KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
KAJIAN JARINGAN IRIGASI PADA DESA MUKTI JAYA KECAMATAN RANTAU PULUNG KABUPATEN KUTAI TIMUR
Muhammad Yusni Irawan, Kajian Jaringan Irigasi Pada Desa Mukti Jaya Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur di bawah bimbingan Pembimbing Purwanto, ST., MT dan Yuswal Subhy, ST., MTPenggunaan air untuk irigasi merupakan satu di antara berbagai alternatif pemanfaatan air. Air yang dapat dimanfaatkan dengan baik untuk usaha pertanian mencakup penyediaan dan pemberian air irigasi yang cukup efisien, yaitu kekurangan ataupun kelebihan air. Menyediakan dan memberi air irigasi supaya efisien tidaklah sederhana karena banyak faktor yang mempengaruhi cara penyediaan dan pemberian air irigasi secara efisien, selain itu tidak efisiennya penyediaan dan pemberian air irigasi pada saluran ataupun pada lahan, dapat mengurangi atau menurunkan produktifitas pertanian.Luas potensi daerah irigasi Desa Mukti Jaya Kecamatan Rantau Pulung adalah sebesar 10.053,15 Ha.Daerah aliran sungai (DAS) Benumuda merupakan sungai yang airnya mengalir sepanjang tahun (perenial). Adapun Luas DAS dari Sungai tersebut adalah ±237.554 Km2. Kemiringan sungai rerata 0.00908 dengan panjang sungai 35.981 Km.Stasiun Hhujan yang digunakan adalah sta. KPC (2004 – 2015) dan data klimatologi yang digunakan pos Klimatologi Sangatta.Berdasarjkan analisa perhitungan evapotranspirasi, angka terbesar evapotranspirasi adalah pada bulan maret yaitu sebesar 3,76 mm/hari dan 117 mm/bulan. Angka ini tidak mempengaruhi kebutuhan air pada daerah Kajian Irigasi di Desa Mukti Jaya Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur.Perhitungan neraca air dengan intensitas rencana areal fungsional 286 Ha dan areal potensial 1550 Ha
ANALISIS KINERJA ANGKUTAN BUS DALAM PELAYANAN ANTAR KOTA SAMARINDA- BALIKPAPAN
Dalam kehidupan setiap orang pastinya terlibat dalam transportasi dalam beraneka ragam bentuk dan cara. Pada akhirnya,semua orang akan berinteraksi dalam dimensi ruang dan waktu dan interaksi ini akan terungkap dalam wujud pergerakan manusia, barang dan informasi. Rumusan MasalahBerdasarkan latar belakang, maka dibuat rumusan masalah sebagai berikut:Bagaimana analisis penilaian standar kinerja penilaian bus yang melayani rute dari Terminal Sungai Kunjang Samarinda ke Terminal Batu Ampar Balikpapan berdasarkan Departemen Perhubungan Darat (1996),terhadap ;a. waktu antara (Headway) armada bus ?b. waktu pelayanan armada bus ?c. waktu tempuh perjalanan bus ?d. kecepatan tempuh bus ?e. faktor muat (load faktor) pelayanan bus ?f. Tingkat Ketersedian (Availability) Armada Bus ?2. Bagaimana analisis tingkat kesesuaian terhadap kelengkapan fasilitas dan kenyamanan pada terminal Sungai Kunjang Samarinda ?1.1. Maksud dan Tujuan Maksud dari peneltian ini adalah mengetahui kinerja penilaian angkutan bus AKDP yang melayani rute dari Terminal Sungai Kunjang Samarinda ke Terminal Batu Ampar Balikpapan berdasarkan Departemen Perhubungan Darat (1996).1. Mengetahui Bagaimana analisis penilaian standar kinerja penilaian bus yang melayani rute dari Terminal Sungai Kunjang Samarinda ke Terminal Batu Ampar Balikpapan berdasarkan Departemen Perhubungan Darat (1996),terhadap ;a. waktu antara (Headway) armada busb. waktu pelayanan armada busc. waktu tempuh perjalanan busd. kecepatan tempuh buse. faktor muat (load faktor) pelayanan busf. Tingkat Ketersedian (Availability) Armada Bus2. Mengetahui analisis tingkat kesesuaian terhadap kelengkapan fasilitas dan kenyamanan pada terminal Sungai Kunjang Samarinda
