KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
” PERFORMANCE ANALYSIS OF THE ROAD ON THE ROAD SECTION SOEKARNO - HATTA KM . 37 + 00 TO KM . 57 + 00
Abdul Wahab , NPM : 10.11.1001.7311. 225 , Street Performance Analysis On The Road Soekarno - Hatta Segment KM . 37 + 00 TO KM . 57 + 00 , Supervisor I : Ir. Yayuk Sri Sundari, MT And Supervisor II : Rosa Agustaniah, ST.,MTIt is the capital city of Samarinda in East Kalimantan has a mining license The Very strategic That connects several districts / cities in the area are the initials , so that the growth of the city of Samarinda High Enough EVERY year. BETWEEN initial situation causes an imbalance in the Period Vehicle WITH capacity Yang Number : Available , so the issue of Traffic and Traffic Accidents And Vehicles queue length .As Happens at Soekarno Hatta Street Segment - KM . 37 + 00 TO KM . 57 + 00 in the area are the initials Many vehicles passing by . FOR THAT THERE Must Re- evaluation of the boarding costs went down the road .Composition Composition Of Husband research is to analyze the boarding costs pada road street sunset Soekarno - Hatta KM 37 + 00 Up to KM 57 + 00Composition Composition Of Research husband is Astra Honda Motor as follows : 1. Analyze the Initial ConditionsAnalyze the condition changes during peak hours Passes Traffic And the average - average boarding costs went down the road at rush hourFrom the analysis of Jalan Soekarno - Hatta KM 37 + 000 – KM 57 + 000 To conclude ;a. Vehicle flow ( Q )- Segment I: 579 km / hour- Segment II : 497 km / hourb . Capacity ( C )- Segment I: 561 smp / hour- Segment II : 476 smp / hourc . The degree of saturation ( DS ) - Segment I: 0.22 - Segment II : 0.19d . barriers side - Segment I: 84 Indicators of Genesis ( L ) Low - Segment II : 83 Indicators of Genesis ( L ) Lowe . SPEED And Travel Time - Segment I: 59.07 km / h and takes 6.1 seconds - Segment II : 57.63 km / h and takes 6.1 seconds 2. Based Indicators index Service Level ( Level of Service ) / LOS Roads Soekarno Hatta ( Samarinda - Balikpapan ) Kilometer 37 s/d 57 Kilometers is :The ratio obtained L.o.S = V / C - Segment I: 579 / 2593.5 = 0.22 < 0.85 = A - Segment II : 497 / 2593.5 = 0.19 < 0.85 = A Indicators derived from the index calculation Service Level A OR < 0.85 it can be concluded that free prepaid Flow , Low Volume , High SPEED , and Drivers MAY require speed , expandabilas SPEED What is desired
PEMANFAATAN CLAY EX. BENGALON SEBAGAI AGREGAT KASAR BUATAN DAN PASIR EX. TENGGARONG DALAM CAMPURAN BETON DENGAN METODE STANDAR NASIONAL INDONESIA 03-2847-2002
This study uses a method of designing the concrete mix of Indonesian National Standard 03-2847-2002. That is done in the laboratory using artificial coarse aggregate size is the size of coarse aggregate-made by using the middle limit and random. The sample used for each of the artificial coarse aggregate size amounted to 30 samples.Results of all testing that the clay ex. Bengalon has a fairly high abrasion value is 60.08% in aggregate categories that can not be used as coarse aggregate for concrete structural class II, and the quality of K-125, K-175 and K-225 with abrasion condition (27-40%) , a very high absorption values ranging from 20.223% to control water demand in concrete mix is relatively difficult, and low yields an average compressive strength of 28 days is generated based on the Indonesian National Standard 03-2847-2002 method for coarse aggregate size limit of the middle and random namely 10.372 MPa and 10.089 MPa of compressive strength of concrete were targeted (f'cr) = 25.7 MPa. Keywords: Design Mix Concrete SNI 03-2847-2002, Clay ex. Bengalon, Sand ex. Tenggarong, Concret
