KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
STUDI PERENCANAAN DRAINASE D.I PANJAITAN DAERAHKIRI JALAN POROS BONTANG KE SIMPANG 3 JALAN PM NOOR , KECAMATAN SAMARINDA UTARA”
Suatu kota yang berkelanjutan harus memiliki sistem drainase yang cukup memadahi. Genangan di ruas jalan masih sering terjadi dibeberapa kota, terutama kota padat penduduk. Jalan D.I Panjaitan yang terletak di Samarinda merupakan jalan utama menuju perkotaan Samarinda, di daerah tersebut terdapat rumah penduduk yang cukup padat, akan tetapi keadaan saluran di sekitar tidak memadahi. Karena hal itu di daerah tersebut mengalami genangan atau banjir,sehingga menggangu masyarakat sekitar yang menggunakan jalan tersebut untuk melakukan sebuah aktifitas perekonomian. Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanggulangan banjir dengan menganalisa dimensi saluran jalan D.I Panjaitan dengan menggunakan metode (Gumbel) dan (Log Pearson Tipe III).Analisa ini melalui tahapan seperti ini, pengumpulan data curah hujan 10 tahun, pengumpulan data actual lapangan (catchment area)sampai pada menganalisa saluran dimensi yang ada pada jalan Slamet Riyadi
NORMALISASI DRAINASE PERKOTAAN PADA RUAS JALAN NIAGA BARAT KOTA SAMARINDA
Dinamika perkembangan pembangunan serta perkembangan penduduk dan kegiatan ekonomi di Kota Samarinda pada umumnya dan Pada Ruas Jalan Niaga Barat Kota Samarinda khususnya yang sangat cepat, menuntut adanya kebutuhan sarana dan prasarana kota yang semakin kompleks dan mendesak termasuk di dalamnya kebutuhan akan kebutuhan akan sarana dan prasarana drainase yang merupakan bangunan pelengkap jalan.Permasalahan yang terjadi adalah drainase pada ruas Jalan Niaga Barat Kota Samarinda, sering dilanda banjir pada musim penghujan sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian dengan judul : Normalisasi Drainase Perkotaan Pada Ruas Jalan Niaga Barat Kota Samarinda.Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah :Berapakah besar debit banjir rancangan (QR) yang akan ditampung oleh Saluran Drainase saluran jalan Niaga Barat untuk kala ulang 10 tahun.Apakah Sitem Jaringan dan Kapasitas Drainase yang ada mampu menampung Debit Banjir sampai tahun 2026.Penelitian dengan melakukan survey lapangan, analisis dan dalam perhitungan curah hujan efektif dengan Metode Log Person III, Perhitungan debit saluran drainase dengan Metode Rasional dan Perencanaan dimensi drainase.Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar Debit banjir Rancangan dengan kala ulang 10 tahun : 1. Debit banjir rancangan Saluran A1 = 1,877 m3/detik 2. Debit banjir rancangan Saluran A2 = 1,496 m3/detik 3. Debit banjir rancangan Saluran A3 = 0,547 m3/detikSistem jaringan dan kapasitas Drainase yang ada masih mampu menampung Debit banjir sampai tahun 2026 :Total Debit banjir rencana kala ulang 10 tahun Luas Area A1 = 1,875 m3/detik.Total Debit banjir rencana kala ulang 10 tahun Luas Area A2 = 1,494 m3/detik.Total Deebit banjir rencana kala ulang 10 tahun Luas Area A3 = 0,546 m3/detik
STUDI PERENCANAAN PENGEMBANGAN SALURAN DRAINASE PADA KOMPLEKS PERUMAHAN CARPOTEK KOTA SAMARINDA
