KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
TINJAUAN TERHADAP SALURAN PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER DAERAH IRIGASI MENTIWAN
Upaya yang dilakukan sebagai suatu usaha peningkatan produksi tanaman pangan adalah ekstensifikasi dan intensifikasi. Dimana ekstensifikasi adalah suatu upaya pembukaan lahan baru, dan intensifikasi adalah suatu usaha peningkatan produksi tanaman pangan dimana pengembangannya berpegang pada Panca Usaha Tani dalam hal penyiapan lahan, penggunaan bibit unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan tidak kalah pentingnya adalah irigasi Dalam studi kali ini menitik beratkan pada masalah irigasi, karena salah satu kendala dalam mewujudkan peningkatan hasil pertanian ialah tentang irigasi. Yakni usaha peningkatan produksi pangan (intensifikasi) dengan mengoptimalkan sistem jaringan irigasi di tingkat tersier, sekunder sampai saluran primer Irigasi Mentiwan. Hal ini disebabkan jumlah air yang terbatas sedangkan penggunaannya yang tidak terbatas yang dipergunakan untuk irigasi dan perikanan (tambak ikan). Kondisi saluran pembawa pada D.I. Mentiwan umumnya masih baik, tetapi dibeberapa tempat terdapat kerusakan- kerusakan pada saluran Sekunder. Kerusakan–kerusakan di saluran Sekunder irigasi Mentiwan diantaranya adalah lantai yang mengalami kebocoran, talud yang terkikis, saluran yang patah, masalah sedimentasi pada saluran dan lain-lain. Secara umum saluran yang ada saat ini kapasitasnya masih mampu mengalirkan air ke petak-petak tersier tetapi kalau tidak segera diperbaiki atau direhabilitasi saluran yang ada tidak berfungsi secara maksimal.Berdasarkan dasar permasalahan dan potensi pengembangan daerah irigasi di Mentiwan ini maka penulis mengangkat topik Tugas Akhir ini yang berjudul “TINJAUAN TERHADAP PERENCANAAN SALURAN PRIMER, SEKUNDER DAN TERSIER DAERAH IRIGASI MENTIWAN” dengan tujuan untuk membantu dan mengembangkan perencanaan jaringan irigasi di Kabupaten Kutai Barat khususnya di Daerah Irigasi Mentiwan Kecamatan Melak. Berdasarkan dari hasil perhitungan diperoleh Kapasitas tampungan mati Bendung Mentiwan adalah sebesar 44.324,35 m3, tampungan aktif adalah sebesar 33.880,06 m3 dan tampungan tidak aktif sebesar 4.834,56 m3 dan. Hasil analisis perhitungan Debit Banjir Rancangan dilakukan dengan menggunakan metode Metode Haspers, Metode Melchior, Metode Rational Mononobe, Metode Hidrograf Satuan Sintetik (HSS) Nakayasu diambil rerata adalah sebagai berikut kala ulang 2 tahun 231.679 m3/dtk, kala ulang 5 tahun 266.711 m3/dtk, kala ulang 10 tahun 282.437 m3/dtk, kala ulang 20 tahun 294.451 m3/dtk, kala ulang 25 tahun 296.914 m3/dtk, kala ulang 50 tahun 304.981 m3/dtk dan kala ulang 100 tahun 311.340 m3/dtk. Sedangkan untuk hasil perencanaan saluran irigasi primer diperoleh sepanjang 600 m’, saluran sekunder 6.496 m’, saluran tersier 12.380 m’ dan saluran pembuang 9.831 m’.
