan diameter 19 mm dan untuk diameter penulangan samping dan sayap menggunakan diameter 16 mm. Selain itu, box culvert direncanakan terhadap beban kendaraan dengan muatan sumbu terberat sebesar 8 ton, sehingga tidak disarankan untuk beban lalu lintas yang lebih besar dari 8 ton untuk melintas di atasnya
PERHITUNGAN STABILITAS LERENG JALAN SOEKARNO-HATTA STA 111+500 SAMARINDA-BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR
ABSTRAKSIPada permukaan tanah vertikal, komponen gravitasi cenderung untuk menggerakkan tanah ke bawah. Apabila komponen gravitasi semakin besar sehingga perlawanan terhadap geseran yang dapat dikembangkan oleh tanah akan terlampaui, maka akan terjadi kelongsoran. Longsor yang terjadi dapat juga disebabkan karena sifat alam yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan berbagai bentuk perubahan dengan membuat sesuatu yang baru dan berbeda.Usaha perbaikan perbaikan tanah agar tidak terjadi longsor pada daerah tebing dapat dilakukan dengan pembuatan konstruksi dinding penahan tanah. Dinding penahan tanah merupakan komponen struktur bangunan penting utama untuk jalan raya dan bangunan lingkungan lainnya yang berhubungan tanah berkontur atau tanah yang memiliki elevasi berbeda.Pada Studi ini dilakukan perencanaan teknis penanggulangan longsoran yang berada di ruas Jalan Soekarno-Hatta pada STA 111+500 Samarinda-Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur. Lokasi ini berpotensi rawan longsor, khususnya disekitar badan jalan, diantaranya sebagai akibat curah hujan yang cukup tinggi yang menyebabkan terjadinya longsoran pada badan jalan dan pada lokasi stabilitas badan jalannya menurun akibat pembebanan jalan sehingga berpotensi longsor.Tujuan tugas akhir ini :Dapat menghitung stabilitas lereng yang terjadi ruas jalan Soekarno-Hatta STA 111+500 Samarinda-BalikpapanDapat menghitung dinding penahan tanah ruas jalan Soekarno-Hatta STA 111+500 Samarinda-BalikpapanBerdasarkan analisa stabilitas lereng dan perencanaan dinding penahan tanah pada kegiatan longsoran kilometer STA 111+500 Samarinda-Balikpapan Kalimantan Timur memperoleh hasil sebagai berikut :Perhitungan stabilitas lereng dengan menggunakan program Geoslope didapat nilai F atau FOS = 2,399 yang artinya adalah dengan perencanaan lereng seperti ini relatif stabil dan aman, dimana Nilai Faktor Keamanan F atau FOS = 2,399 > 1,25Stabilitas Guling didapat 2,148 > 1,5 (aman)Stabilitas Geser didapat 5,572 > 1,5 (aman)Stabilitas Terhadap Keruntuhan Kapasitas Daya Dukung Tanah didapat 3,432 > 3 ( OK
PERHITUNGAN PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN JALAN BATU CERMIN (SEMPAJA) KOTA SAMARINDA
ABSTRACTDari hasil survey lapangan, analisis dan perhitungan pada pembahasan tugas akhir tentang “ perhitungan produktivitas alat berat pada pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan batu cermin (sempaja)/kota samarinda” maka diperolekan kesimpulan sebagai berikut:Volume PekerjaanVolume Pekerjaan Galian (tanah asli/bank material) = 60.069,95 m3, hasil galian dalam keadaan lepas (loose material) = 72.083,94 m3.Volume Timbunan (keadaan tanah lepas) = 24.598,8 m3.Volume Pemadatan = 26.566,70 m3.Perhitungan Produksi Alat BeratPekerjaan Galian :Penggunaan Alat : Excavator type Caterpillar PC 320D : 2 unitDump Truck type Mitsubishi 120 PS : 6 unit.Produksi Alat :Ø Excavator : - Per unit = 119,46 m3/jam.- 2 Unit = 238,92 m3/jam.Ø Dump Truck : - Per unit = 24,71 m3/jam. - 6 Unit = 148,26 m3/jam.Pekerjaan Penghamparan/Timbunan :Penggunaan Alat : Bulldozer type D85E-SS Komattsu : 2 unitProduksi Alat :Ø Bulldozer : - Per unit = 329,49 m3/jam. - 2 Unit = 658,98 m3/jam.Pekerjaan Pemadatan :Penggunaan Alat : Ø Compactor type SAKAI SV 512 TF : 2 unitProduksi Alat :Ø Bulldozer : - Per unit = 201,12 m3/jam - 2Unit = 402,24 m3/jamPerhitungan Waktu Pelaksanaan PekerjaanHasil perhitungan waktu pelaksanaan pekerjaan menggunakan alat berat untuk pekerjaan Galian, Timbunan dan Pemadatan, adalah :Pekerjaan GalianPekerjaan Penghamparan/TimbunanPekerjaan Pemadata
PERBANDINGAN CAMPURAN AC-BC ASPAL BUTON CARA PANAS MENGGUNAKAN BAHAN LOKAL DARI KUTAI BARAT DAN MUARA WAHAU DENGAN PENAMBAHAN ANTI STRIPING (ANTI PENGELUPASAN)
