KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
STUDI PENGARUH VOLUME LALU LINTAS TERHADAP TINGKAT KEBISINGAN PADA RUAS JALAN TIPE 2/2 UD ( STUDI KASUS RUAS JALAN KH. AHMAD DAHLAN
Know the level ketergangguan users public facilities associated with standard pollution levels sound allowed, according environment minister decision of Indonesia KEP-48 / MENLH / 11 / 1996. This research take cases in jalan KH. Ahmad Dahlan that is local road, located on road traffic congestion high traversed city transport and personal craft and these roads become access for students attend SMPN 2 Samarinda, islamic education foundation (Yayasan Pendidikan Islam) East Kalimantan, and SMKN 4 Samarinda.This research was intended to analyze noise level due to traffic on jan KH. Ahmad Dahlan Samarinda. Make a model mathematical state of relationship between noise level with the volume of vehicles and analyze ekivalensi noise vehicles due to traffic. Data analysis by conducting survey field, the data collected and processed then analyzed to obtain conclusion in accordance with the actual condition that is dilokasi survey.Based on the analysis and the highest level of noise vehicle on KH. Ahmad Dahlan of Samarinda with 3 points the sample collection for 24 hours in a can value of 69,86 dBA. This value surpassing quality standards for noise based on the resolution readmitted environment No. 48 years 1996 on raw noise level for the area of school and a settlement worth 55 dBA. Compared with health regulations readmitted No. 718 1987 about noise, the location of this measure should have zones C, among other offices, shops, trade, market, with noise around 50-60 dBA
STUDI ANALISA DIMENSI DRAINASE DI JALAN NUSANTARA KECAMATAN KALIORANG KABUPATEN KUTAI TIMUR
Kecamatan Kaliorang merupakan salah satu kecamatan dari Kabupaten Kutai timur yang sekarang sudah mulai bergeser untuk tata guna lahannya, yang mana dahulu merupakan daerah lahan pertanian masyarakat baik itu masyarakat lokal maupun masyarakat Transmigrasi dari luar pulau Kalimantan. Sebagian besar lahan di kecamatan kaliorang sekarang berganti wajah yakni dipenuhi usaha perkebunan Kelapa Sawit, dengan beralih fungsinya lahan ini maka sudah sesuaikah sistem drainase yang lama yang dibuat pemerintah untuk jalan perkotaannya.Sistem drainase merupakan aspek penting yang tidak dapat dipisahkan dari perencanaan bangunan konstruksi sipil. Banyak faktor yang mempengaruhi dalam perencanaan sistem drainase, antara lain jenis bangungan, intensitas curah hujan, topografi, dan lain - lain. Perencanaan sistem drainase merupakan salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam perencanaan bangunan – bangunan sipil disamping merencanakan struktur bangunannya. Drainase perkotaan merupakan prasarana kota yang intinya berfungsi untuk mengendalikan limpasan air hujan yang berlebihan
ANALISA KAPASITAS SALURAN DRAINASE PADA JALAN Ir. H. JUANDA SAMPAI JALAN KADRIE OENING KOTA SAMARINDA
Drainase adalah saluran pengalir air dari jalan yang turun saat hujan dan di alirkan ke daerah lain dan berakhirpada sungai. Darainase juga bisa disebut urat dari kota, karena fungsi utama drainase adalah mengalirkan air padasuatu daerah agar tidak terjadi genangan atau banjir.Pada jalan Ir. H. Juanda dan Kadrie Oening Kota Samarinda merupakan aksen jalan yang sering banjir, olehkarena itu di harapakan bisa menjadi saran atau pedoman bagi pemerintah dalam menentukan kebijakan daerahyang di teliti dalam bidang infrastruktur kota serta mengantisipasi akan kemungkinan banjir yang lebih besar dijalan Ir. H. Juanda sampai jalan Kadrie Oening Kota Samarinda.Untuk perhitungan hidrolgi yaitu menghitung curah hujan menggunakan metode distribusi normal danmetode log person type III. Dari hasil perhitugan hujan rancangan periode 2, 5, dan 10 tahun didapat nilai debitbanjir rancangan untuk setiap saluran pada penelitian ini.Untuk perhitungan hidrolika pada penelitian ini menggunakan metode manning. Dari hasil perhitungandengan dimensi existing didapatkan kondisi drainase tidak mampu menampung debit yang ada. Maka untukperiode 10 tahun harus merubah dimensi penampang saluran menjadi lebih besar dari dimensi existing
