KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
ANALISA MUTU BETON PADA ABUTMENT JEMBATAN DI JALAN LINGKAR PULAU NUNUKAN
: Prosedur statistik mutu beton berdasarkan SNI 03-6815-2002 yang berisi tata cara mengevaluasi hasil uji kekuatan beton disediakan untuk memperoleh nilai – nilai yang paling mendekati dalam mengevaluasi hasil pengujian kekuatan beton. Informasi yang didapat dari prosedur statistik juga merupakan nilai yang digunakan dalam menentukan kriteria perencanaan dan spesifikasi. Tata cara ini secara ringkas menampilkan variasi yang terjadi dalam kekuatan beton dan berguna dalam menginterprestasikan variasi tersebut yang berhubungan dengan kriteria dan spesifikasi yang dibutuhkan.Berdasarkan analisa mutu hasil uji beton pada abutment Jembatan di Jalan Lingkar P. Nunukan, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :a. Jumlah benda uji beton kubus (15x 15 x 15) untuk sisi A dan B sebanyak 32 sampel dan terdiri 8 pengambilan sampel uji, jadi total benda uji sebanyak 64 sampelb. Penetapan kuat tekan beton yang disyaratkan (f’c) pada umur tertentu misalkan K-250 (f’c = 250 / 10,19711 = 24,517 Mpa) pada umur 28 hari.c. Perhitungan standar deviasi untuk kepala jembatan (abutment) sisi A didapat 0,957, untuk sisi B didapat 0,697.d. Pemeriksaan Mutu Beton berdasarkan SNI 03-2847-2002 pasal 7.6 ayat 3 (3) syarat pemeriksaan mutu beton untuk :Sisi A, ü Nilai rata-rata dari 3 (empat) benda uji kuat tekan beton yang berurutan mempunyai nilai yang sama atau lebih besar dari 24,517 MPa (³ 24,517 Mpa) didapat : 75% kekuatan ³ 24,517 Mpa dan 25 % £ 24,517 Mpaü Tidak ada nilai uji kuat tekan yang dihitung sebagai nilai rata-rata dari dua hasil uji di bawah ( > 21,017 Mpa ), hasil yang didapat 100 %Sisi B,ü Nilai rata-rata dari 3 (empat) benda uji kuat tekan beton yang berurutan mempunyai nilai yang sama atau lebih besar dari 24,517 MPa (³ 24,517 Mpa) didapat : 96,55 % kekuatan ³ 24,517 Mpa dan 3,45 % £ 24,517 Mpaü Tidak ada nilai uji kuat tekan yang dihitung sebagai nilai rata-rata dari dua hasil uji di bawah ( > 21,017 Mpa ), hasil yang didapat 100 %
ANALISA KEBUTUHAN RUANG PARKIR BERDASARKAN JUMLAH PENGUNJUNG RUMAH SAKIT AM. PARIKESIT DI TENGGARONG
Abstrak Pengambilan data kendaraan parkir pada lokasi studi dilakukan dengan mencatat kendaraan yang masuk dan keluar pada kompleks rumah sakit AM. Parikesit Tenggarong. Pengamatan dilakukan selama 7 hari dalam satu minggu dengan lama waktu pengamatan setiap harinya 12 jam ( 08:00 – 21:00 ) dan pengukuran luas area parkir. Analisa dan karakteristik parkir meliputi volume parkir, akumulasi parkir, Pergantian parkir, durasi parkir, indeks parkir, tingkat penggunaan parkir dan ketersediaan parkir . Dari hasil survey diperoleh kapasitas parkir untuk kendaraan roda dua 358 petak dan kendaraan roda empat 30 petak. Berdasarkan hasil pengolahan data yang menunjukan tingkat pergantian parkir ( Turn Over Parking) maksimum yang terjadi pada hari sabtu adalah 0,21 kend/petak/jam dan indeks parkir sebesar 20,72 % sehingga penggunaan parkir sebesar 20,95% dari kapasitas parkir seluruhnya yang berjumlah 358 kendaraan. Tingkat penggunaan parkir kendaraan empat dua cukup besar namun masih berada di bawah kapasitas parkir yang tersedia. Berdasarkan hasil pengolahan data yang menunjukan tingkat penggunaan parkir ( Turn Over Parking) maksimum yang terjadi pada survey hari kamis adalah 1,09 kend/petak/jam dan indeks parkir sebesar 9,15% sehingga penggunaan parkir sebesar110% dari kapasitas parkir seluruhnya yang berjumlah 30 kendaraan.Dari perhitungan jumlah kendaraan roda dua maksimum terjadi pada