KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
STUDI ALTERNATIF PERHITUNGAN STRUKTUR BETON BERTULANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG TERPADU Ex. KOPERASI KOTA SAMARINDA
Gedung adalah hasil pekerjaan konstruksi yang di buat secara permanen di suatu tempat. Pada dasarnya gedung yang banyak digunakan untuk Sekolahan, Perkantoran, Rumah tinggal dan lain – lain di bangun dengan hanya memiliki satu lantai atau tidak bertingkat, namun seiring perkembangan jaman dan terbatasnya luas tanah yang dimiliki maka gedung itu sendiri harus di bangun bertingkat – tingkat agar bisa memanfaatkan ruang dengan efisien. Seperti Gedung Terpadu eks Koperasi Kota Samarinda ini sendiri yang dahulu hanya dengan satu lantai sudah bisa melayani masyarakat Kota Samarinda dengan baik. Tetapi sekarang dengan berkembangnya populasi dan ekonomi di Kota Samarinda, maka Gedung Terpadu eks Koperasi dengan satu lantai sudah tidak bisa lagi melayani masyarakat dengan baik lagi karena keterbatasan ruang yang dimiliki. Untuk mendukung hal tersebut, seorang mahasiswa jurusan teknik sipil harus memahami dasar – dasar perencanaan dan pelaksanaan konstruksi. Salah satu usaha untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan dalam perencanaan konstruksi adalah dengan menyusun Skripsi
ANALISIS PERBANDINGAN PEMILIHAN MODA ANTARA BUS DAN KAPAL RUTE KOTA SAMARINDA-MELAK
Transportasi secara umum dapat diartikan sebagai usaha pemindahan, atau penggerakan orang atau barang dari suatu lokasi, yang disebut lokasi asal, kelokasi lain, yang biasa disebut lokasi tujuan, untuk keperluan tertentu dengan mempergunakan moda transportasi. Dari pengertian ini transportasi mempunyai beberapa dimensi seperti : Lokasi asal dan tujuan, alat (teknologi), keperluan tertentu di lokasi tujuan seperti ekonomi, sosial, dan lain-lain. Sistem transportasi masyarakat untuk mengangkut penumpang dan barang menggunakan alat angkut dinamakan moda transportasi. Secara umum maksud dari penelitian ini adalah menganalisis perbandigan pemilihan moda transportasi antara bus dan kapal sungai AKDP yang melayani rute dari Terminal Sungai Kunjang dan Pelabuhan Samarinda ke Terminal Melak dan Pelabuhan yang berada di Melak, Kabupaten Kutai Barat.Metodologi penelitian ini dilakukan meliputi survei awal dan survei utama yaitu melalui pembagian kuesioner yang disusun dengan Metode Stated Preference. Kuesioner tersebut dibagikan pada saat survei di lapangan langsung yaitu di Terminal dan Pelabuhan Sungai Kunjang Kota Samarinda. Analisis data model pemilihan moda menggunakan analisa regresi linier berganda dan uji korelasi.Dari hasil penelitian tersebut selanjutnya akan menganalisis untuk mendapatkan karakteristik pengguna bus dan kapal sungai dan model pemilihan modanya. Dari beberapa karakteristik yang menggunakan bus dan kapal sungai rute Kota Samarinda-Melak adalah sebagai berikut :Tujuan perjalanan yang paling banyak menggunakan bus adalah perjalanan liburan atau pulang kampung dan urusan keluarga/sosial untuk penguna perjalanan kapal sungai. Dari segi penghasilan penguna kedua moda ini berpenghasilan antara Rp. 2.000.000 – 3.000.000 buat penguna moda bus sedangkan penguna kapal sungai penghasilan nya Rp. 3.000.000 – 4.000.000. Sedangkan alasan pemilihan moda adalah pertimbangan harga tiket yang murah sedangkan untuk moda kapal sungai kemudahan membawa banyak barang. Melihat dari hasil penelitian ini, semua pilihan diserahkan pada penumpang atau penguna jasa transportasi yang mempertimbangkan cost/biaya, waktu tempuh, dan tingkat keamanan/keselamatan moda tersebut
ANALISA SISTEM SALURAN DRAINASE PADA RUAS JALAN RE MARTADINATA KOTA SAMARINDA