STUDY PERBANDINGAN PERHITUNGAN DINDING PENAHAN TANAH KANTILEVER (CANTILEVER WALL) MENGGUNAKAN PROGRAM GEO5 DAN PERHITUNGAN RANKINE DAN COULOMB
Ardiansyah, Seiring kemajuan jaman, teknologi di bidang konstruksi bangunanjuga mengalami perkembangan pesat, termasuk dalam bidang geoteknik, khususnyadalam perencanaan fondasi. Untuk semakin mempermudahkinerja dari perencanaanfondasi, dalam hal ini yang dimaksud adalah dinding penahan tanah, penggunaanperangkat lunak (program) sangat dibutuhkan. Berdasarkan hal ini tersebut, penulis inginmengetahui seberapa jauh tingkat penggunaan program untuk merencanakan dindingpenahan tanah, program tersebut adalah Geo5.Pada perencanaan dinding penahan ini akan merencanakan dinding penahantanah di Ruas Jalan Patung Lembuswana – Sebulu STA 24+900, dinding yangdirencanakan adalah dinding penahan tipe kantilever dengan struktur beton bertulang,mengontrol stabilitas terhadap pergeseran, penggulingan, serta keruntuhan kapasitasdaya dukung tanah yang menggunakan persamaan Hansen.Metode perhitungan dilakukan dua kali, metode perhitungan manual (Rankinedan coulomb) dan perhitungan dengan program Geo5. Setelah dilakukan perhitungan,maka didapat hasil hitungan manual metode Rankine stabilitas terhadap geser 2,775 >1,5 (aman), stabilitas terhadap guling 4,16 > 2 (aman), keruntuhan kapasitas dayadukung tanah 4,49 > 2 (aman), hasil dari perhitungan manual metode coulomb stabilitasterhadap geser 1,83 > 1,5 (aman), stabilitas terhadap guling 4,12 > 2 (aman), keruntuhankapasitas daya dukung tanah 3,24 > 2 (aman). Hasil perhitungan dengan program Geo5stabilitas terhadap geser 2,90 > 1,5 (aman), stabilitas terhadap guling 2,96 > 2 (aman),keruntuhan kapasitas daya dukung tanah 3,68 > 2 (aman).Perbedaan hasil perhitungan stabilitas antara perhitungan manual denganprogram Geo 5, karena persamaan ketikan menghitung tekanan tanah letereal berbeda.Perhitungan manual menggunakan rumus Rankine dan Coulomb, sedangkan programGeo5 menggunakan rumus Rankine yang telah di modifikasi, yaitu metode Mazindrani
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE EKONOMIS JALAN PARIKESIT II KELURAHAN RAWA MAKMUR KECAMATAN PALARAN KOTA SAMARINDA
Drainase adalah suatu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, sertacara-cara penanggulangan akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut. Maksud dan tujuan drainase adalahmembuang air di atas permukaan tanah yang beriebihan, menurunkan dan menjaga permukaan air agak tidakterjadi genangan, sehingga akibat negatif dengan adanya genangan dan luapan air dapat dihindari.Dalam merencanakan saluran drainase meliputi tiga tahapan yaitu; analisis hidrologi, perhitungan hidrolika dangambar rencana. Analisis hidrologi dilakukan berdasarkan curah hujan, topografi daerah, karakteristik daerahpengaliran serta frekuensi banjir rencana. Dari hasil analisis hidrologi diperoleh besarmya debit air yang harusditampung oleh drainase. Kemudian atas dasar debit yang diperoleh, dimensi drainase dapat direncanakanberdasarkan perhitungan hidrolika.Dari hasil perhitugan debit rancangan periode ulang 2, 5, dan 10 tahun didapatkan penampang salurandrainase berbentuk persegi dari pasangan batu difinishing dengan dimensi saluran sebagai berikut; lebar dasarsaluran (B) 200 cm, tinggi penampang basah (h) 100 cm, tinggi jagaan (w) 60 cm.Agar saluran drainase dapat berfungsi dengan baik sesuai perencanaan, perlu dijaga aliran air dalamsaluran tidak tersumbat ,adanya pemeliharaan terhadap saluran drainase agar air dapat mengalir secara maksimalsehingga dapat mengurangi kerusakan jalan serta biaya perbaikan tidak menjadi besar
ANALISIS HARGA SATUAN NORMALISASI SEDIMENTASI TERKAIT FAKTOR PENYEBAB BANJIR PADA BENDUNGAN BENANGA DI LEMPAKE SAMARINDA