hari senin sebanyak 813 kendaraan dengan durasi rata – rata parkir selama 2,33 jam/kend. Maka diketahui kebutuhan ruang parkir untuk kendaraan roda dua sebesar 158 Petak. Jumlah tersebut masih berada dalam kapasitas tampung ruang parkir kendaraan roda dua yang berjumlah 358 kendaraan.Untuk kendaraan roda empat maksimum terjadi pada hari Kamis sebanyak 393 kendaraan dengan durasi rata – rata parkir selama 1,99 jam/kend. Maka diketahui kebutuhan ruang parkir untuk kendaraan roda empat sebesar 65 Petak. Jumlah tersebut melebihi kapasitas tampung ruang parkir kendaraan empat empat yang yang hanya berjumlah 30 kendaraan. Kata kunci : Rumah Sakit ; Karakteristik Parkir ; volume parkir, akumulasi parkir, pergantian parkir, durasi parkir, indeks parkir, tingkat penggunaan parkir , ketersediaan parkir , ketersediaan parki
PERHITUNGAN BIAYA OPERASIONAL ALAT BERAT PADA PENINGKATAN JALAN SP.3 LEMPAKE – SP.3 SAMBERA
ABSTRAKSuatu proyek konstruksi mempunyai tahapan yang berkaitan dengan manajemen konstruksi. Dalam tahapan manajemen konstruksi tersebut terdapat salah satu permasalahan mengenai pengelolaan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaan, sehingga perlu direncanakan suatu rancangan anggaran biaya pelaksanaan pekerjaan. Rencana anggaran biaya adalah salah satu proses utama dalam proyek konstruksi untuk mendapatkan berapa besarnya dana yang harus disediakn untuk sebuah proyek tersebut. Pada umumnya biaya yang dibutuhkan dalam sebuah proyek konstruksi berjumlah besar. Ketidaktepatan yang terjadi dalam penyediaannya akan berakibat kurang baik pada pihak – pihak yang terlibat di dalamnya. Dalam pekerjaan proyek Jalan SP.3 Lempake - SP.3 Sambera Samarinda, yang dilaksanakan pada 25 Maret 2012 dengan sumber dana dari APBN (Anggaran Pendapatan Belanja Negara) 2012 terdapat pekerjaan – pekerjaan yang menggunakan alat – alat berat, misalnya pada pekerjaan tanah, dan pekerjaan penghamparan agregat. Pada saat suatu proyek akan dimulai, kontraktor akan memilih alat berat yang akan digunakan di proyek tersebut. Pemilihan alat berat yang akan dipakai merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan suatu proyek. Alat berat yang dipilih haruslah tepat sehingga proyek akan lancar. Kesalahan di dalam pemilihan alat berat dapat mengakibatkan proyek menjadi tidak lancar. Dengan demikian keterlambatan penyelesaian proyek dapat terjadi sehingga menyebabkan biaya membengkak. Produktivitas yang kecil dan tenggang waktu yang dibutuhkan untuk pengadaan alat lain yang lebih sesuai merupakan hal yang menyebabkan biaya yang lebih besar. Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, Mahasiswa mencoba menghitung biaya alat berat pada proyek pembangunan Jalan SP.3 Lempake - SP.3 Sambera Samarinda dengan judul “PERHITUNGAN BIAYA OPERASIONAL ALAT BERAT PADA PENINGKATAN JALAN SP.3 LEMPAKE – SP.3 SAMBERA SAMARINDA”
STUDI LAPIS PONDASI BAWAH MENGGUNAKAN AGREGAT KLAS B DENGAN AGREGAT KLAS C PADA PROYEK JALAN BEBAS HAMBATAN / FREE WAY PAKET 4 JEMBATAN MAHAKAM KOTA - BENTUAS
Jalan merupakan prasarana yang memiliki peranan yang sangat penting dalam pengembangan kehidupan masyarakat terutama dalam sektor perekonomian dan perindustrian. Salah satu langkah yang harus diperhatikan dalam perencanaan adalah pemilihan bahan perkerasan sesuai dengan kriteria : bahan mudah didapat, dana yang tersedia cukup, ketersediaan peralatan dan SDM yang ada, serta sesuai dengan fungsi jalannya sendiri. Selama ini penggunaan bahan hanya berdasarkan kebiasaan saja, misalnya untuk Lapisan Pondasi Atas (LPA) selalu digunakan Agregat A, untuk Lapisan Pondasi Bawah selalu