KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    EVALUASI SISA MATERIAL PADA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN OUTER RINGROAD JEMBATAN MAHULU – JALAN JAKARTA – JALAN M.SAID PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Material is one of the important components in building construction. The use ofmaterials in the field often lead to the rest of the material is quite high, material wasteminimization efforts will help contractors increase profits as much as possible in addition toreduce the influence of the environmental impact.This study was conducted to determine the quantity of waste material, the source and thecausal factors and material management at the project above. Data were obtained through twoways: (1) a questionnaire distributed to field managers, site supervisors, field implementers,foremen, and other office holders are still involved in the projects, (2) field observations.The results showed that the largest quantities of waste material in a row is a pile,aggregate B, mountain stone, sand, soil deposits, the aggregate S, cement, lean concrete, andready mix concrete. Under the category of indirect percentage of residual waste material isgreater than the direct waste, except cement and piles where the majority of the rest of thematerial that occurs in the physical form field so greatly affect the environmental impact and therest of the material happens to be minimized

    ANALISA KAPASITAS DAN BIAYA BAHAN BAKAR DI JALAN A.W. SYAHRANIE KOTA SAMARINDA

    No full text
    Kapasitas dapat didefinisikan sebagai tingkat arus maksimum dimana kendaraan dapat diharapkan untuk melalui suatu potongan jalan pada periode waktu tertentu untuk kondisi lajur/jalan, lalu lintas, pengendalian lalu lintas dan kondisi cuaca yang berlaku.Untuk jalan tak-terbagi, analisa dilakukan pada kedua arah lalu lintas.Untuk jalan terbagi, analisa dilakukan terpisah pada masing-masing arah lalu lintas, seolah-olah masing-masing arah merupakan jalan satu arah yang terpisah.Biaya Operasi Kendaraan (BOK) merupakan suatu nilai yang menyatakan besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pengoperasian suatu kendaraan. (BOK), Biaya Tidak Tetap (Runnning Cost) adalah biaya yang besarnya berubah tergantung pada pengoperasian alat-alat pengangkutan, Perhitungan konsumsi BBM akibat pengaruh dari kecepatan kendaraan dilakukan dengan model perhitungan Pasific Consultant International (PCI) yang telah dikembangkan oleh LAPI-ITB dengan bekerjasama dengan PT.Jasa Marga. Terdapat suatu hubungan mendasar antara konsumsi bahan bakar dan kecepatan, dipengaruh geometrik dan kondisi lalu lintas.Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabe

    PERENCANAAN JARINGAN IRIGASI DAERAH IRIGASI KEDANG IPIL KECAMATAN KOTA BANGUN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

    No full text
    Program Swasembada beras saat ini mempunyai penekanan dan prioritas pembangunan. Penetapan prioritas ini didasarkan pada rencana pembangunan yang berkesinambungan serta evaluasi pada rencana pembangunan sebelumnya, terutama di bidang pertaian.Guna mendukung misi pemantapan swasembada beras nasional, khususnya untuk keperluan konsumsi lokal dan mengimbangi peningkatan jumlah penduduk Kalimantan Timur dan pndudukan Kabupaten Kutai Kartanegeara, pemerintah telah melakukan upaya Pembinaan dan Perencanaan Irigasi antara lain melalui program pemeliharaan atau pemanfaatan, rehabilitasi dan pembangunan jaringan irigasi dan pemanfaatan Jaringan tata air rawa.Program tersebut selain diarahkan untuk menunjang misi pemantapan swasembada beras juga diarahkan untuk mendukung upaya-upaya pemerintah dalam rangka peningkatan kesejahteraan petani, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kualitas lingkungan hidup khususnya di daerah pedesaan dan pengentasan kemiskinan.Kegiatan Pengembangan Irigasi untuk menunjang usaha pertanian merupakan salah satu upaya pengembangan system irigasi untuk usaha pertanian, baik untuk usaha tani tanaman pangan, hortikultura, peternakan maupun perkebunan, maka diperlukannya kegiatan perencanaan irigasi yang terpadu dengan dimulai dengan inventarisir potensi pertanian dan lahan pertanian yang akan dialiri jaringan irigasi.Daerah Irigasi Kedang Ipil di Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara yang mempunyai potensi daerah irigasi persawahan belum direncanakan secara teknis, sehingga perlu dilakukan desain teknis irigasi agar mampu meningkatkan produksi pertanian, pendapatan dan kesejahteraan petani di Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara.               .Kondisi Daerah Irigasi Kedang Ipil di Kecamatan Kota Bangun merupakan lahan sawah beririgasi, namun karena suplai air yang tidak berjalan sesuai rencana sehingga kegiatan pertanian lebih mengandalkan pada curah hujan yang turun, dimana tidak terjaminnya sumber air irigasi yang sederhana dikarenakan kondisi saluran secara teknis tidak memadai untuk mengalirkan air.Sehubungan dengan uraian tersebut di atas, maka penulis melakukan penelitian pada ruas jalan tersebut di atas dalam rangka menyelesaikan Skripsi atau skripsi Sarjana (S1) Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, dengan mengambil judul : “Perencanaan Jaringan Irigasi Irigasi Kedang Ipil, Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara”

