KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
PERENCANAAN STRUKTUR BANGUNAN BAWAH ABUTMENT JEMBATAN DESA SEKERAT KECAMATAN BENGALON KABUPATEN KUTAI TIMUR
The bridge is a part of a highway that is functioning to connect a brokenroad due to obstacles such as rivers, lakes, valleys, ravines and others. In theplanning and work of the bridge Under the Structure Planning can not be ignored.Part of this bridge structure located at the bottom is crucial for the strength andsecurity of buildings on it. And for direct link between upper bridge structure withunder bridge structure is "Abutment" which is also included in under bridgestructure. Abutment of a building that functions to continue the load (live load anddead load) from the upper building to the foundation and the foundation passes tothe ground. The loading rules used to plan the bridge refer to Indonesian NationalStandard (SNI) T-02-2005, T-03-2005,In the design of this thesis the discussions covered include the structureunder the bridge building between the abutment and foundation. The plannedfoundation is a pile foundation. The building structure under a sliver village bridgeis planned to receive loads and forces from the upper structure with a span lengthof 30 meters and a 9 meter wide bridge. Based on the calculation of the structureunder the bridge abutment, obtained abutment dimensions: width 3.8 m, length 11m and height 5.2 m. With its own abutment weight of 2211.38 kN, the foundationfor the Sekerat Village bridge uses a 60 cm diameter pile foundation
ANALISIS MODEL HUBUNGAN ANTARA VOLUME KENDARAAN-KECEPATAN-KEPADATAN DI RUAS JALAN PAHLAWAN KOTA SAMARINDA
Keberadaan parkir di sisi jalan Pahlawan di Kota Samarinda karena pada ruas ini ada kegiatan pasar, sekolah dan tempat perputaran (U-Turn) oleh sebab itu sebagaimana layaknya parkir di badan jalan lainnya tidak terlepas dari permasalahan yang ditimbulkannya seperti ; besarnya jumlah kendaraan parkir pada saat jam puncak lalu-lintas yang mengakibatkan terganggunya arus lalu-lintas, terjadinya sirkulasi parkir (keluar-masuk kendaraan parkir) yang menyita sebagian lajur jalan untuk melakukan manuver sehingga mengganggu arus lalu-lintas yang melintasi diruas jalan iniBerdasarkan analisis model hubungan antara volume kendaraan-kecepatan-kepadatan di ruas jalan pahlawan kota samarindamaka dapat disimpulkan sebagai berikut:.Nilai volume kendaraan (Qmax), kecepatan (Vmax) dan Kepadatan (Dmax) dengan analisis model di ruas Jalan Pahlawan sebagai berikut :Rekapitulasi Analisis Volume Kendaraan, Kepadatan dan Kecepatan Arah I, Segmen I ;- Rata-rata Volume Kendaraan, (Qm = Qmax) = 779,790 smp/jam- Rata-rata Kepadatan (Dm = Dmax) = 30,803 smp/jam- Rata-rata Kecepatan (Vm = Vmax) = 24,673 km/jamRekapitulasi Analisis Volume Kendaraan, Kepadatan dan Kecepatan Arah I, Segmen II ;- Rata-rata Volume Kendaraan, (Qm = Qmax) = 707,832 smp/jam- Rata-rata Kepadatan (Dm = Dmax) = 34,804 smp/jam- Rata-rata Kecepatan (Vm = Vmax) = 20,944 km/jamRekapitulasi Analisis Volume Kendaraan, Kepadatan dan Kecepatan Arah II, Segmen I ;- Rata-rata Volume Kendaraan, (Qm = Qmax) = 898,934 smp/jam- Rata-rata Kepadatan (Dm = Dmax) = 34,922 smp/jam- Rata-rata Kecepatan (Vm = Vmax) = 20,652 km/jamRekapitulasi Analisis Volume Kendaraan, Kepadatan dan Kecepatan Arah II, Segmen II ;- Rata-rata Volume Kendaraan, (Qm = Qmax) = 624,715 smp/jam- Rata-rata Kepadatan (Dm = Dmax) = 43,526 smp/jam- Rata-rata Kecepatan (Vm = Vmax) = 18,621 km/ja
EVALUASI PENGARUH KOLOM DILATASI TERHADAP KINERJA STRUKTUR PADA GEDUNG BERBENTUK LINEAR MENGGUNAKAN METODE SRPMM
One of the methods for planning an earthquake resistant building is IntermediateMoment Resisting Frame System (IMRFS). This method is used for planning earthquakeresistant building which is used for seismic design category area.On building planning matter, dilatation system was well applied to a long span building.This dilatation system itself has a function to reduce danger of collapse building due to unequalground conditions along the building. This system also could avoid domino effect fromearthquake load that received on the building when earthquake happens. On this research writerused dilatation methods with coloum. The earthquake analysis that writer used was time historymethods, and it supported by ETABS v.9.7.2 structure analysis program. The last step wasputting out the results from completed drift
