KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
PENGARUH TEBAL DINDING TERHADAP STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH PADA RENCANA RETAINING WALL JEMBATAN PEMUDA KECAMATAN SEBULU
Landslide which occurred on the road caused by the movement of the soilmust be corrected immediately and must be addressed so that it does notinterfere with the performance of the road which is the lifeblood and drivingforce with establishment road section Youth Sebulu Ilir in District Sebulu, insome parts experiencing landslides due to the instability of the soil , so thatneeds to be addressed. Avalanche that occurred on these roads in the form oferosion of the road that could potentially lead to these roads cut off, so we needa quick and appropriate action in dealing with avalanche that occurred onthese roads.To limit the breadth of the scope of the discussion in a study that is toobroad, so in this study given the constraints that are more focused on the thingsof calculating the dimensions of retaining walls using a type counterfort, loadsthat work is the traffic load, the load pressure of the soil and earthquake loads,variations in wall thickness used was 0,450 meters and 0,350 meters long, 15meters high segments of the wall 3,5 meters, the quality of concrete used isK.275, or 275 kg/cm2.From the calculation results can be that the greatest axial force KNamounted 1330,0729 and 1321,9418 of the largest lateral force KN. Theinfluence of the wall thickness of the rolling and sliding penagruh significant,where the thicker the wall, the greater the ability of walls to withstand slidingbolsters and vice vers
STUDI TRAVEL TIME RODA EMPAT DI JALAN BERMEDIAN KOTA SAMARINDA
Kemacetan di kota samarinda terjadi hampir di setiap saat, terutama di jam puncak, tidak jarang terjadi antrian panjang kendaraan, keterlambatan dalam waktu perjalanan terutama di jalan bermedian yang menjadi jalur utama untuk berpergian di kota samarinda , serta meningkatnya polusi udara. Permasalahan kemacetan ini telah menjadi masalah turunan yang tidak efektif dan efisiensinya penggunaan tata ruang jalan, pemborosan penggunaan bahan bakar yang bedampak besarnya emisi kendaran yang akan terjadi, menimbulkan berbagai masalah kebisingan serta mempengaruhi keselamatan lalu lintas jalan. Kemacetan lalu lintas tersebut membuat waktu tempuh perjalanan (travel time) kendaraan dari suatu tempat/titik ke tempat/titik yang lainnya menjadi tidak menentu (tidak reliable).. Secara umum kemacetan yang terjadi pada daerah penelitian disebabkan oleh lebar jalur lalu lintas efektif berkurang, akibat adanya gangguan samping, seperti kendaraan on-street parking, pedagang yang beijualan di trotoar atau badan jalan , pejalan kaki, kendaraan umum yang berhenti sembarangan dan peraturan perlalu lintasan yang belum jelas. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dapat dilakukan dengan menata manajemen lalu lintas, dengan cara mengelola dan mengendalikan aruslalu lintas dengan melakukan optimasi penggunaan prasarana yang ada.Berdasarkan latar belakang di atas, maka terdapat masalah yang di fokuskan pada menghitung volume lalu lintas , menganalisis permodelan waktu tempuh perjalanan (Travel time) kendaraan roda empat di jalan bermedian kota Samarinda, membuat parameter pola perjalanan, percepatan dan perlambatan kendaraaan roda empat di jalan bermedian kota Samarinda.Adapun maksud dan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah volume lalu lintas, mengetahui cara membuat permodelan waktu tempuh perjalanan (Travel time) kendaraan roda empat dan mengetahui parameter pola pergerakan kecepatan kendaraan, dan perlambatan kendaraan di jalan bermedian kota Samarinda.Untuk membatasi luasnya ruang lingkup pembahasan dalam penelitian ini, maka akan di fokuskan kepada pengambilan data kecepatan kendaraan roda empat berdasarkan survei lapangan dengan menggunakan bantuan alat GPS Garmin Oregon 450, untuk lokasi pengambilan data dilakukan pada Jl.P. Antasari, Jl. I.H. Juanda, JL. Letnan Jendral Soeprapto, Jl. M.Yamin, JL. S.Parman, jenis kendaraan yang disurvei adalah kendaraan roda empat, pengambilan data dilakukan pada hari kerja saat jam puncak, yaitu pagi, siang, dan sore dengan rincian pagi dalam selang pukul 07.00-09.00, siang dalam selang pukul 11.00-13.00, dan sore dalam selang pukul 16.00-18.00, pada hari sabtu dan selasa. Pengambilan data dilakukan sebanyak tiga sampel untuk masing-masing arah
ANALISIS WAKTU TEMPUH PERJALANAN KENDARAAN RINGAN RODA EMPAT KOTA SAMARINDA
