KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
ANALISIS PRODUKTIVITAS TENAGAKERJAPADA PEKERJAAN PEMANCANGAN TIANG PANCANG
Akhmad Juliansyah, 2013, Analysis of Labor Productivity At Work Piling (Road Construction Project Case Study approach Pile Slab Bridge Build Ing Martadipura City District), Thesis, Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University August 17, 1954 Samarinda.Konrtruksi services, labor productivity is one of the factors determining the success of a development project. In measuring the level of labor productivity there are a variety of ways, one of which is to examine the level of LUR (Labour Utilitation Rate) of each worker, which examined the extent to which the effectiveness of workers in the work. The level of labor productivity is influenced by many factors, including the condition of the field and aids, worker skills, the factors of age or the age of workers, wages suitability, experience in work, coordination and planning.The purpose of this study was to determine the level of labor productivity and determine the effect of field conditions and aids, worker skills, the factors of age or the age of workers, wages suitability, experience in work, coordination and planning, the level of labor productivity. The research was conducted in the approach bridge construction project Slab Bridge Pile Martadipura Ing Sub City Build The study was conducted by observing the level of labor productivity of 30 and accompanied by questionnaires. Observation level of productivity (LUR) conducted over 3 days for each worker. From the results of data collection, data questionnaires done productivity and data processing with the help of the computer program SPSS (Statistical Package for Social Science) version 19.From the data analysis that has been done can be seen that the level of productivity (LUR) the average worker on the roof of the structure of employment in Construction project approach Pile Slab Bridge City District Build Ing Martadipura of 66.8%, meaning quite productive because more than 50%. Predetermined variables turned out to signify 0.092> 0.005 (sig required) then simulatan no effect on the level of productivity. In partial yamg significant influence is the experience of working with sig = 0.001 <0.005 and worker skills sig = 0.002 <0.005. Work experience has a dominant influence with a beta value of 0.579
EVALUASI SIMPANG TAK BERSINYAL PADA JALAN WAHID HASYIM – JALAN H.M. ARDAN DI KOTA SAMARINDA
Persimpangan Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan, salah satu simpang tak bersinyal yang berada di Kota Samarinda merupakan ibu kota Kalimantan Timur. Titik persimpangan jalan ini merupakan outer ring road penghubung jalan ke daerah Utara kota Samarinda. Pada persimpangan jalan ini, khususnya di jalan utama atau mayor harus melayani arus lalu lintas yang cukup besar. Adapun tujuan skripsi ini adalah sebagai berikut :Menghitung kinerja simpang tak bersinyal pada persimpangan Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan.Mengetahui tingkat pelayanan (level of service/LOS) simpang tak bersinyal pada persimpangan Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan.Memprediksi tingkat pelayanan (level of service/LOS) simpang tak bersinyal pada persimpangan Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan kondisi 10 tahun yang akan datangDari hasil analisis dan perhitungan pada perencanaan simpang tak bersinyal persimpangan pada Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan dapat disimpulkan sebagai berikut :Perhitungan kinerja simpang tak bersinyal pada persimpangan Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan Kinerja simpang tak bersinyal mencakup : kapasitas, derajat kejenuhan dan peluang antrian adalah :Kondisi Awal Jam Puncak Kinerja lalu lintas persimpangan tak bersinyal = Volume kendaraan (Q):1739,8 smp/jam, Kapasitas (C):2638,722 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DS): 0,66, Peluang Antrian : 57,96 %Kondisi Awal Volume Kendaraan Rata-rata Kinerja lalu lintas Persimpangan tak bersinyal = Volume kendaraan (Q): 1454,8 smp/jam, Kapasitas (C): 2638,72 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DS):0,55,Peluang