KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
PENGARUH VOLUME LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA RUAS JALAN CIPTO MANGUNKUSUMO KOTA SAMARINDA
Sekitaran daerah di Jalan Cipto Mangunkusumo terdapat pemukiman warga, area pasar ruko dan kantor. Dengan dilakukannya studi ini, diharapkan dapat diperoleh peta sebaran kebisingan sehingga bisa disusun usulan atau rekomendasi untuk mengatasi kebisingan yang ada pada wilayah tersebut. Dampak yang dihadapi dalam lalu lintas pada saat terdapat suatu kegiatan/usaha adalah berubahnya keseimbangan antara kapasitas jaringan jalan dengan banyaknya kendaraan dan orang yang berlalu-lalang. Jika kapasitas jaringan jalan sudah hampir jenuh atau terlampaui maka yang terjadi adalah kemacetan pada lalu-lintas. Hal tersebut menjadikan volume lalu lintas semakin padat, yang pada akhirnya menimbulkan kemacetan. Salah satu dampak yang timbuk akibat pertumbuhan kendaraan adalah tingkat kebisingan yang tinggi. Penelitian ini di lakukan di pada ruas jalan cipto mangunkusumo kota samarinda. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan meneliti tingkat kebisingan yaitu dengan alat sound level meter, dan melakukan pencacahan jumlah kendaraan yang lewat serta kecepatan arus lalulintas di lokasi tersebut. Hasil yang diperoleh adalah besarnya nilai tingkat kebisingan yang terjadi ambang baku mutu yang di perbolehkan. Beberapa alternatif coba dilakukan melalui simulasi, di antaranya adalah dengan memberikan vegatasi, atau mengupayakan supaya perlu diadakan kasih tanda – tanda rambu kebisingan agar tidak terganggu pendengaran masyarakat di sekitar, perlu adanya pengawasan terhadap kelayakan kendaraan terutama umum, bagi segi suara yaitu klason dan suara mesin kendaraan yang ditimbulkan maupun mesin agar dapat dikendalikan secara optimal
EVALUASI KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI RAWA SAKAQ TADA KABUPATEN KUTAI BARAT
Pengairan atau Irigasi adalah suatu usaha mendatangkan air dengan membuat bangunandan saluran-saluran untuk mengairi ke sawah-sawah atau ladang-ladang dengan cara teratur.Tujuan irigasi secara langsung adalah membasahi tanah, agar dicapai suatu kondisi tanah yangbaik untuk pertumbuhan tanaman dalam hubungannya dengan presentase kandungan air danudara di antara butir-butir tanah. Pada daerah Desa Sakaq Tada Kecamatan Mook ManaarBulant Kabupaten Kutai Barat. Merupakan daerah yang memiliki sawah akan tetapi seringterjadi tidak stabil untuk hasil panen dikarenakan faktor masalah irigasi terhadap kebutuhan airyang tidak stabil atau maksimal untuk tercapainya panen terhadap padi dan palawija.Perluadamya evaluasi pada daeras irigasi rawa tersebut, adapun hal yamg perlu di teliti ialah persiapanlahan, pola tanam, debit andalan, dan dimensi saluran yang diperlukan agar tercapainyakebutuhan air yang maksimal Metode yang digunakan adalah Keseimbangan Air ( FJ. Mock )dengan rumus empiris dari persamaan penman dan menggunakan Metode Thornthwaite danMatter untuk menghitung neraca air untuk memperoleh perhitungan kebutuhan pola tanam dankebutuhan air yang sesuai pada saluran irigasi yang telah di evaluasi tersebut.