PERBANDINGAN ANALISIS EKONOMI PERKERASAN ASPAL DAN BETON SEMEN PADA RUAS JALAN UNTUNG SUROPATI DI KOTA SAMARINDA
Based on the economic analysis of asphalt and concrete pavement semenpada Jalan Untung Suropati in Samarinda as follows;1. The amount of budget costs for asphalt pavement physical work (bending) of Rp. 12,461,324,580.65 and cement concrete Rp. 17,097,828,997.602. The amount of costs incurred for the maintenance of asphalt pavements (bending) consists of periodic maintenance and routine maintenance for 25 years of service life with Rp. 56,113,536,085.77 and cement concrete Rp. 11,894,554,291.98 for 25-year service life.3. The results of benefit and cost (B / C) of pavement isa. B / C ratio Pavement bending = Rp. 69,258,377,908.27 / Rp. 56,113,536,085.77= 1,234> 1 (ok)b. B / C ratio of cement concrete pavement = Rp. 29,372,105,090.60 / Rp. 11,894,554,291.98 = 2.469> 1 (ok) Can be compared to B / C ratio for flexible pavements can be used with the assumption that the implementation costs are cheaper but more expensive road maintenance costs while for cement concrete pavement is more expensive but the cost of implementing the long-term effects for 25 years costs more murah.Untuk pemiliharaan Jalan Untung Suropati more either using cement concrete pavement, because many roads impassable large tonnage vehicles, so that road maintenance is not carried out continuously. Need to do a more in-depth studies to policy-makers in this case the government in determining the planning of pavement and be seen aspects of social and environmental sustainability analysis
KAJIAN ANGGARAN BIAYA PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN SA’I SEKITAR MASJID AGUNG SANGATTA DI KABUPATEN KUTAI TIMUR
Rencana anggaran biaya suatu bangunan atau proyek adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut sehingga akan diperoleh biaya total yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek. Anggaran biaya pada bangunan yang sama akan berbeda-beda di masing-masing daerah, disebabkan karena perbedaan harga bahan dan upah tenaga kerja.Penaksiran anggaran biaya adalah proses perhitungan volume pekerjaan, harga dari berbagai macam bahan dan pekerjaan yang akan terjadi pada suatu konstruksi. Karena taksiran dibuat sebelum dimulainya pembangunan maka jumlah ongkos yang diperoleh ialah taksiran bukan biaya sebenarnya (actual cost). Tentang cocok atau tidaknya suatu taksiran biaya dengan biaya yang sebenarnya sangat tergantung dari kepandaian dan keputusan yang diambil penaksir berdasarkan pengalamannya. Sehingga analisis yang diperoleh langsung diambil dari kenyataan yang ada di lapangan berikut dengan perhitungan koefisien/ indeks lapangannya.Metode yang dilakukan dengan membandingkan harga penawaran PT. M P dengan harga reel dilokasi, sendangkan cara menghitung koefesien upah tenaga kerja misalnya satu orang tukang batu, dibantu dengan dua orang pekerja dan dikordinir oleh 1/50 (satu mandor mengkoordinir 50 tukang),dapat menyelesaikan bata seluas 20 m2 per hari, ini berarti untuk menyelesaikan per m2 pasangan bata diperlukan tenaga kerja sebagai berikut :1/20 tukang : 0,050 tukang2/20 pekerja : 0,100 pekerja1/50 x 1/20 mandor : 0,001 mandorUntuk menghitung biaya upah pekerjaan pasangan bata per m2, tinggal mengalikan faktor-faktor tersebut dengan standar upah harian mereka masing-masing.Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa anggaran biaya penawaran PT. MP yang 12,97 % lebih rendah dari nilai Harga Perolehan Sendiri (HPS) Rp. 10.900.000.000,- pada saat lelang pada Pekerjaan Pembangunan Sa’i Sekitar Masjid Agung Sangatta masih menguntungkan. AbstractThe budget plan of a building or project is the calculation of the amount of the cost required for materials and wages, as well as other costs associated with the implementation of the building or the project will be obtained so that total costs necessary to complete a project. Budget in the same building will vary in each region, due to differences in the price of materials and labor. Assessment of the budget is the process of calculating the volume of work, the price of a wide range of materials and work that will occur in a construction. Because the estimates were made before the commencement of construction, the amount of the estimated cost of which is obtained is not the true cost (actual cost). About suitable or not an estimated cost and the actual cost depends on the intelligence and the decision taken estimator based on his experience. So the analysis obtained directly taken from the reality on the ground following the calculation of the coefficient / index field.The method is performed by comparing the offer price PT. MP priced reel location, while I calculate the coefficient of labor for example the masons, assisted by two workers and coordinated by 1/50 (one foreman coordinate 50 artisan), can complete the brick area of 20 m2 per day, this means to complete required per m2 masonry work force as follows :1/20 handyman : 0,050 handyman2/20 workers : 0,100 workers1/50 x 1/20 foreman : 0,001 foremanTo calculate the wage cost per m2 masonry work, just multiply those factors with their daily wage standards respectively.From the results of calculations can be concluded that the budget offers PT. MP were 12.97% lower than the value Cost Alone (HPS) Rp. 10.9 billion, - during the auction at Sa'i Development Work Around the Great Mosque Sengata still profitable
PERENCANAAN PUSAT JAJANAN SERBA ADA (WISATA KULINER) KOTA SAMARINDA
Kebutuhan Masyarakat akan adanya tempat jajan, makan , dan minum keluarga membutuhkan pusat jajanan serba ada yang sesuai standar dan layak memenuhi syarat dengan tidak mengesampingkan perilaku pengguna baik pengelola maupun pengunjung. Suatu pusat jajanan serba ada yang baik harus dapat memfasilitasi kebutuhan-kebutuhan para pengguna yang tidak mengutmakan keuntung berdasarkan hasil pengamatan serta evaluasi desain yang berbasis tingkat kepuasan pengguna dengan memperhatikan analisa perilaku dan kebutuhan para pengguna selama di perjalanan. Di dalam menganalisa perilaku yang perlu diperhatikan adalah bagaimana orang menggunakan elemen arsitektur secara pribadi, berpasangan, kelompok kecil, dan kelompok besar. Apa saja yang mereka lakukan, bagaimana aktifitas saling berkait, apa pengaruhnya terhadap si pengguna, dan bagaimana elemen fisik itu berpengaruh terhadap kegiatan. Proses perancangan pusat jajanan serba ada melewati beberapa tahapan, yaitu: (1) tahap pengumpulan data, (2) tahap analisis dan sintesis, dan (3) tahap konsep perencanaan bangunan. Organisasi fasilitas-fasilitas yang terdapat pada Pusat Jajanan Serba Ada dengan memperhatikan hubungan dan kedekatan antar fasilitas, kemudahan akses dan pencapaian, kemudahan serta besaran kelompok pengunjung yang datang
ANALISIS TARIKAN PERJALANAN PADA PERBELANJAAN MESRA INDAH MALL DI KOTA SAMARINDA
