KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
AUDIT KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (STUDI KASUS GEOMETRIK JALAN M.T. HARYONO KOTA SAMARINDA)
Jalan M.T. Haryono Samarinda saat ini menjadi jalan utama kendaraan – kendaraan berat tujuanluar kota Samarinda, akibatnya volume kendaraan pada ruas jalan tersebut terjadi peningkatan.Masalah selanjutnya muncul karena jalan ini mempunyai kondisi existing yang tidak layak, yangimbasnya setiap satu bulan sekali atau kurang selalu terdapat kendaraan – kendaraan berat yanggagal menaiki tanjakan dikarenakan terlalu tinggi nya tanjakan yang ada. Terlebih lagi denganadanya kecelakaan yang merenggut 3 nyawa dan 6 luka berat pada 24 Oktober 2014 yang olehpihak SatLaka Lantas Kota Samarinda dinyatakan dalam laporan pemeriksaan nya menyatakansalah satu penyebab timbulnya banyak korban dikarenakan kemiringan jalan yang tidak sesuaipersyaratan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisi sebenarnya jalan tersebutbaik dari segi jumlah kendaraan yang melewatinya, kecepatan rata – rata kendaraan yangmelewatinya, kondisi alinyemen horizontal dan superelevasinya, dan kondisi alinyemenvertikalnya. Tahapan analisis dilakukan dengan survey LHR (Lalu Lintas Harian Rata – Rata),pengukuran kecepatan rata – rata kendaraan berat yang melewati ruas jalan tersebut, pengukuransituasi, long section, dan cross section kemudian dianalisis dengan Manual Kapasitas JalanIndonesia (MKJI) 1997 dan Standar Perencanaan untuk Jalan Perkotaan 1992 dan referensi –referensi lainnya. Hasil analisis diperoleh volume lalu lintas dengan nilai 15425 smp/hari masihlebih rendah dari rencana 20000 smp/hari, kecepatan rata – rata kendaraan dengan nilai 18,65km/jam masih dibawah kecepatan maksimum 40 km/jam, kondisi alinyemen horizontal dansuperelevasi pada ruas jalan ini tidak sesuai dengan standar perencanaan, kondisi alinyemenvertikal pada ruas jalan ini tidak sesuai dengan standar perencanaan. Sangat penting dilakukanlangkah – langkah pencegahan agar tidak terjadi kecelakaan – kecelakaan fatal dikedian hari,solusi terdekat dengan pemindahan arus lalu lintas kendaraan berat kearah Jalan Tengkawang,solusi jangka panjang perlu dilakukan perubahan geometrik jalan
PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN KOMPOSIT DESA PERJIWA
ABSTRACTTransportation is an important part of human life and developingmechanisms in line with the human civilization itself. One part is a transportbridge. The bridge is an important element in the transportation system, serving asa bridge serves traffic flow on it.The bridge was originally a wooden bridge, because the bridge is often thecase when there is a wobble on top of passing vehicles. Hence the need toimprove the ability of the bridge and redesigned into a composite bridge .Long span composite bridge being simulated is 25 m,width 6 m carriageway, pavement width of 0.5 m and 0.5 m right side of the leftside, so that the total width of the bridge 7 m. Results of analysis of compositebridge calculation is derived calculations use the floor slab reinforcement D16 -150 for flexural reinforcement and negative reinforcement D16 - 150 for flexuralposiitif. Pavement reinforcement use the D16 - 200. Backrest using reinforcement4Ø12 pole . Tread plate for transverse and longitudinal directions usingreinforcement D16 - 100. Using a steel girder profile WF 900 X 300, shearconnector used for connecting reinforcement D16 - 1562 , 5.Keywords : Composite, Bridge, Structure
PERHITUNGAN GEOMETRIK JALAN, TEBAL PERKERASAN LENTUR DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA RUAS JALAN BUKIT BIRU – LOA KULU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA PADA STA 0+000 S/D STA 6+550