Antrian: 49,94 %Kondisi Jam Puncak dan Pelebaran kaki Persimpangan Untuk Kinerja lalu lintas = Volume kendaraan (Q):1739,8 smp/jam,Kapasitas (C):2754,8 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DS): 0,63, Peluang Antrian : 55,95 %Kondisi Volume Kendaraan Rasta-rata dan Pelebaran kaki Persimpangan Untuk Kinerja lalu lintas=Volume kendaraan (Q):1454,800 smp/jam, Kapasitas (C): 3726,660 smp/jam, Derajat Kejenuhan (DS): 0,39, Peluang Antrian :36,91 %Tingkat pelayanan (level of service/LOS) simpang tak bersinyal pada persimpangan Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan adalah :Kondisi Awal Jam Puncak didapat rasio v/c = 0,66< 0,85 mempunyai tingkat pelayanan (LOS) = C.Kondisi Awal Volume Kendaraan Rata-rata didapat rasio v/c = 0,55< 0,85 mempunyai tingkat pelayanan (LOS) = C.Kondisi Jam Puncak dan Pelebaran kaki Persimpangan didapat rasio v/c = 0,63< 0,85 mempunyai tingkat pelayanan (LOS) = C.Kondisi Volume Kendaraan Rata-rata dan Pelebaran kaki Persimpangan didapat rasio v/c = 0,39< 0,85 mempunyai tingkat pelayanan (LOS) = B.Prediksi tingkat pelayanan (level of service/LOS) simpang tak bersinyal pada persimpangan Jalan Wahid Hasyim – Jalan H.M Ardan kondisi 10 tahun yang akan datang dengan tingkat pertumbuhan kendaraan sebesar 15,9 % adalah katagori tingkat pelayanan (LOS) =
ANALISA PROSENTASE PENGGUNAAN SEMEN SEBAGAI FILLER CAMPURAN ASPAL, AC-BC
Meningkatnya pertumbuhan lalu lintas dari tahun ke tahun akan mendorong peningkatan prasarana transportasi darat yang berupa pembangunan jalan baru, peningkatan jalan yang sudah ada maupun pemeliharaan jalan untuk mempertahankan umur layanan. Peningkatan jumlah lalu lintas sebagai moda angkutan transportasi tersebut harus dilayani dan didukung oleh prasarana yang berkualitas, terutama kualitas dari lapis perkerasan sehingga lalu lintas yang melewati jalan tersebut akan merasa aman, nyaman dan memperoleh manfaat ekonomis. Campuran beraspal panas didefinisikan sebagai kombinasi antara agregat yang dicampur merata,dengan semen sebagai filler dan dilapis dengan anspal keras. Untuk mengeringkan agregat dan mencairkan aspal agar mudah dicampur dan dipadatkan dengan baik maka bahan tersebut harus dipanaskan sebelum pencampuran. Hal ini sejalan dengan sifat yang dimiliki aspal, yaitu sangat dipengaruhi oleh temperatur. Disamping itu, kekakuan aspal dipengaruhi oleh lamanya waktu pembebanan. Berhubung aspal merupakan bagian dari campuran beraspal yang berfungsi sebagai bahan pengikat butiran agregat maka sifat campuran pun akan mengalami perubahan sejalan dengan berubahnya temperatur dan lamanya waktu pembebanan. Pada proses penghamparan aspal sampai pemadatannya yang paling perlu diperhatikan adalah suhu aspal yang digunakan, harus berkisar antara 85o C – 163o C. Namun dalam pelaksanaannya dilapangan suhu pemadatan aspal terkadang diabaikan, hal ini dikarenakan kendala-kendala dilapangan seperti keterlambatan sehingga suhu campuran aspal beton saat dipadatkan kurang dari yang dianjurkan.
Evaluasi Kerusakan Jalan Pada Ruas Jalan KH. Mas Mansyur Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang Samarinda
Seiring dengan berjalannya waktu, jalan raya yang terdiei dari lapisan perkerasan akan mengalami penurunan tingkat pelayanan. menurunya tingkat pelayanan jalan ditandai dengan adanya kerusakan pada lapisan perkerasan jalan, kerusakan yang terjadi juga bervariasi paada setiap segmen di sepanjang ruas jalan dan apabila dibiarkan dalam waktu yang lama, maka akan memperburuk kondisi lapisan perkerasan sehingga dapat memperburuk kondisi lapisan perkerasan sehingga dapat mempengaruhi keamanan, kenyamanan, dan kelancaran dalam berlalu lintas, sehingga diperlukan dilakukan program pemeliharaan. Pemeliharaan kerusakan jalan ini juga memerlukan biaya yang tidak sedikit. Oleh karena itu diperlukan evaluasi kondisi kerusakan jalan untuk menentukan jenis pemeliharaan dan penanganan apa yang tepat untuk dilaksanakan. Kecamatan Sungai Kunjang merupakan daerah akses jalan poros untuk dilalui menuju ke wilayah Samarinda Koa dan merupakan jalan yang menghubungkan Kecamatan ke Kota. Banyaknya kendaraan berat membawa sembako serta logistik alat berat melewati ruas jalan poros ini. Oleh