Secara umum, drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan sehingga kawasan tersebut dapat difungsikan secara optimal. Sistem jaringan drainase yang memadai harus dimiliki oleh sebuah kota yang berkembang dan berkelanjutan sehingga ketika terjadi hujan dengan intensitas yang tinggi tidak menimbulkan permasalahan genangan air maupun limpasan air yang disebabkan oleh debit air yang berlebihan. Kurangnya pemeliharaan bangunan-bangunan drainase berdampak terhadap fungsi dari saluran drainase sehingga terjadi pendangkalan saluran.Berdasarkan latar belakang tersebut diperlukan dasar penanganan saluran drainase dengan perencanaan sistem drainase yang memenuhi standar. Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui besarnya debit banjir yang ada dengan melakukan evaluasi kapasitas saluran dan menentukan dimensi saluran drainase kala ulang 5 tahun dan 10 tahun.Penelitian ini dilakukan bulan April 2016 pada 19 saluran drainase di Kompleks Perumahan Prevab Kota Samarinda. Data yang diperlukan adalah data primer hasil survey di lokasi penelitian dan data sekunder seperti data curah hujan, peta topografi, dan kependudukan. Data curah hujan yang digunakan adalah curah hujan harian maksimum stasiun Temindung Kota Samarinda. Data curah hujan tersebut dianalisis dengan metode Log Person III dan Gumbel kemudian di uji kesesuaian distribusi untuk memilih hasil terkecil yang diterima.Berdasarkan evaluasi saluran drainase yang ada di kompleks perumahan tersebut sebagian besar saluran berfungsi dengan baik, akan tetapi perlu dilakukan normalisasi pada seluruh saluran drainase yang disebabkan oleh sedimentasi dan limbah penduduk. Kemudian untuk perencanaan ulang perlu dilakukan terhadap dimensi saluran drainase seperti pada Jalan Angklung, Jalan Gitar, Jalan Kecapi. Jalan Piano, dan Jalan Harpa. Perencanaan ulang tersebut diusahakan agar tidak terlalu mengubah lebar dan kemiringan dinding saluran, tetapi merubah kedalamannya karena keterbatasan lahan merupakan pertimbangan utama dalam hal ini
KAJIAN KAPASITAS DAYA TAMPUNG SALURAN DRAINASE PADA JALAN KAREL SATSUIT TUBUN DALAM DI KOTA SAMARINDA
Karel Satsuit Tubun Street road in the neighborhood, Sidodadi is one of frequent flooding. channels on the area just wear artificial channels which already no longer able to hold rain water discharge are quite high. With not as the area to accommodate the then conducted the study on drainage channels in the area. by examining the existing drainage on Satsuit Tubun Street In Karel road then it will be useful to drain off rainwater and wastewater in the area to prevent the occurrence of flooding in the area or in the area of writing goals This study was to calculate the dimensions of existing and designing the drainage channels. Using such an analysis, namely analysis of rainfall flood design discharge analysis analysis of the hydraulics of open channel by using the log method person, gumbel, to calculate the intesitas rainfall, rational methods to analyze the flood discharge design and analyze channel hydraulics by knowing the discharge stream at channels then used method of manning.By doing such analysis then obtained cross-section design for drainage that is the width of the lower channel (b) = 1 m, channel height (h) = 2 m, and the height of the Roman (w) = 0.6
PERENCANAAN PANTI JOMPO DENGAN PENERAPAN KONSEP COMFORTABLE DI KOTA SAMARINDA
Panti Jompo merupakan tempat penampungan lansia (lanjut usia) untuk membantu keluarga dalam upaya penanggulangan masalah kesejahteraan sosial. Panti Jompo direncanakan dengan mempertimbangkan kebutuhan ruang, bentuk atau fasade bangunan. Dari penelitian, di tujukan untuk merencanakan panti jompo dengan penerapan konsep comfortable. Metode penelitian yang di gunakan adalah analisa pelaku kegiatan, analisa kebutuhan ruang, analisa besaran ruang, matrix hubungan ruang, pola hubungan ruang, analisa lokasi site, analisa eksisting tapak, analisa terhadap matahari, analisa terhadap arah lintasan angin. Dengan mempertimbangkan kebutuhan lansia yang memiliki keterbatasan fisik. Panti jompo di desain untuk memberikan keamanan dan kenyamanan penghuni
KAJIAN KAPASITAS DAYA TAMPUNGAN SALURAN DRAINASE JALAN YOS SUDARSO KOTA SANGATTA KABUPATEN KUTAI TIMUR
Sebagai daerah yang sedang berkembang, Kabupaten Kutai Timur sedang gencar melakukan program-program pembangunan diberbagai sektor kehidupan. Besarnya akselerasi pembangunan ini berdampak kepada struktur lingkungan di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur.Kota mengandung 4 hal utama, yaitu tersedianya fasilitas perdagangan bagi penduduk, tersedianya lahan usaha bagi penduduk, terbukanya kemungkinan muncul usaha bagi penduduk, dan adanya kegiatan industri. Keempat hal tersebut merupakan daya tarik kota terhadap wilayah-wilayah disekitar. Sebagai akibat dari daya tarik kota tersebut menyebabkan penduduk disekitar wilayah kota mencoba beraktifitas untuk menenuhi kebutuhan hidupnya di kota. Seperti kota besar lainnya, Kota Sangatta mengalami bertambahnya jumlah penduduk akibat urbanisasi.Hal ini menyebabkan banyak resapan yang berubah fungsinya. Secara tidak langsung daerah resapan air memegang peran penting sebagai pengendali banjir. Salah satu daerah rawan banjir di Kota Sangatta adalah Jalan Yos Sudarso saat ini berkembang pesat terutama sebagai daerah pemukiman.Hal lain yang melatarbelakangi pentingnya mengangkat topik penelitian yang berjudul “Kajian Kapasitas Daya Tampung Saluran Drainase Jalan Yos Sudarso di Kota Sangatta Kabupaten Kutai Timur
PERENCANAAN SISTEM DRAINASE PERUMAHAN RINGROAD INDAH JALAN H. M. ARDAN KOTA SAMARINDA
Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota (perencanaan infrastruktur khususnya). Menurut Dr. Ir. Suripin, M.Eng. (2004;7) drainase mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Drainase juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Drainase yaitu suatu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, serta cara-cara penangggulangan akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut. (Suhardjono 1948:1) Perumahan adalah kelompok rumah yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal atau lingkungan hunian yang dilengkapi dengan prasarana dan sarana lingkungan (UU No.2 tahun 1992). Perumahan Josroyo Permai yang berlokasi di Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar adalah perumahan sebagai salah satu pertumbuhan fisik dalam suatu wilayah yang merupakan kebutuhan dasar manusia yang dapat berfungsi sebagai saran produksi keluarga, merupakan titik strategis dalam pembangunan manusia seutuhnya. Oleh karena itu, perencanaan sistem drainase dalam Perumahan Ringroad Permai Jalan H.M. Ardan kota Samarinda perlu mendapat perhatian yang penting guna terhindar dari bencana banjir atau genangan air hujan, serta mendukung kehidupan manusia yang hidup bermukim di perumahan tersebut dengan nyaman, sehat dan dapat berinteraksi satu dengan lainnya dalam kehidupan sehari – hari.