Kota Samarinda merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai Ibu Kota Provinsi Kota Samarinda yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pusat sektor industri, pusat sektor perdagangan, sektor pendidikan sekaligus sebagai pusat dari sektor pariwisata. Seperti banyak kota besar di Indonesia, sebagian wilayah Kota Samarinda terletak di dataran rendah.Salah satu permasalahan yang muncul dan memerlukan perhatian khusus adalah permasalahan penataan kota. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu tujuan pembangunan Kota Samarinda adalah sebagai Kota Tepian, maka perlu adanya penataan di sekitar kawasan sungai-sungai yang ada di wilayah Kota Samarinda dan Kegiatan konservasi Sumber Daya Air untuk mempertahankan fungsi dan nilai, dengan cara mempertahankan fungsi kawasan lindung / sempadan, pengawetan air dan pengelolaan kualitas air.Program pengendalian banjir Kota Samarinda sedang dilakukan oleh Pemerintah Kota Samarinda, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun dari Pemerintah Pusat. Sasaran yang hendak dicapai dari program tersebut adalah cukup jelas untuk pengendalian banjir Kota Samarinda.Pada saat musim hujan debit permukaan yang berasal dari daerah limpasan air permukaan setiap tahun semakin besar, karena air yang meresap ke dalam tanah semakin berkurang seiring dengan perubahan tata guna lahan tersebut. Disamping permasalahan banjir sebagai akibat adanya perubahan tata guna lahan, terdapat pula permasalahan saluran drainase Jalan Re Martadinata khususnya yang menuju ke Sungai Mahakam sebagai outletnya,dimana kapasitas Sungai Mahakam pada umumnya mampu menahan debit banjir yang ada.Berdasarkan hasil survey yang saya teliti di Jalan RE Martadinata yang merupakan jalan utama menuju Kota Samarinda bahwa, daerah tersebut sering terjadi banjir dan juga jumlah rumah-rumah penduduk dan perkantoran di daerah tersebut semakin padat sehingga mengakibatkan kurangnya saluran drainase dan daerah resapan air
PERHITUNGAN DEBIT BANJIR MAKSIMUM PADA DRAINASE JALAN GERILYA DALAM PENANGGULANGAN BANJIR DI KOTA SAMARINDA
Salah satu permasalahan yang muncul dan memerlukan perhatian khusus adalah permasalahan penataan kota. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu tujuan pembangunan Kota Samarinda adalah sebagai Kota Metropolitan, maka perlu adanya penataan di sekitar kawasa nsungai-sungai yang ada di wilayah Kota.dan Perkembangan pembangunan Kawasan hunian harus di imbangi dengan pembenahan drainase yang layak. Daerah Jalan Gerilya Kota Samarinda sebagai contoh yang merupakan kawasan pembangunan perumahan sehingga terjadi perubahan perkembangan tata guna lahan (land use) dari daerah resapan air menjadi genangan air yang menimbulkan permasalahan baru, yaitu terjadi peningkatan limpasan permukaan (surface run off), Pada saat musim hujan debit permukaan yang berasal dari daerah limpasan air permukaan setiap tahun semakin besar, Analisa data untuk mendapatkan curah hujan rancangan menggunakan Metode Gumbel dan Metode Log Person Type III.Debit banjir yang harus ditampung oleh drainase pada jalan Jalan Gerilya Kota Samarinda, untuk debit maksimum pada tahun 2026 sebesar 6,555 m3/detik , lebih besar dari debit actual sebesar 0,00490m3/detik sehingga saluran tidak mencukupi aman. Dimensi saluran drainaserencana yang direncanakan adalah panjang saluran: 596 m, lebar dasar saluran:2,5 m, tinggi penampang basah:1,5m, tinggi jagaan:0,50 m, kemiringan dasar saluran: 0,111 %, kemiringan tanah: 0,726 %, lebar atas saluran: 2,8
ANALISIS DIMENSI SALURAN DRAINASE MENGGUNAKAN SISTEM DRAINASE TERTUTUP (BOX CULVERT) PADA RUAS JALAN PENGERAN SURYANATA SAMPAI RUAS JALAN PANGERAN ANTASARI KOTA SAMARINDA