STUDY ANALISA PERBANDINGAN DINDING PENAHAN TANAH TYPE BRONJONG DAN GEOTEKSTIL DENGAN TYPE KANTILEVER RUAS JALAN BATAS KOTA TENGGARONG – SP.3 SENONI – KOTA BANGUN STA. 3+500 PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Dinding penahan tanah adalah sebuah struktur yang didesain dan dibangun untukmenahan tekanan lateral tanah ketika terdapat perubahan dalam elevasi tanah yangmelampaui sudut geser dalam tanah. selain itu juga dimaksudkan sebagai usahamemperlancar fungsi bangunan disekitarnya agar tidak ada hambatan. Dilakukan analisaperbandingan dinding penahan tanah tipe Bronjong dan geotekstil dengan tipe kantilever,bertujuan untuk evaluasi bila ada kerusakan dengan dinding penahan tanah saat ini.Berdasarkan latar belakang tersebut maka dibuat rumusan masalah sebagai berikut: 1.Bagaimana perbandingan dinding penahan tanah type bronjong dan geotekstil dengantype kantilever dengan menggunakan metode coulomb dan rankine? 2.Dinding penahantanah manakah yang lebih ekonomis.Untuk membatasi ruang lingkup yang terlalu luas, maka penulis membatasimasalah pada : 1.Menghitung kontrol stabilitas terhadap guling (Overturning), dan geser(Shear/Slidding). 2.Menghitung kontrol stabilitas keruntuhan terhadap daya dukungtanah. -Tidak membandingkan kekuantan dinding penahan tanah.Data yang di peroleh dari PT. CIPTA ARTHA BORNEO dari data hasil lap didapat bobot isi tanah () =18,22, tanah kohesi (c) =1.63, sudut geser (φ) = 26,84° dapatdihitung dengan menggunakan metode coulomb dan rankine. Berdasarkan hasil analisadengan menggunakan metode rankine dan coulomb pada dinding penahan tanah tipekatilever di dapat stabilitas guling menurut rankine 3,212 > 2, stabilitas guling menurutcoulomb 3,612 > 2. Stabilitas geser menurut rankine 2,019 > 2, stabilitas geser menurutcoulomb 2,436 > 2 aman. Stabilitas keruntuhan menurut rankine 6,043 > 3, stabilitaskerntuhan menurut coulomb 6,345 > 3. Dan dinding penahan tanah tipe bronjong di dapatstabilitas guling menurut rankine 2,977 > 2, stabilitas guling menurut coulomb 3,164 > 2.Stabilitas geser menurut rankine 2,701 > 2, stabilitas geser menurut coulomb 2,871 > 2aman. Stabilitas keruntuhan menurut rankine 10,540 > 3, stabilitas terhadap keruntuhankapasitas daya dukung tanah di dapat menurut coulomb 10,855 >3
PENGARUH PUTAR BALIK ARAH (U-TURN) KENDARAAN TERHADAP KARAKTERISTIK ARUS LALU LINTAS PADA RUAS JALAN PANGERAN ANTASARI KOTA SAMARINDA
Ruas Pangeran Antasari Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, merupakan jalan arteri dengan volume lalu lintas yang relatif tinggi. Dari masing – masing ruas jalan tersebut telah dilengkapi dengan median beserta bukaan median untuk mengakomodir gerakan u – turn. Ruas Pangeran antasari memiliki panjang ± 1.7 Kmdengan dua bukaan median tak bersinyal. Berdasarkan observasi awal pada lokasi studi, terlihat adanya kendaraan yang tidak dapat melakukan gerakan u – turn dengan lancar, dimana kendaraan harus melakukan manuver tambahan agar dapat menyesuaikan gerakan u – turn secara penuh. Kondisi tersebut dapat menimbulkan gangguan keamanan dan kendaraan u – turn dan yang lurus. Sehinngga perlu dianalisa kembali pada ruas jalan tersebut. Karena pada jalan tersebut sering terjadi kemacetan yang disebabkan arus yang cukup padat, dan dapat mengakibatkan Kecelakaan terutama di pengaruhi oleh bebrapa aktivitas pertokoan, perkantoran yang berada di lokasi ruas jalan tersebut. Dengan arus lalu lintas dan aktivitas hambatan samping yang sering menghambat. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat mampu memberikan solusi serta saran yang bermanfaat untuk dapat memperlancar arus lalu lintas yang berada di daerah tersebut. Dari hasil hasil survey dampak yang yang di timbulkan akibat adanya fasilitas arah putar balik (U-Turn) yaitu mengalami kemacetan pada jam jam tertentu. Seperti pada saat jam pergi bekerja dan pulang bekerja. Terlebih lagi banyaknya hiburan maupun pertokoan pada ruas jalan Pangeran Antasari contohnya adalah tempat karoke dan toko vapestore yang tidak mempunyai lahan parkir yang cukup. Yang mengakibatkan masyarakat banyak menggunakan fasilitas U-Turn Berdasarkan Analisa survey dilapangan waktu kendaraan untuk melakukan manuver Untuk motor 13.00 detik dan untuk mobil 18.00 detik untuk lokasi U- Turn 1, sedangkan untuk lokasi U-Turn 2 memerlukan Waktu 7.20 detik dan untuk mobil memerlukan 14.00 detik Dari hasil perhitungan, tingkat pelayanan di jalan Pangeran Antasari mendapatkan nilai rasio 0,487 dimana rasio ini masuk dalam kategori C di mana 0,46 – 0.74 hal ini menandakan dalam zona arus stabil pengemudi di batasi dalam memilih kecepatan kendaraan
ANALISA PERKERASAN JALAN DENGAN METODE AASHTO 93 DAN METODE MDPJ 2017 ( Studi khasus : Jalan Poros Batu Cermin Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda )
Pada perkembangan perencanaan perkerasan jalan, khususnya perkerasan kaku semakinmempunyai berbagai macam metode perkerasan. Proyek perkerasan jalan saat ini masih banyakmenggunakan tipe perkerasan kaku dengan berbagai metode yang digunakan. Penelitian inibertujuan mengetahui tebal perkerasan dan biaya pekerjaan dari masing – masing metode untukmenentukan manakah yang lebih efektif dan efisien untuk digunakan dalam pekerjaandilapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode AASHTO 93 danmetode MDPJ 2017, dengan teknik pengumpulan data menggunakan data – data yang telah adadan studi literatur. Data yang diperoleh diolah secara sistematis untuk menentukan tebalperkerasan serta perhitungan biaya pelaksanaan diperoleh dengan analisa harga satuan upah,material, dan peralatan. Sehingga didapat perbandingan tebal perkerasan dan biaya pekerjaan.Dari hasil perhitungan didapat tebal perkerasan dengan menggunakan metode AASHTO 93didapat Beton Mutu Sedang fc’ 25 Mpa 20 cm, Lapisan Pondasi Agregat Kelas A 20 cm,Timbunan Dari Sumber Galian 15 cm dengan biaya anggaran sebesar Rp. 6.830.666.000,00. Danuntuk tebal perkerasan menggunakan metode MDPJ 2017 didapat Beton Mutu Sedang fc’ 25Mpa 20 cm, Lapisan Pondasi Agregat Kelas A 12,5 cm, Timbunan Dari Sumber Galian 17,5 cmdengan biaya anggaran Rp. 6.389.289.000,00. Dari penelitian tersebut didapat metode manualdesain perkerasan jalan 2017 yang lebih efektif dan efisien
PENGARUH ARUS LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN DI JALAN CIPTO MANGUNKUSUMO DAN SOEKARNO HATTAKOTA SAMARINDA
