KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
ANALISIS SISTEM DRAINASE KAWASAN PERUMAHAN PINANG HILLS KOTA SAMARINDA
Pembangunan perumahan beserta sarana dan prasarananya perlu mendapatkan prioritas mengingat tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan dasar. Pembangunan Perumahan Pinang Hills oleh pengembang dikota samarinda yang berlokasi di jalan damai kecamatan samarinda ilir merupakan usaha untuk lebih menggiatkan kehidupan ekonomi dikawasan tersebut dan sekitarnya. Dengan pembangunan Perumahan pinang hills tersebut, otomatis akan mempengaruhi kondisi sistem drainase di sekitar wilayah tersebut. Perubahan jumlah limpasan air akan menjadi tolak ukur pertama yang harus diperhatikan dan dikelola dengan baik. Ada dua jenis distribusi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu distribusi Log Pearson III, dan Gumbel Type I. Uji kecocokan sebaran dilakukan untuk mengetahui jenis sebaran yang paling sesuai dengan data hujan, Ada dua jenis uji kecocokan (Goodness of fit test) yaitu uji kecocokan Chi-Square dan SmirnovKolmogorof. Metode penelitian yang digunakan ialah metode pengumpulan dan analisa data. Data yang dipakai adalah data primer dan data skunder kemudian data-data tersebut dianalisa berdasarkan analisa hidrologi dan analisa hidrolika Berdasarkan dari hasil analisa dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa, Dimensi untuk semua saluran di perumahan pinang hills menggunakan penampang persegi ekonomis dengan periode ulang 10 tahun. Saluran Utama 1, kedalaman saluran (h) 30 cm, Lebar dasar saluran (B) 50 cm, tinggi jagaan 20 cm, dan debit desain sebesar 0,618 m 3 /dtk. Saluran Utama 2, kedalaman saluran (h) 30 cm, Lebar dasar saluran (B) 60 cm, tinggi jagaan 20 cm, dan debit desain sebesar 0,395 m 3 /dtk. Saluran Utama 3, kedalaman saluran (h) 30 cm, Lebar dasar saluran (B) 50 cm, tinggi jagaan 20 cm, dan debit desain sebesar 0,351 m 3 /dtk
PENATAAN KEMBALI RUANG LUAR CAGAR BUDAYA MUSEUM SADURENGAS DI KABUPATEN PASER DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR LANSKAP
Penataan Kembali Ruang Luar Cagar Budaya Museum Sadurengas Di Kabupaten Paser bertujuan untuk menjadi destinasi wisata bersejarah dan sumber informasi tentang sejarah Kerajaan Paser dengan Penekanan yang digunakan dalam perencanaan adalah arsitektur lanskap, yaitu tata ruang di luar gedung yang mencakup semua elemen pada tapak, baik alami, maupun buatan dan penggunanya. Aspek-aspek ini akan saling melengkapi serta berkesinambungan sehingga dapat memberikan karakter menyatu secara alami dan harmonis untuk memperkuat karakter lanskap. Upaya digunakan untuk menambah daya tarik Museum Sadurengas yang memiliki nilai sejarah yang tinggi. Penataan ruang luar ini diharapkan akan mengangkat antusias masyarakat umum untuk mengenal sejarah peninggalan Museum Sadurengas dan meningkatkan kunjungan wisatawan baik lokal maupun luar Kabupaten Paser
ANALISA HUBUNGAN GEOMETRIK JALAN DENGAN TINGKAT KECELAKAAN LALU LINTAS (STUDI KASUS - JALAN KEBON AGUNG)
Out of town roads are a system of road networks that are designed with a high design speed and have good geometric planning so that road users can quickly and comfortably get to their destination.One of the roads that has the criteria as above is the Kebun Agung road which is one of the connecting routes between the city of Samarinda and Bontang and is a road with high accessibility with conditions that are prone to accidents. This condition is supported by the number of accidents that have occurred in the area in recent years. Because the accident