KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
RESCHEDULING WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PADA PEMBANGUNAN GEDUNG SMA UNGGULAN SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Sigit Nandya Pratama, Perencanaan suatu proyek sangat mutlak dibutuhkan agar proyek yang akan dibangun tidak mengalami keterlambatan waktu dan tepat dalam penyelesaiannya. Dahulu perencanaan suatu proyek dilakukan secara manual tetapi dengan kemajuan teknologi modern. ada beberapa metode dan program computer yang dikembangkan. suatu aplikasi untuk menjawab berbagai masalah dalam perencanaan dan pengendalian proyek.Tujuan dan manfaat dari penelitian ini adalah mengetahui penerapan penjadwalan pelaksanaan pada proyek pembangunan Gedung SMA Unggulan Samarinda Provinsi Kalimantan Timur menggunakan metode Critical Path Method (CPM), Precedence Diagram Method (PDM) dan metode Microsoft Poject. Dimulai dari Penentuan penjadwalan ulang (rescheduling) waktu pelaksanaan. setelah itu dilakukan analisa dengan beberapa methode di mulai dengan mengunakan analisa Critical Path Method (CPM), Precedence Diagram Method (PDM) dan analisa metode Microsoft project agar mengetahui durasi proyek total. Hasil penelitian rescheduling dengan analisa perhitungan Metode Critical Path Method (CPM) didapat total durasi waktu 143 hari, maka terdapat tujuh kegiatan yang termasuk jalur kritis, yaitu kegiatan (A,B,C,D,E,F,H). Sedangkan hasil penelitian dengan analisa perhitungan Metode Precedence Diagram Method (PDM) didapat total durasi waktu 122 hari, maka terdapat enam kegiatan yang termasuk jalur kritis, yaitu kegiatan (A,B,C,D,E,H). serta hasil penelitian dengan analisa perhitungan Metode Microsoft project didapat total durasi waktu 136 hari, maka terdapat empat kegiatan yang termasuk jalur kritis, yaitu kegiatan (B, C,D,E)
CHARACTERISTICS OF NORMAL CONCRETE USING AGGREGATE LATERITE SAND AND FLY ASH AS AN INGREDIENT ADDED
Thesis civil engineering Faculty departements unversitas 17 August 1945 samarinda.Normal concrete is concrete has a bulk density 2200-2500 kg/mᶾ using coarse aggregate laterite rupture or without at rupture.Concrete material is a mixture of fly ash added plus fly ash concrete, generally in the form of particles-particles of added material can be any admixture of asbestos fibers, plastic fibers polypropylene, or a piece of steel wir. Fly ash in concrete works to improve the workability of cement and reduced water consumption. That makes concrete more ductile than ordinary concrete. The purpose of thi study to compare the compressive strength at yield normal concrete and concrete using fly ash added materials and coarse aggregate of laterite red soil and fine aggregat from the red earth samarinda northThis study uses a mixture of national standard design method Indonesia 03-2847-2002 conducted in the laboratory using the maximum size of coarse aggregat is 30 mili-meters samples used for normal concrete and concrete material variation plus 5% and 10% respectively variation using 30 samples and the total number of samples is 90 samples From the test results normal concrete compressive strength at 28 days compressive strength value of the average - average need (f'cr) is 101.528 and the compressive strength required (f'c) is 86.95 kg / cm2 of the average compressive strength needs to be targeted right (f'cr) = 205 kg / cm2 and the compressive strength which hinted (f'c) = 125 kg / cm2. Materials testing concrete compressive strength of fly ash added 5% at 28 days the compressive strength average in the target (f'cr) was 110.47 kg / cm2 and the compressive strength which hinted (f'c) is 98.01 kg / cm2 of the average compressive strength - need targeted average (FCR) = 205 kg / cm2 and the compressive strength which hinted (f'c) = 125 kg / cm2. Concrete compressive strength testing of materials plus 10% fly ash pad aumur 28 days the compressive strength average (f'cr) was 118.07 kg / cm2 and the compressive strength required (f'c) is 98.26 kg / cm2 of compressive strength of the average - average need are on target (f'cr) = 205 kg / cm2 and the compressive strength which hinted (f'c) = 125 kg / cm2
