KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
    896 research outputs found

    EVALUASI KAPASITAS SISTEM DRAINASE JALAN LAMBUNG MANGKURAT SAMPAI JALAN BIAWAN KOTA SAMARINDA

    Get PDF
    Banjir  secara  umum  selalu  menjadi  permasalahan,  terutama  di  kawasan pemukiman  selaras  dengan  perkembangan  kehidupan  masyarakat  yang  semakin maju dan modern, serta memerlukan rasa aman terhadap bahaya banjir yang selalu mengancam  pada  musim penghujan.  Di  samping  itu  banjir  dapat  mengganggu aktivitas   kehidupan   masyarakat   yang   mengakibatkan   kerugian   material   dan bencana terhadap masyarakat yang berada di daerah tersebut. Dilihat dari ketersediaanya sarana drainase kota Samarinda yang ada saat ini, terdapat tanda-tanda bahwa saluran drainase yang ada sudah banyak yang tidak terawat dan tidak dapat lagi menampung air yang ada, maka dari itu perlu adanya partisipasi dari masyarakat dan instansi terkait untuk menanggulangi masalah banjir tersebut agar dapat tercapainya sistem drainase yang baik.

    COMPARISON OF INVESTMENT VALUE OF THE AFFECTED DEPARTURE TIME IN THE FIELD OF TRANSPORTATION TRAVEL BETWEEN THE CITY

    Get PDF
    Transport or transportation is a very important field of activity in the life of the Indonesian people . The importance of transport for the people of Indonesia are caused by several factors , among others , the geographical situation of Indonesia which consists of thousands of small and large islands , waters that comprise the bulk of the sea , rivers and lakes . As for the services of transportation services that we often encounter in their daily lives , namely motorcycles , cars , buses , and other service providers him. Another thing that is also important to the needs of transportation is a necessity , convenience , safety , and fluency of transportation. Mode of transportation is a term used to denote the means of transport used to move from one place to another . Moda normally used in transportation can be classified on the mode that runs on land , sailing on the sea and inland waters , as well as the mode of flying through the air.               Investment is a term with several meanings related to finance and economics. The term is associated with the accumulation of a form of assets with an expectation of profit in future. Sometimes, the investment is also known as capital investment. It is necessary for investment analysis of the transportation services travel between cities, in order to predict income and investment gains in the future. And can determine the ratio between the investment value of the time interval 1 hour / 15 minutes of departure to the time interval 1 hour / 30 minutes to departure whichever is more favorable between the interval time of 1 hour / 15 minutes of departure and the time interval 1 hour / 30 minutes of departure. From the research it was found that a more favorable time interval, ie the time interval with the departure 1 hour / 15 minutes. So interval 1 hour / 15 minutes to use the travel. The grounds are getting faster departing passengers, the more revenue or profits.               Performance transportation services company created to meet the needs of passengers who want public transportation between cities is convenient, safe , and fast . In accordance with the wishes of the whole society. Public transport is targeting all circles . With the price Rp.130.000 , - / Person

    ANALISIS KINERJA DAN PERENCANAAN MEDIAN RUAS JALAN PANGERAN MUHAMMAD NOOR KOTA SAMARINDA

    No full text
    Irtawan Prasetiya, Analisis Kinerja Dan Perencanaan Median Ruas Jalan Pangeran Muhammad Noor Kota Samarinda, di bawah bimbingan DR. Ir. H. Benny Mochtar EA, MT dan Rosa Agustaniah, ST, MTJalan Pangeran Mohammad Noor merupakan salah satu ruas di kota Samarinda yang merupakan salah satu jalan Arteri Primer, yang menghubungkan antara Kecamatan Samarinda Ulu ke Kecamatan Samarinda Utara. Di ruas jalan ini banyak kendaraan bermuatan berat melalui, karena merupakan jalan menuju ke dalam atau luar kota Samarinda  serta menuju kabupaten/kota di daerah Utara Provinsi Kalimantan Timur. Jalan Pangeran Mohammad Noor memiliki karakteristik yaitu dengan lebar jalan 12 m, 2 jalur, 2 lajur dan 2 arah tanpa pembatas. Lingkungan ruas jalan ini terdapat beberapa perumahan-perumahan dan merupakan daerah komersial.Evaluasi kinerja ruas Jalan Pangeran Mohammad Noor dengan menggunakan median dan tanpa menggunakan median beserta perencanaan pembatas jalan permanen(median jalan). Disamping itu tujuan ini untuk meningkatkan keselamatan, kelancaran dan kenyaman bagi pemakai jalan maupun lingkungan.Hasil analisis kinerja ruas jalan Pangeran Muhammad Noor di bagi menjadi 2 (dua) segmen dengan membandingkan beberapa kondisi, yaitu yang pertama, pada kinerja ruas jalan pada jam puncak terbesar dan kinerja ruas jalan pada rata-rata dengan menggunakan median, yang kedua pada kinerja ruas jalan pada jam puncak terbesar dan kinerja ruas jalan pada rata-rata tanpa menggunakan median.Berdasarkan kinerja dan perencanaan median pembatas jalan permanen (median) dibuat dengan penjelasan ukuran perencanaan sesuai dengan fungsi ruas jalan baik menyangkut lebar median yang dihitung dari kedua marka, tipe median, tinggi median dan ruang bebas median