rate is quite high, the area becomes a "Black spot". Black spot is a location on the road network where the frequency of accidents or the number of traffic accidents with fatalities or the criteria for accidents per year is greater.The purpose of this study was to determine the initial geometric conditions of the road and the relationship between road geometrics based on the vertical alignment parameters (length of the incline and slope) and horizontal alignment (R bend) and the level of traffic accidents. In this research, the approach used in testing the effect of the relationship is linear regression analysis, which is assisted by a computer program package, namely Statistical Product and Service Solution (SPSS).Based on the results of the analysis, it is necessary to improve road alignment at location g5 sta 0 + 600 s / d sta 0 + 740 with slope problems that do not meet standards and if it does not want to be repaired, at least the government provides traffic signs to make signs and make a re-review to design climbing routes in locations that do not meet the standards for heavy vehicle trails
ANALISIS MODEL TARIKAN PERJALANAN MASYARAKAT DI KAWASAN KECAMATAN LOA JANAN ILI KOTA SAMARINDA
Banyaknya aktifitas berbelanja di pasar di kawasan Kota Samarinda, Khususnya aktifitas berbelanja di Pasar loa janan dan Pasar harapan baru mempunyai pengaruh yang besar terhadap banyaknya tarikan perjalanan di area ini. Dengan berdirinya Pasar loa janan dan pasar harapan baru tersebut di kawasan perdagangan kecamatan loa janan ilir kota samarinda, maka akan menimbulkan tarikan pergerakan lalu lintas pada jalan yang ada disekitar pasar tersebut. Pasar loa janan dan Pasar harapan ini sebagai tempat akumulasi masa dimana terjadinya transaksi jual beli berbagai kebutuhan sehari-hari yang dapat menarik pengunjung sehingga mengakibatkan keramaian yang tidak teratur inilah yang menyebabkan tarikan perjalanannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis model tarikan perjalanan menuju pasar loa janan dan harapan baru dengan metode analisa regresi linier berganda, mengidentifikasi karakteristik perjalanan masyarakat ke kawasan perdagangan kecamatan loa janan ilir kota Samarinda dan mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang berpengaruhi tarikan perjalanan masyarakat ke kawasan perdagangan kecamatan loa janan ilir kota samarinda.Pengambilan data primer pada penelitian ini dilakukan secara random sampling dengan cara membagikan kuisioner kepada pengunjung pasar, sedangkan data sekunder diperoleh peta lokasi survey dan data yang didapat dari pasar, metode analisis yang digunakan adalah metode analisis linear berganda dengan jumlah tarikan perjalanan masyarakat total sebagai variabel terikat, sedangkan variabel bebasnya adalah jumlah berkunjung, jarak tempuh, waktu tempuh, maksud tujuan kepasar, penghasilan perbulan, ketersediaan tempat parkir.Dari hasil analisis diperoleh model terbaik tarikan perjalanan kawasan perdagangan Kecamatan Sungai Pinang Dalam kota Samarinda yaitu Y = -0.137 + 0.234 (X10). Analisis juga dilakukan pada setiap pasar sehingga diperoleh model pada Pasar Harapan Baru Y = + 0.386 (X1), pada Pasar Loa Janan Y = + 0.276 (X4) + 0.634 (X10). faktor-faktor apa saja yang berpengaruhi tarikan perjalanan masyarakat ke kawasan perdagangan kecamatan loa janan ilir kota samarinda adalah Ketersediaan Tempat Parkir (X10)
ANALISIS ABILILTY TO PAY DAN WILINGNES TO PAY PADA RENCANA JALAN TOL SAMARINDA - BONTANG
