KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN AGREGAT KASAR SPLIT EX PALU DAN AGREGAT HALUS EX PALU
Pembangunan di Indonesia saat ini terus menerus mengalami peningkatan, hal ini menuntut dibangunnya konstruksi-konstruksi yang tepat guna, baik secara teknis maupun jika ditinjau dari sisi ekonomis. Campuran beton merupakan perpaduan dari komposit material penyusunnya. Karakteristik dan sifat bahan akan mempengaruhi hasil rancangan. Bila dikaitkan dengan perkembangan zaman yang juga mengakibatkan bertambahnya limbah yang tidak seluruhnya dapat di daur ulang, maka perlu dilakukan pemberdayaan terhadap limbah tersebut, selain dapat mengurangi pencemaran lingkungan, juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengganti maupun campuran dalam pembuatan beton. Salah satunya adalah limbah abu sekam padi. Hingga saat ini padi merupakan produk utama pertanian di Indonesia. Pada penelitian ini hanya menggunakan 45 buah benda uji. Untuk beton normal 15 benda uji dan untuk beton campuran abu sekam padi dengan persentase 5% dan 10% masing-masing 15 benda uji. Hasil dari penelitian ini Beton normal memiliki nilai kuat tekan 311,393 kg/cm2 (f’c 26 Mpa) dan untuk Beton campuran penambahan abu sekam padi 5% dan 10% nilai kuat tekan 208,504 kg/cm2 (f’c 17 Mpa) dan 181,397 kg/cm2 (f’c 15 Mpa). Kesimpulan dari penelitian ini Abu sekam padi ternyata mempengaruhi hasil kuat tekan beton normal, semakin banyak persentase penambahan abu sekam padi maka menyebabkan penurunan pada kuat tekan beton normal
ANALISIS PERTUKARAN WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF (TCTO) PADA PROYEK PEMBANGUNAN KANTOR KELURAHAN SIDODADI KOTA SAMARINDA
Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi dapat diatasi dengan melakukan percepatan dalam pelaksanannya agar dapat mencapai target rencana. proyek pada umumnya memiliki batas waktu (deadline), artinya proyek harus diselesaikan sebelum atau tepat pada waktu yang telah ditentukan. Keterlambatan adalah hal yang seringkali terjadi dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi, salah satu cara untuk mengantisipasinya dengan melakukan percepatan yaitu metode Time Cost Trade Off (TCTO), melalui 2 alternatif penambahan jam kerja dan penambahan tenaga kerja yang dilakukan masing-masing untuk mendapatkan waktu lebih cepat dengan biaya berbeda akibat percepatan waktu yang dilakukan. Setelah melakukan percepatan dengan ke 2 alternatif penambahan jam kerja lembur 3 jam dan penambahan tenaga kerja 25% dari pekerja perhari. Kemudian dari percepatan waktu ke 2 alternatif yang digunakan diketahui perubahan biaya akibat percepatan, dari waktu normal 156 hari dengan nilai kontrak sebesar Rp. 3.136.376.011.64, yang mana memiliki perubahan biaya jika dilakukan percepatan waktu dengan ke 2 alternatif tersebut, dari segi waktu ke 2 alternatif memliki waktu pelaksanaan lebih cepat dari waktu normal. Dengan ini waktu penyelesaian proyek selama 156 hari dapat dijadwalkan ulang (rescheduling) dengan 2 pilihan percepatan
ANALISIS SISTEM MANAJEMEN PELAYANAN AIR BERSIH DALAM UPAYA PENINGKATAN KINERJA PDAM KOTA SAMARINDA UTARA STUDI KASUS PENGELOLAAN AIR BERSIH UNIT GUNUNG LINGAI
