KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
PERENCANAAN HOTEL SPA DI TENGGARONG
Masyarakat pada saat ini cenderung sering kali tenggelam dengan pekerjaan dan kesibukannya sehari-hari yang menyita tenaga dan pikiran. Hal ini dapat menyebabkan kejenuhan dan kelelahan. Disaat itulah diperlukan adanya tempat yang bisa memberikan suasana relaksasi dan penyegaran kembali terhadap tubuh maupun pikiran agar kembali bugar. Hotel spa merupakan salah satu solusi sebagai sarana penyegaran tubuh kembali dari kejenuhan rutinitas sehari-hari. Kurangnya akomodasi di Tenggarong yang sesuai dengan trend dan kebutuhan masa sekarang ini, sehingga perlu dibangunnya sebuah hotel spa sebagai identitas/ciri khasnya untuk relaksasi dan dengan sentuhan budaya setempat.Konsep desain sendiri mengacu pada bangunan budaya adat Kutai. Dimana bangunan adat Lamin, bangunan Museum Mulawarman dan bangunan Kedaton Kutai Kartanegara sebagai acuan desain
RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN PENGENDALIAN WAKTU PADA KEGIATAN PEMELIHARAAN JALAN SIMPANG PERDAU – SANGKULIRANG – MALOI
FHERRY ASHAR, NPM : 09.11.1001.7311.005, Rencana Anggaran Biaya dan Pengendalian Waktu Pada Kegiatan Pemeliharaan Jalan Sp. Perdau – Sp.3 Sangkulirang - Maloi, Pembimbing I : ARI SASMOKO ADI.,ST.,MT dan Pembimbing II : ROSA AGUSTANIAH.,ST.,MT Dalam pelaksanaannya, proyek konstruksi membutuhkan suatu manajemen untuk mengolah dari bahan baku sebagai input kegiatan menjadi suatu konstruksi. Dengan kata lain, kegiatan pelaksanaan proyek konstruksi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan sementara, yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumberdaya tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk dengan kriteria-kriteria yang telah digariskan secara jelas dalam kontrak.Supaya suatu pekerjaan konstruksi dapat berjalan lancar serta efektif, maka diperlukan pengaturan waktu atau penjadwalan dari kegiatan-kegiatan yang terlibat didalamnya. Sehubungan dengan ini maka pihak pelaksana dari suatu pekerjaan konstruksi membuat suatu jadwal waktu pelaksanaan (Time Schedule). Jadwal waktu kegiatan adalah urutan-urutan kerja yang berisi jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan dan waktu awal dan akhir suatu pekerjaan.Total biaya kegiatan konstruksi pemeliharaan berkala Sp. Perdau - Sp3 Sangkulirang – Maloi Rp. 3.264.668.200,00 (Tiga Milyar Dua Ratus Enam Puluh Empat Juta Enam Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Dua Ratus Rupiah.Pelaksanaan manajemen waktu pada kegiatan konstruksi pemeliharaan berkala Sp. Perdau - Sp3 Sangkulirang – Maloi di Provinsi Kalimantan Timur. Manajemen waktu termasuk kepada proses yang diperlukan untuk memastikan waktu penyelesaian kegiatan. Sistem manajemen waktu berpusat pada berjalan atau tidaknya perencanaan dan penjadwalan kegiatan. Dimana dalam perencanaan penjadwalan waktu kegiatan tersebut telah disediakan tata cara yang spesifik untuk menyelesaikan aktivitas konstruksi dengan lebih cepat dan efisien.Berdasarkan analisa pengendalian waktu kegiatan menggunakan kurva-S didapat waktu kegiatan selama 35 minggu. Sedangkan analisa rencana waktu kegiatan menggunakan Network Planning (NWP) selama 29 minggu. Ada selisih waktu kegiatan sebesar 6 minggu. Waktu kritis kegiatan (Critical Path Method/CPM) terdapat pada 3 jalur kegiatan yang sama memerlukan waktu selama 29 minggu, sehingga untuk mendapatkan waktu kritis yang maksimum dihitung berdasarkan besarnya bobot pekerjaan pada masing-masing jalur kegiatan dan didapat Jalur kritis pada Jalur 4 dengan bobot kegiatan sebesar 43,78 %
STUDI INVESTASI PENINGKATAN JALAN PADA RUAS KELAY – LABANAN, LABANAN – TANJUNG REDEB, TANJUNG REDEB – BATAS BULUNGAN