Analisis Kinerja Biaya dan Waktu Dengan Metode Nilai Hasil (Earned Value Analysis) Pada Pekerjaan Renovasi Tahap II Asrama Wana Mulia SMK Kehutanan Samarinda
Eka Regitra Deska Febri, Analisis Kinerja Biaya dan Waktu Dengan Metode NilaiHasil (Earned Value Analysis) Pada Pekerjaan Renovasi Tahap II Asrama Wana MuliaSMK Kehutanan Samarinda di bawah bimbingan Bapak Dr. Ir. Hendrik Sulistio, MT, SelakuPembimbing I dan Ibu Ir. Yayuk Sri Sundari, MT, selaku Pembimbing II.Kondisi suatu proyek dipengaruhi banyak faktor lingkungan sehingga suatu proyek akanberbeda dengan proyek yang lain. Pengendalian dalam proyek konstruksi pada umumnyamenyangkut tiga aspek utama, yaitu, biaya, waktu dan SDM. Pengendalian pada umumnyadilakukan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan efisien. Oleh karena itu diperlukan analisisyang memerlukan suatu sistem pengendalian biaya dan jadwal terpadu agar parameter yang dikontrol benar-benar efisien dan dapat menunjukkan dengan tepat kondisi proyek. Suatu bentukpelaporan perkembangan proyek juga diperlukan agar produktivitas pekerjaan terhadap rencanajadwal dan biaya dapat terekam secara objektif, tercatat secara rinci dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masing-masing peserta proyekpenelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya pelaksanaan proyek terhadapnilai kontrak, memprediksi prakiraan biaya pada minggu terakhir, mengetahui kontraktormengalami keuntungan atau kerugian dalam mengerjakan proyek ini dan apakah pekerjaan dilakukan tepat sesuai jadwal.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, studi inimenggambarkan kondisi proyek tertentu dengan analisis data-data yang ada. Analisis datamenggunakan metode analitis dan deskriptif. Analitis berarti data yang sudah ada diolahsedemikian rupa sehingga menghasilkan hasil akhir yang dapat disimpulkan. Sedangkandeskriptif maksudnya adalah dengan memaparkan masalah-masalah yang sudah ada atau tampak.Dari hasil Penelitian Prakiraan biaya akhir pada minggu terakhir yaitu di minggu ke-13.dari hasil nilai estimasi biaya akhir proyek diperoleh EAC (Estimate Temporary Cost), dan darihasil perhitungan bahwa pekerjaan terlaksana tepat sesuai rencana (on schedule).proyek ini pekerjaan sempat mengalami off schedule, tetapi pada akhirnya pekerjaan tepatsesuai rencana. Dalam melaksanakan proyek hendaknya mencermati faktor biaya dan waktusupaya dapat mencapai hasil yang maksima
PERENCANAAN DINDING TURAP DI SUNGAI SEGAH KOTA TANJUNG REDEP KABUPATEN BERAU
Penuntasan sejumlah pembangunan infrastruktur yang dibangun Pemerintah Kabupaten Berau yaitu pembangunan turap yang tersisa sepanjang sekitar ± 220 meter, ini merupakan kelanjutan pembangunan turap di bantaran Sungai Segah, Kelurahan Rinding Kecamatan Gunung Tabur. Tujuan pembangunan turap ini adalah mengatasi longsoran di sekitar badan jalan akibat gerusan air di sepanjang aliran sungai segah.Maksud dari perencanaan ini adalah merencanakan dinding penahan menggunakan konstruksi turap untuk mengatasi longsoran di sekitar badan jalan akibat gerusan air di sepanjang aliran sungai segahAdapun tujuan perencanaan ini adalah sebagai berikut :Dapat Merencanakan konstruksi turapMengetahui profil sheet file untuk konstruksi turapMengetahui panjang angkur yang digunakan untuk konstruksi turapBerdasarkan hasil pembahasan perencanaan dinding turap di Sungai Segah Kabupeten Berau , maka dapat disimpulkan sebagai berikut :Perencanaan konstruksi turap pada lokasi ini dapat menggunakan metode ujung tetap (fixed end methode) dengan pertimbangan bahwa kedalaman penembusan turap sudah cukup dalam, sehingga tanah di bawah dasar galian mampu memberikan tahanan pasif yang cukup untuk mencegah ujung bawah turap berotasi.Ukuran profil sheet file untuk konstruksi turap menggunakan profil turap Larssen dengan tipe profil 430, dimana ukuran untuk profil 430 adalah W (section modulus) = 6450 cm3/m, b (width) = 708 mm, h (height) = 750 mm, t (back thickness) = 12 mm, s (web thickness) = 12 mm.Dalam perencanan konstruksi turap maka dalam perhitungan untuk angkur didapat : panjang angkur = 22 meter, tinggi blok angkur H = 2 meter, panjang blok angkur L = 1 meter, diameter angkur d = 6.5 cm
MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN DRAINASE JL. A.W. SYAHRANI, SANGATTA KUTAI TIMUR Disusun oleh
Manajemen Konstruksi adalah bagaimana sumber daya yang terlibat dalam proyek dapatdiaplikasikan secara tepat. Sumber daya dalam proyek konstruksi diklompokan dalam 6M(Manpower, Material, Mechines, Money, Method and Market). Manajemen memang mempunyaipengertian lebih luas dari pada itu, tetapi definisi tersebut memberikan kenyataan bahwamanajemen terutama mengelola sumber daya manusia, bukan material atau financial karenasemua manager, harus memperdulikan keahlian atau keterampilan khusus mereka harusmelaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan yangmereka inginkan.Studi ini secara khusus membahas bagaimana pelaksanaan Manajemen Konstruksi padaPekerjaan Peningkatan Drainase Jln. AW. Syahrani Sangatta, Kutai Timur. Adapun analisadilakukan dengan cara pengupulan data dan studi literatur.Analisa pada studi ini meliputi penjadwalan proyek, penyusunan kegiatan pekerjaan,perhitungan kedepan ES dan EF, perhitungan kebelakang LS dan LF, dan perhitungan jalurkritis. Dari beberapa analisa diatas didapat lintasan jalur kritis sebagai berikut pekerjaanpersiapan, pekerjaan tanah, pekerjaan drainase, pekerjaan pasangan, pekerjaan trotoar, pekerjaanrekondisi jalan.Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan dengan menggunakan Precedence DiagramMethode (PDM) maka dapat disarankan bagi pihak Kontraktor Pelakasana untuk dapatmengontrol pekerjaan-pekerjaan yang termasuk dalam jalur kritis agar tidak menghambat waktupelaksanaan yang telah direncanakan
REVIEW DESAIN PERHITUNGAN STRUKTUR PROYEK GEDUNG KANTOR SATPOL PP DI KOTA SAMARINDA
Shop building collapse in housing Cendrawasih Permai, Sungai Pinang, Jalan A Yani, Samarinda Kal-team to the attention of all parties. The loss and the impact it had very detrimental to all parties, especially the workers and the project is and how much more casualties. The failure which led to the collapse of the construction of this building is concerned suwatu and tarnished the city samarinda. Seventeen three-storey tenement buildings that collapsed suddenly, leavingdebris crushed material. As a result of this incident the need for building design should consider several criteria, including criteria for the power construction, efficient time and cost, power, wind load, seismic calculations, and also other aspects. Multistory building plan in terms of structure requires careful consideration, particularly building up structural work very useable and implemented standards in the world, especially in the field of civil engineering building. In the implementation of this final project with Design Review to be conducted projected Sick Building Office in the city of Samarinda. Up Design Review for comparison of the structure calculations so that the calculations are reviewed planner and will look different because planners 3 floors and converted into 5 floors. Adaiah calculation method of building structures with SAP 2000 program, Manual calculation using the standard Takabeya. Calculation SNI 03-2847-2002 until this calculatio
ANALISA KAPASITAS PADA RUAS JALAN LETJEN SUPRAPTO DI KOTA SAMARINDA