    PERENCANAAN DAN PERANCANGAN HOTEL BINTANG 5 PENEKANAN PADA ARSITEKTUR HIJAU

    Get PDF
    Hotel merupakan salah satu pengguna energi terbesar dibandingkandengan fungsi bangunan lainnya. Maka diperlukan perencanaan dan perancangandengan konsep arsitektur hijau yang yang terpenuhi aspek teknis dan ramahterhadap alam sekitar dan lingkungannya. Dengan melakukan efisiensi energi,bangunan tersebut dapat mengambil keuntungan tanpa harus mengurangi mutupelayanan bagi para tamunya. Bangunan Hotel yang didesain akan memilikisistem alamiah (Natural System) yang diharapkan akan mampu memberikankenyamanan dan kesehatan bagi penggunanya. Kenyamanan pada bangunan erathubungannya dengan kondisi alam atau lingkungan disekitarnya dan upayapengkondisian atau pengaturan ruangan dalam bangunan. Prinsip dari Arsitektur Ekologis yang mempelajari tentang hubungantimbal balik antara makhluk hidup dan lingkungannya (Frick Heinz, Dasar-dasarEkoarsitektur, 1998). Prinsip-prinsip ekologi ini sering berpengaruh terhadaparsitektur. Penerapan pola 3R, yakni Reduce (mengurangi pemborosan energi),Reuse (menggunakan kembali material sisa), dan Recycle (konsep daur ulangenergi) mulai dari tahapan proses membangun sampai dengan perawatan padabangunan yang didesain. Beberapa factor-faktor dasar arsitektur yang dirumuskan dalamperancangan bangunan hotel ini dimulai dari mempertimbangkan pemilihanlokasi, orientasi sinar matahari, arah angin, mereduksi kebisingan, arah hadapbangunan, adanya pencahayaan dan penghawaan alami, pemanfaatan tenagasurya, green roof, dan rainwatersystem. Dan pada hasil rancangan bangunan dapatterpenuhi fungsi bangunan yang maksimal, sistem struktur yang diperhitungkan,dan estetika desain bentuk bangunan yang beradaptasi dengan lingkungan alamsekitarnya

    MANFAAT PEMBANGUNAN JALAN TOL SEGMEN KM 38 BALIKPAPAN - SAMARINDA

    Get PDF
    Firda Ayu Indriani , Provinsi Kalimantan Timur sebagai salah satu pintu gerbang pembangunan di wilayah Indonesia bagian timur berdampak tingginya pertumbuhan ekonomi dimana pendapatan daerah tertinggi di Pulau Kalimantan memberikan dampak terhadap kebutuhan infrastruktur yang tinggi pula. Hal ini tercermin dari proporsi PDRB Provinsi Kalimantan Timur yang mencapai 69,96% dari total PDRB provinsi-provinsi di Pulau Kalimantan dan merupakan provinsi dengan PDRB terbesar ke 6 di seluruh Indonesia pada tahun 2013. Di sisi lain tingginya peran kota Samarinda dan Balikpapan di wilayah Provinsi Kalimantan Timur serta meningkatnya aktivitas ekonomi dan sosial membutuhkan prasarana jalan dengan kualitas tinggi yang dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas masyarakat dimana hal tersebut dijawab  melalui penyediaan jalan tol yang menghubungkan ke dua kota.Kinerja lalu lintas adalah ukuran kuantitatif mengenai kondisi operasional fasilitas lalu lintas berdasarkan penilaian instansi teknis terkait. Untuk mendapatkan parameter-parameter yang diperlukan dalam pemrosesan digunakan IHCM 1997 (Indonesian Highway Capacity Manual 1997) sebagai acuan, dan apabila hal-hal tidak didapatkan, maka digunakan HCM 2010. Sedangkan untuk perhitungan gerbang tol menggunakan acuan yang dikeluarkan oleh PT. Jasa Marga.Volume lalu lintas pada ruas jalan tol Balikpapan – Samarinda dalam kondisi terdapat batasan kapasitas jalan sejumlah 4 lajur 2 arah (4/2 D) sebesar 8640 kendaraan/hari sedangkan 6 lajur 2 arah (6/2 D) sebesar 12960 kendaraan/hari