EVALUASI SISTEM SALURAN DRAINASE DAERAH JALAN SULAWESI KOTA SANGATTA
Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Sangatta. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 35.747,50 km² atau 17% dari luas Provinsi Kalimantan Timur dan berpenduduk sebanyak 319.394 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2014) dengan kepadatan 4,74 jiwa/km² dan pertumbuhan penduduk selama 4 tahun terakhir rata-rata 4,08% setiap tahun (Sumber : Badan Pusat Statistik Kutai Timur 2016).Kutai Timur memiliki keadaan topografi yang bervariasi, mulai dari daerah dataran seluas 536.200 ha, lereng bergelombang (1,42 juta ha), hingga pegunungan (1,6 juta ha), tersimpan potensi batu bara 5,35 miliar ton
EVALUASI KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL PADA SIMPANG TIGA JL. PASUNDAN – JL. GUNUNG MERBABU – JL. GUNUNG CERMAI KOTA SAMARINDA
Kota Samarinda sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Timur merupakansalah satu Kota besar yang memiliki permasalahan mengenai kemacetan lalulintas.Salah satu jalan yang sering terjadi kemacetan Lalu-lintas adalah simpangTiga Jl. Pasundan - Jl. Gunung Merbabu – Jl. Gunung Cermai Kota Samarinda.Pada saat-saat tertentu jam puncak (peak Hour) terjadi kemacetan Lalulintasyang cukup parah sehingga menyebabkan permasalahan sosial yang adadidaerah tersebut. Metode yang di terapkan dalam menganalisis jalan tersebutmenggunakan Metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997.Berdasarkan hasil pengamatan dan perhitungan data survey lapanganpada simpang Tiga Jl. Gunung Merbabu – Jl. Pasundan – Jl. Cermai selama 3hari maka diperoleh nilai-nilai Kinerja lalu-lintas Simpang Tak Bersinyalsebagai berikut : Kapasitas Simpang (C) = 1691.56 smp/jam, Derajat Kejenuhan(DS) = 0.99 DS, Tundaan Simpang (D) = 16.66 D, Peluang Antrian (QP%) = 75-4
PERENCANAAN WORKSHOP REPARASI PETI KEMAS DI KOTA SAMARINDA
Pembangunan Terminal Peti Kemas di Kecamatan Palaran dilatar belakangi karena terbatasnya kapasitas dan fasilitas Pelabuhan Yos Sudarso di Kota Samarinda untuk kegiatan bongkar muat peti kemas yang tidak bisa dikembangkan lagi karena terbatasnya untuk di kembangkan. Sedangkan pertumbuhan cargo di Pelabuhan Samarinda cukup tinggi dan diperlukan pengembangan pelabuhan peti kemas di Kota Samarinda.Semakin banyaknya kegiatan bongkar muat peti kemas di Kota Samarinda, semakin banyak pula kondisi peti kemas yang kondisinya rusak dan tidak terawat. Banyak kondisi peti kemas yang tidak terawat dan mulai rusak yang dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan khusus dikarenakan kurangnya fasilitas dan pelayanan tentang reparasi peti kemas yang ada di Kota Samarinda. Tidak hanya kondisi peti kemas yang rusak, adapun kondisi truk dan trailer peti kemas kondisinya buruk dan perlu perbaikan agar kondisinya bisa kembali ke kondisi yang baik dan layak fungsi.Kurangnya jasa reparasi peti kemas dan reparasi kendaraan pengangkutnya yang tidak diimbangi dengan banyaknya jumlah peti kemas, truk peti kemas, dan trailer peti kemas yang kondisinya rusak dan tidak layak pakai. Keberhasilan penanganan peti kemas dipengaruhi oleh jarak waktu dan biaya, sehingga dapat memenuhi tuntutan aman, cepat dan mudah. Untuk mencapai tuntutan tersebut secara optimal diperlukan adanya suatu proses penanganan peti kemas yang baik.Dikarenakan banyaknya jumlah kondisi peti kemas, truk peti kemas, dan trailer peti kemas yang rusak dan tidak layak pakai, maka penulis mencoba mengangkat masalah tersebut menjadi bahan dalam skripsi yang disusun dengan judul “WORKSHOP REPARASI PETI KEMAS DI KOTA SAMARINDA” yang modern serta dapat mengakomodasi semua layanan kenyamanan para pengguna jasa peti kemas yang lebih mengutamakan pelayanan, kualitas, dan fasilitas yang terbaik.