STABILITY CALCULATION OF SOIL RETAINING WALL HANDLING LANDSLIDES SUNGAI PAYANG SECTION ROAD KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Landslide that occurred on the road or the road that experienced landslides, must be addressed so that it does not interfere with the performance of the road which is the lifeblood and driving force of development. Sungai Payang roads in District Loa Kulu, an alternative road that connects the subdistrict Loa Kulu District of the City and District Build Sebulu , but these roads are areas prone to landslides, this is due to topographical conditions of these roads which form hilly areas, mining and agricultural region . Lack of supporting vegetation buffer zones rainwater and make this area very prone to landslides in the event of rain, so that at some point the road had seen the potential for landslides and seeds, which requires extra care and handling of fast, responsive and accurate prior to the occurrence of landslides around the position of the road.Handling avalanche course requires an analysis and technical studies , detailed and comprehensive, so it can produce a design that is appropriate and effective in order to conform with the original purpose of the handling of avalanches can be achieved. From the calculation results can be concluded that the dimensions of the wall pehanan high ground with 3 meter, a width of 1 meter, the upper wall thickness of 0,30 meters, the bottom wall thickness of 1,0 meters, 0,30 meters thick conterfort, the distance between conterfort 1,50 meters long, 10 meters per segment review . Secure the stability of a retaining wall to bolster however affect the shear, so that the necessary foundation piles with additional bracing to the pile group to rigidify the structure of the walls and the pile. Reinforcement retaining wall using a diameter of 13 mm, 16 mm, 19 mm and 22 mm
PERHITUNGAN STRUKTUR JEMBATAN RANGKA (TRUSS BRIDGE) BENTANG 60 METER DI SAMBOJA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Pengertian jembatan secara umum adalah bagian dari jalan yang merupakan bangunanlayanan lalu lintas (untuk melewatkan lalu lintas), keberadaannya sangat diperlukan untukmenghubungkan ruas jalan yang terputus oleh suatu rintangan seperti sungai, lembah,gorong-gorong, saluran-saluran (air, pipa, kabel, dll) jalan atau lalu lintas lainnya.Jembatan rangka baja (truss bridge) adalah jembatan dengan beban suprastrukturterdiri dari truss. Truss ini adalah struktur elemen terhubung membentuk unit segitiga.Tersusun dari batang-batang yang dihubungkan satu sama lain dengan pelat buhul, pengikatpaku keling, baut atau las. Batang-batang rangka hanya memikul gaya dalam aksial (normal)tekan atau tarik.Secara pokok pembagian area struktur jembatan dibagi kedalam 2 bagian yaitu strukturbangunan atas dan bawah. Untuk bangunan atas jembatan rangka ini menggunakan tipeRangka Baja Bukaka dari Indonesia (kode BMS : RBK). Dimana dalam perencanaankekuatan elemen baja sebagai komponen struktur jembatan harus memperhatikan faktorintegritas komponen - komponen struktural maupun keseluruhan struktur jembatan. Untukmenentukan besar dan jenis gaya pada rangka baja dihitung dengan metode cremona (grafis),dimana panjang garis pada diagram cremona merupakan besarnya gaya – gaya batang.Gambaran umum jembatan ini memiliki bentang sepanjang 60 m dengan lebar 9 m, lebarlantai kendaraan 2 x 3,5 meter dan lebar trotoar @ 1 meter di kanan dan kiri jembatan.Untuk bangunan bawah jembatan menggunakan pondasi tiang pancang, denganstruktur abutment beton bertulang yang telah disesuaikan dengan berbagai beban yang akanditerima dari struktur atas
STUDI PERHITUNGAN KELAYAKAN INVESTASI PADA PROYEK PENINGKATAN STRUKTUR JALAN MALINAU – LONG ALANGO
Estimated cost of the project implementation is crucial to the construction. Estimated costs based on the specifications and working drawings prepared by the owner must ensure that the work done well and on timeBefore investors to invest should be made for any investment feasibility analysis conducted research is to determine the capital to be invested time today in the hope of greater benefit in the future. NPV (Net Present Value) and IRR (Internal Rate of Return) is a method often used by investors to analyze the feasibility of the investment. The formulation of the problem in this paper is How big is the NPV (Net Present Value) and IRR (Internal Rate of Return) of the value of Structure Road Improvement Peningkatan Struktur Jalan Malinau-Long Alango Department of Public Works Kalimantan Timur region of three in 2012? How big is the NPV (Net Present Value) and IRR (Internal Rate of Return) if the project investment costs derived from bank loans?Based on the analysis and discussion that if the NPV obtained using their own capital to Rp. 873 203 421, 89 and IRR, amounting to 10.867%> 10%. While the use of capital obtained a loan from Bank NPV Rp. – 743 345 869, 83 <0, and the IRR obtained at 9:25% <10%. Means the valuation of investment projects Peningkatan Struktur Jalan Malinau-Long Alango Department of Public Works Kalimantan Timur region of three in 2012 should be feasible if using their own capital, and vice versa if all capital obtained from a loan from the Bank is not feasible and should be reconsidered
