KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    ANALISA PERBANDINGAN KUAT TEKAN BETON DARI CAMPURAN BETON TAMBAH GULA DAN BATUBARA

    Get PDF
    Kualitas beton bergantung pada bahan-bahan penyusunnya. Besarnya kuat beton dipengaruhi beberapa hal antara lain: fas, jenis semen, gradasi agregat, sifat agregat, dan pengerjaan (pencampuran, pemadatan dan perawatan), umur beton, serta bahan kimia tambahan (admixture).Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  pengaruh  bahan tambah gula murni dan batubara terhadap kuat tekan beton. Variasi penambahan batubara yang digunakan adalah 20% dari berat pasir, sedangkan variasi penambahan gula adalah 20% dari berat semen. Umur pengujian 28 hari dengan benda uji kubus. Mix design menggunakan Metode SNI 03 – 2834 - 1992.Hasil pengujian kuat tekan beton didapatkan dengan penambahan gula sebesar 20% dari berat semen adalah sebesar 185,023 Kg/cm2. Jadi bisa ditarik kesimpulan penambahan gula 20 % dari berat semen mengakibatkan kuat tekan beton menjadi lemah. Hasil pengujian kuat tekan beton didapatkan dengan penambahan  batubara  sebesar  20%  dari  berat  pasir  adalah  sebesar  219,935Kg/cm2.  Kesimpulannya  penambahan  batubara  20  %  dari  berat  pasir  juga mengakibatkan kuat tekan beton menjadi lemah

    Analisa Penurunan Konsolidasi Pada Tanah Lempung Akibat Berat Timbunan Pada Proyek Lanjutan Iriasi Kota Bangun

    Get PDF
    Dari hasil beberapa penyelidikan tanah, sebagian besar jenis tanah yang ada di Kota Bangun, Kutai Kartanegara didomonasi tanah lempung/lanau. Dengan kondisi tanah yang seperti ini, banyak sekali permasalah yang terjadi pada saat suatu pembangunan berlangsung, baik pembangunan jalan, jembatan ataupun gedung. Istilah penurunan tanah digunakan untuk menunjukkan gerakan titik  tertentu dari suatu bangunan, jalan ataupun jembatan terhadap titik referensi yang tetap.Metode pra pembebanan selain bertujuan untuk membantu penurunan tanah juga berfungsi untuk meningkatkan daya dukung tanah. Sedangkan drainase vertikal bertujuan untuk membantu mempercepat keluarnya air dari dalam tanah

    PERHITUNGAN GEOMETRIK, TEBAL PERKERASAN KAKU DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA RUAS JALAN MANGKURAWANG – RAPAK LAMBUR KECAMATAN TENGGARONG

    No full text
    Geometrik jalan merupakan suatu perencanaan route dari suatu ruas jalan secara lengkap. Secara umum menyangkut aspek-aspek perencanaan elemen jalan seperti lebar jalan, tikungan, kelandaian jalan, dan jarak pandangan. Dalam perhitungan geometrik jalan diperlukan data-data pendukung yang diperoleh dari hasil penelitian diantaranya peta topografi, penampang memanjang as jalan rencana, penampang melintang, jumlah komposisi lalu lintas (LHR), data CBR (California Bearing Ratio).Perkerasan beton semen adalah struktur yang terdiri atas pelat beton semen. Sifat, daya dukung dan keseragaman tanah dasar sangat mempengaruhi keawetan dan kekuatan perkerasan beton semen. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan adalah kadar air pemadatan, kepadatan dan perubahan kadar air selama masa pelayanan. Pelat beton semen mempunyai sifat yang cukup kaku serta dapat menyebarkan beban pada bidang yang luas dan menghasilkan tegangan yang rendah pada lapisan-lapisan di bawahnya. Dalam perhitungan tebal perkerasan data utama yang diperlukan adalah volume lalu lintas. Umumnya perkerasan beton semen dapat direncanakan dengan umur rencana 20 tahun sampai 40 tahun

    PERENCANAAN PERKERASAN BETON SEMEN PADA PERSIMPANGAN JALAN P. SURYANATA - JALAN HM.ARDAN - RINGROAD DI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Perencanaan pembangunan persimpangan Jalan P. Suryanata – Jalan HM. Ardan – Ring road merupakan yang merupakan jalan outer ring road ini dimaksud agar mengantisipasi kemacetan dibeberapa ruas jalan di pusat Kota Samarinda. Seiring dengan berjalanannya waktu ring road tersebut akan dilintasi kendaraan yang statusnya kelas I dan menjadi jalan arteri primer, yakni yang muatannya mencapai lebih dari 8 ton. Persimpangan merupakan titik perpotongan antara ruas jalan, sehingga agar pengguna jalan aman dalam melakukan pergerakan di persimpangan dan akan dilalui oleh kendaraan berat maka alternatif perencanaan menggunakan perkerasan beton semen (rigid pavement)            Adapun tujuan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :1.         Dapat merencanakan tebal perkerasan kaku (rigid pavement) dengan metode Pd-T-14-2003 selama umur rencana 20 tahun pada persimpangan Jalan P. Suryanata- Jalan HM. Ardan - Ringroad.2.         Dapat menganalisa penulangan yang disyaratkan sesuai dengan tebal perkerasan kaku (rigid Pavement)Dari hasil analisa dan perhitungan  Pada perencanaan perkerasan beton semen di persimpangan persimpangan Jalan P. Suryanata- Jalan HM. Ardan - Ringroad, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :1.        Untuk perencanaan perkerasan jalan di dapat tebal perkerasan beton (rigid pavement) = 270 mm dengan mutu beton K-350 (350 kg/cm2) atau fcr = K . (f’c) 0,50 = 0,75.(50) 0,50  = 4,437  Mpa2.        Untuk penulangan didapat :a.      Dowel (Ruji) : Ø 22 mm, panjang 450 mm dengan jarak antar dowel = 300 mm.Tie Bar : Ø 16 mm, panjang 688 mm dengan jarak antar tie bar = 750 mm