Instalasi dan Pengolahan Air (IPA) PDAM Kota Samarinda Unit Gunung Lingai dengan kapasitas debit 100 liter/detik telah melayani pelanggan pada tahun 2017 adalah sebanyak 15.557 sambungan rumah.Permasalahan yang terjadi adalah dalam pendistribusian air saat ini dilakukan pengiliran, maka untuk menjaga kebutuhan air bersih ke masyarakat agar tetap terjaga perlu dilakukan langkah-langkah strategis dan efisien. Oleh karena itu penulis melakukan penelitian dengan judul : Analisis Sistem Manajemen Pelayanan Air Bersih Dalam Upaya Peningkatan Kinerja PDAM Kota Samarinda Utara Studi Kasus Pengelolaan Air Bersih Unit Gunung Lingai.Rumusan masalah dalam penulisan skripsi ini adalah : (1) Bagaimana kondisi terakhir instalasi pengolahan air bersih Unit Gunung Lingai dan kondisi 10 tahun ke depan, (2) Bagaimana menganalisa Sistem Kinerja Manajemen Pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Bersih (IPA) Unit Gunung Lingai Samarinda Utara.Penelitian dengan melakukan survey lapangan, analisis dan dalam perhitungannya menggunakan metode Metode Eksponensial serta perhitungan sistem manajemen air bersih.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kondisi tingkat pelayanan IPA Unit Gunung Lingai saat ini (2017) adalah : sambungan rumah 15.557 (SR), Produksi Air : 6.666.834 M3. Distribusi Air : 5.929.590 M3, Pendapatan Penjualan Air : Rp. 17.406.850.265 dan Biaya Operasi : Rp. 15.691.664.875. Sedangkan (2) Proyeksi pelayanan 10 tahun ke depan (2026) adalah sambungan rumah 24.532 (SR), Produksi Air : 14.696.287 M3. Distribusi Air : 11.579.557 M3, Pendapatan Penjualan Air : Rp. 29.911.682.634,00 dan Biaya Operasi : Rp. 24.869.552.175,00 dan (3) Program Peningkatan Manajemen Pelayanan pada bidang Teknis Operasional, Bidang Keuangan, Bidang Pelayanan dan Pemasaran, Bidang Organisasi dan Manajemen serta Bidang Pengembangan SDM
STUDI PERHITUNGAN KAPASITAS DRAINASE PADA JALAN LETJEN SUPRAPTO KOTA BALIKPAPAN KALIMANTAN TIMUR
Penelitian ini dilakukan di daerah Jl Letjen Suprapto, Kota Balikpapan. Penyebab terjadi banjir di daerah ini dikarenakan padatnya penduduk dan tidak mampunya saluran drainase menampung air yang dating dari hujan untuk dialirkan kedaerah lain. Kurannya normalisasi juga menyadi penyebab tidak mampunya daerah ini menampung air yang datang.Metode yang digunakan pada perhitungan curah hujan rancangan adalah metode Normal dan metode Log person tipe III. Dan yang memenuhi persyaratan adalah metode Log person Tipe III.Dari hasil perhitungan existing dengan kala ulang 2, 5, dan 10 Tahun didapatkan hasil dari kemampuan saluran sebagian tidak mencukupi menampung debit banjir rancangan dan sebagian lagi mencukupi, maka dimensi saluran ada yang tidak mencukupi di rubag dengan dimensi rencana Lebar (B) = 1,25 m dan Tinggi (H) = 1,25 m. Dimensi ini sangat mencukupi untuk menampung debit rancangan 25 yahun kedepan dengan nilai debit = 2,090 m3/detik
ANALISIS TERHADAP BIAYA DAN WAKTU MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS (EVA) PADA LOKASI PROYEK KONTRUKSI
