KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    ANALISIS ARUS LALU LINTAS SIMPANG TAK BERSINYAL (Studi Kasus Pada Simpang Jl. Untung Suropati – Jl. Ir. Sutami – Jl. Selamet Riyadi di Kota Samarinda)

    Get PDF
    The research was conducted at the three arm Unsignalized Intersection (Untung Suropati Street – Ir. Sutami Street and Selamet Riyadi Street). The survey was held on the morning peak hour, off peak hour at noon, and evening peak hour by using manual counter and video camera. The survey held at Untung Suropati intersection on Monday, Thursday and Saturday.The analysis Unsignalized intersection performance used MKJI 1997. The analysis of critical Lag used Raff method. The analysis of traffic potential capacity of right turn from minor street on intersection traffic conflict volume used HCM 1994, 2000 formula.Within the result of the both intersection performance, it could be acknowledged that the degree saturation is more than 1,00 and the average delay is more than 15 second/pcu and queue probability is more than 35%. These indicate that both intersection condition are bad. The critical lag value of Untung Suropati intersection is 2.81 second. Thus, the behaviors of drivers within crowded traffic do not wait gap. The traffic potential capacity of right turn of minor street traffic within traffic conflict volume of Untung Suropati intersection on the east approach 0,03% - 0,37%. The right turn vehicle absorption of the minor street in Untung Suropati intersection is very small so that there is a vehicle heaping in minor street. Within Timoho intersection, the turn right vehicle absorption of the narrow minor street is small happened on the east approach of minor street.Untung Suropati intersection performance is not feasible as unsignalized intersection, based on the graph setting intersection that intersection handling should be implemented at the intersection in question is the intersection priorities setting (the roundabout) and untenable as unsignalized intersections

    STUDI PERENCANAAN KONSTRUKSI INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH KECAMATAN SAMARINDA ILIR

    Get PDF
    Kecamatan Samarinda Ilir merupakan salah satu kecamatan yang ada di KotaSamarinda dengan kondisi pembuangan limbah-nya yang sebagai kawasan-nya masih belummemenuhi standar dalam pembuangan air limbah, oleh karena itu, perlu adanya pengolahanlimbah secara komunal agar tidak mencemari lingkungan. Solusinya adalah denganmembangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Pembangunan IPAL komunaltersebut diharapkan dapat mencegah dan mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya jumlah pengeluaran air buangan dankeperluan yang di butuhkan. Data yang akan disajikan dalam penelitian ini adalah data primeryaitu, data yang diperoleh dari penelitian langsung di lapangan berupa data dari wawancaralangsung serta data sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui telaah pustaka, baik melaluibuku – buku, jurnal, majalah, tulisan ilmiah, dan akses internet yang dinilai relevan dengantema yang diangkat dalam penelitian ini. Adapun teknik analisa data yang digunakan adalahmetode analisis interaktif yang merupakan rangkaian dari proses pengumpulan data, reduksidata, penyajian data dan menarik kesimpulan / verifikasi data.Hasil penelitian dengan proyeksi penduduk 15 tahun masing-masing kelurahan yang adadi Samarinda Ilir disertai dengan perhitungan proyeksi kebutuhan air bersih dan proyeksi airbuangan yang di keluarkan di Kecamatan Samarinda Ilir menunjukkan bahwa kebutuhan IPALyang di perlukan di Kecamatan Samarinda Ilir sebanyak 40 unit dengan kapasitas yang diperlukan sebanyak 300 m3/ har

    STUDY PENENTUAN NILAI JUAL RUMAH PADA PERUMAHAN CITRA GADING RESIDENCE DI JALAN SULTAN SULAIMAN KEC. SAMBUTAN, SAMARINDA ILIR SAMARINDA