EVALUASI MUTU BETON PEKERJAAN SEMENISASI PADA PEMBANGUNAN JALAN LINGKUNGAN DI KABUPATEN KUTAI TIMUR
Konstruksi perkerasan kaku (Rigid Pavement) banyak digunakan pada kondisi tanah dasar yang mempunyai daya dukung rendah, atau pada kondisi tanah yang mempunyai daya dukung yang tidak seragam. Kelebihan dari konstruksi perkerasan kaku adalah sifat kekakuannya yang mampu menahan beban roda kendaraan dan menyebarkannya ke tanah dasar secara efisien. Semenisasi yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Kutai Timur diutamakan pada jalan lingkungan karena kendaraan dan beban gandarnya retif kecil. Pembanguan jalan semenisasi yang dilakukan pada penelitian di pada Kecamatan Muara Ancalong dan Kecamatan Muara Bengkal masuk pada zona VII.Maksudnya penelitian untuk mengetahui kualitas beton dari hasil pekerjaan beton semen di Zona VII pada Kecamatan Muara Ancalong dan Kecamatan Muara Bengkal. Sedangkan tujuan untuk mengetahui kualitas beton semen yang dilaksanakan dilapangan pada pembangunan jalan lingkungan di Zona VII dan mengetahui kualitas karakteristik beton semen dibeberapa lokasi pada pembangunan jalan lingkungan di Zona VII Kecamatan Muara Ancalong dan Kecamatan Muara Bengkal.Kuat tekan beton harus lebih besar dari f’c = 250,000 Kg/cm2 sedangkan hasil produksi beton di lapangan hasil analisa perhitungan yang memenuhi syarat hanya pada lokasi penelitian gang 6 di Zona VII pada Kecamatan Muara Ancalong dengan Kuat Tekan Beton Rata-Rata (f’cr) = 270,357 Kg/cm2, Standar Deviasi (S) = 10,644 Kg/cm2 dan Kuat Tekan Beton Karakteristik (f’c) = 252,902 Kg/cm
DESAIN SOFTWARE DINDING PENAHAN TANAH TIPE KANTILEVER DENGAN PROGRAM VISUAL BASIC 6.0
La Ode Muhyamin, Desain software dinding penahan tanah tipe kantilever dengan program Visual Basic 6.0, di bawah bimbingan Dr.H.Habir,MT. dan Zulfan Syahputra, ST., MT.Dinding penahan tanah tipe kantilever adalah suatu wujud konstruksi penahan longsoran yang banyak digunakan dalam dunia konstruksi, kondisi tanah di lapangan atau di lokasi pembangunan sangat menentukan keakuratan hasil desain dinding penahan tanah.Dalam merancang suatu struktur dinding penahan tanah tipe kantilever, analisa dimensi rencana terhadap stabilitas struktur bila dihadapkan pada kondisi tanah sangat menentukan kekuatan dan umur dari struktur dinding penahan tanah tersebut.Dengan Mendesain program melalui visual basic, maka akan mempercepat proses kerja dalam merancang dimensi hingga rencana penulangan suatu struktur khususnya dinding penahan tanah tipe kantilever dengan hasil yang akurat
ALTERNATIVE STUDY PRESTRESSED BEAMS ON THE SEI BURUNG BRIDGE IN BERAU
Capability and reliability for a bridge is really effected by a type and a power of beam girder. Sei Burung bridge with a iron girder which spread over a brackish water is very susceptible to corrosion where it can decrease the strength and resilience of the bridge.By doing an alternative study for planning back the structure of a bridge, especially for a main girder by using Prestress Concrete’s profile and got the best bridge design structure, so hopefully it can solved that problem.This alternative study is using a reference standard of American Association of State Highway and Transportation Officials (AASTHO) for deciding dimension and the number of tendon, layout of placement cables and calculation of loss of voltage which are based on the book TY.LinThe result of calculation and discussion we got tendon dimension type ES- 46 using a single tendon uncoated 7 wire super stands ASTMA-416 grade type with LOP about 17,75& and first prestress style 572747,548 Kg has loss prestress by 20% so that there is 470 tons of effective stress left with a last stress produced is about - 165,670 to press and 16,133 to pul
STUDI STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH BERDASARKAN PENGARUH TINGGI DINDING RENCANA RETAINING WALL DESA MARGOMULYO KECAMATAN LOA JANAN