Okky mardhani gultom, Analisa Dimensi Saluran Drainase Menggunakan Sistem Drainase tertutup (Box culvert ) Pada ruas jalan Pangeran suryanata sampai ruas jalan pangeran Antasari kota samarinda Provinsi kalimantan timur , Dibaah bimbingan Ir.Jusuf Dea ,MT Suatu kota yang sedang berkembang maka kota samarinda harus memiliki sistem drainase yang efesien dan juga di samarinda memiliki masalah di bidang transportasi yang bermasalah yaitu kemacetan pada daerah tertentu seperti pada daerah penelitian yaitu jalan P.suryanata sampai pada jalan P.Antasari maka dilakukanlah penelitian didaerah tersebut dengan menghitung curah hujan dengan metode (Gumbel) dan (Log person type III) dan pengumpulan data pendukung lainnya seperti (Catchment area ) maka di dapatkan lah hasil analisa pada daerah penelitian dengan menggunakan sistem Drainase tertutup yang dipilih agar lebih efisien pada daerah penelitian selain mengurangi genangan dan limpasan dan juga kemacetan yang terjadi pada daerah penelitian
ANALISIS WAKTU TEMPUH DAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN UMUM (TRAYEK C) DI KOTA SAMARINDA
Analisis waktu tempuh angkutan umum perkotaan yaitu trayek C kota Samarinda pada rute Jl. Citra Niaga Selatan sampai dengan Jl. Sempaja Ujung/Bayur di lakukan dengan tujuan mendapatkan gambaran waktu tempuh pergi dan kembali memerlukan waktu tempuh 128 menit. Biaya oprasional kendaraan angkutan kota trayek C kota Samarinda jenis kendaraan mini van tipe Suzuki Carry Real Van DX untuk pergi dan kembali memerlukan biaya oprasional senilai Rp. 211.250. Uji tarif angkutan kota trayek C kota Samarinda yang kami teliti secara quisioner dan juga perhitungan yang kami lakukan supir angkuatan umum tersebut masih mendapatkan untung dan pendapatan yang mereka dapatkan masih berada di atas UMR.
STUDI KELEBIHAN MUATAN KENDARAAN ( OVERLOAD ) TERHADAP PENURUNAN UMUR RENCANA JALAN PADA RUAS JALAN SAMARINDA BALIKPAPAN
Safry, Studi kelebihan muatan kendaraan ( overload ) terhadap penurunan umur rencana jalan pada ruas jalan Samarinda Balikpapan, di bawah bimbingan Rosa Agustaniah, ST., M.T dan Suratmi, ST., M.T.Di jalan Samarinda Balikpapan banyak ditemuakan kendaraan yang bermuatan lebih, hal itu akan menyebabkan kerusakan dini pada perkerasan jalan dan akan mengurangi umur rencana perkerasan jalan. Berdasarkan hal itu perlu dilakukan studi pengaruh muatan lebih terhadap umur rencana perkerasan jalan pada ruas jalan Samarinda Balikpapan. Untuk mengetahui seberapa besar penurunan umur rencana dan sisa umur rencana jalan dilakukan analisa dan perhitungan data timbang muatan sumbu terberat (MTS) di lapangan, mengetahui sumbu dan distribusi beban kendaraan, menganalisa perhitungan lintas ekivalen rencana (LER) muatan normal, lalu lintas harian rata-rata awal umur rencana (LHRo), lalu lintas harian rata-rata ahir umur rencana (LHRn), lintas ekivalen permulaan (LEP)umur rencana, lintas ekivalen akhir umur rencana (LEAn), lintas ekivalen tengah (LET), lintas ekivalen rencana (LER), perhitungan lintas ekivalen rencana (LER) akibat muatan lebih di lapangan, menghitung LHR akhir (LHRn).Dari analisa dan perhitungan penurunan umur rencana perkerasan jalan akibat muatan lebih. tersebut di dapat penurunan umur rencana jalan selama 8,6 tahun dari umur rencana 10 tahun, dengan demikian sisa umur rencana menjadi 1,3 tahun
KAJIAN KAPASITAS DAYA TAMPUNG SALURAN DRAINASE PADA JALAN D.I PANJAITAN KOTA SAMARINDA
Suatu kota yang berkelanjutan harus memiliki sistem drainase yang cukup memadahi. Genangan di ruas jalan masih sering terjadi dibeberapa kota, terutama kota padat penduduk. Jalan DI.Panjaitan yang terletak di Samarinda merupakan jalan utama menuju perkotaan Samarinda, di daerah tersebut terdapat rumah penduduk yang cukup padat, akan tetapi keadaan saluran di sekitar tidak memadahi. Karena hal itu di daerah tersebut mengalami genangan atau banjir,sehingga menggangu masyarakat sekitar yang menggunakan jalan tersebut untuk melakukan sebuah aktifitas perekonomian. Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanggulangan banjir dengan menganalisa dimensi saluran jalan DI.Panjaitan dengan menggunakan metode (Gumbel) dan (Log Pearson Tipe III). Analisa ini melalui tahapan seperti ini, pengumpulan data curah hujan 10 tahun, pengumpulan data actual lapangan (catchment area)sampai pada menganalisa saluran dimensi yang ada pada jalan Sentosa, Kemakmuran, Pelita, Dan Merdeka.
