KURVA S JURNAL MAHASISWA
Not a member yet
896 research outputs found
Sort by
ANALISI PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI MAHASISWA UNIVERSITA 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA
Aktivitas Pergerakan mahasiswa membutuhkan sarana berupa moda angkutan dan pemilihan terhadap moda tersebut bervariasi berdasarkan tingkat kepuasan yang di tawarkan tiap moda angkutan. Tingkat kepuasan yang ditawarkan tiap moda angkutan dapat berubah-ubah. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan karakteristik dari pemilihan moda itu sendiri.. Permasalahannya, faktor-faktor apa yang mempengaruhi mahasiswa dalam memilih moda transportasi menuju kampus dan moda transportasi yang banyak dipilih mahasiswa.Survei dilakukan dengan menyebar 310 questioner pada mahasiswa di Universitas 17 Agustus 1945. Hasil survey dianalisis dengan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk menentukan faktor-faktor pemilihan moda.Hasil analisa menunjukan bahwa Faktor yang mempengaruhi mahasiswa universitas 17 agustus 1945 Samarinda dalam memilih moda transportasi menuju kampus adalah faktor waktu (30,353%), Faktor Selanjutnya adalah faktor keamanan (22,161%), faktor kemudahan (20,904%), faktor biaya (15,227%), dan yang terakhir faktor kenyamanan (11,355%).Untuk moda transportasi yang banyak di pilih mahasiswa di universitas 17 agustus 1945 Samarinda adalah moda transportasi motor pribadi (76,774%), Moda transportasi selanjutnya adalah mobil pribadi (9,032%), angkutan umum (8,387%), dan untuk yang terakhir antar jemput (5,806%)
Analisa Tebal Perkerasan Beton Semen dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pada Ruas Jalan Rengas – Kaubun Kecamatan Kaubun Kabupaten Kutai Timur
Seiring dengan cepatnya laju pertumbuhan ekonomi maka berjalan pula kesinambungan di beberapa bidang yang paling dominan adalah transportasi darat berupa jalan raya. Perkembangan teknik jalan seiring dengan perkembangannya teknologi yang ditemukan manusia, jenis perkerasan jalan yang telah dikenal adalah perkerasan kaku, perkerasan lentur dan perkerasan komposit, Adapun dalam skripsi ini membahas perkerasan lentur . Jalan merupakan prasarana transportasi darat yang paling banyak digunakan oleh masyarakat untuk melakukan mobilitas keseharian dibandingkan dengan transportasi air dan udara, sehingga volume kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut harus mampu di dukung oleh perkerasan jalan pada ruas jalan yang dilewatinya
PERENCANAAN LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK LAKI – LAKI DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR FUTURISTIK
11 tahun 2012 adalah lembaga tempat anak menjalani masa pidananya. Saat ini samarinda memiliki lembaga pembinaan khusus anak kelas II b yang berlokasi di eks Gedung Rumah Sakit Umum Daerah AM Parikesit, Jalan Imam Bonjol Tenggarong. Selain itu Kota Samarinda saat ini masih belum memiliki tempat atau wadah khusus untuk anak laki – laki yang membutuhkan pendampingan dalam memperbaiki prilaku negative dengan fasilitas yang aman dan tenang. Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan Lembaga Pembinaan Khusus Anak laki – laki dengan penekanan Arsitektur Futuristik pada visual bangunannya. Hasil pembahasan dari penelitian ini yaitu untuk besaran ruang Gedung LPKA laki – laki membutuhkan 5603,3 M2 + 314,47 M2 = 5.917,77 M2 untuk itu maka gedung lembaga pembinaan ini dibuat bertingkat. Dengan total kebutuhan besaran ruang lantai dasar gedung LPKA adalah 3.568,17 M2 ditambahkan dengan besaran ruang WTP dan pos Gerbang 314,47 M2 maka KDB pada LPKA laki – laki ini adalah 3.882,64 M2 atau kurang dari 4.180 M2 (KDB maksimal). Dan untuk konsep penekanan Arsitektur futuristik akan lebih banyak diterapkan pada visual bangunan. Dengan pengunaan energy yang sustainable seperti Lampu jalan yang mengunakan energy solar cell. Water treatment point yang juga mengunakan energy solar cell