One of the fundamental factors to consider when offering road construction projects to the private sector is that the project must be financially viable. In a narrower context, keatraktivan usually measured from the NPV or IRR. Thus the issue of determining the discount rate or the minimum acceptable / attractive rate of return is the right to be one very crucial issue. This paper offers a methodology of calculation of Net Present Value (NPV) for the systematic construction of road infrastructure projects with a combined value of Internal Rate of Return (IRR)
STUDI KEBUTUHAN PERALATAN DAN BAHAN BAKAR PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN JALAN
Heavy equipment is a tool used to assist humans in performing the construction work of a building structure. Project road construction work which consists of 5 packets, use the type tool type Excavator PC 200, PS 125 Dump Truck, Motor Grader GD511A type-1 and type Vibrator JV 100A-2. The subjects in this study is to determine the selection of heavy equipment to be used, calculate the value of productivity and the number of devices used, as well as calculate the required amount of fuel oil (BBM) of diesel for each tool.The highest yield of the value of productivity and the number of tools used and the fuel contained in the package 4 with a path length of 10.6 Km. Excavator type PC 200 (Productivity = 1374.52 m3/ day, number of units = 2 units, fuel = 5540.04 liters). Dump Truck 125 PS (Productivity = 761.53 m3/ day, number of units = 11 units, fuel = 1281.44 liters). Motor Grader GD511A type-1 (Productivity = 8400 m3/ day, number of units = 1 unit, fuel = 657.3 liters). Vibrator type JV 100A-2 (Productivity = 846.57 m3/ day, number of units = 1 unit, fuel = 1170.87 liters)
ANALISIS KINERJA RUAS TERHADAP PARKIR PADA BADAN JALAN PANGLIMA BATUR DI KOTA SAMARINDA
Berdasarkan data Pemerintah Kota Samarinda bahwa bangunan di pinggir jalan tidak memiliki lahan parkir dari tahun ke tahun, sehingga penggunaan badan jalan sebagai lahan parkir di kota Samarinda khususnya di Jalan Panglima Batur menyebabkan kemacetan. Hal ini disebabkan masyarakat menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir dan pemilik tempat usaha atau kantor tidak memiliki lahan parkir dan menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir.Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui dan menghitung pengaruh parkir pada badan jalan (on street parking) terhadap kinerja ruas Jalan Panglima Batur di SamarindaAdapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat pelayanan pada jam puncak (peak hour) ruas Jalan Panglima baturBerdasarkan analisis kinerja dengan metode MKJI’97 didapat ;Tingkat pelayanan jam puncak (peak hour) ruas jalan adalah :Segmen 1- Kondisi ruas jalan tanpa ada parkirSebesar v/c rasio = 0,595 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = D, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.Segmen 2- Kondisi ruas jalan tanpa ada parkirSebesar v/c rasio = 0,650 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.- Kondisi ruas jalan ada parkirSebesar v/c rasio = 0,675 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.Segmen 3- Kondisi ruas jalan tanpa ada parkirSebesar v/c rasio = 0,675 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan.- Kondisi ruas jalan ada parkirSebesar v/c rasio = 0,636 < 0,75, maka tingkat pelayanan (LOS) = C, yang berarti Arus stabil, kecepatan dikontrol oleh arus lalu lintas, pengemudi dibatasi dalam memilih kecepata
RANCANGAN BETON NORMAL DAN BETON SERAT KELAPA DENGAN PASIR TANAH MERAH SERTA BATU PECAH KUTAI BARAT