    Get PDF
    Laju pertambahan penduduk kota Samarinda yang cukup tinggi menyebabkan meningkatnya kebutuhan akan rumah. Perumahan Citra Gading Residence yang terletak di jalan Sultan Sulaiman Samarinda menawarkan hunian sebanyak 48 unit rumah yang terdiri dari 36 unit rumah tipe 50/120 m2, 12 unit rumah tipe 39/105 m2. Sistem pembiayaan pelaksanaan pembangunan kawasan ini melibatkan modal awal 80% serta pinjaman Bank sebesar 20%.Tujuan evaluasi ini untuk mengetahui “Jangka waktu penentuan harga jual rumah dan investasi berjangka dan “Penentuan harga jual type rumah pada type 39 dan 50 pada perumahan citra  gading residence pada satu clusterDari perhitungan keuntungan nilai jual rumah cash dan kredit pada perhitungan keuntungan suku bunga bank, maka perlu kita ketahui kekurangan serta kelebihan dalam perhitungan keuntungan nilai harga jual rumah pada developer dengan bank pada suku bunga tertentu menurut proyeksi bank pada system cash maupun kredit.Perhitungan perkreditan pada bank di suku bunga tertentu akan mengakibatkan kenaikan harga yang signifikan karena menggunakan suku bunga anuitas yang suku bunga tidak tetap atau berubah dalam 1 tahun pada tiap bulannya antara 1% s/d 2%Pada perhitungan perkreditan di developer atau owner system perkreditan otomatis akan menggunakan system suku bunga flat yang nilai suku bunga bank tetap dengan nilai harga jual tetap dari hasil modal yang didapat pada hasil pembiayaan produksi dan pajak. Dari hasil itu akan diperoleh keuntungan/margin, pada developer itu sendiri pada perhitungan suku bunga bank.Pada nilai harga jual cash pihak developer akan memperoleh keuntungan sekitar 1% s/d 2% dari nilai harga jual rumah per 1 type unit rumah 

    PERENCANAAN DRAINASE PADA RUAS JALAN RENGAS KECAMATAN KAUBUN KABUPATEN KUTAI TIMUR

    No full text
    Perencanaan drainase harus dilaksanakan dengan seksama, yaitu menyangkut pola arah aliran, situasi dan kondisi lokasi, dengan memperhatikan aspek hidrologi yang meliputi : siklus hidrologi, karakteristik hujan, data curah hujan, debit rancangan, aspek hidrolika dan sifat-sifat aliran, serta analisis dimensi saluran.Dalam penelitian  lapangan  didapatan data-data antara lain: data situai, beda tinggi/ kountur tanah, data koordinat, data penduduk, data curah hujan dan data pendukung lainnya. Dari pengolahan data tersebut maka didapat hasil perencanaan Drainase Jalan Rengas Kecamatan kaubun Kabupaten Kutai Timur sebagai berikut: Panjang drainase 8.086 m,bentuk penampang drainase adalah trapezium ( pasangan batu gunung ) dengan luas penampang efektif = 0,584 m2., besar debit banjir rencana kala ulang = 0,8754 m3/detik, tinggi penampang basah(d) 0,60 meter, lebar bawah salauran (b)= 0.40 meter, tinggi jagaan (w)= 0.55 meter, kemiringan dasar drainase (i)= 0,60 %.dan kemiringan talud 1:1.5