ANALISA KINERJA RUAS JALAN CIPTO MANGUNKUSUMO DI KOTA SAMARINDA
Meningkatnya kemacetan pada jalan perkotaan maupun jalan luar kota yang diakibatkan bertambahnya kepemilikan kendaraan, terbatasnya sumber daya untuk pembangunan jalan raya, dan belum optimalnya pengoperasian lalu lintas yang ada, merupakan persoalan utama di perkotaan, Seiring berkembangnya ekonomi dan naiknya tingkat kemakmuran penduduk akan mengakibatkan bertambahnya tingkat perjalanan Lalu lintas, yang terjadi akibat adanya kebutuhan akan transportasi dari masyarakat, dimana masyarakat akan selalu mencari jalan yang lebih cepat, aman dan lancar. Kenaikan jumlah penduduk dan banyaknya urbanisasi ke daerah perkotaan maka akan menimbulkan tingkat pergerakan dan kepadatan, sehingga kebutuhan akan transportasi pun meningkat pula. Atas dasar inilah, maka di lakukan penelitian bagaimana kinerja kendaraan yang melalui ruas jalan Cipto Mangunkusumo di kota Samarinda terhadap perkembangan arus yang terjadi dari waktu ke waktu. Adapun dalam Analisa Kinerja Ruas Jalan Cipto Mangunkusumo menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI’1997), hal ini di uraikan berdasarkan Formulir UR1 berupa Kondisi umum dan Geometrik jalan, UR-2 berupa data masukan lanjutan yaitu Arus dan Komposisi lalu lintas dan hambatan samping, UR-3 berupa Analisa Kecepatan arus bebas kendaraan, Kapasitas dan Kecepatan kendaraan. Setelah dilakukan perhitungan data yang ada pada ruas jalan Cipto Mangunkusumo di kota samarinda, hasil penelitian menunjukan: Panjang segmen jalan 3 km, Kecepatan arus bebas 47,02 Km/jam, Kapasitas 3616,36 smp/jam, Arus lalu lintas 2121,65 smp/jam, Derajat kejenuhan 0,59, Kecepatan 39 Km/jam, Waktu tempuh 0,077 jam dan berdasarkan pada derajat kejenuhan maka tingkat pelayanan di katagorikan tingkat pelayanan C berada pada rasio 0,45-0,74. Dimana arus stabil pengemudi dibatasi dalam memilih kecepatan
ANALISA KAPASITAS RUAS JALAN CENDANA DENGAN METODE MKJI 1997
Jalan Cendana di Samarinda merupakan jalan Lokal yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak di batasi. Jalan Cendana di Samarinda ini termasuk kategori jalan kelas III C, yaitu jalan umum yang dapat di lalui kendaraan bermotor termasuk muatan dengan ukuran lebar tidak melebihi 2.100 ( dua ribu seratus ) milimeter, ukuran panjang tidak melebihi 9.000 (sembilan ribu ) milimeter, dan muatan sumbu terberat yang di ijinkan 8 ton ( R Desutama 2007 ). Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang di peruntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori dan jalan kabel (UU No. 38 Tahun 2006) Tentang Jalan. Metode yang digunakan untuk menganalisa kapasitas ruas jalan Cendana adalah Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI’1997), yang di uraikan berdasarkan Formulir UR-1 berupa Kondisi umum dan Geometrik jalan, UR-2 berupa data masukan lanjutan yaitu Arus dan Komposisi lalu lintas dan Hambatan samping, UR-3 berupa Analisa Kecepatan arus bebas kendaraan ringan, Kapasitas dan Kecepatan kendaraan ringan. Dari hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa, panjang segmen jalan 1,3 km, Kecepatan arus bebas 40 Km/jam, Kapasitas 2859,03 smp/jam, Arus lalu lintas 2004 smp/jam, Derajat kejenuhan 0,69, Kecepatan bergerak rata-rata 31 Km/jam, Waktu tempuh 0,041 jam. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan kinera ruas jalan cendana yang dihitung berdasarkan tingkat pengunaan jalan, kecepatan, kepadatan dan hambatan yang terjadi maka tingkat pelayanan cendana adalah C