ABSTRAK Semakin pesatnya pembangunan dan pertumbuhan jumlah penduduk, maka kebutuhan akan sarana jalan yang baik juga akan meningkat.Karena pentingnya aspal sebagai lapis penutup pada perencanaan campuran yang memenuhi spesifikasi, maka salah satu bahan yang dapat digunakan adalah Asbuton sebagai bahan pengganti aspal minyak yang dapat berpengaruh terhadap kekuatan lapis penutup jalan raya. Asbuton adalah aspal alam yang terdapat didaerah Pulau Buton, Sulawesi Tenggara yang didalamnya terdapat kandungan aspal dan mineral. Pada umumnya penggunaan aspal sebagai bahan campuran khususnya di Kalimantan Timur adalah Aspal Minyak. Oleh karena itu digunakan Asbuton sebagai alternative pada campuran untuk mengurangi pemakaian aspal minyak pada campuran aspal untuk perkerasan jalan raya. Sedangkan agregat yang digunakan berasal dari daerah Kutai Barat dan Muara Wahau, dikarenakan untuk setiap pekerjaan jalan penggunaan material lokal kurang mendapatkan perhatian sehingga kurang diketahui mutu dari material tersebut. Serta menggunakan penambahan zat aditif berupa anti striping (anti pengelupasan) untuk dapat mengurangi pelepasan pada butir-butir material campuran beraspal khususnya di Kalimantan Timur untuk pekerjaan perkerasan jalan.Kata kunci : campuran aspal panas, asbuton, antistriping, agregat lokal
Perencanaan Beton Bertulang Bangunan Rumah Toko (Ruko) Di Jalan Selamet Riyadi Samarinda
Seiring dengan perkembangan teknologi saat ini untuk menghitung struktur yang mampu menahan beban-beban yang terjadi pada bangunan Rumah toko tersebut dapat dilakukan secara manual maupun dengan suatu program. Pada penulisan ini perhitungan manual dilakukan dengan menggunakan Metode Cross sedangkan perhitungan dengan program menggunakan Program SAP. Perhitungan dilakukan pada potongan melintang AS F dan potongan memanjang AS 1. Pembebanan didasarkan pada teori metode amplop, dimana pendistribusian beban-beban yang berupa trapesium dan segitiga menghasilkan nilai qek. Beban yang diperhitungkan yaitu beban mati, beban hidup dan beban angin.Analisa penulangan menggunakan hasil analisa metode Cross, maka diperoleh penulangan pada plat yaitu 510-250 untuk lapangan sedangkan 310125 untuk tumpuan. Penulangan pada balok terbesar terjadi pada lantai 3 potongan melintang yaitu 619 untuk lapangan dan 819 untuk tumpuan sedangkan untuk tulangan sengkang yaitu 10-250. Penulangan kolom yaitu tulangan utama 5 19 dan tulangan sengkangnya 10-75. Pondasi menggunakan pondasi tiang pancang kelompok dengan 4 tiang sedalam 15 m dengan data sondir yang diasumsikan
“PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN SIMPANG PERDAU – SANGKULIRANG, KABUPATEN KUTAI TIMUR”
Ruas Jalan Simpang Perdau- Sangkulirang yang merupakan Jalan Provinsi (klasifikasi jalan kolektor), menghubungkan kecamatan Sangkulirang ke Ibu Kota Sanggata seterusnya ke Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur, harus ditingkatkan lagi guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi dikawasan lintas jalan tersebut. Kondisi lapis permukaan yang ada terlihat retak, serta mengalami deformasi pada jalur roda kendaraan.Kerusakan perkerasan akan mengganggu kenyamanan dan keselamatan kendaraan, keindahan, dan pula mempengaruhi kinerja struktur perkerasan. Umumnya, pekerjaan pemeliharaan merupakan kegiatan untuk mempertahankan kondisi kemampuan pelayanan jalan yang layak, sehingga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengendaraDalam penelitian ini, penulis secara spesifik melakukan penelitian pada ruas jalan Simpang Perdau-Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur untuk : (1) Mengetahui besar nilai dari Daya Dukung Tanah Dasar (DDT) dan (2) Merencanakan tebal lapis permukaan (aspal) jalan tersebut pada umur rencana 5 tahun dan 15 tahun
PENENTUAN NILAI WAKTU PERJALANAN PENDUDUK KOTA SAMARINDA STUDI KASUS : PERUMAHAN BUKIT PINANG DALAM
Abstrak Seiring meningkatnya jumlah penduduk kota Samarinda, terutama pada Perumahan Bukit Pinang Dalam Samarinda juga memberikan dampak terhadap volume lalu lintas,. Kemacetan yang sering terjadi pada jam, selain itu perilaku para pengemudi yang memarkir kendaraan mereka, persoalan lain muncul akibat para pedagang kaki lima yang menggelar daganganya di atas trotoar terutama pada malam hari dan para pengendara sepeda motor juga memarkir kendaraan di atas trotoar yang mengakibatkan semakin parahnya kemacetan yang terjadi, selain itu banyaknya para pengguna kendaraan yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dari pada angkutan umum dikarenakan tingkat pelayanan yang kurang, sehingga dalam hal ini mengakibatkan semakin mahalnya atau semakin tingginya biaya perjalanan dan waktu perjalananAnalisa yang dilakukan menggunakan metode Stated Preference untuk mengumpulkan informasi mengenai permintaan maupun perilaku perjalanan, penggunaan metode Stated Preference menghasilkan nilai waktu perjalanan yang tidak mendekati nilai waktu sesungguhnya dan mampu mengakomodasi preferensi tersebut dalam pengolahan data digunakan softwear SPSS denngan transformasi analisa regresi bergandaBerdasarkan hasil penentuan nilai waktu perjalanan penduduk kota samarinda Studi Kasus : Perumahan Bukit Pinang Dalam Samarinda di dapat pada pengguan kendaraan bermotor pada setiap nilai perjalanan yang dilakukan apabila mengalami percepatan atau perlambatan selama satu jam adalah Rp. 6.770,90 Rupiah / jam, pada mobil pribadi adalah Rp. 10.294,31 Rupiah / jam, dan pada angkutan kota adalah Rp. 2.102,4 Rupiah / jam