Pertumbuhan dan perkembangan suatu kota mengakibatkan terjadinya peningkatan kegiatan penduduknya. Peningkatan kegiatan penduduk ini dapat dilihat dari berubahnya pola guna lahan kota tersebut. Tata guna lahan di dalam suatu kota bersifat dinamis. Artinya, guna lahan akan selalu mengalami perkembangan dan atau perubahan sejalan dengan pertambahan waktu. Satu hal yang mendasar dari perubahan ini adalah bahwa guna lahan pada satu waktu tertentu merupakan hasil dari kegiatan ekonomi dan sosial yang ada pada saat itu.Salah satu jalan dengan intesitas kegiatan yang tinggi di Kota SamarindaTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis waktu tempuh perjalanan kendaraan pada jaringan jalan arteri di kota Samarinda. Data primer yang dibutuhkan adalah data kecepatan kendaraan tiap detiknya melalui survei langsung dengan menggunakan alat bantu GPS (global positioning system). Sedangkan data sekunder yang dibutuhan adalah data pendukung yang meliputi lebar dan jumlah fasilitas jalan pada jaringan jalan yang disurvei. Dari hasil penelitian dan analisa data diperoleh trayektori perjalanan, fluktuasi kecepatan per detik, dan parameter pola pergerakan kendaraan. Pemodelan waktu tempuh perjalanan kendaraan berat dianalisis menggunakan metode regresi linier berganda (program SPSS 18.0). Terdapat tiga variabel yang signifikan mempengaruhi waktu tempuh perjalanan kendaraan. Ketiga variabel tersebut memperlihatkan kesesuaian uji rasionalitas tanda terhadap waktu tempuh perjalanan. Dimana semakin bertambahnya nilai variabel bertanda positif menyebabkan waktu tempuh perjalanan kendaraan akan semakin bertambah, sedangkan semakin bertambahnya nilai variabel bertanda negatif menyebabkan waktu tempuh perjalanan kendaraan akan berkurang. Secara keseluruhan, nilai indikator tingkat kesesuaian model adalah cukup baik, yang diindikasikan oleh nilai R2 model sebesar 0,839
ANALISIS KAPASITAS DAN BOK PADA RUAS JALAN LETJEN SUPRAPTO ( PEMBANGUNAN ) - IR. H. JUANDA KOTA SAMARINDA
Jalan merupakan prasarana yang sangat menunjang bagi kebutuhan hidup masyarakat untuk menghubungkan daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Kerusakan jalan dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi terutama pada sarana transportasi darat.Seiring pertumbuhan penduduk dan besarnya pembangunan serta meningkatnya transportasi, maka jumlah kendaraan atau volume lalu lintas pada ruas jalan Letjen Suprapto - Ir. H. Juanda kota Samarinda yang di padati lalu lintas setiap harinya sering mengalami kemacetan dan penurunan kecepatan di beberapa segmen jalan, selain itu kondisi di beberapa segmen jalan Letjen Suprapto - Ir. H. Juanda kota Samarida juga mengalami kerusakan dan lubang-lubang pada beberapa segmen jalan.Ruas jalan Ir. H. Juanda yang dimana terdapat beberapa perguruan tinggi yaitu Stikes Muhammadiyah dan Universitas 17 Agustus 1945 yang membuat kondisi lalu lintas relative sangat padat dan dilintasi oleh berbagai macam kendaraan. Volume lalu-lintas adalah jumlah kendaraan yang melewati suatu titik per satuan waktu pada lokasi tertentu. Untuk mengukur jumlah arus lalu-lintas, biasanya dinyatakan dalam kendaraan per hari, smp per jam, dan kendaraan per menit, Metode yang di terapkan dari penelitian ini dilakukan dengan cara survei langsung ke lapangan untuk mencari volume lalu lintas, hambatan samping, derajat kejenuhan, kecepatan serta bok kendaraan ringan.Hasil analisis yang di peroleh dari data-data lalu lintas tersebut adalah untuk jalan Letjen Suprapto volume lalu lintas puncak 2903,60 smp/jam, derajat kejenuhan 0,49, kecepatan 37 km/jam dengan bok jalur 1 Rp. 4.791 jalur 2 Rp. 4.720, dan untuk jalan Ir H Juanda volume lalu lintas puncak 3075,35 smp/jam, derajat kejenuhan 0,54, kecepatan 35 km/jam dengan bok jalur 1 Rp. 4.595 jalur 2 Rp. 4.681
STUDI DRAINASE PADA PERSIMPANGAN JALAN KADRI OENING DAN JALAN PANGERAN SURYANATA KOTA SAMARINDA