ANALISIS PERKERASAN BETON SEMEN RUAS JALAN GUNUNG PETUNG PAL 6 TEMBUS KELURAHAN BUKIT BIRU TENGGARONG
Kondisi kapasitas jalan cenderung tetap berbanding terbalik degan tingkat pertumbuhanhan kendaraan yang terus bertambah setiap tahunnya.Penelitian ini bertujuan mengetahui tingakat kebutuhan jalan yang ada di Ruas Jalan Gunung Petung Pal 6 Tembus Keluran Bukit Biru Tenggarong. Lajunya pertumbuhan penduduk di kawasan tersebut dan rata – rata dari meraka memiliki kendaraan maka kalau tidak diikuti dengan pengembangan infrastruktur dapat mengakibatkan permasalahan-permasalahan, salah satunya adalah transportasi.Penelitian ini juga bertujuan untuk para penduduk yang mayoritas petani agar mereka mudah dalam hal transportasi untuk mengangkut hasil tani yang dihasilkan. Selain itu,perimbangan keuangan antara pusat dan daerah, yang merupakan wujud nyata dari Undang – undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Otonomi Daerah ternyata memberikan peluang kepada daerah untuk mengatur daerahnya sendiri, hal ini dapat dilihat hampir di semua daerah di indonesia yang sedang berlomba-lomba dalam hal pembangunan guna peningkatan sarana dan prasarana untuk menunjang perekonomian dan perkembangan daerah. Selain itu, banyaknya kegiatan fisik pembangunan yang sedang berjalan, tentunya juga menuntut adanya kemampuan, keahlian dan sumber daya manusia yang cukup tinggi, baik dalam perencanaan proyek, pengawasan, dan pelaksanaan di lapangan. Salah satu program dalam peningkatan sarana dan prasarana di Kabupaten Kutai Kartanegara, adalah program peningkatan jalan dan jembatan yang di wujudkan dalam kegiatan peningkatan jalan Gunung Petung Pal 6 Tembus kelurahan Bukit Biru, sehingga diharapkan dapat memberikan layanan dan kenyamanan yang lebih maksimal bagi pengguna jalan dan masyarakat di wilayah tersebut.
KAJIAN SISTEM DRAINASE DI KAWASAN JALAN WAHID HASYIM II (SIMPANG TIGA BENGKURING SAMPAI SIMPANG EMPAT SEMPAJA)
Prayudha Saputra,Kajian SistemDrainase Di Kawasan Jalan Wahid Hasyim II (Simpang Tiga Bengkuring Sampai Simpang Empat Sempaja), di bawah bimbingang Purwanto, S.T., M.T dan Viva Ocktaviani,P.S, S.T., M.TBanjir yang terjadi pada Simpang Empat Sempaja merupakan dasar yang melatar belakangi pelaksanaan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kapasitas saluran drainase yang ada pada Jalan Wahid Hasyim II memadai atau tidak dengan cara membandingkan antara debit yang tersedia di lapangan dengan debit hujan maksimum. Dalam pelaksanaannya diperlukan studi di lapangan mengenai dimensi saluran yang ada, panjang lintasan terjauh, waktu konsentrasi, dan pemanfaatan tata guna lahan sekarang. Dalam menganalisis data sekunder diperlukan perhitungan mengenai luas DAS, uji hipotesis, analisis parametik statistik, analisis frekuensi, uji kebaikan sesuai, penentuan hujan rencana, dan menganalisis intensitas hujan rencana. Dari hasil studi di lapangan didapatkan panjang lintasan terjauh yang dilalui air yaitu pada Simpang Tiga Bengkuring sampai Simpang Empat Sempaja (2,64 km). Analisis intensitas hujan rencana untuk periode ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun berturut-turut. Setelah dilakukan pengecekan maka didapatkan bahwa kapasitas yang tersedia tidak memadai dalam menampung debit hujan maksimum yang terjadi sehingga diperlukan perbaikan sistem drainase. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan membuat saluran drainase baru dibawah muka jalan.