PERENCANAAN SALURAN DRAINASE PADA PERUMAHAN BUMI ALAM INDAH KEBUN AGUNG KECAMATAN SAMARINDA UTARA
Perumahan Bumi Alam Indah Kebun Agung yang berlokasi dikecamatan Samarinda utara saat ini belum memiliki saluran drainase, oleh karena itu, perencanakan sistem drainase dalam perumahan perlu mendapat perhatian yang penting. Guna mendukung kehidupan manusia yang hidup bermukim di perumahan tersebut dengan nyaman, sehat dan dapat berinteraksi satu dengan lainnya dalam kehidupan sehari – hari. Drainase yang kurang baik akan mengakibatkan berbagai macam masalah yang bisa merugikan manusia itu sendiri. Salah satunya adalah masalah banjir atau genangan air hujan.Metode perhitungan analisa curah hujan rencana mengunakan metode Log Person III, dengan curah hujan harian maksimum mengunakan data dari Badan Metereologi Klimatologi Dan Geofisika debit rencana dihitung dengan mengunakan rumus rasional, kapasitas saluran di hitung dengan rumus manning, penampang saluran mengunakan saluran ekonomis. Setelah dilakukan perhitungan debit rencana, maka didapatkan dimensi saluran utama untuk penerapan dilapangan, dengan lebar dasar B = 0,8 meter, tinggi kedalaman air h = 0,4 meter, tinggi jagaan w = 0,4 meter
STUDY PERANCANGAN DINDING PENAHAN LONGSORAN PADA RUAS JALAN POROS KM.38 SEMOI/SEPAKU KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
East Kalimantan is a mountainous area, therefore the construction of roads is also onaverage in the top of the mountain, because the function of the road is very important for theneeds of the community and is a liaison between provinces where many roads are not feasibledue to landslides on the side of the road and it is a way axis. the authors make this final task bymaking a landslide handling research in the form of retaining wall in km.38 semoi / sepaku andused two types of retaining wall of the cantilever wall and counterfort and addition of pile.From the above problems and objectives, problem limitation is required by calculating thestability and control of the retaining wall with the coulomb and rankine methods, calculatingthe carrying capacity control with the converse labbare method, and not calculating the costbudget plan.In this final project the authors also make intent and objective is to evaluate thestability of the soil before and after the occurrence of avalanches on the road km.38 semoi /sepaku and then do the recalculation with the stability of shifting and rolling so that it can be asecurity factor on the calculation and the purpose of preparation of the final task is to be able toplan the dimensions of the retaining wall that is safe and economical on cantilever type walland counterfort wall. Data retrieval method used in this thesis research with primary methodthat is sondir, boring, as well as measurement of topography and secondary method in the formof literature study, work drawing. After the material in need fulfilled then done the analysis ofthe calculation by making the retaining wall design and in this final task the authors comparetwo types of cantilever and counterfort with rankine and coulomb method and on the carryingcapacity by converse labbare method.rom result of analysis got stability factor to bolsters on cantilever wall with coulombmethod equal to 2,61 ≥ 2, rankine method 2,4 ≥ 2, and got factor of shear stability with coulombmethod equal to 0,356> 2, rankine method 0,324> 2 and stability of collapse on the coulombmethod of 1.935> 3 and rankine 2.302> 3. On the wall counterfort can be stability valuebolsters with coulomb method of 2.3 ≥ 2, rankine method 2.1 ≥ 2, and the shear stability factorobtained by the method of coulomb of 0.381> 2, Rankine