PERENCANAAN GEOMETRIK JALAN PADA RUAS JALAN MATA AIR, DESA KAUBUN KABUPATEN KUTAI TIMUR
Perencanaan Geometrik Jalan yang sesuai dengan standar sangat disarankan, agar pengendara kendaraan bermotor dapat dengan aman dan nyaman melintasi jalan tersebut serta selamat sampai tujuan. Persyaratan geometrik jalan tersebut antara lain, meliputi : Jarak Pandang. Alinyemen horizontal (lengkung horisontal) pada tikugan jalan dan Alinyemen Vertical (lengkung vertikal) pada tanjakan dan penurunan jalan. Kondisi jalan yang ada di Kalimantan Timur umumnya, khususnya di Kabupaten Kutai Timur sering ditemui kondisi tikungan dan tanjakan serta penurunan jalan yang tidak sesuai dengan standar perencanaan geometrik jalan, termasuk pada ruas Jalan Mata air Desa Kaubun, Kabupaten Kutai Timur.Perencanaan Geometrik Jalan pada ruas Jalan Gemar Mata air Desa Kaubun, Kabupaten Kutai Timur dilakukan dengan metode Bina Marga dan AASHTO, perhitungan hanya di ambil satu bentuk saja baik alinyemen horizontal, alinyemen vertical dan jarak pandang sesuai arahan pada seminar II, hasilnya adalah sebagai berikut:Jarak pandang, terdiri dari :Jarak pandang henti pada STA 0+000 s/d STA 0+150 = 112,95 m .Jarak pandang henti pada STA 0+150 s/d STA 0+250 = 114,40 mJarak pandang henti pada STA 0+250 s/d STA 0+400 = 114,71 mJarak Pandang Mendahului = 447,88 meter.Tikungan Horisontal :Busur lingkaran sederhana (Full Circle/FC) pada STA 1+850 :Dengan metode Bina Marga, diperoleh hasil sebagai berikut :V = 70 Km/jam. Lc = 166,65 m. D = 100. e = 3,0%.R = 955 m. Ec = 3,65 m. Tc = 83,55 m. Ls = 60 m.Dengan metode AASHTO, diperoleh hasil sebagai berikut :V = 70 Km/jam. Lc = 166,65 m. D = 100. e = 3,0%.R = 955 m. Ec = 3,65 m. Tc = 83,55 m. Ls = 60 m.Hasil perhitungan menunjukkan dengan metode Bina Marga dan Metode AASHTO, tidak terdapat perbedaan nilai e dan lainnya.Busur Lingkaran Spiral-Circle-Spiral (SCS) pada STA 0+950 :Dengan metode Bina Marga, diperoleh hasil sebagai berikut :V = 70 Km/jam. Lc = 240,02 m. D = 300. e = 4,7%.R = 573 m. Es = 88,95 m. Tc = 360,97 m. Ls = 60 m.p = 0,263 m. k = 30 m. Alinyemen Vertikal Cekung dan Cembung :Alinyemen Vertikal Cekung dari STA STA 0+350 s/d STA 0+150, elevasinya sebagai berikut :PLV (Peralihan Lengkung Vertikal) STA 0+350 elevasinya +156,6m.PPV (Pusat Perpotongan Vertikal) STA 0+260 elevasinya +150m.PTV (Peralihan Tangen Vertikal) STA 0+400 elevasinya +149,30m
PENGARUH PARKIR PADA JALAN TERHADAP KINERJA RUAS JALAN ABUL HASAN DI KOTA SAMARINDA
Junaidi , technique faculty, study program civil faculty, 17 august 1945 Samarinda University. Research tittle “ Park effect at Road body about procedure Abul Hasan space road in Samarinda city “. This thesis under guidance Ir. Yohanes Nono Juwono MT as counselor I and Sahrullah , ST, MT as counselor II.Traffic jam which caused by shop matters activity indirect have impact to transportation problem many of vehicle which parking, but less of suitable parking area so still found park at border road, so often caused traffic jam in this road.The purpose of this thesis writing is to know par k effect level at Abul Hasan road body in Samarinda city. Substance of this thesis as condition graduate BA Degree in 17 August 1945 University in Samarinda. As information substance for next researcher especially which related with traffic jam and park density at Abul Hasan road body in Samarinda City.From data of result research based on calculation by park existence in road body in this space influence vehicle speed. It seen from speed descent which should more than 45 km/hour (<45km /hour) become 17.234 km/hour .Based on research result hoped at busy hours reduce beside obstacle, because with high beside obstacle will reduce vehicle speed and make density increase so occur adjournment or jamming also reduce road capacity and servicing level in Abul Hasan road space. Expected any park facility that large enough so that nothing vehicle that park in road body caused school and shop matter activity
