KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    ANALISIS KARAKTERISTIK PEJALAN KAKI JALAN PANGLIMA BATUR KOTA SAMARINDA

    No full text
    Roni Ramadhani 2012,Analisis Karakteristik Dan Tingkat Pelayanan Pejalan Kaki Jalan Panglima Batur Kota Samarinda. Skripsi. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik,Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.Pada dasarnya  kinerja  lalu  lintas  pejalan  kaki  diekspresikan  dengan  cara  yang  mirip dengan ekspresi kinerja lalu lintas kendaraan yaitu dengan arus, kecepatan, dan kepadatan yang saling berhubungan. Pada penelitian ini mengambil lokasi di Pedestrians Panglima Batur kota Samarinda. Dengan pertimbangan, Jalan Panglima Batur merupakan salah satu pusat penjualan berbagai macam kebutuhan masyarakat Samarinda.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pejalan kaki, bagaimana hubungan antara kecepatan (speed), arus (flow), kepadatan (density), dan ruang (space) di  kawasan tersebut. Selain itu untuk mengetahui besarnya kapasitas dan Level Of Service (LOS) apakah masih bisa menampung jumlah pejalan kaki yang ada.Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode survei dan metode analisis. Metode survei yakni dengan menggunakan teknik manual dalam pengamatan dan pengambilan data di lapangan. Dari hasil survei di lapangan didapatkan data jumlah pejalan kaki dan waktu tempuh pejalan kaki. Sedangkan metode analisis yakni dengan menggunakan metode Greenshields. berdasarkan besarnya arus dan besarnya nilai ruang  (space)  pejalan  kaki  untuk  pejalan  kaki  pada interval 5 menitan yang terbesar  dan dicocokkan dengan kondisi lapangan yaitu pada segmen A dengan  arus 11.1565 dan 13.0612 dengan ruang 3.5116 dan 3.3240 pada segmen B dengan arus 12.7536 dan 13.4783 dengan ruang 3.6900 dan 3.3827,Sedangkan tingkat pelayanan Segmen A dan B termasuk tingkat pelayanan “C”. hal ini menunjukkan fasilitas pejalan kaki di Jalan Panglima Batur Kota Samarinda belum mampu menampung jumlah pejalan kaki yang ada dan pada Segmen A1,B1,C dan C1 termasuk tingkat pelayanan ‘’B’’ hal ini menunjukkan fasilitas pejalan kaki di Jalan Panglima Batur Kota Samarinda masih mampu menampung jumlah pejalan kaki yang ada

    ANALISIS KINERJA BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE NILAI HASIL (Earned Value Analysis) PADA PEMBANGUNAN GEDUNG ISLAMIC CENTER KABUPATEN KUTAI BARAT

    No full text
    Proyek dapat diartikan sebagai suatu kegiatan sementara yang berlangsung dalam jangka waktu terbatas dengan alokasi sumber daya tertentu dan dimaksudkan untuk menghasilkan produk atau deliverable yang kriteria mutunya telah digariskan dengan jelas (Suharto, 1995). Suatu proyek didefinisikan sebagai suatu kegiatan tidak rutin dan tidak berulang, dikerjakan untuk suatu jangka waktu yang tertentu untuk mendapatkan hasil sesuai dengan yang diinginkan secara teknis. Kondisi suatu proyek dipengaruhi banyak faktor lingkungan sehingga suatu proyek akan berbeda dengan proyek yang lain. Pengendalian dalam proyek konstruksi pada umumnya menyangkut tiga aspek utama, yaitu, biaya, waktu dan SDM.Pengendalian dilakukan seiring dengan pelaksanaan proyek. Pengendalian proyek dilakukan agar proyek tetap berjalan dalam batas waktu, biaya dan performan yang ditetapkan dalam rencana. Ada beberapa perbedaan antara perencanaan dan pengendalian, yaitu perencanaan berkonsentrasi pada penetapan arah dan tujuan, pengalokasian sumberdaya, pengantisipasian masalah, pemberian motivasi kepada partisipan untuk mencapai tujuan. Sedangkan pengendalian berkonsentrasi pada pengendalian pekerjaan ke arah tujuan, penggunaan sumberdaya secara efektif, perbaikan/ koreksi, pemberian imbalan pencapaian tujuan. Pengendalian pada umumnya dilakukan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan efisien. Oleh karena itu diperlukan analisis yang memerlukan suatu sistem pengendalian biaya dan jadwal terpadu agar parameter yang di kontrol benar-benar efisien dan dapat menunjukkan dengan tepat kondisi proyek. Suatu bentuk pelaporan perkembangan proyek juga diperlukan agar produktivitas pekerjaan terhadap rencana jadwal dan biaya dapat terekam secara objektif, tercatat secara rinci dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masing-masing peserta proyek.Pelaksanaan suatu proyek sangat jarang ditemui suatu proyek yang berjalan tepat sesuai dengan yang direncanakan. Umumnya mengalami keterlambatan yang direncanakan, baik waktu maupun kemajuan pekerjaan, tetapi ada juga proyek yang mengalami percepatan dari jadwal awal yang direncanakan. Untuk menghindari kerugian dalam kegiatan pekerjaan pembangunan gedung Islamic Center berada di Kabupaten Kutai Barat dapat meramalkan (forecasting) terhadap biaya penyelesaian proyek dengan Metode Nilai Hasil (Earned Value Analysis), sehingga dalam penyelesaian pekerjaan dapat dihadapkan pada usaha-usaha untuk lebih mengefektifkan dan mengefisiensikan kegunaan dari sumber-sumber daya manusia, dana, informasi, teknologi, peralatan, fasilitas dan material.