    PERHITUNGAN STRUKTUR BAJA BERTINGKAT DENGAN METODE LRFD PADA PROYEK RENCANA PEMBANGUNAN GEDUNG ASRAMA UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Filosofi dasar yang sering digunakan dalam perencanaan struktur baja adalah metode LRFD (Load Resistance and Factor Design). Metode ini didasarkan pada ilmu probabilitas, sehingga dapat mengantisipasi segala ketidakpastian dari material maupun beban.Tujuan dari perhitungan ini adalah untuk merencanakan suatu bangunan portal struktur baja bertingkat gedung asrama dengan 6 (enam) lantai, yang stabil, cukup kuat, mampu layan, awet dan memenuhi tujuan lainnya seperti ekonomis dan kemudahan pelaksanaan.Perhitungan menggunakan metode analisa Matriks dan juga metode LRFD untuk perhitungan struktur baja pada proyek rencana pembangunan gedung asrama Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan : (1) Balok menggunakan profil WF 400.200.8.13 (2) Kolom menggunakan profil WF 400.200.8.13 (3) Sambungan menggunakan Baut tipe A-325 dan pelat sambung berdiameter 8 mm (4) Pelat menggunakan sistem dek baja (compodeck)

    Pengaruh Penggunaan Abu Batu Bara (Fly Ash) Terhadap Kuat Tekan Paving Block

    No full text
    Pengaruh Fly Ash sebagai bahan tambah mengakibatkan terjadi reaksi pengikatan kapur bebas yang dihasilkan dalam proses hidrasi semen oleh silika yang terkandung dalam Fly Ash. Selain itu, butiran Fly Ash yang jauh lebih kecil membuat beton lebih padat karena rongga antara butiran agregat diisi oleh Fly Ash sehingga dapat memperkecil pori-pori yang ada dan memanfaatkan sifat pozzolan dari Fly Ash untuk memperbaiki mutu beton. Fly Ash merupakan bahan tambah yang bersifat aktif bila dicampur dengan kapur atau semen, dan paving block dengan campuran Fly Ash memiliki kuat tekan lebih tinggi daripada paving block  normal pada komposisi tertentu. Penggunaan Fly Ash memperlihatkan dua pengaruh abu terbang di dalam beton yaitu sebagai agregat halus dan sebagai pozzolan. Selain itu abu terbang di dalam beton menyumbang kekuatan yang lebih baik dibanding dengan beton norma

    PERBANDINGAN PENANGANAN LONGSORAN DENGAN METODE RETAINING WALL DAN SEGMENTAL BLOK DITINJAU DARI EFEKTIFITAS WAKTU DAN BIAYA PADA RUAS JALAN SANGATTA – SIMPANG PERDAU

    No full text
    Jalan merupakan sarana utama bagi perhubungan darat dengan adanya jalan suatu daerah masyarakat setempat dapat berkembang menjadi lebih baik. Perbaikan ekonomi, pendidikan dan sarana transportasi yang dapat menjangkau daerah - daerah terpencil sebagai penghubung dari suatu daerah ke daerah lain.Saat ini penanganan longsoran pada jalan raya mengalami perkembangan dan kemajuan dengan bermacam - macam metode pelaksanaan seperti penanganan longsoran menggunakan bronjong, retaining wall, segmental blok, geotextile dan metode lainnya. Penanganan longsoran menggunakan berbagai macam metode ini disebabkan bermacam hal, seperti karena terbatasnya biaya sehingg menggunakan bronjong, karena tanah pasir lebih cocok menggunakan retaining wall atau sebaliknya tanah lanau yang keras cocok menggunakan segmental blok. Ini diakibatkan supaya penanganannya cepat dan tepat serta keinginan memberi pelayanan yang baik bagi pengguna jalan sesuai dengan fungsinya antara lain dapat berjalan dengan cepat, tepat waktu, efesien dan ekonomis. Oleh karena itu, didalam perencanaan menangani longsoran dengan metode apapun dituntut harus memenuhi syarat-syarat teknis menurut fungsi yang tepat guna, volume yang sesuai, serta sifat-sifat kondisi jalan raya

