KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
Perencanaan Tebal Perkerasan Lentur untuk Pelebaran Ruas Jalan Samboja – Balikpapan,
Jalan raya merupakan salah satu prasarana transportasi yang sangat diperlukan di Kalimantan Timur. Hal ini dikarenakan jalan merupakan penunjang berbagai sektor pembangunan dan merupakan prsarana dalam pembangunan kawasan pemukiman, kawasan industri daerah pertambangan dan pembukaan daerah-daerah terisolir di daerah sepanjang jalan tersebut. Oleh karena itu, sistem transportasi jalan raya merupakan kegiatan penggerak ekonomi yang penting disamping juga menjadi sarana aktifitas penduduk yang melibatkan masalah-masalah ekonomi, sosial dan budaya. Pembangunan jalan dimaksudkan untuk mempermudah hubungan dari suatu daerah ke daerah lain, serta untuk mengembangkan potensi ekonomi yang ada di daerah tersebut. Seperti halnya Jalan Samboja – Balikpapan merupakan ruas jalan Nasional yang perlu diperhatikan karena merupakan ruas penghubung antara Ibu Kota Samarinda dan Kota Balikpapan. Ruas Jalan ini selalu dilakukan perbaikan dengan cara melakukan pelebaran jalan pada sisi kiri dan kanan jalan serta untuk menjamin agar ruas jalan ini aman dalam berkendaraan.Tujuan studi ini :Merencanaan tebal perkerasan lentur di daerah pelebaran baik sisi kiri dan kanan Jalan Samboja – Balikpapan dengan menggunakan metode SNI 03-1732-1989 (Analisa Komponen) 5 dan 10 tahun yang akan datangMenghitung Anggaran Biaya Kegiatan Pelebaran JalanHasil analisis perencanaan untuk pelebaran pada ruas jalan Samboja – Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur dapat disimpulkan sebagai berikut :Perencanaan tebal perkerasan lentur di daerah pelebaran baik sisi kiri dan kanan Jalan Samboja – Balikpapan dengan menggunakan metode SNI 03-1732-1989 (Analisa Komponen) adalah : Dari hasil perhitungan keseluruhan diatas untuk tebal pelebaran pada tahun 2018 adalah Untuk CBR tanah dasar 4,8 %, Lapisan Pondasi Bawah Agregat B tebal 10 cm, Lapisan Pondasi AtasAgregat Kelas A tebal 20 cm, Lapis permukaan (laston) tebal 4 cmDari hasil perhitungan tebal tambahan (overlay) pada pelebaran tahun 2023 yang akan datang setebal 6 cm. Perhitungan perkiraan harga kegiatan untuk pelebaran jalan pada samping kiri dan kanan ruas Jalan Samboja – Balikpapan sebesar Rp. 5.974.761.000,00 (Lima Milyar Sembilan Ratus Tujuh Puluh Empat Juta Tujuh Ratus Enam Puluh Satu Ribu Rupiah)
PENERAPAN PENJADWALAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN ALAT BANTU SOFTWARE “MICROSOFT PROJECT 2007” PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN PERJIWA – BUKIT RAYA KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG
Seiring dengan kemajuan zaman, tuntutan akan keberhasilan dalam berbagai hal semakin didambakan begitu juga dalam hal kualitas, hal-hal yang mendorong untuk menjadwalkan pekerjaan dengan alat bantu Microsoft Project pada proyek peningkatan jalan perjiwa – bukit raya Kecamatan Tenggarong
PERHITUNGAN BIAYA TUNDAAN LALU LINTAS DI JALAN KADRIE OENING SAMARINDA