Kalimantan Timur Merupakan Provinsi terpadat kedua di Indonesia. Hal tersebut didapatberdasarkan sensus oleh Badan Pusat Statistik. Kepadatan transportasi pada wilayah juga terusmeningkat, seperti pada Rute Samarinda-Bontang terutama pada arus mudik. Rute tersebutmemiliki nilai keselamatan rendah dikarenakan adanya PT. PUPUK KALTIM pada rute tersebutyang dapat mempengaruhi pengendara apabila terjadi kecelakaan kerja. Menangani kepadatandan keselamatan tersebut direncanakan pembangunan tol Samarinda- Bontang yang akanmendukung adanya Tol Trans-Jawa. Pada Rencana pembangunan ini diperlukan tinjauanterhadap tarif ideal berdasarkan persepsi pengguna dengan menggunakan analisis ATP dan WTP.Pengambilan data dilakukan pada kecamatan Sungai pinang dengan 2 titik survei. Surveidilakukan dengan metode wawancara dan kuisioner tertutup dan kuisioner Online terhadap 435responden.Berdasarkan grafik hubungan antara kedua metode tersebut didapatkan hasilkarakteristik responden serta tarif ideal tol Samarinda-Bontang yaitu, Golongan 1Rp.1025,00/Km, Golongan 2 Rp.1538,00/Km, Golongan 3 Rp.2.050,00/Km, Golongan 4Rp.2.562,00/Km, dan Golongan 5 Rp. 3.075,00/Km. Tarif ideal yang didapat dinilai cukup tinggiapabila dibandingkan dengan tarif tol pada daerah jawa sepreti Surabaya, Gempol, Sidoarjo,serta Mojekerto. Perbedaan tersebut dianggap wajar mengingat nilai pertumbuhan berdasarkandata BPS menyatakan bahwa wilayah Samarinda-Bontang masih berada dibawah beberapawilayah tersebut. Tingginya tarif ideal yang didapatkan juga dipengaruhi oleh persepsi respondenterhadap kepadatan transportasi yang dinilai masih normal dan belum menganggap pentingadanya jalan alternatif / tol
ANALISA TEBAL PERKERASAN BETON SEMEN DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA PENINGKATAN JALAN MT.HARYONO KECAMATAN LOA KULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Pavement street is a mixture of aggregate and material binders are used to serve the load and traffic , aggregate that is used is in the form of stone broke , stone sides , pavement concrete or pavement stiff (rigid pavement) consists of a plate of concrete Portland that lies directly on top of the ground base , or on top of a layer of material granular ( subbase ). Jalan MT. Haryono District of Loa Kulu district of Kutai Kartanegara this is the road where there are many schools, the damage to the road agency can disrupt the Economy and the education sector, so that is expected to increase kan development sector economy and education . The method used for collecting soil data using sand cones. Calculation of rigid pavement thickness with a planned age of 20 years, using the Department of Settlement and Regional Infrastructure Method (Pd.T-14-2003) and calculation of the budget based on the 2010 Bina Marga specification revised 3. From the results of the study obtained a thickness of rigid pavement 15 cm, width of the road 6 meters, and budget plan costs obtained Rp. 5 .794.186 . 000,00 ( Five Billion Seven Hundred and Nine Thirty Four Million One Hundred Eighty Twenty- Six Thousand Rupiah )
PENGARUH PENAMBAHAN MATERIAL SERBUK KAPUR GAMPING TERHADAP KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN AGREGAT KASAR EX. SENONI DAN AGREGAT HALUS EX. MUARA BADAK