menggunakan agregat B. Sebenarnya untuk bahan ini bisa disesuaikan dengan bahan yang ada di lokasi, misalnya LPB dengan menggunakan Agregat Klas C.Untuk merencanakan tebal lapis perkerasan didaerah yang banyak mempunyai Agregat Klas C sebaiknya lapisan Pondasi Bawah direncanakan dengan menggunakan Agregat Klas C.Agregat Klas C sebelum digunakan harus diuji di laboratorium untuk mengetahui nilai CBRnya dan memenuhi standar speksifikasi yang ada. Dan untuk Lapisan Pondasi Bawah harus mempunyai CBR ≥ 30 %. Hasil analisis menunjukan bahwa Agregat klas C dapat digunakan dan dapat menghemat biaya pelaksanaan
PERENCANAAN JALAN PADA PEKERJAAN RUAS JALAN BATAS BERAU – TANJUNG BATU (STA. 7+000 s/d STA. 10+000) KABUPATEN BERAU PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Pada perencanaan suatu jalan sebaiknya menggunakan material lokal karena material lokal mutunya memenuhi persyaratan perkerasan jalan serta pada lereng melintang perkerasan dibuat kemiringan 2% dan lereng bahu jalan dibuat lebih besar agar air dapat mengalir dengan normal tanpa menimbulkan genangan air pada permukaan jalan. Dalam penelitian ini agar suatu jalan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, supaya pada daerah tikungan ditambah pelebaran tikungan sesuai yang disyaratkan. Hal ini untuk mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi
PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA GEDUNG BADAN AMIL ZAKAT DAN MAJELIS ULAMA INDONESIA SAMARINDA DENGAN METODE ANALISIS SNI DAN BOW
ABSTRAK Darihasilpenelitianyang dilakukanpadapembangunangedungBadanAmil ZakatdanMajelisUlamaIndonesiayang beralamatdijalanHarmonikakota Samarinda, yangmenggunakan 2 (dua) metodeyaitu metodeAnalisaAnggaran Biaya menggunakanSNI danBOW,maka penulismenyimpulkanadanyaperbedaan- perbedaan diantaranya carapenghitungan Pekerjaan Persiapan;Pekerjaan Plafond; Pekerjaan Beton dan Baja;Pekerjaan Kaca,Kuncidan Penggantung;Pekerjaan Pengecatan;dan Pekerjaan Pasangan. Dari2metodediatas (metodeAnalisaBOWdanSNI),dapat disimpulkan,bahwa metode analisa Anggaran Biaya menggunakan BOW, tidak relefan lagi,sebabdengansemakin majunyateknologisemakin memudahkan cara pengerjaan suatu pekerjaan, sehinggadalamperhitunganrancangan anggaran biaya sekarang metodeSNI sebagaipengganti/penyempurnadari metodeanalisisAnggaran BiayaBOW,makametodeSNIsangat baikdigunakan,karenaanalisisanggaran biayaSNIselalumengikutiperkembanganzamandanselaluadapenyesuain/revisi perbaikan-perbaikan disetiaptahunnya. KataKunci:jujur adalah sikap/caramencapaikeberhasilan yangabad
ANALISA KAPASITAS JALAN DAN BIAYA BAHAN BAKAR KENDARAAN DI RUAS JALAN PAHLAWAN, JALAN DR. SUTOMO DAN JALAN MUHAMMAD YAMIN KOTA SAMARINDA
ABSTRAK Pertumbuhan jumlah penduduk Kota Samarinda dari tahun ketahun mencatat kenaikan yang cukup berarti. hal ini menyebabkan lalu lintas perkotaan menjadi masalah yang harus ditangani secara khusus. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hubungan antara jumlah arus (smp/jam) dengan kecepatan yang terjadi (km/jam) adalah kecepatan berbanding terbalik dengan besarnya arus lalu lintas.Adanya beberapa permasalahan yang terjadi pada ruas jalan ini, seperti kapasitas jalannya yang sudah tidak sesuai, yang ditandai dengan kondisi lingkungan dan volume kendaraan yang padat, jalur kendaraan dari arah masuk atau keluar dari Jalan DR. Sutomo yang berada pada ruas jalan tersebut, banyak aktivitas samping jalan pada ruas jalan ini yang sering menimbulkan konflik, kadang-kadang besar pengaruhnya terhadap arus lalu-lintas yang terutama berpengaruh pada kapasitas dan kinerja jalan seperti pejalan kaki, angkutan umum, kendaraan lain berhenti, kendaraan lambat, kendaraan masuk dan keluar dari lahan di samping jalan.Berdasarkan penelitian selama tiga hari derajat kejenuhan yang terjadi pada saat kondisi lalu lintas rata-rata di jalan DR. Sutomo yaitu nilai (Q/C=0,68) dalam hal ini maka ruas jalan tersebut masuk dalam karakteristik tingkat pelayanan (Level Of Service/LOS) jalan “kategori C”. Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu-lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan, nilai derajat kejenuhan (VC Ratio) sebesar 0,45-0,74. ABSTRACT Samarinda city population growth from year to year recorded a significant increase. this led to urban traffic problems that must be addressed specifically. The results showed that the relationship between the amount of flow (pcu / h) with a velocity that occurs (km / h) speed is inversely proportional to the amount of traffic flow.The existence of several problems that occurred on this road, as the capacity of the course that is not appropriate, which is characterized by environmental conditions and heavy vehicle volume, line of vehicles at the entrance or exit of the Road DR. Sutomo who are on the road, a lot of activity on the street side of the road that often lead to conflict, sometimes big impact on traffic flows which primarily affects the capacity and performance of the road such as pedestrians, public transport, another vehicle stopped, slow vehicles, vehicles in and out of the land next to the road.Based on research over the three days the degree of saturation that occurs when traffic conditions on the road median DR. Sutomo the value of (Q / C = 0.68) in this case the roads are covered under service level characteristics (Level Of Service / LOS) path "category C". Steady flow, the speed is controlled by traffic flow, drivers are limited in choosing the speed, the degree of saturation (VC Ratio) of 0.45 to 0.74
GEDUNG KONSER MUSIK DI SAMARINDA
ABSTRAK Perencanaan dan perancangan Gedung Konser Musik di Samarinda ini dimaksudkan untuk menciptakan ikon baru dalam dunia hiburan yang kiranya paling cepat dan terlihat banyak mengundang peminat serta tentu saja memikat sejumlah besar penikmat musik di Kalimantan Timur khususnya Kota Samarinda, dengan memberikan suatu wadah untuk menikmati musik di Samarinda. Oleh karena itu, perencanaan dan perancangan Gedung Konser Musik di Samarinda ini diharapkan mempunyai akses bisnis yang menguntungkan disamping unsur hiburan dan edukatifnya. Gedung Konser Musik Di Samarinda merupakan obyek arsitektural rumah musik yang memfasilitasi event konser musik, dan mampu memfasilitasi musisi-musisi Samarinda agar lebih bersemangat untuk berkembang serta memungkinkan muncul musisi-musisi baru yang siap bersaing, sehingga kota Samarinda bisa dijadikan aset yang potensial dalam perkembangan musik. Adapun perancangan pada bangunan di interpretasikan dari tema “Music in Architecture”. Jika dikaitkan dengan obyek rancangan, Music in Architecture diwujudkan pada bentuk masa bangunan dari bentuk alat musik yaitu piano. Dimana piano merupakan salah satu bagian dari suatu gedung konser yaitu sebagai alat musik. Dari bentuk piano terwujud sebuah transformasi bentuk yang menyerupai setengah lingkaran. Kata Kunci : Kota Samarinda, Gedung Konser Musik, Music in Architecture ABSTRACTPlanning and design of Music Concert Hall in Samarinda is intended to create a new icon in the world of entertainment that would most quickly and looks a lot more inviting enthusiasts and of courselure a large number of music lovers in the city of Samarinda in East Kalimantan in particular, to