Disposal of excess water which is not desirable in an area of intersection as the Road Kadrie Oening and Princes Street Suryanata and ways alleviation consequences caused by excess water is then made drainage channel as one of the elements of the public infrastructure needed by the people around the site in order towards city life that is safe, comfortable, clean, healthy and free of flooding. Drainage infrastructure here serves to drain surface water from the road as the surface water control measures to improve the area around the location of the intersection of muddy puddles and flooding The intent of this study was to determine the drainage system in the area - area of intersection Kadrie Suryanata Oening and Prince Street in the city of Samarinda. Rainfall intensity side channel at the intersection of Princes Street Kadri Oening and Suryanata in Samarinda, with a return period of 2, 5, 10 and 25 years using the Log Pearson III as follows;LokasiDebit Rancangan (Q) m3/dtk Periode Ulang 2 TahunPeriode Ulang 5 TahunPeriode Ulang 10 TahunPeriode Ulang 25 Tahun Lokasi 10,31350,52780,66630,8609 Lokasi 20,10310,17360,21920,2832 Lokasi 30,47440,79861,00821,3026 Lokasi 40,10420,17540,22140,2861 Lokasi 50,09940,16720,21110,2728 Lokasi 60,11200,18850,23790,3074 Lokasi 70,51080,85991,0851,4025 Lokasi 80,13720,23090,29150,3766 Lokasi 90,37070,62400,78771,0177 Lokasi 100,40150,67580,85311,1023 Lokasi 110,24920,41940,52950,7095 Lokasi 120,26320,44300,55930,7226 Lokasi 130,12710,21400,27400,3490 Lokasi 140,49010,82501,04141,3456 Lokasi 150,30270,50950,64320,8311 Lokasi 160,24920,41940,52950,6841 Debit ( Q ) The channel is 1.4025 m3 / sec . Dimensional cross section of the channel drainage systems on waterways divided ;a. Channel side ( lengthwise ) on the left and right side in Jalan Kadri Oening and Princes Street Suryanata should be improved by changing the dimensions of the channel and to be easy in the implementation of the field then the channel is made uniform with concrete material taken 1.5 m size B and H are taken 1 , 2 m , the planning of drainage channels made under the pavement then cover with pavement facilities .b. Transverse cross-section of the water channel (culvert) or rectangular made of stone masonry and cover plate of concrete, with a cross-sectional dimension; Height (h) = 1,5 meters, width (b) = 1,5 meters. The cover plate of the concrete culvert with size; Thick plates = 20 cm; Principal reinforcement Ø = 12, a distance of 200 cm (D12 – 200); Dividers diameter reinforcement Ø = 8, a distance of 250 cm (D8 – 250)
ANALISA OPTIMALISASI PADA BENDALI V PAPAN LESTARI KOTA BALIKPAPAN
Dalam rangka Pengendalian Banjir Kota Balikpapan Kota Balikpapan bekerjasama dengan Balai Wilayah Sungai Kalimantan III Provinsi Kalimantan Timur untuk lebih memprioritaskan pada manfaat penyediaan air untuk kebutuhan air baku, untuk memenuhi kebutuhan air baku yang semakin melonjak maka dibutuhkan juga tempat penampungan air seperti Bendali V ini yang tidak hanya berfungsi sebagai pengendalian banjir tetapi juga bias dimanfaatkan untuk air baku, untuk memenuhi kebutuhan air baku yang semakin melonjak maka dibutuhkan juga tempat penampungan air seperti Bendali V ini yang tidak hanya berfungsi sebagai pengendalian banjir tetapi juga bias dimanfaatkan untuk air baku.Analisa perhitungan ini menggunakan metode Model F.J. Mock untuk mencari berapa debit air mingguan sungai Sepinggan pada tahun 2000-2014 dan metode Geometrik, Aritmatik untuk mencari berapa debit air baku yang diperlukan penduduk Perumahan Papan Lestari, Untuk mengetahui volume ketersediaan air baku yang dapat didistribusikan untuk Perumahan Papan Lestari Kota Balikpapan.Debit air bulanan yang diperoleh di DAS Sepinggan pada Perumahan Sepinggan Papan Lestari dengan menggunakan metode F.J.Mock dapat memberikan hasil yang baik, dengan data curah hujan 14 tahun ( tahun 2000 – 2014). Besarnya debit bulanan rata-rata yang diperoleh berkisar Q = 0.100 m³/detik sampai dengan 0.516 m³/ /detik . Dari hasil analisa perhitungan yang telah dilakukan maka kebutuhan air baku yang diperlukan oleh penduduk Perumahan Papan Lestari adalah sebesar 3.930 lt/dtk
PERENCANAAN KEMBALI PASAR KEMUNING DI SAMARINDA
Seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman terjadi perubahan tuntutan dan standar konsumen terhadap bangunan perencanaan kembali pasar Kemuning. "Kenapa kita membangun pasar yang cukup besar, agar cakupan bisa lebih besar lagi. Karena seiring dengan perkembangan penduduk yang semakin hari semakin meningkat, maka kebutuhan akan barang dan layanan pun juga akan otomatis meningkat," tambahnya. Karenanya, pemerintah tergerak untuk membangun pasar di Jalan Loa Bakung. "Hal itulah yang membuat kita tergerak untuk membangun Pasar. Pasar yang akan dibangun ini bukan hanya sekedar pasar, tapi pasarnya harus memenuhi standar yang aman dan yaman," katanya. Dijelaskan Senagib, Perencanaan Kembali Pasar Kemuning dalam arti lain, pasar tersebut memiliki berbagai sarana pelayanan bagi masyarakat. Sehingga tercipta kenyamanan dan ketenteraman bagi masyarakat yang hendak berbelanja. "Jadi pasar yang akan kita bangun itu nantinya akan dilengkapi dengan berbagai jenis pelayanan, seperti parkir, keamanan, taman dan lain sebagainya. Sehingga pasar tersebut benar-benar bisa memenuhi segala kebutuhan masyarakat dan yang terpenting bisa menjamin kemanan dan kenyamanan warga yang datang," jelasnya. Dikatakan, lahan pasar tersebut hingga saat ini sudah dibebaskan seluas 6.970 meter persegi. Gedung pasar akan dibangun dua lantai. "Sekarang sudah ada lahan seluas 6.970 meter persegi di atas lahan itulah kita bangun pasar tersebut dengan gedung Dua lantai
SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG GIZI RSUD Dr. KANUJOSO DJATIWIBOWO BALIKPAPAN
Health and safety is the Occupational Health and Safety with the sense of giving protection to any person who is in the workplace, which is associated with the transfer of raw materials, the use of work equipment construction, production processes and the environment around the workplace.Hospital Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan is one of the Regional General Hospital Class B. Based on the Technical Building Code standards Hospital Grade B then made Nutrition Building Hospital Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan aimed as facilities in the process of handling food and beverages. The building will be built with the Nutrition Hospital Dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan it is very important to note that occupational health and safety issues (K3) in the building construction phase. Because the problem of occupational safety and health (K3) is generally in Indonesia is often overlooked, as shown by the high number of work accidents.From the analysis and observations, the results obtained, among others, include the potential of danger and risk level of work, the Implementation Plan implemented K3, K3 and management systems that exist in the location of work
PERENCANAAN GEOMETRIK PADA RUAS JALAN DESA JAHAB MENUJU DESA MARGAHAYU LOA KULU KECAMATAN LOA KULU
The road is an important sector in the development of East Kalimantan province. ie, as a means of supporting the land transport sector, due to the way it can connect the region to region lainnya.oleh because it either in the planning or execution of the need to meet the requirements so that the path can provide optimal results for the wearer. Given the state of the country or geographical conditions 6 90% of the land area is hilly, especially in the Kutai regency Loa Kulu district so as to increase the traffic service and as an alternative way to simplify and speed up the flow in that region laulintas created this geometric design research. Getting results with the purpose of calculating the shape and magnitude of the Horizontal alignment Getting the shape and magnitude calculation Vertical alignment. From the research results showed that most types of bends on rural roads towards the village Margahayu Jahab iyalah Spiral-Circle-Spiral (SCS), with one sample bend at STA 0 +075 with the values: V = 60 km / hour, D = 55o, R = 120 (R > Rmin), Ls = 70, U s = 16.710, p = 1.6961, k = 34.9013, x = 69.4078, y = 6.7627. While the visibility of view of stopping the STA. STA 0 +000 s / d STA 0 +200 = 88.83 m. and for Convex Vertical Elinyemen of STA 250 s / d STA 0 +350 0.068% with the height difference, Concave Vertical alignment of STA 0 +000 s / d STA 0 +250 3.822% with the height difference
ANALISA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PEMBANGUNAN KONSTRUKSI BANDARA SISI DARAT DAN PEMBANGUNAN MALL PENTACITY SHOPPING VENUE BSB
Based on the problems found, ie How the implementation of Occupational Health and Safety (K3) on the construction of the airport land side development and construction of shopping mall venue pentacity bsb? the purpose of this research is as follows: Knowing the implementation of Occupational Health and Safety (K3) on the construction of the airport land side development and construction of shopping mall pentacity bsb venue. Occupational safety and health is an approach that determines the standard comprehensive and (specific), the determination of government policy on corporate practices in workplaces and implementation through letters court, fines and other laws . From the discussion, it is concluded that the very importance of the implementation of Health and Safety (K3) on the construction of the airport land side development and construction of shopping mall pentacity bsb venue. Suggestion of this research is the need for training in the implementation of K3 management so that all responsible parties in the company has sufficient ability and know about manejemen K3