KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
STUDI PERBANDINGAN RENCANA ANGGARAN BIAYA DAN RENCANA ANGGARAN PELAKSANA PADA PEMBANGUNAN KANTOR KELURAHAN SEMPAJA SELATAN KOTA SAMARINDA
Rencana anggaran biaya (RAB) di definisikan sebagai perhitungan biaya yang diperkirakan dalam pekerjaan proyek yang disusun berdasarkan bahan upah material serta volume dari setiap item pekerjaan pada gambar atau bestek. Namun dalam pelaksanaan proyek dikenal juga rencana anggaran pelaksanaan (RAP). RAP adalah estimasi perkiraan biaya proyek sesungguhnya yang di butuhkan untuk melaksanakan sebuah proyek hingga tuntas. Pada penelitian ini penulis bertujuan untuk menganalisa selisih rencana anggaran biaya (RAB) berdasarkan SNI dengan rencana anggaran pelaksana (RAP) pada pembangunan Kantor Kelurahan Sempaja Selatan Kota Samarind
ANALISA MANAJEMEN WAKTU METODE PERT DAN CPM DALAM PELAKSANAAN PROYEK REHABILITASI RUANG KELAS SMP NEGERI 12 SAMARINDA
Percepatan durasi proyek merupakan suatu cara untuk mempercepat waktu proyek selesaidari waktu awal yang ditetapkan dengan menambahkan sumber daya pada proyek dengan biayayang sekecil mungkin. Percepatan proyek dilakukan biasanya oleh kontraktor untuk mengatasiketerlambatan yang disebabkan oleh banyak faktor. Pada penelitian ini metode digunakan untukpercepatan proyek adalah Time Cost Trade Off , sedangkan metode untuk penjadwalan proyekadalah metode CPM dan PERT. Penelitan tentang percepatan proyek dengan penjadwalanmenggunakan metode CPM dan PERT sudah banyak dilakukan oleh penelitian sebelumnya.Febriyanto (2011) dalam penelitannya tentang Penggunaaan Analisis CPM dan PERT SystemSebagai Peningkatan Efisiensi Proyek ( Studi Kasus CV.XYZ ) membuat kesimpulan bahwawaktu yang dikerjakan proyek pembuatan batik tulis tradisional menjadi lebih singkat dari 449.5jam menjadi 367 jam, dan untuk batik cap dari 60,5 jam menjadi 48,5 jam. Hal ini menunjukkanefisiensi waktu dan proyek dapat lebih ditingkatk
PENGARUH PENAMBAHAN ABU ARANG KAYU SEBAGAI PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN TERHADAP BETON NORMAL UNTUK PENERAPAN PADA KONSTRUKSI JALAN RIGID PAVEMENT
Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang banyak digunakan dalam pelaksanaan perencanaan bangunan. Perkembangan dibidang teknologi beton juga semakin maju, hal ini dapat dilihat dari berbagai penelitian yang dilakukan dengan menggunakan bahan tambah konstruksi beton, bahan tambah pozolan dan abu terbang (fly ash) yang berfungsi sebagai bahan pengganti atau bahan tambah sebagian semen portland. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan abu arang kayu sebagai pengganti sebagian semen terhadap beton normal dengan persentase 0%, 3%, 6%, dan 9%. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa penambahan abu arang kayu sebagai pengganti sebagian semen pada campuran beton normal dapat mempengaruhi nilai kuat tekan beton, jika semakin banyak jumlah abu arang kayu yang digunakan maka akan semakin menurun nilai kuat tekannya, dengan hasil uji kuat tekan yaitu 0% = 23,43 MPa, 3% = 24,44 MPa, 6% = 15,46 MPa, dan 9% = 14,76 MPa, dengan mutu beton rencana yaitu f'c 23 MPa, dan kuat tekan optimum didapat pada penambahan abu dengan persentase 3%
ANALISA KERUSAKAN JALAN DENGAN METODE PCI DAN BINA MARGA BESERTA ALTERNATIF PENANGANANNYA JALAN RAYA TENGGARONG – KOTA BANGUN KM.15 KEC.LOA IPUH DARAT
Faktor yang sering dianggap menjadi masalah terhadap kerusakan jalan bagi masyrakatyang ada disekitar jalan Poros Tenggarong-Kota Bangun ialah faktor kendaraan yang seringmelintas diruas jalan yang melebihi beban muatan (overload), di samping itu mungkin masihbanyak faktor penyebab kerusakan lainnya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalahmengidentifikasi kondisi perkerasan jalan untuk mengetahui jenis dan tingkat kerusakan yangterjadi serta menghitung jenis dan tingkat kerusakan jalan agar diperoleh nilai PavementCondition Index (PCI) sehingga dapat menentukan jenis perbaikan dan pemeliharaan yangsesuai. dengan cara mengukur panjang, luas dan kedalaman terhadap tiap - tiap jenis kerusakanserta menghitung nilai (density, deduct value, total deduct value, corrected deduct value),sehingga kemudian akan didapat nilai PCI yang merupakan acuan dalam penilaian kondisiperkerasan jalan. Berdasarkan hasil perhitungan maka didapat nilai Pavement Condition Index(PCI) untuk ruas jalan Poros Tenggarong-Kota Bangung KM.15 adalah 52.24. Dari nilai PCIyang didapat maka ruas jalan ini termasuk dalam klasifikasi sedang (fair