Margomulyo village is one of the villages located in District Loa JananRegency, the village is located in the mining area which led to several roadsleading to the village is experiencing landslides due to soil instability. On somestreets Village Margomulyo Loa Janan subdistrict are point landslide whichthen inhibits the flow of traffic and transportation.To overcome this avalanche handling efforts by using retaining wallconstruction. The purpose of the handling of avalanche course in order to avoidthe termination of the road so that it can interfere with the performance of theroad at that location. Retaining wall is a construction model of prevention oflandslides that have long been used ever since the ancient Roman era. With thedevelopment of construction technology fairly rapid construction of retainingwall has evolved into a variety of shapes and materials used, but theparameters of the construction is the ability to accept vertical and horizontalloads.The study on high retaining wall is one way to measure the level ofsuccess in the use of this type of construction for the prevention of avalanchesespecially on roads Margomulyo Village, District Loa Janan, Kutai regency.The limit problem in this study is more focussed includes, calculating thedimensions of a retaining wall using type counterfort, burdens the work is itsown weight, additional dead load, traffic load, the load pressure of the soil andearthquake loads, calculations using two alternative high dimensional plan thatis 3 meters and 5 meters with a segment length is 15 meters and the quality ofconcrete used is K.275, or 275 kg / cm2. From the calculation results can be thelargest vertical force 1848.8919 KN, and 685,802 KN greatest shear forces. Inthe 3 meter high wall construction secured against rolling, but the 5 meter highwall construction is not safe, especially on the y axis retaining wall. Whileunder the influence of shear retaining wall construction is quite safe
ANALISA PELAKSANAAN MANAJEMEN WAKTU PADA PROYEK KONSTRUKSI JALAN
Seiring dengan perkembangan dunia industri, begitu juga denganperkembangan transportasi, maka tingkat kesulitan untuk mengelola danmenjalankan sebuah proyek semakin tinggi. Semakin tinggi tingkat kesulitannya,berarti semakin panjang durasi waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatuproyek.Oleh karena itu disini sangat diperlukan suatu manajemen waktu yang baikdengan berbagai macam metode yang tepat dan salah satu meode manajemanwaktu tersebut yaitu metode AON, selain mempertajam prioritas metode AON inijuga mengusahakan peningkatan efisiensi dan efektivitas pengelolaan proyek agardicapai hasil yang maksimal dari sumber daya yang tersedia. Semuanya itu untukmencapai tujuan dari sebuah proyek, yaitu kesuksesan yang memenuhi kriteriawaktu (jadwal), juga biaya (anggaran) dan mutu (kualitas).Selain manajemen waktu yang baik, tentu juga harus diikuti denganpelaksanaan proyek yang baik dan sesuai dengan perencanaannya. Denganmanajemen waktu yang tepat dan pelaksanaan yang baik, maka resiko proyekakan mengalami keterlambatan menjadi kecil. Secara langsung hal tersebut akanmengurangi pembengkakan biaya proyek, serta pada akhirnya akan memberikankeuntungan tersendiri bagi para Kontraktor sebagai penanggungjawabpelaksanaan proyek.Saat ini banyak dijumpai proyek-proyek kontruksi jalan yang mempunyaiperforma yang kurang baik dalam hal manajemen waktu pada perusahaankontraktor, seperti pada proyek Konstruksi Jalan. Diperlukan suatu analisa tentangpelaksanaan manajemen waktu dengan metode AON proyek Konstruksi Jalanpada perusahaan PT. Madu Indah Group di Samarinda, sehingga dapat diketahuikekurangan dan kelemahan yang dilakukan selama ini, yang nantinya dapatmenjadi masukan bagi Kontraktor pelaksana lainnya, untuk dapat lebih baik lagidalam pelaksanaan manajemen waktu suatu proyek kontruksi jalan
OPTIMALISASI WAKTU PELAKSANAAN PADA PEMBANGUNAN FISIK PENATAAN KOTA HIJAU KAWASAN TAMAN ADI PURA KOTA BONTANG
Waktu pelaksanaan berpengaruh terhadap keberhasilan dan kegagalan suatu proyek konstruksi, waktu yang optimal dalam pelaksanaan konstruksi sebagaimana diatur oleh pelaksana lapangan agar mendapatkan hasil yang sempurna. Waktu pelaksanaan merupakan Tolak ukur keberhasilan proyek biasanya dilihat dari waktu penyelesaian yang sangat singkat dari waktu pelaksanaan kontrak. Oleh karena itu usaha untuk mengoptimalisasikan waktu pelaksanaan sangat penting dalam pekerjaan suatu proyek konstruksi. Waktu pelaksanaan adalah waktu yang di atur atau direncanan sebelum memulai suatu aktivitas proyek dalam pengaturan waktu tersebut diperlukan susunan – susunan aktivitas mulai dari pelaksanaan persiapan sampai finising yang mana pelaksana lapangan membuat kerangka semacam tabel berapa hari/minggu aktivitas itu selesai