Kecamatan Tenggarong terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur. Wilayah ini mempunyai potensi untuk dikembangkan terutama pada Ruas Jalan Bukit Biru – Loa Kulu. karena Jalan ini merupakan jalan alternative untuk menghubungkan antar kawasan dengan nyaman, mudah, cepat dan selamat sampai tujuan dalam. mendukung ekonomi, sosial budaya.Kondisi jalan tersebut dianggap kurang layak untuk dijalani karna banyak terdapat lubang-lubang, retak buaya bahkan dititik-titik tertentu terdapat kubangan yang lumayan besar dan sangat menghambat perjalanan.Tujuan penulisan ini untuk menganalisa kembali perencanaan tersebut terutama dalam geometric, tebal perkerasan lentur dan RAB. Data yang digunakan dalam perencanaan adalah data meteologi yaitu data curah hujan, data long section, data cros section, data LHR, data CBRHasil studi memberikan nilai R = 1100, Lebar jalan = 7 meter, b= 2,5 meter, Rc= 1097,75 meter , B= 2,52 meter (m), Z= 0,253, Bt= 7,293 meter (m), ∆t= 0,293 m dan Kecepatan (V)= 80 km/jam didapatkan kesimpulan yaitu mengurangi terjadinya kecelakaan
PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT) PADA RUAS JALAN DARI JALAN PATIMURA KE PASAR OLAH BEBAYA MELAK KABUPATEN KUTAI BARAT
ABSTRAK Perkerasan jalan adalah merupakan salah satu unsur konstruksi jalan raya sangat penting dalam rangka kelancaran transportasi darat sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya, sehingga perlu direncanakan dengan baik berdasarkan standard dan kriteria perencanaan yang berlaku di Indonesia.Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan mobilitas keseharian dibandingkan dengan transportasi air dan udara, sehingga volume kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut harus mampu di dukung oleh perkerasan jalan pada ruas jalan yang dilewatinya.Jenis perkerasan jalan, dapat berupa Perkerasan lentur (flexible pavement), Perkeraaan kaku (rigid pavement), dan Perkerasan Komposit, yang menggabungkan perkerasan kaku dan perkerasan lentur. Khusus untuk perkeraaan kaku (rigid pavement) yang terbuat dari beton semen baik bertulang maupun tanpa tulangan dan lebih banyak digunakan pada ruas jalan yang mempunyai volume kendaraan berat yang tinggi serta sering mengalami banjir.Dengan telah dikembangkannya Perkeraaan kaku (rigid pavement) untuk pembangunan prasarana jalan di daerah perkotaan maupun di pedesaan, maka pemerintah terus menggalakkan pembangunannya baik pada ruas jalan negara, jalan provinsi, jalan kabupaten maupun jalan desa ataupun lingkungan, mengingat perkerasan jalan ini lebih mampu mendukung beban kendaraan berat serta tahan terhadap genangan air.Ruas jalan dari Jalan Patimura menuju Pasar Olah yang terletak di Kota Melak Kabupaten Kutan Barat, adalah ruas jalan yang banyak dilalui oleh kendaraan pengangkut barang dagangan baik berupa truk-truk besar dan mobil pick up, di samping mobil para konsumen pasar sering masuk keluar, serta sering dilanda banjir. Pemerintah Kabupaten Kutai Barat telah melakukan alokasi dana untuk meningkatkan ruas jalan tersebut dengan menggunakan konstruksi perkeraaan kaku (rigid pavement).Oleh karena itu dalam merencanakan suatu konstruksi perkeraaan kaku (rigid pavement) diperlukan penelitian yang kompleks dan spesifik sehingga akan diperoleh perencanaan tebal perkerasan beton semen serta tulangan berupa Dowel dan Tie Bar yang mampu mendukung beban yang melintasi ruas jalan tersebut serta besarnya biaya yang digunakan.Sehubungan dengan uraian tersebut di atas, maka penulis melakukan penelitian pada ruas jalan tersebut di atas dalam rangka menyelesaikan tugas akhir atau skripsi Sarjana (S1) Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, dengan mengambil judul : “Perencanaan Tebal Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Pada Ruas Jalan dari Jalan Patimura ke Pasar Olah Bebaya Melak Kabupaten Kutai Barat”