PERENCANAAN BABY AND KIDS CARE CENTER DI SAMARINDA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER
Perencanaan Baby and Kids Care Center adalah sebuah pusat perawatan bayi serta anak. Usia mulai 0-1 tahun, anak usia 2-6 tahun. Fungsi dari Perencanaan Baby and Kids Care Center adalah untuk memudahkan para masyarakat kalangan menengah ke atas bisa melakukan perawatan untuk bayi dan anak agar Kesehatan bayi dan anak tetap terjaga. Fasilitas perawatan yang terdapat pada Baby and Kids Care Center untuk bayi adalah baby spa, konsultasi dokter, konsultasi gizi, baby swim, salon rambut bayi dan anak. Sedangkan fasilitas perawatan untuk anak adalah olahraga, manicure pedicure, konsultasi dokter, konsultasi gizi, salon rambut anak, facial hair treatment, area bermain, dan massage. Fasilitas pelengkap pada perencanaan ini adalah kantin, catering makanan bayi, display bed, display stroller, nursery, display mainan, display makanan bayi, display popok, display baju, dan seminar
ANALISA PENGENDALIAN WAKTU PEKERJAAN PADA PROYEK LANJUTAN PEMBANGUNAN GEDUNG LEMBAGA BUDAYA ADAT KUTAI KOTA SAMARINDA
Manajemen proyek adalah semua perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dankoordinasi suatu proyek dari awal (gagasan) hingga berakhirnya proyek untuk menjaminpelaksanaan proyek secara tepat waktu, tepat biaya dan tepat mutu. Kinerja suatu proyek padaumumnya dijadikan tolak ukur terhadap keberhasilan maupun kegagalan pekerjaan konstruksipada umumnya. Manajement proyek yang kurang memperhatikan kinerja dapat berakibat tidakbaik dan sangat merugikan bagi proyek itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui bagaimana menganalisa waktu pelaksanaan dan menganalisa aktivitas lintasan kritiskegiatan proyek dengan menggunakan metode CPM ( Critical Path Method ) dan PERT ( ProjectEvaluation and Review Tecnique ). Penelitian dilakukan pada proyek Lanjutan PembangunanGedung Lembaga Budaya Adat Kutai di Samarinda . Dari hasil penelitian dengan metode CPMdiperoleh waktu penyelesaian selama 52 hari kalender dan metode PERT diperoleh waktupenyelesaian selama 50 hari kalender . Dengan aktivitas lintasan kritis pada proyek adalah A1-A2-A3-A4-A5-A6-A7-A8-A9-B7-B8-B9-B10-B11-B15-B16-B17-B18-B21-B34-B33-B35-B23-B24-B25-B26-B27-B29-B30-B31
PERENCANAAN PUSAT FOTOGRAFI DENGAN PENERAPAN TEMATIK GENRE DI KOTA SAMARINDA
Meningkatnya Fotografi jumlah peminat fotografi serta tumbuhnya komunitas-komunitas, dan media fotografi yang digunakan sebagai sarana penunjang ataupun alat untuk berbagai kegiatan seperti, media massa, perdagangan, kedokteran, pendidikan, ilmu pengetahuan, hukum, dokumentasi, hiburan, seni budaya, bahkan arsitektur, dan masih banyak kegiatan lainnya. Tujuan penelitan dari perencanaan pusat fotografi di kota samarinda, yaitu sebagai fasilitas yang bisa menampung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan fotografi, kegiatan dilakukan untuk memberikan suatu pengenalan, pengetahuan, dan hiburan mengenai fotografi bagi masyarakat luas.Bentuk Pusat Fotografi di Kota Samarinda ini mengambil konsep Tematik Genre menjadikan pusat fotografi ini menjadi bangunan yang memiliki konsep yang bertema pada masing-masing bangunannya, mengambil konsep-konsep kebutuhan ruang dari penekanan tematik genre itu sendiri sehingga mampu menghasilkan bangunan dan ruang-ruang yang dapat menggambarkan arti dari sebuah genre fotografi di kota samarinda
ANALISA PEMETAAN UNTUK PEMELIHARAAN JALAN LINGKUNGAN MENGGUNAKAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KELURAHAN MELAYU KECAMATAN TENGGARONG