Masalah kemacetan pada suatu ruas jalan adalah sesuatu yang sering terjadi pada daerah perkotaan. Kemacetan lalu lintas mempunyai akibat yang sangat besar apabila dicermati secara lebih mendalam. Salah satu hal yang sangat dominan adalah adanya pemborosan bahan bakar. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar dampak secara ekonomi kerugian yang diakibatkan oleh adanya kemacetan. Kerugian yang dihitung hanya mencakup masalah pemborosan dari nilai biaya operasi kendaraan yang ada. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hubungan antara jumlah arus (smp/jam) dengan kecepatan yang terjadi (km/jam) adalah kecepatan berbanding terbalik dengan besarnya arus lalu lintas. Kerugian akibat kelambatan arus lalu lintas yang terjadi di jalan Kadrie Oening adalah sebesar Rp 11.812,00/300m/kend. Kerugian ini berupa bertambahnya biaya operasional kendaraan yang semestinya tidak perlu dikeluarkan apabila kecepatannya bisa mencapai kecepatan desain perencanaa
Perhitungan Struktur Jembatan Beton Bertulang Sungai Tiga Pulau Kecamatan Loa Kulu Desa jongkang Kabupaten Kutai Kartanegara
Jembatan merupakan salah satu sarana transportasi yang penting, agar sebuah jembatan bisa digunakan dengan aman dan nyaman untuk itu perhitungan struktur sebuah jembatan harus dilaksanankan dengan cermat. ada banyak hal yang harus diperhatikan dalam perhitungan selain dari sisi keindahan jembatan juga harus memenuhi syarat-syarat tertentun , agar sebuah jembatan bisa bertahan sesuai dengan umur rencananya maka ada beberapa faktor yang harus diperhitungkan diantaranya adalah, beban mati jembatan, beban hidup, beban angin, beban temperatur dan beban kendaranaan atau lalu lintas. bentang jembatan yang akan direncanakan adalah 15 meter sehingga dipilih beton bertulang sebagai material struktur jembatan. konstruksi atas jembatan mengunakan pelat beton bertulang dengan tebal 20 cm dan lebar 7 m. gelagar memanjang mengunakan material beton bertulang dengan lebar 63 cm dan tinggi 1,25 m dan ukuran tiang sandaran adalah 15 cm x 15 cm dan untuk bangunan bawah yang terdiri dari abutment juga mengunakan material beton bertulang serta pipa baja sebagai tiang pancang
PERHITUNGAN PELAT CENDAWAN BETON BERTULANG DENGAN METODE PERENCANAAN LANGSUNG DAN METODE PORTAL EKIVALEN PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DISPERINDAG KOTA SAMARINDA
Flat slab is replaced with plate system the principle function of the beam along the lines of columns with plates floors, while the edges of the beam to be held steady. Flat slab has sufficient shear strength with drop panels or the head of a column or both. The purpose of this planning is to know the result of the system of the flat slab with equivalent portal methods as well as the volume of the concrete needs of the actual conditions of the plates with the bars. At this writing, the flat slab is planned by using the methods have corresponding portals. This method is the fact that the approach of the framework the framework of three dimensional portal into a two-dimensional portal frame in the field column. This approach requires the system of relationships between columns with columns of flexural strength of plates i.e. the transfer of the license plate to the tip of its components meet fields. The results of this planning is a flat slab: thickness of plates or plate dimension (15 cm); thick drop panel to floor plates (4 cm); the length of the column axis drop panels to the outer side of the drop panels (150 cm); the volume of concrete needs more economical than plain beams with plates. On the planning of this flat slab, which is obtained in terms of artistic merit seem nicer, and easily arranged as needed on a settlement.