Mesra Indah mall is one of the busiest areas in Samarinda city which is close to Pasar Pagi (traditional market). Many buildings in that region have a great has a great influence on the pull of travel in the region, a trip to Mesra Indah Mall that need to be analyzed on the journey toward the pull model to the region. This study aims to explain the model of trip attraction in Mesra Indah mall and to determine the percentage of R2 and F, which is expected to be used for estimate the quantity of trip attraction.Primary data obtained by questioner carried out with random sampling, while secondary data obtained by independent data of Mesra Indah Mall, that is width, total of employees, and all of the supporting facilities and the dependent variable is the quantity of trip attraction.Results of the analysis model of the pull of total trips to the shape modeling Y=0,524+0,110X2+0,196X3+0,306X5 with the percentage of R2= 0,545. It showed the context level of dependent variable and independent variable on High Colleration means 54,5%. Percentage of total trip attraction can be explain by variable Y = total trip attraction, X1 = age, X3 = education and X5 = salary and the percentage of F (percentage F > table F) (27,590>2,65)
ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN RINGAN PADA PEMILIHAN RUTE KOTA SAMARINDA – KOTA TENGGATONG
Dalam melakukan perjalanaan dari suatu tempat ke tempat lainnya terdapat rute yang berbeda-beda. Banyaknya pilihan jenis rute lalu lintas yang akan ditempuh dari suatu daerah ke daerah lainnya menuntut adanya pemilihan rute terpendek, sehingga dapat mengefisiensikan jarak, waktu, dan biaya yang dibutuhkan untuk mencapai daerah tujuan tersebut. Pada umumnya rute yang ditempuh oleh pengguna perjalanan dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari hanyalah rute yang sering (biasa) dilalui, dianggap terpendek berdasarkan persepsi (pendapat) orang lain, padahal belum tentu rute tersebut optimal dari segi waktu tempuh Dalam hal ini pemilihan rute Samarinda –Tenggarong masyarakat lebih memilih rute Jalan Suryanata poros Samarinda - Tenggarong di bandingkan dari arah jalan Loa Janan menuju tenggarong di karenakan Sudah terbiasa dan dianggap terpendek, padahal belum tentu rute tersebut optimal dari segi waktu tempuhMaksud dari peneltian ini adalah mengetahui dan menganalisis biaya operasional kendaraan pada pemilihan rute jalan Suryanata poros Samarinda - Tenggarong dan Jalan Loa Janan menuju arah TenggarongBerdasarkan hasil analisis Perbedaan waktu perjalanan pemilihan rute kendaraan yang melewati jalan Loa Janan menuju tenggarong (R1) dan melewati Jalan Suryanata poros Samarinda – Tenggarong (R2),dapat diihat dari selisih perbedaan waktu perjalanan ; Selisih Waktu Tempuh Rute 1 – Rute 2 Arah Berangkat sebesar 27,18 menit dan Selisih Waktu Tempuh Rute 1 – Rute 2 Arah Balik sebesar 27,72 menit Perbedaan kecepatan perjalanan pemilihan rute kendaraan yang melewati jalan Loa Janan menuju tenggarong (R1) dan melewati Jalan Suryanata poros Samarinda - Tenggarong (R2) dapat diihat dari selisih perbedaan kecepatan Selisih Kecepatan Rute 1 – Rute 2 Arah Berangkat sebesar 0,75 km/jam dan Selisih Kecepatan Rute 1 – Rute 2 Arah Balik sebesar 3,46 km/jam.Perbedaan biaya operasional kendaraan (BOK) Jalan Loa Janan menuju arah Tenggarong (R1) dengan panjang jalan = 39,75 kilo meter dan melewati Jalan Suryanata poros Samarinda - Tenggarong (R2), dengan panjang Ruas Jalan = 26,05 kilometer untuk selisih arah berangkat sebesar Rp. 64.426,12 dan selisih arah balik sebesar Rp. 72.636,59
PERBANDINGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN PADA PEMILIHAN RUTE JALAN KELUAR DAN MASUK KOTA SAMARINDA