ANALISA PARKIR KENDARAAN DI MALL SAMARINDA SQUARE KOTA SAMARINDA
ABSTRAKSamarinda Square merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Samarinda. Ruang parkir untuk pengunjung sudah disediakan dari awal pembangunan area mall namun pada kenyataannya ruang parkir tersebut belum mampu menampung kebutuhan ruang parkir. Studi ini bertujuan untuk menganalisa ketersediaan ruang parkir dengan kapasitas yang memadai dengan cara optimasi ruang dan tarif. Tahapan yang dilakukan meliputi: perhitungan kapasitas standar parkir, perhitungan kebutuhan parkir saat ini dengan selisih grafik kumulatif, optimasi ruang dan tarif, serta prediksi masa depan. Samarinda Square memiliki 7 area parkir, antara lain: 4 lahan parkir mobil dan 3 lahan parkir sepeda motor. Pada jam puncaknya, beberapa area parkir mobil dan motor memang mengalami kekurangan ruang parkir. Dengan 383 SRP motor dan 137 SRP mobil. Untuk kebutuhan 5 tahun kedepan kebutuhan ruang parkir tidak mencukupi dengan kebutuhan ruang parkir sebesar 1079 SRP. Penerapan tarif progresif dapat dilakukan agar pengunjung tidak berlama-lama memarkirkan kendaraannya sehingga kapasitas yang ada dapat bertambah. Penataan area parkir Samarinda Square dengan optimasi ruang dan tarif harus didukung juga dengan sistem manajemen parkir yang ada
STUDY ANALISA SALURAN DRAENASE JALAN BUNG TOMO SAMARINDA SEBERANG PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
Banjir yang terjadi di Jalan Bung Tomo ini merupakan dasar yang melatar belakangi pelaksanaan penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab banjir dikawasan tersebut, mengetahui nilai kapasitas yang cukup untuk daya tampung saluran drainase nya, dan juga mengetahui bagaimana cara penanganan menanggulangi banjir nya di Jalan Bung Tomo tersebut. Dalam pelaksanaannya diperlukan survey di lapangan mengenai dimensi saluran yang ada, panjang lintasan terjauh, waktu konsentrasi, dan cacthmen area. Dalam menganalisis data sekunder diperlukan perhitungan mengenai luas DAS, data curah hujan dari BMKG setempat, penentuan hujan rencana, dan menganalisis intensitas hujan rencana. Dalam menganalisis data primer diperlukan cara survey langsung di lapangan untuk pengambilan data dokumentasi, survey batas daerah tangkapan air dan luas total perencanaan. Analisis intensitas hujan rencana untuk periode ulang 2, 5, 10 dan 25 tahun berturut-turut. Setelah dilakukan pengecekan maka didapatkan bahwa kapasitas yang tersedia tidak memadai dalam menampung debit hujan maksimum yang terjadi sehingga diperlukan perbaikan sistem drainase. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan membuat saluran drainase pengalih, yang di rencanakan di Jalan Bung Tom
“ANALYSIS OF HEADWAY TIME DISTRIBUTION AND VEHICLE GAP” (Case studi intersection 3 muara badak kutai kartanegara)
Traffic is a means of moving from one place to another. Therefore traffic is an important problem. If traffic flow is disrupted or congestion occurs. The mobility of the community will also experience disruption. These disturbances will have a negative impact on the surrounding community.This research took place at intersection 3 muara badak kabupaten kutai kartanegara. Calculation analysis using travel time method. travel clock method and headway method to calculate headway time distribution.Based on the calculation of the maximum headway time of four–wheeled vehicles at the intersections samarinda-bontang it reaches 2.69 seconds and the average is 20 minutes for 1 hour, maximum time headway for four-wheeled vehicles at intersections muara badak-samarinda it reaches 2.38 seconds and the average is 20 minutes for1 hour, maximum time headway for four-wheeled vehicles at intersections bontang-muara badak it reaches 4.9 seconds and the average is 20 minutes for 1 hour.From these calculation it can be concluded in the medium category
