KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
STUDI OPTIMALISASI SIMPANG EMPAT BERSINYAL DI SIMPANG EMPAT AIR HITAM KOTA SAMARINDA
Volume lalu lintas Kota Samarinda mengalami peningkatan setiap tahunnya yang diakibatkan bertambahnya jumlah kepemilikan kendaraan. Kemacetan pada perempatan Simpang Air Hitam Samarinda merupakan salah satu dampak dari pertumbuhan lalu lintas yang cukup tinggi dan belum berfungsinya system lalu lintas secara baik. Dengan memperhatikan kondisi geometri jalan, volume arus lalulintas, hambatan samping dan lingkungan simpang yang merupakan daerah komersil, maka dicoba untuk diatasi dengan menggunakan manajemen simpang bersinyal. Cara penelitian yang dilakukan adalah dengan melakukan survey di lapangan untuk mendapatkan data primer maupun data sekunder yang kemudian akan diolah dengan menggunakan manajemen simpang. Perencanaan menggunakan acuan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dan menggunakan program Excel 2010 untuk mengolah data lalu lintas. Data lalu lintas diperoleh dari pencacahan jumlah kendaraan di lapangan yang dilakukan selama 3 hari (09, 10, 11 Juli 2013) pada jam-jam sibuk dan disajikan dalam bentuk tabel data kendaraan dan kemudian perilaku lalu lintas simpang dapat dianalisis Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa persimpangan Simpan Empat Air Hitam Samarinda memiliki nilai Derajat Kejenuhan (DS) = 0.89. Nilai ini telah melewati nilai derajat kejenuhan yang disarankan oleh MKJI 1997 untuk simpang bersinyal yaitu DS ≤ 0,85. Rekayasa geometri yang telah dilakukan sebagai alternatif dapat mengurang derajat kejenuhan yang diinginkan yaitu sesuai dengan yang disarankan olen MKJI 1997
PENGARUH PENAMBAHAN ANTI STRIPPING PADA CAMPURAN ASPAL BETON AC-WC DENGAN MATERIAL SPLIT EX. PALU DAN PASIR PUTIH EX. MUARA BADAK
Dalam masa pelayanannya, campuran aspal akan mudah mengalami stripping atau pengelupasan aspal dari agregat yang disebabkan oleh hilangnya ikatan atau adhesi dari campuran tersebut. Hal ini mengakibatkan beberapa jenis kerusakan perkerasan seperti bergelombang, retak – retak dan mendorong pelepasan butiran-butiran agregat pada badan jalan.Salah satu cara untuk mengatasi kerusakan-kerusakan pada jalan dengan memperbaiki perilaku campuran beraspalnya,yaitu dengan cara meningkatkan kualitas sifat-sifat aspal, kualitas agregat, dan memperbaiki mekanisme pengolahan.Metode - metode yang digunakan dalam menganalisa mengacu kepada (Standar Nasional Indonesia) dan Spesifikasi Umum. Untuk mendapatkan hasil analisa yang sesuai dengan standar dan spesifikasi maka benda uji di buat bervariasi seperti menggunakan variasi batas atas,tengah ataupun bawah pada perencanaan analisa saringan dan komposisi campuran sesuai dengan hasil presentasi serta pengaruh penambahan anti stripping (anti pengelupasan) pada campuran aspal .Adapun batasan masalah dalam penelitian ini antara lain adalah Campuran aspal yang ditinjau adalah aspal beton AC-WC, material menggunakan Split Ex. Palu, dan Pasir Putih Ex. Muara Badak, aspal yang digunakan yaitu aspal pertamina penetrasi 60/70, parameter pengujian menggunakan metodemarshall dan pada pengujian stabilitas sisa marshall dengan kadar aspal optimum menggunakan penambahan anti stripping sebanyak 0,2%, 0,3%, 0,4%, 0,5% terhadap berat aspal, tidak melakukan penelitian terhadap anti stripping, Tidak melakukan pengujian pada aspal.Maksud dari penelitian ini adalah menganalisa pengaruh penambahan Anti Stripping pada campuran aspal beton AC–WC dengan menggunakan material Split Ex. Palu dan Pasir Putih Ex. Muara Badak. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan anti stripping pada campuran aspal AC–WC menggunakan material Split Ex. Palu dan Pasir Putih Ex. Muara Badak terhadap nilai – nilai karakteristik Marshall yang memenuhi spesifikasi
EVALUASI BUNDARAN DI SIMPUL JALAN CIPTO MANGUNKUSUMO KOTA BONTANG
Titik Simpul atau persimpangan Jalan Cipto Mangunkusumo yang biasa dikenal warga Kota Bontang dengan Bundaran Bukit Sintuk merupakan persimpangan pada jam-jam sibuk di pagi dan sore hari merupakan persimpangan yang sering terjadi antrian atau tundaan akibat adanya aktifitas kegiatan warga yang berangkat dan pulang bekerja, mengingat sebelah Utara Kota Bontang terdapat Pabrik Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Geometrik Bundaran Bukit Sintuk ini sudah ada sejak beberapa tahun yang lalu dan hingga kini tidak berubah. Seiring dengan bertambahnya volume kendaraan, jumlah penduduk dan adanya aktifitas kegiatan maka titik simpul di bundaran ini semakin meningkat pula kendaraan yang melewatinyaMaksud dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja bundaran dengan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI’97) pada Jalan Cipto Mangunkusumo di Kota Bontang.Berdasarkan hasil analisis analisis bundaran Jalan Cipto Mangunkusumo (Utara dan Selatan) – Jalan Perum. Pupuk Kaltim – Jalan Bukit Sintuk di Kota Bontang didapat ;a. Kondisi (eksisting) jam puncak volume lalu lintas maka kinerja bundaran terdiri dari kapasitas rata-rata sebesar 2632,984 smp/jam, Arus bagian jalinan rata-rata sebesar 1718,5309 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) rata-rata sebesar 0,654 0,85 dan kondisi volume lalu lintas pada jam di rata-rata sebesar 0,332 < 0,8