Seiring berkembangnya zaman, teknologi beton juga semakin maju terbukti dengan adanya penelitian pada teknologi beton dengan menggunakan bahan 2 tambahan berupa serabut kelapa, abu arang kayu, maupun berupa limbah yang tidak habis terbuang. Samarinda merupakan daerah dengan kekayaan alam yang berlimpah sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik untuk dunia konstruksi, salah satunya yaitu kapur gamping. Material kapur gamping dapat digunakan untuk campuran beton karena kandungan kapur gamping sebagian besar tersusun dari mineral kalsium karbonat. Adapun tujuan dari penelitian ini, pertama untuk mengetahui serbuk kapur gamping dapat meningkatkan kuat tekan beton K-225, dan kedua untuk mengetahui kuat tekan optimum dari penambahan serbuk kapur gamping terhadap kuat tekan beton normal. Cara membedakan jenis agregat yang paling banyak dilakukan adalah dengan berdasarkan pada ukuran butiran-butirannya. Agregat yang mempunyai butiran- butiran yang besar disebut agregat kasar yang ukurannya lebih besar dari 4.75mm. sedangkan butiran agregat yang kecil disebut agregat halus yang memiliki ukuran lebih kecil dari 4.75mm
ANALISA RISIKO KECELAKAAN KERJA PADA PEMBANGUNAN GEDUNG GRAHA SANTAN PRIMA JAYA MARANGKAYU – KUTAI KARTANEGARA
Kesadaran pekerja-pekerja yang kurang terhadap penerepan manajemen keselamatan dankesehatan kerja yang dapat menyebabkan tingginya risiko kecelakaan kerja pada pembangunangedung Graha Santan Prima Jaya Marangkayu – Kutai Kartanegara. Tujuan dari penelitian iniadalah menganalisa tingkat risiko K3 pada pembangunan gedung Graha Santan Prima JayaMarangkayu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Data-data tersebut diperolehmenggunakan kuesioner variable tingkat risiko k3. Dan pada penelitian ini, ada 55 variabelindikator resiko kecelakan dan kesehatan kerja dengan 21 jenis kegiatan. Metode analisa validasimenggunakan metode pearson product moment dengan hasilnya 40 Variabel yang valid dan 15variabel tidak valid. Perhitungan tingkat risiko K3 dari variabel valid menggunakan metodematriks risiko dan dengan hasilnya yaitu risiko sangat tinggi (Very High Risk) berjumlah 0variabel. Risiko tinggi (High Risk) 0.20% berjumlah 2 variabel. Risiko sedang (Medium Risk)18.89% berjumlah 34 variabel, dan risiko rendah (Low Risk) 80.91% berjumlah 40 variabel
ANALISIS KINERJA BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE NILAI HASIL (EARNED VALUE ANALYSIS) PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN PERUMAHAN MANDIRI 2 SAMARINDA
Untuk analisa Skripsi ini peninjauan dilakukan selama 16 minggu pelaksanaan proyek yaitu, 04 Mei 2019 sampai dengan 04 desember 2020 atau selama 16 minggu. Sedangkan analisa perhitungan Earned Value dibagi menjadi 4 kali laporan peninjauan, yaitu laporan bulan pertama, laporan bulan kedua, laporan bulan ketiga laporan bulan keempat. Progress rencana sampai minggu ke 16 sebesar 100% sedangkan progress realisasi dilapangan adalah 46,69%. Jadwal pelaksanaan proyek yaitu mulai tanggal 02 Januari 2018 dan direncanakan selesai pada tanggal 02 Mei 2020, terhitung selama 120 hari atau 16 minggu. Pada akhir minggu peninjauan minggu ke-16 ini prestasi pekerjaan mencapai 46,69% , padahal direncanakan 100%. Dengan anggaran rencana sebesar Rp. 699.109.000;- dari prestasi tersebut didapat nilai BCWP (Budgeted Cost of Work Perfomance) sebesar Rp. 257,992,668 dengan anggaran actual yang dikeluarkan sebesar Rp. 250,344,597 Dari ketiga nilai indikator kinerja yang diperoleh didapatkan nilai SV (Schedulling Variance) sebesar -295.290.592 nilai negatif menunjukan waktu pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan dari jadwal perencanaan. Sedangkan nilai CV (Cost Variance) sebesar Rp. 7.648.071 nilai positif menunjukan biaya yang lebih rendah untuk pekerjaan yang sudah terlaksana pada minggu tersebut. Nilai SV (Schedulling Variance) dan CV (Cost Variance) menunjukan bahwa kondisi proyek sampai minggu ke-16 mengalami keterlambatan dari jadwal