Dalam pelaksanaan suatu proyek konstruksi jarang ditemui suatu proyek yang tepat sesuai dengan yang direncanakan. Saat ini perkembangan industri konstruksi di Indonesia sedang berkembang pesat. Hal itu terbukti dengan banyaknya proyek pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah maupun pihak swasta. Tidak jarang suatu proyek yang dibangun mengalami penyimpangan baik itu dalam hal waktu yang melebihi rencana, maupun biaya pelaksanaan yang membengkak melebihi dari Rencana Anggaran proyek maka dari itu dilakukan pengendalian proyek dalam aspek waktu dan biaya dengan metode Earned Value Analysis pada penelitian ini adalah Pembangunan Eks Gedung Kantor Koperasi Jalan Pahlawan Samarinda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan waktu akhir penyelesaian proyek untuk setiap minggu nya menggunakan EVA (Earned Value Analysis), apakah sesuai dengan rencana awal jadwal pekerjaan. Untuk mengetahui perbandingan biaya pelaksanaan proyek dengan nilai kontrak. Hasil perhitungan didapatkan nilai BCWS = 13.144.578.328,06.-, BCWP = 13.144.578.328,06.-, SV=0.00, CV= - 321.367.460,98.-, SPI=1.000 (berarti menunjukkan waktu proyek tepat waktu) Untuk hasil perkiraan waktu penyelesaian proyek EAS = 240 hari
STUDI ANALISA CAMPURAN LASPISAN ASPAL BETON (AC-BC) PADA PENGGUNAAN MATERIAL EX WAHAU DAN SENONI DENGAN MENGUNAKAN FILLER ABU BATU SEBAGAI BAHAN TAMBAH
Material lokal merupakan hal penting dalam suatu pekerjaan yang mempunyai dampak langsung terhadap mobilitas penduduk, konektivitas antar wilayah, ekonomi, kesehatan, pendidikan serta pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, dan mempunyai peranan penting dalam memajukan kesejahteraan umum. Untuk itu didalam meningkatkan infrastruktur jalan, diperlukan kegiatan pembangunan jaringan jalan baru dan kegiatan preservasi jalan untuk mempertahankan fungsionalitas jalan (kemantapan jalan). Metode Pelaksanaan ini dimaksudkan sebagai pegangan dalam pengujian untuk menentukan berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenuh, berat jenis semu dari agregat kasar, serta angka penyerapan dari agregat kasar. Dan tujuan pengujian ini untuk memperoleh angka berat jenis curah, berat jenis kering permukaan jenis dan berat jenis semu serta besarnya angka penyerapan. Dari hasil pengujian berdasarkan hasil pemeriksaan sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 1 untuk karakterstik,aspal pen 60/70 di peroleh kadar aspal optimum untuk campuran yang menggunakan abu batu 15% dengan kadar aspal optimum (KAO) 6,2% pada aspal panas AC BC relatif bisa dilakukan, Studi dan penelitian ini dilakukan khusus untuk penggunaan pada lapisan perkerasan AC-BC. Berdasarkan uji gradasi saringan dan uji marshall atas dasar spesifikasi umum bina marga 2018 revisi 1 dengan rincian campuran agreggat CA (Croase 92 Agreggat) sebesar 33%,MA (Medium Agreggat) sebesar 32%,Sand ex.wahau sebesar 20% FA (Fine Agreggat ) Filler abu batu sebesar 15% telah memenuhi dan dapat digunakan
KINERJA RUAS JALAN SENTOSA DI SAMARINDA