PUSAT DESAIN DAN PEMBUATAN MEBEL
Tingginya kebutuhan manusia akan ruang dan perabotan didalamnyabaik tempat tinggal, kantor dan sebagainya serta banyaknya pembangunangedung maupun perumahan baru dan belum ada wadah berkumpulnya semuakegiatan mengenai mebel dalam satu tempat, untuk itulah dibutuhkannyaPusat Desain dan Pembuatan Mebel yang merupakan sebuah bangunan yangmenyediakan suatu sarana untuk semua kegiatan mebel yang meliputikonsultasi, desain, pembuatan dan penjualan mebel yang serba praktis bagimasyarakat dengan konsep one stop furniture design center dimanamasyarakat dapat memenuhi kebutuhan ruang dalam sekaligus pada satuwadah dengan konsep bangunan dan mebel yaitu modern
ANALISA PERENCANAAN DINDING PENAHAAN TANAH JL. BONTANG – SANGATTA STA 34+300 KIRI PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Retaining wall construction is a structure built to withstand ground sloped / slope where the soil stability can not be guaranteed by the land itself. Building retaining wall used to hold the lateral earth pressure caused by soil or soil urugan native unstable due to topographical conditions. The aim of this study was to plan for retaining wall in order to withstand the force Against Bolster, Slide and Stability (collapse). Calculation of earth pressure calculated stability against collapse of the soil bearing capacity. Results planning cantilever-type retaining walls using soil data on the laboratory test results to the Bontang location Sangatta in STA 34 + 300 left
KAJIAN STABILITAS PONDASI KELOMPOK TIANG PANCANG RENCANA JEMBATAN MUALAF KECAMATAN TENGGARONG
The bridge is a transportation infrastructure that serves to connect thetwo regions that were cut off by relief or differences in contour or a flameranges such as rivers and valleys. Construction of the bridge is influenced bymany things such as the location, the position of the point of the bridge and thetype of soil at the construction site of the bridge. Muallaf bridge constructionplan is one of the main plan of the development of the existing road network inTenggarong District, Regency, where the road is planned to be an alternativeroad that connects with the road axis Tenggarong District to the District KotaBangun.In this study reviewed studies on the stability of the bridge pile foundationstake using a steel stake diameter of 400 mm, a depth of 30 meters and a plan ofthe calculation results obtained by the largest axial force axial force KN11634,33 and 1035,15 KN largest license or pile foundation is able to acceptthe style axial works. While pile experienced buckling due to lateral forces
STUDI JARINGAN IRIGASI DAERAH RAWA SEBAKUNG KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA
Daerah Rawa Sebakung Kabupaten Penajam Paser Utara, masih sering mengalami banjir, terjadi karena sistem tata air yang jaringan salurannya mempunyai kapasitas yang kecil tidak mampu mengalirkan aliran saat banjir terjadi, terutama wilayah desa Petiku yang paling parah menerima limpasan air, terutama disaat air pasang di sungai Telake. Pada musim kemarau saluran tidak terisi air, saat musim hujan areal lahan sawah banjir. Umumnya jaringan tata air tidak terpelihara dengan baik. Dalam arti biaya operasi dan pemeliharaan yang tidak seimbang dengan areal luas lahan yang ada sat ini.Daerah Rawa Sebakung Kabupaten Penajam Paser Utara mempunyai luas 4.163,31 Ha yang berada di daerah rawa Sebakung, di desa Sri Raharja dan desa Rawa Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Desa Petiku, Kecamatan Longkali, Kabupaten Paser.Kondisi lahan yang dimaksud adalah bahwa daerah ini merupakan daerah rawa pasang surut dimana pasang surut sungai dapat mencapai areal, sehingga saat musim hujan air tidak bisa langsung dibuang ke sungai.Sehubungan dengan pelaksnaan konstruksi pada masa mendatang perlu dilakukan sosialisasi kepada Petani Pemakai Air (PPA) tentang maksud dan tujuan dari pelaksanaan pekerjaan serta persiapan sumber daya manusia dalam hal ini masyarakat Daerah Rawa Sebakung khususnya wakil-wakil kelompok tani agar dapat melaksanakan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi yang ada. Dalam rangka pengembangan areal Irigasi Daerah Rawa Sebakung maka perlu diadakan studi lebih lanjut pada areal potensial serta perencanaan konstruksi jaringan tata air yang ada untuk melanyani pengembangan irigasi Daerah Rawa Sebakung pada masa mendatang