JURNAL TEKNIK SIPIL PERENCANAAN TEBAL LAPIS PERKERASAN JALAN MUARA LEMBAK – PELABUHAN RONGGANG DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN
Jalan Sangatta - Sangkulirang adalah ruas jalan lintas utara yang merupakan jalan utama yg menghubungkan antar kota, kecamatan, dan desa serta tempat – tempat kawasan pusat perdaganganØ Perkerasan jalan yang sudah ada pada ruas jalan Muara Lembak ke Pelabuhan Ronggang adalah jenis konstruksi lapis perkerasan berbutir yg dikerjakan sejak thn 1998Ø Sejak jalan tersebut telah dibuka sampai saat ini volume kendaaraan terus meningkat, sehingga ruas jalan tersebut banyak yang mengalami penurunan kualitas, seperti berlubang, pemisahan butiran dan bergelombangØ Penelitian ini akan mendata, menganalisa dan memprediksikan penyebab kerusakan dan perbaikan akan dilakukan, sehingga ruas jalan Muara Lembak ke Pelabuhan Ronggang dapat dilakukan perbaika
EVALUATION OF ROAD INTERSECTION BASUKI RAHMAT- IMAM BONJOL ROAD - WAY ROAD PRIEST ARIEF THE JUDGE RAHMAN KH. ROAD AHMAD DAHLAN IN SAMARINDA CITY
Evaluation of road intersection Basuki Rahmat – Imam Bonjol Road – way Road Priest Arief the judge Rahman KH Road – Ahmad Dahlan in Samarinda City Supervisor I : Ir . Yayuk Sri Sundari , MT , and Advisor II : Rosa Agustaniah , ST , MT . Several intersections in the city of Samarinda in particular crossroads Basuki Rahmat - the Imam snag - Jalan Arief Rahman Hakim - KH road . Ahmad Dahlan , necessary to evaluate the performance of traffic lights , because the area is adjacent to the office , school and shops . So at peak hours ( peak hours ) often experience congestion and delays . The purpose of this study is to analyze the performance of traffic lights using Indonesian Highway Capacity Manual 1997 ( MKJI'97 ) at the crossroads Imam Basuki Rahmat- snag - way Arief Rahman Hakim - KH. Ahmad Dahlan .The purpose of this study is as follows :1. Knowing the initial conditions of the performance analysis of signalized intersections at peak hours and the service level ( the level of service / LOS )2. Knowing the initial conditions of the performance analysis of signalized intersections at the average and the service level ( the level of service / LOS ) .3. Knowing the analysis of changes in traffic light timing on the performance of signalized intersections at peak hours and service levels ( the level of service / LOS ) . From the analysis of signalized intersections on roads Basuki Rahmat - the Imam snag - Arief Rahman Hakim road - KH road . Ahmad Dahlan in the can ; baseline performance on peak hour intersection level of service ( the level of service / LOS ) initial conditions averaged intersection v / c = 1.208 > 0.85 have a level of service ( LOS ) = F and initial conditions intersection performance at average obtained - service levels ( the level of service / LOS ) initial conditions averaged intersection v / c = 0.913 > 0.85 have a level of service ( LOS ) = E. By the time the change made calculations on the traffic lights at the intersection of performance the level of peak hour services ( level of service / LOS ) initial conditions averaged intersection v / c = 0.741 < 0.85 have this level of service ( LOS ) = C and the change in time of traffic lights at the intersection of the performance of the average rate services ( level of service / LOS ) initial conditions averaged intersection v / c = 0.558 < 0.85 have this level of service ( LOS ) = C
STUDI PERBANDINGAN ANTARA KONTRAK TAHUN TUNGGAL DAN KONTRAK TAHUN JAMAK