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA JALAN BUKIT BIRU MENUJU DESA BANGUN SARI LOA KULU KECAMATAN LOA KULU
Jalan Raya merupakan salah satu prasarana perhubungan darat dan merupakan unsur perkembangan wilayah yang mengalami perkembangan pesat. Oleh karena itu dalam Perencanaan Jalan sangatlah penting untuk mengetahui terlebih dahulu beban lalu-lintas yang akan melintasi pada jalan tersebut dikemudian waktu, serta daya dukung tanah dasar yang sangat menentukan perencanaan jalan tersebut dengan menganalisa apa saja yang akan terjadi pada jalan tersebut serta meneliti faktor-faktor pendukung, maka dalam perencanaannya dapat dilakukan dengan maksimal dan mudah dalam perhitungannya, baik dari segi mutu, kwalitas dan fungsinya dapat dinikmati masyarakat sekitar dengan jangka waktu yang lebih panjang sebagai mana fungsi pada awalnya jalan tersebut direncanakan. Dan mempunyai peranan yang cukup besar dalam perkembangan pembangunan jalan di Kutai Kartanegara, yang berperan penting sebagai penyedia akses transportasi barang dan jasa ke seluruh wilayah Kutai Kartanegara dan sekitarnya agar dapat membantu pertumbuhan perekonomian masyarakat yang masih terisolasi. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk dapat mengetahui cara penanganan pada saat perencanaan, serta dapat mengetahui tebal lapis perkerasan kaku pada jalan Bukit Biru Menuju Desa Bangun Sari Loa kulu selama umur rencana, dan dapat mengetahui penentuan untuk penulangan dowel dan tie bar setelah tebal pelat diketahui. Klasifikasi Jalan yang digunakan dalam penulisan ini menggunakan Klasifikasi Jalan di Indonesia menurut Bina Marga dalam Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota (TPGJAK) No. : 038/BM/1992 dan perencanaan tebal perkerasan pada penulisan ini menggunakan Perencanaan Perkerasan Jalan Beton Semen dengan metode “SNI Pd-T-14-2003” Dari hasil analisa tebal pelat beton yang didapat adalah 17 cm, maka diameter dowel yang digunakan adalah 25 mm, panjang 45 cm, dengan jarak antar dowel 30 cm. Dan diameter tie bar yang digunakan adalah 13 mm, panjang 60 cm, dengan jarak 75 cm setelah mengetahui perhitungan tebal perkerasan kaku yang didapat
ANALISIS PENGARUH STABILISASI TANAH DENGAN PASIR SUNGAI SANGATTA TERHADAP UJI GESER DAN CBR
In this research will be used in the additive in the form of sand obtainedfrom sand rivers, to find out in the addition of sand creek stabilization Sangattaobtained the original soil shear strength valueswhen added stabilistator. The sandwas obtained directly from the bottom of the river is generally fine-grained round-round process because of friction.The ground has very loose,and have a consistency index do not fit as well asa high permebilitas of unwanted approaches , by processing it is necessary becausethe back so that it could be used as the supporter of the construction, namely bymeans of stabilization.Comparisonof the results obtained as follows:With the use of the land 75% plus the use of sand 25% obtained the value ofcohesion(c)( 0.446 Kg/Cm2), shear strenght (S)( 12.572) Kg/Cm2, and max valuesof CBR100% (6.400%).With the use of the land 70% plus the use of sand 30% obtained the value ofcohesion(c)( 0.422 Kg/Cm2), shear strenght (S)( 9.524) Kg/Cm2, and max values ofCBR 100% (4.300%).With the use of the land 100% then obtained the value of cohesion(c)( 0.686Kg/Cm2), shear strenght (S)( 24.861) Kg/Cm2, and max values of CBR 100%(8.100%).So the larger the contents of the water levels will decrease the value ofcohesion(C),shear angle value in the zoom(ω)as well as enlarge strong shearstrength. So in addition to this sand stabilization material should not be more than30% because it can shift
PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN KOMPOSIT JALAN MARSDA ABDURRAHMAN SALEH KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Jembatan Jalan Marsda Abdurrahman Saleh Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur adalah lokasi jembatan dimana penelitian ini dilakukan. Jembatan ini dibangun menggunakan konstruksi permanen, menggantikan jembatan sebelumnya yang berkonstruksi kayu. Jembatan ini direncanakan dengan panjang bentang 45 meter dengan lebar badan jembatan 11 meter. Struktur atas jembatan ini dibuat sistem komposit dari gabungan baja dan beton. Untuk balok gelagar dan diafragma terbuat dari baja standar buatan pabrik sedangkan tumpuan utama menggunakan sistem perletakan pada dua buah abutment