karena itu ruas jalan ini banyak mengalami kerusakan. Dari data hasil survey kerusakan pada ruas jalan ini ada beberapa jenis kerusakan yang terjadi yaitu : berupa Retak Buaya (Alligator Cracking), Retak Blok (Block Cracking), Amblas (Depression), Pelepasan Butiran (Raveling), dan luang (Polished). Tingkat kerusakan dan penilaian kadar kerusakan pada ruas jalan sepanjang 2,35 kilometer rata-rata secara keseluruhan berdasarkan rating nilai Metode Pavement Condition Index (PCI) 100 dalam kondisi excellent, hal ini disebabkan pada waktu penelitian ruas jalan ini dalam masa pemeliharaan perbaikan jalan. Perbaikan penanganan kerusakan jalan ada beberapa metode yaitu ; Metode perbaikan P1 (laburan aspal setempat), Metode perbaikan P2 (melapisi Retak), Metode perbaikan P3 (pengisian retak), Metode perbaikan P4 (penambalan lubang) dan metode perbaikan P5 pelepasan butiran (Reveling) dan perataan
EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL PADA SIMPANG TIGA JALAN CIPTOMANGUNKUSUMO – JALAN PELITA KOTA SAMARINDA
Keberadaan sarana dan prasarana transportasi di Kalimantan Ti-mur kususnya di Kota Samarinda merupakan faktor penting yang akan mempengaruhi perkembangan sebuah wilayah yang dapat menunjang po-tensi sumber daya manusia, dan potensi ekonomi lainya. Ketersediaan jarin-gan jalan di Kalimantan Timur relatif masih terbatas dimana pertambahan volume kendaraan mencapai 3.500 unit perbulanya dan 70% didominasi kendaraan roda dua. Sementara pertambahan ruas jalan yang hanya 2,5% per tahunya. (Samarinda Pos
CALCULATION OF STRUCTURE SOIL RETAINING WALL TYPE CONTERFORT ON THE ROAD SECTION MARGASARI TO JONGGON KEC. LOA KULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Road infrastructure is one of the veins and supporting the economic development of society , particularly in rural areas . Good road infrastructure to support economic development and even can be a driver in driving development.Landslide that occurred on the road or the road that experienced landslides, must be addressed so that it does not interfere with the performance of the road which is the lifeblood and driving force of development.From the calculation results can be concluded that the dimensions of the land pehanan wall is 3,5 meters high and 1 meter wide body length of 10 meters per segment , the stability of a retaining wall safe to bolster however affect the shear , so that the necessary foundation piles with additional bracing to the group pole to rigidify the structure of the walls and piles
PERHITUNGAN TEBAL LAPIS PERKERASAN LENTUR (FLEXIBLE PAVEMENT) PADA RUAS JALAN RING ROAD II SAMARINDA DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN
Posisi perkerasan Jalan didalam kontruksi Jalan Raya sangat sentral mengingat perkerasan adalah esensi didalam struktur jalan raya. Jalan Raya selalu menuntut keberadaan perkerasan yang kuat, tahan lama, nyaman, murah tepat sasaran dan banyak hal lagi. Ini semua merupakan indicator dari keinginan agar jalan raya berfungsi sebagaimana mestinya. Untuk mendapatkan fungsi yang baik tentunya memerlukan dua hal yaitu perancangan yang sempurna dan keberhasilan pelaksanaan agar sesuai dengan rancangan. dibukanya akses Jalan Ring Road II Samarinda yang merupakan jalan pendekat dari wilayah loa bakung dari Jalan Jakarta menuju dalam Kota Samarinda yang melewati wilayah Loa Bahu dalam yang menembuskan langsung menuju Jalan Suryanata dan wilayah sekitar. Selain sebagai akses jalan pendekat dan membuka relokasi pedesaan pemerintah kota Samarinda berupaya dengan dibukanya Jalan Ring Road II Samarinda tersebut bisa mengurangi intensitas kemacetan di dalam Kota Samarinda. Pembukaan akses jalan ring road II Samarinda sangatlah penting mengingat tingkat kemacetan di dalam Kota Samarinda begitu signifikan, Dimana banyak sekali kendaraan berat berkapasitas lebih melewati jalan dalam kota yang tingkat kelas jalanya tidak bisa dilewati kendaraan tersebut. Tebal perkerasan disini sangatlah penting dalam srtuktur perkerasan jalan, Mengingat ruas jalan ring road II Samarinda merupakan Jalan sekunder yaitu jalan yang melayani lalu lintas yang cukup tinggi antara kota – kota penting dengan kota – kota yang lebih kecil serta melayani daerah – daerah sekitarnya. Yang mana panjang jalan Ring Road II Samarinda saat ini 7350 m, dan lebar variasi antara 15 s/d 18 meter