ANALISA TIANG PANCANG PADA JEMBATAN TIMBANG TELUK DALAM COAL TERMINAL
Jembatan timbang berfungsi untuk menimbang atau mengetahui berat truck baik dalam keadaan kosong maupun dalam keadaan muatan. Proses penimbangan dilakukan setelah truck berada di atas lantai jembatan dan truck tersebut dalam keadaan berhenti dalam waktu kurang lebih satu menit, maka load cell akan membaca beban atau berat kendaraan yang ada diatas jembatan tersebut dan dapat di lihat di monitor yang telah disediakan di dalam ruang kontrol.Jembatan timbang Teluk Dalam Coal Terminal sangat dibutuhkan untuk mengetahui volume batu bara yang dibawa dari tambang dan akan tempatkan di stock pile sebelum dilakukan proses pengapalan. Untuk mendapatkan hasil timbangan yang akurat maka perlu di dukung dengan konstruksi yang kuat, baik konstruksi jembatannya maupun konstruksi pondasinya.Metode yang digunakan untuk pengambilan data tanah yaitu dengan menggunakan sondir yang dilaksanakan dilapangan. Untuk anlisa pembebanan jembatan digunakan analisa berdasarkan Pedoman Pembebanan Jembatan Jalan Raya Sedangkan untuki anlisa tiang pancang berdasarkan analisa Pondasi Tiang Pancang.Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, dimensi tiang pancang beton persegi 25x25 cm, tiang pancang beton bulat diameter 30 cm dan tiang pancang kayu ulin 25x25 cm dengan jumlah 8 tiang cukup kuat untuk menahan beban jembatan timbang tersebut
THE DESIGN OF NORMAL CONCRETE AND BENDRAT FIBRE CONCRETE WITH MAHAKAM SAND AND SPLIT STONES OF KUTAI BARAT
Normal concrete is concrete with content weight of 2200 – 2500 kg/m3 composed of split aggregates. Fibre concrete is a mixture of normal concrete and other fibrous materials, whose fibres measure 5 cm with variation of 5% and 10% of the weight of concrete. This research purpose to investigate the difference between the compressive strength exerted by normal concrete and bendrat fibre concrete and that by coarse aggregate of split from Kutai Barat and sand aggregate from Mahakam.This research utilizes mixed design method (Indonesian National Standard—SNI 03-2847-2002) and is carried out in laboratory with the maximum size of coarse aggregate at 40 mm. The samples collected include normal concrete, fibre concrete of 5% and fibre concrete of 10%, each of which has 30 samples. That said, there are 90 samples in total.Based on the compressive strength test of normal concrete at its 28 days, the value of average compressive strength (f’cr) = 132,25 kg/cm² and the prerequisite compressive strength (f’c) = 115,07 kg/cm², compared to its targeted average compressive strength (f’cr) = 255 kg/cm² and its prerequisite compressive strength (f’c) = 175 kg/cm2. The compressive strength test of 5% fibre concrete at its 28 days shows that the value of average compressive strength (f’cr) = 155,48,25 kg/cm² and the prerequisite compressive strength (f’c) = 134,4 kg/cm², compared to its targeted average compressive strength (f’cr) = 255 kg/cm² and its prerequisite compressive strength (f’c) = 175 kg/cm2. Lastly, the compressive strength test of 10% fibre concrete at its 28 days, the value of the targeted average compressive strength (f’cr) = 159,25 kg/m2 and the prerequisite compressive strength (f’c) = 133,46 kg/cm2, compared to its targeted average compressive strength (f’cr) = 255 kg/cm² and its prerequisite compressive strength (f’c) = 175 kg/cm2
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN SENTOSA-KEMAKMURAN-PELITA-LAMBUNG MANGKURAT-KH. AHMAD DAHLAN-BASUKI RAHMAT I KOTA SAMARINDA
One of the sector in effort develop one of the area is to develop build transportation fasilities and basic fasilities. Requirement of service activities and public transport will very affecting at its excelsior of ability number of is ownership of motor vehicle and also support by change of band road and public transport in town of Samarinda. Reffering to the increasing of hour at road street in town of Samarinda resulted progressively increasing it of is ownership of vehicle, and also the limited fund for development in sector of transportation land result not yet functioned decently operation of traffic facility which have been owned. From the calculation in road Sentosa – Kemakmuran – Pelita – Lambung Mangkurat - KH. Ahmad dahlan – Basuki Rahmat I result the level of service on the peak hours : on the roads Sentosa – Kemakmuran – Pelita, KH. Ahmad Dahlan and Basuki Rahmat I in the category D, where traffic is saturation and low speed, and roads Lambung Mangkurat in the category E, where traffic began to misfire and low speed. From the results that have been concluded, that the level of service roads Lambung Mangkurat Samarinda has been unable to serve vehicle passing the main influencing factors and should be addressed by enforcement of illegal parking as well restaurant and shops that takes the road