ANALISA PERENCANAAN PERPAANJANGAN BANDAR UDARA LONG APUNG
Tomy Priyanto, Bandar udara long apung adalah Bandar udara yang memiliki panjang 1170 m dengan tipe peswat peswat perintis yang mendarat yaitu Susi Air , dimonim air, hevilift dan maf. dengan peramalan pergerakan penumpang yang semakin meningkat setiap tahun nya maka harus ada nya pekerjaan perpanjangan runway dari 1170 M menjadi 1600 M agar sesuai persayaratan untuk jenis peswat rencana ATR 72 yang akan mendarat Di Bandar udara long ampung tersebut. Dengan peswat ATR 72 maka pergerakan penumpang yanag ada di Bandar udara long apung akan terpenuhi. Dalam peneliian ini ingin di lihat pergerekan penumpang di tahun 2022 nanti apakah kapasitan Bandar udar along apung mampu menampung jumlah penumpang yang sudah di ramalkan adapun metode yang di gunakan untuk menghitung ramalan penumpang adalah metode indeks pertumbuhan membandingkan jumlah penumpang tiap tahun nya, adapun metode yang selanjut perhitungan perkerasan dengan metode ACN/PCN klasik dan untuk menghitung RAB menggunakan acuan Peraturan Mentri Perhubungan Republik Indonesia NOMER : PM. 78 TAHUN 2014 Tentang Standar Biaya Di Lingkungan Kementrian Perhubungan. Dari hasil peramalan penumpang di tahun 2022 iyalah 6480 orang dari perhitungan landasanpacu di dapat 1600 m dengan lebar 30 m dan lebar bahu 3 m dengan tebal perkerasan yaitu surface/AC 5 inci, base coarse 8 inci dan sub base 19 inci maka anggaran yang akan di keluarkan untuk mengerjakan pepanjangan landasan pacu pada Bandar udar along apung iyalah sebesar Rp 91,433,022,000.00 (Terbilang : Sembilan Puluh satu Miliar empat ratus tiga puluh tiga juta dua ribu )
ANALISA TARIKAN PERJALANAN DAN KEBUTUHAN PARKIR PADA HALAMAN UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 SAMARINDA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui model tarikan perjalanan yang ada di Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, dimana hasil penelitian tarikan kendaraan ini akan dijadikan sebagai gambaran terhadap pembangunan di Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Serta dengan menganalisa karakteristik parkir di Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ini, maka akan diketahui kapasitas parkir yang ada dan dapat diambil kesimpulan apakah kapasitas parkir yang ada sudah memadai atau belum. Penelitian ini dirancang dengan menggunakan pengamatan dan data statistik dari BAAK Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Data yang dihasilkan dari pengamatan meliputi jumlah kendaraan masuk dan keluar di Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ini. Kemudian data dihasilkan masing-masing dipergunakan untuk perhitungan statistik menggunakan Software SPSS 17 dan karakteristik parkirnya dengan menggunakan rumus dari buku Hobss F.D 1995. Hasil Penelitin ini adalah : Pertama ditemukan bahawa model regresi linier berganda yang terjadi pada data yang dikelola di SPSS 17 adalah (Y) tarikan kendaraan dengan nilai konstanta 3,619 dan berpengaruh negatif terhadap (X1) yaitu jumlah mahasiswa dengan nilai -0,003 dan berpengaruh negatif pula dengan (X2) yaitu jumlah dosen dan staff sebesar -0,042 dan berpengaruh positif terhadap (X3) dengan nilai 0,001 yaitu luas bangunan dan (X4) Luas parkir berpengaruh positif dengan nilai 0,006. Kemudian dari hasil perhitungan karakteristik parkir didapat kesimpulan bahwa Karakteristik parkir yang ada sekarang di Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda ini belum cukup memadai dengan kebutuhan 18 petak/jam dan 16 petak/jam