Ruas Jalan Letjen Suprapto yang merupakan jalan yang berada di pusat Kota Samarinda dan sering dipergunakan oleh pengguna jalan untuk melakukan aktifitas sehari-hari. Sehingga menimbulkan banyak konflik yang berpengaruh cukup besar terhadap arus lalu lintas, dan kapasitas pada ruas Jalan Letjen Suprapto. Kapasitas adalah kemampuan ruas jalan menampung arus atau volume lalu lintas yang ideal dalam satuan waktu tertentu, dinyatakan dalam jumlah kendaraan yang melewati potongan jalan tertentu dalam satu jam (kendaraan/jam), atau dengan mempertimbangan berbagai jenis kendaraan yang melalui suatu jalan digunakan satuan mobil penumpang sebagai satuan kendaraan dalam perhitungan kapasitas maka kapasitas menggunakan satuan mobil penumpang per jam atau (smp/jam).Adanya beberapa permasalahan yang terjadi pada ruas jalan ini, seperti kapasitas jalannya yang sudah tidak sesuai, yang ditandai dengan kondisi lingkungan dan volume kendaraan yang padat, jalur kendaraan dari arah masuk atau keluar dari Jalan Letjen Suprapto yang berada pada ruas jalan tersebut, banyak aktivitas samping jalan pada ruas jalan ini yang sering menimbulkan konflik, kadang-kadang besar pengaruhnya terhadap arus lalu-lintas yang terutama berpengaruh pada kapasitas dan kinerja jalan seperti pejalan kaki, angkutan umum, kendaraan lain berhenti, kendaraan lambat, kendaraan masuk dan keluar dari lahan di samping jalan. Selain itu sering terjadinya kecelakaan akibat sistem pengendalian yang sudah tidak sesuai lagi dengan padatnya kendaraan di kota Samarinda
ANALISIS PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG PENCAK SILAT DI AREA SPORT CENTRE FOLDER AIR HITAM
Dalam pelaksanaan pekerjaan bidang konstruksi dituntut untuk memperhatikan kualitas dan ketetapan untuk penyelesaian suatu proyek. Kegiatan proyek merupakan suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu. Untuk itu dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi diperlukan suatu pengambilan keputusan yang tepat untuk menetukan sasaran yang akan dicapai sesuai dengan standar yang telah ditentukan.Manajemen konstruksi berlangsung seperti siklus yang berulang terus menerus terdiri dari perencanaan,pelaksanaan,evaluasi dan tindak lanjut. Dalam tahap perencanaan, suatu rencana dan standar dibuat untuk melaksanakan suatu proyek dengan batasan biaya ,jadwal dan mutu yang telah dianggarkan pada suatu proyek. Seperti telah diketahui bahwa, dalam suatu dokumen kontrak perjanjian telah ditetapkan waktu pelaksanaan suatu proyek konstruksi yang sangat berpengaruh terhadap nilai pembayaran suatu proyek. Penetapan jangka waktu pelaksanaan sebuah proyek sangat terkait dengan nilai biaya proyek itu sendiri. Bila biaya atau jadwal tidak terkendali sebagaimana mestinya, maka pemilik akan mengalami kesulitan biaya dalam menyelesaikan proyek. Sehingga pengendalian waktu pelaksanaan konstruksi umumnya bersamaan dengan pengendalian biaya. Dari hasil analisis data tentang pengendalian biaya dan waktu pada proyek pembangunan Gedung pencak Silat Di Area Sport Centre,Folder Air Hitam, Samarinda Dapat disimpulkan sebagai berikut :v Schedule Varians (SV) menunjukkan nilai negative (-) artinya pelaksanaan proyek terlambat dari jadwal yang direncanakan dan Cost Varians (CV) menunjukkan nilai negative (-) yang berarti biaya pelaksanaan lebih besar dari anggaran v Nilai ini Menunjukkan CPI < 1 artinya biaya actual yang dikeluarkan lebih besar dari biaya penyelesaian volume pekerjaan yang sudah dilakukan sehingga terjadi penyimpangan biaya (cost ovverun) Untuk pengendalian biaya suatu proyek ada beberapa teknik pengelolaaan yang dapat diterapkan antara lainDengan menggunakan Metode Konsep Nilai hasil (earned Value Concept) yang akurat , detail tepat waktu dan continue serta syarat perencanaan yang baik