    ANALYSIS OF RETAINING WALL SOIL RETAINING WALL IN THE DEVELOPMENT OF AGRICULTURAL LAND IN THE CENTER OF CLASS I BALIKPAPAN CITY

    Get PDF
    stability due to disruption of the amount of land on the move it apart from its geometric depends on the severity and also of the shear strength (shear strength). The shear strength is not fixed, and may decline due to rising water levels in the soil itself, in addition to the influence of other disorders. Disruption to the stability of the slope can be caused by nature and by human activity itself. The first thing called natural disasters, which can be caused by earthquakes or heavy rains prolonged, the second is human error, and generally in the form of imposition of excessive (overloading), excavation uncontrollable, drainage is less than perfect, and deforestation. Balikpapan City is one of the areas that have topography wave. On agricultural quarantine hall class I cities Balikpapan particularly in agriculture laboratory balai have a wave in question is a natural state of hills and valleys, this has resulted in some segments of roads must be on the slopes. The presence of natural factors, especially rain and ground water flow that makes it lose ground slope stability or ability to withstand shear, causing landslide, automatically laboratory will be impaired and will also affect the level of service. So that public facilities can function optimally we need to hold the handling of the avalanche is one of them by making the construction of retaining soil so that the soil on these segments do not move or shift. From the results of calculations can be concluded that, the dimensions of retaining wall that is built is 3 meters wide and 2.5 meters, 0.50 meters thick plate with a length of 16 and 26 meters, retaining wall stability is secured against rolling but affect the shear, so that the necessary foundation pile stake to meperkaku wall structure and pile foundation

    ANALISA KINERJA JALAN LUAR KOTA SAMARINDA - BALIKPAPAPN KM + 77.00 – KM + 89.00

    No full text
    Sejalan dengan pesatnya perkembangan Kota Samarinda dan tingginya laju pertumbuhan penduduk di wilayah perkotaan, akan mengakibatkan bertambah tingginya aktifitas perkotaan. Pertumbuhan dan perkembangan kota yang pesat tanpa diikuti oleh ketersediaan pembiayaan pembangunan yang memadai dapat menimbulkan permasalahan menurunnya kualitas lingkungan perkotaan, dalam hal ini kemacetan lalulintas merupakan salah satu dampak negatif dari pertumbuhan dan perkembangan kota dengan penyebab utama yaitu bertambahnya jumlah pengguna kendaraan pribadi yang semakin tidak terkendali setiap tahunnya.Analisa yang dilakukan secara manual sesuai dengan kondisi arus lalu lintas di indonesia. Dalam hal ini di lakukan analisa menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) untuk memperhitungkan kapasitas dan kinerja lalu lintas. Data lalu lintas diperoleh dari survey lapangan yang di lakukan selama 4 hari ialah pada hari Selasa, Rabu, Kamis dan Minggu, tanggal ( 6,7,8 dan 11 Mei 2014 ) pada jam sibuk yang di sajikan dalam bentuk tabel data kendaraan.Berdasarkan hasil analisa kinerja dan kapasitas pada jalan Samarinda - Balikpapan Samarinda Seberang dengan menggunkan metode MKJI 1997 di dapat Kapasitas Jalan Samarinda - Balikpapan Samarinda Seberang pada hari selasa, rabu, kamis, dan minggu sebesar 5715.12 smp/jam dengan Level Of Service (LOS) tertinggi terjadi pada hari kamis  sebesar 0,31, dengan tingkat pelayanan kategori “B”. Dan Level Of Service (LOS) terendah terjadi pada hari rabu sebesar 0,26, dengan tingkat pelayanan kategori “B”