Kerusakan jalan merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan kemacetan diberbagai. di jalan lingkungan Kelurahan Melayu, ada beberapa jalan yang mengalami kerusakanjalan seperti bergelombang dan berlubang. Untuk itu dibutuhkan pemantauan dan pengelolaanmengenai kondisi jalan. Salah satu cara untuk mendukung pengelolaan jalan tersebut yaitupembuatan peta tingkat kerusakan jalan menggunakan sistem informasi geografis (Arcgis).Penelitian ini menggunakan metode pengamatan langsung di lapangan. Penilaian kondisi jalanlingkungan dilaksanakan dengan merujuk pada Tata Cara Penyusunan Program PemeliharaanJalan Kota yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Hasil dari survei dimasukkanke dalam attribute table pada Arcgis. Hasil dari penelitian ini adalah nilai kondisi masing-masingruas jalan lingkungan di Kelurahan Melayu. Dari 26 ruas jalan lingkungan terdapat 2 ruas jalandengan nilai 9, 2 ruas jalan dengan nilai 10, 1 ruas jalan dengan nilai 11, 4 ruas jalan dengan nilai12, 5 ruas jalan dengan nilai 13, 4 ruas jalan dengan nilai 14 dan 8 ruas jalan dengan nilai 15.Seluruh jalan lingkungan Kelurahan Melayu masuk dalam kategori pemelirahaan rutin denganmemperoleh nilai prioritas >7. Dengan estimasi biaya dari total 26 ruas jalan di KelurahanMelayu Kecamatan Tenggarong adalah Rp. 3.387.123.000,00. Hasil dari Pemetaan kondisi jalanLingkungan di Kelurahan Melayu Kecamatan Tenggarong adalah panjang jalan, lebar jalan,prosentasi kerusakan jalan, nilai prioritas jalan, urutan prioritas jalan dan Estimasi biaya, darihasil tersebut dimuat kedalam aplikasi Arcgis. Langkah membuat pemetaan kondisi jalanlingkungan melalui software ArcGIS 10.2 dimulai dengan membuat data spasial KelurahanMelayu Kecamatan Tenggarong secara lengkap sehingga dapat menghasilkan peta sisteminformasi geografis sebagai data base yang dapat di hubungkan ke sofware software lainnya
PENGGUNAAN ADDITIVE NORMET TANCEM 8R DENGAN MENGGUNAKAN POMPA BETON (Concrete pump)
Pembangunan di Indonesia mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memerlukaninfrastruktur yang memadai, termasuk peningkatan dalam sektor konstruksi. Permintaan akanbahan bangunan, seperti batu split, meningkat, mendukung perusahaan beton, contohnya PT.Kaltim Jaya Beton, dalam menyediakan beton siap pakai. Penggunaan alat seperti concrete pumpmenjadi kunci untuk pengecoran yang efisien dalam pekerjaan konstruksi. Penelitian inimemperhitungkan faktor-faktor seperti nilai slump beton dan penggunaan bahan tambahan untukmenjaga kualitas beton selama pengecoran. Dari hasil pengujian, perbandingan kuat tekan murnidengan penggunaan normet tarcem 8R 400ml adalah 1.76%, dengan nilai rata-rata kuat tekanbeton normal 275.99 kg/cm2 dan kuat tekan beton campuran 285.80 kg/cm2
ANALISA BIAYA DAN WAKTU PEMAKAIAN ALAT BERAT PADA PROYEK PENANGANAN LONGSORAN JALAN LABANAN-TJ. REDEB-BTS. BULUNGAN- GN. TABUR-USIRAN-TJ. BATU KABUPATEN BERAU
Produktivitas adalah kemampuan produksi suatu alat berat dengan stuan meter kubik perjam, Pada penelitian ini merupakan penelitian untuk timbunan pilihan dari sumber galian yangmenggunakan alat berat penimbunan, perataan, pemadatan dan pengangkutan. Produktivitas alatberat dipengaruhi oleh kapasitas masing-masing alat berat, kondisi kerja dan waktu siklus. Padapenelitian ini dilaksanakan pada proyek Penanganan Longsoran Jalan Labanan-Tj. Redeb-Btas.Bulungan-Gn. Tabur-Usiran-Tj. Batu Kabupaten Berau. Dengan menggunakan alat berat dumptruck untuk mengankut tanah timbunan pilihan dari sumber galian yang sdh digali, motor graderuntuk meratakan tanah timbunan yang sudah di buang oleh dump truk, vibrator roller untukmemedatkan tanah timbunan yang sudah dihampar oleh motor grader, excavator untuk menggalidan memuat material timbunan ke dalam dump truck. Tujuan dari penelitian ini untukmengetahui biaya dan waktu penggunaan alat berat tersebut dalam pekerjaan timbunan pilihandari sumber galian. Jumlah total timbunan pilihan dari sumber galian 2.71,43 m³ didapatkanproduktivitas dump truck 115,21 m³/jam, motor grader 39,79 m³/jam, vibrator roller 370,44m³/jam, excavator 123,64 m³/jam. Dengan waktu penyelesaian dump truck 23,57 jam atau 3,37hari, motor grader 19,46 jam atau 2,78 hari, vibrator roller 7,33 jam atau 1,05 hari, excavator21,96 jam atau 3,14 hari. Menggunakan alat berat berupa 4 unit dump truck, 1 unit motor grader,1 unit vibrator roller, 1 unit excavator. Total anggaran biaya untuk menyelesaikan pekerjaantersebut adalah Rp. 425.002.324,56 dibulatkan Rp. 425.002.000,00