ANALISA RENCANA PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN UNTUNG SUROPATI – SLAMET RIYADI DI KOTA SAMARINDA
Kinerja perkerasan adalah merupakan fungsi dari kemampuan relatif dari perkerasan untuk melayani lalu lintas dalam suatu periode tertentu (Highway Research Board, 1962). Kinerja perkerasan jalan ditentukan berdasarkan persyaratan kondisi fungsional dan kondisi struktural. Persyaratan kondisi fungsional menyangkut kerataan, kekesatan permukaan perkerasan, sedangkan persyaratan kondisi struktural menyangkut kekuatan atau daya dukung perkerasan dalam melayani beban dan volume lalu lintas rencana. Jenis perkerasan lalu lintas harus dapat memfasilitasi sejumlah pergerakan lalu lintas, apakah berupa jasa angkutan manusia, atau jasa angkutan barang berupa seluruh komoditas yang diijinkan untuk berlalu lalang pada ruas jalan tersebut.Dengan beragam jenis kendaraan dengan angkutan barangnya, akan memberikan variasi beban sedang sampai berat, jenis kendaraan penumpang akan memberikan pula sejumlah variasi beban ringan sampai sedang. Ini harus dapat didukung oleh perkerasan jalan. Daya dukung perkerasan jalan ini, akan menentukan kelas jalan yang bersangkutan, misalnya jalan kelas I akan menerima beban yang lebih besar, dari jalan kelas II, sehingga sudah barang tentu mutu bahan perkerasan jalan, akan disyaratkan berbeda sesuai dengan kualifikasi pembebanannya.Konstruksi perkerasan lentur terdiri dari lapisan yang diletakkan diatas tanah dasar yang telah dipadatkan. Lapisan - lapisan tersebut berfungsi untuk menerima beban lalu lintas dan menyebarkannya kelapisan dibawahnya. Konstruksi perkerasan terdiri dari lapisan permukaan (surface course), lapisan pondasi atas (base course), lapisan pondasi bawah (subbase course) dan lapisan tanah dasar (subgrade)
PERENCANAAN DAN BINA PROGRAM PENGAMANAN PADA KAWASAN PANTAI BATU LEMAMPU PULAU SEBATIK
Pantai Adalah Pertemuan Antara Batas Daratan Dan Perairan (Laut) Penelitian yang Berbelakang Oleh Kerusakan Yang Terjadi Pada Kawasan Pantai Batu Lemampu yang Terletak di Daerah Perbatasan Indonesia Dengan Malaysia Yaitu Tepatnya Di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Adapun Penelitian Yang Dilaksanakan Merupakan Penelitian Awal, Dengan Mengumpulkan Data Analisa Gelombang dan Kecepatan Angin Dari BMG Nunukan Dengan Mendapatkan Perhitungan Dengan Hasil Kecepatan Angin. Observasi Dilapangan bertujuan Untuk Melihat Tingkat Kerusakan Yang Masuk Kategori Rusak dan Memerlukan Penanganan Secepat Mungkin Untuk Bisa Mencegah Kerusakan Yang Lebih Parah Yang Diakibatkan Oleh Erosi, Abrasi dan Degradsi. Perhitungan Gelombang Extrim Untuk Priode Kala Ulang Tahunan dengan acuan dari Data BMG Nunukan, Membaca Grafik Arah Angin Dan Menarik FETCH Untuk Mengetahui Arah Datangnya Gelombang Sehingga Menjadi dasar Untuk Merencanakan Suatu Perencanaan Pengamanan Pada Kawasan Pantai Tersebut Sedangkan Pembahasan Memaparkan Tentang Komponen Pasang Surut, Elevasi Acuan Pasang Surut, Distribusi Dan Kecepatan Angin, dan Perencanaan Bangunan Contoh Bangunan Pengamanan Pantai Yaitu Diantaranya : Jetty, Tetrapod, Tembok Laut dan Lain-lain, Dengan Ketahanan Dan Porositas Terhadap Air Laut Disajikan Dalam Tabel.. Menjelaskan Perhitungan Puncak Rayapan Gelombang Dengan Desain Dilampirkan Dalam Bentuk Gambar Grafik, Tinggi Gelombang Rencana, Desain Bangunan dari Penelitian dan Data-data yang didapat Maka Dalam Penelitian Ini Direncanakan Bangunan Pemecah Gelombang Atau Break Water Dimaksudkan Untuk Mempertahankan Garis Pantai Yang Ada, Oleh Karenanya Direncanakan Segmented Dan Dibangun Di Zone Luncur Serta Tidak Menimbulkan Tombolo, Dan Bangunan Yang Kami Rencanakan Berupa Jetty Maka Crest Pemecah Gelombang Direncanakan = Hhwl + Run Up + Free Board = Dengan Pertimbangan Estetika Maka Cress Pemecah Gelombang Hanya Setinggi Elevasi +5.30