method 0.347> 2 and the stability of2collapse on the coulomb method of 1.34> 3 and rankine 1.24> 3. Also obtained security controlof the bearing capacity of piles on the cantilever wall of individuals of 2.73> 3.6 and pilesgroups of 5.451> 3.6 while on individual counterfort walls of 2.52> 3.6 and group piles of7.57> 3.6.The conclusion of the final project that the authors make is of cantilever typecantilevered wall with coulomb method obtained safe stability of bolsters style, unsafe shearforce stability, and collapse also in unsafe condition, with rankine method obtained value on thestability of bolsters safe, stylish stability insecure shear and collapse in can be insecure value.While on counterfortfort retaining wall type with coulomb method obtained safe stability ofguling style, unsafe shear stress stability and collapse also obtained unsafe condition, and onrankine stability method of bolsters in can safe value, unsafe stability of shear force, andstability of collapse not secure. Therefore in need of pile bearing capacity as a vertical loadcontainer that works
KAJIAN SISTEM DRAINASE DI WILAYAH JALAN REEL SUNGAI KELEDANG MENUJU JALAN HASAN BASRI KOTA SAMARINDA
Dengan semakin kompleksnya permasalahan drainase di perkotaan, maka perencanaan dan pembangunan bangunan air untuk drainase khususnya pada Sistem Saluran Jalan Reel Sungai Keledang menuju Jalan Hasan Basri Kota Samarinda harus dilakukan secara tepat. Perencanaan pengamatan terhadap banjir disebut juga perencanaan pengendalian banjir yang pada dasarnya sangat tergantung pada peranan dan fungsi daripada sungaitujuannya Penelitian adalah Untuk mengetahui besarnya debit banjir kala ulang 5 tahun dan 10 tahun, besarnya debit eksisting dan dimensi saluran drainase yang mampu debit banjir kala ulang 10 tahunMetode untuk menghitung curah hujan rancangan adalah Metode Gumbel dan Metode Log Person type III. Sedangkan Metode untuk mengetahui debit banjir rancangan adalah Metode Rasional.Hasil Kajian drainase menunjukan debit saluran Jalan Reel Sei. Keledang tidak mecukupi debit banjir kala ulang 10 tahun sehingga diperlukan solusi dari kajian tersebut dengan mengubah dimensi saluran didasari perhitungan dengan menggunakan penampang segiempat, berbahan Beton dengan tetap mempertimbangkan faktor kemiringan dasar saluran di rencana tinggi basah 1 meter, lebar bawah 1,8 meter dan tinggi jagaan adalah 0,5 meter
ANALISIS KINERJA LALU LINTAS PADA RUAS JALAN BHAYANGKARA DAN RUAS JALAN SEKITARNYA TERHADAP BANGUNAN PLAZA MULIA DI KOTA SAMARINDA
Kota Samarinda sebagai kota sentral ekonomi di provinsi Kalimantan timur adalah kota yang mempunyai perkembangan yang tumbuh dengan pesat, oleh karena itu maka pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarana kota untuk menunjang kelancaran dari pertumbuhan kota Samarinda itu sendiri. Dalam hal perkembangan kota yang paling menonjol dan pesat perkembangannya adalah pusat perbelanjaan. Di kota Samarinda sedikitnya terdapat lima pusat perbelanjaan yang kesemuanya masuk dalam kategori pusat perbelanjaan besar. Salah satu dari pusat perbelanjaan yang ada dipusat kota Samarinda adalah Plaza mulia yang merupakan salah satu tempat penjualan barang dan jasa terpadat dikota Samarinda Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :Mengukur dan membandingkan kinerja lalu lintas pada ruas jalan yang diperkirakan terpengaruh oleh sesudah adanya Plaza Mulia dan sebelum adanya Plaza Mulia. Memberikan solusi – solusi penanganan yang mungkin dilakukan untuk mengatasi masalah – masalah lalu lintas yang terjadi di jalan sekitar pusat kegiatan Plaza Mulia.Memprediksi tarikan perjalanan yang terjadi akibat adanya Plaza Mulia