Analisa Efisiensi antara Waktu dan Biaya Percepatan Pelaksanaan pada Kegiatan Pembangunan Jalan H.M. Ardan di Kota Samarinda
Tiara Marlita Rosadi, Analisa Efisiensi antara Waktu dan Biaya Percepatan pelaksanaan Pada Kegiatan Pembangunan Jalan H.M Ardan di Kota Samarinda di bawah bimbingan Bapak Ir. H. Benny Mochtar, EA,MT Selaku pembimbing I dan Ibu Rosa Agustaniah, ST,MT, selaku pembimbing II. Pembuatan rencana dan jadwal pelaksanaan proyek selalu mengacu pada kondisi anggapan-anggapan dan prakiraan yang ada pada saat rencana dan jadwal tersebut dibuat, karena itu masalah akan timbul apabila terjadi ketidaksesuaian antara prakiraan dan anggapan dengan kenyataan yang sebenarnya. Dampak umum yang sering terjadi adalah keterlambatan waktu pelaksanaan proyek, disamping meningkatnya biaya pelaksanaan proyek. Keterlambatan pelaksanaan proyek umumnya selalu menimbulkan akibat yang merugikan baik bagi pemilik maupun kontraktor, karena dampak keterlambatan adalah konflik dan perdebatan tentang apa dan siapa yang menjadi penyebab, juga tuntutan waktu dan biaya tambah.Studi ini secara khusus membahas pelaksanaan manajemen proyek Berbasis Efisiensi waktu Pelaksanaan pada Kegiatan Pembangunan Jalan Ardan di Provinsi Kalimantan Timur. Manajemen waktu termasuk kepada proses yang diperlukan untuk memastikan waktu penyelesaian kegiatan. Sistem manajemen waktu berpusat pada berjalan atau tidaknya perencanaan dan penjadwalan kegiatan. Tujuan tugas akhir ini Menganalisa time schedul bar chart dan kurva-S untuk perencanaan waktu kegiatan,Menganalisa percepatan waktu pelaksanaan item-item kegiatan,Mengetahui Biaya waktu kegiatan setelah adanya percepatan pelaksanaan,Berdasarkan hasil analisa didapat : Jadwal waktu pelaksanaan kegiatan selama 35 minggu dimulai dari penandatangan kontrak pada tanggal 1 april 2013. Total Biaya pembangunan jalan Rifaddin-Jembatan Mahulu sebesar Rp. 3.703.456.000,00 .Untuk kegiatan yang mengalami percepatan adalah kegiatan mobilisasi, galian untuk saluran drainase dan saluran air, Timbunan berbutir, Lapis Pondasi Agregat Kelas A, Beton mutu rendah dengan fc = 10 Mpa (K-125), Baja Tulangan BJ 24 Polos, Pondasi cerucuk, pengadaan & pemancangan (10X10X10), Pasangan Batu, Pemeliharaan Rutin Bahu Jalan.Dari hasil perhitungan percepatan kegiatan maka didapat kenaikan total harga adalah: = Rp. 3.366.778.046 + Rp. 31.800.926,62 = 3.398.578.972,62. Prosentase Kenaikan biaya percepatan = (Rp. 3.366.778.046 / 3.398.578.972,62) * 100% = 0,99
STUDI KELAYAKAN INVESTASI PROYEK PENGEMBANGAN KAWASAN PERUMAHAN THE APEL BIRU HILL SAMARINDA
Residences is a basic human needs. The growth rate of human resulted in high demand for residences. The magnitude of this business opportunity make the developers competing to develop a residential area in samarinda city. To develop residential area required considerable funds.The Apel Biru Hill Residence is one of residences which growing in samarinda city. This residence is developing house type 45 and 32 for the project phase 1. To know the project is feasible and profitable to be implemented, is necessary to do feasibility study investment of financial terms. Determining the investment feasibility in this study, using the NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), and PI (Profitability Index) method.From the research result that development project of The Apel Biru Hill residence feasible and profitable to be implemented with NPV ( Net Present Value ) give a positive value as big as Rp. 8.475.248.752,91 , IRR ( Internal Rate of Return ) 11,754 % greater i at the desired rate of return ( IRR > 11 % ) , PI ( Profitability Index ) 1,696 and greater than hinted that PI > 1