    Perencanaan Tebal Perkerasan Kaku (Rigid Pavement) Pada Ruas Jalan Simpang SP1 Menuju Rimba Ayu Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara

    No full text
    Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang banyak digunakan masyarakat dibandingkan dengan transportasi air dan udara, sehingga volume kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut harus mampu di dukung oleh perkerasan jalannya. Perkerasan jalan (pavement) merupakan salah satu unsur penting konstruksi jalan dalam rangka kelancaran transportasi serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya. Salah satu jenis perkeraaan jalan adalah perkerasan kaku (rigid pavement) mengingat perkerasan jalan ini lebih mampu mendukung beban kendaraan berat serta tahan terhadap genangan air, disamping perkerasan lentur (flexible pavement).Ruas Jalan Simpang SP1 Menuju Rimba Ayu Kecamatan Kota Bangun, adalah adalah merupakan ruas jalan yang perlu dilakukan peningkatan perkerasan jalannya, karena secara teknis kondisi ruas jalan tersebut dalam kondisi rusak sedang sampai berat sehingga mengurangi kenyamanan dan kelancaran lalu lintas bagi masyarakat pengguna jalan juga perkembangan perekonomian Kota Bangun Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara  telah mengalokasikan dana untuk meningkatkan ruas jalan tersebut dengan menggunakan konstruksi perkeraaan kaku (rigid pavement).Dalam penelitian ini, penulis secara spesifik melakukan penelitian untuk : (1) merencanakan tebal perkerasan kaku (rigid pavement) serta diameter Dowel dan Tie Bar dan (2) menghitung besar biaya pekerjaan tebal perkerasan kaku (rigid pavement) ruas jalan tersebut

    ANALISA PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PADA KENDARAAN PRIBADI DAN KENDARAAN UMUM STUDI KASUS : PERUMAHAN PELITA V

    No full text
    Seiring meningkatnya jumlah penduduk kota Samarinda, terutama pada Perumahan Pelita V Samarinda juga memberikan dampak terhadap volume lalu lintas,. Kemacetan yang sering terjadi pada jam, selain itu perilaku para pengemudi yang memarkir kendaraan mereka, persoalan lain muncul akibat para pedagang kaki lima yang menggelar daganganya di atas trotoar terutama pada malam hari dan  para pengendara sepeda motor juga memarkir kendaraan di atas trotoar yang mengakibatkan semakin parahnya kemacetan yang terjadi, selain itu banyaknya para pengguna kendaraan yang lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dari pada angkutan umum dikarenakan tingkat pelayanan yang kurang, sehingga dalam hal ini mengakibatkan semakin mahalnya atau semakin tingginya biaya perjalanan dan waktu perjalananAnalisa yang dilakukan menggunakan metode Stated Preference untuk mengumpulkan informasi mengenai permintaan maupun perilaku perjalanan, penggunaan metode Stated Preference menghasilkan nilai waktu perjalanan yang tidak mendekati nilai waktu sesungguhnya dan mampu mengakomodasi preferensi tersebut dalam pengolahan data digunakan softwear SPSS denngan transformasi analisa regresi bergandaBerdasarkan hasil penentuan nilai waktu perjalanan penduduk kota samarinda Studi Kasus : Perumahan Bukit Pinang Dalam Samarinda di dapat pada pengguan kendaraan bermotor pada setiap nilai perjalanan yang dilakukan apabila mengalami percepatan atau perlambatan selama satu jam adalah Rp. 6.770,90 Rupiah / jam, pada mobil pribadi adalah Rp. 10.294,31 Rupiah / jam, dan pada angkutan kota adalah Rp. 2.102,4 Rupiah / jam