    STUDI IDENTIFIKASI PENANGGULANGAN BANJIR DAN DESAIN DREINASE JLN.INPRES KECAMATAN SANGATTA UTARA KOTA SANGATTA

    No full text
    Subdistrict North Sangatta, especially on the road inpres is an area that is often flooded it is known by flood inundation maps and tables of points floodwaters City North Sangatta obtained from the Department of Public Works District. East Kutai. This thesis aims to analyze the ability of existing drainage channels (existing) to accommodate surface runoff and stream flow, condition, shape, construction and see the direction of the flow channel in the area of the floodwaters. Boundary problem in terms of this thesis is a hydrological analysis to analyze rainfall plans, rainfall intensity and time of concentration, while the analysis of hydraulics for analyzing the ability of the secondary channels that already exist (existing) in a location that is reviewed is the path Apt Pranoto District of North Sangatta to accommodate runoff and stream                The method used is the method of data collection and analysis. The data used are primary data and secondary data are then analyzed based on the analysis of hydrology and hydraulics analysis and evaluated based on the value of the existing discharge chute with discharge plan value.                To determine rainfall plans to use two types of distributions are widely used in the fields of hydrology, distribution Person Log III and Gumbel distribution, then take the value of rainfall over a period of 2, 5, 10, 25 years of Distribution Log Person III to be used in further calculations. The time is determined by the equation concentration tc = to + td, rainfall intensity with Mononobe method, discharge plan is calculated based on the Rational method and the evaluation of the channel cross section ≥ Qs equation QT.Rainfall value used to calculate the intensity of rainfall is the rainfall distribution value Logs Person III repeated periods of 2.5, 10, 25 years,. From the analysis of the dimensions of the channel turns all channels capable of accommodating the discharge channel to the next 25

    PERENCANAAN BETON BERTULANG PADA GEDUNG PERPUSTAKAAN KAMPUS STAIS SANGATTA

    No full text
    Sebuah perencanaan dalam penelitian di bidang teknik sipil ini, penulis mencoba menghitung Struktur Atas Gedung 3 Lantai. Dasar – dasar perencanaan yang penulis ambil berdasarkan SK   SNI   T-15-1991-03 Perhitungan  konstruksi  rangka  atap  dianalisa  dengan  menggunakan metode Cremona. Perhitungan portal utama yang terdiri dari balok dan kolom dianalisa dengan menggunakan Metode Cross. Dari  analisa  perhitungan  gaya  geser  untuk  perencanaan Gedung  3 Lantai. Untuk Balok Induk 250/400 , Balok Induk 300/500, Balok Induk 300/300 daerah tumpuan pada perencanaan di pakai tulangan  6 D 36, untuk daerah lapangan pada perencanaan di pakai tulangan 5 D 36, Untuk sengkang pada perencanaan di pakai tulangan Ø10 – 100  mm. Untuk Ring Balk 250/400 daerah tumpuan pada perencanaan di pakai tulangan  3 D 16, untuk daerah lapangan pada perencanaan di pakai tulangan 3 D 16, Untuk sengkang pada perencanaan di pakai tulangan Ø8 – 150  mm. Untuk Ring Balk 250/300 daerah tumpuan pada perencanaan di pakai tulangan  3 D 16, untuk daerah lapangan pada perencanaan di pakai tulangan 3 D 16, Untuk sengkang pada perencanaan di pakai tulangan Ø8 – 150  mm. Perencanaan plat lantai pada daerah tumpuan untuk di pakai tulangan  Ø 10 dengan jarak  100 mm. Untuk perencanaan kolom 400/600 dan kolom 400/400 di pakai 6D28 dan 6 Ø 28 dengan sengkang Ø10 – 350 mm