.Kontrak adalah dokumen yang mempunyai kekuatan hukum, yang dibuat oleh dua orang atau lebih, yang berisi tentang hak dan kewajiban dari pihak – pihak yang bersangkutan untuk melaksanakan sebuah perjanjian pekerjaan guna membuat keputusan dimana hasil kesepakatan tersebut ditulis dalam sebuah kontrak.Jenis penelitian ini menggunakan analisis SWOT menghasilkan adanya factor kekuatan ( strength ), kelemahan ( Weaknes ), kesempatan/peluang ( opportunity ) ancaman (treath) yang dialami oleh organisasi yang bersangkutan dan Kuesioner yaitu dengan mengisi kuesioner dan wawancara dengan menggunakan analisa SWOT .Hasil Dari factor (S.W) Strength ( kekuatan ), Weakness (kelemahan) ,Strength (kekuatan) Kontrak tahun tunggal lebih kecil dibandingkan dengan kontrak tahun jamak karena dalam factor waktu pelaksanaan. Dari factor (O,T) Opportunities (peluang),Theart (ancaman): Opportunities (peluang),Kontrak tahun jamak lebih berpeluang tentang waktu pekerjaan dan pelaksanaannya . Theart (ancaman) Kontrak tahun tunggal kurang berpeluang tentang waktu karena mengikat dalam 1tahun
ANALISA RENCANA CAMPURAN ASPAL LAPIS AUS PERMUKAAN AC – WC DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL EX. KRAYAN
Untuk menghasilkan suatu campuran aspal panas yang berkualitas perlu diadakan pemeriksaan terhadap bahan – bahan penyusun campuran tersebut. Sehingga untuk mendapatkan sifat yang diinginkan maka perlu dilakukan perencanaan campuran untuk mendapatkan persentase agregat dan aspal yang digunakan. Dalam melakukan perencanaan campuran diperlukan data karakteristik dari bahan penyusun agar diperoleh hasil komposisi yang tepat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah perencanaan campuran aspal dengan menggunakan material ex. Krayan dapat digunakan untuk Lapis Aus Permukaan AC – WC (Asphalt Concrete – Wearing Course)Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan terhadap campuran aspal beton di laboratorium, maka dapat disimpulkan bahwa perencanaan campuran aspal dengan menggunakan material ex. Krayan dapat digunakan untuk Lapis Perkerasan AC – WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) karena telah memenuhi syarat spesifikasi dengan nilai untuk pengujian Keausan Agregat minimum 40% dengan hasil pengujian sebesar 30,42%. Sedangkan dari pengujian Marshall diperoleh grafik parameter campuran aspal AC – WC dan didapat kadar aspal optimum sebesar 5,3%. Untuk pengujian Marshall Immersion didapat nilai stabilitas sisa Marshall setelah perendaman selama 24 jam pada suhu 60°C sebesar 100,571% dan telah memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan yaitu minimum 90%
ANALISA DESIGN JALAN PADA RUAS JALAN MULAWARMAN DI KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA SEPANJANG 4 KM
Jalan Mulawarman di Kecamatan Tenggarong Seberang merupakan jalan propinsi menurut klasifikasi jalan berdasarkan wewenang pembinaan atau status jalannya yang sesuai dengan PP No. 26/1985, sedangkan menurut fungsinya termasuk jalan kolektor. Jalan tersebut sudah banyak mengalami kerusakan yang disebabkan oleh berbagai macam faktor, diantaranya : Disebabkan oleh faktor alam, antara lain :- Karena curah hujan yang tinggi.- Jalan tersebut terendam air karena kontur jalan yang berubah sehingga air menggenang.- Dan lain sebagainya.Disebabkan oleh faktor perbuatan manusia antara lain- Kendaraan yang melewati jalan tersebut melebihi tekanan ganda yang di isyaratkan- Belum tersedianya jaringan drainase, kalaupun ada belum memenuhi syarat- Konstruksi lapisan perkerasan tidak memenuhi standar yang disyaratkanContoh : Jalan yang sering terendam air akibat limpasan air hujan tidak cocok menggunakan lapisan Flexible pavement sejenis aspal beton, dan yang paling cocok adalah jalan dengan mutu Rigid pavement seperti jalan beton semen.Selanjutnya tidak ada koordinasi antara instansi