PENGARUH ARUS LALU LINTAS TERHADAP TINGKATKEBISINGAN DI JALAN CIPTO MANGUNKUSUMO DANSOEKARNO HATTAKOTA SAMARINDAM Chosini Assari 1, Yuswal Subhy 2, Yayuk Sri Sundari 31 Mahasiswa Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda2,3 Dosen Prodi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 SamarindaEmail : [email protected] ini Bertujuan UntukMenentukan besar tingkat kebisingan yang terjadi padadaerah tersebut dan Mengetahui penyebab kebisingan yang terjadi dijalan cipto mangunkusumodan jalan soekarno hatta kilo 1. Menghitung LHR (Lintas Harian Rata-Rata) Dan MetodeSederhana yaitu menggunakan alat berupa Sound Level Meter(SLM), dan stopwatch. LokasiPenelitian ini Bearada di 3 titik yakni, UPTD puskesmas trauma center, SDN 007 Loa Janan,dan Masjid jami baiturrahman loa janan. Hasil Analisa Perhitungan BNL (KebisinganDengan Perhitungan LHR) : UPTD puskesmas trauma center yaitu 75,4 dBa, SDN 007 LoaJanan yaitu 75,51 dBa, dan Masjid jami baiturrahman loa janan yaitu 75,54 dBa
ANALISA STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN VARIASI BENTUK PENAMPANG BENTUK PENAMPANG KOLOM AKIBAT BEBAN GEMPA PADA GEDUNG KANTOR KELURAHAN DADI MULYA KOTA SAMARINDA
Indonesia merupakan negara dengan resiko gempa tinggi. SNI 03-1726-2013 membagi Indonesia menjadi 6 wilayah resiko gempa. Dalam mengantisipasi terjadinya bencana akibat gempa, diperlukan perancangan kinerja struktur yang mampu menghasilkan mekanisme keruntuhan yang ideal. Bangunan akan mengalami keruntuhan secara parsial atau secara total pada waktu terjadinya gempa. Keruntuhan struktur pertama kali terjadi pada kolom yang dapat menyebabkan keruntuhan total pada bangunan. Beban gempa dihitung dengan menggunakan metode statik ekuivalen dan Dinamik Respon Specktrum. Elemen struktur masing–masing gedung diperiksa kapasitasnya dan dilakukan pemeriksaan keruntuhan setelah ditambahkan beban gempa. Dari keseluruhan hasil perhitungan dengan secara manual dan komputerisasi dengan tetap mengacu pada peraturan–peraturan yang sudah ada, maka akan didapatkan rencana gambar struktur yang akan dibangun dilengkapi dengan perhitungan dan detail penulangan pada tiap sub yang akan dibangun. Kecermatan, ketelitian dan ketelatenan sangat dibutuhkan dalam merencanakan suatu bangunan
ANALISA BIAYA PROYEK PEMBANGUNAN JALAN MASAPPING DENGAN METODE CRITICAL PATH DAN EARNED VALUE ANALYSIS KECAMATAN LOA JANAN KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
Value dan Critical path adalah teknik untuk mengukur kinerja suatu proyek yangberintegrasi dalam scope, waktu, dan biaya. Melihat batasan biaya seorang manajer proyek dapatmengontrol seberapa tepatnya kinerja proyek yang sedang dijalankan, apakah memenuhi darisegi scope, waktu, dan biaya dengan cara memasukkan informasi yang sebenarnya telah terjadidengan rencana yang telah disusun Pada daerah pembangangunan di jalan massaping kecamatanloa janan kabupaten Kutai Kartanegara Akses jalan menuju desa banyak sekali lubang yangdapat menyebabkan kecelakaan jika tidak segera di perbaiki. Perlu adanya evaluasi pada jalantersebut, Earned adapun hal yamg perlu di teliti ialah persiapan lahan, Dalam perencanaananggaran biaya maupun penjadwalan pada proyek hendaknya juga dilengkapi analisaproduktivitas dan variable yang mempengaruhi pelaksanaan proyek, misalnya kondisi cuaca,naik turunnya harga bahan/material, keterbatasan sumber daya dan lain – lain. Metode yangdigunakan adalah Earned value Analysis dan Critical path terlebih dahulu menentukan beberapaindikator dalam Metode Earned Value antara lain BCWS, BCWP, ACWP, SV, CV, CPI dan SPI
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN SULTAN HASANUDIN PATIMURA KOTA SAMARINDA