ANALISA PERENCANAAN JALAN PADA PENINGKATAN RUAS JALAN LOA TEBU - SEBULU STA 0+000 s/d STA 10+000 KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
PEMANFAATAN CLAY EX. BENGALON SEBAGAI AGREGAT BUATAN DAN PASIR EX. TENGGARONG DALAM CAMPURAN BETON DENGAN METODE (AMERICAN CONCRETE INSTITUTE) ACI 211
This study used a mixed design (American Concrete Institute) ACI 211.1 That is done in the laboratory by using artificial coarse aggregate size is the size of coarse aggregate uniform artificial 10 and 40 mm. The sample used for each size of coarse aggregate uniforms made in numbered 30 samples. The results of the overall test that the clay ex. Bengalon have a fairly high abrasion value is 60,08% in aggregate categories that can not be used as coarse aggregate for concrete structural class II and quality of K-125, K-175 and K-225 with abrasion condition (27-40%), a very high absorption values ranged 20,223% that control water demand in the concrete mix is relatively difficult, and low yields an average compressive strength of 28 days produced by the method ACI 211 for ukaran coarse aggregate 10 mm and 40 mm is 9,851 and 9,991 MPa of compressive strength of concrete were targeted (f'cr) = 25,7 MPa
PERHITUNGAN PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN GEDUNG RUMAH SAKIT BAQA DI SAMARINDA DENGAN METODE TAKABEYA DAN SAP 2000
Samarinda Seberang adalah sebuah Kecamatan yang terdapat di kota Samarinda, Kalimantan Timur. Dengan luas daerahnya yang hanya 12,49 km2 kecamatan ini merupakan kecamatan yang terkecil di Samarinda, tetapi mempunyai jumlah kepadatan yang paling tinggi hingga mencapai 66.108 jiwa. Walaupun kecamatan ini terletak berdekatan dengan pusat pemerintahan namun pembangunan yang berada di kecamatan Samarinda Sebrang ini masih belum memenuhi kebutuhan daerah tersebut. Mengingat padatnya jumlah penduduk yang berada di daerah tersebut, kebutuhan akan fasilitas umum sangatlah diperlukan terutama fasilitas di bidang kesehatan. Karena dengan luas yang hanya 12,49 km2dan jumlah penduduk yang mencapai 66.108 jiwa, yang dimana hanya mempunyai satu rumah sakit di kecamatan Samarinda Seberang dan itupun terletak jauh dari pusat kecamatan Samarinda Seberang. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka dibuatlah rancangan bangunan satu gedung Rumah Sakit di Samarinda Seberang yang bertujuan untuk dapat melayani masyarakat di dearah Kecamatan Samarinda Seberang terutama di bidang kesehatan. Struktur gedung rumah sakit bisa dibilang memiliki angka kepentingan yang lebih tinggi dibanding gedung-gedung lainnya. Hal ini dikarenakan gedung rumah sakit harus tetap kokoh setelah mengalami kondisi extreme,gedung rumah sakit hanya boleh mengalami kerusakan tanpa mengalami keruntuhan. Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui gaya - gaya yang bekerja pada struktur bangunan lima lantai,dan untuk mengetahui pemakaian tulangan yang baik,aman dan ekonomis pada struktur tersebut. Dalam perhitungan struktur ini digunakan dua metode yaitu Metode TAKABEYA dan Metode SAP 2000
REVIEW DESAIN JARINGAN TATA AIR RAWA PADA KAWASAN TANJUNG PERENGAT KABUPATEN BERAU Diajukan oleh
East Kalimantan's economy is currently dominated by economy basedexploitation of natural resource that can not be renewd, frpm the Gross RegionlaDomestic Product (GDP) in 2012 amounted to 390.63 is dominated by the miningsector amounted to 50.79 %, while the srgicultural sector accounted for only 5,35%. of course this is not the structure of the economy is expected by the ProvincialGovernment of East Kalimnatan because believe the economy theta rely eklpoitasiwater resources can not be renewe in the near future will decline rapidly as theexhaustion of reserves of water resources.Region of Tanjung Perengat is a region area of swap areas of potentialfor rice farming, due to the design of the network layout swamp water in the areaof cape Perengat are manya that can not be used again it will be conducted toreview the network design the water system in the area headland Perengat is to beuseful for the regional area of rice farming.In reneral from the Cape region of swamps survey area is relatively flatPerengat, which is an area of tidal marsh, where the influence of the tidal reach themost remote areas. Of teh total area covers approximately 2.000 hectares, the typeof land use in the survey area Tanjung Perengat marsh dominated by rice paddies,fields, rubber plantation and the rest are shrubs. Based on the results of laboratoryanalysis, soil fertility level in the survey area swamp Tanjung Perengat generallyis classified as moderat