    KARAKTERISTIK BATU KORAL UKURAN 10 MM DAN BATU KORAL GRADASI MENERUS PADA CAMPURAN BETON

    Get PDF
    Batu koral atau batu krikil merupakan agregat kasar yang diperoleh dari alam, berukuran 2 -75 mm. Pengambilan bahan material batu koral yaitu terletak pada Kecamatan Kaliorang. Luaswilayah Kecamatan Kaliorang 699,28 km² yang merupakan 1.96% dari luas wilayah KabupatenKutai Timur. (Sumber : Wikipedia, 2010). Letak geografis kecamatan Kaliorang yaitu 03 o 53’ 11.61” N, 117o54' 07.77” E. (Google earth, 2015). Pasir adalah bahan material yang umumnya memiliki butiran berukuran antara 0,0625-2mm, materi pembuatan pasir adalah silikon dioksida, tetapi dibeberapa pantai tropis dan subtropisumumnya dibentuk dari batu kapur (Sumber : Wikipedia, 2010). Pengambilan bahan material pasiryaitu terletak pada daerah Kecamatan Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara ProvinsiKalimantan Timur. Letak geografis Tenggarong yaitu  0o 25’ 22.55 ” S, 116o59' 51.85” E. (Googleearth, 2015). Untuk membuat campuran beton yang bermutu tinggi harus dibuat percobaan-percobaan dilaboratorium dan perhitungan-perhitungan berdasarkan sifat fisik material. Material yang bermuturendah  tidak dapat menghasilkan beton yang bermutu tinggi. Perbandingan air dan semen yangtidak seimbang dapat menyebabkan rendahnya mutu beton.Dari penelitian ini akan menghasilkan beton yang memiliki kuat tekan yang berbeda sesuaidengan proporsi masing-masing sampel beton. Ada dua jenis beton yang akan di teliti yaitu betonnormal dan beton dengan gradasi 10 mm sebagai bahan perbandingan dalam penelitian. Penelitimengharapkan dapat menghasikan beton yang lebih maksimal.Adapun maksud dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari beton yangmemakai batu koral dengan ukuran 10 mm dan beton yang memakai batu koral dengan gradasimenerus. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi campuran betonserta nilai kuat beton yang meggunakan agregat kasar dari batu kali Ex. Kaliorang.

    KAPASITAS TAMPUNG AIR PADA DRAINASE JALAN CIPTO MANGUNKUSUMO KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Jalan Cipto Mangunkusumo merupakan ruas jalan yang padat lalu lintas dengan perkembangan perekonomian dan pemukiman. Jalan penghubung Kota Samarinda dengan Kota Balikpapan dan Kota Tenggarong serta daerah sekitarnya.Penelitian ini dilakukan pada drainase ruas Jalan Cipto Mangunkusumo Sungai Keledang samapai Jalan Rawa Makmur Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda Propinsi Kalimantan Timur. Bertujuan untuk mendapatkan kapasitas optimal tampung air pada drainase ruas Jalan Cipto Mangunkusumo Kota Samarinda.Analisa diawali dengan pendataan peta topografi, tata guna lahan, kondisi esisting saluran dan data kependudukan disekitar lokasi penelitian. Selanjutnya perhitungan hidrologi untuk hujan rencana yang menghasilkan debit banjir dan debit limbah penduduk. Hasil perhitungan diperoleh debit banjir rencana untuk digunakan untuk menghitung dimensi saluran rencana dengan periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun dan 25 tahun.Berdasarkan hasil analisis, faktor permasalahan drainase dalam perencanaan ini antara lain, pertambahan debit banjir sehinggan saluran yang ada tidak mampu menampung kapasitas air akibat perubahan tata guna lahan, penyempitan dan pendangkalan saluran akibat desakan permukiman dan endapan sedimen serta permasalahan sampah