terkait.Contoh : Jalan yang ada masih terus dilewati oleh kendaraan tambang yang memuat batubara yang seharusnya batubara diangkut dengan jalan khusus yaitu jalan tambang. Kemudian kita melihat bersama terhadap jalan Mulawarman Kecamatan Tenggarong Seberang, dimana kendaraan berat dengan tekanan ganda yang besar sering lewat dalam mengangkut alat berat, solar dengan kapasitas tinggi terus melewati jalan tersebut.Oleh sebab banyaknya kendaraan besar yang lewat disamping sering tergenang air, maka konstruksi lapisannya yang berkonstruksi Aspal beton (AC) tidak kuat seperti yang terlihat sekarang ini, karena itu dalam rangka perbaikan jalan tersebut sebaiknya di beri Perkerasan beton semen bersambung tanpa tulangan kami yakin akan lebih efisien daripada setiap bulan hanya di tambal-tambal (Patching) saja
ANALISA PERHITUNGAN PERKERASAN BETON SEMEN (RIGID PAVEMENT) RUAS JALAN H.M.ARDANS STA.1+900 s/d STA.3+400 DI KECAMATAN SAMARINDA ULU
Prasarana transportasi mempunyai peran yang sangat penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan, baik pendistribusian barang maupun jasa. Ketersediaan prasarana yang baik sangat berpengaruh terhadap tingkat pelayanan transportasi dapat dilihat dari tingkat keamanan dan kenyamanan berkendara, namun seiring semakin tingginya tingkat pertumbuhan lalulintas mengakibatkan tingkat kenyamanan berkendara semakin berkurang. Oleh karena itu sangat perlu adanya peningkatan kualitas dan kuantitas prasarana transportasi.Kota Samarinda adalah salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Seluruh wilayah kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara dan sebagai penghubung antara kota-kota di provinsi Kalimantan Timur yang dapat dicapai dengan perjalanan darat, laut dan udara. Dengan Sungai Mahakam yang membelah di tengah Kota, yang menjadi "gerbang" menuju pedalaman Kalimantan Timur. Kota ini memiliki luas wilayah 718 kilometer persegi dan berpenduduk 726.223 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010), menjadikan kota ini berpenduduk terbesar di seluruh Kalimantan.Berdasarkan data diatas tentu saja kota Samarinda harus mempunyai sarana dan prasarana jalan yang memadai untuk mendukung kelancaran dalam berlalulintas agar tidak terjadi kemacetan. Akan tetapi pada kenyataannya masih saja terjadi kemacetan di jalan-jalan utama didalam kota dan kerusakan inspratuktur jalan yang sebagian besar disebabkan oleh truk-truk besar yang sering masuk ke dalam kota. Oleh karena itu untuk memecah konsentrasi arus kepadatan lalulintas bagi pengguna jalan, maka Pemerintah Kota Samarinda membangun jalan lingkar luar (outer ring road) yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalulintas yang terpusat di jalan-jalan dalam kota.Jalan H.M. Ardans merupakan salah satu jalan yang difungsikan sebagai jalan lingkar luar (outer ring road) oleh Pemkot Samarinda karena letaknya yang strategis yang menghubungkan antara Kelurahan Air Putih, Kelurahan Air Hitam dan Kelurahan Sempaja Selatan. Sebelumnya Pemkot Samarinda sudah pernah melakukan pekerjaan perkerasan lentur (flexible pavement) pada Jalan H.M. Ardans (ring road II), akan tetapi jalan ini tidak bertahan lama dan mengalami kerusakan yang cukup signifikan dikarenakan terdapat tambang batu-bara dan perusahaan-perusahaan industri besar yang dalam sistem transportasinya menggunakan kendaraan-kendaraan berat, sehingga saat melintas, kendaraan-kendaraan berat tersebut merusak kondisi jalan yang ada. Oleh karena itu melihat kondisi ini, Pemkot Samarinda mengambil inisiatif untuk segera merencanakan perkerasan semen beton (rigid pavement) sebagai konstruksi perkerasan Jalan H.M. Ardans (ring road II) sebagai lanjutan perkerasan dari proyek jalan lingkar luar (outher ring road)