provide a plat form for enjoying music in Samarinda. Therefore, the planning and design of Music Concert Hall in Samarinda is expected to have access to a profitable business in addition to the element of entertainment and educative. Music Concert Hall in Samarinda is a place in architecture, an architectural object that facilitates music house music concertevents, and is able to facilitate Samarinda music ians to be moree agert odevelop and enable new emerging musicians who are ready to compete; Samarinda city that can be used potential asset in the development of music. The design of the buildingis interpreted on the theme of "Music in Architecture". If the object is associated with the design, Music in Architecture realized in the form of building future shape of musical instruments, namely the piano. Where the pianois one part of a concert hall that is a musical instrument. Of piano materialized for matrans form ation that resembles a half circle shape. Key Words : Samarinda City, Music Concert Hall, Music in Architectur
PERHITUNGAN BANGUNAN BAWAH JEMBATAN BETON KONVENSIONAL SIE RESAK KABUPATEN KUTAI BARAT
ABSTRAKSI Dalam usaha mendorong perkembangan, perekonomian dan kegiatan masyarakat khususnya menyangkut masalah pengangkutan penumpang maupun hasil bumi dan industri, maka perlu adanya prasarana jalan dan jembatan yang memadai.Pada tahap pertimbangan desain konstruksi maka penulis mengadakan studi tugas akhir dengan mengambil judul “ Perhitungan Bangunan Bawah Jembatan Beton Konvensional Sie Resak Kabupaten Kutai Barat “.Pembebanan akibat beban mati bangunan atas setiap kepala jembatan = 160 ton, beban hidup bangunan atas = 85 ton. Jadi total beban yang harus dipikul sebesar = 245 ton. Perhitungan stabilitas tegangan tanah yang diijinkan untuk pondasi menerus qu = 22,77 t/m2 dengan safety faktor = 3 maka qa = 7,590 t/m2 < qmax = 17,048 t/m2. Jadi struktur yang dimaksud tidak aman. Daya dukung menurut Sanglerat at 1972 diperoleh hasil perhitungan sebesar qall = 2,559 t/m2 yang berarti lebih kecil dari qmaks = 17,048 t/m2. Jadi struktur yang dimaksud tidak aman. Daya dukung menurut Schertman at 1972 diperoleh hasil perhitungan sebesar qult = 2,559 t/m2 < q mak = 17,048 t/m2 dengan demikian juga struktur yang dimaksud tidak aman. Dengan demikian sebagai alternative digunakan tiang pancang. Analisa Pondasi beban vertikal yang harus ditahan sebesar = 287,07 ton, kekuatan pancang yang mampu menahan beban diatasnya adalah sebesar = 328,32 ton. Jadi kondisi disini akibat beban diatasnya dinyatakan aman. Jika dikontrol akibat beban momen diperoleh hasil sebesar P mak = 28,707 ton, sedang Pijin sebesar = 32,832 ton. Dalam hal ini dinyatakan aman.Pemilihan tiang pancang yang diinginkan adalah jika tiang pancang yang digunakan harus mampu menahan beban diatasnya. Kata kunci : Pembebanan, Stabilitas, Analisa Pondasi
STUDI SIMPANG BERSINYAL PADA SIMPANG 3 (TIGA) KARANG ASAM SAMARINDA
Simpang 3 (tiga) Karang Asam Samarinda yaitu pada jalan slamet riyadi dan jalan meranti merupakan salah satu bukti nyata kemacetan lalu lintas yang ada di kota samarinda. Dipasangkannya lampu lalu lintas (traffic Light) pada simpang tersebut seharusnya dapat mengatasi masalah kemacetan, serta pada tahun ini terdapat pelebaran di salah satu kaki simpang tersebut, tetapi nyatanya kemacetan dan panjang antrian tidak dapat dihindari. Ditambah bahwa simpang 3 (tiga) Karang Asam tersebut merupakan pusat akumulasi kendaraan dari luar Kota Samarinda, perumahan, pasar, kampus/sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan pintu akses menuju samarinda kota