PERHITUNGAN STRUKTUR BANGUNAN ATAS JEMBATAN BATU AYAU 4 DESA LONG PAHANGAI KABUPATEN KUTAI BARAT
Jembatan secara umum adalah suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintanganrintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai, danau, saluran irigasi, jalan kereta api, jalan raya yang melintang tidak sebidang, dan lain sebagainya.Jembatan komposit adalah jembatan yang kekuatannya ditahan oleh interaksi antara dua atau lebih bahan yang digunakan sebagai penyusunnya. Pada jembatan komposit sering dipakai paduan dua bahan yaitu baja sebagai balok gelagarnya dan beton sebagai plat lantai kendaraannya. Namun demikian ada pula yang menggunanakan bahan selain itu, misalnya beton biasa dengan beton prategang. Agar kedua bahan yang berlainan tersebut dapat saling bekerja sama secara padu maka antara keduanya disambungkan dengan suatu penghubung geser atau yang sering disebut dengan shear connector. Shear connector memiliki fungsi utama memikul beban geser yang timbul pada bidang kontak (bidang pertemuan) kedua material tersebut sehingga pada keadaan komposit kedua material tersebut dapat bekerja sama sebagai satu kesatuan.Sebelum melakukan analisis perhitungan struktur bangunan atas jembatan, perencana terlebih dahulu harus dapat mengetahui beban-beban yang bekerja pada jembatan yang akan direncanakan dan menyesuaikan dengan peraturan-peraturan yang berlaku. Dalam perhitungan struktur bangunan atas jembatan ini digunakan peraturan jembatan (RSNI T-02-2005)
Perhitungan Geometrik Jalan pada Ruas Jalan Usaha Tani, Desa semurut – Kabupaten Berau”.
Dynamics of Growth and countryside development and also growth of resident and very countryside society economics quickly, claiming the existence of requirement of prasarana and transportation medium which complex progressively and insist on one of them is [is] prasarana walke the. Road-Works of[is Effort Farmer ysng [of] located in Countryside Semurut, Subdistrict Tabalar, Regency Berau represent the very required transportation medium by the masayrakat countryside, utilize to transport the agricultural produce. Refering to above [the] mentioned, governmental Hence Provinsi Kalimantan East [of] [through/ passing] On Duty Public Work, Area Create The Masterpiece, Sub of Rural Growth Planning Area [of] fund allocation have for the road-works of the area, utilize to fulfill the medium requirement walke for society of Countryside Semurut. Along of location which [is] [is] planned to do [by] road-works of[is Effort the Farmer represent the new location representing bog area and growed [by] the coppice, hence require to be [done/conducted] [by] work pengurukan, longly walke + 1,050 km and wide walke 6 m, totally [is] ordinary land;ground hoard volume 15.660 m3, with the distance of location of dig of hoard material ( quarry) with the hoard location + 1 km. In Road-Works execution of[is Effort Farmer of Countryside Semurut, very needed [by] [is] a heavy equipment usage, so that work execution earn as according to goals which have been determined, and use [of] heavy equipment have to be planned well and careful, so that precisely its use, optimal [of] its production and existence of efficiency of equipments expense
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE PADA JALAN SILO KECAMATAN TELUK BAYUR KABUPATEN BERAU
Kabupaten Berau dengan ibukota TanjungRedeb yang berhubungan langsung dengan KecamatanTeluk Bayur hingga kini mengalami perkembangan yang pesat di segala sektor. Pembangunaninfrastruktur termasuk prasarana jalan dan drainase terus dilakukan oleh Pemerintah Pusat, PemerintahProvinsi Kalimantan Timur maupun dari Pemerintah Kabupaten Berau sesuai dengan skala prioritaspembangunan yang mendesak sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawabnyaDalam penelitian ini, penulis secara spesifik melakukan penelitiandrainasepada ruas jalanSilo,KabupatenBerauuntuk : (1) Mengetahuidebit air yang akan dialiri oleh saluran drainase jalan Silo untukkala ulang 25 tahundan (2) Merencanakandimensi saluran drainase kala ulang 25 tahun.