yang direncanakan namun mengalami penghematan biaya dari yang dianggarkan. Untuk nilai SPI (Schedulling Perfomance Index) sampai minggu ke-16 adalah 0.466 angka ini menunjukan kinerja proyek yang mengalami keterlambatan dari jadwal. Sedangkan nilai CPI (Cost Perfomance Index) adalah 1.031 yang menunjukan pengeluaran biaya yang lebih rendah dari anggaran untuk pekerjaan yang telah dilaksanakan. Proyek direncanakan berlangsung selama 120 hari. Pelaporan dilakukan pada akhir minggu ke-16 tanggal 02 Mei 2018 yaitu pada hari ke 120 proyek berjalan, Diperkirakan dari perhitungan TE (Time Schedulling) proyek akan selesai dalam waktu 268 hari. Jika performa seperti ini akan mengalami keterlambatan dari jadwal awal perencanaan. Dari ETC ( perkiraan untuk pekerjaan tersisa ) tersebut, didapatkan perkiraan biaya total proyek adalah Rp. 678,196,762 Nilai biaya mengalami penurunan dari biaya yang dianggarkan untuk pekerjaan yang terlaksana Pada akhir peninjauan pada minggu ke-16, kinerja jadwal proyek (SPI) sebesar 0.447 lebih kecil dari 1, menunjukan bahwa proyek mengalami keterlambatan dari rencana awal proyek yang direncanakan sebesar 100% dengan realisasi pekerjaan 46.69% Sedangkan dari kinerja biaya, nilai CPI (Cost Perfomance Index) adalah 1.031 lebih besar dari 1 yang berarti terjadi penghematan atau biaya actual yang lebih kecil dari pekerjaan yang telah terlaksana. Perkiraan waktu penyelesaian proyek bertambah dari 16 minggu menjadi 38 minggu. Besar Biaya Penyelesaian Proyek Dari hasil perhitungan biaya untuk pekerjaan tersisa (ETC) didapat hasil yaitu Rp. 438,244,281.28, dan untuk perkiraan biaya total proyek dengan perhitungan perkiraan biaya total proyek (EAC) didapat hasil 678,196,762, Keuntungan dan Kerugian pada Pelaksanaan Proyek. Berdasarkan pelaporan pada minggu terkahir nilai CV (Cost Variance) pada akhir peninjauan adalah Rp. 7.326.665, dimana terjadi pengeluaran biaya aktual yang lebih sedikit atau kontraktor mengalami keuntungan selama proyek berlangsung. Nilai SV (Schedulling Variance) dan CV (Cost Variance) menunjukan bahwa kondisi proyek sampai minggu ke-16 mengalami keterlambatan dari jadwal yang direncanakan namun mengalami penghematan biaya dari yang dianggarkan. Untuk nilai SPI (Schedulling Perfomance Index) sampai minggu ke-16 adalah 0.447 angka ini menunjukan kinerja proyek yang mengalami keterlambatan dari jadwal. Sedangkan nilai CPI (Cost Perfomance Index) adalah 1.031 yang menunjukan pengeluaran biaya yang lebih rendah dari anggaran untuk pekerjaan yang telah dilaksanaka
PERENCANAAN WEDDING CENTER PENEKANAN PADA PROTOKOL KESEHATAN COVID-19
Wedding Center Islami adalah suatu wadah yang berfungsi untuk menampung kegiatan pernikahan mulai dari persiapan, penyelenggaraan hingga selesainya. Semakin tingginya angka pernikahan di Kota Samarinda, tentu berbanding lurus dengan tingginya kebutuhan masyarakat akan wadah yang berhubungan dengan masalah pernikahan. Misalnya foto pra pernikahan, mempersiapkan undangan, souvenir, gaun pengantin, make up, catering, kue pernikahan, penginapan, dan disediakan Musholla tempat akad nikah untuk umat muslim.Di kondisi pandemi saat ini sebuah Gedung pernikahan penekanan pada protokol keshatan Covid-19 sangat di butuhkan untuk meminimalisrkan terjadinya penularan di acara pernikahan. Perencanann Wedding Center Islami penekanan pada protocol Kesehatan dimana sasaran yang hendak di capai pada perencaan yaitu pada penataan tata ruang pusat pernikahan dan penentuan sirkulasi yang terpisah , Sistem udara, pencahayaan alami dan Mengatur tata letak (layout) furnitur