Design of Normal Concrete and Concrete Coconut Fibers with Tanah Merah Sand and Crushed Stone Kutai Barat.Final Project Faculty of Civil Engineering Department of the University 17 Agustus 1945 Samarinda.Normal concrete is concrete that has a weight of 2200 - 2500 kg/m3 using natural aggregates were broken or without broken.Fiber-reinforced concrete is a mixture of concrete plus fiber, generally in the form of rods with a size of 5-500 μm with a length of about 25 mm. Fiber material may be asbestos fibers, plastic fibers (polypropylene), or a piece of steel wire. The fibers in concrete prevents cracks that makes concrete more ductile than ordinary concrete. The purpose of this study was to compare the compressive strength value produced normal concrete and fiber-reinforced concrete that uses coarse crushed aggregate of Kampung Keay Kutai Barat and fine aggregate from Tanah Merah North Samarinda.This study uses a mix design method (Indonesian National Standard) SNI 03-2847-2002 conducted in the laboratory using the maximum size of coarse aggregate is 40 mm. The sample used for normal concrete and concrete variation of 0.25% coconut fiber and a variation of 0.5% respectively using 30 samples and the total number of samples is 90 samples.From the test results normal concrete compressive strength at 28 days compressive strength value of the average need (f'cr) is 108.050 and the compressive strength implied (f'c) is 87.987 Kg/Cm2 of the average compressive strength needs to be targeted (f'cr) = 255 Kg/Cm2 and2the compressive strength implied (f'c) = 175 Kg/Cm2. Concrete compressive strength testing of fiber variation of 0.25% at 28 days the value of the average compressive strength of the targeted (f'cr) is 94.342 Kg/Cm2 and the compressive strength implied (f'c) is 77.619 Kg/Cm2 of compressive strength average need targeted (f'cr) = 255 Kg/Cm2 and the compressive strength implied (f'c) = 175 Kg/Cm2. Concrete compressive strength testing of fiber variation of 0.5% at 28 days the compressive strength average (f'cr) is 87.343 Kg/Cm2 and the compressive strength implied (f'c) is 70.633 Kg/Cm2 from the mean compressive strength average need targeted (f'cr) = 255 Kg/Cm2 and the compressive strength implied (f'c) = 175 Kg/Cm2
ANALISA PRODUKTIVITAS ALAT BERAT PADA PROYEK PEMBANGUNAN BADAN JALAN TENGGARONG, LOA KULU DAN LOA JANAN
Dalam pembangunan, penggunaan alat – alat berat dalam pelaksanaan proyek konstruksi sangat penting. Dengan demikian diharapkan dapat mempercepat pelaksanaan pekerjaan, mendapat kualitas hasil pekerjaan yang baik, efesiensi tenaga kerja, serta faktor ekonomis lainnya. Namun demikian tidak setiap alat berat dapat dipakai untuk mencapai maksud – maksud tersebut. Dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui besarnya jumlah produksi yang dihasilkan oleh alat – alat berat pada suatu Proyek Pembangunan Badan Jalan. Serta untuk menentukan analisa biaya yang diperlukan oleh alat berat selama beroperasi untuk setiap jenis pekerjaan, khususnya pada pekerjaan tanah menggunakan alat berat.Hasil analisa dan perhitungan dari penelitian ini berdasarkan data di lapangan pada Proyek Pembuatan Badan Jalan Tenggarong, Loa Kulu, dan Loa Janan, maka dapat disimpulkan bahwa jumlah alat yang digunakan pada masing – masing pekerjaan dengan volume yang ada selama masa pelaksanaan antara lain : Produksi bulldozer 347,36 m3/jam. Produksi Excavator 98 m3/jam. Produksi dump truck 29,3 m3/jam. Produksi Compactor sebesar 62,25 m3/jam. Biaya produksi alat berat pada pekerjaan galian tanah biasa : Biaya produksi Bulldozer Rp 5.328,00 (m3/jam). Biaya produksi Excavator sebesar Rp 38.153,00 (m3 /jam). Biaya produksi alat berat pada pekerjaan timbunan tanah biasa : Biaya produksi dump truck sebesar Rp 53.348,00 (m3/jam). Biaya Bulldozer Rp 1.776,00 (m3/jam). Biaya produksi Compactor Rp 17.832,00. Biaya produksi alat berat pada pekerjaan land clearing : Biaya produksi Bulldozer Rp 1.776,00 (m3/jam)
PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN BETON BERTULANG SUNGAI PERJIWA DI DESA PERJIWA Km.2 KEC.TENGGARONG SEBERANG KAB.KUTAI KARTANEGARA
ABSTRAK Jembatan Sungai Perjiwaterletak didesa Perjiwa Km. 2 KecamatanTenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara, jembatan dibuat dengan konstruksi beton bertulang. Desa Perjiwa KM 2 merupakan sebuah desa kecil yang memiliki penduduk berpenghasilan dari sector pertanian dan perkebunan. Untuk memudahkan akses dalam pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan harus melewati jembatan, yang mana keadaan jembatan tersebut sangat kritis serta sangat beresiko, apabila di lalui kendaraan pengang kuthasil pertanian. Tujuan perhitungan adalah untuk mengetahui kebutuhan dimensi dan penulangan struktur atas jembatan. Analisa dalam perhitungan ini menggunakan SNI T-02-2005 (Standart Pembebanan Untuk Jembatan). Dari hasil perhitungan diperoleh panjang jembatan 20 m dan lebar jembatan 7 m, kesimpulan dimensi dan penulangan struktur atas berupa balok gelegar adalah 120 cm x 50 cm dengan tulangan lentur 24 D 32, tulangan bagi 6 Ø 12 dan tulangan geser 2 Ø 12 - 200, balok diafragma 30 cm x 50 cm dengan tulangan 2 D 25 dan tulangan geser 2 Ø 10 - 200, dan tebal plat lantai kendaraan 25 cm dengan tulangan utama D 16 - 100 dan tulangan bagi Ø 12 – 10
ANALISA SISTEM PELELANGAN PENGADAAN BARANG DAN JASA PEMERINTAH KALIMANTAN TIMUR SECARA ELEKTRONIK
The auction is procurement conducted openly (publicly) with the announcement widely through the print media and the official notice board (where possible through electronic media) so that the wider community / business interested and sprinkle qualifications to apply. Auctions held by the government, especially the Department of Public Works East Kalimantan province are now carried on electronically.With the aim to provide solutions to improve information technology and open systems through LPSE or procurement of goods and services on line through the Internet. Held system with procurement of goods and services electronically, it is necessary to know the identification of the efficiency of the system so that the relationship between service users and service providers can be concluded.The method used to collect data by way of questionnaires and interviews to the service user and service provider. While the method of data analysis using SPSS version 19.00.From the analysis it can be concluded with the procurement of goods and services are conducted electronically by the government, especially the Department of Public Works East Kalimantan province that does not produce a positive relationship between the service user by the service provider
PERENCANAAN GEOMETRIK, TEBAL PERKERASAN DAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA RUAS JALAN LINTAS BATAS KARANG TINGAU – BATAS BERAU – KASAI KALIMANTAN TIMIUR
AbstrakPada perencanaan suatu jalan sebaiknya menggunakan material lokal karena material lokal mutunya memenuhi persyaratan perkerasan jalan serta pada lereng melintang perkerasan dibuat kemiringan 2% dan lereng bahu jalan dibuat lebih besar agar air dapat mengalir dengan normal tanpa menimbulkan genangan air pada permukaan jalan.Dalam penelitian ini agar suatu jalan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan, supaya pada daerah tikungan ditambah pelebaran tikungan sesuai yang disyaratkan. Hal ini untuk mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi