KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    PERHITUNGAN STRUKTUR BAWAH JEMBATAN BETON BERTULANG SUNGAI PERJIWA DI DESA PERJIWA KM. 2 KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

    No full text
    ABSTRAK Desa Perjiwa adalah sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Tenggarong  Seberang,  Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Penduduk yang tinggal di desa tersebut bermata pencarian sebagai petani. Untuk memudahkan akses dalam pengang kutan hasil pertanian dan perkebunan harus melewati jembatan. Jembatan Sungai Perjiwa terletak didesa Perjiwa Km. 2 Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara. Jembatan dibuat dengan konstruksi beton bertulang. Tujuan perhitungan adalah untuk mengetahui kebutuhan dimensi dan penulangan struktur bawah jembatan. Analisa dalam perhitungan ini menggunakan SNI T-02-2005 (Standart Pembebanan Untuk Jembatan). Dari hasil perhitungan diperoleh panjang jembatan 20 m dan lebar jembatan 7 m, Dimensi hasil perhitungan abutment dengan panjang 10.00 m, lebar 3.80 m dan tinggi 4.70 m. kesimpulan dimensi dan penulangan struktur yaitu  Breast Wall dengan panjang 1000 cm, lebar 100 cm, dan tinggi 350 cm, menggunakan tulangan lentur 2 D 25 – 100 mm, tulangan bagi Ø 16 – 100 mm, dan tulangan geser D 16 – 400 mm, Back Wall atas dengan panjang 1000 cm, lebar 30 cm, dan tinggi 50 cm, menggunakan tulangan lentur Ø 12 – 100 mm, dan tulangan bagi Ø 8 – 100 mm, Back Wall bawah dengan panjang 1000 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 70 cm, menggunakan tulangan lentur D 16 – 100 mm, tulangan bagi Ø12 – 100 mm,  Corbel dengan panjang 1000 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 110 cm, menggunakan tulangan lentur D 25 – 100 mm, tulangan bagi D 16 – 100 mm, Wing Wall dengan panjang 170 cm, lebar 50 cm, dan tinggi 390 cm, menggunakan tulangan lentur D 19 – 150 mm, tulangan bagi D 16 – 200 mm, tulangan geser Ø 12 – 200 mm, Pile Cap dengan panjang 1000 cm, lebar 380 cm, dan tinggi 130 cm , menggunakan tulangan lentur D 19 – 150 mm. Tulangan bagi Ø 12 – 100 mm, Tulangan geser Ø 12 – 150 mm

    PEMANFAATAN CLAY EX. BENGALON SEBAGAI AGREGAT BUATAN DAN PASIR EX. PALU DALAM CAMPURAN BETON DENGAN METODE STANDAR NASIONAL INDONESIA 03-2847-2002

    Get PDF
    This study used a mixed design of the Standar Nasional Indonesia 03-2847- 2002. Were performed in the laboratory using artificial coarse aggregate maximum size is the size of the coarse aggregate artificial 10-40 mm. The sample used for the maximum size of coarse aggregate artificial amounted to 30 samples. The results of the overall test that the clay ex. Bengalon have a fairly high abrasion value is 60.08% in aggregate categories that can not be used as coarse aggregate for concrete structural class II and quality of K-125, K-175 and K-225 with abrasion condition (27-40%) , a very high absorption values ranged 20.223% that control water demand in the concrete mix is relatively difficult, and low yields an average compressive strength of 28 days produced by the method SNI 03-2847-2002 for coarse aggregate maximum ukaran 10-40 mm ie 10 097 MPa compressive strength of the targeted (f'cr) = 25.7 MPa

    PENGARUH PARKIR PADA BADAN JALAN TERHADAP BOK PADA RUAS JALAN LAMBUNG MANGKURAT SAMARINDA

    No full text
    Parkir adalah keadaan tidak bergerak suatu kendaraan yang bersifat sementara karena ditinggalkan oleh pengemudinya. Tempat parkir merupakan fasilitas yang sangat dibutuhkan oleh para pengguna kendaraan bermotor untuk memarkirkan kendaraan saat ditinggalkan oleh pengemudinya. Tetapi karena kurangnya fasilitas parker maka kegiatan parker sering dilakukan pada ruas jalan.Kegiatan parkir pada ruas jalan diakibatkan kurangnya fasilitas parkir yang tersedia, sehingga menyebabkan berkurangnya kapasitas jalan yang akan berakibat kemacetan pada ruas jalan. Kemacetan juga menyebabkan terjadinya biaya tambahan operasional kendaraan.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh parkir pada badan jalan terhadap kinerja jalan yang diakibatkan oleh aktivitas-aktivitas seperti pedagang yang berjualan pada badan jalan, pejalan kaki yang menyeberang dan angkutan umum yang  berhenti dan terhadap biaya operasional kendaraan. Penelitian akan membandingkan volume dan kecepatan  kendaraan dengan dan tanpa dipengaruhi parkir pada badan jalan. Hasil dari penelitian ini mengindikasikan bahwa parkir pada badan jalan  dapat menurunkan kapasitas jalan dari 2406,77 smp/jam menjadi  1749,70smp/jam dan Kecepatan kendaraan berkurang dari 33,27 km/jam menjadi 27,05 km/jam. Berdasarkan analisa Derajat kejenuhan, Jalan Lambung Mangkurat pada Tahun 2014 akan mengalami kemacetan dengan nilai Derajat kejenuhan mencapai 1,29

    PERENCANAAN GEDUNG FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA

    No full text
    Struktur adalah susunan atau pengaturan bagian – bagian gedung yang menerima beban atau konstruksi utama dari gedung tanpa memperhatikan apakah struktur tersebut terlihat atau tidak terlihat . Struktur dalam hubungannya dengan bangunan adalah bahwa struktur merupakan sarana untuk menyalurkan bebang yang diakibatkan penggunaan dan kehadiran bangunan diatas tanah, struktur yang meliputi struktur atas.Dalam merencanakan struktur suatu bangunan bertingkat, digunakan struktur yang mampu mendukung berat sendiri, gaya angin, beban hidup maupun beban khusus yang bekerja pada struktur bangunan tersebut Beban-beban yang bekerja pada struktur dihitung menurut Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung 1983 (PPIUG1983).Jenis Pembebanan Gedung yang digunakan yaitu Beban Mati ,Beban Hidup,Beban Angin.Perhitungan pembebanan dilakukan dengan, asumsi bahwa struktur yang ditinjau harus dapat menahan semua beban yang bekerja pada struktur, sesuai dengan keadaan dan kondisi lapangan dimana struktur tersebut akan dibangun.Analisis Struktur dilakukan dengan menggunakan program aplikasi SAP 2000,untuk  mendapatkan momen desain , pelat lantai, balok dan kolom beton bertulang

    EVALUATION OF QUALITY IMPROVEMENT OF CEMENT CONCRETE WORKS ROAD PENYINGGAHAN - MUARA PAHU DISTRICT WEST KUTAI

    No full text
    Concrete roads are typically used for roads with functional hierarchy in the arteries that are both outside and inside the city to serve the traffic loads are heavy and solid. Maintenance of concrete roads can be said to be nil although initially higher costs compared to asphalt roads always require regular maintenance, periodic maintenance, and upgrading of roads.Intent implementation study to determine the performance of the quality of the concrete on the implementation of the cement concrete work. While the purpose of 1). To determine the performance of the cement concrete implementation of the work on road building activities Penyinggahan - Muara Pahu. 2). Knowing the characteristics of the concrete compressive strength of cement concrete implementation work in the field. 3). To find out the cause of the decline in the value of the compressive strength of concrete after casting implemented. Results of calculation analysis, discussion and concrete compressive strength test results can concrete performance standard deviation of the results of the analysis plan (SPlant) = 30.00 Kg/cm2 while the results of the field test sample standard deviation (SField) = 39.434 K /cm2, for the implementation of quality field mixture and mix supervision should be further improved when foundry (SPlant > SField). Results of testing the compressive strength of concrete results foundry work in the field gained an average compressive strength (f'cr) = 290.556 Kg/cm2, standard deviation (S) = 39.434 Kg / cm2, and the characteristic concrete compressive strength (f'c) = 225.894 Kg/ cm2

    PERHITUNGAN KAPASITAS PRODUKSI ALAT BERAT PADA KEGIATAN PENAMBANGAN PT. KAYAN PUTRA UTAMA SITE SEPARI DI KECAMATAN TENGGARONG SEBERANG

    No full text
    Didalam proses penambangan dimana kondisi lahan yang ada merupakan daerah perbukitan sehingga pada pelaksanaan penambangan diperlukan alat berat untuk menggali, memuat, menimbun, dan meratakan tanah ataupun batuan menggunakan alat mekanis berupa Excavator, Dump Truck, dan Bulldozer.Perhitungan kapasitas produksi alat berat dibatasi pada alat  mekanis berupa Excavator, Dump Truck, dan Bulldozer. Sebelum memasuki perhitungan kapasitas produksi tersebut terlebih dahulu dihitung volume tanah yang akan digali. Perhitungan volume galian menggunakan metode grid, dimana kontur yang ada dibagi menjadi beberapa sektor dengan luasan yang sama. Sedangkan pada perhitungan kapasitas produksi menggunakan teori produktifitas alat berat.Adapun dari perhitungan diatas didapat kesimpulan berupa hasil perhitungan volume galian tanah asli, produksi masing-masing alat berat (Excavator, Dump Truck, Bulldozer) dan jumlah alat berat yang diperlukan dalam kegiatan penambangan tersebut

    PERENCANAAN PERKERASAN KAKU DAN PERHITUNGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA PADA RUAS JALAN POROS MARGAHAYU KECAMATAN LOA KULU

    No full text
     Perkerasan jalan adalah merupakan salah satu unsur konstruksi jalan raya sangat penting dalam rangka kelancaran transportasi darat sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya, sehingga perlu direncanakan dengan baik berdasarkan standard dan kriteria perencanaan yang berlaku di Indonesia. Jenis perkerasan jalan, dapat berupa perkerasan lentur (flexible pavement), perkeraaan kaku (rigid pavement), dan perkerasan komposit, yang menggabungkan perkerasan kaku dan perkerasan lentur. Khusus untuk perkeraaan kaku (rigid pavement) yang terbuat dari beton semen baik bertulang maupun tanpa tulangan dan lebih banyak digunakan pada ruas jalan yang mempunyai volume kendaraan berat yang tinggi serta sering mengalami banjir. Ruas jalan Poros Margahayu di Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara, adalah ruas jalan Kecamatan yang banyak dilalui oleh kendaraan,bus perusahaan, angkutan kota serta mobil pribadi dan mobil angkutan umum lainnya. Oleh karena itu dalam merencanakan suatu konstruksi perkeraaan kaku (rigid pavement) diperlukan penelitian yang kompleks dan spesifik sehingga akan diperoleh perencanaan tebal perkerasan beton semen yang mampu mendukung beban yang melintasi ruas jalan tersebut. Sehubungan dengan uraian tersebut di atas, maka penulis melakukan penelitian pada ruas jalan tersebut di atas dalam rangka menyelesaikan tugas akhir atau skripsi Sarjana (S1) Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, dengan mengambil judul : “Perencanaan Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Pada Ruas Jalan Poros Margahayu Kecamatan Loa Kulu”

    EVALUATION OF ROAD INTERSECTION ELANG - HASAN BASRI ROAD - WAY ROAD S.PARMAN- ROAD CENDRAWASIH IN SAMARINDA CITY

    No full text
    Evaluation of road intersection Elang – Hasan Basri Road – way Road Priest S.Parman Road – Cendrawasih in Samarinda City Supervisor I : Ir . Yayuk Sri Sundari , MT , and Advisor II : Rosa Agustaniah , ST , MT .               Several intersections in the city of Samarinda in particular crossroads Elang – Hasan Basri Road – way Road Priest S.Parman Road – Cendrawasih , necessary to evaluate the performance of traffic lights , because the area is adjacent to the office , school and shops . So at peak hours ( peak hours ) often experience congestion and delays .               The purpose of this study is to analyze the performance of traffic lights using Indonesian Highway Capacity Manual 1997 ( MKJI'97 ) at the crossroads Elang – Hasan Basri Road – way Road Priest S.Parman Road – Cendrawasih.The purpose of this study is as follows :1.      Knowing the initial conditions of the performance analysis of signalized intersections at peak hours and the service level ( the level of service / LOS )2.      Knowing the initial conditions of the performance analysis of signalized intersections at the average and the service level ( the level of service / LOS ) .3.      Knowing the analysis of changes in traffic light timing on the performance of signalized intersections at peak hours and service levels ( the level of service / LOS ) .               From the analysis of signalized intersections on roads Elang – Hasan Basri Road – way Road Priest S.Parman Road – Cendrawasih in the can ; baseline performance on peak hour intersection level of service ( the level of service / LOS ) initial conditions averaged intersection v / c = 1.208 > 0.85 have a level of service ( LOS ) = F and initial conditions intersection performance at average obtained - service levels ( the level of service / LOS ) initial conditions averaged intersection v / c = 0.913 > 0.85 have a level of service ( LOS ) = E. By the time the change made calculations on the traffic lights at the intersection of performance the level of peak hour services ( level of service / LOS ) initial conditions averaged intersection v / c = 0.741 < 0.85 have this level of service ( LOS ) = C and the change in time of traffic lights at the intersection of the performance of the average rate services ( level of service / LOS ) initial conditions averaged intersection v / c = 0.558 < 0.85 have this level of service ( LOS ) = C.

    ANALISIS PERMODELAN TARIKAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN DI JALAN Ir.H,JUANDA KOTA SAMARINDA, (STUDI KASUS SMAN3 , SMAN 5 , SMPN 4, SMPN 5 SAMARINDA)

    No full text
    AbstrakAnalisis Permodelan  Tarikan Pada Kawasan Pendidikan di Jalan Ir.H, Juanda  Kota Samarinda Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan model tarikan perjalanan pada kawasan Jalan Ir.H.Juanda, yang nantinya diharapkan dapat digunakan untuk memperkirakan banyaknya tarikan yang menuju kawasan tersebut dimasa mendatang, sehingga dapat digunakan untuk mengantisipasi permasalahan yang timbul akibat tarikan perjalanan itu.Pengambilan data primer pada penelitian ini dilakukan secara random sampling dengan cara membagikan kuisioner kepada penghuni sekolah, sedangkandata sekunder diperoleh dari pihak sekolah, metode analisis yang digunakan adalah metode analisis regresi linear berganda dengan jumlah tarikan perjalanan totalsebagai variabel terikat, sedangkan variabel bebasnya adalah waktu perjalanan, jarak perjalanan dan alasan pemilihan sekolah. Hasil dari analisis di dapatkan  model untuk perjalanan total dengan bentuk pemodelan Y=1,979-0,128X1+0,242X2 untuk tarikan perjalanan dengan menggunakan sepeda dengan bentuk pemodelan Y=1,5+1X1-0,5X2+3,477E-016X3 untuk Tarikan Perjalanan dengan Sepeda motor juga dapat merepresentasikan realita yang ada dengan bentuk pemodelan Y=1,927-0,167X1-0,081X2+0,350X3. untuk Tarikan Perjalanan dengan mobil juga dapat merepresentasikan realita yang ada dengan bentuk pemodelan Y=2,463-1,573X1+0,709X2+0,727X3 Tarikan Perjalanan dengan angkutan kota juga dapat merepresentasikan realita yang ada dengan bentuk pemodelan Y=2,655-0,129X1-0,91X2+0,254X3  . untuk Tarikan Perjalanan dengan pejalan kaki juga dapat merepresentasikan realita yang ada dengan bentuk pemodelan Y=1,799+1,102X1+-,922X2+,414X

    ANALISA PENGGUNAAN PASIR EX. SIMPANG PASIR PALARAN TERHADAP KUAT TEKAN BETON K 250

    Get PDF
    Beton suatu kata yang tak asing lagi bagi sesorang yang bergelut di dunia konstruksi, yang mana disetiap perkerjaan pembangunan kostruksi tidak terlepas apa yang dimanakan beton. Bahan- bahan untuk pembutan beton diantaranya adalah agregat halus atau di masyarakat umum disebut pasir, Di Kota Madya Samarinda banyak terdapat bahan-bahan dasar yang dapat dipergunakan untuk pembutan beton, dalam hal ini di daerah Simpang Pasir Kecamatan Palaran banyak terdapat pasir. Untuk mengetahui apakah pasir tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan konstruksi tentunya harus melalui suatu pengujian laboratorium. Hasil dari laboratorium sangat menentukan dapat atau tidaknya bahan tersebut digunakan untuksetiap perkerjaan konstruksi dengan mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Dengan hasil pengujian tersebut dilanjutkan pada perancangan kekuatan beton yang akan dikehendaki. Dalam hal ini perancangan beton kekuatan yang dinginkan adalah K-250, adapun hasil penelitian campuran agregat halus pasir ex.Simpang Pasir dan agregat kasar ex. Palu di dapatkan kuat tekan beton f’c 177,62 kg/cm2, campuran agregat halus pasir ex. palu dan agregat kasar ex. Palu di dapatkan kuat tekan beton f’c 255,91 kg/cm2, campuran agregat halus pasir ex.Simpang Pasir dan ex. Palu dan agregat kasar ex. Palu di dapatkan kuat tekan beton f’c 222,90 kg/cm2, tenyata dari hasil penelitian tersebut dapat di tarik kesimpulan bahwa material ex. Simpang belum memenuhi dari kuat tekanyang kita rencanakan yakni K-250

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