ANALISA RENCANA CAMPURAN ASPAL AC – BC MENGGUNAKAN MATERIAL SPLIT EX. PALU, PASIR EX. MAHAKAM DAN PASIR PUTIH EX. KUTAI LAMA DENGAN PENAMBAHAN ANTI STRIPPING ( ANTI PENGELUPASAN )
Pada penggunaan dan penerapan campuran aspal panas untuk kondisi jalan dengan volume lalu lintas sedang hingga tinggi seringkali ditemukan masalah kerusakan lapisan perkerasan seperti terjadinya retak, alur jejak roda, dan naiknya aspal ke permukaan. Hal ini disebabkan karena iklim yang terdapat di Indonesia, yaitu iklim tropis. Dimana temperatur udara menjadi cukup tinggi, adanya radiasi sinar matahari, curah hujan tinggi dan peningkatan volume serta beban lalu lintas yang cukup pesat mempengaruhi secara langsung kerusakan lapisan perkerasan tersebut.Metode - metode yang digunakan dalam menganalisa mengacu kepada SNI (Standar Nasional Indonesia) dan Spesifikasi Umum. Untuk mendapatkan hasil analisa yang sesuai dengan standart dan spesifikasi maka rancangan campuran aspal untuk membuat benda uji dibuat bervariasi, seperti mengkombinasikan pasir Mahakam dengan pasir putih Kutai Lama, kemudian campuran aspal dirancang tanpa penambahan anti stripping dan campuran dengan penambahan anti stripping.Adapun batasan masalah dalam penelitian ini antara lain adalah Campuran aspal yang ditinjau adalah aspal AC – BC, material menggunakan Split Ex. Palu, Pasir Ex. Mahakam dan Pasir Putih Ex. Kutai Lama, aspal yang digunakan yaitu aspal pertamina penetrasi 60/70, parameter pengujian marshall pada campuran variasi I (tanpa penambahan anti stripping) dan variasi II (dengan penambahan anti stripping), yang ditinjau adalah nilai stabilitas dan nilai stabilitas sisa marshall dengan kadar aspal optimum, tidak melakukan penelitian terhadap anti stripping (anti pengelupasan), rancangan campuran pada variasi II dengan penambahan anti stripping menggunakan kadar persentase yang dimulai dari 0,2%, 0,25%, 0,3%, 0,35%, 0,4% terhadap berat aspal .Maksud dari penelitian ini adalah menganalisa rencana campuran aspal AC – BC dengan menggunakan material Split Ex. Palu, Pasir Ex. Mahakam, Pasir Putih Ex. Kutai Lama dan menganalisa campuran aspal tanpa penambahan anti stripping maupun dengan penambahan anti stripping. Adapun tujuannya adalah untuk mengetahui kualitas mutu campuran yang memenuhi standart dan spesifikasi pada pengujian campuran aspal AC – BC menggunakan material Split Ex. Palu, Pasir Ex. Mahakam dan Pasir Putih Ex. Kutai Lama serta kualitas mutu campuran aspal tanpa penambahan anti stripping dan campuran dengan penambahan anti stripping
EVALUASI KINERJA BIAYA DAN WAKTU PROYEK PEMBANGUNAN FISIK PENATAAN RUANG TERBUKA HIJAU KELURAHAN TANJUNG LAUT KOTA BONTANG
Ruang Terbuka Hijau (RTH) suatu bentuk pemanfaatan lahan pada suatu kawasan yang diperuntukan untuk penghijauan dimana wilayah atau area Ruang Terbuka Hijau tersebut, yang selanjutnya akan meningkatkan ketersediaan udara bersih yang diperlukan masyarakat, serta sekaligus dapat meningkatkan nilai estetika kota. Dalam skripsi, penulis mengangkat masalah tentang bagaimana menghitung hasil evaluasi kinerja biaya dan waktu sesuai dengan pekerjaan di kota Bontang, tepatnya di wilayah Kelurahan Tanjung Laut. Metodologi penelitian yang dikumpulkan seperti laporan bulanan, waktu pelaksanaan, Rencana Anggaran Biaya, foto dokumentasi, dan gambar kerja. Dengan menggunakan metode perhitungan Earned Value Methode kita dapat menghitung dan mengevaluasi biaya dan waktu serta dapat mengukur besarnya suatu pekerjaan sesuai dengan jumlah anggaran yang disediakan yang berada di Kelurahan Tanjung Laut di Kota Bontang. Dari hasil penelitian ini pada bulan pertama sampai ke enam biaya yang dikeluarkan lebih besar dari nilai anggaran, sedangkan jadwal pelaksanaan lebih lambat dari waktu yang ditentukan