    PERHITUNGAN PRODUKTIFITAS TENAGA KERJA PADA PEMBANGUNAN GEDUNG KULIAH Studi Kasus Pembangunan Gedung Kuliah Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

    No full text
    Gunawan, Pembanguan gedung sering menjadi masalah dalam keterlambatan pelaksaan pembangunan dikarenakan banyak yang harus dipertimbangkan dalam produktivitas tenaga kerja. Dalam meningkatakan produktifitas diharaapkan dalam pelaksaan pekerjaan dilapangan dapat mengurangi akan kehilangan waktu.Mengetahui produktivitas tenaga kerja mandor, tukang dan pengawas lapangan. Serta mengetahui koefesien.Metode yang digunakan peneliti dalam penyelesaian rumusan masalah adalah dengan metode time stady, implementasi crew balance chart dan analisa Diskriptif.Berdasarkan hasil penelitian mengunakan implementasi crew balance chart, makan produktivitas tengga kerja kurang memuaskan dapat diliat dari besarnya nilai tidak produktiv tenaga kerja : Ansori sebesar 104.77% koefisien 37.62%, Suwarno 98.71% koefisien 31.43%,Gondrong 49.99% koefisien 44.29%, Supri 162.92% koefisien 47.96 %,Suparman171.73% koefisien 47.62%, Tugiran 237.53 % koefisien 49.05%, Juwono 157.90% koefisien 47.38%, Teguh 146.23% koefisien 47.14%, Marno 116.70% koefisien 43.33 %, Hartono130.74 % koefisien 44.29%, Trimo 132.79% koefisien 45.00%, Ambon 112.2 % koefisien 41.67%, Abdullah 156.86% koefisien 46.90%, Toni 113.96% koefisien 43.67%, Doni 155.55% koefisien 47.14, Prayoto 140.64 % keoefisien 45.71%

    EVALUASI TARIF BUS TERHADAP BIAYA OPERASIONAL BUS JURUSAN SAMARINDA-BONTANG

    Get PDF
    Freight rates are the results obtained from the users of its services seharus has been calculated in detail and adapted to the operational costs kendaraain itself. So it is important for actors to recalculate the service provider or detailing prior to the rates that have been enacted. Operational costs can not be separated from the service provider that the perpetrators be mandatory expenses for services provided to service users to be safe, comfortable and happy. service user satisfaction lies in the facility are met. The method used for the operational costs of data retrieval using the retrieval of primary and secondary, either directly into the field, and the data obtained from related fields. From the results of calculations it can be concluded that the tariffs have been determined with the vehicle operating costs. So that the perpetrators of the service provider could adjust tariffs on vehicle operating costs itself

    STUDI DAERAH RAWAN KECELAKAAN LALU LINTAS RUAS JALAN KILOMETER 23 SAMPAI KILOMETER 33 JALAN POROS SAMARINDA - BONTANG

    No full text
    Sobirin, Kebutuhan akan transportasi terus meningkat sejalan dengan perkembangan kehidupan manusia. Pada zaman modern kehidupan manusia membutuhkan pergerakan yang tinggi, sangat memungkinkan terjadinya konflik antar pergerakan tersebut yang menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas. moda transportasi darat merupakan moda transportasi yang  paling rawan kecelakaan. di kota Samarinda selama tahun 2015 telat terjadi 198 telah terjadi kecelakaan lalu lintas, dan 6 diantaranya terjadi di jalan poros Samarinda - Bontang.Data-data yang diperlukan dalam studi rawan kecelakaan di jalan poros Samarinda - Bontang berupa data-data kecelakaan lalu lintas dan data situasi dan kondisi jalan Samarinda - Bontang diperlukan untuk memberikan gambaran kecelakaan yang terjadi dan tingkat kecelakaandi jalan  Samarinda- Bontang, dimana data ini dianalisis dengan metode IRSMS, dan perhitungan tingkat kecelakaan berdasarkan jumlah korban meninggal. Sedangkan data situasi dan kodisi jalan poros Samarinda - Bontang diperlukan untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan yang terjadi dan hal-hal yang berpotensi menyebabkan kecelakaan di jalan poros Samarinda-Bontang.Dari hasil analisis diperoleh kesimpulan bahwa lokasi studi daerah kecelakaan lalu lintas ruas jalan kilometer 23 sampai kilometer  33  jalan poros Samarinda - Bontang. Berdasarkan tingkat kecelakaan di peroleh kesimpulan bahwa terdapat empat titik kecelakaan, kilometer 23 Sta. 23+300, kilometer 23 Sta. 23+500, kilometer 23 Sta. 23+900, kilometer 24 Sta.  24+100 yang memiliki tingkat rawan kecelakaan