Jalan sentosa di samarinda merupakan jalan lokal sekunder yang menghubungkan kawasan primer dan ke kawasan lainya. Kondisi guna lahan yang terdapat pada ruas jalan sentosa di dominasi oleh bangunan umum dengan aktivitas umum yaitu pemukiman, Ruko, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), dan Perkantoran. Jalan sentosa di samarinda ter masuk kategori jalan kelas II B. Seiring berkembannya ekonomi dan naiknya tingkat kemakmuran penduduk akan meningkatkan bertambahnya tingkat perjalanan lalu lintas, yang terjadi akibat adanya kebutuhan akan transportasi dari masyarakat, dimana masyarakat selalu mencari jalan yang lebih cepat, aman dan lancer. Kenaikan jumlah penduduk dan banyaknya perpindahan ke daerah perkotaan maka akan menimbulkan tingkat pergerakan dan kepadatan, sehingga kebutuhan transportasi pun meningkat. Adapun dalam menganalisa kinerja ruas jalan sentosa menggunkan Manula Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997), yang diuraikan berdasarkan formulir UR1 berupa kondisi umum geometric jalan, UR-2 berupa data masukan lanjutan yaitu arus dan komposisi lalu lintas dan hambatan samping, UR-3 berupa analisa kecepatan arus bebas kendaraan ringan, Kapasitas dan kendaraan ringan. Dalam penelitian analisa kinerja ruas jalan sentosa ini di lakukan survey jam puncak dan survey di lakukan pada jam 06 : 00 – 08 : 00, 12 : 00 – 14 : 00, 16 : 00 – 18 :00. Setelah dilakukanya analisa terhadap data, di dapat lalu lintas harian rata - rata tertinggi di dapat pada hari senin 22 juni dengan LHR = 15618 smp/jam dan mendapatkan nilai tingat pelayanan C, yang berate zona arus stabil, pengemudi di batasi memilih kecepatan
ANALISA PENGARUH RISIKO PADA KONTRAK KERJA TERHADAP BIAYA PADA PEMBANGUNAN GEDUNG AULA LEMBAGA PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN (LPMP) KALIMANTAN TIMUR
Abstrak : Dalam proyek konstruksi,risiko selalu ada dalam setiap proses pekerjaan proyek.Risiko-risiko ini muncul akibat adanya suatu kejadian atau aktivitas yang tidak pasti.Semakin besar skala pada suatu proyek kontruksi maka risiko yang dijumpai yang akan dijumpai akan bertambah besar.Apabila risiko ini tidak diantisipasi dengan benar dan tepat oleh pihak pelaksana proyek,maka dapat menghambat pelaksanaan proyek atau bahkan dapat mengakibatkan terjadinya kerugian.Berdasarkan dari kondisi tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai risiko apa saja yang signifikan kontrak konstruksi yang mempengaruhi proses pelaksanaan proyek,dipilih proyek pembangunan gedung Aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan di Jalan Cipto Mangunkusumo KM.2 Samarinda Seberang Kalimantan Timur sebagai lokasi penelitian. Aspek yang ditinjau adalah dari aspek biaya pekerjaan,melalui hasil analisa ini dapat diketahui jenis-jenis atau variabel risiko dari sudut pandang pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek,sehingga dapat dilakukan penanganan yang sesuai dalam konteks penerapan manajemen risiko. Pembangunan Gedung Aula Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan merupakan pekerjaan konstruksi bertingkat 5 lantai, membutuhkan tenaga kerja yang banyak, membutuhkan alat-alat konstruksi, sehingga mempunyai potensi risiko terhadap biaya.Salah satu hal yang harus diperhatikan dalam risiko biaya yaitu,memperkirakan kemungkinan risiko yang signifikan terjadi dan dampak yang dihasilkan terhadap biaya dengan metode Severity Index (SI) dan matriks probabilitas dan dampak
ANALISIS WAKTU TEMPUH METODE KENDARAAN BERGERAK (MOVING OBSERVER CAR) ANTARA TITIK SIMPANG ALAYA KE BANDARA APT. PRANOTO KOTA SAMARINDA
Aktivitas transportasi di wilayah kota Samarinda khususnya di ruas jalan antara titiksimpang Alaya sampai ke bandara APT. Pranoto perlu dilakukan penelitian mengenai waktutempuh kendaraan dan biaya operasional kendaraan. Sebab ruas jalan DI Panjaitan ini apabilaterjadi hujan dengan intensitas tinggi sering terjadi banjir pada badan jalan. Akibat banjir inimenyebabkan terhambatnya menuju ke bandara APT. Pranoto. Ruas Jalan DI Panjaitan sampaike APT. Pranoto terdapat tataguna lahan seperti perdagangan jasa, perkantoran dan daerahhunian dengan intensitas tinggi. Arus lalu lintas yang melintasi di ruas DI Panjaitan sampai keAPT. Pranoto pada jam-jam sibuk sangat padat, karena ruas ini juga menghubungkan beberapakota di daerah utara seperti Kota Bontang dan Sangatta yang masuk ataupun keluar kotaSamarinda. Akibat hal tersebut diatas mengakibatkan kepadatan dan bertambahnya volumekendaraan sehingga mengakibatkan terjadinya tundaan waktu perjalanan (delay), antrian,menurunnya kinerja ruas jalan dan mempengaruhi waktu perjalanan sehingga terjadi biayaoperasional kendaraan (BOK). Penelitian ini adalah menganalisis metode kendaraan bergerak(Moving Observer Car) berdasarkan aturan Bina Marga (Direct Method) panduan No.001/T/BNKT/1990 dan biaya operasional kendaraan (BOK) ringan (Golongan I) berdasarkanrumus Pasific Consultant International (PCI). Hasil analisis survei waktu tempuh metodekendaraan bergerak (Moving Observer Car), didapat;a. Ruas Jalan DI Panjaitan ; Waktu tempuh rata-rata 280 detik, kecepatan rata-rata 30,19 km/jamdan jarak tempuh 2,3 km.b. Ruas Jalan Samarinda-Muara Badak ; Waktu tempuh rata-rata 1359 detik, kecepatan rata-rata39,90 km/jam dan jarak tempuh 14,30 kmBiaya operasional kendaraan (BOK) ringan (Golongan I), didapat ;a. Ruas Jalan DI Panjaitan :Arah I ; Rp. 8.750.847,63 (BOK/1000 km) atau Rp 8.750,85 (BOK/km).Jadi Arah I, BOK di ruas Jalan DI Panjaitan sebesar Rp. 20.126,95Arah II ; Rp. 8.787.315,09 (BOK/1000 km) atau Rp 8.787,31 (BOK/km).Jadi Arah II, BOK di ruas Jalan DI Panjaitan sebesar Rp. 20.126,95b. Ruas Jalan Samarinda-Muara Badak :Arah I ; Rp. 7.416.410,59 (BOK/1000 km) atau Rp 7.416,41 (BOK/km).Jadi Arah I, BOK di ruas Jalan Samarinda-Muara Badak sebesar Rp. 110.504,51 Arah II ; Rp.7.493.577,63 (BOK/1000 km) atau Rp 7.493,57 (BOK/km).Jadi Arah II, BOK di ruas Jalan Samarinda-Muara Badak sebesar Rp. 111.654,3
ANALISIS PERILAKU STRUKTUR SISTEM GANDA PADA HOTEL VIVO MENGGUNAKAN METODE TIME HISTORY ANALISIS
Indonesia terletak di jalur gempa Pasifik dan Asia, sering mengalami gempa karenatermasuk dalam Cincin Api Pasifik. Gempa bumi adalah getaran alamiah yang bisa disebabkanoleh pergerakan kerak bumi atau gejala lainnya. Untuk mengurangi risiko kerusakan dan korbanjiwa, bangunan tahan gempa didesain dengan memperhitungkan analisis dinamik menggunakanmetode Linier Dynamic Procedures (Respon Spectrum) dan Nonlinier Dynamic Procedures(Time History Analysis). Shearwall digunakan sebagai sistem untuk meningkatkan kekuatanstruktur bangunan dalam menahan gaya lateral. Penelitian ini fokus pada model strukturbangunan gedung hotel dengan menggunakan struktur rangka baja dan sistem rangka pemikulmomen khusus, sesuai dengan Standar Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung(SNI 1726:2019)