    ANALISA RANCANGAN CAMPURAN SELF COMFACTING CONCRETE DENGAN MENGGUNAKAN MATERIAL LOKAL

    Get PDF
    Eko Fransiska Aditya ,  Analisa Rancangan Campuran Slef Comfacting Concrete Dengan menggunakan Matrial local, di bawah bimbingan Syahrul ST.,M,Eng dan Ari Sasmoko Adi ST.,MT.             Beton Merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik,agregat kasar,agregat halus,air dan bahan tambah(admixture atau additive).Untuk mengetahui dan mempelajari perilaku elemen gabungan(bahan bahan penyusun beton).Perancangan beton ringan harus memenuhi kreteria perancangan standar yang berlaku. Peraturan dan tata cara perancangan tersebut antara lain adalah ASTM, ACI,Metode yang digunakan SNI 03-3449-2002. Dalam upaya penelitian beton campuran zat aditif , dicoba untuk dikembangkan sebagai bahan Penelitian. Lokasi pengambilan bahan material didaerah samarinda. diadakan penelitian ini. Berdasarkan uraian di atas maka penulis melakukan penelitian tentang Campuran Beton Dengan Metode Modulus Halus Butir.Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan per satuan luas pada ummnya beton mengandung rongga udara sekitar 1% - 2%,pasta semen 25% - 40% dan Agregat halus dan kasar sekitar 60% - 75%,untuk mendapatkan kekuatan yang baik,masing-masing bahan harus dipelajari.Hasil dari uji pada umur 28 hari (f’c) = 205.835kg/cm² dinyatakan tidak mencapai target kekuatan beton rencana dimana kuat tekan beton yang diisyaratkan (f'cr) = 250 Kg/cm².Kualitas agregat yang digunakan tida cukup bagus karena koral yang dipakai tidak bersudut dan pasir yang digunakan mengandung kadar lumpur yang cukup tinggi

    EVALUATION PLANNING LIGHTS SIGNALIZED AND DESIGN WEDENING PRINCE STREET SURYANATA - ROAD KADRIE OENING IN SAMARINDA

    No full text
    SITI Hadijah , NPM : 10.11.1001.7311.006 , " Evaluation Planning And Design Lamp signalized P.Suryanata Road Widening - Road Kadrie Oening in Samarinda " , Supervisor I : Ir . John Nono Sudarsono , MT ,Supervisor II And : Sahrullah , ST , MT         Traffic Planning activities include inventory and Evaluation Service Levels . BETWEEN inventory intent lying FOR knowing Service Level on any roads and interchanges . Purpose Service Level hearts husband CONDITIONS It is the ability of roads and interchanges FOR accommodate differences noticed Traffic WITH SPEED And Safety factor . Desired Service Level setting . In determining the level of service is desirable done for example by paying attention to: General Plan Transportation road network ; Role , capacity , and the characteristics of the road , road class , the characteristics of Traffic , Environmental Aspects , Social Aspects And ekonomi.penetapan solving traffic problems , preparation and Program Implementation Plan realization

    ANALISIS STABILITAS LERENG DAN PERENCANAAN DINDING PENAHAN TANAH PADA STA 114+000 RUAS JALAN SANGATA – Sp. PERDAU KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    The slopes are natural surface appearance due to the height difference . The height difference of two places compared with the straight distance horizontally so that would be obtained magnitude of slope ( slope) . At the place where two different ground surfaces ketinggianya , then there will be forces at work pushing so that the soil of higher social status tend to move toward the bottom. Besides the force that drives down there are also forces in the land who work hold the soil so that the position remains stable .               Based on the formulation of the problem and the results of slope stability analysis and planning of retaining wall on the activities of STA 114 + 000 Jalan Sanggata-Sp. Perdau East Kalimantan can be summarized as follows:1. The calculation of slope stability using Geoslope program obtained value of F or FOS = 2.399 which means it is by planning a slope like this are relatively stable and secure, where Values Safety Factor F or FOS = 2.399> 1.252. For Planning cantilevered retaining wall structures obtained:a. Size planning retaining wall is:- High Retaining Walls Soil = 8 meters- Width and Height leg Retaining Walls Soil = 0.8 x 4 metersb. Bolster the stability gained 2.148> 1.5 (secure)c. Scroll stability gained 5.572> 1.5 (secure)d. Stability Against Collapse of Carrying Capacity of Land gained 3.432> 3 (OK)               From the results of planning is recommended as follows:1. For the planning of retaining wall is good because a safety factor greater than 1.5 (> 1.5) and therefore its dimensions are still able to be minimized.2. It is recommended to use geotextile between the original ground surface with granular soil embankment so that the soil is not mixed.3. Soil pile must either (well graded) as proposed in the plan.