    ANALISA PENJADWALAN WAKTU PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN GUNUNG LINGAI LEMPAKE TEPIAN

    Get PDF
    yang merupakan sebagian persyaratan dalam rangka mencapai gelar Sarjana Teknik pada jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda.   Tantangan pada pelaksanaan proyek adalah bagaimana merencanakan jadwal waktu yang efektif dan perencanaan biaya yang efisien tanpa mengurangi mutu. Di dalam industri konstruksi dikenal beberapa metode penjadwalan proyek, antara lain : Diagram PDM,dengan Software Microsoft Project. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari metode perencanaan dan penjadwalan proyek yang umum dipakai di Indonesia, membandingkan masing-masing metode perencanaan dan penjadwalan proyek untuk mencari karakter yang sesuai dengan sifat proyek, dan melakukan simulasi masing-masing metode perencanaan dan penjadwalan proyek serta menganalisa kelebihan dan kekurangannya. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan 1 jadwal proyek yang meliputi proyek pekerjaan. Kemudian dilakukan analisis data, elaborasi dan komparasi dari 1 sampel proyek, yaitu berupa metode Diagram PDM yang diubah ke dalam bentuk metode Software Microsoft Project. Hasil analisa menunjukkan bahwa Bar Chart masih umum digunakan di dalam penjadwalan proyek konstruksi,.Agar dapat saling menutupi kekurangan masing-masing metode, maka sebaiknya tidak hanya menggunakan satu metode perencanaan dan penjadwalan proyek, tapi juga dapat mengombinasikannya dengan metode yang lain. Sebagai tindak lanjut dari studi ini adalah perlu adanya penerapan dan penggunaan metode perencanaan dan penjadwalan proyek yang sesuai dengan karakteristik proyek. Selanjutnya dapat dilakukan kajian yang lebih mendalam untuk mengetahui hubungan logika ketergantungan dan lintasan kritis pada proyek

    STUDY PERENCANAAN SALURAN DRAINASE PADA KECAMATAN SAMBUTAN KOTA SAMARINDA

    No full text
    Jalan penangkaran buaya , kelurahan Makroman Merupakan daerah yg banyak belum mempunyai saluran drainase . saluran pada daerah tersebut hanya memakai saluran alam dan saluran buatan yang belum terselesaikan sebagai tempat pengaliran air hujan dan air buangan. Dengan tidak adanya saluran drainase pada daerah tersebut maka dilakukan perencanaan saluran drainase pada daerah tersebut.dengan membuat dan merencanakan drainase yang nantinya akan berguna untuk mengalirkan air hujan dan air buangan pada daerah tersebut agar tidak terjadinya genangan pada kawasan atau jalan di daerah tersebut Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah Menghitung dimensi existing dan mendesain saluran drainase, Menghitung besaran sedimenMenggunakananalisa yaitu seperti analisa curah hujan analisa debit banjir rancangan analisa hidrolika saluran terbuka dengan menggunakan metode log person , gumbel, metode monohobe untuk menghitung intesitas curah hujan, metode rasonal untuk menganalisa debit banjir rancangan dan menganalisa saluran hidrolika dengan mengetahui debit pengaliran pada saluran maka digunakan metode manning dan metode USLE untuk menganalisa erosi pada lahanDengan dilakukannya analisa tersebut maka didapatkan penampang untuk desain drainase yaitu Lebar atas saluran (a) = 1 m s/d 2.1 m. Lebar bawah saluran (b) = 0.8 s/d 2.1 m dan tinggi saluran yaitu 0.9 m s/d 2.1