Perkembangan penduduk yang pesat dan peningkatan mobilitas telah menyebabkanpeningkatan jumlah kendaraan di jalan raya. Jalan, sebagai infrastruktur transportasi penting,memiliki peran vital dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat. Perkerasan jalan, yangmerupakan bagian integral dari jalan, sangat penting untuk kelancaran transportasi sertakenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Jenis perkerasan jalan meliputi perkerasan lentur,perkerasan kaku, dan perkerasan komposit, di mana perkerasan kaku, khususnya yang terbuatdari beton semen, lebih cocok untuk ruas jalan dengan volume kendaraan berat yang tinggi dansering mengalami banjir. Pemerintah terus mendorong pengembangan perkerasan kaku dalampembangunan jalan baik di perkotaan maupun pedesaan karena kemampuannya dalammendukung beban kendaraan berat serta ketahanannya terhadap genangan air. Di KecamatanSamarinda seberang, terdapat ruas jalan Trikora yang menjadi jalur vital antara KabupatenSamarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan kendaraan berat yang sering melintas.Perbaikan perkerasan jalan menjadi penting, terutama dengan penggunaan perkerasan kaku,untuk menanggulangi kerusakan yang disebabkan oleh beban kendaraan dan kondisi alam sepertibanjir dan curah hujan tinggi
ANALISIS HUBUNGAN GEOMETRIK JALAN DENGAN TINGKAT KECELAKAAN LALU LINTAS (STUDI KASUS : JALAN PANGERAN SURYANATA)
Ruas Jalan Pangeran Suryanata yang merupakan jalur lalu lintas luar kota dengan status jalan Provinsi dan fungsi jalan Arteri yang memiliki aksebilitas yang tinggi dengan kondisi rawan terjadi kecelakaan. Kondisi ini didukung oleh banyaknya kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan tersebut dalam beberapa tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prilaku lalu lintas existing saat ini, mengetahui kondisi awal geometrik jalan, berdasarkan parameter alinyement vertical (panjang tanjakan dan kelandaian), serta mengetahui hubungan antara geometrik jalan berdasarkan parameter alinyement vertikal (panjang tanjakan dan kelandaian) dengan tingkat kecelakaan lalu lintas. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai volume lalu lintas yang didapat sebesar 783 smp/jam, nilai kapasitas jalan di dapatkan nilai sebesar 1769,28 smp/jam, nilai derajat kejenuhan di dapatkan nilai sebebsar 0,44 sedangkan tingkat pelayanan ruas jalan didapatkan berada pada tingkat pelayanan B, nilai kecepatan kendaraan rata-rata di lokasi penelitian di dapatkan nilai sebesar 60,03 km/jam. Kondisi awal geometric jalan berdasarkan parameter alinyement vertical (panjang tanjakan dan kelandaian) yang tidak memenuhi standar perencanaan geometric jalan yaitu berada pada kondisi g2 pada sta 0+087.5 - 0+550 dengan panjang tanjakan sebesar 462.5 M dan kelandaian sebesar 9.88 %, kondisi g4 pada sta 0+737.5 - 0+987.5 dengan panjang tanjakan sebesar 250 M dan kelandaian sebesar 9.36 %, kondisi g6 pada sta 1+062.5 -1+475 dengan panjang tanjakan sebesar 412.5 M dan kelandaian sebesar 11.52 %. Hubungan geometric jalan berdasarkan parameter alinyement vertikal (panjang tanjakan dan kelandaian) terhadap tingkat kecelakaan pada ruas jalan Pangeran Suryanata. Didapatkan hasil nilai R square sebesar 0.966, hal ini menunjukkan pengaruh geometric jalan berdasarkan parameter alinyement vertikal (panjang tanjakan dan kelandaian) sangat signifikan / berpengaruh terhadap tingkat kecelakaan lalu lintas