Sedimentasi adalah material hasil proses erosi, baik berupa erosi permukaan, erosi parit, atau jenis erosi tanah lainnya yang mengendap di bagian bawah kaki bukit, di daerah genangan banjir, saluran air, sungai, dan bendungan. Pengertian lain, sedimentasi merupakan suatu proses pengendapan material hasil erosi yang masuk ke aliran sungai sehingga membentuk dataran aluvial. Proses ini tergolong mengganggu aliran sungai, karena dengan adanya pengendapan pada aliran (badan) sungai dapat menyebabkan berkurangnya tampungan volume air yang melewati sungai, sehingga menjadi salah satu penyebab banjir. Bendungan Benanga Lempake dibangun sekitar tahun 1977, saat ini bangunan utama dari bendungan berupa bendung (pelimpah) bebas selebar 15 m, sebuah pintu penguras di sebelah kiri bendung, dan sebuah pintu pengambilan untuk irigasi. Kondisi itu membuat daya tampung air semakin berkurang, sehingga perlu dilakukan normalisasi sedimentasi, sehingga mereduksi 40% penyebab banjir di Samarinda.Metode yang digunakan dalam pengambilan data sedimentasi mengacu hasil perhitungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kaltim-Kaltara di Bendungan Benanga seluas 159 Ha itu diketahui memiliki volume endapan sedimentasi 1,800,000 m3. Dari hasil perhitungan disimpulkan, 1.800.000 m3 total volume sedimentasi yang diperoleh dari menghitung luas total Bendungan Benanga 159 Ha, kemudian dikonversi ke satuan m2 menjadi 1.590.000 m2. Maka, luas area 1.590.000 m2 dikalikan ketebalan sedimentasi akan dikeruk 1,132 m menjadi 1.799.880 m3 (dibulatkan 1.800.000 m3). Sehingga, diketahui harga galian sedimentasi dengan alat berat watermaster, excavator, ponton, dan tugboat diperoleh harga Rp. 176.370,1 per m3. Sehingga perlu biaya Rp. 317,466,180,000,00 untuk mengeruk 1,800,000 m3 sedimentasi di Bendungan Benanga Lempake, Samarinda
ANALISIS KINERJA RUAS JALAN DIKOTA SAMARINDA
Sebagai ibukota provinsi Kalimantan Timur, Samarinda merupakan salah satu kota dengan tingkat arus lalu lintas yang tinggi, khususnya ruas jalan S.Parman – ruas jalan ahmad Yani – ruas Jalan D.I.Panjaitan. Ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung antara samarinda kota, samarinda bagian utara, dam arus keluar masuk dari kota bagian utara Kaltim. Analisa dan evaluasi perlu dilakukan agar tercipta efisiensi pada ruas jalan S.Parman – ruas jalan Ahmad Yani – ruas jalan D.I.Panjaitan.Analisa yang dilakukan mengacu pada manual sesuai dengan kondisi arus lalu lintas di Indonesia. Dalam hal ini dilakukan analisis menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997, untuk menentukan kriteria pelayanan (LOS) mengacu pada peraturan menteri perhubungan No : Km 14 Tahun 2006. Data lalu lintas dilakukan pada tanggal: Jalan S.Parman tanggal 20,21,26 April 2014, jalan Ahmad Yani tanggal 27,28 April, dan 3 Mei 2014, jalan D.I.Panjaitan tanggal 4,5,10 Mei 2014 pada jam sibuk
EVALUASI DIMENSI SISTEM DRAINASE PADA RUAS STA 00+000 s/d STA 01+223,017 DESA ANGGANA, KECAMATAN ANGGANA
Seiring berkembangnya suatu kota, tentu memerlukan berbagai sarana dan prasarana perkotaan yang memadai dalam perkembangannya ke depan, dimana bertambahnya penduduk sudah barang tentu diperlukan juga pembangunan permukiman serta penataan lingkungannya. Sesuai dengan kebijakan Pemerintah dalam Pembangunan di bidang perumahan dan permukiman adalah upaya penciptaan lingkungan permukiman yang bersih dan sehat. Peningkatan pembangunan perumahan dan permukiman secara terarah dan terpadu dengan jalan pemenuhan kebutuhan prasarana ataupun menata kembali berbagai infrastruktur yang telah ada. Kenyataan di lapangan keadaan prasarana lingkungan permukiman di Desa Anggana Kecamatan Anggana yang dirasakan masih kurang memenuhi persyaratan kualitas maupun kuantitas.Dalam hal perencanaan drainase terutama untuk jalan baik di perkotaan dan pedesaan, maka hal yang harus dilaksanakan dengan seksama adalah sesuai standar dan sistem perencanaan drainase perkotaaan yaitu menyangkut pola arah aliran, situasi dan kondisi