    PERHITUNGAN STRUKTUR GEDUNG BARU 9 LANTAI RUMAH SAKIT HAJI DARJAD SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

    Get PDF
    Gedung bertingkat adalah suatu bangunan yang memiliki struktur tinggi yang terdiri atas struktur,  dinding dan atap yang didirikan secara permanen di suatu tempat. Sistem struktur pada suatu bangunan merupakan penggabungan berbagai elemen struktur secara tiga dimensi. Fungsi utama dari sistem struktur ialah untuk memikul beban yang bekerja pada bangunan secara aman, serta menyalurkan beban ke bagian bawah.             Pada penelitian ini bertujuan mengetahui Perhitungan Struktur Gedung Baru 9 Lantai Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) Samarinda. Data yang disajikan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik analisa dan pengolahan data dalam penelitian ini dengan menggunakan Metode Takabeya dan Software SAP 2000.            Dari hasil penelitian menunjukkan pada perencanaan balok induk menggunakan deimensi 35 x 60 cm sedangkan pada balok anak menggunakan dimensi 25 x 50 cm dan pada perencanaan kolom induk menggunakan dimensi 45 x 45 cm sedangkan pada kolo anak mengguakan dimensi 30 x 35 cm. Dalam perhitungan analisa struktur bangunan dengan menggunakan metode Takabeya dan SAP 2000, didapatkan gaya-gaya dalam antara lain gaya momen, gaya lintang dan gaya normal yang untuk selanjutnya  digunakan dalam desain strukturPerencanaan suatu struktur bangunan yang kuat serta dapat mengantisipasi semua jenis beban, hasil analisa Struktur Beton Bertulang  pada Gedung Baru 9 Lantai Rumah Sakit Haji Darjad (RSHD) Samarinda maka di pada mutu Beton Menggunakan K-350 dan Mutu Baja U- 390.

    OPTIMASI PENGGUNAAN ASPAL PENETRASI 60/70 PADA CAMPURAN ASPHALT CONCRETE BASE (AC – BASE)

    No full text
    Perkerasan lentur (Flexible Pavement) adalah sistim perkerasan dimana konstruksinya  terdiri dari beberapa lapisan (Sukirman, S, 1999). Tiap-tiap lapisan perkerasan pada umumnya menggunakan bahan maupun persyaratan yang berbeda sesuai dengan fungsinya yaitu, untuk menyebarkan beban roda kenderaan sedemikian rupa sehingga dapat ditahan oleh tanah dasar dalam batas daya dukungnya. Asphalt Concrete Base (AC-Base) adalah campuran aspal panas yang bernilai struktural terletak paling bawah. Asphalt Concrete Base (AC-Base) merupakan lapis perkerasan beraspal yang terletak di bawah lapis Asphalt Concrete - Binder Course (AC-BC). Difungsikan sebagai lapisan antara mencegah rembesan air dari atas masuk ke lapisan pondasi tetapi harus memiliki VIM, VMA,VFA, Stabilitas, Kelelehan (Flow), dan Durabilitas, yang memenuhi syarat gradasi Asphalt Concrete Base (AC-Base Batas Bawah dan Batas Tengah. Lapis Aspal Beton (LASTON) adalah merupakan suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari agregat kasar, agregat halus, filler dan aspal keras, yang dicampur, dihampar dan dipadatkan dalam keadaan panas pada suhu tertentu. Jenis perkerasan aspal Laston seperti Asphalt Concrete Wearing Coarse (ACWC), Asphalt Concrete Binder Coarse (ACBC) dan Asphalt Concrete Base (AC-Base) Sukirman, S, 2003Tujuan dari penelitian ini mengetahui mengetahui pemakaian aspal yang optimum yang memenuhi syarat Asphalt Concrete Base (AC-Base) batas bawah dan batas tengah. Maksud dari penelitian optimasi penggunaan aspal Pen 60/70 terhadap campuran Asphalt Concrete Base (AC-Base) adalah : 1. Mengetahui kadar aspal optimum Asphalt Concrete Base (AC-Base) Batas Bawah dan Batas Tengah. 2. Mengetahui nilai kadar aspal Optimum Void In the Mix (VIM), Void in the Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), Stabilitas, Flow, dan Durabilitas, Asphalt  Concrete Base (AC-Base) Batas Bawah dan Batas Tengah Manfaat penelitian memberikan informasi tetang kinerja aspal Pen 60/70 ex.Petamina terhadap karakteristik Asphalt Concrete Base (AC-Base) dan memberikan informasi tentang penggunan aspal optimum campuran Asphalt Concrete Base (AC- Base) Batas Bawah dan Batas Tengah.Permasalah dalam penelitian ini adalah 1. Berapa persentase dari pemakaian aspal yang optimum pada campuran Aspal Concrete Base (AC-Base) Batas Bawah dan Batas Tengah ? dan 2. Berapa nilai Kadar Aspal Optimum, Void In the Mix (VIM), Void in the Mineral Aggregate (VMA), Void Filled with Asphalt (VFA), Stabilitas, Kelelehan (Flow), Density dan Durabilitas, Asphalt Concrete Base (AC-Base) Batas Bawah dan Batas Tengah

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