Penentuan rute terpendek memegang peranan penting karena dapat mengefisiensikan jarak,waktu dan biaya yang dibutuhkan untuk mencapai suatu daerah tujuan tertentu. Begitu jugapentingnya Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu ini karena pada jam-jam sibuk, lalu lintas diJembatan Mahakam sangat padat maka untuk kendaraan berat wajib lewat Jembatan Mahulu danbeberapa kendaraan ringan pun mengalihkan perjalanan ke arah Jembatan Mahulu. Pemilihan rutekendaraan yang ingin melewati Jembatan Mahakam dan Jembatan Mahulu mempunyaikonsekwensi yaitu dari segi waktu perjalanan dan biaya operasional kendaraan.Maksud dari peneltian ini adalah mengetahui dan menganalisis biaya operasionalkendaraan pada pemilihan rute jalan keluar dan masuk kota SamarindaBerdasarkan hasil analisis Perbedaan waktu perjalanan pemilihan rute kendaraan yangmelewati Jembatan Mahakam (R1) dan melewati Jembatan Mahulu (R2) untuk perjalanan ke luarKota Samarinda ataupun manuju Kota Samarinda dapat diihat dari selisih perbedaan waktuperjalanan didapat ; Rata-rata waktu tempuh Rute 1 (R1) keluar kota Samarinda sebesar 17,99 menitdan Rute 1 (R1) masuk Kota Samarinda Sebesar = 20,18 menit. Rute 2 (R2) keluar kota Samarindasebesar = 27,11 menit dan Rute 2 (R2) masuk ke Kota Samarinda sebesar 28,43 menit.Perbedaan kecepatan perjalanan pemilihan rute kendaraan yang melewati JembatanMahakam (R1) dan melewati Jembatan Mahulu (R2) untuk perjalanan ke luar Kota Samarindaataupun manuju Kota Samarinda dapat diihat dari selisih perbedaan kecepatan Rute 2 (R2) – Rute 1(R1) keluar Kota Samarinda sebsar 0,23 km/jam dan Selisih kecepatan Rute 2 (R2) – Rute 1 (R1) keKota Samarinda sebesar 2,27 km/jam.Perbedaan biaya operasional kendaraan (BOK) Jembatan Mahakam (R1) dengan panjangjalan = 15,22 kilometer dan melewati Jembatan Mahulu (R2) dengan panjang Ruas Jalan = 16,03kilometer untuk perjalanan ke luar Kota Samarinda selisih sebesar Rp. 2.756,82 dan manuju KotaSamarinda selisih sebesar Rp. 80,41.Kata kunc
STUDI PERENCANAAN PENGENDALIAN WAKTU PELAKSANAAN PADA PENGEMBANGAN KAWASAN RUMAH SEWA KECAMATAN TENGGARONG
Controlling time is process determination accomplished, evaluation work, and improvement if necessary. Success or failure of the project caused by not maxsimal planning and insufficiently effective controlling, so that the project activity is inefficient. As the consequences of these impact suffered project delay, decreasing of quality, and increasing performing cost.Planning controlling time with method of Critical Path Methode is one of way management that can use for planning and controlling duty in project that can show current time planning and activity between project. So also with Microsoft project we could take controlling of finance and tracking fitur buget, therefore we can assign performing cost to project and program duty. Therefore, we can know the planning execution time by using both methods.In this study writes attempt to describe and explain how process planning controlling time of development distric rent house tenggarong used both method. The result showed the optimal duration of the planned 180 day experience many critical timing needs to optimized back
Perencanaan Badminton Training Center Di Kabupaten Berau
Perencanaan ini bertujuan untuk mengembangkan prestasi olahraga Di Kabupaten Berau khususnya dalam cabang olahraga Badminton yang dilengkapi dengan sarana dan fasilitas pelatihan badminton untuk remaja usia 12 s/d 17 tahun. Selain itu dilengkapi dengan fasilitas sekolah tempat siswa belajar serta wisma atlet untuk siswa dari luar kota dan tempat tinggal untuk pelatih. Dengan demikian proses pelatihan dapat berjalan dengan lancar dan dapat mencetak bibit-bibit atlet badminton di Kabupaten Berau