    PERHITUNGAN STRUKTUR GEDUNG ASRAMA LANTAI 5 JLN K.H. DEWANTARA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR

    No full text
    Perencanaan  gedung  bertingkat  perlu  memperhatikan beberapa kriteria, yatu criteria strength, stiffness dan serviceability (3S), dimana strength adalah kekuatan, stiffness ialah kelayakan dan serviceability yaitu kenyamanan yang berarti   gedung   tersebut   harus   direncanakan   dengan memperhatikan  tingkat  kekuatan,   kelayakan  pakai,  serta kenyamanan  sesuai  dengan  peraturan  perencanaan  tertentu.Indonesia ditetapkan terbagi dalam 6 wilayah gempa, dimana wilayah gempa 1 adalah  wilayah  kegempaan  paling  rendah dan wilayah gempa 6 dengan  kegempaan  paling tinggi. Pembagian wilayah  gempa ini, didasarkan atas percepatan  puncak batuan dasar  akibat  pengaruh gempa  rencana dengan  periode ulang 500 tahun dan asumsi umur bangunan adalah 50 tahun (SNI 03-1726-2002, pasal 3.9)Berdasarkan pembagian wilayah tersebut Gedung Asrama Lantai 5 di Samarinda ini terletak pada zona wilayah gempa 2. Dalam perencanaan ini direncanakan berdasar  pada peta zona wilayah gempa yang baru dimana Samarinda terletak pada wilayah zona gempa 4. Oleh karena itu  Gedung Asrama Lantai 5 di Samarinda ini akan direncanakan dengan metode sistem ganda yang terdiri dari Sistem Rangka Pemikul Momen dan dinding struktural. dikarenakan Gedung ini terletak pada zona wilayah gempa 4, maka sistem rangka pemikul momen yang digunakan adalah SRPMM. SRPMM adalah suatu sistem rangka ruang dimana komponen-komponen struktur dan join-joinnya  menahan gaya-gaya yang bekerja melalui aksi lentur, geser, dan aksial yang selain memenuhi ketentuan-ketentuan untuk rangka pemikul momen menengah juga memenuhi untuk ketentuan-ketentuan untuk (SNI 03-2847-2002, pasal 23.2.2.3 dan pasal 23.10). sehingga struktur dapat merespon gempa kuat secara inelastik tanpa mengalami keruntuhan getas. Sedangkan perencanaan sistem ganda merupakan kombinasi dinding-dinding geser dan rangka-rangka terbuka dimana beban geser dan nominal yang dipikul oleh rangka-rangka terbuka tidak kurang dari 25% dari beban geser nominal total yang bekerja dalam arah kerja beban gempa tersebut sesuai SNI 03-1726-2002 pasal 5.2.3

    PENGGUNAAN BATU PECAH PALU DAN PASIR MAHAKAM PADA CAMPURAN AC-BASE DENGAN METODE MARSHALL TEST

    Get PDF
    Aspal Beton adalah suatu lapisan pada konstruksi jalan yang terdiri dari campuran aspal keras dan agregat yang mempunyai gradasi menerus sesuai spesifikasi pekerjaan umum 2010 revisi 3 .AC-Base  merupakan   campuran  aspal  panas  yang  bernilai struktural,terletak paling bawah. Dan mempunyai ketebalan sesuai spesifikasi sebesar 7,5cm . Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil uji marshall yang menggunakan agregat kasar batu pecah palu dan pasir mahakam . Penelitian ini menggunakan metode perancangan campuran (Spesifikasi pekerjaan umum 2010 revisi 3) yang dilakukan di laboratorium dengan menggunakan ukuran maksimal agregat kasar yaitu   37,5mm. Sampel yang digunakan untuk AC-Base dengan variasi batas tengah 21 sampel dan  untuk variasi batas atas 21 sampel dan jumlah keseluruhan 42 sampel .Dari hasil pengujian marshall AC-Base variasi batas tengah mempunyai berat isi adalah 2,341 gr/cm2, kadar rongga terhadap agregat (VMA) adalah 15,176%, rongga terhadap campuran (VIM) adalah 4,987%, rongga yang terisi aspal (VFA) adalah 67,619%, stabilitas adalah 3349,852 kg, flow adalah 3,70 mm, sisa marshall adalah 94,3%, dan variasi batas atas mempunyai berat isi adalah 2,355 gr/cm2, kadar rongga terhadap agregat (VMA) adalah 15,933%, rongga  terhadap  campuran  (VIM)  adalah  5,240%,  rongga  yang  terisi  aspal (VFA) adalah 67,449%, stabilitas adalah 3492,372 kg, flow adalah 3,80 mm, sisa marshall adalah 96,7%

    601

    full texts

    896

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    KURVA S JURNAL MAHASISWA
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