ANALISA JARINGAN IRIGASI PADA DAERAH IRIGASI (D.I) TEPIAN BUAH KABUPATEN BERAU KALIMANTAN TIMUR
Keberadaan Daerah Irigasi Tepian Buah diharapkan mampu memicu dan mendukung rodapertumbuhan ekonomi serta menunjang swasembada pangan di Kabupaten Berau. Untuk mendukungharapan keberadaan Daerah Irigasi tersebut, harusnya didukung oleh system irigasi yang baik danterorganisir. Penelitian ini dilakukan mengikuti tahapan berikut; (1) perhitungan debit andalan padadaerah irigasi Tepian Buah, (2) perhitungan kebutuhan pengambilan air maksimal untuk keperluanirigasi (3) perhitungan dan penentuan dimensi saluran irigasi yang efisien untuk mengairi daerahirigasi Tepian Buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa besar debit andalan pada daerah irigasiTepian Buah yang terbesar terjadi pada bulan oktober sebesar 0,739 m3/det dan dari hasil analisa didapatkan pola tanam untuk D.I Tepian Buah yaitu pola tanam Padi - Palawija – Padi dengankebutuhan pengambilan air maksimal untuk padi I adalah 1,782 m3/det, palawija sebesar 0,365m3/det dan untuk padi II sebesar 1,612 m3/det serta dimensi saluran irigasi D.I Tepian Buah yangterbesar terdapat di saluran primer tepian buah 7 dengan lebar saluran dasar (b) adalah 1,3 m dantinggi air adalah 0,650 m dan tinggi total saluran adalah 1,050 m dengan kemiringan saluransebesar 0,0016307
PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR IRIGASI DAN POLA TANAM PADA DAERAH IRIGASI RAWA (DR) TANJUNG BUKA DENGAN LUAS AREAL 750 HA, KABUPATEN BULUNGAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Tanjung Buka adalah wilayah di Kecamatan Tanjung Palas Kabupaten Bulungan. Daerah tersebut memiliki potensi masyarakat untuk bercocok tanam. Pengelolaan sumber daya air diperlukan untuk melakukan intensifikasi dalam meningkatkan produktivitas usaha tani guna melestarikan ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani. Oleh karena itu, alokasi air irigasi harus dilakukan secara efektif dan efisien. Keberadaan Daerah Rawa (DR) Tanjung Buka sudah relatif lama dan memiliki luas potensial ±10.000 ha (Pengamatan Daerah Bulungan, 2010). Dalam memenuhi kebutuhan air pada sektor pertanian dengan sistem irigasi, memang banyak permasalahan yang muncul.Upaya pembukaan lahan dan penempatan transmigrasi dimulai tahun 2003, yaitu dengan UPT Tanjung Buka SP1. Upaya – upaya reklamasi rawa DR. Tanjung Buka yang telah dilakukan diantaranya dengan melakukan kegiatan SID ( survey, investigasi dan desain ) jaringan tata air rawa yang dimulai pada tahun 1998/1999 oleh P2RD Kalimantar Timur dan dilanjutkan oleh pihak BWS Kalimantan III kalimantan Timur serta kegiatan pembangunan jaringan tata air rawa pada daerah tersebut yang dimulai tahun 2007 hingga sekarang oleh BWS Kalimantan III Kalimantar Timur.Dengan memperhatikan pengalaman selama ini, maka upaya pengembangan lahan rawa, dimasa mendatang lebih difokuskan pada pembangunan jaringan rawa baru. Dalam pelaksanaannya, upaya tersebut perlu dilakukan secara terpadu, konsisten, dengan tetap berpedoman pada fungsi pelestarian rawa serta pemanfaatannya secara lestari/berkelanjutan.Diharapkan dengan adanya saluran irigasi di daerah rawa (DR) Tanjung Buka kebutuhan air irigasi di saat musim kemarau dapat tetap terpenuhi. Oleh karena itu diperlukan suatu cara untuk mengatur cara pemberian air dan sistem pola tanam yang lebih optimal yaitu dengan menganalisa efisiensi dan optimalisasi pola tanam serta analisis kebutuhan air
PERENCANAAN BALAI PELATIHAN PETERNAKAN SAPI POTONG DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR METAFORA
Balai Pelatihan Peternakan Sapi Potong adalah tempat untuk belajar keterampilan dalam cara beternak sapi potong untuk meningkatkan kualitas para peternak sapi potong. Tingkat kebutuhan sapi potong di Kalimantan timur meningkat tapi tidak dibarengi dengan jumlah dan kualitas peternak sapi potong . Dalam hal ini bagaimana merencanakan balai pelatihan dengan keterampilan sapi potong yang baik.Lokasi yang akan direncanakan untuk Balai Pelatihan Peternakan Sapi potong yaitu pada jalan KH Harun Nafsi Kota Samarinda Seberang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Samarinda dimana untuk bangunan sistem pendidikan terletak di Kota Samarinda Seberang.Balai Pelatihan Peternakan Sapi Potong tersebut dikaitkan dengan tempat yang dilengkapi sarana dan prasarana beternak sapi potong yang baik