    ANALISA PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (SMK3) PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN KUTAI KARTANEGARA

    Get PDF
    Pelaksanaan pekerjaan jasa konstruksi merupakan kegiatan yang banyak menggunakan berbagai jenis peralatan, baik canggih maupun manual. Jenis peralatan ini dilaksanakan di lokasi yang terbatas luasnya dalam berbagai jenis kegiatan sehingga menyebabkan resiko tinggi  terhadap  kecelakaan.  Di  samping  peralatan,  berkurangnya  pengetahuan pekerja mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta kepedulian dalam hal pengawasan K3 juga salah satu penyebab terjadinya kecelakaan.Dari data PT Jamsostek Provinsi wilayah Kalimantan Timur, jumlah kasus kecelakaan kerja di Kalimantan Timur tahun 2011 sebanyak 621 kasus kecelakaan kerja, sedangkan sepanjang tahun 2013 telah terjadi kecelakaan kerja 1190 kasus dan berdasarkan data Agustus 2014 telah terjadi 1216 kecelakaan Kerja.           Dalam hal klasifikasi kondisi kerja ditemukan bahwa kecelakaan dengan alat pengaman tidak sempurna mencapai angka yang cukup dominan yaitu 78.87% dan kecelakaan dengan menggunakan peralatan tidak seharusnya mencapai 6.21%. Sementara untuk klasifikasi berdasarkan sumber kecelakaan dengan menggunakan mesin (press, bor dan gergaji) mendominasi angka 39.88% dan dengan perkakas kerja tangan mencapai 14.44% (Shaleh, 2009).Dilihat dari data kecelakaan yang ada, menunjukkan bahwa pekerjaan konstruksi merupakan kegiatan yang beresiko tinggi terhadap kecelakaan. Banyak penyebab   kecelakaan   kerja   yang   sering   terjadi   dalam   pekerjaan   konstruksi mengurangi keberhasilan proyek tersebut. Penyebab utama kecelakaan kerja adalah kurang optimalnya pelaksanaan  K3,  sedangkan  penyebab  dasar  yang  sebenarnyaadalah   Mis   Management   yang   artinya   manajemen   tidak   melakukan   upaya pencegahan kecelakaan kerja seiring dengan kegiatan manajemen perusahaan. Oleh karena itu, pelatihan dan implementasi K3 sangat penting untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja dan meminimalisir korban jiwa dan meningkatkan produktivitas kerja karyawan sebab usaha menyelamatkan kehidupan manusia juga merupakan tanggung jawab moral yang sangat mendasar dari semua pihak yang terkait terlepas dari tingkat pemahamannya terhadap aturan, besar kecilnya skala proyek ataupun jenis posisi jabatan yang diembannya pada proyek konstruksi. (Santoso, 2004) Pelatihan dan implementasi K3 dapat dilihat dalam suatu pendekatan sistem yaitu penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Karena pada prinsipnya kecelakaan kerja akibat perbuatan manusia (human error) bisa dicegah dengan pengawasan dan kualifikasi SMK3 yang diperketat oleh pengawasan dari pemerintah pusat maupun dinas. (Rifki, 2013)SMK3 merupakan sistem  yang lebih bertanggung jawab dalam berupaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera beserta bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja. (Logawa, 2007). Sistem  manajemen ini juga merupakan suatu set elemen yang saling terkait yang digunakan untuk menetapkan kebijakan, sasaran dan pencapaian sasaran. Sasaran tersebut meliputi struktur  organisasi,  rencana  aktivitas  (termasuk  analisa  risiko  dan  penetapan objektif), tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumber daya. SMK3 terdiri dari lima prinsip dasar acuan elemen yaitu kebijakan, perencanaan, penerapan dan operasi  kegiatan,  evaluasi  atau pemeriksaan  dan  tinjauan  manajemen  atau usaha tindakan perbaikan.Prinsip dasar SMK3 sebenarnya sudah ada dalam perundang-undangan sejak tahun 1970. Dalam peraturan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 1 tahu

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