    PERHITUNGAN PRODUKTIFITAS ALAT BERAT PADA PEKERJAAN PEMATANGAN LAHAN PERUMAHAN SURYANATA RESIDENCE SAMARINDA

    No full text
    Lajunya pembangunan serta perkembangan penduduk dan ekonomi Kota Samarinda yang sangat cepat dan jumlah penduduk Kota Smarinda 881.102 jiwa sampai bulan Januari 2012, menuntut adanya kebutuhan prasarana dan sarana kota yang semakin kompleks dan salah satunya adalah kebutuhan dan prasarana perumahan. Untuk memenuhi kebutuhan dan perumahan tersebut, maka telah direncanakan pembangunan Perumahan Suryanata Residence Kota  Samarinda yang merupakan lokasi baru yang terletak LU 00° 26' 88" BT 117° 06' 87" di daerah perbukitan dan ditumbuhi semak belukar, sehingga perlu dilakukan pekerjaan pematangan lahan.Dalam pelaksanaan Pematangan Lahan Pembangunan Perumahan Suryanata Residence  Samarinda, sangat diperlukan pemakaian alat berat, agar pelaksanaan pekerjaan dapat sesuai dengan target yang telah ditentukan, dan penggunaan alat berat harus direncanakan secara baik dan cermat, sehingga tepat penggunaannya, optimal produksinya dan adanya efisiensi biaya peralatan

    PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA RUAS JALAN DESA SALIKI MUARA BADAK

    No full text
    Jalan merupakan suatu sarana transportasi yang sangat penting, tingkat pelayanan yang tidak stabil, dalam artian banyak terdapat hambatan pada ruas jalan khususnya pada jalan Otto Iskandardinata Samarinda sehingga menyebabkan kemacetan. kemacetan yang sering terjadi dijalan raya terutama pada jam - jam sibuk merupakan salah satu permasalahan yang timbul.            Hal ini yang menjadi latar belakang penulis untuk mengadakan penelitian terhadap kapasitas, kelas hambatan samping dan tinjauan derajad kejenuhan pada jalan Otto Iskandardinata. Adapun dalam pembuatan Skripsi ini penulis mencoba untuk menghitung volume lalu lintas, kelas hambatan samping dan derajat kejenuhan pada jam - jam sibuk terhadap jalan tersebut. dengan buku panduan MKJI 1997, Dasar - dasar Perencanaan Geometrik Jalan, Samarinda Dalam Angka dan data - data survey yang saya lakukan selama enam hari, maka dapat diketahui volume lalu lintas yang tertinggi terjadi pada hari Senin tanggal 30 Mei 2011 jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 2.166 smp/jam untuk kedua arah. Untuk kelas hambatan sampingtertinggi terjadi pada hari Senin tanggal 6 Juni 2011 jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 1.660 untuk kedua arah, maka didapat kode VH (sangat tinggi) dari hasil tersebut. Dan derajat kejenuhan tertinggi terjadi pada jam 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 0,90 untuk kedua arah.            Dilihat dari besarnya derajat kejenuhan pada jala Otto Iskandardinata Samarinda pukul 12.00 - 13.00 yaitu sebesar 0,90, maka jalan tersebut melebihi batas maksimum yang diisyaratkan MKJI yaitu 0,85, dengan demikian derajat kejenuhan tersebut dapat dikategorikan tidak ideal karena melebihi angka 0,85, maka untuk penanggulangannya dilakukan dengan membuat khusus tempat parkir, trotoar tidak dugunakan untuk berjualan dan instansi berwenang melarang pengguna jalan yang melanggar tata tertib lalu lintas

    PENINGKATAN JALAN JONGKANG DESA LOA LEPU KECAMATAN TANGGARONG SEBERANG

    No full text
    Dalam upaya untuk mengurangi biaya pembuatan jalan, sangat penting bagi perencanaan jalan raya untuk mengetahui prinsip-prinsip desain perkerasan. Faktor-faktor yang berpengaruh pada tebal perkerasan kaku diantara perameter penulangan beban sumbu, tingkat kendaraan , devinisi standar keseluruan, tingkat pelayanan akhir, modulus keruntuhan beton, koefisien pengalihan beban, modulus elastisitas beton dan modulus reaksi tanah dasar efektif.            Tulisan ini bertujuan untuk melihat besarnya pengaruh variasi nilai parameter perkerasan dan hasil peritungan diplot menjadi grafik. Grafik hubungan parameter perkerasan kaku yang dibuat memperliatkan kecendrungan  tertentu, hal yang sama juga pada grafik hubungan perameter perkerasan kaku.            Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa untuk suatu kondisi desain perkerasan, sama perameter Pd T-14-2003 mempunyai pengaruh yang besar untuk suatu kondisi desain perkerasan, semua perameter perkerasan kaku Pd T-14-2003 mempunyai pengaruh yang besar

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