    ANALISIS PERHITUNGAN TEBAL LAPIS TAMBAHAN PADA JALAN PANGERAN SURYANATA – PATUNG LEMBUSWANA KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Technical planning of the program carried out in East Kalimantan province are still using Component Analysis Method ISO 1732-1989-F with manual calculation. Along with the development of technology, Technical Directorate of the Directorate General of Highways, Ministry of Public Works introduced a new method using software such as Flexible Pavement Design Software (SDPJL) in 2011. The purpose of this study was to compare the additional overlay on flexible pavement using Component Analysis Method ISO 1732-1989-F and Flexible Pavement Design Software (SDPJL). Location of the study was conducted on roads Santan-Bontang in East Kalimantan province. Primary data used is the Land Capability (CBR value), Road Condition Index (RCI), and the geometric path which was held on 14 and 15 February 2013. Secondary data traffic Daily Average (LHR), Deflection (Benkelman beam), climate and temperature data obtained from the Planning and Monitoring Unit of National Roads (P2JN) East Kalimantan. From these data, overlay is calculated using Component Analysis Method SNI 1732-1989-F and Flexible Pavement Design Software (SDPJL). Overlay of additional analysis calculations using the obtained thick Component Analysis Method AC-WC 4 cm and AC-BC 2.35 cm, while the overlay of additional calculations using the method of Flexible Pavement Design Software (SDPJL) obtained thick AC-WC 4 cm and AC-BC 13 cm. Differences the calculation caused of parameters the data used

    PEMANFAATAN CLAY EX. BENGALON SEBAGAI AGREGAT BUATAN DAN PASIR EX. TENGGARONG DALAM CAMPURAN BETON DENGAN METODE (AMERICAN CONCRETE INSTITUTE) ACI 211

    No full text
     This study used a mixed design (American Concrete Institute) ACI 211. That is done in the laboratory by using artificial coarse aggregate size is the size of coarse aggregate uniform artificial 10 and 30 mm. The sample used for each size of coarse aggregate uniforms made in numbered 30 samples. The results of the overall test that the clay ex. Bengalon have a fairly high abrasion value is 60,08% in aggregate categories that can not be used as coarse aggregate for concrete structural class II and quality of K-125, K-175 and K-225 with abrasion condition (27-40%), a very high absorption values ranged 20,223% that control water demand in the concrete mix is relatively difficult, and low yields an average compressive strength of 28 days produced by the method ACI 211 for ukaran coarse aggregate 10 mm and 30 mm is 9,788 and 9,913 MPa of compressive strength of concrete were targeted (f'cr) = 25,7 MPa.

    ANALISA KERUSAKAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN KOTA TANAH GROGOT – LOLO – KUARO (KABUPATEN PASER ) DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN

    No full text
    Jalan merupakan prasarana infrastruktur yang sangat penting,salah satunya untuk membuka atau mengembangkan suatu wilayah.Dimana jalan juga sebagai sarana yang akan berdampak pada kemajuan dan peningkatan perekonomian suatu wilayah atau daerah.Jalan juga merupakan bagian dari beberapa stuktur lapis perkerasan dan lapis permukaan yang terdiri dari tanah dasar(sub grede),lapis pondasi bawah(sub base course),lapis pondasi atas (base course).dan lapis permukaan(surface course).masing-masing perkerasan mempunyai komposisi yang berbeda-beda sesuei dengan spesifikasi yang telah ditentukan pemilik pekerjaan (Owner)Kerusakan struktur perkerasan suatu jalan di sebabkan oleh beberapa faktor pelaksanaan suatu jenis pekerjaan, hal ini biasa terjadi karena dalam pengambilan contoh dalam mutu suatu material atau jenis pekerjaan dilaksanakan secara acak yang sifatnya hanya mewakili dari suatu jenis material atau pekerjaan dari suatu luasan,volume pekerjaan kerusakan struktur perkerasan jalan juga disebabkan oleh kurang taatnya pemakai jalan terhadap klasifikasi atau jenis klas jalan yang diperuntukannya.Kerusakan jalan bisa juga bisa terjadi akibat dari sistim drainase yang kurang baik.Untuk menjaga keawetan atau ketahanan suatu struktur perkerasan jalan perlu adanya pemeliharaan jalan secara kontinyu dan cepat dalam penenganan bila terjadi kerusakan hal ini agar tidak meluasnya suatu kerusakan jalan.Perlu adanya pengawasan terhadap pemakai jalan khususnya jenis kendaraan – kendaraan besar ( berat ) yang akan melintas pada satu kelas jalan dan pengawasan terhadap pembangunan di sepanjang jalan khususnya yang berdampak pada sistim drainase yang ada.Dengan ini penulis melakukan suatu analisa  dengan judul yang diangkat yakni ″ ANALISA KERUSAKAN TEBAL PERKERASAN LENTUR PADA RUAS JALAN KOTA TANAH GROGOT – LOLO – KUARO ( KABUPATEN PASER ) DENGAN METODE ANALISA KOMPONEN ″ , Berdasarkan judul diatas penulis amati banyak jalan yang geometriknya harus di perbaiki dan kerusakan-kerusakan yang perlu penanganan

    PEMANFAATAN CLAY EX. BENGALON SEBAGAI AGREGAT BUATAN DAN PASIR EX. SAMBOJA DALAM CAMPURAN BETON DENGAN METODE (AMERICAN CONCRETE INSTITUTE) ACI 211

    Get PDF
    This study used a mixed design (American Concrete Institute) ACI 211.1 That is done in the laboratory by using artificial coarse aggregate size is the size of coarse aggregate uniform artificial 10 and 40 mm. The sample used for each size of coarse aggregate uniforms made in numbered 30 samples.  The results of the overall test that the clay ex. Bengalon have a fairly high abrasion value is 60,08% in aggregate categories that can not be used as coarse aggregate for concrete structural class II and quality of K-125, K-175 and K-225 with abrasion condition (27-40%), a very high absorption values ranged 20,223% that control water demand in the concrete mix is relatively difficult, and low yields an average compressive strength of 28 days produced by the method ACI 211 for ukaran coarse aggregate 10 mm and 40 mm is 9,851 and 9,991 MPa of compressive strength of concrete were targeted (f'cr) = 25,7 MPa

    ANALISA RISIKO PROYEK PEMBANGUNAN FLY OVER JALAN JUANDA – ABDUL WAHAB SYAHRANI SAMARINDA

    No full text
    Risk is one of the things that can not be separated in their daily lives . In the implementation of construction projects are also not immune from risk . Required a risk management approach to identify and control the risks that might occur in the future . One of the most important stage of risk management is risk analysis that aims to identify significant risks to the project. In this study will be conducted on a risk analysis Development Project Fly- Over juanda road - Abdul Wahab Syahrani samarinda .                Stages of this research can be divided into three parts, namely risk identification , risk analysis and risk response . Identification is looking for a stage variables relevant risk on the project . Risk analysis is the process of looking for some significant risks in terms of time and cost               The method used in risk analysis is Severity Index and Probability - Impact Matrix .The last stage is to determine the response of the risks to a significant risk of cost and time . Risk response obtained by conducting structured interviews with the respondents that some contractor personnel who handle development projects juanda the Fly - Over - Abdul Wahab Syahrani samarinda .               Based on the results of the risk analysis obtained 6 kinds of variables are significant risks with respect to time , which hampered the work of rainy weather conditions , the difficulty of bringing the equipment , material delivery delays , delays in implementation while erection , while drilling constraints , bottlenecks in traffic . While significant risks to the variable costs are 5 kinds of risks , namely workers affected by material , workers hit heavy equipment , damage to the equipment , tools and material theft , damage to the environment due to the projec

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