kota, langkah perencanaan dengan memperhatikan aspek hidrologi yang meliputi : siklus hidrologi (hidrologi cycle), karakteristik hujan, data hujan, pengolahan data hujan, debit rancangan serta aspek hidrolika yang menyangkut aliran air pada saluran, sifat-sifat aliran, rumus-rumus aliran air dan analisis dimensi saluran. Hal tersebut terlihat bahwa terutama musim penghujan saluran drainase yang ada sudah tidak bisa menampung air, sehingga akan terjadi genangan/banjir. apabila tidak segera ditangani akan mengakibatkan penurunan daya dukung lingkungan permukiman dan akhirnya akan berdampak terhadap kesehatan lingkungan. Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka perlu kiranya disusun perencanaan drainase lingkungan perumahan pemukiman Desa Anggan
ANALISA DIMENSI SALURAN DRAINASE JALAN BANGERIS KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Kota Samarinda merupakan daerah perkotaan yang sedang berkembang, sesuai fungsinya sebangai pusat pemerintahan wilayah Kalimantan Timur dan pusat perekonomian daerah, dan juga ibu kota Kalimantan Timur, seiring dengan perkembangan kota,terutama juga perkembangan daerah pemukiman dan perekonomian,seperti kota yang lainnya juga Samarinda mempunyai masalah padatnya pemukiman dan berkembang pesat nya jumlah penduduk, hal ini bersangkutan dengan infrastruktur pembangunan seperti drainase perkotan.Ada beberapa daerah di Samarinda yang merupakan daerah dataran rendah,danterlebih lagi cukup banyak nya daerah rawa dan sungai-sungai kecil di sebagian daerah di Samarinda yang juga tidak sedikit daerah rawa yang telah beralih fungsi menjadi daerah perumahan dan sungai-sungai yang menjadi dangkal karena banyaknya limbah penduduk yang menumpuk di dasaran sungai, bahkan banyak dari hutan yang telah di eksploitasi prusahaan asing beberapa menjadi lokasi pertambangan sehingga berkurang nya daerah yang menjadi tahanan air.Di Samarinda juga ada sungai yang cukup besar yaitu sungai mahakam yang telah membagi Samarinda sendiri menjadi dua yaitu Samarinda kota dan Samrinda seberang, salah satu permasalahan sistim drainase di daerah Samarinda adalah bagaimana membung air yang tertampung di daerah perkotaan ke sungai mahakam karena dataran rendah di daerah perkotaan yang menjadi pusat tertampung nya air sendiri banyak yang jauh dari sungai mahakam yang kemungkinan bisa menampung air yang tertampung di daerah perkotaan sendiri.Dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk dan juga prusahaan produksi maka semakin banyak juga pembangunan yang akan di laksanakan di daerah Samarinda maka karna hal itu juga jumlah dan dimensi drainase di daerah Samarinda juga harus sesuai dan bertambah juga dengan menyesuaika
STUDI PEMODELAN MATEMATIS AKIBAT PENGARUH VARIASI FAKTOR REDUKSI BEBAN HIDUP PADA SISTEM RANGKA PEMIKUL MOMEN MENENGAH
Indonesia terletak di daerah rawan gempa, untuk mengurangi resiko akibat bencana gempa, maka digunakan struktur bangunan dengan Sistem Rangka Pemikul Momen yang menekankan kewaspadaannya terhadap kegagalan struktur akibat keruntuhan geser. Dengan memperhatikan modifikasi faktor reduksi beban hidup menurut SNI 1727-2013, sehingga dilakukan penelitian terhadap variasi faktor reduksi beban hidup. Model matematis struktur SRPMM dengan pengaruh variasi faktor reduksi beban hidup disimulasikan dengan bantuan program SAP2000. Hasil Pemodelan menunjukkan penurunan nilai gaya dalam akibat variasi faktor reduksi beban hidup yang tidak signifikan, yaitu 0,89% pada gaya aksial, 0,15% pada gaya geser, dan 0,28% pada momen lentur. Perhitungan analisis statistik menghasilkan model persamaan regresi, yaitu y=0,001x-1,4225 untuk gaya aksial, y=-0,0047x+1,4393 untuk gaya geser, dan y=-0,0021x+1,1596 untuk momen lentur, yang menunjukkan hubungan variasi faktor reduksi beban hidup mempengaruhi hasil nilai gaya dalam sebesar 10,52% hingga 13,01%. Hasil perhitungan komponen struktur primer pada SRPMM menunjukkan tidak ada perubahan kebutuhan penulangan pada balok dan kolom